• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Kegiatan Aktualisasi

Dalam dokumen digitalisasi data pemotongan hewan dan (Halaman 30-43)

Kegiatan aktualisasi dilaksanakan sejak tanggal 17 Mei 2022 sampai 29 Juni 2022. Uraian capaian masing-masing kegiatan aktualisasi adalah sebagai berikut:

1. Menyusun konsep digitalisasi data pemotongan hewan dan publikasi antemortem dan postmortem

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 21 Mei 2022. Tujuan kegitan Menyusun konsep digitalisasi data pemotongan hewan dan publikasi antemortem dan postmortem adalah untuk membuat konsep digitalisasi data pemotongan hewan dan antemortem postmortem. Dalam pelaksanaan menyusun konsep digitalisasi data pemotongan hewan dan publikasi antemortem postmortem, terdapat lima tahapan. Dan seluruh bukti output berupa adanya konsep digitalisasi data pemotongan hewan dalam kegiatan ini terdapat pada lampiran 1 halaman 47 – 53.

Tahapan pertama yaitu mengumpulkan data laporan pemotongan yang ada dan memilah media publikasi yang cocok. Dalam tahapan ini, penulis telah melakukan pengumpulan data pelaporan pemotongan dan memilah media publikasi yang cocok dengan hati-hati dan teliti untuk menghindari adanya kesalahan (Akuntabel, Melakukan tugas dengan bertanggung jawab). Penulis juga dalam mengumpulkan data pemotongan telah dibantu rekan kerja agar hasil lebih maksimal (Kolaboratif, Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah) (Harmonis, Membangun lingkungan kerja yang kondusif). Dan kami melakukannya dengan sungguh-sungguh agar tidak ada data yang terlewat (Kompeten, Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik).

Penulis juga bertindak proaktif dalam mengumpulkan data laporan pemotongan dan dalam memilah media publikasi yang cocok (Adaptif, Bertindak proaktif).

Penulis juga berkomitmen untuk menggunakan data tersebut dan tidak menyalahgunakannya (Loyal, Menjaga nama baik instansi).

Tahapan kedua adalah mengumpulkan daftar aplikasi pengolah data dari internet. Dalam mengumpulkan daftar aplikasi pengolah data, penulis telah melakukannya dengan teliti dan hati-hati agar tidak ada aplikasi yang terlewat (Akuntabel, melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab) (Kompeten,

20

Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik). Penulis juga sangat antusias dalam mengumpulkan daftar aplikasi agar terjadi perbaikan dalam sistem pelaporan data yang lebih rapih (Adaptif, Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas) (Berorientasi pelayanan, Melakukan perbaikan tiada henti).

Tahapan ketiga adalah menyeleksi dan menetapkan aplikasi pengolah data yang sesuai kebutuhan. Dalam menyeleksi dan menetapkan aplikasi pengolah data, penulis melakukannya dengan cermat dan teliti agar tidak ada yang terlewat (Akuntabel, Melakukan tugas dengan cermat) (Kompeten, Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik). Penulis juga sangat antusias dalam menyeleksi dan menetapkan aplikasi yang akan di gunakan nanti (Adaptif, Antusias terhadap perubahan). Penulis juga berharap, penulis dan juga petugas terkait dapat cepat menyesuaikan diri dengan aplikasi ini kedapannya (Adaptif, Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan). Dalam menyeleksi dan menetapkan aplikasi pengolah data yang sesuai ini penulis juga dibantu oleh rekan kerja di Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Harmonis, Membangun lingkungan kerja yang kondusif) (Kolaboratif, Terbuka dalam bekerja sama).

Tahapan keempat adalah melapor kepada mentor terkait aplikasi pengolah data yang dipilih. Penulis melapor kepada mentor terkait aplikasi pengolah data yang dipilih dengan sopan, jujur dan disiplin (Akuntabel) sesuai dengan waktu yang sudah disepakati (Berorientasi pelayanan, Memahami dan memenuhi kebutuhan orang lain) (Loyal, Menghormati Pimpinan) Dalam penyampaiannya, penulis berusaha menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar tercapai pemahaman dan ide yang sama dengan mentor (Harmonis, Membangun lingkungan kerja yang kondusif). Penulis juga menghargai setiap masukan yang diberikan oleh mentor (Harmonis, Selaras).

Setiap masukan yang diberikan oleh mentor merupakan bentuk dorongan untuk penulis agar dapat menyelesaikan tugas yang terbaik (Kompeten, Meningkatkan kompetensi diri). Masukan dari mentor juga semata-mata agar penulis dapat lebih berinovasi dan mengembangkan kreativitas lagi (Adaptif, Mengembangkan kreativitas).

Tahapan kelima adalah mempelajari cara penggunaan aplikasi pengolah

data yang dipilih. Dalam mempelajari cara penggunaan aplikasi pengolah data yang dipilih penulis telah melakukannya dengan antusias (Adaptif, antusias dalam perubahan). Ketika penulis meminta bantuan kepada rekan yang mempunyai latar belakang TIK, ternyata tidak ada waktu yang pas antara kami untuk bertemu, dan penulis menghargai kesibukannya (Berorientasi pelayanan), (Harmonis, Peduli). Untuk lebih mudah memahami, penulis menonton di youtube mengenai tata cara pembuatan dan penggunaan aplikasi pengolah data (Adaptif, Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan) dan bersungguh- sungguh dalam memahami cara penggunaannya (Akuntabel). Penulis berkomitmen agar dengan digitalisasi pelaporan ini akan mengurangi kejadian human erorr (Loyal).

Kegiatan ini merupakan penerapan dari SMART ASN terkait digital skill yaitu kemampuan menggunakan perangkat lunak serta sistem operasi digital.

Selain itu, kegiatan ini juga berhubungan dengan manajemen ASN terkait kode etik dan kode perilaku ASN melaksanakan tugas dengan cermat dan bertanggung jawab karena disini perlu kecermatan penulis dalam membuat konsep digitalisasi data pemotongan hewan.

Konsep digitalisasi data pemotongan hewan dan publikasi pangan asal hewan berkaitan dengan tujuan organisasi yaitu meningkatkan pelayanan publik. Dengan adanya Kegiatan Menyusun konsep digitalisasi data pemotongan hewan dan publikasi pangan asal hewan, maka akan menguatkan nilai organisasi ikhlas. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi yaitu Visi : Purworejo berdaya saing 2025. Misi 5 yaitu meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi

2. Membuat sistem pelaporan data pada aplikasi zohoform

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 - 31 Mei 2022. Tujuan kegiatan ini adalah adanya sistem pelaporan data pemotongan yang berbentuk aplikasi Zoho Form. Dalam pelaksanaan membuat sistem pelaporan data pada aplikasi terdapat empat tahapan. Dan seluruh bukti yang berupa kuisioner awal, indikator yang dimasukkan dalam aplikasi, serta video tutorial pelaporan data pemotongan dalam kegiatan ini terdapat pada lampiran 2 halaman 54 – 60.

22

Tahapan pertama adalah membuat kuisioner awal tentang pelaporan data pemotongan. Pada tahapan ini, penulis telah membuat kuisioner awal sebagai bahan tambahan untuk menyusun pembuatan aplikasi ini agar dalam pengerjaannya didapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan awal pembuatan aplikasi pengolah data (Akuntabel, bertanggung jawab dalam pekerjaan) (Kompeten, Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik). Kuisioner ini kemudian dibagikan dan diisi oleh rekan kerja maupun petugas yang terkait dengan data pemotongan (Kolaboratif, Bekerjasama untuk mendapatkan nilai lebih) (Harmonis, Membangun lingkungan kerja yang kondusif). Dalam membuat kuisioner, penulis telah menggunakan pemanfaatan berbagai sumberdaya (aplikasi) untuk mencapai tujuan bersama (Kolaboratif). Penulis juga menggunakan aplikasi zohoform dalam pembuatan kuisioner ini dimana penulis masih belajar dalam penggunaan aplikasi zohoform ini (Adaptif).

Tahapan kedua adalah membuat konsep indikator apa saja yang akan dimasukkan dalam aplikasi zohoform. Dalam tahapan membuat konsep indikator yang akan dimasukkan dalam aplikasi zohoform, penulis telah melakukannya dengan teliti (Kompeten) dan cermat (Akuntabel), agar tidak ada indikator yang terlewat (Akuntabel, Teliti) (Kompeten, Cermat) karena penulis ingin hasil yang dicapai mudah diterapkan (Berorientasi pelayanan). Indikator yang ada dalam aplikasi zohoform sesuai dengan tujuan pembuatan ini (Loyal).

Dalam membuat konsep indikator ini juga penulis telah memahami kebutuhan masyarakat yaitu dengan memasukkan pemeriksaan antemortem dan postmortem (Berorientasi pelayanan). Penulis berusaha untuk terus berinovasi dengan hal-hal baru seperti pembuatan indikator dalam aplikasi zohoform ini (Adaptif). Dalam menentukan indikator ini penulis juga mengerahkan seluruh sumberdaya untuk mencapai tujuan bersama (Kolaboratif). Disini, penulis juga menggunakan barang milik negara dengan bertanggung jawab dan efisien (Akuntabel).

Tahapan ketiga adalah membuat formulir pengisian data dengan indikator yang telah terpilih. Pada tahapan ini, penulis telah membuat formulir pengisian data pada aplikasi zohoform yang sudah terpilih dengan teliti (Akuntabel) dan cermat (Kompeten), agar semua data tidak ada yang terlewat (Berorientasi pelayanan, memenuhi kebutuhan masyarakat). Karena ini juga

pertama kali penulis lakukakan, penulis berusaha untuk cepat beradaptasi dengan aplikasi ini (Adaptif). Dalam menentuka formulir, penulis memilih formulir yang tampilannya bagus dan memudahkan petugas dalam pengisian (Berorientasi pelayanan, memahami kebutuhan) (Harmonis, menolong orang lain).

Tahapan keempat adalah melakukan uji coba pengisian formulir. Setelah indikator dan formulir jadi, tahapan selanjutnya adalah melakukan uji coba pengisian formulir. Pada tahapan ini, seluruh bagian formulir diisi dengan lengkap dan seakan benar adanya meskipun hanya uji coba (Akuntabel). Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian isi formulir dengan tujuan pembuatan aplikasi (Kompeten). Dalam melakuka uji coba ini, penulis mempergunakan berbagai sumbaerdaya yang ada (Kolaboratif). Penulis juga membuat video untuk memudahkan petugas dalam memahami tatacara pengisian formulir (Berorientasi pelayanan, memahami kebutuhan) (Harmonis, menolong orang lain).

Kegiatan ini merupakan penerapan dari SMART ASN terkait digital safety yaitu mengenai kemampuan menerapkan, menganalisis data dalam sistem pelaporan data pemotongan agar tercapainya keamanan data digital. Kegiatan ini juga merupakan penerapan dari managemen ASN terkait kode etik dan kode perilaku melaksanakan tugas dengan cermat dan bertanggung jawab karena pada kegiatan ini, penulis akan membuat sistem pelaporan dengan menggunakan aplikasi, maka diperlukan kecermatan penulis dalam memasukkan indikator yang perlu tercantum dalam aplikasi. Dan penulis juga melakukan tugas ini dengan penuh tanggung jawab agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Konsep membuat sistem pelaporan data pada aplikasi berkaitan dengan tujuan organisasi yaitu meningkatkan pelayanan public. Dengan adanya kegiatan: membuat sistem pelaporan data pada aplikasi, maka menguatkan nilai organisasi akuntabel dan professional. Serta berkaitan dengan Visi organisasi yaitu Purworejo berdaya saing 2025. Dan misi 5 organisasi yaitu meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi

24

3. Membuat leaflet dan brosur tentang penanganan daging dan jeroan selama wabah PMK terkait dengan antemortem dan postmortem.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 01 – 06 Juni 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat mengenai adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dalam pelaksanaan membuat leaflet dan brosur tentang penanganan daging dan jeroan selama wabah PMK terkait dengan antemortem dan postmortem, terdapat empat tahapan. Dan seluruh bukti berupa proses pembuatan leaflet dan brosur yang relevan dalam kegiatan ini terdapat pada lampiran 3 halaman 61 – 69.

Tahapan pertama adalah membuat gambaran isi leaflet dan brosur.

Dalam tahapan ini, penulis telah membuat gambaran isi leaflet dan brosur yang akan dibagikan. Meskipun masih dalam bentuk gambaran, namun penulis mengerjakannya sesuai dengan materi dan data yang ada (kompeten, melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik) (akuntabel, melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab), informasi yang diberikan benar adanya dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat (Berorientasi pelayanan, memenuhi kebutuhan masyarakat) (Akuntabel, melaksanakan tugas dengan integritas tinggi) (Harmonis, suka menolong orang lain).

Tahapan kedua adalah berkonsultasi dengan mentor mengenai isi leaflet dan brosur. Pada tahapan ini, penulis telah mengkonsultasikan hasil gambaran isi leaflet dan brosur yang dibuat kepada mentor untuk diteliti. Dalam berkonsultasi dengan mentor, penulis selalu bersikap sopan (Berorientasi pelayanan, (Loyal, menghormati atasan). Selain itu, penulis juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar tercipta isi leaflet yang selaras antara penulis dan mentor ( Kompeten, Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik) (Loyal, Menghormati atasan), (Harmonis, Selaras) (Akuntabel, melaksanakan tugas dengan cermat). Penulis selalu berusaha untuk disiplin dan tepat waktu sesuai dengan perjanjian bertemu (Akuntabel). Penulis juga menghargai semua masukan yang diberikan oleh mentor (Harmonis), karena masukan dari mentor adalah agar penulis dapat mengerjakan tugas dengan hasil terbaik (Kompeten) dan agar penulis terus berinovasi serta mengembangkan kreativitas (Adaptif).

Tahapan ketiga adalah membuat leaflet seperti yang sudah disepakati dengan mentor. Pada tahapan ini, penulis telah membuat desain leaflet dan isi

leaflet yang sudah di konsultasikan dengan mentor. Dalam membuat desain ini, penulis mencoba untuk membuat desain yang menarik (Kompeten, Kinerja Terbaik) (Loyal, Komitmen) agar masyarakat tertarik untuk membacanya (Berorientaasi pelayanan), kalimat yang penulis gunakan mudah dipahami oleh masyarakat (Berorientasi pelayanan), meskipun tools dalam pembuatan desain ini masih asing bagi penulis (Kompeten, Meningkatkan kompetensi diri) (Akuntabel, Melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab) (Adaptif, Terus menyesuaikan diri menghadapi perubahan). Dalam pembuatan leaflet ini, penulis memanfaatkan berbagai sumberdaya yang ada (Kolaboratif).

Tahapan keempat adalah membuat brosur sesuai dengan kesepakatan mentor. Pada tahapan ini, penulis telah membuat desain brosur dan isi brosur yang sudah di konsultasikan dengan mentor. Dalam membuat desain ini, penulis mencoba untuk membuat desain yang menarik,(Kompeten, Kinerja Terbaik) (Loyal, Komitmen) agar masyarakat tertarik untuk membacanya (Berorientaasi pelayanan), kalimat yang penulis gunakan mudah dipahami oleh masyarakat (Berorientasi pelayanan), meskipun tools dalam pembuatan desain ini masih asing bagi penulis (Kompeten, Meningkatkan kompetensi diri) (Akuntabel, Melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab) (Adaptif, Terus menyesuaikan menghadapi perubahan). Dalam pembuatan brosur ini, penulis memanfaatkan berbagai sumberdaya yang ada (Kolaboratif).

Kegiatan ini merupakan penerapan SMART ASN digital skill yaitu menggunakan perangkat lunak dalam pengaplikasian pembuatan leaflet.

Kegiatan ini juga merupakan penerapan dari manajemen ASN dalam kode etik dan kode perilaku memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan, karena leaflet tentang ciri-ciri daging yang baik ini akan penulis buat dengan informasi yang sebenarnya dan mudah dimengerti oleh masyarakat.

Membuat leaflet tentang penanganan daging dan jeroan terkait dengan antemortem dan postmortem berkaitan dengan tujuan organisasi meningkatkan pelayanan public. Dengan adanya kegiatan membuat leaflet mengenai penanganan daging dan jeroan terkait dengan antemortem dan postmortem, maka menguatkan nilai organisasi melayani dan professional.

Kegiatan ini juga berhubungan dengan Visi dan Misi Organisasi, yaitu Visi

26

Purworejo Berdaya Saing 2022 dan Misi 5 yaitu meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi 4. Melakukan koordinasi dan sosialisasi tentang cara pengisian data pada petugas

terkait

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 07 – 12 Juni 2022. Tujuan kegiatan ini adalah adanya sosialisasi kepada petugas di RPH maupaun luar RPH terkait penangan. Dalam pelaksanaan melakukan koordinasi dan sosialisasi tentang cara pengisian data pada petugas terkait dilakukan dengan tatap muka dan praktek langsung pengisian link pelaporan data pemotongan, dengan 11 (sebelas) orang yang menghadiri kegiatan ini. Adapun bukti-bukti mengenai undangan, daftar presensi peserta sosialisasi yang relevan dalam kegiatan ini terdapat pada lampiran 4 halaman 70 - 76.

Tahapan pertama adalah membuat undangan sosialisasi tentang pelaporan menggunakan aplikasi zohoform. Pada tahapan ini, penulis telah membuat undangan untuk agenda sosialisasi pelaporan data pemotongan menggunakan aplikasi zohoform. Dalam menyusun undangan, penulis telah memastikan bahwa tidak ada nama rekan kerja atau pihak-pihak terkait yang terlewat untuk diundang, agar undangan yang dibuat tidak perlu direvisi (Akuntabel, Melaksanakan tugas dengan integritas tinggi) (Kompeten,Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik) (Loyal, Menjaga nama baik instansi). Dalam membagikan undangan, penulis menyampaikan dengan bahasa yang sopan (Berorientasi pelayanan). Undangan dibuat sesuai dengan kaidah tatacara penulisan kedinasan (Loyal).

Tahapan kedua adalah membuat materi sosialisasi. Pada tahapan ini, penulis telah membuat materi sosialisasi dengan benar dan sesuai dengan pengetahuan yang benar (Kompeten, Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik) dan (Akuntabel, Melaksanakan tugas dengan jujur dan bertanggung jawab). Penulis juga berusaha agar materi yang disampaikan pada saat sosialisasi dapat dipahami dengan mudah oleh rekan kerja dan petugas terkait (Berorientasi pelayanan, memenuhi kebutuhan masyarakat) (Loyal, Menjaga nama baik instansi) (Harmonis, suka menolong orang lain). Dalam pembuatan materi, penulis memanfaat berbagai sumberdaya yang ada (Kolaboratif). Dalam

membuat materi sosialisasi, penulis terus mengembangkan kreativitas dan inovasi (Adaptif).

Tahapan ketiga adalah membuat daftar hadir. Daftar hadir merupakan salah satu bukti terlaksananya agenda sosialisasi ini. Untuk itu, dalam pembuatan daftar hadir penulis telah mencantumkan poin yang penting seperti nama, nomor Hp, dan dibuat dengan sebenarnya namun tetap menjaga kerahasiaannya (Akuntabel, Melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab, cermat) (Kompeten, Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik) (Loyal, Menjaga nama baik sesame ASN).

Tahapan keempat adalah melaksanakan sosialisasi. Sosialisasi ini telah dihadiri oleh rekan kerja dan petugas terkait pemotongan hewan. Sosialisasi ini bertujuan untuk menciptakan pengertian yang selaras mengenai aplikasi data pemotongan ini (Harmonis) (Berorientasi pelayanan, Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat). Dalam menyampaikan materi sosialisasi, penulis menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta (Berorientasi pelayanan) (Harmonis, suka menolong orang). Dalam melakukan sosialisasi penulis dibantu rekan kerja dalam menyiapkan peralatan sosialisasi, dokumentasi serta notulensi (Kolabratif) (Harmonis, membangun lingkungan kerja yang kondusif). Penulis juga telah melaksanakan sosialisasi dengan bersungguh-sungguh dan menggunakan bahan tayang dalam rangka melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik (Kompeten) (Akuntabel, Menggunakan barang milik negara secara bertanggung jawab) (Adaptif, terus berinovasi).

Kegiatan ini merupakan penerapan SMART ASN digital skill. Yaitu menggunakan perangkat lunak TIK dalam melakukan sosialisasi tentang cara pengisian data. Kegiatan ini juga berkaitan dengan manajemen ASN terkait kode perilaku dan kode etik ASN yang memegang teguh nilai dasar ASN dalam hal ini yaitu kolaboratif.

Melakukan koordinasi dan sosialisasi tentang cara pengisian data pelaporan berkaitan dengan tujuan organisasi yaitu meningkatkan pelayanan public. Dengan adanya kegiatan Melakukan koordinasi dan sosialisasi tentang cara pengisian data pelaporan pada petugas terkait, maka menguatkan nilai

28

organisasi Akuntabel dan Profesional. Serta sudah berkontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi. Visi Purworejo berdaya saing 2025 dan misi 1 (Daya Saing SDM) meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia yang unggul dalam arti luas mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuan yang berbasis pada religiusitas Masyarakat.

5. Pelaksanaan digitalisasi pelaporan data pemotongan hewan dan pelaksanaan antemortem postmortem dengan membagikan leaflet tentang penanganan daging dan jeroan pada saat wabah PMK dan brosur tentang perlakuan postmortem hewan qurban saat wabah PMK

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 – 22 Juni 2022. Tujuan kegiatan ini adalah mengurangi penggunaan sampah kertas serta tersampaikannya leaflet dan brisur ke mssyarakat. Dalam pelaksanaan melaksanakan digitalisasi pelaporan data pemotongan hewan dan pelaksanaan antemortem postmortem dengan membagikan leaflet tentang penanganan daging dan jeroan pada saat wabah PMK dan brosur tentang perlakuan postmortem hewan qurban saat wabah PMK terdapat empat tahapan. Adapun bukti-bukti berupa foto dan data yang relevan dalam kegiatan ini terdapat pada lampiran 5 halaman 77 – 83 .

Tahapan pertama adalah membagikan leaflet mengenai penanganan daging dan jeroan pada saat wabah PMK pada Persit (Persatuan Istri Tentara) dan Dharmawanita Kabupaten Purworejo. Tahapan ini berkaitan dengan antemortem dan postmortem. Pelaksanaannya adalah dengan membagikan leaflet yang sudah dicetak kepada Ibu-ibu Persit (Persatuan Istri Tentara) dan Dharmawanita Kabupaten Purworejo. Dalam pembagian leaflet ini, penulis telah melakukannya dengan ramah, hati-hati (Berorientasi pelayanan) menjelaskan dengan perlahan agar pesan yang ada tersampaikan ke masyarakat (akuntabel, melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab) (kompeten, melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik) (harmonis, suka menolong orang) (loyal, menjaga nama baik instansi). Dan dalam pembagian leaflet ini penulis tidak membedakan suku, latar belakang dan agama masyarakat (harmonis). Dalam pelaksanaan tahapan ini, penulis bekerja sama dengan mentor, mentor yang melaksanakan sosialsasi dan penulis melengkapi dengan membagikan leaflet (Kolaboratif).

Kami (mentor dan penulis), melaksanakan tahapan ini tepat waktu sesuai dengan koordinasi sebelumnya (Akuntabel).

Tahapan kedua adalah membagikan tautan/link aplikasi zohoform kepada petugas melalui Whatsapp grup. Dalam tahapan ini, penulis telah membagikan tautan aplikasi kepada petugas terkait melalui whatssapp grup, agar para petugas mudah melakukan input data pemotongan (Berorientasi pelayanan) (Adaptif, Cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan) (Harmonis, Suka menolong orang lain). Tautan ini diberikan dengan sebenarnya dan sesuai dengan masukan pada saat sosialisasi (Akuntabel, Melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab) (Harmonis, Membangun lingkungan kerja yang kondusif) (Kolaboratif, Terbuka dalam bekerja sama). Pertanyaan dalam aplikasi zohoform disesuaikan dengan kebutuhan data di lapangan (Kompeten, Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik) (Adaptif, Bertindak proaktif).

Tahapan ketiga adalah melakukan input data pemotongan menggunakan aplikasi zohoform. Pada tahapan ini, petugas terkait melakukan input data pemotongan dengan menggunakan aplikasi zohoform. Dalam proses menginput data dilakukan dengan sebenarnya (Akuntabel). Hal ini untuk memudahkan petugas rekap dalam merekap data pemotongan (Berorientasi pelayanan) (Adaptif, Cepat menyesuaikan diri menghadapai perubahan) (Harmonis, suka menolong dan membangun lingkungan kerja yang kondusif).

Tahapan keempat adalah Merekap data pemotongan hewan yang sudah diinput. Data pemotongan yang sudah diinput oleh petugas selanjutnya akan masuk dalam spreadsheet. Kemudian penulis mencocokkan data yang ada dalam spreadsheet dengan data pemotongan manual sebagai bentuk adaptasi bagi penulis dan para petugas penginput data (akuntabel, melaksankan tugas dengan tanggung jawab) (adaptif, cepat menyesuaikan diri dengan perubahan).

Dalam merekap data pemotongan ini, penulis dimudahkan oleh input data petugas (Harmonis, suka menolong dan membangun lingkungan kerja yang kondosif) (Kolaboratif, menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya).

Tahapan kelima adalah membagikan brosur penanganan postmortem hewan kurban pada saat wabah PMK kepada takmir masjid dan panitia kurban.

Tahapan ini berkaitan dengan antemortem dan postmortem. Pelaksanaannya adalah dengan membagikan brosur yang sudah dicetak kepada Takmir masjid

Dalam dokumen digitalisasi data pemotongan hewan dan (Halaman 30-43)

Dokumen terkait