• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN HASIL KEGIATAN AKTUALISASI

26 4) Kendala Yang Dihadapi

1) Petugas kesehatan menganggap penyakit yang diderita klien tidak menular dan tidak menginfeksi petugas.

Dalam hal ini penulis berkolaborasi dengan rekan kerja untuk saling mengingatkan pentingnya cuci tangan supaya terhindar dari mikroorganisme pathogen yang mengakibatkan penularan infeksi baik diri sendiri,rekan kerja ataupun klien sehingga pelayanan dirumah sakit memenuhi standar pelayanan prosedur operasional.

Selain itu berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi yang di dapat di Rumah Sakit.

2) Keterbatasan dana untuk pengadaan wastafel.

Pengadaan fasilitas dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah disesuaikan dengan rencana anggaran dari pemerintah daerah, dalam mengupayakan hal tersebut penulis berkonsultasi dengan mentor dan tim PPI perihal pemasangan bracket di beberapa titik di ruang IBS RSUD R.A.A.Tjokronegoro untuk meletakkan dispenser handrub sebagai media cuci tangan sebelum cuci tangan dengan air mengalir.

27

b. Mengumpulkan bahan dan materi untuk media sosialisasi cuci tangan 6 langkah pada 5 moment yang baik dan benar. Penulis bertindak proaktif dalam pengumpulan bahan materi media sosialisasi berupa dokumen SPO cuci tangan 6 langkah pada 5 moment menggunakan air mengalir ataupun handrub sebagai perwujudan penyesuaian isi materi dengan standart procedure operasional yang berlaku di Rumah Sakit (Adaptif). Setelah SPO yang akan di jadikan referensi diterima penulis menerima masukan dari mentor , tim PPI poin-poin penting yang perlu dicantumkan dalam materi sebagai pembelajaran dan menambah wawasan (Kompeten).

Penulis menghargai pendapat mentor ataupun tim PPI dan Promkes (Harmonis) serta berkontribusi secara maksimal dalam pembuatan media sosialisasi dengan harapan untuk kemajuan pelayanan Rumah Sakit (Loyal).

c. Menyiapkan konsep design dan mencetak media sosialisasi poster dan PIN duta cuci Tangan. Pada tahapan ini konsep bentuk poster dan PIN Duta cuci tangan memperhatikan kualitas poin yang akan disampaikan (akuntabel) dengan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan mentor, tim PPI maupun designer poster (Harmonis) berinteraksi dengan sopan dan santun (Berorientasi Pelayanan).

Dalam penyusunan konsep bentuk poster dan PIN Duta cuci tangan.

Penulis berusaha berinovasi dengan pengembangan materi sesuai referensi ter update (Adaptif). Dalam pencetakan media sosialisasi penulis melakukan komunikasi dengan jasa designer (Kolaborasi) tidak lupa menjaga nama baik instansi (Loyal). Penulis menerima masukan dari jasa design (harmonis) untuk perbaikan tampilan. Hal tersebut menambah ilmu dan wawasan pembuatan poster yang inovatif (Kompeten) yang nantinya dapat diterapkan pada saat mendesign secara mandiri.

d. Tahap terakhir dari kegiatan pertama adalah melaporkan hasil dari pencetakan poster dan Pin Duta Cuci tangan 6 langkah pada 5 moment dilanjutkan pelaksanaan uji coba media sosialisasi pada petugas Kesehatan. Penulis menjaga komunikasi dengan mentor, tim PPI dan jasa design (Kolaboratif) dengan Sopan dan ramah (BerOrientasi Pelayanan) Membangun komunikasi yang efektif,

28

kondusif untuk kenyamanan bersama dalam pelaporan kepada atasan (Harmonis) terkait hasil pencetakan. Kegiatan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab (Akuntabel). Serta memastikan draf rancangan disesuaikan dengan SPO serta kebutuhan informasi yang akan disosialisasikan (Adaptif). Melakukan uji coba media sosialisasi dengan salah satu petugas pelayanan kesehatan di IBS RSUD R.A.A.

Tjokronegoro dengan penuh rasa tanggung jawab (Akuntable) memperhatikan kaidah-kaidah penyampaian materi serta penyampaian disesuaikan jadwal istirahat petugas sehingga tidak mengganggu pekerjaan (Adaptif).

Pelaksanaan kegiatan ini berfungsi dalam penyelesaian isu yang diangkat dengan output yang dihasilkan berupa design poster/flyer dan PIN duta cuci tangan 6 langkah pada 5 moment yang bermanfaat untuk mengedukasi petugas kesehatan untuk selalu melakukan cuci tangan dalam kegiatan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini berkaitan dengan mata pelatihan agenda 3 yaitu manajemen ASN yang mana sebelum melaksanakan tahapan selanjutnya didahului dengan persiapan mencari referensi dari SPO Rumah Sakit ataupun literatur yang baik dan benar sehingga kegiatan yang dilakukan sesuai dengan pedoman yang ada.

Dalam pelaksanaan konsultasi bersama atasan diiringi penerapan sikap hospitality ramah, santun , berwawasan global mengikuti perkembangan metode cuci tangan terbaru (Smart ASN).

Hasil rancangan poster dan PIN duta cuci tangan 6 langkah pada 5 moment yang baik dan benar dengan mengambil referensi dari SPO rumah sakit ataupun informasi dari sumber lain yang bisa dipertanggungjawabkan berkontribusi mewujudkan visi rumah sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang handal, Modern, dan ber Budaya” serta berkontribusi dalam misi Rumah sakit yaitu Memberikan Pelayanan yang professional dan berkualitas.

Dengan membuat rancangan media sosialisasi cuci tangan 6 langkah dan 5 moment yang baik dan benar hal ini menguatkan nilai organisasi yaitu : Kebersamaan, Profesional, Kedisiplinan.

2. Melaksanakan evaluasi cuci tangan pre sosialisasi dan Sosialisasi SPO Cuci Tangan didampingi oleh Tim PPI dan tim Promkes.

29

a. Tahapan kegiatan pertama melakukan konsultasi bersama dengan mentor , tim PPI, dan Promkes (Kolaborasi) untuk persetujuan kegiatan evaluasi pre sosialisasi cuci tangan petugas pelayanan kesehatan dengan instrument form monitoring kepatuhan cuci tangan yang telah disediakan tim PPI, berkolaborasi dalam membuat rancangan undangan, form daftar hadir sosialisasi cuci tangan 6 langkah pada 5 moment disesuaikan dengan sasaran kegiatan (Adaptif) .Penulis bermusyawarah bersama dengan mentor, tim PPI untuk evaluasi cuci tangan pre sosialisasi (Kolaboratif) dengan Sopan dan ramah (Berorientasi Pelayanan). Mentor dan Tim PPI menyarankan pada saat kegiatan evaluasi cuci tangan pada petugas kesehatan tidak membedakan sasaran penilaian evaluasi (Harmonis).

b. Kegiatan selanjutnya melakukan evaluasi cuci tangan pre Sosialisasi kepada para petugas pelayanan kesehatan di IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro, Tindakan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment dilakukan secara baik dan benar (Akuntable). Penulis berkontribusi secara maksimal dalam evaluasi cuci tangan dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas (Akuntabel). Serta memastikan materi menyesuaikan dengan referensi teractual saat ini (Adaptif). Menjaga komunikasi yang baik pada saat evaluasi dengan berperilaku sopan dan santun (Berorientasi Pelayanan). Pada saat melakukan penilaian sesuai dengan standar prosedur operasional (Kompeten).

c. Tahap kegiatan berikutnya melaksanakan Sosialisasi SPO Cuci tangan 6 langkah pada 5 moment dengan media sosialisasi poster, flyer, PIN duta cuci tangan. Dalam pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan setelah kegiatan operasi sehingga tidak mengabaikan kewajiban dalam bekerja, kegiatan diikuti oleh petugas Kesehatan yang bekerja di ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro meliputi perawat bedah, perawat anastesi dan petugas kesehatan lainnya. Materi disampaikan dengan sistematis untuk memudahkan pemahaman audience (Kompeten). Penyampaian sosialisasi di lakukan dengan komunikasi 2 arah dan menjaga keharmonisan, disampaikan dengan sopan dan santun ( Berorientasi Pelayanan). Tidak diskriminasi dalam membantu peserta sosialisasi memahami materi yang belum jelas (Harmonis) serta menjaga nama baik sesama ASN (Loyal).

30

Kegiatan ini berfungsi dalam pemecahan isu yang diprioritaskn dengan output yang dihasilkan berupa lembar form monitoring kepatuhan cuci tangan yang telah diisi sesuai dengan hasil observasi pada petugas pelayanan Kesehatan yang melakukan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk penerapan dari manajemen ASN dimana kegiatan cuci tangan merupakan tugas seorang ASN khususnya tenaga Kesehatan dalam pelayanan public yang berkualitas. Hal tersebut juga mendukung dalam keprofessionalan dalam bekerja yaitu sesuai SPO dan media yang sesuai (Smart ASN). Selain itu manfaat dari monitoring sendiri yaitu untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan perawat pre sosialisasi cuci tangan, dan untuk assessment kebutuhan perencanaan kegiatan dalam pemecahan isu. Sedangkan manfaat sosialisasi sendiri adalah mengedukasi petugas Kesehatan dalam pelaksanaan program pemerintah tentang Hand Hygiene.

Hasil kegiatan evaluasi cuci tangan pre sosialisasi menggunakan media sosialisasi poster dan PIN duta cuci tangan 6 langkah pada 5 moment berkontribusi mewujudkan visi rumah sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang handal, Modern, dan ber Budaya”

serta berkontribusi dalam misi Rumah sakit yaitu Memberikan Pelayanan yang professional dan berkualitas, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Dengan dilaksanakan sosialisasi SPO cuci tangan 6 langkah pada 5 moment menggunakan media sosialisasi poster dan PIN Duta cuci tangan hal ini menguatkan nilai organisasi yaitu : Keterbukaan, Kebersamaan, Profesional, Kejujuran dan Kedisiplinan.

3. Melakukan penataan dan pengecekan ketersediaan dispenser handscrub/

handwash di setiap ruangan.

a. Diawali dengan melakukan konsultasi dengan mentor, tim PPI dan Promkes Rumah Sakit untuk rencana penataan dan pengecekan hand rub/hand wash. Dalam kegiatan ini penulis melakukan kolaborasi dengan tim PPI dan Promkes dalam penataan dan pengecekan ketersediaan hand rub dan hand wash diruangan dengan penuh tanggung jawab (Akuntable). Dalam melakukan kegiatan penataan

31

dan pengecekan handrub ataupun handwash menyesuaikan kepentingan kegiatan pelayanan (Adaptif).

b. Penulis melakukan kerjasama dengan TIM PPI serta mentor merencanakan penyediaan handscrub dan handwash dititik-titik yang disepakati handwash/handrub (Kolaboratif). Melakukan koordinasi dengan TIM PPI dan promkes untuk rencana penataan dan dalam mengisi ulang pengecekan handrub, handwash setiap pagi sebelum mulai pelayanan dengan membuat checklist harian ketersediaan media cuci tangan untuk keberlangsungan kegiatan pelayanan Kesehatan sesuai dengan kompetensi (Kompeten) dengan harapan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit (Loyal). Checklist yang digunakan dipastikan kebenarannya sesuai dengan keadaan pada saat pengecheckan, sehingga data tersebut dapat dipertanggungjawabkan (Akuntable). Penulis menghargai setiap masukan yang diberikan oleh mentor, tim PPI ataupun promkes (Harmonis).

c. Melakukan koordinasi dengan TIM PPI dan mentor (Kolaborasi) berkomunikasi dengan baik dan sopan (Berorientasi Pelayanan) untuk penataan, pengecekan handrub, handwash dan dalam mengisi ulang setiap pagi sebelum mulai pelayanan.

Penulis meluangkan waktu untuk melakukan penataan dan pengecekan handrub ataupun handwash secara maksimal (Loyal).

Kegiatan ini bermanfaat dalam monitoring ketersediaan media cuci tangan, baik dengan handwash ataupun handrub. Diharapkan ketika media dipastikan tersedia, petugas pelayanan Kesehatan akan memaksimalkan kegiatan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment.

Sehingga tidak terjadi infeksi nosocomial, yaitu infeksi yang terjadi di lingkungan rumah sakit. Seseorang dikatakan mengalami infeksi nosokomial jika infeksinya didapat ketika berada atau menjalani perawatan di rumah sakit.

Infeksi nosokomial bisa terjadi pada pasien, perawat, dokter, serta pekerja atau pengunjung rumah sakit.

Kegiatan melakukan penataan dan pengecekan ketersediaan dispenser handscrub/ handwash di setiap ruangan. Kegiatan ini

32

merupakan bentuk penerapan dari manajemen ASN yaitu melaksanakan tugas dengan cermat dan disiplin serta melaksanakan tugas sesuai dengan panduan cuci tangan dari kementerian kesehatan. Sebagai seorang ASN kita harus berintegritas, professional dalam bekerja memiliki attitude, memiliki karakter yang baik untuk mewujudkan Smart ASN.

Hasil dari kegiatan penataan dan pengecheckan handrub ataupun handwash diruangan berkontribusi dalam mewujudkan visi rumah sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang handal, Modern, dan ber Budaya” serta berkontribusi dalam misi Rumah sakit yaitu Memberikan Pelayanan yang professional dan berkualitas, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Dengan melakukan penataan dan pengecekan handrub ataupun handwash swcara efektif dan efisien hal ini menguatkan nilai organisasi yaitu : Kebersamaan, Profesional dan Kedisiplinan

4. Melaksankan evaluasi kepatuhan cuci tangan petugas pelayanan kesehatan post sosialisasi dan penyematan PIN Duta cuci tangan 6 langkah pada 5 moment kepada petugas pelayanan Kesehatan yang melaksanakan cuci tangan sesuai prosedure.

a. Diawali dengan melakukan kegiatan konsultasi bersama dengan mentor, tim PPI ataupun Promkes (Kolaborasi) mengenai pelaksanaan monitoring kepatuhan cuci tangan post sosialisasi dengan instrument yang tersedia. Penulis melakukan konsultasi dengan sopan, santun (Berorientasi Pelayanan) dengan tidak lupa terus menerus belajar dan menerima kritik ataupun masukan dari atasan (Kompeten) dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, cermat , disiplin (Akuntabel) tanpa membeda-bedakan petugas pelayanan kesehatan yang akan di lakukan evaluasi cuci tangan 6 langkah pada 5 moment (Harmonis).

b. Pada kegiatan monitoring/ evaluasi kepatuhan cuci tangan post sosialisasi cuci tangan 6 langkah pada 5 moment yang baik dan benar, alur disesuaikan dengan referensi SPO rumah Sakit sebagai pedoman pelaksanaan hand hygiene (Akuntable). Pelaksanaan monitoring menyesuaikan waktu luang petugas kesehatan yang akan di evaluasi dengan tidak mengganggu pekerjaan atau kegiatan pelayanan

33

Kesehatan lain (Adaptif). Menjaga nama baik sesama teman sejawat (Loyal) dan saling menghormati satu sama lain ( Harmonis).

c. Tahap kegiatan berikutnya dokumentasi hasil evaluasi cuci tangan 6 langkah pada 5 moment post sosialisasi cuci tangan 6 langkah pada 5 moment petugas kesehatan, dan Penyematan PIN duta cuci tangan kepada petugas yang telah melaksanakan dengan baik dan benar.

Hasil yang di dapat dari penilaian langsung terhadap petugas Kesehatan, di dokumentasikan dalam form monitoring kepatuhan cuci tangan sesuai dengan pengamatan secara obyektif (Akuntable).

Penulis melakukan kerjasama dengan teman sejawat (Kolaboratif) dalam pengambilan gambar foto ataupun video selama evaluasi monitoring kepatuhan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment dengan jujur dan penuh tanggung jawab (Akuntabel). Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan tanpa membeda-bedakan (Harmonis) serta patuh pada pedoman SPO Rumah Sakit (Loyal).

Manfaat dari kegiatan evaluasi kepatuhan cuci tangan post sosialisasi diantaranya :

1. Untuk mengetahui tingkat penguasaan atau pemahaman petugas pelayanan kesehatan terhadap kompetensi yang telah ditetapkan.

2. Mengetahui kesulitan atau rintangan yang dihadapi oleh petugas pelayanan kesehatan dalam kegiatannya sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial teaching.

3. Bisa menjadi umpan balik informasi yang baik untuk pelaksana sehingga bisa memperbaiki kekurangan yang ada.

4. Digunakan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi metode atau cara yang telah diterapkan.

Kegiatan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment ini menuntut seorang ASN untuk patuh terhadap kebijakan pelayanan public ditempat bekerja (Manajemen ASN) mematuhi peraturan pembuat kebijakan yang nantinya berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Instansi. Dengan harapan, kegiatan yang dilaksanakan menjadikan ASN bekerja secara professional, memiliki nilai dasar dan etika profesi serta berintegritas (Smart ASN).

34

Hasil evaluasi cuci tangan dan penyematan PIN duta cuci tangan 6 langkah pada 5 moment yang telah dilaksanakan mewujudkan visi rumah sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang handal, Modern, dan ber Budaya” serta berkontribusi dalam misi.

Rumah sakit yaitu Memberikan Pelayanan yang professional dan berkualitas.

Dengan melakukan evaluasi monitoring kepatuhan cuci tangan 6 langkah dan 5 moment yang baik dan benar hal ini menguatkan nilai organisasi yaitu :

Professional, Kebersamaan, Kedisiplinan

Dari gagasan-gagasan tersebut diharapkan menjadi pemecahan isu yang perlu diselesaikan.

C. Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS

Tabel 3.2 Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS N

o

Mata Pelatihan

Kegiatan Jumlah

Aktualisa si per MP

Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4

R1 R2 R1 R2 R1 R2 R1 R2 R1 R2 1. Berorientasi

Pelayanan 3 3 2 3 1 1 1 1 7 8

2. Akuntabel 3 4 1 2 1 2 2 4 7 12

3. Kompeten 3 3 1 2 1 1 1 1 6 7

4. Harmonis 2 4 2 2 1 1 2 3 7 9

5. Loyal 2 2 1 1 1 2 1 2 5 7

6. Adaptif 3 4 1 2 1 1 1 1 6 8

7. Kolaboratif 1 3 1 3 1 3 1 2 4 11

Jumlah MP yang di aktualisasikan per

kegiatan

7 7 7 7 7 7 7 7 42 62

35

D. Manfaat Kegiatan Aktualisasi Dalam Rangka Pemecahan Isu

Manfaat dari kegiatan inovatif yang telah dilakukan selama masa habituasi di ruang IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro dalam rangka memecahkan isu dapat meningkatkan kepatuhan petugas pelayanan kesehatan sebagai perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. Cuci tangan merupakan wujud perilaku hidup bersih dan sehat di Rumah Sakit yang termasuk dalam sasaran keselamatan pasien serta memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi.

Bagi unit kerja, kegiatan inovatif ini bermanfaat untuk meningkatkan standar kualitas pelayanan kesehatan sebagai wujud Upaya Kesehatan Perorangan yang di lakukan dari unit pelayanan keperawatan yaitu dengan meminimalkan terjadinya resiko infeksi yang tidak diharapkan, sehingga dapat meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) dan memberikan hasil perawatan yang baik.

Pada tingkat organisasi, kegiatan inovatif ini dapat mendukung Visi dan Misi RSUD R.A.A. Tjokronegoro dalam memberikan Pelayanan yang professional dan berkualitas, sehingga menimbulkan kepercayaan & kepuasan pasien terhadap pelayanan Kesehatan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro

36 E. Rencana Tindak Lanjut (RTL) Aktualisasi

Tabel 3.3 Formulir Rencana Tindak Lanjut Aktualisasi No Kegiatan dan

keterkaitan nya dengan MP Agenda

Output Kegiatan Keterkaitan dengan nilai- nilai dasar PNS

Waktu Para pihak Terlibat

Sumber Biaya

Ket.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Monitoring kepatuhan petugas pelayanan kesehatan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment secara berkala.

Keterkaitan dengan agenda 3 :

Manajemen ASN : Pelaksana kebijakan public

Pelayan Public

Adanya

kepatuhan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment petugas

pelayanan kesehatan

Saya akan berkoordinasi bersama atasan/ kepala ruang IBS dan Tim PPI terkait pelaksanaan kegiatan monitoring cuci tangan pada petugas pelayanan kesehatan (Kolaboratif) dengan sopan dan santun (Berorientasi Pelayanan).

Tujuannya menyelaraskan pemikiran untuk tercapainya

Agustus – Desemb er 2022

Ka Ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro, IPCN dari tim PPI, petugas Kesehatan di Ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro

APBD

37 Smart ASN :

Integritas Profesionalisme Hospitality

kegiatan pelaksanaan monitoring (Harmonis).

Kegiatan dilaksanakan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang efektif serta efisien sehingga tidak mengganggu pekerjaan pokok petugas kesehatan (Adaptif). Penilaian dilakukan secara obyektif , cermat, disiplin (Akuntabel) sesuai dengan kompetensi yang dimiliki (Kompeten).

Kegiatan didedikasikan untuk meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit (Loyal).

2 Melakukan pengecheckan

,pengisian ulang serta

Checklist ketersediaan

Kegiatan pengecheckan , pengisian ulang didahului

dengan meminta

Agustus –

Ka Ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro,

APBD

38 mendokumentasikan

pada form yang telah dibuat, mencatat ketersedian

handwash/handrub di ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro setiap

pagi sebelum

pelayanan Kesehatan.

Keterkaitan dengan agenda 3 :

Manajemen ASN : Pelaksana kebijakan public

Pelayan Public

Smart ASN : Integritas Profesionalisme

handwash/handr ub

persetujuan dari kepala ruang, IPCN dari Tim PPI Rumah Sakit (Kolaboratif).

Pengecheckan dan pendokumentasian

disesuaikan dengan data yang diperoleh dilapangan (Adaptif). Pencatatan dilakukan dengan penuh

tanggung jawab

(Akuntabel) dan menjaga komunikasi yang baik, dan sopan (Berorientasi Pelayanan) antar petugas diruangan (Harmonis).

Desemb er 2022

IPCN dari tim PPI, petugas Kesehatan di Ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro

39 3 Mendokumentasikan

kegiatan monitoring kepatuhan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment pada petugas pelayanan kesehatan untuk kemudian form kegiatan dilaporkan pada IPCN Rumah Sakit untuk mendukung kegiatan audit.

Keterkaitan dengan agenda 3 :

Manajemen ASN : Pelaksana kebijakan public

Pelayan Public Smart ASN : Integritas Profesionalisme

Bukti pelaporan kepatuhan cuci tangan petugas Kesehatan kepada IPCN berupa tanda terima pelaporan

Saya akan bekerja sama dengan kepala ruang dalam melakukan monitoring kepatuhan cuci tangan (Kolaboratif) komunikasi dilakukan dengan ramah, sopan dan santun (Berorientasi Pelayanan).

Kegiatan pelaporan dilaksanakan dengan disiplin dan bisa dipertanggungjawabkan (Akuntable)

Agustus – Desemb er 2022

Ka Ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro, IPCN dari tim PPI, petugas Kesehatan di Ruang IBS RSUD R.A.A Tjokronegoro

APBD

40 Hospitality

41 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS serta kedudukan dan peran PNS dalam NKRI yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut.

a. Mendalami isu “Belum optimal Petugas Pelayanan Kesehatan Melaksanakan Cuci tangan 6 langkah pada 5 moment di IBS RSUD R.A.A.

Tjokronegoro bulan Januari 2022 – Maret 2022” merupakan isu yang diselesaikan oleh penulis dengan gagasan pemecahan isu “Optimalisasi Kepatuhan Petugas Pelayanan Kesehatan Melaksanakan Cuci Tangan 6 Langkah Pada 5 Moment di IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro Bulan Januari - Maret 2022”

b. Penulis melaksanakan kegiatan inisiatif dalam rangka menyelesaikan isu tersebut diantaranya : Tahap Perencanaan : Melakukan kolaborasi dengan mentor, tim PPI dan Promkes dalam mencari referensi bahan dan materi untuk media sosialisasi , flyer dan PIN Duta cuci tangan 6 langkah pada 5 moment, tahap sosialisasi : Melaksanakan evaluasi cuci tangan pre sosialisasi dan Sosialisasi SPO Cuci Tangan didampingi oleh Tim PPI dan tim Promkes, tahap pelaksanaan : Melakukan penataan dan pengecekan ketersediaan dispenser handscrub/ handwash di setiap ruangan, tahap evaluasi dan dokumentasi : Melaksankan evaluasi kepatuhan cuci tangan petugas pelayanan kesehatan post sosialisasi dan penyematan PIN Duta cuci tangan 6 langkah pada 5 moment kepada petugas pelayanan Kesehatan yang melaksanakan cuci tangan sesuai prosedure.

c. Setiap tahapan kegiatan dilakukan dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yaitu : Berorientasi pelayanan, akuntable, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

d. Kegiatan yang telah diaktualisasikan dilaksanakan berkaitan dengan Smart ASN dan Manajemen ASN.

e. Setiap kegiatan yang telah dilaksanakan berkontribusi dalam pencapaian visi dan misi organisasi. Visi organisasi “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya” serta kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan misi organisasi yaitu mengembangkan pelayanan

42

berbasis teknologi, memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

f. Manfaat dari kegiatan inovatif yang telah dilakukan selama masa habituasi di ruang IBS RSUD R.A.A. Tjokronegoro dalam rangka memecahkan isu dapat meningkatkan kepatuhan petugas pelayanan kesehatan sebagai perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. Cuci tangan merupakan wujud perilaku hidup bersih dan sehat di Rumah Sakit yang termasuk dalam sasaran keselamatan pasien serta memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi.

g. Kegiatan rencana tindak lanjut aktualisasi

1) Monitoring kepatuhan petugas pelayanan kesehatan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment secara berkala.

2) Melakukan pengecheckan ,pengisian ulang serta mendokumentasikan ketersedian handwash/handrub di ruangan

3) Mendokumentasikan kegiatan monitoring kepatuhan cuci tangan petugas pelayanan kesehatan untuk dilaporkan pada IPCN Rumah Sakit

B. Saran

a. Saran bagi Tenaga Kesehatan

Setelah dilaksanakan aktualisasi dan tersusunnya laporan kegiatan ini, diharapkan para petugas pelayanan kesehatan seperti perawat, bidan, dokter, tenaga kesehatan lainnya dapat mengimplementasikan serta internalisasikan nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK dalam pekerjaan sehari- hari. Sehingga nantinya akan menjadi habit bagi seorang PNS. Hal tersebut bertujuan memaksimalkan pelayanan public untuk kesejahteraan masyarakat sesuai dengan fungsi ASN .

b. Saran bagi penulis selanjutnya

Diharapkan laporan aktualisasi ini dapat menjadi acuan penulis selanjutnya , dalam penyusunan laporan aktualisasi tentang kegiatan pengoptimalan kegiatan cuci tangan 6 langkah pada 5 moment oleh petugas pelayanan Kesehatan.

Dokumen terkait