BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Tabel 4.7
Hasil Uji Hipotesis Paired Sample T Test
Variabel t-hitung Sig. (2 tailed) Level of Significant Pretest & Posttest β18,079 0,000 0,05
Berdasarkan tabel uji hipotesis Paired Sample T Test di atas, diketahui nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka π»0 ditolak dan π»1 diterima. Artinya pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 2.
yaitu Bapak Malik Ibrahim, M.Pd dan Bapak Syaharuddin, M.Si serta satu guru matematika dari MTs Negeri 2 Mataram yaitu Ibu Yunita, S.Pd. Hasil dari uji validitas menunjukkan bahwa soal pretest-posttest memenuhi kriteria valid dan dapat digunakan sebagai tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Pemberian soal pretest dilaksanakan pada hari Jumβat 28 Februari 2020 pukul 08.00 WITA dan pemberian soal posttest dilaksanakan pada hari Senin 5 Mei 2020 pukul 08.00 WITA.
Adapun langkah selanjutnya, sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu peneliti melakukan pengujian prasyarat yaitu uji normalitas.
Hasil dari uji normalitas untuk data pretest yaitu π2πππ‘π’ππ = 3,865 lebih kecil dari π2π‘ππππ = 12,592 dan untuk data posttest π2πππ‘π’ππ = 10,88 lebih kecil dari π2π‘ππππ = 12,592. Hal ini menunjukkan bahwa data pretest dan posttest dinyatakan berdistribusi normal.
Setelah dilakukan uji normalitas, maka langkah selanjutnya adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji paired sample t test melalui aplikasi SPSS dengan melihat sig (2-tailed) lebih kecil dari 0,05. Hasil perhitungan diperoleh nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka π»0 ditolak dan π»1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.
Penelitian tentang efektivitas pendekatan metakognitif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs
Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020 didasarkan pada permasalahan yang diungkapkan dalam latar belakang yaitu kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang masih rendah. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian sebanyak dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama peneliti mengajarkan tentang garis dan kedudukan garis, pada pertemuan kedua peneliti mengajarkan tentang membagi garis dan perbandingan ruas garis.
Dalam setiap pertemuan peneliti memberikan bahan ajar/LKS yaitu pada pertemuan pertama LKS tentang garis dan kedudukan garis, pertemuan kedua LKS tentang membagi garis dan perbandingan ruas garis kepada tiap-tiap kelompok yang telah dibentuk terlebih dahulu. Bahan ajar/LKS tersebut kemudian didiskusikan bersama masing-masing kelompok yang kemudian dipresentasikan di depan kelas dan dibahas bersama-sama. Selama siswa berdiskusi mengerjakan LKS, peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif yang dapat membimbing dan membantu siswa dalam memahami permasalahan yang diberikan. Setelah itu, siswa diberikan latihan soal yang dikerjakan secara individu dan selama siswa mengerjakan soal individu tersebut, peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif yang menuntun siswa untuk memusatkan pada kesalahan yang dilakukan ketika mengerjakan dan memberikan petunjuk agar siswa mengoreksinya. Kemudian tahap terakhir siswa diminta untuk menyimpulkan apa yang telah dipelajari.
Penelitian dengan menggunakan pendekatan metakognitif ini, terlihat bahwa siswa menjadi lebih aktif dengan berdiskusi bersama tema-temannya dan aktif dalam mengontrol proses berpikir dan belajarnya. Siswa mulai
belajar merencanakan, mengontrol dan mengevaluasi permasalahan matematika yang diberikan. Siswa belajar bagaiamana merencanakan tindakan atau langkah-langkah penyelesaian, kemudian mengontrol atau memonitor poses penyelesaiannya serta megevaluasi hasil dari penyelesaian masalah yang diberikan baik secara individu maupun kelompok. Dengan demikian, hal ini dapat membantu siswa untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah matematika tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siwa.
Hasil penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh M.
Subali Noto, Tonah dan Hernati yang berjudul βEfektivitas Pendekatan Metakognitif terhadap Kemandirian Belajar dan Berpikir Kritis Matematis Siswaβ yang mengungkapkan bahwa tercapainya ketuntasan individual sebanyak 34 siswa dari 38 siswa dan ketuntasan klasikal dengan rata - rata 76,29 dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan metakogitif.
Terdapat pengaruh langsung dari aktivitas siswa dalam pendekatan metakognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebesar 2,4377 dan signifikan pada 0,0293.60
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, dan Abdul Fatah yang berjudul βPenerapan Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Ditinjau dari Tahap Perkembangan Kognitifβ yang mengungkapkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis
60 M. Subali Noto dkk., βEfektivitasβ¦
siswa yang memperoleh pembelajaran pendekatan metakognitif lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori. Hal ini dibuktikan dengan rataan nilai N-gain pada kelas yang menggunakan pendekatan metakognitif dan kelas yang mendapatkan pendekatan ekspositori adalah sebesar 0,69 dan 0,58.61
Pendekatan metakognitif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh M. Subali Noto dkk bahwa pendekatan metakognitif merupakan salah satu pendekatan yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Metakognitif adalah kemampuan seseorang dalam mengontrol proses belajarnya, mulai dari perencanaan, memilih strategi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, memonitor kemajuan dalam belajar dan mengoreksi kesalahan yang terjadi selama belajar memahami konsep, menganalisis strategi yang diperoleh sebagai bentuk upaya refleksi. Jadi dengan adanya pendekatan metakognitif ini dapat membantu siswa untuk mengeluarkan hasil pemikiran mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam diri siswa.62
61 Raras Budiarti Lestari dkk., βPenerapanβ¦, hlm. 140.
62 M. Subali Noto dkk., βEfektivitasβ¦
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji hipotesis paired sample t test, diperoleh nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka π»0 ditolak dan π»1 diterima. Artinya pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.
B. Saran
Setelah melakukan penelitian dan pembahasan hasil penelitian tentang efektivitas pendekatan metakognitif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram, maka beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan sebagai berikut:
1. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pendekatan metakognitif dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
2. Siswa diharapkan mampu lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dan siswa mampu bersosialisasi dengan orang lain atau teman-temannya serta lebih memahami materi pelajaran yang dipelajari dengan baik.
3. Guru diharapkan mampu mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk memilih pendekatan pembelajaran yang tapat dan sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Diantara pendekatan pembelajaran yang bisa digunakan guru dalah pendekatan metakognitif.
4. Peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian tentang pendekatan metakognitif dapat mengembangkan pendekatan pembelajaran ini pada saat proses belajar mengajar, baik pada pelajaran matematika maupun pelajaran lain.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, βPendekatan dan Model Pembelajaran yang Mengaktifkan Siswaβ.
Edureligia, Vol. 1, Nomor 1, Tahun 2007, hlm. 47.
Agusmanto J.B. Hutauruk, βPendekatan Metakognitif dalam Pembelajaran Matematikaβ, dalam Toto Subroto dkk (ed), Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Cirebon: FKIP Unswagati Press, 2016.
Arif Furchan, Pengantar Penelitian dalam Pedidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
Azi Nugraha, βPengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Metakognitif Berbasis Humanistik untuk Menumbuhkan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Himpunan Kelas VIIβ. METIKA, Vol.
1, Nomor 1, Februari 2019, hlm. 2.
Dafid Slamet Setiana, βPengembangan Instrumen Tes Matematika untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritisβ, Jurnal Pendidikan Surya Edukasi, Vol. 4, Nomor 2, Desember 2018, hlm. 38.
Daroinis Saβadah, Masrukan dan Ary Woro Kuniasih, βPengembangan Perangkat Ajar Model Core Pendekatan Metekognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Kelas VIIIβ. Edumath, Vol. 3, Nomor 1, Januari 2017, hlm. 17.
Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.
Desy Sumanti, βPengaruh Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Siswaβ. Skripsi, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2017.
Edward de Bono, Revolusi Berpikir Edward de Bono: Belajar Berpikir Canggih dan Kreatif dalam Memecahkan Masalah dan Memantik Ide-ide Baru, terj. Ida Sitompul dan Fahmy Yamani. Bandung: Kaifa, 2007, cet.
ke-2.
Euis Ayisari, βPenerapan Pendekatan Metakognitif dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMPβ. Skripsi, FKIP Universitas Pasudan, Bandung, 2016.
Evan Glazer, Using Internet Primary Sources to Teach Critical Thinking Skills in Mathematics. Amerika: Greenwood Press, 2001.
H.J Sriyanto, Mengobarkan Api Matematika. Jawa Barat: CV Jejak, 2017.
Ice Afriyanti, Wardono dan Kartono, βPengembangan Literasi Matematika Mengacu PISA Melalui Pembelajaran Abad Ke-21 Berbasis Tekhnologiβ.
Seminar, Program Pascasarjana UNS, Semarang, 2018.
Indra Jaya, Penerapan Statistik untuk Penelitian Pendidikan. Jakarta:
Prenadamedia Group, 2019.
John W. Santrock, Psikologi Pendidikan, terj. Tri Wibowo BS. Jakarta:
Prenadamedia Group, 2015, cet. ke-6.
Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana, 2011.
Lia Kurniawati, βPendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving) dalam Upaya Mengatasi Kesulitan-kesulitan Siswa pada Soal Ceritaβ, dalam Gelar Dwirahayu dan Munasprianto Ramli (ed), Pendekatan Baru dalam Pembelajaran Sains dan Matematika Dasar: Sebuah Ontologi. Jakarta:
PIC UIN Jakarta, 2007.
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2011.
Maifalinda Fatra dan Tita Khalis Maryati, βImplementasi K13 pada Pembelajaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatifβdalam http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/12 3456789/42272/1/Implementasi%20K13%20Pada%20Pembelajaran%2Ma tematika%20Dalam%20Meningkatkan%20Kemampuan%20Berpiki%20K ritis%20dan%20Kreatif.pdf. Diambil tanggal 26 Desember 2019, pukul 09.41 WITA.
Mega Achdisty Noordyana, βMeningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa melalui Pendekatan Metacognitive Instructionβ.
Mosharafa, Vol. 5, Nomor 2, Mei 2016, hlm. 124.
Moch. Masykur Ag dan Abdul Halim Fathani, Mathematical Intelligence: Cara Cerdas Melatih Otank dan Menanggulangi Kesulitan Belajar. Jogjakarta:
Ar-Ruzz Media, 2007.
M. Sayyid Muhammad Az-ZaβBalawi, Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa, terj. Abdul Hayyie al-Kattani dkk. Jakarta: Gema Insani Press, 2007, cet. ke-1.
M. Subali Noto, Tonah dan Hernati, βEfektivitas Pendekatan Metakognitif Terhadap Kemandirian Belajar dan Berpikir Kritis Matematis Siswaβ,
dalam http://fkip-unswagati.ac.id/ejournal/index.php/repository/article/
download /162/158. Diambil tanggal 2 Juli 2019, pukul 06.34 WITA..
Nisvu Nanda Saputra, βPenerapan Pembelajaran Matematika Kolaboratif dengan Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas IXβ, dalam Prosiding Seminar Nasional dan Kongres IndoMS Wilayah Sumatera Bagian Tengah, 14-15 November 2014, hlm. 423.
Nur Kholidah, βPengembangan Instrumen Penilaian untuk Mengukur Critical Thinking Skill Siswa Madrasah Tsanawiyah Pada Mata Pelajaran Matematikaβ. Skripsi, FTK UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, 2019.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/
Madrasah Tsanawiyah.
Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari dan Abdul Fatah, βPenerapan Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Ditinjau dari Tahap Perkembangan Kognitifβ. Prima, Vol. 3, Nomor 2, Juli 2019, hlm. 137.
Riduwan, Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta, 2013.
Robert H. Ennis, βCritical Thinking Assessment, Theory Into Practiceβ. Vol.
32, Nomor 3, Summer 1993, hlm. 180.
Shan Duta Sukma Pradana, Parno dan Supriyono Koes Handayanto,
βPengembangan Tes Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Optik Geometri untuk Mahasiswa Fisikaβ. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Vol. 21, Nomor 1, Juni 2017, hlm. 52.
St. Towiatun, βKemampuan Koneksi dan Berpikir Kreatif Matematis Siswa pada Penerapan Model Discovery Learning dengan Pendekatan Metakognitifβ. Skripsi, FKIP UM Malang, Malang, 2018.
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2014.
Syofian Siregar, Statistika Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif:
Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS. Jakarta:
Bumi Aksara, 2014.
Wahyu Widhiarso, βBAB II Uji Hipotesis Komparatifβ dalam http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/files/membaca_t-tes.pdf. Diambil tanggal 12 Juli 2020, pukul 20.31 WITA.
LAMPIRAN
Lampiran 1
UJI NORMALITAS a) Data Pretest
Tabel Data Nilai Pretest
No. Nilai (π) ππ
1. 46 2116
2. 28 784
3. 46 2116
4. 53 2809
5. 21 441
6. 28 784
7. 42 1764
8. 28 784
9. 28 784
10. 28 784
11. 35 1225
12. 14 196
13. 14 196
14. 21 441
15. 39 1521
16. 3 9
17. 25 625
18. 42 1764
19. 39 1521
20. 14 196
21. 28 784
22. 28 784
23. 28 784
24. 7 49
25. 14 196
26. 14 196
27. 25 625
28. 14 196
29. 42 1764
30. 28 784
31. 21 441
32. 14 196
33. 53 2809
34. 42 1764
35. 25 625
36. 3 9
37. 28 784
38. 14 196
39. 28 784
40. 28 784
β 1078 35414
1) Rata-rata π₯ = π₯π = 107840 = 26,95 2) Simpangan baku π = π£ππππππ
Varians π 2 =π( π₯π(πβ1)2)β( π₯)2 = 40 35414 β(1078)2
40(40β1) =1416560 β1162084
40(39) = 2544761560
= 163,125
Simpangan baku π = 163,125 = 12,772 3) Rentang (R)
R = skor terbesar β skor terkecil = 53 β 3 = 50 4) Banyak kelas (K)
πΎ = 1 + 3,3 log π = 1 + 3,3 log 40 = 1 + 3,3 1,60 = 1 + 5,28 = 6,28 β 7 5) Panjang kelas (P)
π =πΎπ =507 = 7,142 β 8 6) Menghitung frekuensi harapan
(a) Batas kelas
π΅πΎ1 = 3 β 0,5 = 2,5
π΅πΎ2 = π΅πΎ1+ πππππππ πππππ = 2,5 + 8 = 10,5 π΅πΎ3 = π΅πΎ2+ πππππππ πππππ = 10,5 + 8 = 18,5 π΅πΎ4 = π΅πΎ3+ πππππππ πππππ = 18,5 + 8 = 26,5 π΅πΎ5 = π΅πΎ4+ πππππππ πππππ = 26,5 + 8 = 34,5 π΅πΎ6 = π΅πΎ5+ πππππππ πππππ = 34,5 + 8 = 42,5 π΅πΎ7 = π΅πΎ6+ πππππππ πππππ = 42,5 + 8 = 50,5 π΅πΎ8 = π΅πΎ7+ πππππππ πππππ = 50,5 + 8 = 58,5 (b) Z tabel
π1 =π΅πΎ1π βπ₯ = 2,5β26,9512,772 = β24,4512,772 = β1,91 π2 = π΅πΎ2π βπ₯ =10,5β26,9512,772 =β16,4512,772 = β1,28 π3 = π΅πΎ3π βπ₯ =18,5β26,9512,772 =12,772β8,45 = β0,66 π4 = π΅πΎ4π βπ₯ =26,5β26,9512,772 =12,772β0,45 = β0,03
π5 = π΅πΎ5π βπ₯ =34,5β26,9512,772 =12,7727,55 = 0,59 π6 = π΅πΎ6π βπ₯ =42,5β26,9512,772 =12,77215,55 = 1,21 π7 = π΅πΎ7π βπ₯ =50,5β26,9512,772 =12,77223,55 = 1,84 π8 = π΅πΎ8π βπ₯ =58,5β26,9512,772 =12,77231,55 = 2,47 (c) Luas Z tabel
πΏ1 = πβ1,91β πβ1,28 = 0,4719 β 0,3997 = 0,0722 πΏ2 = πβ1,28β πβ0,66= 0,3997 β 0,2454 = 0,1543 πΏ3 = πβ0,66β πβ0,03= 0,2454 β 0,0120 = 0,2334 πΏ4 = πβ0,03+ π0,59 = 0,0120 + 0,2224 = 0,2344 πΏ5 = π1,21β π0,59 = 0,3869 β 0,2224 = 0,1645 πΏ6 = π1,84β π1,21 = 0,4671 β 0,3869 = 0,0802 πΏ7 = π2,47 β π1,84 = 0,4932 β 0,4671 = 0,0261 (d) Mencari frekuensi yang diharapkan
ππ1 = π Γ πΏ1 = 40 Γ 0,0722 = 2,888 ππ2 = π Γ πΏ2 = 40 Γ 0,1543 = 6,172 ππ3 = π Γ πΏ3 = 40 Γ 0,2334 = 9,336 ππ4 = π Γ πΏ4 = 40 Γ 0,2344 = 9,376 ππ5 = π Γ πΏ5 = 40 Γ 0,1645 = 6,58 ππ6 = π Γ πΏ6 = 40 Γ 0,0802 = 3,208 ππ7 = π Γ πΏ6 = 40 Γ 0,0261 = 1,044 7) Menghitung nilai chi-kuadrat (ο£2)
043 , 888 0 , 2 012544 ,
0 888 , 2
) 112 , 0 ( 888 , 2
) 888 , 2 3 ( )
( 2 2
1 2 1 2 0
1 ο½ ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
541 , 172 0 , 6 341584 ,
3 172 , 6
) 828 , 1 ( 172
, 6
) 172 , 6 8 ( )
( 2 2
2 2 2 2 0
2 ο½ ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
192 , 336 1 , 9
128896 ,
11 336
, 9
) 336 , 3 ( 336 , 9
) 336 , 9 6 ) (
( 2 2
3 2 3 2 0
3 ο½ ο ο½ ο ο½ ο ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
734 , 376 0 , 9 885376 ,
6 376 , 9
) 624 , 2 ( 376
, 9
) 376 , 9 12 ) (
( 2 2
4 2 4 2 0
4 ο½ ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
026 , 58 0 , 6
1764 , 0 58 , 6
) 42 , 0 ( 58
, 6
) 58 , 6 7 ) (
( 2 2
5 2 5 2 0
5 ο½ ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
454 , 208 0 , 3 459264 ,
1 208 , 3
) 208 , 1 ( 208
, 3
) 208 , 3 2 ( )
( 2 2
6 2 6 2 0
6 ο½ ο ο½ ο ο½ ο ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
875 , 044 0 , 1 913936 ,
0 044 , 1
) 956 , 0 ( 044
, 1
) 044 , 1 2 ( )
( 2 2
7 2 7 2 0
7 ο½ ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
Tabel Penolong Untuk Pengujian Normalitas Data Posttest Pada Kelas Eksperimen
No Kelas Interval ππ ππ ππβ ππ (ππβ ππ)2 (ππ β ππ)2 ππ 1. 3 β€ π₯ β€ 10 3 2,888 0,112 0,012544 0,043 2. 11 β€ π₯ β€ 18 8 6,172 1,828 3,341584 0,541 3. 19 β€ π₯ β€ 26 6 9,336 β3,336 11,128896 1,192 4. 27 β€ π₯ β€ 34 12 9,376 2,624 6,885376 0,734 5. 35 β€ π₯ β€ 42 7 6,58 0,42 0,1764 0,026 6. 43 β€ π₯ β€ 50 2 3,208 β1,208 1,459264 0,454 7. 51 β€ π₯ β€ 58 2 1,044 0,956 0,913936 0,875
(ππβ ππ)2 ππ
π
π=1
3,865
Berdasarkan hasil perhitungan nilai ο£hitung2 ο½3,865 dan 592
,
2 ο½12
tabel
ο£ dengan taraf signifikan β= 5% dan derajat kebebasan
(ππ) = 7 β 1 = 6, maka ο£hitung2 ο£ο£tabel2 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest berdistribusi normal
b) Data Posttest
Tabel Data Nilai Posttest
No. Nilai (π) ππ
1. 85 7225
2. 57 3249
3. 78 6084
4. 85 7225
5. 90 8100
6. 70 4900
7. 57 3249
8. 85 7225
9. 60 3600
10. 70 4900
11. 82 6724
12. 75 5625
13. 67 4489
14. 60 3600
15. 53 2809
16. 60 3600
17. 70 4900
18. 82 6724
19. 57 3249
20. 75 5625
21. 50 2500
22. 78 6084
23. 90 8100
24. 67 4489
25. 80 6400
26. 75 5625
27. 90 8100
28. 75 5625
29. 60 3600
30. 78 6084
31. 75 5625
32. 85 7225
33. 78 6084
34. 80 6400
35. 75 5625
36. 70 4900
37. 85 7225
38. 75 5625
39. 67 4489
40. 85 7225
β 2936 220132
1) Rata-rata π₯ = π₯π = 293640 = 73,4 2) Simpangan baku π = π£ππππππ
Varians π 2 =π( π₯π(πβ1)2)β( π₯)2 = 40 220132 β(2936)2
40(40β1) = 8805280 β8620096
40(39) = 1851841560
= 118,707
Simpangan baku π = 118,707 = 10,895 3) Rentang (R)
R = skor terbesar β skor terkecil = 90 β 50 = 40 4) Banyak kelas (K)
πΎ = 1 + 3,3 log π = 1 + 3,3 log 40 = 1 + 3,3 1,60
= 1 + 5,28 = 6,28 β 7
5) Panjang kelas (P)
π =πΎπ =407 = 5,714 β 6 6) Menghitung frekuensi harapan
(e) Batas kelas
π΅πΎ1 = 50 β 0,5 = 49,5
π΅πΎ2 = π΅πΎ1+ πππππππ πππππ = 49,5 + 6 = 55,5 π΅πΎ3 = π΅πΎ2+ πππππππ πππππ = 55,5 + 6 = 61,5 π΅πΎ4 = π΅πΎ3+ πππππππ πππππ = 61,5 + 6 = 67,5 π΅πΎ5 = π΅πΎ4+ πππππππ πππππ = 67,5 + 6 = 73,5 π΅πΎ6 = π΅πΎ5+ πππππππ πππππ = 73,5 + 6 = 79,5 π΅πΎ7 = π΅πΎ6+ πππππππ πππππ = 79,5 + 6 = 85,5 π΅πΎ8 = π΅πΎ7+ πππππππ πππππ = 85,5 + 6 = 91,5 (f) Z tabel
π1 =π΅πΎ1π βπ₯ = 49,5β73,410,895 = 10,895β23,9 = β2,19 π2 = π΅πΎ2π βπ₯ =55,5β73,410,895 =10,895β17,9 = β1,64 π3 = π΅πΎ3π βπ₯ =61,5β73,410,895 =10,895β11,9 = β1,09 π4 = π΅πΎ4π βπ₯ =67,5β73,410,895 =10,895β5,9 = β0,54 π5 = π΅πΎ5π βπ₯ =73,5β73,410,895 =10,8950,1 = 0,01
π6 = π΅πΎ6π βπ₯ =79,5β73,410,895 =10,8956,1 = 0,55 π7 = π΅πΎ7π βπ₯ =85,5β73,410,895 =10,89512,1 = 1,11 π8 = π΅πΎ8π βπ₯ =91,5β73,410,895 =10,89518,1 = 1,66 (g) Luas Z tabel
πΏ1 = πβ2,19β πβ1,64 = 0,4857 β 0,4495 = 0,0362 πΏ2 = πβ1,64β πβ1,09= 0,4495 β 0,3621 = 0,0874 πΏ3 = πβ1,09β πβ0,54= 0,3621 β 0,2054 = 0,1567 πΏ4 = πβ0,54+ π0,01 = 0,2054 + 0,0040 = 0,2094 πΏ5 = π0,55 β π0,01 = 0,2088 β 0,0040 = 0,2048 πΏ6 = π1,11β π0,55 = 0,3665 β 0,2088 = 0,1577 πΏ7 = π1,66β π1,11 = 0,4515 β 0,3665 = 0,085 (h) Mencari frekuensi yang diharapkan
ππ1 = π Γ πΏ1 = 40 Γ 0,0362 = 1,448 ππ2 = π Γ πΏ2 = 40 Γ 0,0874 = 3,496 ππ3 = π Γ πΏ3 = 40 Γ 0,1567 = 6,268 ππ4 = π Γ πΏ4 = 40 Γ 0,2094 = 8,376 ππ5 = π Γ πΏ5 = 40 Γ 0,2048 = 8,192 ππ6 = π Γ πΏ6 = 40 Γ 0,1577 = 6,308 ππ7 = π Γ πΏ6 = 40 Γ 0,085 = 3,4 7) Menghitung nilai chi-kuadrat (ο£2)
210 , 448 0 , 1 304704 ,
0 448 , 1
) 552 , 0 ( 448
, 1
) 448 , 1 2 ( )
( 2 2
1 2 1 2 0
1 ο½ ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
512 , 496 3 , 3
278016 ,
12 496 , 3
) 504 , 3 ( 496
, 3
) 496 , 3 7 ( )
( 2 2
2 2 2 2 0
2 ο½ ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
703 , 268 1 , 6
679824 ,
10 268
, 6
) 268 , 3 ( 268
, 6
) 268 , 6 3 ( )
( 2 2
3 2 3 2 0
3 ο½ ο ο½ ο ο½ ο ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
286 , 376 2
, 8
149376 ,
19 376
, 8
) 376 , 4 ( 376 , 8
) 376 , 8 4 ) (
( 2 2
4 2 4 2 0
4 ο½ ο ο½ ο ο½ ο ο½ ο½
h h
f f
ο£ f
962 , 192 0 , 8 884864 ,
7 192 , 8
) 808 , 2 ( 192
, 8
) 192 , 8 11 ) (
( 2 2
5 2 5 0 2
5 ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
ο½
h h
f f
ο£ f
160 , 308 2
, 6
630864 ,
13 308 , 6
) 692 , 3 ( 308
, 6
) 308 , 6 10 ) (
( 2 2
6 2 6 0 2
6 ο ο½ ο ο½ ο½ ο½
ο½
h h
f f
ο£ f
047 , 4 0 , 3
16 , 0 4 , 3
) 4 , 0 ( 4 , 3
) 4 , 3 3 ) (
( 2 2
7 2 7 0 2
7 ο ο½ ο ο½ ο ο½ ο½
ο½
h h
f f
ο£ f
Tabel Penolong Untuk Pengujian Normalitas Data Posttest
No Kelas Interval ππ ππ ππβ ππ (ππβ ππ)2 (ππ β ππ)2 ππ 1. 50 β€ π₯ β€ 55 2 1,448 0,552 0,304704 0,210 2. 56 β€ π₯ β€ 61 7 3,496 3,504 12,278016 3,512 3. 62 β€ π₯ β€ 67 3 6,268 β3,268 10,679824 1,703 4. 68 β€ π₯ β€ 73 4 8,376 β4,376 19,149376 2,286 5. 74 β€ π₯ β€ 79 11 8,192 2,808 7,884864 0,962 6. 80 β€ π₯ β€ 85 10 6,308 3,692 13,630864 2,160 7. 86 β€ π₯ β€ 91 3 3,4 β0,4 0,16 0,047
(ππβ ππ)2 ππ
π
π=1
10,88
Berdasarkan hasil perhitungan nilai ο£hitung2 ο½10,88 dan 592
,
2 ο½12
tabel
ο£ dengan taraf signifikan β= 5% dan derajat kebebasan (ππ) = 7 β 1 = 6, maka ο£hitung2 ο£ο£tabel2 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil posttest berdistribusi normal.
Lampiran 2
Hasil Uji Hipotesis Paired Sample T Test
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1
Pre Test 26.95 40 12.772 2.019
Post Test 73.40 40 10.895 1.723
Paired Samples Correlations
N Correlation Sig.
Pair 1 Pre Test & Post Test 40 .064 .695
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig. (2-
tailed) Mean Std.
Deviation Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper
Pair 1 Pre Test - Post Test
-46.450 16.250 2.569 -51.647 -41.253 -18.079 39 .000
Berdasarkan tabel uji hipotesis Paired Sample T Test di atas, diperoleh signifikansi 0,000 dan taraf signifikas (πΌ) = 0,05, maka 0,000 < 0,05. Ini berarti bahwa π»0 ditolak dan π»1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.
Lampiran 3
SOAL PRETEST dan POSTTEST
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA
Mata Pelajaran : Matematika Semester/Kelas : Genap/VII
Waktu : 20 menit
Petunjuk:
1. Tulislah nama dan kelas pada lembar jawaban!
2. Soal dikerjakan secara individu dan tidak diperbolehkan membuka buku catatan serta menggunakan alat bantu lainnya.
3. Kerjakan soal pada lembar jawaban yang telah disediakan!
4. Kerjakan soal dengan baik dan benar!
5. Cek kembali kebenaran jawaban sebelum lembar jawaban dikumpulkan!
Soal:
1. Perhatikan gambar di bawah ini!
ο· ο· ο· R S T
Diketahui tiga buah titik yaitu titik π , π, π terletak segaris dengan perbandingan π π βΆ ππ = 3 βΆ 2. Jika panjang π π = 24,
a. Tentukan panjang π π !
b. Jelaskan mengapa Anda menggunakan cara tersebut untuk memperoleh jawaban pada poin (a)!
KUNCI JAWABAN
SOAL PRETEST KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS
Mata Pelajaran : Matematika Materi : Garis Semester/Kelas : Genap/VII
No Komponen/
Indikator Metakognitif
Sub Indikator Kemampuan Berpikir Kritis
Matematis
Kunci Jawaban Skor
1 Perencanaan Mampu
mengidentifikasi atau merumuskan pertanyaan tentang perbandingan ruas garis
Diketahui :
Tiga buah titik yaitu titik π , π, π terletak segaris dengan
perbandingan π π βΆ ππ = 3 βΆ 2 ο· ο· ο· R S T Panjang π π = 24
Ditanya:
Berapakah panjang π π ?
4
Memonitor/
mengontrol
- Mampu
mengidentifikasi atau merumuskan kriteria untuk mempertimbang- kan kemungkinan jawaban terkait perbandingan ruas garis
- Mampu menggunakan prosedur dengan tepat untuk menentukan perbandingan ruas garis
- Mampu memilih kriteria untuk membuat solusi perbandingan ruas garis
π π ππ =
3 2 3 ππ = 2 π π 3 ππ = 2 Γ 24 3 ππ = 48 ππ = 16 ππ
16
alternatif yang mungkin terkait perbandingan ruas garis
24 ππ = 1,5 24 = 1,5 ππ ππ = 16 ππ
Memonitor/
mengontrol
Mampu memberikan alasan terkait
perbandingan ruas garis
Karena panjang π π = π π + ππ maka diperoleh
π π = π π + ππ = 24 + 16 = 40 cm
4
Mengevaluasi Mampu membuat kesimpulan secara generalisasi/umum terkait perbandingan ruas garis
Untuk memperoleh panjang π π terlebih dahulu kita mencari panjang ππ . Karena panjang π π = π π + ππ . sehingga, untuk mendapatkan panjang ππ kita menggunakan perbandingan π π βΆ ππ = 3 βΆ 2.
Diperoleh panjang ππ = 16 dan panjang π π = π π + ππ = 24 + 16 = 40.
4
Skor Maksimal 28
πππππ = ππππ π¦πππ πππππππππ
π πππ ππππ ππππ Γ 100
Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Berpikir Kritsi Matematis Indikator Penjelasan
Indikator
Kriteria Skor
Menfokuskan pertanyaan
Mengidentifikasi atau merumuskan pertanyaan
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat merumuskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan yang sesuai dan benar
4
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat merumuskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan namun kurang sesuai
3
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat merumuskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan namun tidak sesuai
2
Dapat menemukan masalah namun kurang tepat, sehingga salah dalam merumuskan pertanyaan.
1
Tidak dapat menemukan masalah sehingga tidak dapat merumuskan pertanyaan.
0 Mengidentifikasi
atau merumuskan kriteria untuk mempertimbangkan kemungkinan jawaban
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin dengan benar
4
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin namun kurang sesuai
3
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin namun tidak sesuai
2
Dapat menemukan masalah namun kurang tepat sehingga salah dalam mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin.
1
Tidak dapat menemukan masalah sehingga tidak dapat dalam
mengidentifikasi kriteria untu jawaban yang mungkin.
0
Mempertimbang kan apakah sumber dapat
Menggunakan prosedur dengan tepat
Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, dan dapat membuat langkah-langkah penyelesaian
4
Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, dan dapat membuat langkah-langkah penyelesaian dengan benar tetapi salah dalam
melakukan perhitungan
3
Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, namun kurang lengkap membuat langkah-langkah penyelesaian, tetapi benar dalam melakukan perhitungan
2
Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, namun kurang lengkap membuat langkah-langkah penyelesaian, dan salah melakukan perhitungan
1
Tidak dapat menentukan masalah dan memilih informasi yang digunakan, sehingga tidak dapat membuat langkah- langkah penyelesaian.
0
Kemampuan memberikan alasan
Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan dan dapat memberikan alasan yang benar dan logis berdasarkan bukti-bukti yang tepat
4
Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan dan dapat memberikan alasan yang benar dan logis namun bukti yang kurang tepat
3
Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan dan dapat memberikan alasan yang tepat dan logis namun tidak sertai dengan bukti.
2
Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan namun kurang sesuai sehingga kurang tepat dalam memberikan alasan.
1
Tidak dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan sehingga tidak dapat memberikan alasan
0
Menginduksi dan mempertimbang an hasil induksi
Membuat
kesimpulan secara generalisasi
Dapat menganalisis dan menjelaskan pernyataan yang diberikan, serta memberikan kesimpulan yang benar
4
Dapat menganalisis pernyataan, kurang lengkap menjelaskan pernyataan yang diberikan, dan memberikan kesimpulan yang benar
3
Dapat menganalisis pernyataan, tetapi penjelasan yang diberikan tidak sesuai dan memberikan kesimpulan yang benar
2
Tidak dapat menganalisis pernyataan, penjelasan yang diberikan tidak sesuai dan memberikan kesimpulan yang tidak benar
0
Menentukan suatu tindakan
Memilih kriteria untuk membuat solusi
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat memilih kriteria untuk
membuat solusi dengan benar
4
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat memilih kriteria untuk
membuat solusi namun kurang sesuai
3
Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat memilih kriteria untuk
membuat solusi namun tidak sesuai
2
Dapat menemukan masalah namun kurang tepat sehingga salah dalam memilih kriteria untuk membuat solusi.
1
Tidak dapat menemukan masalah sehingga tidak dapat dalam memilih kriteria untuk membuat solusi yang mungkin.
0
Merumuskan solusi alternatif yang mungkin
Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif dan membuat solusi alternatif yang mungkin dalam menyelesaikan masalah secara tepat
4
Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif dan membuat solusi alternatif yang mungkin dalam menyelesaikan masalah namun kurang tepat
3
Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif dan membuat solusi alternatif yang mungkin dalam menyelesaikan masalah namun tidak tepat
2
Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif namun kurang lengkap sehingga salah dalam membuat solusi alternatif yang mungkin
1
Tidak dapat menemukan hal-hal penting sehingga tidak dapat membuat solusi alternatif yang mungkin
0
Lampiran 6
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VII/Genap Materi Pokok : Garis dan Sudut Alokasi Waktu : 3 x 40 menit Pertemuan : 1
A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.(Sikap Spiritual/KI-1)
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.(Sikap Sosial/KI-2)
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.(Pengetahuan/KI-3)
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.(Keterampilan/KI-4)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar
(KD)
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.12 Menjelaskan garis dan
kedudukan dua garis.
3.12.1 Mencermati model gambar atau objek yang menyatakan titik, garis, bidang, atau sudut
3.12.2 Mencermati kedudukan dua garis.
4.12 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan garis
4.12.1 Mencermati permasalahan sehari- hari yang berkaitan dengan penerapan garis.
4.12.2 Menyajikan hasil pembelajaran tentang garis
4.12.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan garis.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran, peserta didik dapat :
ο· Mencermati model gambar atau objek yang menyatakan titik, garis, bidang dengan tepat.
ο· Mencermati kedudukan dua garis dengan tepat.
ο· Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan penerapan garis dengan tepat.
ο· Menyajikan hasil pembelajaran tentang garis dengan benar.
ο· Memecahkan masalah yang berkaitan garis dengan benar.
D. Materi Pembelajaran - Garis
- Kedudukan Garis E. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan Metakognitif F. Media Pembelajaran
Lembar Kerja Siswa, Papan tulis, spidol, dan penghapus