• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Tabel 4.7

Hasil Uji Hipotesis Paired Sample T Test

Variabel t-hitung Sig. (2 tailed) Level of Significant Pretest & Posttest βˆ’18,079 0,000 0,05

Berdasarkan tabel uji hipotesis Paired Sample T Test di atas, diketahui nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Artinya pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 2.

yaitu Bapak Malik Ibrahim, M.Pd dan Bapak Syaharuddin, M.Si serta satu guru matematika dari MTs Negeri 2 Mataram yaitu Ibu Yunita, S.Pd. Hasil dari uji validitas menunjukkan bahwa soal pretest-posttest memenuhi kriteria valid dan dapat digunakan sebagai tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Pemberian soal pretest dilaksanakan pada hari Jum’at 28 Februari 2020 pukul 08.00 WITA dan pemberian soal posttest dilaksanakan pada hari Senin 5 Mei 2020 pukul 08.00 WITA.

Adapun langkah selanjutnya, sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu peneliti melakukan pengujian prasyarat yaitu uji normalitas.

Hasil dari uji normalitas untuk data pretest yaitu πœ’2𝑕𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔 = 3,865 lebih kecil dari πœ’2π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ = 12,592 dan untuk data posttest πœ’2𝑕𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔 = 10,88 lebih kecil dari πœ’2π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ = 12,592. Hal ini menunjukkan bahwa data pretest dan posttest dinyatakan berdistribusi normal.

Setelah dilakukan uji normalitas, maka langkah selanjutnya adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji paired sample t test melalui aplikasi SPSS dengan melihat sig (2-tailed) lebih kecil dari 0,05. Hasil perhitungan diperoleh nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.

Penelitian tentang efektivitas pendekatan metakognitif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs

Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020 didasarkan pada permasalahan yang diungkapkan dalam latar belakang yaitu kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang masih rendah. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian sebanyak dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama peneliti mengajarkan tentang garis dan kedudukan garis, pada pertemuan kedua peneliti mengajarkan tentang membagi garis dan perbandingan ruas garis.

Dalam setiap pertemuan peneliti memberikan bahan ajar/LKS yaitu pada pertemuan pertama LKS tentang garis dan kedudukan garis, pertemuan kedua LKS tentang membagi garis dan perbandingan ruas garis kepada tiap-tiap kelompok yang telah dibentuk terlebih dahulu. Bahan ajar/LKS tersebut kemudian didiskusikan bersama masing-masing kelompok yang kemudian dipresentasikan di depan kelas dan dibahas bersama-sama. Selama siswa berdiskusi mengerjakan LKS, peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif yang dapat membimbing dan membantu siswa dalam memahami permasalahan yang diberikan. Setelah itu, siswa diberikan latihan soal yang dikerjakan secara individu dan selama siswa mengerjakan soal individu tersebut, peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif yang menuntun siswa untuk memusatkan pada kesalahan yang dilakukan ketika mengerjakan dan memberikan petunjuk agar siswa mengoreksinya. Kemudian tahap terakhir siswa diminta untuk menyimpulkan apa yang telah dipelajari.

Penelitian dengan menggunakan pendekatan metakognitif ini, terlihat bahwa siswa menjadi lebih aktif dengan berdiskusi bersama tema-temannya dan aktif dalam mengontrol proses berpikir dan belajarnya. Siswa mulai

belajar merencanakan, mengontrol dan mengevaluasi permasalahan matematika yang diberikan. Siswa belajar bagaiamana merencanakan tindakan atau langkah-langkah penyelesaian, kemudian mengontrol atau memonitor poses penyelesaiannya serta megevaluasi hasil dari penyelesaian masalah yang diberikan baik secara individu maupun kelompok. Dengan demikian, hal ini dapat membantu siswa untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah matematika tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siwa.

Hasil penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh M.

Subali Noto, Tonah dan Hernati yang berjudul β€œEfektivitas Pendekatan Metakognitif terhadap Kemandirian Belajar dan Berpikir Kritis Matematis Siswa” yang mengungkapkan bahwa tercapainya ketuntasan individual sebanyak 34 siswa dari 38 siswa dan ketuntasan klasikal dengan rata - rata 76,29 dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan metakogitif.

Terdapat pengaruh langsung dari aktivitas siswa dalam pendekatan metakognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebesar 2,4377 dan signifikan pada 0,0293.60

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, dan Abdul Fatah yang berjudul β€œPenerapan Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Ditinjau dari Tahap Perkembangan Kognitif” yang mengungkapkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis

60 M. Subali Noto dkk., β€œEfektivitas…

siswa yang memperoleh pembelajaran pendekatan metakognitif lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori. Hal ini dibuktikan dengan rataan nilai N-gain pada kelas yang menggunakan pendekatan metakognitif dan kelas yang mendapatkan pendekatan ekspositori adalah sebesar 0,69 dan 0,58.61

Pendekatan metakognitif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh M. Subali Noto dkk bahwa pendekatan metakognitif merupakan salah satu pendekatan yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.

Metakognitif adalah kemampuan seseorang dalam mengontrol proses belajarnya, mulai dari perencanaan, memilih strategi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, memonitor kemajuan dalam belajar dan mengoreksi kesalahan yang terjadi selama belajar memahami konsep, menganalisis strategi yang diperoleh sebagai bentuk upaya refleksi. Jadi dengan adanya pendekatan metakognitif ini dapat membantu siswa untuk mengeluarkan hasil pemikiran mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam diri siswa.62

61 Raras Budiarti Lestari dkk., β€œPenerapan…, hlm. 140.

62 M. Subali Noto dkk., β€œEfektivitas…

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji hipotesis paired sample t test, diperoleh nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Artinya pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian dan pembahasan hasil penelitian tentang efektivitas pendekatan metakognitif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram, maka beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan sebagai berikut:

1. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pendekatan metakognitif dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.

2. Siswa diharapkan mampu lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dan siswa mampu bersosialisasi dengan orang lain atau teman-temannya serta lebih memahami materi pelajaran yang dipelajari dengan baik.

3. Guru diharapkan mampu mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk memilih pendekatan pembelajaran yang tapat dan sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Diantara pendekatan pembelajaran yang bisa digunakan guru dalah pendekatan metakognitif.

4. Peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian tentang pendekatan metakognitif dapat mengembangkan pendekatan pembelajaran ini pada saat proses belajar mengajar, baik pada pelajaran matematika maupun pelajaran lain.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, β€œPendekatan dan Model Pembelajaran yang Mengaktifkan Siswa”.

Edureligia, Vol. 1, Nomor 1, Tahun 2007, hlm. 47.

Agusmanto J.B. Hutauruk, β€œPendekatan Metakognitif dalam Pembelajaran Matematika”, dalam Toto Subroto dkk (ed), Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Cirebon: FKIP Unswagati Press, 2016.

Arif Furchan, Pengantar Penelitian dalam Pedidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Azi Nugraha, β€œPengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Metakognitif Berbasis Humanistik untuk Menumbuhkan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Himpunan Kelas VII”. METIKA, Vol.

1, Nomor 1, Februari 2019, hlm. 2.

Dafid Slamet Setiana, β€œPengembangan Instrumen Tes Matematika untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis”, Jurnal Pendidikan Surya Edukasi, Vol. 4, Nomor 2, Desember 2018, hlm. 38.

Daroinis Sa’adah, Masrukan dan Ary Woro Kuniasih, β€œPengembangan Perangkat Ajar Model Core Pendekatan Metekognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Kelas VIII”. Edumath, Vol. 3, Nomor 1, Januari 2017, hlm. 17.

Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

Desy Sumanti, β€œPengaruh Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Siswa”. Skripsi, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2017.

Edward de Bono, Revolusi Berpikir Edward de Bono: Belajar Berpikir Canggih dan Kreatif dalam Memecahkan Masalah dan Memantik Ide-ide Baru, terj. Ida Sitompul dan Fahmy Yamani. Bandung: Kaifa, 2007, cet.

ke-2.

Euis Ayisari, β€œPenerapan Pendekatan Metakognitif dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP”. Skripsi, FKIP Universitas Pasudan, Bandung, 2016.

Evan Glazer, Using Internet Primary Sources to Teach Critical Thinking Skills in Mathematics. Amerika: Greenwood Press, 2001.

H.J Sriyanto, Mengobarkan Api Matematika. Jawa Barat: CV Jejak, 2017.

Ice Afriyanti, Wardono dan Kartono, β€œPengembangan Literasi Matematika Mengacu PISA Melalui Pembelajaran Abad Ke-21 Berbasis Tekhnologi”.

Seminar, Program Pascasarjana UNS, Semarang, 2018.

Indra Jaya, Penerapan Statistik untuk Penelitian Pendidikan. Jakarta:

Prenadamedia Group, 2019.

John W. Santrock, Psikologi Pendidikan, terj. Tri Wibowo BS. Jakarta:

Prenadamedia Group, 2015, cet. ke-6.

Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana, 2011.

Lia Kurniawati, β€œPendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving) dalam Upaya Mengatasi Kesulitan-kesulitan Siswa pada Soal Cerita”, dalam Gelar Dwirahayu dan Munasprianto Ramli (ed), Pendekatan Baru dalam Pembelajaran Sains dan Matematika Dasar: Sebuah Ontologi. Jakarta:

PIC UIN Jakarta, 2007.

Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2011.

Maifalinda Fatra dan Tita Khalis Maryati, β€œImplementasi K13 pada Pembelajaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif”dalam http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/12 3456789/42272/1/Implementasi%20K13%20Pada%20Pembelajaran%2Ma tematika%20Dalam%20Meningkatkan%20Kemampuan%20Berpiki%20K ritis%20dan%20Kreatif.pdf. Diambil tanggal 26 Desember 2019, pukul 09.41 WITA.

Mega Achdisty Noordyana, β€œMeningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa melalui Pendekatan Metacognitive Instruction”.

Mosharafa, Vol. 5, Nomor 2, Mei 2016, hlm. 124.

Moch. Masykur Ag dan Abdul Halim Fathani, Mathematical Intelligence: Cara Cerdas Melatih Otank dan Menanggulangi Kesulitan Belajar. Jogjakarta:

Ar-Ruzz Media, 2007.

M. Sayyid Muhammad Az-Za’Balawi, Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa, terj. Abdul Hayyie al-Kattani dkk. Jakarta: Gema Insani Press, 2007, cet. ke-1.

M. Subali Noto, Tonah dan Hernati, β€œEfektivitas Pendekatan Metakognitif Terhadap Kemandirian Belajar dan Berpikir Kritis Matematis Siswa”,

dalam http://fkip-unswagati.ac.id/ejournal/index.php/repository/article/

download /162/158. Diambil tanggal 2 Juli 2019, pukul 06.34 WITA..

Nisvu Nanda Saputra, β€œPenerapan Pembelajaran Matematika Kolaboratif dengan Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas IX”, dalam Prosiding Seminar Nasional dan Kongres IndoMS Wilayah Sumatera Bagian Tengah, 14-15 November 2014, hlm. 423.

Nur Kholidah, β€œPengembangan Instrumen Penilaian untuk Mengukur Critical Thinking Skill Siswa Madrasah Tsanawiyah Pada Mata Pelajaran Matematika”. Skripsi, FTK UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, 2019.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/

Madrasah Tsanawiyah.

Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari dan Abdul Fatah, β€œPenerapan Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Ditinjau dari Tahap Perkembangan Kognitif”. Prima, Vol. 3, Nomor 2, Juli 2019, hlm. 137.

Riduwan, Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta, 2013.

Robert H. Ennis, β€œCritical Thinking Assessment, Theory Into Practice”. Vol.

32, Nomor 3, Summer 1993, hlm. 180.

Shan Duta Sukma Pradana, Parno dan Supriyono Koes Handayanto,

β€œPengembangan Tes Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Optik Geometri untuk Mahasiswa Fisika”. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Vol. 21, Nomor 1, Juni 2017, hlm. 52.

St. Towiatun, β€œKemampuan Koneksi dan Berpikir Kreatif Matematis Siswa pada Penerapan Model Discovery Learning dengan Pendekatan Metakognitif”. Skripsi, FKIP UM Malang, Malang, 2018.

Sugiyono, Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2014.

Syofian Siregar, Statistika Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif:

Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS. Jakarta:

Bumi Aksara, 2014.

Wahyu Widhiarso, β€œBAB II Uji Hipotesis Komparatif” dalam http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/files/membaca_t-tes.pdf. Diambil tanggal 12 Juli 2020, pukul 20.31 WITA.

LAMPIRAN

Lampiran 1

UJI NORMALITAS a) Data Pretest

Tabel Data Nilai Pretest

No. Nilai (𝒙) π’™πŸ

1. 46 2116

2. 28 784

3. 46 2116

4. 53 2809

5. 21 441

6. 28 784

7. 42 1764

8. 28 784

9. 28 784

10. 28 784

11. 35 1225

12. 14 196

13. 14 196

14. 21 441

15. 39 1521

16. 3 9

17. 25 625

18. 42 1764

19. 39 1521

20. 14 196

21. 28 784

22. 28 784

23. 28 784

24. 7 49

25. 14 196

26. 14 196

27. 25 625

28. 14 196

29. 42 1764

30. 28 784

31. 21 441

32. 14 196

33. 53 2809

34. 42 1764

35. 25 625

36. 3 9

37. 28 784

38. 14 196

39. 28 784

40. 28 784

βˆ‘ 1078 35414

1) Rata-rata π‘₯ = π‘₯𝑛 = 107840 = 26,95 2) Simpangan baku 𝑠 = π‘£π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘›π‘ 

Varians 𝑠2 =𝑛( π‘₯𝑛(π‘›βˆ’1)2)βˆ’( π‘₯)2 = 40 35414 βˆ’(1078)2

40(40βˆ’1) =1416560 βˆ’1162084

40(39) = 2544761560

= 163,125

Simpangan baku 𝑠 = 163,125 = 12,772 3) Rentang (R)

R = skor terbesar βˆ’ skor terkecil = 53 βˆ’ 3 = 50 4) Banyak kelas (K)

𝐾 = 1 + 3,3 log 𝑛 = 1 + 3,3 log 40 = 1 + 3,3 1,60 = 1 + 5,28 = 6,28 β‰ˆ 7 5) Panjang kelas (P)

𝑃 =𝐾𝑅 =507 = 7,142 β‰ˆ 8 6) Menghitung frekuensi harapan

(a) Batas kelas

𝐡𝐾1 = 3 βˆ’ 0,5 = 2,5

𝐡𝐾2 = 𝐡𝐾1+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 2,5 + 8 = 10,5 𝐡𝐾3 = 𝐡𝐾2+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 10,5 + 8 = 18,5 𝐡𝐾4 = 𝐡𝐾3+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 18,5 + 8 = 26,5 𝐡𝐾5 = 𝐡𝐾4+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 26,5 + 8 = 34,5 𝐡𝐾6 = 𝐡𝐾5+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 34,5 + 8 = 42,5 𝐡𝐾7 = 𝐡𝐾6+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 42,5 + 8 = 50,5 𝐡𝐾8 = 𝐡𝐾7+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 50,5 + 8 = 58,5 (b) Z tabel

𝑍1 =𝐡𝐾1π‘ βˆ’π‘₯ = 2,5βˆ’26,9512,772 = βˆ’24,4512,772 = βˆ’1,91 𝑍2 = 𝐡𝐾2π‘ βˆ’π‘₯ =10,5βˆ’26,9512,772 =βˆ’16,4512,772 = βˆ’1,28 𝑍3 = 𝐡𝐾3π‘ βˆ’π‘₯ =18,5βˆ’26,9512,772 =12,772βˆ’8,45 = βˆ’0,66 𝑍4 = 𝐡𝐾4π‘ βˆ’π‘₯ =26,5βˆ’26,9512,772 =12,772βˆ’0,45 = βˆ’0,03

𝑍5 = 𝐡𝐾5π‘ βˆ’π‘₯ =34,5βˆ’26,9512,772 =12,7727,55 = 0,59 𝑍6 = 𝐡𝐾6π‘ βˆ’π‘₯ =42,5βˆ’26,9512,772 =12,77215,55 = 1,21 𝑍7 = 𝐡𝐾7π‘ βˆ’π‘₯ =50,5βˆ’26,9512,772 =12,77223,55 = 1,84 𝑍8 = 𝐡𝐾8π‘ βˆ’π‘₯ =58,5βˆ’26,9512,772 =12,77231,55 = 2,47 (c) Luas Z tabel

𝐿1 = π‘βˆ’1,91βˆ’ π‘βˆ’1,28 = 0,4719 βˆ’ 0,3997 = 0,0722 𝐿2 = π‘βˆ’1,28βˆ’ π‘βˆ’0,66= 0,3997 βˆ’ 0,2454 = 0,1543 𝐿3 = π‘βˆ’0,66βˆ’ π‘βˆ’0,03= 0,2454 βˆ’ 0,0120 = 0,2334 𝐿4 = π‘βˆ’0,03+ 𝑍0,59 = 0,0120 + 0,2224 = 0,2344 𝐿5 = 𝑍1,21βˆ’ 𝑍0,59 = 0,3869 βˆ’ 0,2224 = 0,1645 𝐿6 = 𝑍1,84βˆ’ 𝑍1,21 = 0,4671 βˆ’ 0,3869 = 0,0802 𝐿7 = 𝑍2,47 βˆ’ 𝑍1,84 = 0,4932 βˆ’ 0,4671 = 0,0261 (d) Mencari frekuensi yang diharapkan

𝑓𝑕1 = 𝑛 Γ— 𝐿1 = 40 Γ— 0,0722 = 2,888 𝑓𝑕2 = 𝑛 Γ— 𝐿2 = 40 Γ— 0,1543 = 6,172 𝑓𝑕3 = 𝑛 Γ— 𝐿3 = 40 Γ— 0,2334 = 9,336 𝑓𝑕4 = 𝑛 Γ— 𝐿4 = 40 Γ— 0,2344 = 9,376 𝑓𝑕5 = 𝑛 Γ— 𝐿5 = 40 Γ— 0,1645 = 6,58 𝑓𝑕6 = 𝑛 Γ— 𝐿6 = 40 Γ— 0,0802 = 3,208 𝑓𝑕7 = 𝑛 Γ— 𝐿6 = 40 Γ— 0,0261 = 1,044 7) Menghitung nilai chi-kuadrat (2)

043 , 888 0 , 2 012544 ,

0 888 , 2

) 112 , 0 ( 888 , 2

) 888 , 2 3 ( )

( 2 2

1 2 1 2 0

1 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

541 , 172 0 , 6 341584 ,

3 172 , 6

) 828 , 1 ( 172

, 6

) 172 , 6 8 ( )

( 2 2

2 2 2 2 0

2 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

192 , 336 1 , 9

128896 ,

11 336

, 9

) 336 , 3 ( 336 , 9

) 336 , 9 6 ) (

( 2 2

3 2 3 2 0

3 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

734 , 376 0 , 9 885376 ,

6 376 , 9

) 624 , 2 ( 376

, 9

) 376 , 9 12 ) (

( 2 2

4 2 4 2 0

4 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

026 , 58 0 , 6

1764 , 0 58 , 6

) 42 , 0 ( 58

, 6

) 58 , 6 7 ) (

( 2 2

5 2 5 2 0

5 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

454 , 208 0 , 3 459264 ,

1 208 , 3

) 208 , 1 ( 208

, 3

) 208 , 3 2 ( )

( 2 2

6 2 6 2 0

6 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

875 , 044 0 , 1 913936 ,

0 044 , 1

) 956 , 0 ( 044

, 1

) 044 , 1 2 ( )

( 2 2

7 2 7 2 0

7 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

Tabel Penolong Untuk Pengujian Normalitas Data Posttest Pada Kelas Eksperimen

No Kelas Interval π‘“π‘œ 𝑓𝑕 π‘“π‘œβˆ’ 𝑓𝑕 (π‘“π‘œβˆ’ 𝑓𝑕)2 (π‘“π‘œ βˆ’ 𝑓𝑕)2 𝑓𝑕 1. 3 ≀ π‘₯ ≀ 10 3 2,888 0,112 0,012544 0,043 2. 11 ≀ π‘₯ ≀ 18 8 6,172 1,828 3,341584 0,541 3. 19 ≀ π‘₯ ≀ 26 6 9,336 βˆ’3,336 11,128896 1,192 4. 27 ≀ π‘₯ ≀ 34 12 9,376 2,624 6,885376 0,734 5. 35 ≀ π‘₯ ≀ 42 7 6,58 0,42 0,1764 0,026 6. 43 ≀ π‘₯ ≀ 50 2 3,208 βˆ’1,208 1,459264 0,454 7. 51 ≀ π‘₯ ≀ 58 2 1,044 0,956 0,913936 0,875

(π‘“π‘œβˆ’ 𝑓𝑕)2 𝑓𝑕

π‘˜

𝑖=1

3,865

Berdasarkan hasil perhitungan nilai hitung2 ο€½3,865 dan 592

,

2 ο€½12

tabel

 dengan taraf signifikan ∝= 5% dan derajat kebebasan

(π‘‘π‘˜) = 7 βˆ’ 1 = 6, maka hitung2 tabel2 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest berdistribusi normal

b) Data Posttest

Tabel Data Nilai Posttest

No. Nilai (𝒙) π’™πŸ

1. 85 7225

2. 57 3249

3. 78 6084

4. 85 7225

5. 90 8100

6. 70 4900

7. 57 3249

8. 85 7225

9. 60 3600

10. 70 4900

11. 82 6724

12. 75 5625

13. 67 4489

14. 60 3600

15. 53 2809

16. 60 3600

17. 70 4900

18. 82 6724

19. 57 3249

20. 75 5625

21. 50 2500

22. 78 6084

23. 90 8100

24. 67 4489

25. 80 6400

26. 75 5625

27. 90 8100

28. 75 5625

29. 60 3600

30. 78 6084

31. 75 5625

32. 85 7225

33. 78 6084

34. 80 6400

35. 75 5625

36. 70 4900

37. 85 7225

38. 75 5625

39. 67 4489

40. 85 7225

βˆ‘ 2936 220132

1) Rata-rata π‘₯ = π‘₯𝑛 = 293640 = 73,4 2) Simpangan baku 𝑠 = π‘£π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘›π‘ 

Varians 𝑠2 =𝑛( π‘₯𝑛(π‘›βˆ’1)2)βˆ’( π‘₯)2 = 40 220132 βˆ’(2936)2

40(40βˆ’1) = 8805280 βˆ’8620096

40(39) = 1851841560

= 118,707

Simpangan baku 𝑠 = 118,707 = 10,895 3) Rentang (R)

R = skor terbesar βˆ’ skor terkecil = 90 βˆ’ 50 = 40 4) Banyak kelas (K)

𝐾 = 1 + 3,3 log 𝑛 = 1 + 3,3 log 40 = 1 + 3,3 1,60

= 1 + 5,28 = 6,28 β‰ˆ 7

5) Panjang kelas (P)

𝑃 =𝐾𝑅 =407 = 5,714 β‰ˆ 6 6) Menghitung frekuensi harapan

(e) Batas kelas

𝐡𝐾1 = 50 βˆ’ 0,5 = 49,5

𝐡𝐾2 = 𝐡𝐾1+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 49,5 + 6 = 55,5 𝐡𝐾3 = 𝐡𝐾2+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 55,5 + 6 = 61,5 𝐡𝐾4 = 𝐡𝐾3+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 61,5 + 6 = 67,5 𝐡𝐾5 = 𝐡𝐾4+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 67,5 + 6 = 73,5 𝐡𝐾6 = 𝐡𝐾5+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 73,5 + 6 = 79,5 𝐡𝐾7 = 𝐡𝐾6+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 79,5 + 6 = 85,5 𝐡𝐾8 = 𝐡𝐾7+ π‘π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  = 85,5 + 6 = 91,5 (f) Z tabel

𝑍1 =𝐡𝐾1π‘ βˆ’π‘₯ = 49,5βˆ’73,410,895 = 10,895βˆ’23,9 = βˆ’2,19 𝑍2 = 𝐡𝐾2π‘ βˆ’π‘₯ =55,5βˆ’73,410,895 =10,895βˆ’17,9 = βˆ’1,64 𝑍3 = 𝐡𝐾3π‘ βˆ’π‘₯ =61,5βˆ’73,410,895 =10,895βˆ’11,9 = βˆ’1,09 𝑍4 = 𝐡𝐾4π‘ βˆ’π‘₯ =67,5βˆ’73,410,895 =10,895βˆ’5,9 = βˆ’0,54 𝑍5 = 𝐡𝐾5π‘ βˆ’π‘₯ =73,5βˆ’73,410,895 =10,8950,1 = 0,01

𝑍6 = 𝐡𝐾6π‘ βˆ’π‘₯ =79,5βˆ’73,410,895 =10,8956,1 = 0,55 𝑍7 = 𝐡𝐾7π‘ βˆ’π‘₯ =85,5βˆ’73,410,895 =10,89512,1 = 1,11 𝑍8 = 𝐡𝐾8π‘ βˆ’π‘₯ =91,5βˆ’73,410,895 =10,89518,1 = 1,66 (g) Luas Z tabel

𝐿1 = π‘βˆ’2,19βˆ’ π‘βˆ’1,64 = 0,4857 βˆ’ 0,4495 = 0,0362 𝐿2 = π‘βˆ’1,64βˆ’ π‘βˆ’1,09= 0,4495 βˆ’ 0,3621 = 0,0874 𝐿3 = π‘βˆ’1,09βˆ’ π‘βˆ’0,54= 0,3621 βˆ’ 0,2054 = 0,1567 𝐿4 = π‘βˆ’0,54+ 𝑍0,01 = 0,2054 + 0,0040 = 0,2094 𝐿5 = 𝑍0,55 βˆ’ 𝑍0,01 = 0,2088 βˆ’ 0,0040 = 0,2048 𝐿6 = 𝑍1,11βˆ’ 𝑍0,55 = 0,3665 βˆ’ 0,2088 = 0,1577 𝐿7 = 𝑍1,66βˆ’ 𝑍1,11 = 0,4515 βˆ’ 0,3665 = 0,085 (h) Mencari frekuensi yang diharapkan

𝑓𝑕1 = 𝑛 Γ— 𝐿1 = 40 Γ— 0,0362 = 1,448 𝑓𝑕2 = 𝑛 Γ— 𝐿2 = 40 Γ— 0,0874 = 3,496 𝑓𝑕3 = 𝑛 Γ— 𝐿3 = 40 Γ— 0,1567 = 6,268 𝑓𝑕4 = 𝑛 Γ— 𝐿4 = 40 Γ— 0,2094 = 8,376 𝑓𝑕5 = 𝑛 Γ— 𝐿5 = 40 Γ— 0,2048 = 8,192 𝑓𝑕6 = 𝑛 Γ— 𝐿6 = 40 Γ— 0,1577 = 6,308 𝑓𝑕7 = 𝑛 Γ— 𝐿6 = 40 Γ— 0,085 = 3,4 7) Menghitung nilai chi-kuadrat (2)

210 , 448 0 , 1 304704 ,

0 448 , 1

) 552 , 0 ( 448

, 1

) 448 , 1 2 ( )

( 2 2

1 2 1 2 0

1 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

512 , 496 3 , 3

278016 ,

12 496 , 3

) 504 , 3 ( 496

, 3

) 496 , 3 7 ( )

( 2 2

2 2 2 2 0

2 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

703 , 268 1 , 6

679824 ,

10 268

, 6

) 268 , 3 ( 268

, 6

) 268 , 6 3 ( )

( 2 2

3 2 3 2 0

3 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

286 , 376 2

, 8

149376 ,

19 376

, 8

) 376 , 4 ( 376 , 8

) 376 , 8 4 ) (

( 2 2

4 2 4 2 0

4 ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½

h h

f f

 f

962 , 192 0 , 8 884864 ,

7 192 , 8

) 808 , 2 ( 192

, 8

) 192 , 8 11 ) (

( 2 2

5 2 5 0 2

5 ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

ο€½

h h

f f

 f

160 , 308 2

, 6

630864 ,

13 308 , 6

) 692 , 3 ( 308

, 6

) 308 , 6 10 ) (

( 2 2

6 2 6 0 2

6 ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½ ο€½

ο€½

h h

f f

 f

047 , 4 0 , 3

16 , 0 4 , 3

) 4 , 0 ( 4 , 3

) 4 , 3 3 ) (

( 2 2

7 2 7 0 2

7 ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€­ ο€½ ο€½

ο€½

h h

f f

 f

Tabel Penolong Untuk Pengujian Normalitas Data Posttest

No Kelas Interval π‘“π‘œ 𝑓𝑕 π‘“π‘œβˆ’ 𝑓𝑕 (π‘“π‘œβˆ’ 𝑓𝑕)2 (π‘“π‘œ βˆ’ 𝑓𝑕)2 𝑓𝑕 1. 50 ≀ π‘₯ ≀ 55 2 1,448 0,552 0,304704 0,210 2. 56 ≀ π‘₯ ≀ 61 7 3,496 3,504 12,278016 3,512 3. 62 ≀ π‘₯ ≀ 67 3 6,268 βˆ’3,268 10,679824 1,703 4. 68 ≀ π‘₯ ≀ 73 4 8,376 βˆ’4,376 19,149376 2,286 5. 74 ≀ π‘₯ ≀ 79 11 8,192 2,808 7,884864 0,962 6. 80 ≀ π‘₯ ≀ 85 10 6,308 3,692 13,630864 2,160 7. 86 ≀ π‘₯ ≀ 91 3 3,4 βˆ’0,4 0,16 0,047

(π‘“π‘œβˆ’ 𝑓𝑕)2 𝑓𝑕

π‘˜

𝑖=1

10,88

Berdasarkan hasil perhitungan nilai hitung2 ο€½10,88 dan 592

,

2 ο€½12

tabel

 dengan taraf signifikan ∝= 5% dan derajat kebebasan (π‘‘π‘˜) = 7 βˆ’ 1 = 6, maka hitung2 tabel2 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil posttest berdistribusi normal.

Lampiran 2

Hasil Uji Hipotesis Paired Sample T Test

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1

Pre Test 26.95 40 12.772 2.019

Post Test 73.40 40 10.895 1.723

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 Pre Test & Post Test 40 .064 .695

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-

tailed) Mean Std.

Deviation Std.

Error Mean

95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper

Pair 1 Pre Test - Post Test

-46.450 16.250 2.569 -51.647 -41.253 -18.079 39 .000

Berdasarkan tabel uji hipotesis Paired Sample T Test di atas, diperoleh signifikansi 0,000 dan taraf signifikas (𝛼) = 0,05, maka 0,000 < 0,05. Ini berarti bahwa 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan metakognitif efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2019/2020.

Lampiran 3

SOAL PRETEST dan POSTTEST

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA

Mata Pelajaran : Matematika Semester/Kelas : Genap/VII

Waktu : 20 menit

Petunjuk:

1. Tulislah nama dan kelas pada lembar jawaban!

2. Soal dikerjakan secara individu dan tidak diperbolehkan membuka buku catatan serta menggunakan alat bantu lainnya.

3. Kerjakan soal pada lembar jawaban yang telah disediakan!

4. Kerjakan soal dengan baik dan benar!

5. Cek kembali kebenaran jawaban sebelum lembar jawaban dikumpulkan!

Soal:

1. Perhatikan gambar di bawah ini!

ο‚· ο‚· ο‚· R S T

Diketahui tiga buah titik yaitu titik 𝑅, 𝑆, 𝑇 terletak segaris dengan perbandingan 𝑅𝑆 ∢ 𝑆𝑇 = 3 ∢ 2. Jika panjang 𝑅𝑆 = 24,

a. Tentukan panjang 𝑅𝑇 !

b. Jelaskan mengapa Anda menggunakan cara tersebut untuk memperoleh jawaban pada poin (a)!

KUNCI JAWABAN

SOAL PRETEST KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS

Mata Pelajaran : Matematika Materi : Garis Semester/Kelas : Genap/VII

No Komponen/

Indikator Metakognitif

Sub Indikator Kemampuan Berpikir Kritis

Matematis

Kunci Jawaban Skor

1 Perencanaan Mampu

mengidentifikasi atau merumuskan pertanyaan tentang perbandingan ruas garis

Diketahui :

Tiga buah titik yaitu titik 𝑅, 𝑆, 𝑇 terletak segaris dengan

perbandingan 𝑅𝑆 ∢ 𝑆𝑇 = 3 ∢ 2 ο‚· ο‚· ο‚· R S T Panjang 𝑅𝑆 = 24

Ditanya:

Berapakah panjang 𝑅𝑇 ?

4

Memonitor/

mengontrol

- Mampu

mengidentifikasi atau merumuskan kriteria untuk mempertimbang- kan kemungkinan jawaban terkait perbandingan ruas garis

- Mampu menggunakan prosedur dengan tepat untuk menentukan perbandingan ruas garis

- Mampu memilih kriteria untuk membuat solusi perbandingan ruas garis

𝑅𝑆 𝑆𝑇 =

3 2 3 𝑆𝑇 = 2 𝑅𝑆 3 𝑆𝑇 = 2 Γ— 24 3 𝑆𝑇 = 48 𝑆𝑇 = 16 π‘π‘š

16

alternatif yang mungkin terkait perbandingan ruas garis

24 𝑆𝑇 = 1,5 24 = 1,5 𝑆𝑇 𝑆𝑇 = 16 π‘π‘š

Memonitor/

mengontrol

Mampu memberikan alasan terkait

perbandingan ruas garis

Karena panjang 𝑅𝑇 = 𝑅𝑆 + 𝑆𝑇 maka diperoleh

𝑅𝑇 = 𝑅𝑆 + 𝑆𝑇 = 24 + 16 = 40 cm

4

Mengevaluasi Mampu membuat kesimpulan secara generalisasi/umum terkait perbandingan ruas garis

Untuk memperoleh panjang 𝑅𝑇 terlebih dahulu kita mencari panjang 𝑆𝑇 . Karena panjang 𝑅𝑇 = 𝑅𝑆 + 𝑆𝑇 . sehingga, untuk mendapatkan panjang 𝑆𝑇 kita menggunakan perbandingan 𝑅𝑆 ∢ 𝑆𝑇 = 3 ∢ 2.

Diperoleh panjang 𝑆𝑇 = 16 dan panjang 𝑅𝑇 = 𝑅𝑆 + 𝑆𝑇 = 24 + 16 = 40.

4

Skor Maksimal 28

π‘π‘–π‘™π‘Žπ‘– = π‘†π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘’π‘•

π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘šπ‘Žπ‘™ Γ— 100

Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Berpikir Kritsi Matematis Indikator Penjelasan

Indikator

Kriteria Skor

Menfokuskan pertanyaan

Mengidentifikasi atau merumuskan pertanyaan

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat merumuskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan yang sesuai dan benar

4

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat merumuskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan namun kurang sesuai

3

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat merumuskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan namun tidak sesuai

2

Dapat menemukan masalah namun kurang tepat, sehingga salah dalam merumuskan pertanyaan.

1

Tidak dapat menemukan masalah sehingga tidak dapat merumuskan pertanyaan.

0 Mengidentifikasi

atau merumuskan kriteria untuk mempertimbangkan kemungkinan jawaban

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin dengan benar

4

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin namun kurang sesuai

3

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin namun tidak sesuai

2

Dapat menemukan masalah namun kurang tepat sehingga salah dalam mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban yang mungkin.

1

Tidak dapat menemukan masalah sehingga tidak dapat dalam

mengidentifikasi kriteria untu jawaban yang mungkin.

0

Mempertimbang kan apakah sumber dapat

Menggunakan prosedur dengan tepat

Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, dan dapat membuat langkah-langkah penyelesaian

4

Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, dan dapat membuat langkah-langkah penyelesaian dengan benar tetapi salah dalam

melakukan perhitungan

3

Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, namun kurang lengkap membuat langkah-langkah penyelesaian, tetapi benar dalam melakukan perhitungan

2

Dapat menentukan masalah, memilih informasi yang digunakan, namun kurang lengkap membuat langkah-langkah penyelesaian, dan salah melakukan perhitungan

1

Tidak dapat menentukan masalah dan memilih informasi yang digunakan, sehingga tidak dapat membuat langkah- langkah penyelesaian.

0

Kemampuan memberikan alasan

Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan dan dapat memberikan alasan yang benar dan logis berdasarkan bukti-bukti yang tepat

4

Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan dan dapat memberikan alasan yang benar dan logis namun bukti yang kurang tepat

3

Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan dan dapat memberikan alasan yang tepat dan logis namun tidak sertai dengan bukti.

2

Dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan namun kurang sesuai sehingga kurang tepat dalam memberikan alasan.

1

Tidak dapat menentukan informasi yang penting untuk digunakan sehingga tidak dapat memberikan alasan

0

Menginduksi dan mempertimbang an hasil induksi

Membuat

kesimpulan secara generalisasi

Dapat menganalisis dan menjelaskan pernyataan yang diberikan, serta memberikan kesimpulan yang benar

4

Dapat menganalisis pernyataan, kurang lengkap menjelaskan pernyataan yang diberikan, dan memberikan kesimpulan yang benar

3

Dapat menganalisis pernyataan, tetapi penjelasan yang diberikan tidak sesuai dan memberikan kesimpulan yang benar

2

Tidak dapat menganalisis pernyataan, penjelasan yang diberikan tidak sesuai dan memberikan kesimpulan yang tidak benar

0

Menentukan suatu tindakan

Memilih kriteria untuk membuat solusi

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat memilih kriteria untuk

membuat solusi dengan benar

4

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat memilih kriteria untuk

membuat solusi namun kurang sesuai

3

Dapat menemukan masalah dengan tepat dan dapat memilih kriteria untuk

membuat solusi namun tidak sesuai

2

Dapat menemukan masalah namun kurang tepat sehingga salah dalam memilih kriteria untuk membuat solusi.

1

Tidak dapat menemukan masalah sehingga tidak dapat dalam memilih kriteria untuk membuat solusi yang mungkin.

0

Merumuskan solusi alternatif yang mungkin

Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif dan membuat solusi alternatif yang mungkin dalam menyelesaikan masalah secara tepat

4

Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif dan membuat solusi alternatif yang mungkin dalam menyelesaikan masalah namun kurang tepat

3

Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif dan membuat solusi alternatif yang mungkin dalam menyelesaikan masalah namun tidak tepat

2

Dapat menemukan hal-hal penting untuk membuat solusi alternatif namun kurang lengkap sehingga salah dalam membuat solusi alternatif yang mungkin

1

Tidak dapat menemukan hal-hal penting sehingga tidak dapat membuat solusi alternatif yang mungkin

0

Lampiran 6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VII/Genap Materi Pokok : Garis dan Sudut Alokasi Waktu : 3 x 40 menit Pertemuan : 1

A. Kompetensi Inti

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.(Sikap Spiritual/KI-1)

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.(Sikap Sosial/KI-2)

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.(Pengetahuan/KI-3)

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.(Keterampilan/KI-4)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar

(KD)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.12 Menjelaskan garis dan

kedudukan dua garis.

3.12.1 Mencermati model gambar atau objek yang menyatakan titik, garis, bidang, atau sudut

3.12.2 Mencermati kedudukan dua garis.

4.12 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan garis

4.12.1 Mencermati permasalahan sehari- hari yang berkaitan dengan penerapan garis.

4.12.2 Menyajikan hasil pembelajaran tentang garis

4.12.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan garis.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah pembelajaran, peserta didik dapat :

ο‚· Mencermati model gambar atau objek yang menyatakan titik, garis, bidang dengan tepat.

ο‚· Mencermati kedudukan dua garis dengan tepat.

ο‚· Mencermati permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan penerapan garis dengan tepat.

ο‚· Menyajikan hasil pembelajaran tentang garis dengan benar.

ο‚· Memecahkan masalah yang berkaitan garis dengan benar.

D. Materi Pembelajaran - Garis

- Kedudukan Garis E. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan : Pendekatan Metakognitif F. Media Pembelajaran

Lembar Kerja Siswa, Papan tulis, spidol, dan penghapus

Dokumen terkait