• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

post test. Maka nilai t hitung negative bermakna positif sehingga nilai t hitung menjadi 4,042.

Selanjutnya, berdasarkan tabel output diatas dapat dilihat bahwa pada nilai t hitung 4,042 ≥ t tabel yaitu 2,060. Maka, sebagaimana teknik pengambilan keputusan dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata antara nilai Pre Test dan Post Test yang artinya ada pengaruh penggunaan model pembelajaran paired storytelling.

menyatakan bahwa “perkembangan kognisi dan bahasa dibentuk dari interaksi dengan orang lain”.60 Keterampilan berbicara merupakan suatu komponen penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang harus dimiliki pendidik maupun peserta didik dimanapun ia berada. Terampil berbicara juga melatih dan menuntut anak didik untuk dapat berkomunikasi dengan siswa lainnya.sebagaimana pesan yang dikemukakan oleh Hernowo bahwa jika seseorang ingin menyampaikan gagasan secara tertulis, dia tidak akan dibantu secara efektif oleh dialog eksternal melainkan dia harus meminta tolong kepada dirinya sendiri dalam menjalani secara intens untuk berdialog dengan dirinya sendiri terlebih dahulu sehingga teks yang akan ia keluarkan dapat dipahami oleh dirinya sendiri terlebih dahulu. 61

Pada kenyataan sebenarnya yang saat ini terjadi pada siswa kelas V MI Nurul Qur’an Pagutan bahwa peserta didik masih banyak yang memiliki kemampuan dalam keterampilan berbicara dibawah nilai rata-rata. Hal ini dikarenakan sebab mata pelajaran Bahasa Indonesia sering menganggap remeh oleh peserta didik khususnya dalam aspek membaca yang paling dianggap sebagai hal membosankan bagi peserta didik. Kurangnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran yang lebih sering menggunakan model pembelajaran yang terbilang sangat monoton dan membosankan bagi siswa.

60 Nurdinah Hanifah & Julia, “Prosding Seminar Nasional Pendidikan Dasar Membedah Anatomi Kurikulum 2013 Untuk Membangun Masa Depan Pendidikan Yang Lebih Baik”, (Sumedang, UPI Sumedang Press, 2014), hlm. 69

61Muhammad Ilham & Iva Ani Wijiati,“Keterampilan Berbicara Pengantar Keterampilan Berbahasa”, (Pasuruan : Lembaga Academic & Reaserch Institute, 2020), hlm. 5-8.

Hasil penelitian ini juga senada dengan penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh Yuni Puspita Sari dengan judul “pengaruh model pembelajaran kooperatif paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 08 Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak” yang menghasilkan kesimpulan bahwa paired storytelling berpengaruh meningkatnya keterampilan berbicara siswa dengan nilai akhir 84,52% dengan kategori “Tinggi”.

58 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif type paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa pada kelas V muatan pelajaran Bahasa Indonesia yang dibuktikan dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,00 artinya lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 ( 0,00 > 0,05) dan nilai t hitung 4,042 lebih besar dari nilai t tabel yaitu 2,060 (4,042 < 2,060). Maka ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

B. Saran

Berdasarkan pada hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan saran yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan sekaligus bagian uraian penutup skripsi ini adalah :

1. Bagi Kepala Sekolah peneliti berharap penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dilingkungan sekolah yang terkait dengan aspek berbahasa terutama keterampilan berbicara.

2. Kepada guru khususnya guru Bahasa Indonesia hendaknya berlaku sabar, penuh semangat, antusias, memahami siswa, profesional dan menciptakan pola intraksi yang baik agar siswa lebih antusias dalam belajar Bahasa Indonesia.

3. Kepada siswa disarankan untuk belajar dan mengasah kemampuannya terutama dalam hal berbicara, sehingga keterampilan berbicara dapat lebih meningkat

60

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Narlan & Disky Try Juniar.Statistika dalam Penjas Aplikasi Praktis dalam Penelitian Pendidikan Jasmani, 2018

Ade Purnama Sari Sinaga, “Pengaruh Penggunaan Metode Storytelling Terhadap Kemampuan Berbicara Pada Peserta Didik Kelas VII di SMP 2 Padangsidimpuan”, Jurnal Telangkai Bahasa Dan Sastra, Vol.09, No.01 2015

Dina Lestari, “Pengaruh Penerapan Teknik Paired Storytelling Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Hijriyah Palembang”, Skrpsi, FITK, UIN Raden Fatah Palembang, Palembang, 2017

Furqanul Azies, Chaedar Alwasilah, Pengantar Bahasa Komunikatif Teori Dan Praktek, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2000.

Harianto Suryono. Belajar dan Pembelajaran, Bandung :PT. Remaja Rosdakarya, 2011

Heni Rakhmawati, “Pengaruh Model Pembelajaran Paired Storytelling Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di MI Ma’arif NU Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas”, Skrpsi, FITK IAIN Purwokerto, Purwokerto, 2018

Henry Guntur Tarigan.Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung : CV. Angkasa. 2013.

Isna Amaliya, “Keefektivan Model Pembelajaran Paired Storytelling Terhadap Keterampilan Menyimak Cerita Siswa SD Kelas V”, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Semarang, 2016

Juliansyah Noor, Metode Pnelitian Skripsi, Tesis, Disertasi & Karya Ilmiah, Jakarta : Kencana. 2011

Miftahul Huda, Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model Terapan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011

Muhammad Ilham & Iva Ani Wijiati,Keterampilan Berbicara Pengantar Keterampilan Berbahasa, Pasuruan : Lembaga Academic & Reaserch Institute, 2020.

Nazarudin, Bahasa Indonesia , Mataram : CV. Sanabil, 2015.

Noor, Juliansyah, Metodologi Penelitian, Jakarta: KENCANA, 2011

Nurdinah Hanifah & Julia, Prosding Seminar Nasional Pendidikan Dasar Membedah Anatomi Kurikulum 2013 Untuk Membangun Masa Depan Pendidikan Yang Lebih Baik, Sumedang, UPI Sumedang Press. 2014 Nurkholis , Anisyah Wulandari, 2018 “ Peningkatan Keterampilan Berbicara

Melalui Metode Paired Storytelling Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SD IT Muhammadiyah Kota Cirebon”, Jurnal Hadhariyah. 4 (1) : 43

Nurming Soleh, “Efektivitas Model Pembelajaran Type Paired Storytelling Terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Jerman Siswa Kelas XI SMAN 11 Makassar”, Skripsi, Fakultas Bahasa dan Sastra, UNM, Makassar, 2017

Nurmiyati , Pujiati Suyata. 2014, Keefektifan Paired Storytelling Dan Jigsaw Dalam Peningkatan Kompetensi Berbicara Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sleman , Jurnal Ling Tera.1(2) : 214

Punaji Setyosari, Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan, Jakarta : Prenadamedia Group, 2016.

Rosalina Rizki Prtiwi.“Penerapan Metode Storytelling Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas II SDN S4 Bandung” Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1) : 200. 2016

Siti Halidjah,” Evaluasi Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia”, Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, hlm. 261-262

Siti Holisah, 2018 :Penerapan Metode Paired Storytelling Untuk Meningkatkan Historical Comprehension Dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri Rambipuji Tahun Ajaran 2018/2019 (skripsi). Jember : Fakultas Kependidikan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember

Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta : Prenadamedia Group, 2016.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitafif Kualitatif dan R&D , Bandung : Alfabeta, 2015.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, 2017.

Sugiyono, Statistik untuk Penelitian.Bandung: Alfabeta, 2011.

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi

Aksara,2013

Sukardi.Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2018.

Tri Sumarni.“Penerapan Metode Paired Storytelling Dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara”, Skripsi,Purwokerto : Program

Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 2012 Yusuf Zainal Abidin, Pengantar Retorika, Bandung : CV. Pustaka Setia, 2013

63

LAMPIRAN

Lampiran 1 :

Lembar Wawancara Guru Kelas

Hari/tanggal observasi : Selasa/ 07- Juli- 2020

Sekolah : MI Nurul Qur’an

Kelas observasi : V ( Lima )

Narasumber : Yuanti Indiana, S.Pd.I

No Pertanyaan Jawaban

1 Apakah minat belajar siswa terbilang rendah

Bisa dikatakan minat belajar siswa terbilang sangat kecil, hal itu dikarenakan rasa bosan siswa dengan mata pelajaran bahasa indonesia, terutama dalam hal membaca.

2 Apakah siswa mempunyai kebiasaan membaca buku didalam kelas

Siswa hanya membaca buku dikelas pada waktu memulai proses pembelajaran saja.

3 Apakah factor nonkebahasaan dilingkungan sekolah mempengaruhi kemampuan berbicara siswa

Sebagian besar yang

mempengaruhi kebiasaan siswa dalam berbicara menggunakan bahasa indonesia adalah faktor lingkungan, salah satunya faktor lingkungan sekolah yang masing sering menggunakan bahasa sehari-hari ( nonkebahasaan).

4 Apakah siswa sering melakukan dialog bersama teman sebaya menggunakan bahasa Indonesia

Bisa di katakan jarang sekali.

5 Apakah di lingkuhan sekolah dan sekitar sudah dibiasakan menggunkana bahasa Indonesia setiap hari

Di sebagian lingkungan sekitar ada yang menggunakan bahasa

indonesia, ada pula yang masih jarang berbicara menggunakan bahasa indonesia.

6 Apakah sudah dilakukan perbanyakan kosakata didalam kelas

Belum sepenuhnya diterapkan, tapi sekali waktu sudah diterapkan walaupun tidak sering.

7 Apakah siswa berbicara dengan guru menggunakan bahasa nonkebahasaan

Ada yang masih belum

menggunakan bahasa indonesia apabila berbicara dengan guru.

8 Apakah didalam setiap pembelajaran bahasa indonesia selalu menggunakan taktik mengulang kata

Tidak sering diterapkan

9 Apakah sudah diterapkan menghafal kosakata Bahasa Indonesia sebagai tambahan wawasan dalam kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia

Sudah, hanya sekedar menghafal namun tidak menggunakan dalam keseharian.

10 Apakah setiap kali memulai pembelajaran diutamakan membaca sebelum belajar

Selalu diawali dengan membaca 5 menit sebelum memulai

pembelajaran 11 Apakah sudah diberlakukan metode lain

dalam usaha meningkatkan keterampilan berbicara siswa

Hanya menggunakan metode seperti biasa dengan memberikan tugas membaca.

12 Apakah factor masyarakat yang masih menggunakan bahasa nonkebahasaan juga mempengaruhi keterampilan berbicara siswa

Sebagian besar hal ini mempengaruhi siswa untuk meggunakan bahasa indonesia dalam berbicara.

13 Apakah didalam proses pembelajaran bahasa Indonesia, siswa terlihat sangat aktif

Sebagian dari mereka aktif hanya diawal memulai pembelajaran saja

14 Apakah didalam proses pembelajaran bahasa Indonesia, siswa terlihat mampu mengekspresikan pokok pikirannya

Banyak dari siswa masih malu dantidak percaya diri

mengekspresikan pokok

melalui cerita singkat pikirannya.

15 Apakah biasanya guru menerapkan metode pembelajaran yang hanya memberikan siswa tugas membaca tetapi tidak memberikan tugas untuk menceritakan kembali apa yang dibaca

Metode yang biasa saya gunakan hanya memberikan tugas membaca saja

16 Apakah siswa sebagian besar tidak percaya diri dalam mengungkapkan pokok pikirannya didepan kelas

Sebagian besar

17 Apakah ada perubahan sikap atupun respon siswa setelah penerapan model paired storytelling

Siswa terlihat lebih bisa

berinteraksi dan saling membantu sesama temannya

18 Apakah siswa dapat mengurangi rasa tidak percaya diri setelah penerapan paired storytelling

Siswa lebih berani untuk maju didepan kelas karena memiliki pasangan masing-masing 19 Apakah siswa terlihat lebih antusias

dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran paired storytelling

Iya, karena memiliki pasangan untuk bekerjasama dan saling membantu.

20 Apakah siswa mengalami perubahan dalam peningkatan kemapuan keterampilan berbicara setelah penerapan model pembelajaran paired storytelling

Iya

Lampiran 2 :

Penilaian Keterampilan Berbicara Siswa Sebelum Diterapkan Paired Storytelling

( Pre test)

No Nama Siswa

Aspek Yang Dinilai

Jml skor

1 2 3 4

Menggunakan kata-kata secara tepat sesuai maksud yang dinyatakan

Mengguna kan kalimat yang efektikf

Mengorganisas ikan pokok pikiran dengan baik

Mengucap kan sesuatu dengan jelas

1 Abdul Aziz Al- Gifari

10 10 15 15 50

2 Ade Irmayanti 20 15 15 20 70

3 Bunga Firdaus 30 20 15 15 80

4 Fifiatun Hanifa 15 10 10 20 55

5 Gita Pramadani 15 10 10 15 50

6 Ibnu Qisan 20 15 20 15 70

7 Isti Fanida 15 20 10 25 70

8 Karisa Melani Putri 40 15 20 20 95

9 Kurnia Rahayu 15 15 15 25 70

10 Lina Radian Rahayu 15 10 10 15 50

11 Lutfi Noviansyah 20 10 10 10 50

12 Maulida Zahrana 10 15 15 15 55

13 Muayat Billah 10 10 10 20 50

14 M. Ali Gunawan 20 20 10 20 70

15 M. Fathurrahman Arzaki

15 20 25 15 75

16 M. Wijdan Farihan 25 20 15 20 80

17 Putri Syakbaniah Arauf

35 20 15 20 90

18 Qur’ani Zayyanul 25 30 20 20 95

Khulud

19 Rizalul Islami 15 30 15 15 75

20 Rozifa Aulina 20 15 20 25 80

21 Sakira Azhara 20 15 15 40 90

22 Salsia Febriani 15 30 15 10 70

23 Sapika Zahrania 15 10 15 15 55

24 Toni Zubaedi 15 10 10 15 50

25 Zaidon Mazhuri 20 15 10 25 70

Lampiran 3 :

Data Nilai Keterampilan Berbicara Siswa Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V MI Nurul Qur’an (Pre test)

NO NAMA NILAI

1 Abdul Aziz Al-Gifari 50

2 Ade Irmayanti 70

3 Bunga Firdaus 80

4 Fifiatun Hanifa 55

5 Gita Pramudani 50

6 Ibnu Qisan 70

7 Isti Fanida 70

8 Karisa Melani Putri 95

9 Kurnia Rahayu 70

10 Lina Radian Rahayu 50

11 Lutfi Noviansyah 50

12 Maulida Zahrana 55

13 Muayat Billah 50

14 Muhammad Ali Gunawan 70

15 M. Fathurrahman Arzaki 75

16 M. Wijdan Farihan 80

17 Putri Syakbaniah Arauf 90

18 Qur’ani Zayyanul Khulud 95

19 Rizalul Islami 75

20 Rozifa Aulina 80

21 Sakira Azzahra 90

22 Salsia Febriani 70

23 Sapika Zahrania 55

24 Toni Zubaedi 50

25 Zaidon Mazhari 70

Guru/ Wali Kelas

Yuanti Indiana, S.Pd.I NIP.

Lampiran 4 :

Penilain Berbicara Siswa Setelah Diterapkan Paired Storytelling ( Post test)

No Nama Siswa

Aspek Yang Dinilai

Jml skor

1 2 3 4

Menggunakan kata-kata secara tepat sesuai maksud yang dinyatakan

Mengguna kan kalimat yang efektikf

Mengorganisas ikan pokok pikiran dengan baik

Mengucap kan sesuatu dengan jelas

1 Abdul Aziz Al- Gifari

20 10 15 15 60

2 Ade Irmayanti 15 20 20 25 80

3 Bunga Firdaus 30 15 20 20 85

4 Fifiatun Hanifa 25 15 15 20 75

5 Gita Pramadani 20 15 15 25 75

6 Ibnu Qisan 15 15 20 30 80

7 Isti Fanida 20 20 15 30 85

8 Karisa Melani Putri 30 20 20 25 95

9 Kurnia Rahayu 20 15 30 15 80

10 Lina Radian Rahayu 15 15 20 10 60

11 Lutfi Noviansyah 25 10 20 20 75

12 Maulida Zahrana 15 10 15 20 60

13 Muayat Bilian 20 15 20 20 75

14 M. Ali Gunawan 30 15 15 20 80

15 M. Fathurrahman Arzaki

20 20 20 25 85

16 M. Wijdan Farihan 20 20 30 20 90

17 Putri Syakbaniah Arauf

30 20 25 20 95

18 Qur’ani Zayyanul 20 30 25 20 95

Khulud

19 Rizalul Islami 20 30 10 20 80

20 Rozifa Aulina 15 20 25 20 80

21 Sakira Azhara 25 30 20 20 95

22 Salsia Febriani 20 25 15 15 75

23 Sapika Zahrania 15 15 20 20 70

24 Toni Zubaedi 20 15 20 20 75

25 Zaidon Mazhari 25 20 20 15 80

Lampiran 5 :

Data Nilai Keterampilan Berbicara Siswa Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Type Paired

Storytelling Kelas V MI Nurul Qur’an (Posttest)

NO NAMA NILAI

1 Abdul Aziz Al-Qifari 60

2 Ade Irmayanti 80

3 Bunga Firdaus 85

4 Fityatun Hanifa 75

5 Gita Pramadani 75

6 Ibnu Qisan 80

7 Isti Fanida 85

8 Karissa Melani Putri 95

9 Kurnia Rahayu 80

10 Lina Radian Rahayu 60

11 Lutfi Noviansyah 75

12 Maulida Zahrana 60

13 Muayat Billah 75

14 Muhammad Ali Gunawan 80

15 M. Fathurrahman Arzaki 85

16 M. Wijdan Farihan 90

17 Putri Syakbaniah Arrauf 95

18 QurAini Zayyanul Khulud 95

19 Rizalul Islam 80

20 Rozifa Aulina 80

21 Sakira Azhara 95

22 Salsila Febriani 75

Guru/ Wali Kelas

Yuanti Indiana , S.Pd.I NIP.

23 Sapika zahrania 70

24 Toni Zubaedi 75

25 Zaidon Mazhuri 80

Lampiran 6 : Instrumen Tes 1

Memperingati Hari Air Sedunia

Hai sahabat, apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan Memperingati Hari Air Sedunia ? Memperingati Hari Air Sedunia adalah hari dimana masyarakat melakukan usaha menarik perhatian masyarakat dan memberikan kesadaran tentang pentingnya mengelola sumber air bersih untuk dapat menggunakannya secara berkelanjutan. Hari Air Sedunia diperingati pada setiap tanggal 22 Maret. Nah..kita sebagai masyarakat Indonesia yang terkenal dengan sumber daya alamnya harus bias dalam mengatur pemakaian air bersih agar tidak terjadi pemakaian yang berlebihan.

Air bukan hanya pentimg untuk manusia saj lo sahabat, melainkan air juga merupakan bagian terpenting bagi makhluk hidup lainnya baik hewan maupun tumbuhan. Oleh karena itu, kita harus menghemat untuk menggunakan air bersih.

Tahukah sahabat, walaupun Indonesia sebagian besar merupakan wilayah perairan, itu bukan menjadi alas an untuk kita bias menggunakan aik secara berlebihan. Sebaiknya gunakanlah air seperlunya saja sahabat. Nah, dengan adanya perayaan hari air sedunia, kita selalu diingatkan bahwa persediaan air semakin berkurang sedangkan jumlah penduduk makin bertambah.

Yang menjadi penyebab semakin berkurangnya persediaan air yaitu karena air hujan tidak masuk kedalam tanah karena tidak ada pepohonan yang menyerap air hujan, air hujan juga langsung mengalir ke parit, lalu ke sungai menuju ke laut.

Kurangnya pepohonan juga terjadi akibat penebangan pohon dihutan dan lahan-lahan hijau diubah menjadi perumahan dan lain-lain. Berkurangnya cadangan air, tanah mengakibatkan sumber mata air kering, sumur-sumur gali cepat kering dimusim kemarau. Akibatnya, penduduk didaerah pedesaan kesulitan mendapatkan sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari. Hasil panen pun jadi berkurang karena tanaman mengalami kekeringan dan terkadang tidak bias panen. Sahabat, oleh karena itu yang bisa dilakukan sebagai tindakan untuk membantu mengurangi kekurangan air bersih yaitu :

1. Menghemat penggunaan air bersih

2. Membuat lubang resapan agar air hujan terserap ke dalam tanah 3. Banyak menanam pepohonan

4. Membangun tempat penampungan air 5. Membangun sumur resapan

6. Menanggulangi pencemaran lingkungan seperti limbah pabrik dan sebagainya.

Sumber Kutipan: Buku Siswa Kelas V Tema 8 Subtema 1 “Lingkungan Sahabat Kita” 2017

Lampiran 7 : Instrumen Tes 2

Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia

Teman-teman, perlu diketahui bahwa perubahan lingkungan selalu terjadi, baik yang terjadi secara alami maupun karena kegiatan manusia. Perubahan lingkungan akan menyebabkan beberapa tumbuhan dan hewan harus menyesuaikan diri. Beberapa tumbuhan dan hewan berhasil menyesuaiakan, namun tidak sedikit yang gagal. Kegagalan hewan atau tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya akan menyebabkan kepunahan. Beberapa jenis tumbuhan dan hewan kini berada di ambang kepunahan karena tidak mampu bertahan dengan berbagai alasan, termasuk yang disebabkan oleh manusia sendiri karena telah banyak mengakibatkan perubahan pada lingkungan. Hewan dan tumbuhan yang mendekati kepunahan merupakan hewan dan tumbuhan langka yang dilindungi oleh pemerintah.

Mari kita cermati bagian dibawah ini ya teman-teman untuk mengetahui tumbuhan dan hewan apa saja yang dilindungi dan hamper punah.

Nah, teman-teman, disini ada beberapa jenis hewan langka yang dilindungi pemerintah Indonesia antara lain yaitu badak bercula satu dan badak bercula dua, komodo, burung cenderawasih, dan burung jalak bali. Badak merupakan hewan paling langka dan paling terancam punah di Indonesia. Populasi badan ini kian menurun karena adanya perburuan liar untuk mengambil cula mereka. Habitat badak bercula satu terdapat di daerah Ujung Kulon, Banten. Sedangkan badak bercula dua habitat aslinya di Taman Nasional Kerici Sebiat, Sumatera.

Siapa diantara kalian yang tidak pernah mendengar nama salah satu burung cantik ini ? Burung cenderawasih merupakan burung khas dari Papua. Burung ini memiliki bulu yang indah dan berwarna-warni, sehingga banyak diburu. Sama halnya dengan burung jalak bali. Burung ini harus dilindungi karena sering diburu manusia.

Burung ini memiliki bulu yang indah. Komodo merupakan reptile yang bentuknya menyerupai biawak. Binatang ini hanya terdapat di Pulau Komodo, provinsi Nusa Tenggara Timur. Jumlahnya di alam bebas semakin sedikit karena terbatasnya sumber makanannya yang berupa daging dan bangkai hewan ternak.

Selain hewan langka, terdapat beberapa tumbuhan yang dilindungi karena populasinya yang semakin menurun, yaitu Rafflesia arnoldi dan pohon cendana.

Bunga rafflesia atau bunga bangkai merupakan bunga berukuran besar yang hidup di

Taman Nasional Bengkulu. Populasi bunga ini menurun drastis karena habitatnya tergeser oleh pembukaan wilayah hutan untuk berbagai kegiatan manusia. Pohon cendana memiliki kelebihan yang tidak dimiliki tumbuhan lainnya. Tumbuhan langka selanjutnya adalah pohon cendana. Pohon ini adalah tumbuhan berkayu yang menghasilkan bau harum yang habitat aslinya berada di Nusa Tenggara Timur.

Sumber Kutipan: Buku Siswa Kelas V Tema 8 Subtema 1 “Lingkungan Sahabat Kita” 2017

Lampiran 8 :

OUTPUT SPSS 24 UJI NORMALITAS DATA Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Pre Test 25 100.0% 0 0.0% 25 100.0%

Post Test 25 100.0% 0 0.0% 25 100.0%

Descriptives

Statistic Std. Error

Pre Test Mean 68.60 3.007

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 62.39 Upper Bound 74.81

5% Trimmed Mean 68.17

Median 70.00

Variance 226.083

Std. Deviation 15.036

Minimum 50

Maximum 95

Range 45

Interquartile Range 28

Skewness .203 .464

Kurtosis -1.042 .902

Post Test Mean 79.40 2.048

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 75.17 Upper Bound 83.63

5% Trimmed Mean 79.61

Median 80.00

Variance 104.833

Std. Deviation 10.239

Minimum 60

Maximum 95

Range 35

Interquartile Range 10

Skewness -.268 .464

Kurtosis -.067 .902

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Pre Test .177 25 .042 .896 25 .015

Post Test .174 25 .050 .914 25 .038

a. Lilliefors Significance Correction

Lampiran 9 :

OUTPUT SPSS 24

UJI PAIRED SAMPLE T TEST

Paired Samples Statistics

Mean N

Std.

Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Pre Test 68.60 25 15.036 3.007

Post Test 79.40 25 10.239 2.048

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 Pre Test & Post Test 25 .495 .012

Paired Samples Test

Paired Differences

T df

Sig. (2- tailed) Mean

Std.

Deviation

Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pre Test -

Post Test

-10.800 13.360 2.672 -16.315 -5.285 -4.042 24 .000

Lampiran 10 :

Dokumentasi Poto Tes Awal Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Type Paired Storytelling

Dokumentasi Poto Siswa Saat Diberikan Tugas Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Type Paired Storytelling

Lampiran 11 :

Pedoman Observasi Awal Pembelajaran Keterampilan Berbicara Nama Sekolah : MI Nurul Qur’an

Hari/Tanggal :

Berilah tanda(√) pada kolom yang tersedia

No Aspek yang Diamati Ya Tidak Catatan

1 Proses Belajar

Satu kelas penuh pembelajaran keterampilan berbicara dipimpin oleh guru dengan

menstimulasi seluruh siswa

2 Diksusi Kelas

Pembelajaran keterampilan berbicara dilakukan dengan dialog atau debat tentang persoalan utama

3 Pengajuan Pertanyaan

Siswa aktif meminta penjelasan untuk mengembangkan keterampilan berbicara

4 Kegiatan Belajar Kolaboratif

Pemberian tugas dalam pembelajaran keterampilan berbicara dikerjakan secara bersama dalam kelompok

5 Pengajaran oleh teman sekelas. √

Pengajaran dilakukan oleh siswa sendiri untuk melatih keterampilan berbicara 6 Kegiatan Belajar Mandiri

Aktivitas belajar dilakukan secara perseorangan untuk mengembangkan keterampilan berbicara individu

7 Kegiatan Belajar Aktif

Kegiatan dalam pembelajaran keterampilan berbicara membantu siswa memahami perasaan, nilai-nilai, dan Sikap

8 Pengembangan keterampilan

Pembelajaran keterampilan berbicara dilakukan dengan mempelajari dan mempraktikan keterampilan baik teknis maupun non teknis

Keterangan : Ya : Muncul Tidak : Tidak muncul

Lampiran 12 :

Pedoman Observasi Penggunaan Model Pembelajaran Paired Storytelling

Nama Sekolah : MI Nurul Qur’an

Hari/Tanggal :

Berilah tanda(√) pada kolom yang tersedia

N o

Aspek yang Diamati Indikator Ya Tidak Catatan

1 KegiatanAwal

a. Berdoa Berdoa sebelum memulai pelajaran √ b. Apersepsi Pengajuan pertanyaan untuk

menggali pengalaman siswa dengan melatih keterampilan berbicara dikaitkan dengan materi yang akan dipelajari

2 KegiatanInti

a. Brain stroming Menggali penegtahuan siswa tentang topik yang akan dipelajari

b. Pembentukan kelompok Siswa dikelompokan secara berpasangan

c. Pembagian materi Guru membagi kan bahan kepada siswa. Bahan pertama akan diberikan kepada siswa pertama dan bahan kedua akan diberikan kepada siswa yang kedua

d. Tugas Siswa diberi tugas untuk membaca bahan yang telah didapat dan

mempunyai tugas untuk menceritakan kembali teks bacaan yang dibaca..

Teks cerita akan ditukarkan kepada pasangannya

Siswa berbicara didepan kelas untuk menceritakan kembali teks bacaan yang sudah dibaca sebelumnya didepan kelas secara berpasangan

Siswa memberikan pendapat Mengenai cerita tersebut

e. Konfirmasi Guru menjelaskan hal-hal yang belum dipahami siswa (penguatan)

3 Kegiatan akhir

a. Kesimpulan Membuat kesimpulan dengan melibatkan peran siswa terkait tentang keterampilan berbicara.

b. Tindak lanjut Merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya

Keterangan : Ya : Muncul

Tidak : Tidak muncul

Lampiran 13 : RPP 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : MI NURUL QUR’AN Kelas / Semester : V (Lima) / II

Tema 8 : Lingkungan Sahabat Kita Sub Tema 1 : Manusia dan Lingkungan Pertemuan ke : 1

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Hari / Tgl Pelaksanaan: ... / ...

A. KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR (KD) DAN INDIKATOR Bahasa Indonesia

3.8 Menguraikan urutan peristiwa atau tindakan yang terdapat pada teks nonfiksi 4.8 Menyajikan kembali peristiwa atau tindakan dengan memperhatikan latar

cerita yang terdapat pada fiksi.

Dokumen terkait