BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Dari data yang telah diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara yang telah dilakukan, peneliti dapat melakukan pembahasan, yakni:
Proses pembiayaan pensiun yang mudah dan cepat merupakan salah satu keunggulan pada produk pembiayaan pensiun di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu. Seperti bank lainnya, Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu juga memiliki tahapan dalam pengajuan pembiayaan pensiun yang harus dilalui oleh pemohon dari awal pengajuan sampai pencairan. Bapak Rangga Mangara sebagai retail marketing di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu menyatakan ada beberapa mekanisme pada produk pembiayaan pensiun yang diterapkan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu yaitu penawaran, collect data (pengumpulan data), analisis pembiayaan, keputusan, realisasi, pembayaran angsuran, dan maintenance.
1. Penawaran
Tahap ini adalah tahap dimana pembiayaan pensiun dipasarkan oleh pihak Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu. Seperti yang dijelaskan Bapak Rangga Mangara, penawaran yang diterapkan pihak Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu dilakukan dengan cara selalu mengupayakan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan mengadakan silahturahmi ke beberapa instansi seperti taspen, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan komunitas pensiun para PNS. Berdasarkan keterangan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan penawaran tersebut
53
merupakan peluang bagi Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu untuk menawarkan produk pembiayaan pensiun.
2. Collect Data (Pengumpulan Data)
Berdasarkan penjelasan Bapak Rangga Mangara di tahap ini pihak Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu akan mengumpulkan data berupa dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan untuk pengajuan permohonan pembiayaan pensiun oleh nasabah, yaitu nasabah yang akan mengajukan pembiayaan pensiun mengisi formulir permohonan pembiayaan pensiun serta menyerahkan syarat dan dokumen yang diperlukan seperti: fotokopi KTP pemohon dan pasangan, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi surat nikah/surat cerai, fotokopi NPWP, slip gaji pensiun atau buku tabungan pensiun, pas foto berwarna ukuran 3x4, fotokopi SK Pensiun, dan lain-lain. Persyaratan tersebut dapat diserahkan melalui marketing maupun datang langsung ke Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu. Menurut peneliti, proses ditawarkan oleh pihak Bank sudah sangat baik karena memberikan kemudahan bagi calon nasabah yang ingin melakukan pengajuan produk pembiayaan pensiun.
3. Analisis Pembiayaan
Setelah Staf Marketing pembiayaan pensiun menerima dokumen permohonan pembiayaan dan persyaratan dari nasabah, selanjutnya dilakukan pengecekan dokumen seperti identitas diri nasabah, keaslian SK Pensiun yang berfungsi sebagai jaminan, keaslian NPWP, keaslian slip gaji pensiun, usia pensiun, jangka waktu dan angsuran pembiayaan, serta
54
plafond pembiayaan. Kemudian pihak bank melakukan Bi Checking untuk mengetahui nasabah tersebut mempunyai pinjaman atau tidak. Selain itu, Staf Marketing pembiayaan pensiun melakukan investigasi atas kebenaran data yang disampaikan melalui wawancara kepada calon nasabah dan observasi langsung ke lapangan. Menurut peneliti, tahap ini merupakan tahap terpenting untuk menghindari kecurangan atau manipulasi data dari calon nasabah yang akan menjadi acuan terhadap diterima atau tidaknya pengajuan produk pembiayaan pensiun.
4. Keputusan
Branch Manager akan mengecek kembali dan memberikan keputusan pembiayaan. Apabila branch manager menyetujui permohonan tersebut, maka bank mengeluarkan SP3 (Surat Persetujuan Pemberian Pembiayaan) dan akan diteruskan ke tahap realisasi.
5. Realisasi
Tahap realisasi ini adalah tahap dimana dilakukan penandatanganan akad serta pencairan dana, kemudian akan mengurus beberapa hal untuk melengkapi permohonan pembiayaan tersebut. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Rangga Mangara bahwa penandatanganan akad dilakukan pihak bank dengan cara mendatangi rumah nasabah yang dilakukan oleh marketing pembiayaan pensiun. Dalam pencairan pembiayaan akan dimasukan ke dalam rekening nasabah, apabila nasabah belum mempunyai rekening tabungan Bank Syariah Mandiri, maka nasabah diwajibkan membuka tabungan terlebih dahulu.
55 6. Pembayaran Angsuran
Realisasi pembiayaan sudah dilakukan maka tahap selanjutnya adalah pembayaran angsuran yang dilakukan pihak pemohon.
7. Maintenance
Pada pembiayaan pensiun ini juga dilakukan maintenance untuk mengetahui apakah pembiayaan tersebut sudah sesuai dengan tujuan pemohon mengajukan pembiayaan. Selain itu, pihak bank akan melakukan pemantauan kepada nasabah dengan tujuan agar pembiayaan berjalan baik dan lancar sampai dengan lunas.
Tahapan-tahapan di atas merupakan mekanisme produk pembiayaan pensiun yang diterapkan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu.
Proses yang mudah dan cepat menjadi prioritas pihak Bank untuk mempertahankan produk pembiayaan pensiun ini. Kemudian Bapak Rangga Mangara juga menjelaskan kelebihan dari produk pembiayaan pensiun di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu ini berada di nilai pricing, yang mana angsurannya yang secara syariah menjadikan daya tarik dalam memancing minat nasabah untuk menggunakan produk pembiayaan pensiun.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat peneliti simpulkan bahwa mekanisme yang diterapkan pada produk pembiayaan pensiun di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu ini sangat cocok bagi para pensiunan yang rata-rata menginginkan kemudahan dalam angsuran yang bebas riba dan sesuai dengan syariat islam.
56
Produk pembiayaan pensiun ini selalu memiliki nasabah meskipun terjadi naik turun di setiap tahunnya. Walau demikian produk ini tetap menjadi salah satu produk unggulan yang paling banyak diminati di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibu Maulya Elsyanti salah satu Customer Service di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu. Dengan daya saing dan posisi penting di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu, pihak Bank terus memaksimalkan berbagai upaya dalam mempertahankan produk pembiayaan pensiun ini. Bank Syariah Mandiri melakukan upaya marketing baik secara langsung ataupun tidak langsung ke berbagai instansi dan masyarakat melalui promosi, pendekatan islami, edukasi, sosialisasi dan memanfaatkan berbagai media sosial.
Namun, dalam mempertahankan produk pembiayaan pensiun Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu tentu saja menemui berbagai kendala. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bapak Rangga Mangara selaku retail marketing bahwa kendala yang ditemui tersebut antara lain persaingan, loyalitas nasabah terhadap bank konvensional, paradigma masyarakat mengenai bank syariah dan bank konvensional, serta keterbatasan kantor unit.
1. Persaingan
Menurut peneliti persaingan merupakan hal yang tidak bisa dihindari pada dunia perbankan. Banyak bank konvensional dan bank syariah yang beroperasi di kota Bengkulu karena termasuk wilayah padat penduduk dengan jumlah pensiunan yang selalu ada di setiap tahunnya. Hal ini tentunya menyebabkan persaingan yang ketat antara bank yang satu
57
dengan bank yang lainnya untuk menarik antusias masyarakat disekitarnya khususnya para pensiunan. Selain itu, peneliti juga beranggapan bahwa setiap bank memiliki upaya masing-masing dalam meningkatkan jumlah nasabah dan mempertahankan produk unggulannya serta berlomba-lomba untuk memberikan kepuasan bagi calon nasabah maupun yang telah menjadi nasabah. Hal ini didukung dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Bapak Rangga Mangara bahwa Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu sendiri memiliki kompetitor yang datang dari bank konvensional dan bank syariah disekitarnya seperti bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Bengkulu, BNI Syariah, BRI Syariah, dan lain-lain. Salah satu bank yang menjadi kompetitor utama dari Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu adalah Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap). Sebagai anak perusahaan taspen yang merupakan lembaga penyalur para pensiun membuat bank ini lebih diunggulkan dalam persaingan pemasaran produk pembiayaan pensiun.
2. Loyalitas Nasabah terhadap Bank Konvensional
Kendala ini merupakan dampak dari persaingan bank syariah dan bank konvensional di kota Bengkulu yang mana sama-sama menawarkan produk pembiayaan pensiun. Peneliti berpendapat bahwa bank konvensional lebih unggul jumlah nasabahnya daripada bank syariah dikarenakan karena bank konvensional setiap tahun mengadakan undian untuk nasabahnya dengan nilai fantastis. Hal ini menjadi salah satu cara marketing bank konvensional dalam memikat nasabahnya. Selain itu, bank
58
konvensional sering menjadi sponsor dimana bank konvensional sering berkontribusi dalam beberapa event besar menjadi sponsor untuk sekedar memamerkan nama. Ditambah lagi, bank konvensional di Bengkulu memiliki lebih banyak kantor unit dan gerai ATM untuk akses ke daerah- daerah ketimbang yang dimiliki Bank syariah. Tentu saja hal tersebut menyebabkan bank konvensional lebih mudah diingat masyarakat ketimbang bank syariah. Oleh karenanya, hal tersebut pun menjadi tantangan bagi bank syariah untuk berinovasi kedepan mempertahankan loyalitas nasabah agar tidak ketinggalan dengan bank konvensional.
3. Paradigma masyarakat mengenai bank syariah dan bank konvensional Masyarakat masih banyak memiliki persepsi yang salah tentang bank syariah. Dari dulu masyarakat jauh lebih mengenal sistem bank yang berbentuk suku bunga ketimbang sistem bank bagi hasil. Secara visual dan analogis masih banyak masyarakat yang menafsirkan bank syariah adalah bank konvensional pada umumnya yang menggunakan dasar pembagian hasil di dalam mendistribusikan pendapatan yang diperoleh bank. Selain itu, anggapan yang kurang tepat lagi bank syariah dianggap hanya diperuntukkan untuk golongan umat tertentu, yang seakan-akan tertutup mengadakan transaksi dengan golongan umat yang lain. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perbankan syariah serta kurangnya sosialisasi bank syariah tentang produk pembiayaan pensiun yang dikelola dengan cara syariah menyebabkan masyarakat kurang memperdulikan keunggulan produk syariah dibandingkan dengan produk pada bank
59
konvensional. Beberapa anggapan dan persepsi yang tidak benar dari beberapa masyarakat dapat dipahami karena masih minimnya informasi dan pemahaman tentang bank syariah tersebut. Masih minimnya literatur, referensi dan karya tulis yang lain menyebabkan terbatasnya sosialisasi tentang informasi dan pemahaman bank syariah. Kesalahpahaman terhadap perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah menunjukkan belum meratanya sosialisasi informasi perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya. Banyak masyarakat yang belum memahami secara benar apa itu lembaga keuangan syariah, sistem yang dipakai, jenis produknya, serta apa keunggulan lembaga keuangan syariah bila dibandingan dengan lembaga keuangan konvensional.
4. Keterbatasan kantor unit
Di dalam pengenalan produk syariah ke daerah-daerah Bank Syariah Mandiri terkendala pada keterbatasan unit. Hal ini dapat menimbulkan kurangnya informasinya yang diperoleh masyarakat terkait produk syariah dari Bank Syariah Mandiri terutama produk pembiayaan pensiun.
Sebagaimana yang terlihat, jumlah kantor unit maupun gerai ATM bank konvensional di Bengkulu tersedia lebih banyak daripada bank syariah Mandiri. Hal ini, perlahan dapat menurunkan pamor dan mempengaruhi minat masyarakat terhadap bank syariah mandiri. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi untuk akses ke daerah sehingga diharapkan masyarakat menjadi lebih mudah untuk mengenal produk Bank Syariah Mandiri
60
seperti misalnya mengadakan program kegiatan sosialisasi produk perbankan syariah berkunjung ke daerah-daerah.
Kendala-kendala di atas dikhawatirkan akan menjadi penghambat bagi pihak Bank dalam mempertahankan produk pembiayaan pensiun. Oleh karena itu, pihak Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kendala-kendala tersebut demi mempertahankan produk pembiayaan pensiun.
Di samping itu, Bapak Rangga Mangara juga menjelaskan bahwa di dalam menunjang pemasaran produk pembiayaan pensiun Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu memaksimalkan promosi dan pemanfaatan media secara kontinu dan intensif baik melalui pembagian brosur maupun penggunaan media WhatsApp Blast, SMS Blast, Instagram, Youtube, Facebook ads dan lain-lain. Sehingga, dengan adanya pemanfaatan media ini masyarakat khususnya para nasabah ataupun calon nasabah produk pembiayaan pensiun tidak ketinggalan informasi. Selain itu, mereka dapat mengetahui produk pembiayaan pensiun di Bank Syariah Mandiri, dari mulai mekanisme, akad dan sistem yang digunakan, keunggulan yang dimiliki, serta keuntungan yang diperoleh melalui pembiayaan yang berbasis syariah dibandingkan sistem bunga yang ada di bank konvensional sehingga dapat merangsang dan mendorong pensiunan melakukan pembiayaan di Bank Syariah Mandiri.
Menurut peneliti, upaya yang dilakukan pihak Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu dalam mempertahankan produk pembiayaan
61
pensiun sudah sangat baik. Terlihat dari berbagai kendala yang di temui di lapangan, pihak bank menghadapi dan mengatasinya dengan langkah-langkah strategis yang sudah sangat sesuai dan tepat. Namun, peneliti berpendapat bahwa promosi yang dilakukan oleh pihak bank melalui media seperti WhatsApp Blast dirasa kurang tepat untuk dilakukan saat ini mengingat banyaknya penyebaran hoax yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang sering mengatasnamakan perusahaan. Sehingga, dikhawatirkan ada nasabah yang terkecoh ataupun yang dirugikan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut. Hal ini berbeda dengan SMS Blast dimana cara kerjanya mengirimkan informasi dengan menggunakan nama perusahaan langsung bukan dengan mencantumkan nomer telepon.
Selain itu, mekanisme produk pembiayaan pensiun yang diterapkan terlaksana dengan sangat baik. Proses yang mudah dan cepat menjadi prioritas pihak Bank untuk mempertahankan produk pembiayaan pensiun ini. Oleh karenanya, selayaknya pihak Bank terus berinovasi dan berupaya mempertahankan produk pembiayaan pensiun tersebut dengan tetap rutin melakukan promosi, edukasi, pendekatan islami, sosialisasi, kepada masyarakat dan berbagai instansi baik secara terjun langsung atau pemanfaatan media di kota maupun daerah. Mengingat adanya keterbatasan kantor unit Bank Syariah Mandiri di Bengkulu sehingga masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang Bank Syariah Mandiri beserta produk- produknya.
62
Ada baiknya pihak bank pun mengenal lebih jauh keadaan dan karakteristik masyarakat di Bengkulu baik di kota maupun daerah dengan tujuan melihat peluang yang ada serta membantu masyarakat agar lebih mudah memahami apa yang dijelaskan atau disampaikan oleh pihak Bank Syariah Mandiri terkait produk perbankan syariah terutama produk pembiayaan pensiun. Diharapkan melalui upaya pendekatan tersebut pihak Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu mampu meningkatkan daya saing, loyalitas nasabah, pemahaman dan ketertarikan masyarakat terhadap bank syariah terutama terkait produk pembiayaan pensiun dan produk unggulan lainnya baik di kota maupun di daerah.
63 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa:
1. Mekanisme produk pembiayan pensiun di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu yang harus dilalui oleh calon nasabahnya adalah Penawaran, Pengumpulan Data (Collect Data), Analisis Pembiayaan, Keputusan, Realisasi, Pembayaran Angsuran, Maintenance. Data tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan retail marketing Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu dan dibuktikan dengan penjelasan alur pengajuan produk pembiayaan pensiun di website resmi Bank Syariah Mandiri serta diperkuat dengan adanya skema alur pengajuan produk pembiayaan pensiun yang diperoleh dari staf Marketing Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu.
2. Kendala yang dihadapi Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu dalam mempertahankan produk pembiayaan pensiun adalah Persaingan, terutama persaingan dengan bank Mantap sebagai anak perusahaan Taspen yang merupakan lembaga penyalur para pensiunan yang lebih dahulu dikenal masyarakat; Loyalitas Nasabah terhadap Bank Konvensional;
Paradigma masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional;
dan Keterbatasan Kantor Unit. Pernyataan ini sesuai dengan kenyataan yang ada, dimana kantor Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu
64
hanya ada beberapa unit saja. Serta kemunculannya terbilang masih baru di masyarakat membuatnya masih kurang diminati.
B. Saran
1. Untuk lembaga agar terus menjalin kerjasama dengan berbagai instansi terkait sehingga memudahkan untuk mencari data nasabah produk pembiayaan pensiun. Selain itu terus memaksimalkan promosi, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait produk pembiayaan pensiun serta produk unggulan lainnya baik di kota maupun daerah melalui media maupun terjun secara langsung.
2. Untuk masyarakat agar terus mengikuti sosialisasi, edukasi, dan pendekatan yang dilakukan Bank Syariah Mandiri agar masyarakat lebih mudah memahami tentang produk pembiayaan pensiun.
3. Untuk peneliti selanjutnya agar skripsi yang penulis buat ini dapat menjadi bahan rujukan atau acuan dalam melakukan penelitian serupa berikutnya terkait produk pembiayaan bank syariah.
65
DAFTAR PUSTAKA
Al-Arif, M.Nur Rianto. Lembaga Keuangan Syariah. Bandung: CV. Pustaka Setia. 2012.
Ali, Hasan. Marketing dan Kasus-kasus Pilihan. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service). 2013.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta. 1990.
Baswori dan Suwendi. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
2008.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka. 2001.
Fadli, Muhammad. Strategi Pemasaran Pembiayaan Pensiunan Syariah (Studi Kasus Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Panglima Polim).
Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2018.
Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara. 2013.
Harahap, Sofyan S. dkk. Akuntansi perbankan syariah. Jakarta: LPFE Usakti.
2010.
Indrawan, Rully. Poppy Yaniarti. Metedologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Campuran. Bandung: Refika Aditama. 2014.
Ismail. Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana. 2013.
Jevita Merey Rangkung, Evaluasi Pencatatan dan Pelaporan Dana Pensiun Pada Dana Pensiun Pemberi Kerja (studi kasus pada PT.PLN Wilayah Suluttenggo). 2015.
Kasmir. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2012.
Khaerani, Sri. Strategi Bank Syariah Mandiri Cabang Mataram dalam Menjaga Loyalitas Nasabah. Mataram: UIN Mataram. 2018.
Koetler dan Keller. Manajemen Pemasaran I. Edisi 13. Jakarta: Erlangga. 2009.
Maisyaroh, Dina. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Mengajukan Pembiayaan Pensiun di PT. Bank Syariah Mandiri Area Pekanbaru. Pekanbaru: Universitas Islam Riau. 2019.
Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
66
Muhammad. Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. 2005.
Muhammad dan M.Hum. Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2016.
Ngajenan, Muhammad. Kamus Etismologi Bahasa Indonesia, Semarang: Dahara Prize. 2000.
Pangestika, Dian R.. Prosedur Pemberian Pembiayaan Pensiun di Bank Syariah Mandiri KC Ajibarang Banyumas Jawa Tengah. Purwokerto: IAIN Purwokerto. 2017.
Saeed, Abdullah. Bank islam dan bunga.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2008.
Sujarweni, V.W. Metode Penelitian. Yogyakarta: Paper Plane. 2014.
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. 2013.
Syafi’i Muhammad, Antonio. Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press. 2001.
Syafullah, M. Sandi A.U., dan Siska P.K. Pension Fund Product Marketing Strategy At PT. Bank Syariah Mandiri In Pontianak City, International Journal of Scientific and Technology (IJSTR), Volume 8, Issue 01. 2019.
Wawancara dengan Maulya Elsyanti selaku Customer Service Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu, wawancara pada hari Kamis tanggal 26 November 2020 pukul 10.30 WIB
Wawancara dengan Rangga Mangara selaku Retail Marketing Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkulu pada hari kamis tanggal 26 November 2020 pukul 14.30 WIB
Alamat Penting Dot Com, Profil BSM Kantor Cabang Bengkulu, dikutip dari https://alamatpenting.com/bank-syariah-mandiri-kc-bengkulu/, pada hari Minggu, tanggal 12 April 2020 Pukul 16.00 WIB.
Bank Syariah Mandiri, Sejarah BSM, dikutip dari https://www.syariahmandiri.co.id/tentang-kami/sejarah, pada hari Minggu, tanggal 12 April 2020 Pukul 09.55 WIB.
Bank Syariah Mandiri, Visi dan Misi BSM, dikutip dari https://www.syariahmandiri.co.id/tentang-kamij/visi-misi, pada hari Minggu, tanggal 12 April 2020 Pukul 16.30
Bank Syariah Mandiri, Tabungan BSM, dikutip dari https://www.syariahmandiri.co.id/consumer-banking/tabungan/tabungan- bsm# , pada hari Minggu, tanggal 12 April 2020 Pukul 16.40 WIB.