• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Menurut Hardiyansyah (2018) suatu pekerjaan bisa dikatakan efektif apabila mampu mencapai tujuan yang direncanakan sebelumnya dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Efektivitas merupakan keterkaitan antar output dengan tujuan, dimana semakin tinggi kontribusi output terhadap tujuan, maka semakin efektif pula organisasi, kegiatan ataupun program.

Efektivitas berfokus pada hasil, program, atau kegiatan yang dinilai efektif jika output yang dihasilkan dapat memenuhi tujuan yang diharapkan.

Hasil penelitian menunjukkan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan beserta PT. Surveyor Indonesia, PT. Sinar Jaya Megah Langgeng dan PT.

TKDN telah menerapkan konsep efektivitas dalam program Teman Bus melalui sosialisasi di berbagai media massa dan media sosisal serta melakukan berbagai upaya pengembangan agar terwujudnya pelayanan yang maksimal pada program teman Bus berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 139 ayat 1 dan pasal 158. Berdasarkan teori yang telah dikemukakan dan dikaitkan dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan beserta PT. Surveyor Indonesia, PT. Sinar Jaya Megah Langgeng dan PT. TKDN telah menerapkan konsep efektivitas sesuai dengan teori dan peraturan perundang-undangan yang telah dikemukakan diatas.

Adapun hasil penelitian berdasarkan teori dapat kita lihat pada penjelasan dibawah ini:

1. Pencapaian Tujuan

Kispriandari, (2018) menjelaskan bahwa konsep proses pencapaian

tujuan merupakan suatu kegiatan dengan memiliki tujuan dan menggunakan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, serta pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif memiliki arti bahwa pencapaian tujuan dilakukan dengan perencanaan. Kemudian Efisien berarti bahwa tugas terlaksana secara benar, terorganisasi dengan baik, dan berdasarkan dengan jadwal yang telah ditentukan.

Sedangkan menurut Duncan (1973) Pencapaian Tujuan adalah keseluruhan upaya pencapaian tujuan harus dipandang sebagai suatu proses.

Oleh karena itu, agar pencapaian tujuan akhir semakin terjamin, diperlukan pentahapan, baik dalam arti pentahapan pencapaian bagian-bagiannya maupun pentahapan dalam arti periodisasinya.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan telah memenuhi kriteria Pencapaian Tujuan dalam segi tujuan program yang dimana program Teman Bus bertujuan untuk pengembangan angkutan umum massal perkotaan yang mengedepankan kenyamanan, keamanan pengguna serta dengan pelayanan yang andal dan untuk mengurangi kemacetan di Kota Makassar. Serta dalam segi target atau sasaran, program Teman Bus dinilai telah tepat sasaran yang dimana target atau sasaran program ini adalah masyarakat pengguna angkutan umum dan pengguna kendaraan pribadi.

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan dan melihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian tujuan pada program Teman Bus belum berjalan dengan optimal, karena masih banyaknya kendala – kendala

operasional yang terjadi seperti rute yang dilalui kurang favorit dan adanya larangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang selain pada halte Teman Bus dan belum ada penyelesaian dari pemerintah. Oleh karena itu, peran pemerintah masih sangat dibutuhkan dalam program ini sehingga pencapaian tujuan berjalan dengan optimal.

Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan indikator pencapaian tujuan belum berjalan dengan optimal, sehingga dapat dikatakan cukup efektif.

2. Integrasi

Menurut Duncan, (1973) Integrasi adalah pengukuran terhadap tingkat kemampuan suatu organisasi untuk mengadakan sosialisasi, pengembangan atau upgrade sistem dan komunikasi dengan berbagai macam organisasi lainnya. Integrasi menyangkut proses sosialisasi.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses sosialisasi program Teman Bus dilakukan dengan mensosialisasikan ke masyarakat melalui media massa, media sosial, dan organda serta asosiasi angkutan. Hal ini ditujukan agar dapat menarik perhatian masyarakat untuk menggunakan layanan transportasi publik Teman Bus. Namun masih banyak ditemui masyarakat yang belum mengetahui tentang program Teman Bus.

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan dan melihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Surveyor Indonesia dalam melakukan pengembangan atau pembaharuan sistem pada program Teman Bus sudah dilakukan dengan baik, dimana PT. Surveyor Indonesia melakukan penambahan cctv agar keamanan dari pengguna layanan ini terjamin. PT

Surveyor Indonesia juga melakukan kerjasama dengan PT. TKDN dalam pengembangan aplikasi Teman Bus agar permasalahan – permasalahan terkait dengan aplikasi Teman Bus seperti kegagalan login akun, tidak sesuainya keberadaan bus di jalan dengan di aplikasi, dan permasalahan lainnya dapat di selesaikan dengan baik sehingga masyarakat mudah dan nyaman dalam menggunakan layanan transportasi ini. Serta dalam segi komunikasi antar organisasi sudah berjalan dengan baik, dimana pihak – pihak yang terlibat langsung dalam program ini sering berkomunikasi satu sama lain agar proses layanan dalam transportasi publik Teman Bus berjalan dengan baik.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari indikator Integrasi sudah cukup efektif.

3. Adaptasi

Menurut Richard M. Steers, (1985), adaptasi merupakan kemampuan suatu organisasi atau pegawai dalam perubahan yang terjadi di sekitar lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja serta dapat menyesuaikan diri agar mencapai tujuan kerja secara efektif. Komunikasi sangat penting dilakukan dalam kemampuan adaptasi sehingga memperlancar hubungan dalam berorganisasi.

Sejalan dengan pendapat Duncan (1973) Adaptasi, adalah kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan baru yang disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Adaptasi ialah proses penyesuaian agar dapat menyelaraskan sistem terhadap perubahan yang terjadi di

lingkungannya. Adaptasi berkaitan dengan peningkatan kemampuuan, sarana dan prasarana.

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan dan melihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meninjau aspek adaptasi dari segi sarana dan prasarana, terdapat beberapa masalah yaitu terkait persoalan pembangunan fasilitas halte permanen Teman Bus yang belum dibangun oleh pemerintah dan masih perlunya dikaji ulang rute setiap Koridor. Maka dari itu penting bagi pemerintah untuk membangun fasilitas halte permanen Teman Bus dan mengkaji ulang rute perjalanan Teman Bus di Kota Makassar agar memudahkan masyarakat menjangkau layanan ini dan masyarakat tertarik menggunakan layanan ini dan meninggalkan penggunaan transportasi pribadi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari indikator adaptasi tidak efektif.

79 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini yaitu berkaitan dengan efektivitas Efektivitas Program Transportasi Ekonomis Mudah Aman dan Nyaman (TEMAN BUS) Dalam Meningkatkan Pelayanan Transportasi Publik di Kota Makassar diukur menggunakan teori efektivitas yang dikemukakan oleh Dunchan yang terdiri dari pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Oleh karena itu, peneliti merumuskan kesimpulan sebagai berikut:

1. Dalam meninjau pencapaian tujuan peneliti menyimpulkan bahwa pencapaian tujuan pada program Teman Bus belum berjalan dengan optimal, karena masih banyaknya kendala – kendala operasional yang terjadi seperti rute yang dilalui kurang favorit dan adanya larangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang selain pada halte Teman Bus dan belum ada penyelesaian dari pemerintah. Oleh karena itu, peran pemerintah masih sangat dibutuhkan dalam program ini sehingga pencapaian tujuan berjalan dengan optimal.

2. Kemudian pada indikator kedua, yaitu integrasi yang menyangkut proses sosialisasi program Teman Bus. Proses sosialisasi program Teman Bus belum sepenuhnya berjalan dengan optimal. Dimana masih banyak ditemui masyarakat yang belum mengetahui tentang program Teman Bus. Hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan program Teman Bus yaitu menarik masyarakat pengguna angkutan umum dan pengguna kendaraan pribadi agar

beralih menggunakan Teman Bus.

3. Selanjutnya indikator yang ketiga yakni adaptasi, dalam meninjau aspek adaptasi ditemukan beberapa masalah, ialah persoalan pembangunan fasilitas halte permanen Teman Bus yang belum dibangun oleh pemerintah dan masih perlunya dikaji ulang rute setiap Koridor .

Dari ketiga indikator yang telah dianalisis, peneliti menyimpulkan bahwa program Teman Bus sebagai transportasi publik belum berjalan dengan efektif.

Meskipun segala pihak yang terlibat telah menciptakan dan mengembangkan layanan transportasi ini namun pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi belum mendukung pencapaian efektivitas suatu program.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan, maka peneliti mengajukan beberapa saran yang sekiranya dianggap perlu untuk dipertimbankan sebagai bahan masukan, sebagai berikut :

1. Berhubung dengan masih banyaknya kendala – kendala operasional yang terjadi seperti rute yang dilalui kurang favorit dan adanya larangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang selain pada halte Teman Bus, maka diharapkan pemerintah segera untuk menyelesaikan permasalahan operasional dengan melakukan koordinasi dengan PT. Surveyor Indonesia, PT. Sinar Jaya Megah Langgeng dan PT. TKDN, serta melakukan pengkajian ulang rute yang dilalui Teman Bus.

2. Dalam hal ini kepada Pemerintah, PT. Surveyor Indonesia, PT. Sinar Jaya Megah Langgeng dan PT. TKDN agar meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar

kehadiran program Teman Bus dapat diketahui oleh masyarakat. Dengan cara melakukan sosialisasi di kantor – kantor, sekolah, kampus – kampus, dan tempat keramaian, sehingga informasi tentang layanan ini dan informasi aplikasi Teman Bus dapat diketahui lebih banyak masyarakat.

3. Sehubungan dengan masalah ketersediaan halte permanen yang masih sedikit, oleh karena itu diharapkan agar pemerintah segera untuk menyikapi hal tersebut dengan membangun halte – halte permanen Teman Bus. Berhubung juga dengan adanya permasalahan parkir liar yang mengakibatkan kemacetan diharapkan kepada pemerintah dalam hali Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan Kota Makassar, dan Polrestabes Kota Makassar agar menindak atau menertibkan oknum – oknum yanga melakukan parkir liar dan memberikan sanksi kepada pelaku parkir liar di bahu jalan yang ada di Kota Makassar.

82

DAFTAR PUSTAKA

Adeliani, A. (2018). Efektivitas Pengelolaan Bus Rapid Transit Trans Tangerang.

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

BPS Kota Makassar. (2022). KOTA MAKASSAR DALAM ANGKA Makassar Municipality in Figures 2022. BPS Kota Makassar.

Bus, T. (2020). Teman Bus. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

https://temanbus.com/

Danim, S. (2004). Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok. Bengkulu : PT Rineka Cipta.

Dewi, N. U. (2017). Efektivitas Pelayanan Transportasi Publik (Studi Kasus : BRT Mamminasata) Universitas Hasanuddin Makassar.

Duncan, R. . (1973). Multiple Decision-Making Structures in Adapting to Environmental Uncertainty: The Impact on Organizational Effectiveness.

Human Relations.

Georgopolous, & Tannenbaum. (1985). Efektivitas Organisasi. Jakarta : Erlangga.

Gibson, I. (1997). Organisasi dan Manajemen Perilaku dan Struktur Proses.

Jakarta : Erlangga.

Gie, T. L. (1997). Ensiklopedia Administrasi. PT. Gunung : Jakarta.

Handoko, T. H. (2003). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.

Yogyakarta : BPFE.

Hardiyansyah. (2018). Kualitas Pelayanan Publik (revisi). Gava Media : Yogyakarta.

Hasugian, F. Y. (2020). Analisis Tingkat Efektivitas Trans Medan – Binjai – Deli Serdang (MEBIDANG) Sebagai Transportasi Publik Dalam Mengurangi Kemacetan di Kota Medan. Universitas Sumatera Utara Medan.

Ichsanoctama. (2013). Kemacetan Lalu Lintas.

Kispriandari, R. D. (2018). Konsep Proses Pencapaian Tujuan.

Mahmudi. (2005). Manajemen Kinerja Sektor Publik (1st ed.). Yogyakarta : Penerbit ITB.

Makmur. (2011). Efektivitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan. Bandung : PT Refika Aditama.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 63/KEP/M.PAN/7/2003, (2003).

Pasolong, H. (2010). Teori Administrasi Publik. Bandung : Alfabeta.

Rahmadana, M. F., Mawati, A. T., Siagian, N., Perangin-angin, M. A., Refelino, J., Tojiri, M. Y., Siagian, V., Nugraha, N. A., Manullang, S. O., Silalahi, M., Yendrianof, D., Sari, A. P., Supriadi, M. N., Sari, M. H. N., & Bahri, S. (2020).

Pelayanan Publik (J. Simarmata (ed.)). Yayasan Kita Menulis.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 22, (2009).

Undang - Undang Republik Indonesia No. 25, (2009).

Sari, E. (2007). Pertumbuhan Dan Efektivitas Organisasi: Mengelola Lingkungan Melalui Penyesuaian Struktur Organisasi. In A. Haris (Ed.), Seri Manajemen Organisasi (1st ed.). Jayabaya University Press.

Sedarmayanti. (2014). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta : Mandar Maju.

Septiani, M. (2019). Efektivitas Pengelolaan dan Operasional Angkutan Trans Siginjai di Provinsi Jambi. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Siagian, S. P. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Steers, M. R. (1985). Efektivitas Organisasi. Jakarta : Erlangga.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Supriyono. (2000). Sistem Pengendalian Manajemen. Jakarta : Erlangga.

Taufiqurokhman, & Satispi, E. (2018). Teori dan Perkembangan Manajemen Pelayanan Publik. Tangerang : UMJ Press.

Wini Mustikarani, & Suherdiyanto. (2016). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Di Sepanjang Jalan H Rais a Rahman (Sui Jawi) Kota Pontianak. Jurnal Edukasi, 14(1), 143–155.

84

LAMPIRAN

Wawancara dengan Kasi Sarana Prasarana dan Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan

Wawancara dengan PIC PT. Surveyor Indonesia Untuk Kota Makassar

85

Wawancara dengan Pramudi Teman Bus

86

Wawancara dengan Pengguna Teman Bus

87

Fasilitas Teman Bus

Kursi Prioritas AC (Air Conditioner)

Tombol Alarm Pengemudi Tempat Sampah, Alat pemadam kebakaran dan pintu darurat

88

Seat Belt CCTV dan Monitor Informasi

CCTV di belakang bus CCTV monitor, informasi Pramudi

89

90

91

92

93

94

95

96

97

98

99

100

101

102

103

Dokumen terkait