• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Penelitian tentang campur kode telah banyak dilakukan. Penelitian yang menjadi landasan dalam skripsi ini yaitu skripsi berjudul “Analisis Campur Kode dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburrahman El Shirazy” oleh Rini Maryani (2011).

Setelah dianalisis dengan analisis data dalam penelitian ini, maka diperoleh gambaran tentang wujud dan fungsi campur kode yaitu

1. Wujud campur kode berbentuk kata dalam tataran morfologi adalah satuan gramatikal yang bebas dan terkecil. Penulis menemukan 126 data yang terbagi menjadi dua yaitu dialog terdapat 33 data (26%) dan deskripsi 93 data (74%) dengan rincian bahasa Jawa 5 data (4%), bahasa Arab 6 data (5%), bahasa Jerman 2 data (1%), dan bahasa Inggris sebanyak 113 data (90%). Fungsi campur kode wujud kata terdiri dari menghormati lawan tutur 8 data (6%), kebutuhan kosakata 43 data (33%), menunjukkan keterpelajaran 56 data (45%), memudahkan menyampaikan maksud 14 data (11%), mempertegas sesuatu 3 data (2,5%), menunjukkan keakraban 2 data (1,5%), dan mengungkapkan ekspresi terdapat 1 data (1%).

2. Wujud campur kode berbentuk frasa adalah satuan gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih dan tidak memiliki unsur predikat. Penulis menemukan 50 data yang terbagi menjadi 2 yaitu dialog terdapat 14 data (28%) dan deskripsi 36 data (72%) dengan rincian bahasa Jerman 1 data (2%) dan bahasa Inggris 49 data (98%), penggunaan frasa bahasa Inggris lebih dominan karena menunjukkan pengarang yang lihai berbahasa Inggris. Fungsi campur kode wujud frasa terdiri dari kebutuhan kosakata 19 data (38%), menunjukkan keterpelajaran 23 data (46%), memudahkan menyampaikan maksud 2 data (4%), menghormati lawan tutur 1 data (2%), menunjukkan keakraban 2 data (4%), dan membicarakan suatu topik terdapat 3 data (6%).

3. Wujud campur kode berbentuk klausa adalah satuan sintaksis berbentuk rangkaian kata-kata yang berkontruksi predikatif, di dalam klausa ada kata atau frasa yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek,

sebagai objek, dan sebagai keterangan. Penulis menemukan 27 data yang terbagi 2 yaitu deskripsi 14 data (52%) dan dialog 13 data (48%) dengan rincian bahasa Arab 1 data (4%), bahasa Jerman 1 data (4%), dan bahasa Inggris 25 data (92%). Campur kode bentuk klausa bahasa Inggris lebih dominan karena pengarang mampu berbahasa Inggris dan lokasi kejadian cerita di Amerika Serikat yang menyebabkan terjadinya percakapan dalam bahasa Inggris. Fungsi campur kode klausa terdiri dari menunjukkan keterpelajaran 15 data (55%), membicarakan topik tertentu 6 data (22%), mencari jalan termudah menyampaikan maksud 3 data (11%), mempertegas sesuatu 1 data (4%), menunjukkan keakraban 1 data (4%), dan kebutuhan kosakata 1 data (4%).

4. Wujud campur kode berbentuk baster merupakan hasil perpaduan dua unsur bahasa yang berbeda yang membentuk satu makna. Penulis menemukan 7 data yaitu deskripsi 3 data (43%) dan dialog 4 data (57%) dengan rincian bahasa Arab 1 data (14%) dan bahasa Inggris 6 data (86%). Fungsi campur kode baster yaitu menunjukkan keterpelajaran 2 data (28%), memudahkan menyampaikan maksud 4 data (58%, dan kebutuhan kosakata terdapat 1 data (14%).

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan data tentang campur kode dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra sebagai berikut:

1. Campur kode dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra berjumlah 210 data. Campur kode dominan adalah campur kode bahasa Inggris, terdapat 193 data (92%), hal ini karena pengarang novel mampu berbahasa Inggris dan alur cerita novel ini berlokasi di Eropa hingga ke Amerika sehingga banyak menyebabkan tindak tutur berbahasa Inggris dan istilah-istilah bahasa Inggris lainnya.

Sedangkan campur kode bahasa Arab, Jawa, dan Jerman masing-masing 8 (4%), 5 (2%), dan 4 (2%) data. Campur kode terbanyak yaitu berwujud kata, terdapat 126 data (60%), yaitu 113 data (90) campur kode bahasa Inggris, 6 data (5%) campur kode bahasa Arab, 2 data (1%) campur kode bahasa Jerman, dan 5 data (4%) campur kode berbahasa Jawa. Campur kode berwujud frasa terdapat 50 data (24%), terdapat 1 data (2%) campur kode

bahasa Jerman dan 49 data (98%) campur kode bahasa Inggris. Campur kode berwujud klausa terdapat 27 data (13%), 1 (4%) campur kode bahasa Jerman, 1 (4%) data campur kode bahasa Arab, dan 25 data (92%) campur kode berbahasa Inggris. Campur kode berwujud baster 7 data (3%), 1 data (14%) campur kode berbahasa Arab dan 6 data (86%) campur kode berbahasa Inggris. Campur kode dalam penulisan novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra dapat dibagi menurut penggunaannya, yaitu bentuk deskripsi dan bentuk dialog. Dalam bentuk deskripsi cerita bertujuan menggambarkan latar, peristiwa, dan tokoh. Sedangkan, campur kode bentuk dialog bertujuan menyajikan percakapan tokoh atau antartokoh. Pada wujud kata, campur kode deskripsi terdapat 93 data (74%) dan bentuk dialog 33 data (26%), wujud campur kode frasa campur kode deskripsi sebanyak 36 data (72%) dan campur kode dialog 14 data (28%). Pada wujud klausa campur kode deskripsi terdapat 14 (52%) dan campur kode dialog 13 data (48%), campur kode wujud baster terdapat 4 data (57%) campur kode dialog dan 3 data (43%) campur kode deskripsi.

2. Fungsi yang melatarbelakangi terjadinya campur kode dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra adalah (1) menghormati lawan tutur, (2) kebutuhan kosakata, (3) menunjukkan keterpelajaran, (4) memudahkan menyampaikan maksud, (5) karena mempertegas sesuatu, (6) menunjukkan keakraban, (7) mengungkapkan ekspresi, dan (8) membicarakan suatu topik. Fungsi

campur kode dominan adalah menunjukkan keterpelajaran yang terdapat pada campur kode wujud kata sebanyak 56 data karena pengarang menunjukkan keterpelajarannya dalam berbahasa Inggris dan memudahkan menyampaikan maksud kepada masyarakat luas.

B. Saran

1. Penelitian ini membahas campur kode dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, sangat menarik campur kode yang terjadi dalam novel ini yaitu berupa serpihan-serpihan, baik itu kata, frasa, klausa, dan baster. Namun, campur kode bukanlah kebiasaan yang turut melestarikan bahasa Indonesia, penulis mengkhawatirkan campur kode bisa menggeser fungsi bahasa Indonesia.

Dalam beberapa kasus tertentu campur kode tidak dapat dihindari jika serpihan unsur asing atau daerah tidak memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia.

2. Penggunaan campur kode dalam penulisan novel dapat diterima dalam bentuk dialog, karena memang membutuhkan bahasa tulis atau lisan yang hidup. Namun, dalam bentuk deskripsi seorang penulis perlu berhati-hati agar tidak sekadar mencampurkan begitu saja ragam lisan (campur kode) ke dalam ragam tulis (sastra) dan lebih bersifat eksploratif dalam penggunaan basa tulis dan lisan (dialog). Hendaknya kita perlu berhati-hati dalam menggunakan bahasa Indonesia, terutama saat situasi formal yang mengharuskan untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama bagi semua pihak yang bergelut dalam dunia pendidikan bahasa dan sastra

Indonesia. Diharapkan pada penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian yang lebih luas lagi tentang kajian campur kode demi memperkaya salah satu khazanah mata kuliah sosiolinguistik.

Aslinda, Leni Syafyahya. 2007. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Reflika Aditama.

Azis, Siti Aida. 2012. Apresiasi dan Kajian Prosa Fiksi. Surabaya: Bintang.

Bloomfield, Leonard. 1995. Language. Jakarta: Gramedia.

Chaer, Abdul, dkk. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineke Cipta.

Depdiknas, Pusat Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ibrahim, Abdul Syukur, dkk. 2007. Sosiolinguistik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Jassin, H.B. 1985. Tifa Penyair dan Daerahnya. Jakarta: Gunung Agung.

Maryani, Rini. 2011. Analisis Campur Kode Dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburrahman El Shirazy. UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta:

Ilmu Tarbiyah.

Nababan, PWJ. 1993. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.

Rahardi, R. Kunjana. 2010. Kajian Sosiolinguistik Ihwal Kode dan Alih Kode.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Rahim, Rahman, dkk. 2013. Seluk Beluk Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta:

Romiz Aisy.

Rais, Hanum Salsabiela, dkk. 2014. Bulan Terbelah di Langit Amerika. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Rimang, Sitti Suwadah. 2011. Kajian Sastra dan Teori Praktik. Yogyakarta: Aura Pustaka.

Sibarani, Robert. 1992. Hakikat Bahasa. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Sumarsono, dkk. 2004. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.

Tim Penyusun FKIP Unismuh Makassar. 2014. Pedoman Penulisan Skripsi.

Makassar: Panrita Press.

Wardhaugh, Ronald. 2006. An Introduction to Sosiolinguitics Fifth Edition.

Oxford: Blackwell Publishing.

Widjojo, dkk. 2006. Teori dan Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: UPI Press.

LAMPIRAN II

Amerika dan Islam. Sejak 11 September 2001, hubungan keduanya berubah.

Semua orang berbondong-bondong membenturkan mereka.mengakibatkan banyak korban berjatuhan; saling curiga, saling tuding, dan menyudutkan banyak pihak.

Ini adalah kisah perjalanan spiritual di balik malapetaka yang mengguncang kemanusiaan. Kisah yang diminta rembulan kepada Tuhan. Kisah yang disaksikan bulan dan dia menginginkan Tuhan membelah dirinya sekali lagi sebagai keajaiban.

Namun, bulan punya pendirian. Ini untuk terakhir kalinya. Selanjutnya, jika dia bersujud kepada Tuhan agar dibelah lagi, itu bukan untuk keajaiban, melainkan agar dirinya berhenti menyaksikan pertikaian antarmanusia di dunia.

“Apa? Wajah Nabi Muhammad junjunganku terpahat di atas gedung ini? Apa- apaan ini! Penghinaan besar!” seruku pada Julia. Mataku hampir berair menatap patung di dinding Supreme Court atau Mahkamah Agung Amerika Serikat, tempat para pengadil dan terhukum di titik puncak negeri ini.

perjuangan hidup dan keadilan bagi sesama.

“Akulah buktinya, Hanum.”

Kisah petualangan Hanum dan Rangga dalam 99 Cahaya di Langit Eropa berlanjut hingga Amerika. Kini mereka diberi dua misi berbeda. Namun, Tuhan menggariskan mereka untuk menceritakan kisah yang dimohonkan rembulan.

Lebih daripada sekadar misi. Tugas mereka kali ini akan menyatukan belahan bulan yang terpisah. Tugas yang menyerukan bahwa tanpa Islam, dunia akan haus kedamaian.

LAMPIRAN I

Hanum Salsabiela Rais adalah putri kedua Amien Rais, lahir dan menempuh pendidikan di Yogyakarta hingga mendapat gelar Dokter Gigi dari Universitas Gadjah Mada, namun justru mengawali kariernya sebagai jurnalis dan reporter-presenter di Trans TV.

Tinggal di Australia selama 3,5 tahun bersama sang suami. Mengenyam pengalaman sebagai jurnalis dan video podcast film maker di Executive Academy Vienna, dan sebagai koresponden untuk detik.com selama 3 tahun.

Tahun 2013, dia terpilih menjadi duta perempuan mewakili Indonesia untuk Youth Global Forum di Suzuka, Jepang, yang dibesut Honda Foundation.

Buku Berjalan di Atas Cahaya mendapatkan apresiasi Buku dan Penulis Nonfiksi Terfavorit 2013 oleh Goodreads Indonesia. Film 99 Cahaya di langit Eropa 1 dan 2 yang skenario filmnya ditulis olehnya dan suami mendapatkan apresiasi dari 1,8 juta penonton versi filmindonesia.id. Film ini juga diputar di ajang Cannes, Bethesda Washington DC, dan Melbourne Film Festival.

Buku-bukunya yang telah diterbitkan, yaitu Menapak Jejak Amien Rais:

Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta (2010), 99 Cahaya di Langit Eropa (2011), Berjalan di Atas Cahaya (2013), dan Bulan Terbelah di Langit Amerika (2014). Sehari-hari menjabat sebagai direktris PT. Arah Dunia Televisi

teman perjalanan sekaligus penulis kedua buku ini.

Menamatkan pendidikan dasar hingga menengah di Yogyakarta, kemudian berkuliah di Institut Teknologi Bandung dan S-2 di Universitas Gadjah Mada; keduanya lulus dengan predikat cum laude.

Memenangi beasiswa dari pemerintah Austria untuk S-3 di WU Vienna, Rangga berkesempatan bertualang bersama istrinya menjelajah Eropa. Rangga mempresentasikan salah satu paper doktoralnya dalam Strategic Management Conference di Washington DC dan Roma, yang kemudian menjadi inspirasi kisah ini.

Pada 2010, ia menyelesaikan studinya dan meraih gelar doktor dalam bidang International Business & Management. Tercatat sebagai dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada dan Johannes Kepler University.

Rangga sebelumnya bekerja di PT Astra Honda Motor dan ABN AMRO Jakarta.

Kini dia menjabat sebagai Direktur Utama ADiTV (www.aditv.co.id), ketua umum Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Yogyakarta, dan Manager of Office of International Affairs FEB-UGM. Rangga dapat dihubungi melalui surel [email protected] dan Twitter @rangga_alma.

Dokumen terkait