• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

lapisan dan generasi dalam masyarakat, salah satunya adalah mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Makassar khususnya pada mahasiswa sosiologi angkatan 2012, fenomena dari mahasiswi sekarang tercermin dalam berpakaian dan berpenampilan yang terkadang berlebihan dalam memilih gaya untuk dirinya sendiri.

Sebagian besar mahasiswi mengaku memilih memakai pakaian yang sesuai dengan postur tubuh atau ketat karena merasa nyaman dan mereka menganggap bahwa busana muslimah, yang penting menutup aurat, tidak harus gombrong. Memakai busana ketat juga boleh, asal masih kelihatan sopan. Menurut mereka, bahwa orang itu yang penting pribadinya, bukan dilihat dari pakaiannya.

Sebaliknya, ada sebagian mahasiswi yang memahami seharusnya yang mengikuti trend mode, supaya tidak dikatakan kurang modis (kudis). Mereka pun enjoy memakai model baju yang dikenal dengan istilah “baju adik”. Model busanaini adalah baju ketat (press body), meskipun tetap berjilbab. Di dunia kampus, trend semacam ini bisa dikatakan sebagai model terkini. Model terakhir inilah yang ternyata banyak digemari mahasiswi Unismuh Makassar khususnya mahasiswa sosiologi angkatan 2012. Begitupun laki-lakinya, model stelan street dengan padanan celana body cut yang ketat, selalu menjadi fashion idola mereka. Bahkan tidak cukup itu saja, sebagian dari mereka biasanya melengkapi dandanannya dengan goresan make up yang tebal, eyesido, alis yang dikerok, lalu ditebali dengan pensil alis. Belum sempurna, bibir pun lalu dihias dengan lipstik warna-warni, badan disemprot parfum yang aromanya sangat lembut. Dadanan menor-lah yang ditampilkan, dan menampakkan trend ala selibritis.

Ada pun beberapa informan yang beranggapan bahwa mereka merasa tidak percaya diri jika tidak memakai “baju adik” (ketat). Dia berprinsip, biarlah mau

dibilang ikutan trend, yang jelas enjoy dan gaul. Menurutnya sah-sah saja seseorang memakai busana ketat apalagi mengikut trend, kalau hal itu dirasa lebih tepat dan dapat menyesuaikan mode, yang penting masih menutup aurat. Dengan jujur mengatakan enjoy-nya memakai baju ketat. Menurutnya, pakaian itu tergantung pada pribadinya masing-masing. Selain enyoy, kebiasaannya memakai baju ketat ini dikarenakan faktor cuaca. Menurut mereka di Makassar cuacanya panas, kalau pakai baju yang ombrong malah sumuk (cepat keluar keringat).

Ada pun anggapan dari mereka bahwa kebiasaan memakai baju ketat sudah sejak SMA, selain sebagai pakaian sehari-hari di rumah. Prinsipnya, yang penting memakai jilbab, dan yang penting dalam berbusana, harus mengikuti mode, dan tampil trendi. Sebab, tampil trendi dan mengikuti mode merupakan dambaan setiap perempuan.

Begitu pun anggapan dari beberapa informaan bahwa, sebagai seorang mahasiswi harus memperhatikan gaya berpakaian agar terlihat menarik. Bahkan mahasiswi menunjukkan gaya hidup dan selera fashion yang berbeda serta mengikuti trend masa kini agar tidak ketinggalan mode dari teman-teman yang lain. Pada saat mereka memilih jenis pakaian sesuai dengan selera mereka masing-masing.

Itulah anggapan sebagian mahasiswi Unismuh Makassar tentang berpakaian di kampus yang beragam. Fenomena campur-aduknya model busana yang digunakan sangat dipengaruhi dengan kultur, komunitas dan aktivitas keseharian mereka.

2. Faktor yang Mempengaruhi Cara Berpakaian Mahasiswa Sosiologi Angkatan 2012 di Universitas Muhammadiyah Makassar

Ragamnya pola berbusana mahasiswi Unismuh Makassar khususnya mahasiswa sosiologi angkatan 2012, tidak lepas dari beberapa faktor yang mendorongnya. Pertama, faktor kebiasaan. Mahasiswi yang terbiasa dengan pola berbusana ketat, maka akan merasa kerempotan jika harus beradaptasi dengan berganti model busananya. Kebiasaan juga akibat kuatnya patron client yang dipegang mahasiswi. Berbusana tentu saja dipengaruhi oleh teman-teman satu kost, kakak-kakak, ataupun saudara-saudaranya yang lain yang secara otomatis mereka pun akan menirunya.

Faktor budaya konsumerisme. Inilah yang tampaknya merambah mahasiswi termasuk mahasiswi sosiologi angkatan 2012 di Unismuh Makassar yang berpakaian gaul atau trendi dengan prinsip mengikuti mode. Karena budaya konsumerisme banyak mahasiswi yang tanpa pikir panjang langsung mengikuti mode busana-busana artis. Akibat tindakan asal-asalan dan kurang selektif ini, mereka tidak bisa mengidentifikasi bentuk tubuhnya, sehingga seringkali busana-busana yang mereka pakai tidak pas bahkan transparan.

Adapun beberapa informan yang beranggapan bahwa memakai celana jeans, dan memakai baju kaos oblong untuk terlihat gaul dan keren, juga perlu apalagi melihat kondisi atau keadaan kampus yang sebagian besar mahasiswanya terlebih laki-laki banyak yang mengenakan pakaian tersebut, bahkan menganngap biasa- biasa saja karena tidak diperhatikan oleh dosen.Namun karena tidak adanya sanksi aturan itu tidak diperhatikan mahasiswi.

Begitu pun dengan mereka yang memilih memakai rok mungil yang ketat dengan belahan yang tinggi, bahkan mereka memakai jilbab dengan berbagai macam corak dan warna yang mencolok, tipis dan juga pendek, serta dililit tidak karuan, memakai sandal, dan model pakaian yang menunjukkan bukan untuk pergi kuliah namun berkesan untuk pergi ke mall, pesta dan sebagainya karena merasa gengsi dengan orang lain

Itulah faktor-faktor yang memepengaruhi cara berpakaian mahasiswa sosiologi angkatan 2012 di Universitas Muhammadiyah Makassar, yaitu karena faktor kebiasaan, faktor budaya konsumerisme, faktor trend dan faktor tidak adanya sanksi pelanggaran dari para dosen, faktor teman dekat, faktor gengsi atau malas dan faktor lingkungan sekitar kampus.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan melalui hasil wawancara, observasi dan dokumenasi tentang etika berpakaian mahasiswa sosiologi angkatan 2012 di Universitas Muhammadiyah Makassar, maka dapat disimpulkan bahwa ditemukan alasan mahasiswi untuk berpakaian yang disesuaikan dengan postur tubuh, dan berpakain ketat serta trend atau modis di antaranya. Pertama, karena lebih cocok. Dengan berpakaian yang sesuai dengan postur tubuh dapat memberikan rasa nyaman tersendiri dalam diri mereka, merasa lebih cocok dan sesuai. Kedua, agar terlihat menarik. Sebagai seorang mahasiswi diharapkan untuk tampil semenarik mungkin. Apalagi tuntutan zaman melalui media massa dan teknologi untuk saat sekarang semua orang dituntut untuk berpenampilan semenarik mungkin. Ketiga, lebih percaya diri. Pakaian ketat dan bagus bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka. Artinya percaya diri bisa terbangun dengan pakaian yang seperti itu. Ketiga, mengikuti trend. Bagi mahasiswi menunjukkan kepada orang lain untuk melihat dan meniru gaya pakaian yang digunakan, dengan menciptakan gaya sesuai perkembangan fashion sekarang. Perubahan perkembangan zaman yang banyak ditiru oleh mahasiswi dalam berlomba-lomba untuk bisa mengikuti trend yang banyak menimbulkan model-model pakaian baru. Keempat, merasa berbeda dengan orang lain. Pakaian yang dipakai oleh mahasiswi pada dasarnya agar terlihat berbeda dengan orang

76

lain, dari segi berpenampilan menunjukkan bahwa mereka mempunyai alasan, cara dan tujuannya sendiri untuk terlihat berbeda dengan mahasiswi mahasiswi lainnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cara berpakaian mahasiswa sosiologi angkatan 2012 di Universitas Muhammadiyah Makassar di antaranya: Pertama, melihat kondisi atau keadaan kampus yang sebagian besar mahasiswa yang masih memakai pakaian bebas seperti memakai baju kaos oblong, celana jeans, pakaian yang ketat serta transparan. Kedua, faktor budaya konsumerisme. Inilah yang tampaknya merambah mahasiswi termasuk mahasiswi Unismuh Makassar khususnya mahasiswa sosiologi angkatan 2012 yang berbusana dengan prinsip mengikuti mode. Karena budaya konsumerisme banyak mahasiswi Unismuh yang tanpa pikir panjang langsung mengikuti mode terbaru dan modern atau bahkan busana-busana artis merasa. Ketiga, faktor kebiasaan. Kebiasaan terkait dengan lingkungan seperti kost, dan teman-teman dekat. Mahasiswi yang terbiasa dengan pola berbusana ketat, maka akan merasa kerepotan jika harus beradaptasi dengan berganti model busananya dan gengsi ketika memakai pakaian yang terlihat biasa.

Keempat, faktor gengsi dan kemalasan. Mereka merasa gengsi dengan teman kelas atau teman dekat serta merasa bosan ketika harus memakai baju kemeja terus. Kelima, Faktor Kurangnya penegakan sanksi. Tidak adanya sanksi pelanggaran busana dari dosen di Unismuh Makassar bagi mahasiswa yang memakai pakian bebas atau tidak sesuai dengan peraturan yang sudah disepakati bersama serta tidak diketahuinya peraturan akan berpakaian di Unismuh Makassar.

B. Saran

Adapun beberapa saran diantaranya:

1. Sebagai calon pendidik sudah seharusnya mahasiswa memperhatikan cara berpakaian yang baik dan benar di mana saja baik itu di kampus maupun di luar kampus agar bisa menjadi contoh yang baik dan mampu diteladani oleh anak didiknya kelak.

2. Mahasiswa harus mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk menurut tuntunan agama Islam

3. Bagi mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar 4. Bagi para dosen agar lebih memperhatikan dan membimbing mahasiswa

dalam berpakian di kampus.

5. Bagi pihak kampus untuk lebih mempertegas terhadap peraturan-peraturan yang dibuat terutama tentang busana muslim yang terdapat pada pasal 1 no 21.

DAFTAR PUSTAKA

Afrizal. 2014. Metode Penelitan Kualitatif Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta:

PT Raja Grafindo Persada.

Ansaruddin, 2015. Penerapan Nilai Agama Dalam Berinteraksi (Studi Deskriptif Mahasiswa Sosiologi Unismuh Makassar) Skripsi. Makassar. Unismuh Makassar. Tidak diterbitkan.

Arifin, Jamaluddin, Suardi, Syarifuddin, dan Risfaisal. 2015. Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Faiqoh. 2013. Gaya Berbusana Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Alumni Pondok Pesantren. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Gunawan, Imam. 2013. Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta:

Bumi Aksara.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1998. Pengertian Etika. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Moleong. J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhksin, Ali. 2011. Fungsi Busana, (online)

http://alimuhksiin.wordpress.com/2011/01/06/fungsi-busana/, diakses 28 Desember 2015.

Prastowo, Andi. 2014. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Poloma, Margaret M. 2007. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ritzer, George. 2013. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta:

Rajawali Pers.

Ruslan, Rosady. 2002. Etika Kehumasan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

79

Samawi, Muhammad Tijani. 2012. Menjawab Delapan Masalah Kontroversial.

Jakarta: Nur Al-huda.

Santoso, Budi. 2012. Definisi, Peran dan Fungsi Mahasiswa, (online) http://pamuncar.blogspot.co.id/2012/06/definisi-peran-dan-fungsi-

mahasiswa.html, diakses 28 Desember 2015.

Soekanto, Soerjono.2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alvabeta.

Sujarweni, V.Wiratna. 2014. Metodologi Penelitian Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: PT Pustaka Baru.

Surat Keputusan. 2012. Pola Umum Pembinaan dan Tata Tertib Mahasiswa.

Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 pasal 1. Tentang Pendidikan Tinggi. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

Wijaya. 2012. Etika Berbusana Mahasiswa STAIN Samarinda (Studi Kasus Terhadap Penerapan Keputusan Ketua STAIN Samarinda Nomor: 19 Tahun 2002 Tentang Etika Pergaulan dan Berbusana Mahasiswa STAIN Samarinda). Jurnal, Vol. IV No. 1, 2012.

Wikipedia Bahasa Indonesia. Pakaian, (online)

https://id.wikipedia.org/wiki/Pakaian, diakses 28 Desember 2015.

Zukarnain, dkk. 2014. Etika Profesi Keguruan. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Kelamin

1. TI Perempuan B

Saya kalau ke kampus memakai baju berlengan panjang tapi terkadang panjangnya cuma sampai siku aja, pakai rok panjang dan jilbab paris. semuanya pakaian yang saya gunakan ke kampus mulai dari jilbab sampai rok sesuai dengan ukuran badan saya seperti rok yang pas di badan, baju yang tidak terlihat besar yang selalu dimasukan ke dalam rok, dan jilbab yang diangkat ke atas bahu atau di lilit sesuai selera dan keinginan saya serta memakai sandal tinggi dengan sedikit dandanan. Saya merasa nyaman dengan cara berpakaian yang seperti itu karena dengan begitu saya merasa lebih percaya diri, lebih terlihat rapi, dan yang paling penting merasa nyaman aja ketika menggunakannya. Lagipula saya tidak suka memakai baju yang besar, rok yang lebar dan jilbab yang tebal dan besar karena tidak cocok sekali, tidak rapi, terlihat berantakan dan tidak sesuai dengan postur tubuh saya yang agak ramping.

Saya menerapkan cara berpakaian seperti iu sejak semester 5. Tanpa ada pengaruh dari siapa pun melainkan karena keinginan saya sendiri. Selama saya kuliah di Unismuh saya tidak pernah mendapat masalah apa-apa dalam hal berpakaian saya ini. Kalau soal perubahan dalam berpakaian pastinya ada, pakaian yang dulu mash terlihat biasa tapi sekarang lebih terlihat modis lah, apalagi soal sepatu yang berganti dengan sandal tinggi.

2. ST Perempuan D

Saya kalau ke kampus paling suka memakai baju berlengan panjang tanpa kerak dengan berbahan dasar sifon ditambah dengan jas kecil atau bleser di luarnya dengan sepatu tinggi. Saya merasa

pertama kali masuk di Unismuh sampai sekarang. Karena sudah terbiasa dengan cara berpakaian yang seperti itu ditambah lagi melihat teman-teman SMA dan ditambah teman kelas dekat saya kebanyakan terlihat keren dan cantik dengan pakaian mereka masing-masing yang lagi ngetren sekarang, apalagi teman- teman di luar kampus atau teman kost tidak pernah ketinggalan zaman dalam hal penampilan.

Tidak ada permasalahan. Kalau soal perubahan pastinya ada termasuk saya.

3. BT Laki-laki F

Saya kalau ke kampus memakai celana jeans yang dipadukan dengan baju kemeja lebih kelihatan keren di badan saya ketimbang celana kain dipadukan dengan baju kemeja. Saya semenjak semester 3 sudah tidak pernah memakai celana kain karena kelihatan seperti bapak-bapak apalagi dipadukan dengan baju kemeja.

Bahkan sering saya gunakan celana jeans ke kampus. Kalau soal perubahan pastinya ada seperti saya, dulu waktu masih maba saya sering menggunakan celana kain tapi semenjak semester tiga sudah beralih ke celana jeans karena melihat banyaknya mahasiswa khususnya laki-laki yang sebagaian besarnya memakai celana jeans dan baju kaos oblong. kalau untuk permasalahan saya tidak ada.

4. TM Perempuan D

Kriteria pakaian saya kalau ke kampus itu mamakai jilbab yang di angkat ke atas bahu dan terkadang diikat di belakang kepala, memakai baju yang pres dan di masukan ke dalam rok, rok panjang yang pres dengan sedikit belahan di belakangnya sampai lutut, dengan begitu saya merasa lebih percaya diri serta enjoy, dan merasa berbeda dengan yang lain,

oleh salah satu dosen karena rok saya yang katanya terlalu ketat dan kritikan dari teman-teman sendiri yang katanya rok saya yang makin hari makin ketat. Kalau soal perubahan pasti ada karena masa pakaian itu-itu terus yang dipakai, termasuk saya tetapi tetap terlihat pres di badan karena sudah terbiasa dengan pakaian yang seperti itu dan akan merasa kerepotan jika harus beradaptasi dengan memakai pakaian yang besar.

5. TLL Perempuan C

Saya kalau ke kampus biasanya memakai Saya kalau ke kampus biasanya memakai pakaian yang terlihat sedikit ketat dengan kata lain yang sesuai lah dengan postur tubuh saya yang langsing dengan jilbab yang selalu diikat di bagian belakang kepala, baju yang dimasukan ke dalam rok dan rok yang ada belahannya di belakang ditambah dengan sedikit dandanan yang menambah aura kecantikan saya, dengan pakaian yang seperti itu saya merasa nyaman dan lebih percaya diri dalam beraktifitas di kampus....Sebenarnya saya dulu waktu semester satu pakaian yang saya gunakan yang nda terlalu ketat tapi semenjak semester 5 uda sedikit berubah yaaaa seperti sekarang ini. Sejak semester 5. Saya sering dikritik oleh teman-teman kelas katanya rok yang saya gunakan makin hari makin ketat tapi saya tidak menghiraukannya dan cuma bisa tersenyum karena sudah terbiasa dengan pakaian yang pres di badan lagian susah kalau mau rubah penampilan.

6. SJ Laki-laki A

Saya kalau ke kampus paling simple memakai baju kemeja dan celana jeans yang sering saya gunakan ke kampus.

Saya mulai memakai celana jeans semenjak semester 2. Dari dulu sampai

lakinya rata-rata pakai celana jeans.

7. PW Laki-laki C

Saya kalau ke kampus memakai apa aja yang penting nyaman mau itu baju kemeja, celana jeans, baju kaos karena tidak ada masalah bagi saya yang penting panjang.

Saya berpakaian seperti itu semenjak semester dua karena melihat banyak teman-teman kelasku yang seperti itu justru lebih keren kalau pakai kaos dan celana jeans. Kalau untuk permasalahan tidak pernah ada.

8. TU Perempuan E

Pakaian yang saya gunakan ketika ke kampus itu yang sesuai dengan ukuran badan karena sangat cocok dan sesuai dengan postur tubuh saya yang kecil dan kurus ketimbang harus memakai pakaian yang nggombrang. Saya menerapkannya semenjak pertama kali masuk kuliah tanpa ada pengaruh dari siapa-siapa melainkan karena kemauan sendiri. Kalau perubahannya itu kalau dulu masih terlihat biasa-biasa saja tetapi sekarang lebih terlihat modis. Selama berkuliah saya tidak pernah mendapat masalah dari siapa pun terkait dengan pakaian yang saya kenakan.

9. TJI Perempuan E

Kriteria saya dalam berpakaian di kampus itu memakai baju berlengan panjang yang pas di badan dan dimasukan ke dalam rok dan terkadang di luar, pakai rok panjang yang sesuai dengan postur tubuh dan jilbab paris yang di angkat ke atas bahu.

Dengan begitu terlihat lebih cocok ketimbang harus memakai pakaian yang besar karena tidak sesuai di badan saya yang kecil dan juga pendek. Saya menerapkannya semenjak semester 4 lah.

Kalau untuk penampilan saya pernah dikritik oleh dosen karena rok saya yang katanya terlalu ketat.

kain dan baju kemeja.

11. HTI Laki-laki A

Kalau laki-laki itu tidak rempong termasuk saya. Saya kalau kuliah selalu memakai baju kemeja dengan baju kaos di dalamnya tanpa dikancing dan celana jeans. Saya merasa nyaman dan terlihat keren ketimbang memakai celana kain. Zaman sekarang mana ada mahasiswa yang pakai celana kain kalaupun ada palingan cuma beberapa orang saja.

12. BTL Perempuan G

Begini model jilbabnya. Saya pakai jilbab yang modelnya sebenarnya enggak terlalu repot kaya orang-orang gitu cukup jilbab saudiah aja atau jilbab paris, saya malah ngak pake ciput, nda pake daleman kerudung gitu, langsung aja pakai jilbab karena kalau paki lagi dalaman kerudung malah nda mau terbentuk jilbab saya.

Malu dong kalau pakai jilbab yang tidak terbentuk alias tertidur jilbabnya, makanya saya kalau pakai jilbab nda pernah pakai dalaman, uda gitu tergantung bahannya juga makanya saya juga nda suka kalau pakai jilbab besar. Kalau soal baju sukanya dimasukan ke dalam rok. Kalau dulu baju sering saya gantung ke luar tapi sekarang dimasukan ke dalam rok. Saya menerapkannya semenjak semester 6 dan tidak dipengaruhi oleh siapa-siapa tetapi karena kemauan saya sendiri

13. SJI Perempuan E

Kalau soal penampilan saya lebih mengarah kepada pakaian yang terlihat modis seperti baju panjang tanpa kerak dan rok yang tidak seperti digunakan teman-teman saya yang lain, saya lebih suka rok yang panjang tapi karet, jilbab saudiah yang diikat di belakang kepala dan tambahan kacamata putih besar, tas bermerek, sepatu tinggi serta dandanan pada wajah. Sejak pertengahan semester.

penampilan saya lebih mengarah kepada trend sekarang dengan mengoleksi pakain yang cocok dan terlihat modis di badan saya dan itu saya terapkan di kampus seperti memakai rok zaman sekarang yang panjang tapi karet. Tidak ada permasalahan.

14. AB Laki-laki D

Saya biasanya memakai baju kaos panjang berkerak, celana jeans bahkan memakai sandal ketika ke kampus karena merasa bosan dan malas kaalu harus memakai baju kemeja terus ke kampus. Saya berpakaian seperti ini semenjak semester 7. Dulu saya suka memakai celana kain dan baju kemeja tapi sekarang sudah tidak karena banyak teman-teman yang seperti itu lagipula tidak ada dosen yang memperhatikan cara berpakaian mahasiswa. Terkadang saya ditertawai dan ditegur sama teman tentang cara berpakaian saya yang katanya berantakan dan tidak rapi.

15. AF Laki-laki G

Saya termasuk orang yang tidak pernah pakai baju kemeja dan celana kain, saya lebih sering memakai baju kaos dan celana jeans. Memakai baju kemeja itu pun kalau masuk kuliah kalau selesai kuliah dibuka lagi karena panas kalau pakai baju panjang, lagian tidak ada dosen yang memperhatikan dan nyaman dengan pakaian itu. kalau soal penampilan saya tidak ada pengaruh dari siapa-siapa tapi karena kemauan sendiri.

16. MI Perempuan C

Kriteria pakaian saya kalau ke kampus itu mamakai jilbab yang di angkat ke atas bahu, memakai baju yang pres atau yang pas di badan saya dan rok panjang pres.

Tapi sekarang lebih suka memakai baju dengan dilapisi blejer levis di luarnya.

Saya termasuk orang yang tidak pernah

memperhatikan dan nyaman dengan pakaian itu. kalau soal penampilan saya tidak ada pengaruh dari siapa-siapa tapi karena kemauan sendiri.

18. AS Perempuan B

Kalau soal penampilan saya lebih mengarah kepada pakaian yang terlihat modis seperti baju panjang tanpa kerak dan dimasukan dalam rok. Sejak pertengahan semester. Kalau soal penampilan pastinya selalu berubah-rubah termasuk saya paling suka merubah penampilan, penampilan saya yang dulu dengan sekarang terlihat jelas, kalau dulu masih biasa-biasa aja dan kalau sekarang lebih terlihat modis. Tidak ada permasalahan.

19. SM Perempuan B

Kriteria pakaian saya kalau ke kampus itu mamakai jilbab yang di angkat ke atas bahu dan terkadang diikat di belakang kepala, memakai baju yang pres dan di masukan ke dalam rok, rok panjang yang pres dengan sedikit belahan di belakangnya sampai lutut. Kebanyakan berpakaian seperti itu di kampus ini.

Karena merasa lebih enjoy, lebih percaya diri, dan merasa berbeda dengan yang lainnya. Saya berpakaian seperti ini sejak dulu sampai sekarang ini. Kalau soal perubahan pasti ada karena masa pakaian itu-itu terus yang dipakai, termasuk saya 20. MR Perempuan F Kalau dulu pakaian saya yaaa seperti

teman-teman lain pakai baju kemeja rok panjang dan juga jilbab tapai kalau untuk sekarang lebih suka memakai pakaian panjang atau biasa dikenal longdrees tapi longdresnya karet seperti manset yang dilapisi dengan bleser di luarnya...

Sekarang semua orang harus terlihat menarik salah satunya yah melalui pakaian yang kita gunakan. Apalagi kita kan calon

Dokumen terkait