BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
pelayanan kepada masyarakat yang nantinya dapat dinikmati langsung oleh Publik. Karena pada dasarnya dana pada anggaran adalah dana publik sehingga dana tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
1.144.166.180.881.00 dan kemudian di tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi Rp 1.326.375.011.303.82.
3. Rasio Derajat Desentralisasi Fiska
Hasil dari perhitungan yang didapat menggunakan rasio derjata desentralisasi fiscal dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabe ini menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kota Makassar pada tahun 2019 Rp 1.624.776.235.586 dan mengalami penurunan di tahun 2020 yaitu 1.144.166.180.881.00 dan mengalami peningkatan di tahun 2021 sebesar Rp 1.326.375.011.303.82. Total Penerimaan Daerah Pemerintah Kota Makassar dari tahun 2019 (Rp 4.055.576.463.716.00) sampai dengan 2020 (Rp 3.469.163.140.080.00) terjadi penurunan karena terdapat penurangan Pendapatan Daerah yang teridiri dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah dari tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan di 2019-2020 di periode selanjutnya di tahun 2021 penerimaan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp 3.577.236.761.303.82.
4. Rasio Efisiensi Keuangan Daerah
Berdasarkan perhitungan pada table 4.4 diketahui bahwa Realisasi Belanja Daerah Kota Makassar dari tahun 2019 sampai dengan 2020 mengalami penurunan Rp 2.968.616.107.772.68 dimana terdapat belanja pegawai, barang dan jasa, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan, dan seluruh belanja modal mulai dari belanja tanah, peralatan, gedung, jalan dan asset tetap lainnya meningkat dari tahun sebelumnya.Sedangkan, di tahun 2021 Realisasi Belanja Daerah Kota Makassar mengalami peningkatan dari tahun sebelunya yaitu Rp 2.968.616.107.772.68.
Realisasi Penerimaan PAD kota makassar dari tahun 2019 sampai dengan 2020 juga mengalami penurunan,dan realisasi penerimaan PAD meningkat di tahun 2021. Rata-rata efisiensi keuangan daerah dari tahun 2019-2021 yaitu 96% dan berada pada kategori efisien.
5. Rasio Keserasian
a. Realisasi Belanja Operasi
Total realisasi belanja daerah yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, dan jasa, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, dan belanja keuangan mengalami penurunan di periode pertama pandemic covid-19 berlangsung. Pada tahun 2019 yaitu Rp 3.024.805.711.330.00,lalu pada tahun 2020 menjadi 2.969.436.720.332.00 dan di periode selanjutnya tahun 2021 meningkat menjadi 3.249.359.826.405.49.
b. Realisasi Belanja Modal
Berdasarkan dari hasil perhitungan pada table 4.6 diketahui bahwa realisasi total belanja daerah Pemerintah Kota Makassar dari tahun 2019 sampai dengan 2020 terjadi penurunan yang sangat drasitis. Karena terdapat pengurangan Belanja daerah yang terdiri dari : Belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 realisasi belanja modal yang terdiri dari belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung, belanja jalan, irigasi dan jaringan, serta beanja asset tetap lainnya mengalami penurunan yaitu sebesr Rp 1.119.500.011.164.00 ,lalu pada tahun 2020 (saat pandemic periode pertama) mengalami penurunan menjadi Rp 601.990.423.167.91, lalu di periode selanjutnya mengalami peningkatan pada tahun 2021 yaitu Rp 668.274.935.260.00
Berdasarkan hasil analisis penelitian dari (RAHMAWATI & KISWARA, 2022) menyimpulkan bahwa terjadi perbedaan signifikan sebelum dan semasa Covid 19 mengenai kinerja keuangan daerah pada rasio efektivitas PAD, rasio kontribusi pajak daerah pada PAD, dan rasio belanja modal. Sedangkan rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian keuangan daerah, dan rasio kontribusi retribusi daerah pada PAD disimpulkan tidak terjadi perbedaan signifikan mengenai kinerja keuangan daerah pemerintah provinsi sebelum dan selama Covid-19. Sedangkan hasil penelitian dari (Ariadi & Jatmika, 2021) menunjukkan bahwa kemandirian keuangan daerah menunjukkan bahwa mempunyai tingkat kemandirian yang sedang, indeks kemampuan belanja rutin menunjukkan bahwa proporsikemampuan PAD untuk membiayai belanja rutin masih dibawah 20% dari total belanja dan total Anggaran pemerintah daerah Provinsi Papua dan proporsi perkembangan untuk belanja rutin ditahun 2020 cukup signifikan dan total belanja pemerintah daerah Provinsi Papua justru mengalami peningkatan dimasa pandemi, demikian dengan proporsi perkembangan PAD.
63 PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan Analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan :
1. Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Makassar selama sebelum dan saat pandemi Covid-19 (tahun 2019-2021) jika dilihat dari Rasio Kemandirian Keuangan Daerah pada kategori Rendah sekali.
2. Kinerja keuangan Pemerintah Kota Makassar jika dilihat dari Rasio Efektifitas PAD berada pada kategori cukup efektif.
3. Kinerja Keuangan Pada Pemerintah Kota Makassar di lihat dari Rasio Desentralisasi Fiskal berada pada kategori Cukup.
4. Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Makassar jika dilihat dari rasio Efisiensi Keuangan Daerah berada pada kategori efisen.
5. Kinerja keuangan Pemerintah Kota Makassar jika dilihat dari Rasio keserasian dapat menunjukkan bahwa belanja operasi dan belanja modal belum seimbang. Karena Pemerintah Kota Makassar lebih memprioritaskan pengeluaran yang bersifat rutin dari pada pembangunan daerah.
6. Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Makassar mengalami penurunan di tahun 2020 (pandemi periode pertama) dari tahun sebelumnya yaitu 2019 (Sebelum pandemi), lalu mengalami peningkatan kinerja di tahun berikutnya yaitu 2021 dimana saat itu pandemi masih belangsung.
B. Saran
1. Pemerintah Kota Makassar sebaiknya mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana ekstern atau bantuan pemerintah pusat dan provinsi dengan cara mengelola pemungutan Pendapatan Asli Daerah secara spesifik, yaitu dengan memperbaiki sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah yang menjadi sumber yang dapat meningkatkan PAD sehingga potensi yang ada bisa dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kota Makassar.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sama diharapkan menggunakan lebih banyak rasio lagi sehingga hasil penelitiannya bisa lebih akurat.
Selain itu diharapkan untuk lebih rinci lagi dalam menganalisa kinerja keuangan pemerintah daerah
65
Albanjari, F. R., Prihatin, R., & ... (2021). Analisa Dampak Kebijakan Pemerintah Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia Pada Era Pandemi Corona Virus Disease-19.
… : Journal of Islamic …, 1(1),9–19.
http://journal.umpo.ac.id/index.php/MUSYROKAH/article/view/3851
Amelya, B., Nugraha, S. J., & Puspita, V. A. (2021). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pt Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk Sebelum Dan Setelah Adanya Pandemi Covid-19.
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen , Ekonomi , Dan Akuntansi ), 5(3), 534–551.Ariadi, W., & Jatmika, W. (2021). Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Papua Dimasa Pandemi Coved- 19.
Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 12(1), 11–15.https://doi.org/10.55049/jeb.v12i1.63
Covid-, D. M. P. (2020).
BNI Syariah Dan Bank Syariah Mandiri.https://doi.org/10.1905/iqtishadia.v7i2.3672
Devi, S., Warasniasih, N. M. S., & Masdiantini, P. R. (2020). The Impact of COVID-19 Pandemic on the Financial Performance of Firms on the Indonesia Stock Exchange.
Journal of Economics, Business, & Accountancy Ventura, 23(2).
https://doi.org/10.14414/jebav.v23i2.2313
Esomar, M. J. F., & Christianty, R. (2021). Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sektor Jasa di BEI.
Jkbm (Jurnal Konsep Bisnis Dan Manajemen), 7(2), 227–233. https://doi.org/10.31289/jkbm.v7i2.5266Frihatni, A. A., Sudirman, I., & Mandacan, F. (2021). Analisis Kinerja Keuangan Perhotelan Akibat Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(3), 2019–
2022. https://doi.org/10.36312/jime.v7i3.2125
Hidayat, M. (2021). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Dan Nilai Perusahaan Sebelum Dan Disaat Pandemi Covid 19 Comparison. Jurnal Akuntansi, 15, 9–17.
Onibala, A., Rotinsulu, T. O., Pingkan, I., & Rorong, F. (2021). DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN MINAHASA TENGGARA. In
Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah (Vol. 22,Issue 2).
Onibala, A., Rotinsulu, T. O., & Rorong, I. P. F. (2021). Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara.
Jurnal Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 22(2), 67–89.RAHMAWATI, F., & KISWARA, E. (2022). DAMPAK COVID-19 TERHADAP KINERJA
KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus Pada 34 Pemerintah Provinsi di Indonesia). 11,1–8. https://repofeb.undip.ac.id/10200/
Saputri, O., & Hannase, M. (2021). Pengaruh Indikator Makroekonomi Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Pada Masa Pandemi Covid-19.
Jurnal Tabarru’:Islamic Banking and Finance, 4(1),