BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SD Angakasa 1 Maros dengan menggunakan media boneka tangan (Hand Puppet). Penelitian tindakan kelas (Class Action Reaserch) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan, 3 kali pertemuan pada proses pembelajaran dan 1 kali pertemuan pemberian tes keterampilan menyimak dongeng. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 tepatnya pada bulan September sampai pada bulan
Oktober. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD Angkasa 1 Maros. Sebanyak 20 siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan (60%) dan 8 siswa laki-laki (40%). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng menggunakan media boneka tangan (Hand Puppet) pada siswa kelas II SD Angkasa 1 Maros.
Pada siklus I keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SD Angkasa 1 Maros masih tergolong rendah. Hal tersebut ditandai dari minat dan motivasi siswa yang rendah saat mengikuti proses pembelajaran menyimak dongeng. Siswa kurang memperhatikan saat peneliti menjelaskan materi. Sebagian siswa masih ramai dengan teman sebangkunya, ada yang sibuk dengan kegiatannya sendiri bahkan ada yang melamun. Siswa tidak bersemangat dan mengeluh ketika diberi tugas oleh peneliti untuk menentukan unsur-unsur interinsik dongeng dari dongeng yang di dengarkan.
Sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan ketika menyimak dongeng.
Siswa masih memerlukan bimbingan peneliti saat menyimak dongeng dengan baik. Beberapa siswa juga tidak dapat menyelesaikan soal tes keterampilan menyimak sampai waktu habis. Hal tersebut dibuktikan pada hasil menyimak dongeng siswa yang menunjukkan bahwa pada siklus I yang tuntas secara individual dari 20 siswa hanya 8 siswa atau 40% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada kategori rendah. Secara klasikal belum terpenuhi karena nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 64,5%.
Berdasarkan refleksi hasil observasi siklus I maka langkah selanjutnya adalah menentukan solusi perbaikan untuk tindakan pada siklus berikutnya agar tujuan penelitian dapat tercapai sesuai indikator keberhasilan yang telah
ditetapkan. Dengan meninjau dari kekurangan hasil menyimak dongeng siswa sebelumnya sehingga peneliti berinisiatif untuk memberi perlakuan yang berbeda pada pelaksanaan pembelajaran siklus berikutnya (Siklus II). Peneliti menggunakan media boneka tangan (Hand Puppet) saat menceritakan dongeng yang akan disimak siswa. Siswa tidak lagi belajar secara personal atau individu pada pertemuan pertama dan kedua, peneliti perlu mengubah gaya belajar siswa yang sebelumnya hanya belajar secara satu arah yakni peneliti dengan siswa. Pola pembelajaran satu arah atau dengan kata lain guru menerangkan di depan kelas sementara siswa mendengarkan penjelasan peneliti lalu mencatat penjelasan yang disampaikan. Metode yang demikian tidaklah ampuh dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Siswa perlu diberikan kesempatan untuk saling bertukar pendapat atau gagasan dengan teman sehingga melalui kegiatan tersebut siswa lebih mudah memaknai materi pembelajaran yang diajarkan dan diharapkan siswa dapat menentukan unsur-unsur interinsik dongeng yang didengarkan dengan tepat sehingga kesalahan-kesalahan itu bisa diminimalisir.
Melalui penggunaan media pembelajaran boneka tangan (Hand Puppet) tersebut sehingga pada siklus II minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sudah baik. Siswa sangat aktif dan bersemangat ketika proses pembelajaran berlangsung. Keaktifan siswa ditandai dengan keberanian siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami kepada peneliti. Sebagian besar siswa sudah memperhatikan peneliti saat menjelaskan materi dan mendongeng. Tingkat pemahaman siswa terhadap dongeng sudah mengalami peningkatan.
Siswa sangat antusias saat menyimak dongeng dengan media pembelajaran boneka tangan (Hand Puppet). Siswa bersemangat dan tidak mengeluh ketika mendapatkan tugas untuk menentukan unsur-unsur interinsik dongeng. Siswa sudah berani bertanya kepada peneliti saat mengalami kesulitan selama menyimak dongeng. Siswa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyimak dongeng dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil menyimak dongeng siswa mengalami peningkatan dimana pada siklus II dari 20 siswa terdapat 18 siswa atau 90% telah memenuhi KKM dan secara klasikal sudah terpenuhi yaitu nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 81% atau dalam kategori baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada setiap siklus dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil karena 85% dari jumlah siswa sudah mencapa nilai minimal yang ditetapkan yaitu ≤ 70 . sehingga penelitian ini dihentikan pada siklus II.
100 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, diketahui bahwa keterampilan menyimak siswa kelas II SD Angkasa 1 Maros pada siklus I berada dalam kategori rendah yaitu dari 20 siswa hanya 8 siswa atau 40% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 64,5. Meningkat menjadi kategori tinggi pada siklus II yaitu 18 siswa atau 90% dari 20 siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 81. Terjadi pula peningkatan hasil observasi proses pembelajaran menyimak dongeng siswa kelas II SD Agkasa 1 Maros pada setiap aspek yang dinilai. Pada aspek kehadiran siswa jumlah rata-rata mencapai 14.3 (71.5%) pada siklus I meningkat menjadi 18 (90%) pada siklus II, aspek perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran jumlah rata-rata mencapai 13.6 (68%) pada siklus I meningkat menjadi 16.3 (81.%) pada siklus II, aspek keaktifan siswa jumlah rata-rata mencapai 9.6 (48%) pada siklus I meningkat menjadi 15.3 (76.5%) pada siklus II, aspek antusias siswa dalam pembelajaran jumlah rata-rata mencapai 11 (55%) meningkat menjadi 16 (80%) pada siklus II, aspek keberanian siswa dalam bertanya jumlah rata-rata mencapai 5 (25%) pada siklus I meningkat menjadi 12.6 (63%) pada siklus II, dan aspek siswa menjawab pertanyaan jumlah rata-rata mencapai 5 (25%) pada siklus I meningkat menjadi 13.3 (66.5%) pada siklus II.
Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tangan (Hand Puppet) dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SD Angkasa 1 Maros.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti menyarankan beberapa hal demi keberhasilan dalam pembelajaran menyimak dongeng sebagai berikut:
1. Peneliti
Media pembelajaran mempunyai peran penting dalam pembelajaran khususnya keterampilan menyimak dongeng, oleh karena itu, sebaiknya peneliti dalam pembelajaran menyimak dongeng menggunakan salah satu media pembelajaran sebagai penunjang pembelajaran salah satunya media boneka tangan (Hand Puppet).
2. Siswa
Untuk menunjang keterampilan menyimak dongeng, sebaiknya siswa lebih banyak berlatih menyimak dan membiasakan diri untuk membaca.
Dengan kebiasaan membaca, siswa akan memperoleh banyak pengetahuan dan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk menceritakan kembali isi dongeng yang didengarkan. Selain itu dengan terbiasa membaca, maka siswa akan memiliki pembendaharaan kata yang banyak.
3. Sekolah
Untuk memperbaiki mutu pendidikan, sebaiknya sekolah menyediakan salah satu media atau alat peraga pembelajaran seperti LCD.
102
DAFTAR PUSTAKA
Arief , Sadiman. 2015. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arikunto, Suharsimi. 2018. Metode Perosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Aqib & M. Chotibuddin. 2018. Teori dan Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yogyakarta: CV Budi Utama.
Daryanto. 2018. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Faizah, Nur. 2019. Penggunaan Media Boneka Tangan (Hand Puppet) Dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas II MI Tarbiyatul Hasanah. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Universitas Islam Negeri Walisongo.
Fakhrudin, Ali & Arini Uly Inayati. 2015. Pengembangan Media Boneka Tangan Pada Tema Lingkungan Kelas II SD Negeri 02 Medayu Kabupaten Pemalang. Skripsi tidak diterbitkan. Pemalang. FKIP : Universitas Islam Negeri Walisongo.
Fitriyani, Slamet.2017. Fungsi Pelaku dan Dongeng Binatang . Skripsi tidak diterbitkan. Semarang. Fakultas Bahasa dan Seni : Universitas Negeri Semarang.
Gusal, La Ode. 2015. Nilai-nilai Pendidik Dalam Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara KArya La Ode Sidu. Jurnal Humanika, 3(15) : 9.
Habsari, Zakia.2017. Dongeng Sebagai Pembentuk Karakter Anak. Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 1(1) : 23.
Haqimurosyad, A., Iswara, P.,& Aeni, A. 2017. Penerapan Teknik Think-Pair- Share untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa pada Materi Cerita Peristiwa. Jurnal Pena Ilmiah, 2(1) : 105
Hijriyah, Umi. 2016. Menyimak Strategi dan Implikasinya Dalam Kemahiran Berbahasa. Lampung. Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 1(1) : 23.
103
Ibda, Fatima. 2015. Perkembangan Kognitif : Teori Jean Piaget. Jurnal Intelektualita. 1(3) ; 32.
Istiqomah, Titik Nur. 2015. Penagaruh Penggunaan Media Boneka Tangan Terhadap Kemampuan Menyimak Dongeng Siswa Kelas II SD Negeri Kota Gede 3 Yogyakarta. Skripsi tidak ditebitkan. Yogyakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Khoir, Ummu. 2015. Penggunaan Media Boneka Dalam Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas II Di Sekolah Dasar. Skripsi tidak diterbitkan. Mojokerto : FKIP : Universitas Negri Mojekerto.
Kurniasih, Sani. 2015. Strategi Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.
Mariana, Siti & Enny Zubaidah. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Boneka Tangan Terhadap Keterampilan Bercerita Siswa Kelas V SD SE-Gugus 4 Kecamatan Bantul. Jurnal Prima Edukasia, 3 (4) :168.
Mulyatiningsih, Endah. 2015. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan.
Bandung. Alfabeta.
Nurcahyati, Beta. 2018. Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Metode KWL pada Siswa Kelas V. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(7) : 2.
Nofiyanti, Rizki Indah. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Tipe Cooperative Tipe Script dengan Bantuan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Kelas III SDMuhammadiyah 1 Lampung.
Skripsi tidak diterbitkan. Lampung : FKIP Universitas Negri Islam Raden Intan Lampung.
Pebriana, Putri Hana. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan motivasi belajar Matematika Siswa kelas V SDN 009 Bangkinang. Jurnal Pendidikan Matematika. 1(2), : 768
Pebriana, Putri Hana. 2017. Analisis Kemampuan Berbahasa dan Pemahaman Moral Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Mendongeng. Jurnal PAUD, 1(2) :143.
Purwati, Eni. 2016. Optimalisasi Pendidikan Islam Melalui Pembelajaran Berbasis Cara Kerja Otak. Jurnal Studi keislaman, 2(1) : 88 – 92.
104
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2015. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahayu, Endang Muji. 2018. Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Seni Musik Pada Materi Notasi Balok Melalui Alat Peraga Lambang Notasi Balok. Jurnal Pendidikan, 6(24) : 111.
Rita, Eka Izzaty. 2018. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Rukiyah. 2018. Dongeng, Mendongeng, dan Manfaatnya. Jurnal ANUVA, 2(1) : 102-104.
Resti, Diah Annisa. 2018. Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Media Boneka Tangan. Jurnal Pendidikan, 7(31) : 13.
Sari, Pusvyta. 2019. Analisis Terhadap Krucut Pengalaman Edgar Dale dan Keragamaan Gaya Belajar untuk Memilih Media yang Tepat dalam Pembelajaran. Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(1) : 61.
Sudijono, Anas. 2015. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Remaja Cipta.
Sufanti, Main. 2018. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Sugiyono. 2017. Motode Penelitian dan Pengembangan.Bandung: Alfabeta Sugiyono.2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Solihudin, Ichsan. 2016. Hyponosis For Parents. Bandung : PT. Mizan Pustaka.
Tarigan, Henry Guntur. 2015. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Penerbit Angkasa.
Usman, Misnawati. 2018. Pengaruh Media Audio terhadap Kemampuan Menyimak Bahasa Jerman Mahaasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Makassar. Indonesian Journal of Education Studies, 21(2): 174.
105
Wahyuddin, Wisrawaty. 2016. Kemampuan Menentukan Isi Cerita Rakyat Siswa Kelas X SMAN I Raha. Jurnal Bastra, 1(1) : 5.
Widowati, Diah Ayu. 2016. Pengaruh Media Boneka Tangan Terhadap Keterampilan Menyimak Cerita Kelas II B SD Negeri Margoyan. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 27(5): 2.581.
Wiriaatmadja, Rochiati. 2015. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi aksara.
Witasari, Rinesti. 2018. Analisis Perkembangan Kognitif. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman. 9(1) : 71.
106
L A M
P
I
R
A
N
107
Lampiran 2 : HASIL OBSERVASI SISWA SIKLUS I
Rekapitulasi hasil observasi siswa pada proses pembelajaran keterampilan menyimak dongeng Siklus I
Subyek
Siklus I Aspek yang Dinilai Kehadiran siswa
Perhatian siswa dalam
mengikuti pembelajaran
Keaktifan siswa
Antusias siswa dalam pembelajara
n
Keberanian siswa dalam bertanya
Siswa menjawab pertanyaan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 - √ √ - √ √ - - √ - √ - - - √ - - √
2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ - √ - -
3 √ √ - √ √ - - - - - - - - - - - - -
4 √ √ - - √ - - - - - - - - - - - - -
5 √ - √ - - √ - - - √ - √ - - - - - √
6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ - - √ -
7 - √ √ - √ √ - √ - - - - - - √ - - √
8 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - - √ - √ -
9 - - √ - - √ - - - - - - - - - - - -
10 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ - - √ -
11 - - √ - - √ - - - - - - - - - - - √
12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - - √ - √ -
13 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ √ -
14 - - √ - - √ - - √ - - √ - - - - - √
15 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - - - √
108
16 - √ - - √ - - - - - √ - - - - - - -
17 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √
18 √ - √ √ - √ - - - - - √ - - - - - -
19 √ - √ √ - √ - - √ √ - √ - - √ - - -
20 - √ - - √ - - √ - - √ - - - - - - -
Jumlah 13 14 16 11 14 16 8 10 11 10 11 12 3 5 7 3 5 7 Rata-
rata 14,3 13,6 9,6 11 5 5
% 71,5% 68% 48% 55% 25% 25%
109
Lampiran 3 : HASIL OBSERVASI SISWA SIKLUS II
Rekapitulasi hasil observasi siswa pada proses pembelajaran keterampilan menyimak dongeng dengan menggunakan media boneka tangan (Hand Puppet) Siklus II
Subyek
Siklus II Aspek yang Dinilai Kehadiran siswa
Perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran
Keaktifan siswa
Antusias siswa dalam pembelajaran
Keberanian siswa dalam bertanya
Siswa menjawab pertanyaan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √
2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ √
3 √ √ √ - √ √ √ √ - √ √ √ √ √ √ - √ √
4 √ √ √ √ √ - √ √ √ - √ √ √ √ √ √ √ √
5 √ √ √ √ - √ √ √ √ √ - √ √ - √ - √ √
6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √
7 √ - √ - √ - - √ √ - - √ - - √ √ - -
8 √ √ √ √ √ √ √ - √ - √ √ √ √ - √ √ √
9 √ √ √ √ - √ - √ √ - √ √ - - √ - √ √
10 √ √ √ - √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ - √ √
11 √ √ √ √ √ √ - √ √ - √ √ - √ √ - √ √
12 √ √ √ √ √ √ √ - √ √ √ √ - - √ - √ √
13 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ - √ √ √ √ -
14 - - √ - - √ - - √ - √ - - - √ - - √
110
15 √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ √ √ √ - √ √ √
16 - √ √ - √ √ - √ √ - √ √ - - √ - - √
17 √ √ √ √ √ √ √ - √ √ √ √ - √ √ √ - √
18 √ √ √ √ √ √ - √ √ - √ √ - √ - √ - √
19 - √ √ √ √ √ - √ √ √ √ √ - √ √ - - √
20 - √ √ - √ √ - √ √ √ √ √ - √ √ - √ √
Jumlah 16 18 20 14 17 18 12 16 18 12 17 19 8 14 16 8 14 18 Rata-
rata 18 16.3 15.3 16 12.6 13.3
% 90% 81,5% 76,5% 80% 63% 66.5%
111
Lampiran 4 : HASIL PENILAIAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG SIKLUS I Hasil Penilaian Lembar Kerja Siswa Keterampilan Meyimak Dongeng Siklus I
No Komponen Jumlah
Skor Nilai Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 6 60 Tidak Tuntas
2 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 7 70 Tuntas
3 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
4 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
5 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
6 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7 70 Tuntas
7 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 5 50 Tidak Tuntas
8 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 7 70 Tuntas
9 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 6 60 Tidak Tuntas
10 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 7 70 Tuntas
11 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
12 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 7 70 Tuntas
13 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 80 Tuntas
14 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
15 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 80 Tuntas
16 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
17 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 8 80 Tuntas
18 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
112
19 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 6 60 Tidak Tuntas
20 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
Jumlah 20 19 18 20 15 14 11 7 4 3 130 1.300
Tidak Tuntas Rata-rata 1 0,95 0,9 1 0,75 0,70 0,55 0,35 0,20 0,15 6,5 65
113
Lampiran 5 : HASIL PENILAIAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG SIKLUS II Hasil Penilaian Lembar Kerja Siswa Keterampilan Meyimak Dongeng Siklus II
No Komponen Jumlah
Skor Nilai Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 8 80 Tuntas
2 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 8 80 Tuntas
3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 90 Tuntas
4 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 80 Tuntas
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 90 Tuntas
6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 90 Tuntas
7 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
8 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 80 Tuntas
9 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 80 Tuntas
10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 90 Tuntas
11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 80 Tuntas
12 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8 80 Tuntas
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 90 Tuntas
14 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 6 60 Tidak Tuntas
15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 90 Tuntas
16 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 7 70 Tuntas
114
17 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9 90 Tuntas
18 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 8 80 Tuntas
19 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 8 80 Tuntas
20 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8 80 Tuntas
Jumlah 20 20 20 20 19 18 17 16 8 4 162 1.620
Tuntas Rata-rata 1 1 1 1 0,95 0,90 0,85 0,80 0,40 0,20 8,1 81
115
Lampiraan 6 : PERBANDINGAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DARI SIKLUS I KE SIKLUS II
Subyek Nilai siklus I Nilai Siklus II Peningkatan
1 60 80 20
2 70 80 10
3 60 90 30
4 60 80 20
5 60 90 30
6 70 90 20
7 50 60 10
8 70 80 10
9 60 80 20
10 70 90 20
11 60 80 20
12 70 80 10
13 80 90 10
14 50 60 10
15 80 90 10
16 60 70 10
17 80 90 10
18 60 80 20
19 60 80 20
20 60 80 20
Jumlah 1.290 1.620 330
Rata-Rata 64,5 81 16,5
116
Lampiran 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS II SEMESTER 1
OLEH :
REZKITA MUTIA ANGRANA ANSAR 105401117016
SD ANGKASA 1 MAROS
117
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Siklus I)
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Angkasa 1 Maros Kelas/ Semester : II (Dua)/ 1
Pelajaran : Bahasa Indonesia Tema : Hewan dan Tumbuhan Alokasi Waktu : 4 x 35 menit
A. Standar Kompetensi (SK) : Mendengarkan
5. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan.
B. Kompetensi Dasar (KD) : Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator
Kompetensi Dasar Indikator 5.1 Menyampaikan pesan pendek yang di dengarnya kepada orang lain
5.2.1 Menuliskan judul dongeng, tokoh-tokoh yang berperan dalam cerita, perwatakan dan setting cerita dongeng yang didengarkan.
5.2.2 Menjelaskan pesan moral/
nilai yang terkandung dalam cerita.
5.2.3 Menceritakan Kembali deongeng yang didengarkan menggunakan boneka tangan (Hand Puppet).
118 C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah menyimak cerita “Gajah yang Sakit”, siswa mampu menuliskan judul dongeng, tokoh-tokoh yang berperan dalam cerita, perwatakan dan setting cerita dongeng yang didengarkan tokoh-tokoh yang berperan dalam cerita dengan benar.
2. Setelah menyimak cerita “Gajah yang Sakit”, siswa mampu menjelaskan pesan moral/ nilai yang terkandung dalam cerita dengan benar.
3. Setelah menyimak cerita “Gajah yang Sakit”, siswa mampu Menceritakan Kembali dongeng yang didengarkan menggunakan boneka tangan (Hand Puppet) dengan benar.
D. Materi Pembelajaran 1. Dongeng
2. Dongeng bacaan Gajah yang Sakit
E. Model, Metode, dan Strategi Pembelajaran 1. Model : CTL
2. Metode : Ceramah, tanya jawab, penugasan
119 F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi
waktu Kegiatan
Awal
1. Guru mengkondisikan kelas kemudian mengucapkan salam kepada siswa.
2. Berdo’a sebelum memulai pembelajaran.
3. Guru bertanya terkait wawasan awal siswa mengenai
“pengalaman mereka apa sudah pernah membaca dongeng?”
4. Guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran.
5 Menit
Kegiatan Inti
1. Siswa mendengarkan penjelasan guru terkait pembelajaran dongen dan unsur-unsur interinsik dongeng (Judul, tokoh, dan perwatakan).
2. Guru menjelaskan unsur-unsur interinsik (Judul, tokoh, dan perwatakan) yang ada pada dongeng.
3. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
4. Siswa dan guru bertanya jawab, memberi penguatan, dan penyimpulan.
5. Siswa melalui bimbingan guru menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran
45 Menit
Kegiatan Penutup
1. Guru memberi pesan moral kepada siswa
2. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.
5 Menit
120 Pertemuan 2:
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Kegiatan
Awal
1. Mengajak semua siswa ber’doa menurut agama dan keyakinan masing-masing.
2. Melakukan pengecekan terhadap kehadiran siswa.
3. Melakukan Tanya jawab terkait pemahaman siswa terkait dongeng dan unsur-unsur interinsik dongeng (judul, tokoh dan perwatakan).
5 Menit
Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan mengenai unsur-unsur interinsik dongeng berupa setting dan pesan moral/amanat yang terdapat dalam dongeng
2. Guru menjelaskan tujuan serta prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa yang masih belum memahami untuk bertanya terkait kegiatan yang akan dilaksanakan.
4. Guru melakukan penilaian terkait kemampuann belajar siswa.
45 Menit
Kegiatan Penutup
1. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
2. Guru memberikan pesan moral.
3. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
5 Menit
121 Pertemuan 3:
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Kegiatan
Awal
1. Mengajak semua anak ber’doa menurut agama dan keyakinan masing-masing.
4. Melakukan pengecekan terhadap kehadiran siswa.
5. Melakukan Tanya jawab terkait pemahaman siswa terkait dongeng dan unsur-unsur interinsik dongeng.
5 Menit
Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan mengenai konsep dan unsur-unsur interinsik dongeng.
2. Guru menjelaskan tujuan serta prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3. Guru menyiapkan teks bacaan dongeng.
4. Guru melisankan cerita dongeng “Gajah yang Sakit”. Siswa menyimak dan diarahkan untuk menetukan unsur-unsur interinsik dongeng (judul, watak tokoh, dan perwatakan ) yang ada pada cerita dongeng.
5. Guru memberi kesempatan kepada siswa yang masih belum memahami untuk bertanya terkait kegiatan yang akan dilaksanakan.
6. Siswa diarahkan untuk menentukan unsur-unsur interinsik dongeng “ Gajah yang sakit” yang telah dilisankan guru.
7. Guru melakukan penilaian terkait kemampuann belajar siswa.
45 Menit
Kegiatan 1. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 5 Menit
122 Penutup 2. Guru memberikan pesan moral.
3. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
G. Media Pembelajaran
1. Media : Teks Bacaan Dongeng “Gajah yang Sakit”
2. Buku Siswa Kelas II
H. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis 2. Bentuk Penilaian :
1) Multipe Choice Item (Soal Pilihan Ganda) 10 Nomor (skor 10)
H.
Format Kriteria PenilaianNilai Akhir (NA) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
x 100
123 Kriteria penialaian :
91 - 100 Sangat Baik
81 - 90 Baik
70 - 80 Cukup
≤70 Kurang / Tidak Lulus
Maros, September 2020
Menyetujui,
Guru Kelas II Peneliti
Riska, S.Pd Rezkita Mutia Angrana A Nim. 105401117016
Mengetahui
Kepala sekolah SD Angkasa 1 Maros
Nurhayati S,Pd,. M.Pd
124
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Siklus II)
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Angkasa 1 Maros Kelas/ Semester : II (Dua)/ 1
Pelajaran : Bahasa Indonesia Tema : Hewan dan Tumbuhan Alokasi Waktu : 4 x 35 menit
A. Standar Kompetensi (SK) : Mendengarkan
5. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan.
B. Kompetensi Dasar (KD) : Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator
Kompetensi Dasar Indikator 5.1 Menyampaikan pesan pendek yang di dengarnya kepada orang lain
5.2.1 Menuliskan judul dongeng, tokoh-tokoh yang berperan dalam cerita, perwatakan dan setting cerita dongeng yang didengarkan.
5.2.2 Menjelaskan pesan moral/
nilai yang terkandung dalam cerita.
5.2.3 Menceritakan Kembali deongeng yang didengarkan menggunakan boneka tangan (Hand Puppet).
125 C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah menyimak cerita “Bebek yang sabar dan baik hati”, siswa mampu menuliskan judul dongeng, tokoh-tokoh yang berperan dalam cerita, perwatakan dan setting cerita dongeng yang didengarkan tokoh- tokoh yang berperan dalam cerita dengan benar.
2. Setelah menyimak cerita “Bebek yang sabar dan baik hati”, siswa mampu menjelaskan pesan moral/ nilai yang terkandung dalam cerita dengan benar.
3. Setelah menyimak cerita “Bebek yang sabar dan baik hati”, siswa mampu Menceritakan Kembali dongeng yang didengarkan menggunakan boneka tangan (Hand Puppet) dengan benar.
D. Materi Pembelajaran 1. Dongeng
2. Dongeng bacaan Bebek yang sabar dan baik hati
E. Model, Metode, dan Strategi Pembelajaran 1. Model : CTL, Cooperatif Learning
2. Metode : Ceramah, tanya jawab, penugasan
126 F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi
waktu Kegiatan
Awal
1. Guru mengkondisikan kelas kemudian mengucapkan salam kepada siswa.
2. Berdo’a sebelum memulai pembelajaran.
3. Guru bertanya terkait wawasan awal siswa mengenai
“pengalaman mereka apa sudah pernah membaca dongeng?”
4. Guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran.
5 Menit
Kegiatan Inti
1. Siswa mendengarkan penjelasan guru terkait pembelajaran dongen dan unsur-unsur interinsik dongeng (Judul, tokoh, dan perwatakan).
2. Guru menjelaskan unsur-unsur interinsik (Judul, tokoh, dan perwatakan) yang ada pada dongeng.
3. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
4. Siswa dan guru bertanya jawab, memberi penguatan, dan penyimpulan.
5. Siswa melalui bimbingan guru menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran
45 Menit
127 Kegiatan
Penutup
1. Guru memberi pesan moral kepada siswa
2. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.
5 Menit
Pertemuan 2:
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Kegiatan
Awal
1. Mengajak semua siswa ber’doa menurut agama dan keyakinan masing-masing.
2. Melakukan pengecekan terhadap kehadiran siswa.
3. Melakukan Tanya jawab terkait pemahaman siswa terkait dongeng dan unsur-unsur interinsik dongeng (judul, tokoh dan perwatakan).
5 Menit
Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan mengenai unsur-unsur interinsik dongeng berupa setting dan pesan moral/amanat yang terdapat dalam dongeng
2. Guru menjelaskan tujuan serta prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa yang masih belum memahami untuk bertanya terkait kegiatan yang akan dilaksanakan.
4. Guru melakukan penilaian terkait kemampuann belajar siswa.
45 Menit
Kegiatan Penutup
1. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
2. Guru memberikan pesan moral.
3. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
5 Menit
128 Pertemuan 3:
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Kegiatan
Awal
1. Mengajak semua anak ber’doa menurut agama dan keyakinan masing-masing.
2. Melakukan pengecekan terhadap kehadiran siswa.
3. Melakukan Tanya jawab terkait pemahaman siswa terkait dongeng.
5 Menit
Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan mengenai konsep dan unsur-unsur interinsik dongeng.
2. Guru menjelaskan tujuan serta prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3. Guru menyiapkan teks bacaan dongeng dan boneka tangan (Hand Puppet) dengan berbagai karakter sesuai dengan tokoh - tokoh yang terdapat di dalam dongeng.
4. Guru melisankan cerita dongeng “Bebek yang sabar dan baik hati” dengan menggunakan media boneka tangan (Hand Puppet). Siswa menyimak dan diarahkan untuk menetukan unsur-unsur interinsik dongeng (judul, watak tokoh, dan perwatakan ) yang ada pada cerita dongeng secara berkelompok.
5. Guru memberi kesempatan kepada siswa yang masih belum memahami untuk bertanya terkait kegiatan yang akan
45 Menit
129 dilaksanakan.
6. Siswa diarahkan untuk menentukan unsur-unsur interinsik dongeng “Bebek yang sabar dan baik hati” yang telah dilisankan guru.
7. Guru melakukan penilaian terkait kemampuann belajar siswa.
Kegiatan Penutup
1. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
2. Guru memberikan pesan moral.
3. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
5 Menit
G. Media Pembelajaran
1. Media : Boneka Tangan (Hand Puppet) 2. Buku Siswa Kelas II
I. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis 2. Bentuk Penilaian :
1. Multipe Choice Item (Soal Pilihan Ganda) 10 Nomor (skor 10)
H. Format Kriteria Penilaian
Nilai Akhir (NA) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚