• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen PDF repository.unibos.ac.id (Halaman 65-120)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pada bagian ini akan dibahas tentang pertemuan peneliti yang diperoleh dilapangan baik dari data-data hasil observasi maupun hasil penguasaan materi siswa dengan menggunakan soal pilihan ganda, sesuai dengan perumusan masalah yang diangkat peneliti yaitu pendekatan keterampilan proses sains terhadap penguasaan konsep IPA siswa di SDN 320 Marakkiung Kabupaten Bulukumba.

Penelitian keterampilan proses sains dilaksanakan 4 kali pertemuan yang berlangsung selama 4x35 menit. Dimana setiap pertemuannya observer mengamati aktivitas siswa pada proses pembelajaran menggunakan keterampilan proses sains. Pertemuan pertama yaitu melakukan observasi awal dengan menjelaskan materi pembelajaran tanpa menggunakan media untuk mengamati objek/fenomena dengan mengunakan alat indera, contohnya dengan menunjukkan gambar-gambar alat indera pendengar kemudian siswa disuruh mengamati objek tersebut,setelah itu mendeskripsikan hasil pengamatan objek yang telah diamati sebelumnya, kemudian diberitahukan informasi objek yang akan dipelajari esok harinya.

Pada pertemuan kedua menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses sains. Fungsi dari keterampilan proses sains tersebut yaitu untuk mengembangkan bakat, minat dan kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran dan juga dapat membantu siswa memahami pembelajaran dan membuat siswa lebih aktif dan kreatif. Percobaan yang

dilakukan pada penelitian ini yaitu ember, air dan batu. Percobaan tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan dan disesuaikan dengan materi pembelajaran. Dengan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pendekatan keterampilan proses sains terhadap penguasaan konsep IPA siswa kelas IV SD 320 Marakkiung Kabupaten Bulukumba.

Dapat dilihat dari rata-rata observasi aspek keterampilan peserta didik pada pertemuan pertama yaitu 18,42% dengan skor 24% hal ini disebabkan karna penjelasan materi, bimbingan, arahan dan pelaksanaan percobaannya masih perlu di perbaiki/tingkatkan. Pertemuan kedua nilai rata-ratanya sebesar 20,42, pertemuan ketiga nilai rata-rata 19,28 dan nilai pertemuan keempat 20,14. Nilai rata-rata hasil observasi berada pada kategori baik, namun masih ada siswa yang memperoleh skor satu, dimana skor satu merupakan skor yang paling rendah yang berarti tidak ada ketertarikan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Melalui pengamatan yang telah dilakukan selama proses penelitian ini sebelum memulai suatu pembelajaran seharusnya mengobservasi kekurangan dan kelemahan peserta didik terlebih dahulu keefektifan suatu pembelajaran. Hal tersebut didukung oleh pendapat Muarribin (2016:6) bahwa keterampilan proses sains adalah keterampilan yang didasarkan pada anggapan sains itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah. Kemampuan dasar yang telah dikembangkan dan dilatih lama kelamaan akan menjadi suatu keterampilan.

Hasil penguasaan materi konsep IPA siswa pada soal pretest dan posttest yaitu rata-rata pretest sebanyak 33,57 dan nilai posttest yaitu 77,14. Nilai rata-rata pretest tersebut didapatkan sebelum diberikannya perlakuan kemudian nilai

posttest di dapatkan setelah adanya perlakuan namun masih terdapat beberapa siswa yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata dikarenakan pada penelitian ini hanya dilaksanakan 4 kali pertemuan kemudian siswa tersebut masih butuh arahan dan bimbingan langsung. Namun di lihat dari peningkatan soal pilihan ganda pretest dan posttest siswa tersebut mengalami peningkatan sebanyak 43,57% bisa dikatakan efektif namun masih butuh waktu, arahan dan bimbingan langsung

Berdasarkan tujuan keterampilan proses sains diharapkan setelah diterapkan dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan matri penguasaan konsep IPA siswa, sepeti yang diungkapkan trianto.(2007) penguasaan materi konsep dalam pembelajaran yaitu suatu kondisi utama yang dibutuhkan dalam menguasai pengetahuan dan proses kognitif. Untuk dapat menguasai konsep seseorang harus mampu membedakan antara benda yang satu dengan benda yang lain.

Alat peraga merupakan media yang membantu pengalaman nyata siswa.

Sehingga siswa dapat memperluas wawasan dan pengalaman yang mencerminkan pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat. Alat peraga berfungsi untuk menerangkan atau memperagakan suatu mata pelajaran dalam proses belajar mengajar. Dengan alat peraga, siswa akan lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Di dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus memilah model, metode dan pendekatan yang sesuai agar siswa tersebut tidak merasa bosan dan jenuh, misalnya belajar sambil bermain sehingga siswa dapat lebih cepat menyerap materi pembelajaran.

Penerapan keterampilan proses sains yang maksimal dalam pembelajaran dapa meningkatkan penguasaan materi konsep IPA siswa, karena keterampilan proses sains sebagai alat bantu untuk dapat meningkatkan bakat, minat dan kreativitas peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran hal ini sesuai dengan hasil penelitian La Rosiana Hadiana (2011) bahwa pendekatan keterampilan proses sains pada materi konsep ekosistem dapat berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa . Hal ini dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran IPA melalui keterampilan proses sains terjadi peningkatan terhadap hasil pretest dan posttest yang mengalami peningkatan terhadap penguasaan materi IPA siswa dapat dilihat dari uji t tersebut.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji-t, nilai tHitung yaitu 21,35 dan

tTabel yaitu 1,943 dengan taraf signifikan 0.05 ternyata memenuhi kriteria

pengujian tHitung> tTabel dengan demikian HO ditolak dan H1 diterima. Dari data hasil analisis deksriptif dan analisis inferensial tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan keterampilan prosses sains efektif terhadap hasil belajar IPA siswa. di SD Negeri 320 Marakkiung Kecamatan Bulukumba.

54 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan keterampilan proses sains efektif dalam meningkatkan penguasaan materi konsep IPA siswa kelas IV SDN 320 Marakkiung Kabupaten Bulukumba. Hal tersebut terbukti tidak ada lagi siswa yang memperoleh nilai dibawah nilai 70. Setelah menggunakan pendekatan pembelajaran yaitu keterampilan proses sains, siswa menjadi lebih cepat memahami dan mudah menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan sifat bunyi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari data-data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan keterampilan proses sains masuk dalam kategori efektif terhadap penguasaaan konsep. Hal ini dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest tersebut yang telah dilakukan, diketahui rata-rata nilai pretest siswa yaitu 33,57 yang mengalami perubahan pada rata-rata nilai posttest yaiu 77,14, dari hasil analisis data uji hipotesis thitung yaitu 21,35 dan ttabel yaitu 1,943 jadi thitung

>ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan keterampilan proses sains efektif terhadap penguasaan konsep IPA siswa kelas IV SD 320 Marakkiung Kabupaten Bulukumba.

B. Saran

Adapun saran yang diperoleh oleh peneliti sebagai berikut:

1. Sebaiknya seorang guru harus lebih cermat dalam memilih model, strategi, dan pendekatan dalam pembelajaran yang akan dipakai atau diterapkan dalam proses belajar mengajar. Karna kreatifitas guru dalam mengajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa.

2. Pembelajaran IPA dengan menggunakan keterampilan proses sains layak dipertimbangkan untuk digunakan sebagai suatu metode atau pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan bisa meningkatkan kembali minat belajar peserta didik.

3. Untuk peneliti selanjutnya, yang akan melakukan penelitian hendaknya dapat menemukan cara atau teknik yang baru dan bahkan menciptakan teknik pembelajaran yang menarik sehingga siswa termotivasi belajar dan hasil belajar siswa dapat meningkat. G

56

DAFTAR PUSTAKA

Amirul, Fatkhan Huda. 14 September 2017. Pengertian Keterampilan Proses Sains.(online) http://fatkhan.web.id/pengertian-keterampilan-proses-sains- kps/. Diakses pada tanggal 14 September 2017

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Asdar. 2018. Metode Penelitian Pendidikan. Yogyakarta:Azkiya Publishing Dahlan, Ahmad.16 januari 2016. Pengertian dan Aspek Keterampilan Proses

Sains Pada Pembelajaran IPA. (Online) https:// www. Eureka pendidikan.

com/ 2016/01/ pengertian- dan-apek-keterampilan-proses.html. diakses pada tanggal 16 januari 2016

Damayanti, Erin. (2015). Pengaruh Pendekatan Keterampilan Proses Sains Terhadap Penguasaan Konsep IPA Siswa, Jakarta.universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah.

Depdiknas, 2006. Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) untukSekolah Dasar/ MI. Jakarta: TerbitanDepdiknas.

Dimyati, 2002.Belajar Pembelajaran. Jakarta :RinekaCipta

Eggen, Paul Don Kouchak. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta: PT Indeks.

Hamalik, Oemar.2013. Proses Belajar Mengajar. Bumi aksara. Jakarta Hamidi, (2010) Metode Penelitian. Bandung:Alfabeta.

Ibeng, Parta. 2020. Pengertian, syarat, kecepatan, sifat, jenis bunyi. (Online) (https://pendidikan.co.id/bunyi-pengertian-syarat-kecepatan-sifat-jenis- dan-rumus/). Diakses pada tanggal 26 mei 2020.

Karhami, A.K. (1998). Panduan Pembelajaran FISIKA SLTP. Jakarta:

Departemen Pendidikan Nasional

La Rosiana Hadiana, (2011). Pengaruh Keterampilan Poses Sains Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa, Jakarta. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Mokhammad (2018) Pendekatan Dasar Pembelajaran. Jakarta.Indeks

Muqorrobin (2016) Pengertian dan aspek keterampilan proses sains pada pembelajaran IPA. PT RajaGrafindo Persada.

Nesita, Feryana(2018) Modul Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) https:// www.

Research gate.net/ publication /322861551_ Buku_modul_ IPA_SD_kelas _4

Rustaman,(2005:78) Indkator Dan Sub Indicator Keterampilan Proses Sains https://www.silabus.web.id/keterampilan-proses-sains/

Sagala, Syaiful (2005:74) Konsep dan Makna Pembelajaran. Bumi aksara. Jakarta Samatowa,Usman.2011.Pembelajaran IPA di Sekolah dasar.Jakarta.Indeks

Semiawan, Conny, dkk. 1985. Pendekatan Keterampilan Proses. Gramedia Widiasarana Indonesia , Jakarta

__________.(1990). Bakat dan Kreativitas Siswa. Jakarta: Gramedia.Memes.

Silviana (2011) Indikator Penguasaan Konsep

Subali,B.,&Mariyam,S.(2016).Kemampuan Berpikir Divergen Dalam Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Sma Negeri Di Kabupaten Sleman Pada Mata Pelajaran Biologi Ditinjau Dari Perbedaan Lokasi Sekolah. Jurnal Pendidikan Biologi,5(1),41–52.

Subali, 2013. KemampuanBerpikir Pola Divergen dan Berpikir Kritis dalam Keterampilan Proses Sains.Yogyakarta : UNY Press.

Subu,Agnes.(2017).Meningkatkan Hasil BelajarFungsi Organ Pernapasan Manusia Melalui Pendekaan Keterampilan Proses Pada Siswa Kelas V SD Katolik Nelle II, Kec. Alok. Kab. Sikka. Nusa Tenggara Timur, Makassar, Universitas Bosowa.E-Jurnal Skripsi Mahasiswa.

Sudrajat, Hari. 2004. Manajemen Peningkatan mutu Berbasis Sekolah (Bandung:

Cipta Cekas Grafika).

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:

Alfabeta

__________ (2016) Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Sugiono. 2018. Metode Penelitian. Bandung:Alfabeta.

Susilo, H., &Diantoro, M. (2016). KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VII DENGAN PEMBELAJARAN MODEL LEVELS OF INQUIRY.

Jurnal Pendidikan - Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(9), 1706–

1712. https:// doi.org/ 10.17977/ jp.v1i9. 6829. http:// journal. um.ac.id /index. php/ jptpp /article/ view/ 6829/ 3008

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.

Jakarta: Prestasi Pustaka.

Wardah, Irva Zahrotul (2018) peningkatan keterampilan prses sains dengan menerapkan metode eksperimen pada materi gaya mata pelajaran IPA Kelas IV MI Roudalotul Mu Alimin Laban-Menganti Gresik.

Zakky.2019. Sifat – sifatbunyi beserta contohnya.(Online) https:// www. Zona referensi. com/ sifat-sifat-bunyi/diakses pada tanggal 17 april 2019

LAMPIRAN

Lampiran 1 Profil Sekolah dan daftar had ir 1. Profil sekolah

No PROFIL SEKOLAH

1. Nama Sekolah SD Negeri 320 Marakkiung

2. Status Sekolah Negeri

3. Alamat Kalumpang desa Tritiro

4. Kelurahan Tritiro

5. Kecamatan Bontotiro

6. Kota/Kabupaten Bulukumba

7. Provinsi Sulawesi Selatan

8. Daerah Sekolah Pedesaan

9. Akreditasi B

10. Jumlah Guru 7 orang

11. Jumlah Siswa Laki-laki 21 12. Jumlah Siswa Perempuan 19

13. Ruang Kelas 8

14. Perpustakaan 1

15. Kepala Sekolah HjRoslina, S.Pd

16. Guru Kelas IV Dewi Asti Risma, S.Pd

17. Tahun Berdiri 1983

Sumber : Operator SD Negeri 320 Marakkiung 2. Daftar Hadir

No Nama Siswa Jenis Kelamin

1. Nanda Ramadhani P

2. Athifa Nayla Az-Zahra P 3. Zahra Kanza Aqilah. M P

4. Muh Zulham L

5. Auf Arsyil L

6. Fadhil Muflihul al Faat L

7. Muh Farid L

60 Butir Soal

No Nama

Siswa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Total

1 2 3 4 5 6 7

RA NP FR AD WN MH AD

1 1 1 0 1 0 0

1 1 1 1 0 1 0

1 1 0 1 1 0 1

1 1 1 1 1 1 0

1 0 0 0 1 0 0

0 1 1 1 0 1 1

1 1 1 1 0 1 0

0 1 1 1 1 1 0

1 0 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 0 1

1 0 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 0 1

1 1 1 0 1 1 1

0 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 0 1

1 1 1 1 1 0 1

1 1 0 1 0 1 1

1 0 1 1 1 1 1

0 0 1 1 1 1 1

1 0 1 1 1 1 1

16 14 17 18 15 14 14

Jumlah 5 5 5 6 2 5 5 5 6 6 6 6 6 6 6 6 5 6 5 6 108

N 7

N-1 6

P 0.5 0.5 0.5 0.6 0.2 0.6 0.5 0.5 0.6 0.6 0.6 0.6 0.6 0.6 0.6 0.6 0.5 0.6 0.5 0.6

Q 0.2 0.2 0.2 0.1 0.5 0.2 0.2 0.2 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.2 0.1 0.2 0.1

varians total

4.156982507

rxy ( r hitung)

0.3 91

0.3 91

- 0,0 30

0.3 89

- 0.0 30

0.3 91

0.1 80

0.3 89

0.3 89

0.3 89

0.3 89

- 0.7 00

- 0.1 55

0.3 89

0.3 89

- 0.2 41

- 0.0 30

0.3 91

0.1 80

0.3 89

r tabel 0.195662203

t hitung 2, 4 6

2,4 6

- 0,1 4 2,44

0,1 4

- 0,1 4

2,4 6 0,97

2,4 4

2,4

4 2,44 2,44 - 2,63

-

0,70 2,44 2,44 -

1,06 2,46 2,46 - 0,14

t tabel 2.015

61

Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

Satuan pendidikan : SD 320 Marakkiung Bulukumba Kelas/ Semester : IV/1

Tema 1 : Indahnya kebersamaan

Subtema 2 : Kebersamaan dalam Keberagaman Pembelajaran : 1

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2x pertemuan) A. Kompetensi Inti

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,dan guru.

3. Memahami pengetahuan factual dengan cara mengamati( mendengar, membaca, melihat, dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, dan di sekolah.

4. Menyajikan pengetahuan factual dalam bahasa yang jelas, dan logis, dalam karya yang estetis, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Muatan: IPA

No Kompetensi Dasar Indikator 3.6 Mamahami sifat-sifat bunyi dan

keterkaitannya dengan indra pendengar

3.6.1 Mengidentifikasi sumber bunyi

4.6 Menyajikan laporan hasil pengamatan percobaan tentaang sifat-sifat bunyi.

4.6.1 Menyajikan laporan percobaan tentang sumber bunyi

C. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah mencoba praktikum siswa mampu menyimpulkan sifat-sifat bunyi dan beragam sumber bunyi lainnya

2. Setelah mencoba praktikum siswa mampu menjelaskan contoh bendaa yang dapat menghasilkan sumber bunyi

D. Materi Pokok Sifat-sifat Bunyi

Seperti yang kita ketahui bersama bunyi suara kicauan burung, dan suara orang mendengkur sangat jelas berbeda. Bunyi sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Saat kita kita bersuara pun, akan menghasilkan bunyi. Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh karena itu, bunyi sering disebut sebagai gelombaang bunyi.

Bunyi dapat dihasilkan oleh benda-benda yang bergetar A. Sifat-sifat Bunyi

sifat-sifat bunyi ada tiga, yaitu:

1. Termasuk gelombang longitudinal (gelombang yang arah rambatnya sejajar dengaan arah getarnya)

2. Perambatannya membutuhkan medium

3. Dapat dipantulkan B. Sumber-sumber Bunyi

Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. benda-benda itu dinamakan sumber bunyi. Yang dimaksud sumber bunyi adalah semua benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh sumber bunyi adalah garpu tala, alat musik seperti gamelan, suling, dan terompet serta benda-benda lainnya.

C. jenis-jenis Bunyi

bunyi mempunyai jenis yang berbeda-beda. Hal ini tergaantung dari frekuensinya. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik.

Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz) berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20 Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh, anjing, jangkrik, dan gajah

2. Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi di antara 20- 20.000 Hz. Bunyi audiosonik ini dapat didengar oleh manusia.

3. Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba, dan kelelawar

D. Perambatan Bunyi

Udara merupakan medium yang sering dilalui oleh gelombang bunyi.

Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu jenis dan suhu medium. Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui padat, cair dan udara. Bunyi tidak merambat diruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat. Benda padat dan cair merupakan merupakan penghantar buni yang baik daripada udara. Hai ini disebabkan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara. selain jenis medium, fator yang mempengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar(meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar.

Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antar partikel medium yang frekuensinya semakin besar.

E. .Pemantulan Bunyi

Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pemantulan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi pantul.

1. Bunyi yang Memperkuat Bunyi Asli. Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pantulnya akan terdengar jelas dan bersamaan dengan bunyi aslinya. Contohnya adalah suara seseorang yang berada di dalam ruangan kecil akan terdengar jelas.

2. Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan yang keras. Contohnya adalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk menghindari terjadinya gaung, maka dinding di dalam bioskop atau gedung konser dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus.

3. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema terjadi karena jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang dihasilkan oleh dinding antarbangunan dan dasar suatu ruangan.

F. Jenis bunyi yang lain

Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain:

1. Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur

2. Dentum adalah bunyi yang memiliki amplitudo yang sangat besar dan terdengar mendadak

3. Desah adalah bunyi yang memili frekuensi yang tidak teratur

4. Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi terdengarnya berbeda

E. Metode Pembelajaran Pendekatan : saintifik

Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi, tugas F. Langkah –langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Guru memberikan salam dan mengajak

semua siswa berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing

2. Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari

3. Siswa mendapatkan apersepsi mengenai sifat bunyi (misalnya dengan meminta siswa untuk meletakkan jam tangan di ujung penggaris) kemudian melakukan kegiatan tanya jawab, misalnya “apakah kalian mendengar detak jam? Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi yang akan diajarkan yaitu sifat- sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengar.

10 Menit

Inti 1. Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya yaitu tentang sumber-sumber energi bunyi (keterampilan komunikasi)

2. Siswa diminta untuk menemukan sifat- sifat bunyi dengan melakukan percobaan.

3.

Siswa dalam kelas dibagi menjadi 4 kelompok yang tiap kelompok terdiri dari 2 orang siswa untuk melakukan percobaan

4.

Masing-masing kelompok mengambil alat dan bahan untuk melakukan percobaan

5.

Masing-masing kelompok melakukan percobaan LKS (terlampir) untuk mengetahui sifat-sifat bunyi

Adapun langkah-langkahnya terdiri atas:

a. Siswa melakukan kegiatan berdasarkan petunjuk kerja yang telah disediakan, kemudian mengamati apa yang terjadi (keterampilan observasi).

b. Siswa mendeskripsikan hasil pengamatannya(keterampilan observasi).

C. Siswa menuliskan hasil kegiatan percobaan, misalnya dalam bentuk laporan (keterampilan komunikasi).

d. Salah satu anggota kelompok mengunjungi masing-masing kelompok yang lain untuk mencari informasi

30 Menit

tentang sifat-sifat bunyi yang lain

e. Setelah mendapatkan informasi tentang sifat-sifat bunyi yang lain, siswa diarahkan untuk menemukan persamaan atau perbedaan antara perambatan bunyi (keterampilan klasifikasi).

f. Setelah mengetahui konsep sifat-sifat bunyi, siswa dapat memperkirakan contoh peristiwa lain dari sifat-sifat bunyi tersebut (keterampilan prediksi).

g. Siswa merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan (keterampilan inferensi).

6.Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kegiatan percobaan

tentang sifat-sifat bunyi (keterampilan komunikasi).

7. Siswa yang lain diberi kesempatan oleh guru untuk menanggapi hasil laporan yang disampaikan oleh kelompok yang sedang presentasi (keterampilan komunikasi).

8. Siswa yang sedang presentasi memberikan respon terhadap tanggapan yang diberikan oleh teman lain (keterampilan komunikasi).

9. Siswa bersama guru membahas hasil percobaan secara bersama-sama.

10. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum jelas.

11. Siswa mengerjakan soal evaluasi

Lampiran 4 Soal Pretest Nama :

Kelas :

Pilihlah jawaban yang paling tepat dan berilah tanda silang (x)!

1. Manusia mempunyai sumber bunyi berupa a. Hidung c. Pita Suara b. Bibir d. Tenggorokan

2. Bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah...

a. Ultrasonik c. Audiosonik.

b. Infrasonik d. Supersonik

3. Bagian telinga yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh adalah...

a. Daun telinga c. Gendang telinga

b. Koklea d. Saluran setengah lingkaran 4. Koklea biasa disebut juga dengan....

a. Daun telinga c. Saluran setengah lingkaran b. Rumah siput d. Vestibuli

5. Kecepatan bunyi audiosonik adalah...

a. 20 - 20.000 Hz c. kurangdari 20 Hz b. 20.000 - 200.000 Hz d. 10-10.000 Hz

6. Bunyi pantul yang didengar setelah bunyi asli selesai adalah

a. Gaung c. gema

b. Pantulan bunyi d. bunyiasli

7. Satuan untuk menyatakan banyaknya getaran tiap detik adalah...

a. Km/jam c. Volt

b. Hz d. Meter

8. Agar tidak terjadi gaung dalam ruangan biasanya dipasang..

a. Kaca c. Peredam bunyi

b. Ac d. Lampu

9. Tempat dibawah ini yang sering terjadi gaung adalah....

a. Bioskop c. Gua

b. Lapangan d. Studio

10. Batu dipukul ke meja akan mengeluarkan ....

a. Bunyi c. Getaran

b. Pukulan d. Dentunan

11. Permainan telepon kaleng termasuk perambatan bunyi pada zat....

a. Zatcair c. Zatpadat

b. Zat gas d. Semuajawabansalah 12. Bunyi yang dihasilkan oleh benda yang...

a. Bergerak c. Berputar

b. Bergetar d. Berpindah

13. Bunyi terdengar karena....

a. Ada medium yang menghantarkan bunyi b. Ada sumber bunyi yang bergetar

c. Ada telinga baik yang mendengar d. Semua jawaban diatas benar

14. Hewan yang telinganya paling sensitif terhadap bunyi adalah....

a. Anjing c. Kelelawar

b. Kucing d. Ayam

15. Kita sering mendengar kicauan burung di pohon. Itu salah satu bukti bahwa bunyi dapat merambat melalui

a. Benda gas c. Benda cair

b. Benda padat d. Pohon

16. Di bawah ini sumber bunyi, kecuali...

a. Kaleng dipukul c. Seruling ditiup

b. Senter d. Dawai gitar dipetik

17. Tempat yang sering dipasang alat peredam suara adalah....

a. Ruang kelas dan studio musik c. Studio musik dan bioskop b. Ruang rapat dan ruang kelas d. Bioskop dan kamar mandi 18. Alat musik yang menghasilkan bunyi ketika dipetik ialah……

a. Gendang c. Gitar

b. Terompet d. Biola

19. Koklea biasa disebut juga dengan....

a. rumah siput c. Saluran setengah lingkaran b. vestibule d. Daun telinga

20. Bunyi dapat dipantulkan ketika mengenai benda yang permukaannya...

a. Lunak c. Tidak rata

b. Lembut d. Keras

Sumber dari Edhy Purnomo, S.pd Pedoman Penskoran (Penilaian)

NomorSoal BobotSoal

1 – 20 1

Jumlahnilaimaksimal 20 Penentuan Skor: Nilai = Nilai yang diPeroleh

Butir Soal x 100 Keterangan : Jika benar mendapat skor 1 Jika salah mendapat skor 0

Lampiran 5 Soal Posttest

Nama :

Kelas : Hari/tanggal :

1. Telinga adalah alat indra manusia yang merupakan anegrah Tuhan. Cara merawat telinga yang salah adalah…..

a. Tidak memasukkan benda tajam kedalam telinga b. Membersihkan telinga bagian dalam dengan kapas.

c. Menutup telinga jika mendengarkan bunyi yang terlalu keras d. Membersihkan telinga bagian luar secara rutin

2. Berikut hal yang benar tentang bunyi, kecuali……

a. Benda yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi b. Bunyi dapat merambat melalui ruang hampa.

c. Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair dan gas d. Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar

3. Berikut merupakan pernyataan yang salah adalah…..

a. Membersihkan telinga bagian dalam dapat dilakukan sendiri setiap hari.

b. Gendang telinga berfungsi menerima getaran bunyi dari daun telinga dan meneruskannya ketulang-tulang pendengaran

c. Tidak mendengar bunyi yang terlalu keras akan menjaga telinga tetap berfungsi dengan baik

d. Selain sebagai indra pendengar telinga juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan

4. Bunyi dapat didengar oleh manusia adalah….

a. Infrasonic c. Supersonic

b. Audiosinik. d. Ultrasonik 5. Benda yang …. Dapat menghasilkan bunyi.

a. Bergoyang c. Berpindahtempat

b. Berwarna d. Bergetar.

6. Yang termasuk sumber bunyi kecuali…..

a. Klakson mobil c. Gitar

b. Baju. d. Pita suara

7. Percobaan perambatan bunyi menggunakan gelas plastic dan benang kasur Membuktikan bahwa…..

a. Bunyi merambat melalui benda gas b. Bunyi merambat melalui benda padat.

c. Bunyi merambat melalui benda cair

d. Bunyi dipantulkan oleh permukaan benda yang keras

8. Santi memukul lonceng. Dinda dapat mendengarkan bunyi lonceng dari jarak jauh. Hal tersebut menunjukkan bunyi dapat merambat melalui…..

a. Zat gas. c. Zat padat

b. Zat cair d. Zat hampa

Dalam dokumen PDF repository.unibos.ac.id (Halaman 65-120)

Dokumen terkait