• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. PEMBAHASAN

a. Penerapan Nilai Agama Mahasiswa dalam Berinteraksi

Penerapan nilai agama mahasiswa dalam berinteraksi di Unismuh Makassar khususnya di jurusan sosiologi masih belum sepenuhnya dilakukan, mereka mengetahui tentang nilai agama tetapi didalam aktivitas dalam kesehariannya masih belum diaplikasikan, seperti yang di utarakan Is Sudarsono bahwa pemahaman nilai agama mahasiswa sudah bagus hanya pengaplikasiannya yang kurang diakibatkan kurangnya rasa keimanan terhadap dirinya, maksudnya mahasiswa hanya menyimpan tentang nilai agama dalam pemikirannya namun tidak diikuti oleh hati mereka dalam menjalankanya.

Setiap manusia pada dasarnya memiliki perasaan yang berbeda dalam memahami dan menghayati suatu agama yang mereka yakini. Berbagai faktor menyebabkan berbedanya pemahaman, mulai dari kepemahaman akan adanya agama sebagai pedoman hidup hingga hanya sekedar tahu jenis-jenis agama.

Sebagai umat beragama, merupakan kewajiban kita untuk berperilaku berdasarkan apa yang diperintahkan oleh ajaran agama dalam berinteraksi sehari-hari. Pada dasarnya setiap individu telah mengerti tentang agama, karena agama dimiliki setiap manusia yang terlahir di dunia atas bawaan turun temurun dari orang tuanya serta pengaruh agama itu pun telah ada ketika datangnya sekelompok orang yang

sengaja berpergian jauh untuk dapat mengamalkan setiap ajaran agama Islam kepada individu lainnya atas dasar kepercayaannya kepada Allah SWT.

Dalam kaitannya dengan implementasi nilai-nilai agama Islam dan interaksi sosial yang merupakan suatu kajian dalam ranah sosiologi agama, serta mayoritas mahasiswa sosiologi beragama Islam, tidak menutup kemungkinan bahwa mahasiswa sosiologi dapat juga mengimplementasikan nilai-nilai agama Islam dalam interaksi dengan orang lain di sekitarnya. Seperti yang dikatakan oleh informan Masitah Sukri yamg mengatakan bahwa penerapan nilai agama khususnya sosiologi hanya sebagaian yang menerapkan, salah satunya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi keislaman baik didalam maupun diluar kampus, misalnya : IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Lembaga Dakwah Kampus, dan lain-lain yang memungkinkan untuk selalu mengkaji nilai-nilai agama. Mahasiswa inilah yang biasa mengaplikasikan nilai agama dalam berinteraksi.

Sosiologi Agama mempelajari aspek sosial agama. Objek penelitian agama dengan pendekatan sosiologi menurut Keith (1984:3) memfokuskan pada hal-hal sebagai berikut:

(1) kelompok-kelompok dan lembaga keagamaan (meliputi pembentukannya, kegiatan demi kelangsungan hidupnya, pemeliharaannya, dan pembubarannya);

(2) perilaku individu dalam kelompok-kelompok tersebut (proses sosial yang mempengaruhi status keagamaan dan perilaku ritual);

(3) konflik antar kelompok.

Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam agama dapat mempengaruhi perilaku individu, termasuk salah satunya yaitu interaksi sosial antar sesamanya.

Pada masa sekarang ini, perilaku mahasiswa sudah banyak yang keluar dari batasan nilai-nilai agama Islam, seperti dalam berbicara tidak sopan, dan dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan sudah tidak mengenal lawan jenis. Hal ini dikarenakan proses kemajuan zaman dan juga pergaulan yang tentunya tidak terjaga. Dalam dunia yang mengalami perubahan cepat, memang tidak bisa dihindarkan bahwa tingkah laku sebagian mahasiswa mengalami ketidaktentuan saat mereka masih mencari identitas. Ia mengalami pertentangan nilai-nilai dan harapan-harapan yang akibatnya lebih mempersulit dirinya yang sekaligus mengubah perannya.

Faktor yang mendorong dalam melaksanakan nilai-nilai agama islam dalam interaksi sosial dipengaruhi khususnya oleh keluarga, bahwa manusia sebagai individu yang memiliki sifat dinamis yang artinya hubungan itu tidak statis, selalu mengalami dinamika didalam kehidupannya. Masih perlu adanya proses dari tindakan meniru sikap dan perilaku orang lain dalam mendorong setiap individu untuk dapat melaksanakan nilai-nilai agama Islam dalam setiap interaksi sosialnya.

Berdasarkan hal tersebut diatas, tampak bahwa saat ini para mahasiswa khususnya dilingkungan Prodi Pendidikan Sosiologi, Para mahasiswa mengalami perubahan yang begitu cepat, memang tidak bisa dihindarkan bahwa tingkah laku sebagian mahasiswa mengalami ketidaktentuan saat mereka masih mencari

identitas. Ia mengalami pertentangan nilai-nilai dan harapan-harapan yang akibatnya lebih mempersulit dirinya yang sekaligus mengubah perannya. Pada hal ini tentunya merupakan masa yang sulit untuk menanamkan kesadaran dalam beragama.

Lingkungan sosial mahasiswa yang heterogen yang terdiri dari berbagai suku dan kebudayaan membawa bentuk interaksi sosial yang berbeda pula.

Budaya yang mungkin jauh berbeda dengan daerah asal menjadi sumber kesulitan dalam beradaptasi. Orang-orang yang hidup dalam suatu kelompok etnis atau kebudayaan tertentu dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan nilai-nilai, sikap-sikap, dan tekanan-tekanan kebudayaan yang ada, dan seringkali hal ini berbeda jauh dengan nilai dan sikap dirinya sebagai suatu anggota kelompok tertentu.

b. Proses Interaksi Mahasiswa Sosiologi Unismuh Makassar

Proses interaksi mahasiswa sosiologi Unismuh makassar terjadi ketika dua orang atau lebih terjadi hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia.

Interaksi sosial merupakan salah satu cara yang dilakukan mahasiswa untuk menjalin hubungan dengan orang lain di lingkungan kampus maupun diluar kampus, baik dalam bentuk interaksi positif maupun negatif. Interaksi sosial bukan hanya dipergunakan untuk saling berkomunikasi melainkan dapat mempermudah dalam melakukan suatu kerjasama maupun persaingan dengan orang lain. Berbagai kerjasama maupun persaingan tersebut memberikan dampak terhadap intensitas dalam melakukan interaksi sosial semakin positif ataupun

negatif pada kalangan mahasiswa saat ini. Mahasiswa dalam kesehariannya tidak terlepas dari rutinitas perkuliahan, organisasi, maupun kegiatan keagamaan terutama dalam mengisi waktu luang. Hal ini tercermin dengan seringnya melakukan hubungan dengan orang lain dalam bekerjasama maupun persaingan.

Berikut beberapa proses interaksi mahasiswa sosiologi Unismuh Makassar, yaitu memberi nasehat, jika ada mahasiswa yang menyimpang atau keluar dari nilai-nilai agama maka hendaklah kita menasehatinya. Sesuai perkataan Abu Bakar Al-Mazani :

“yang membuat Abu Bakar lebih tinggi (derajatnya) dari sahabat-sahabat yang lain bukanlah puasa atau sholatnya karena suatu yang ada didalam hatinya. Dan yang didalam hatinya adalah kecintaan kepada Allah SWT dan nasehat terhadap makhluknya.”(Abu Bakar Al-Mazani)

Jadi tidak perlu kita malu untuk menasehati teman kita selama apa yang kita lakukan menjadikan diri kita dan teman kita menjadi lebih baik.

Sopan santun, dimana mahasiswa ketika berinteraksi atau bertemu mereka saling sapa, tersenyum, seperti yang diutarakan oleh Masitah Sukri bahwa ketika dia bertemu sahabat ataupun mahasiswa, dia melempar senyum kemudian mengucapkan salam dan menyalami (mahasiswi) sambil menanyakan kabar.

Saling memahami, suatu realitas bahwa mahasiswa Unismuh Makassar bukan hanya satu suku, budaya, dan bahasa. Sehingga dapat menimbulkan konflik ketika mahasiswa yang berbeda suku, budaya, dan bahasa ini tidak memiliki sikap saling memahami seperti yang dikatakan oleh Mutiarni bahwa proses interaksi secara pribadi sebaiknya memiliki rasa saling memahami antar SARA (suku, ras, dan agama) yang berbeda sehingga dalam proses interaksi tidak terjadi kecemburuan sosial apalagi konflik sosial antar SARA.

Menurut George H. Mead tindakan sosial melibatkan dua orang atau lebih dan mekanisme dasar tindakan sosial adalah isyarat. Manusia mempunyai kemampuan istimewa untuk menciptakan isyarat yang berhubugan dengan suara, dan kemampuan ini menimbulkan kemampuan khusus untuk mengembangkan dan menggunakan simbol signifikan. Simbol signifikan menghasilkan pengembangan bahasa dan kemampuan khusus untuk berkomunikasi satu sama lain dalam artian sesungguhnya. Simbol signifikan juga membukakan peluang untuk berpikir maupun berinteraksi dengan simbol-simbol. Simbol interaksi ini bisa saja seperti tersenyum, bersalaman (berjabat tangan) dan meyapa ketika bertemu.

c. Cara Kerja Interaksi dalam Mengimplementasikan Nilai Agama

Interaksi dapat terjadi jika memenuhi dua syarat yaitu adanya kontak sosial dan adanya komunikasi, apabila dua orang bertemu, interaksi sosial sudah dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi.

Interaksi sosial merupakan salah satu cara yang dilakukan mahasiswa untuk menjalin hubungan dengan orang lain baik di lingkungan kampus maupun diluar kampus, interaksi sosial bukan hanya dilakukan untuk saling berkomunikasi tetapi dapat mempermudah dalam melakukan suatu kerjasama, mempengaruhi maupun persaingan. Berbagai kerjasama memberikan dampak terhadap intensitas dalam melakukan interaksi sosial semakin positif pada kalangan mahasiswa.

Ketika berinteraksi, seseorang atau kelompok sebenarnya tengah berusaha atau belajar bagaimana memahami tindakan sosial orang atau kelompok lain.

Sebuah interaksi sosial akan kacau bilamana antara pihak-pihak yang berinteraksi tidak saling memahami motivasi dan makna tindakan sosial yang mereka lakukan.

Jadi dapat dikatakan bahwa cara mengimplementasikan nilai agama dalam berinteraksi yaitu dengan berkomunikasi dan kontak sosial dengan positif atau dengan bekerjasama, diskusi dengan temen, saling menasehati dan mengkaji nilai- nilai agama antar teman seperti yang diutarakan oleh salah satu informan yaitu Abdul Malik yang mengatakan cara mengimplementasikan nilai agama yaitu harus saling menasehati, saling mengingatkan kepada teman atau lawan interaksi kita, apabila ada tingkah laku atau sikap teman kita yang tidak sopan atau tidak ramah agar bisa diperbaiki, karena dengan cara itu kita dapat mengimplementasikan nilai agama dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

79 A. Simpulan

Dari penelitian yang telah dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar tentang penerapan nilai agama dalam berinteraksi (studi deskriptif mahasiswa sosiologi unismuh makassar), dapat dirumuskan beberapa kesimpulan antara lain :

1) Pelaksanaan nilai-nilai agama Islam yang berkembang saat ini di kalangan mahasiswa, pada umumnya hanya bertegur sapa dan berjabat tangan maupun melakukan senyum kepada orang lain. Interaksi sosial yang terjadi dalam melaksanakan nilai-nilai agama Islam merupakan suatu hal yang seharusnya dilakukan dan dimiliki oleh para mahasiswa saat ini.

2) Melalui perkuliahan mengenai pembelajaran agama Islam, dosen memberikan penguatan terhadap karakter mahasiswa di kampus dalam menghadapi berbagai perkembangan zaman yang semakin berubah dengan adanya pemasukan budaya asing. Dosen selalu berusaha untuk selalu menanamkan nilai-nilai positif di lingkungan kampus serta menumbuhkan kepekaan sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitarnya.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di sajikan pada bab terdahulu, maka dapat diberikan saran sebagai berikut :

1. Kepada para peneliti sosial, terutama bagi mereka yang tertarik meneliti masalah penerapan nilai agama dalam berinteraksi

mahasiswa, maka tulisan ini dapat dijadikan salah satu bahan referensi atau acuan bagi para peneliti dimasa mendatang.

2. Kepada Prodi Pendidikan Sosiologi dan Dosen diharapkan mampu memberikan kontribusi khususnya terhadap pengajaran mengenai nilai-nilai agama Islam dalam interaksi sosial mahasiswa dengan lingkungan sekitar yang dapat diintegrasikan dengan pembinaan karakter, sehingga para pendidik maupun mahasiswa mampu menghadapi perkembangan zaman khususnya dalam bidang pengajaran agama Islam di dunia modern.

81 Sosiologi.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Ahmadi, Abu. 1989. IlmuSosialDasar. Jakarta : RinekaCipta.

Dania. 2012. Jenis dan Karakter Mahasiswa.http://dania.blogspot.com/2012/12/jenis- dan-karakter-mahasiswa.html. diakses 1 Mei 2015

Depdikbud. 2007. KamusBesarBahasa Indonesia. Jakarta : BalaiPustaka.

Garna. Judistira K.1996.Ilmu-Ilmu Sosial (Dasar-Konsep-Posisi).Bandung : Program PascasarjanaUniversitasPadjadjaranEd.I.

Hapsari,Winda.2011.Metode Dan TeknikPengumpulanData,(online) (http://skripsimahasiswa.blogspot.in/2014/03/metode-dan-teknik-

pengumpilan-data.html,29 April 2015)

Hartinah, Sitti. (2008). PerkembanganPesertaDidik. Bandung : PT RefikaAditama.

Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmoko.2012.Kamus Sosiologi.Surakarta : PT.

Aksara Sinergi Media.

Kahmad, Dadang.2000.Sosiologi Agama.Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Lawang, Robert M. Z. 1986. TeoriSosiologiKlasikdan Modern. Jakarta : Gramedia.

NarwokodanSuyantoBagon. 2011. SosiologiTeksPengantardanTerapan. Jakarta : Kencana.

Nurdewisetyowati. 2012. Teori Interaksi

Simbolik.http://nurdewisetyowati.blogspot.com/2012/03/teori-interaksi- simbolik.html. diakses 27 April 2015

Polak, JBAF Mayor. 1966. Sosiologi, SuatuPengantarRingkas. Jakarta :Penerbit, danBalaiBuku “Ikhtiar”.

Rais, HeppyEl.2012.Kamus Ilmiah Populer.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Kencana.

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2008. TeoriSosiologi: Dari Teori SosiologiKlasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern. Bantul:

KreasiWacana

Santoso, Gempur.2005.Metodologi Penelitian(KualitatifdanKuantitatif).Jakarata :PrestasiPustaka.

Soekanto, Soerjono.1982.SosiologiSuatuPengantar.Jakarta : PT Raja GrafindoPersada.

Soekanto, Soerjono.1983.Teori SosiologiTentangPerubahanSosial.Jakarta:Ghalia Indonesia.

Soekanto, Soerjono. 1982. MemperkenalkanSosiologi. Jakarta : PT.

RajaGrafindoPersada.

Soelaeman, M. Munandar.2006.IlmuSosialDasarTeoridanKonsepIlmuSosial.Jakarta :Prenada Media Group.

Sugiyono. 2011. MetodePenelitianKuantitatif, Kualitatifdan R&D. Bandung :Alfabeta.

Tim Penyusun FKIP Unismuh Makassar, 2013. Pedoman Penulisan, Skripsi, Unismuh Makassar: Panrita Press

Foto Lokasi Penelitian : Unismuh Makassar, 12 juli 2015

Foto dokumentasi wawancara : Abdul Faiz, 16 juli 2015

Foto dokumentasi wawancara : Masitah Sukri, 20 agustus 2015

Foto Dokumentasi wawancara : Nursiah, 25 agustus 2015

Foto dokumentasi wawancara : Mutiarni, 27 agustus 2015

Foto dokumentasi wawancara : Irsan, 28 agustus 2015

Dalam dokumen skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 84-102)

Dokumen terkait