• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Dengan melihat rumusan masalah dan hasil penelitian serta skema kerangka pikir maka dari hasil penelitian membahas tentang aksesibilitas dalam transisi pendidikan yaitu implementasi aksesibilitas dalam transisi pendidiakan dan implikasi aksesibilitas sosial dalam transisi pendidikan di Kecamatan

Nangapanda Kabupaten Ende NTT. Berkaitan dengan Teori Struktural Fungsional dan Teori Keadilan Sosial menyatakan pendekatan fungsional dalam Teori Struktural Fungsional menganggap masyarakat adalah sebagai suatu sistem yang saling berkaitan dengan fungsi tertentu dan harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitarnya (Adaptation) dalam pencapaian tujuan sangat penting masyarakat mendefenisikan tujuan utama dari sebuah system ( Good Attainment). Dengan mampu menjaga hubungan dari bagian bagian yang menjadi komponen (Integrastion) dan mampu mencapai fungsi pemelihara (Latency).

Teori struktural fungsional menekankan keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Functionalist (para penganut pendekatan fungsional) melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang seluruh bagiannya saling bergantung satu sama lain dan bekerja sama menciptakan kesimbangan (equilibrium). Mereka memang tidak menolak keberadaan konflik di dalam masyarakat. Akan tetapi mereka percaya benar bahwa masyarakat itu sendiri akan mengembangkan mekanisme yang dapat mengontrol konflik yang timbul. Inilah yang menjadi pusat perhatian analisis bagi kalangan fungsionalis.

Menurut teori ini, masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada suatu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain. (Ritzer, 1992:25).

Hal di atas sesuai dengan fungsi masyarakat sebagai suatu kesatuan sistem yang mampu melaksanakan fungsi masing-masing dalam setiap elemen masyarakat agar mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat sehingga memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Nangapanda dalam hal ini pendidikan diharapkan mampu menciptakan masyarakat dengan pola pikir yang baik atau meningkatnya kualitas SDM masyarakat di wilayah kecamatan Nangapanda.

Aksesibilitas sosial dalam pendidikan dinilai sebagai suatu kehrusan dan merupakan cara agar dalam fungsi (Good Atainment) atau pencapaian tujuan dalam teori struktural fungsional dapat terlaksana dengan baik karena sebagai suatu sistem harus menciptakan kesejahteraan warga yaitu dengan memperoleh pendidikan yang layak baginya sehingga menciptakan keteraturan dengan menjalankan fungsi dalam sebuah sistem.

Kemudahan yang diberikan pemerintah dengan program yang dilaksankan di wilayah kecamatan Nangapanda untuk memperbaiki kualitas masyarakat dengan memperbaiki kualitas pendidikan agar memperbaiki kualitas hidup masyarakat karena pendidikan merupakan alat pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terciptanya tujuan bersama yang saling timbal balik.

Kemudahan dalam mengakses pendidikan yang layak dapat menciptakan keseimbangan( Equilibrium).artinya setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan seperti yang tercantum dalam UUD bahwa setiap

warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan agar mencerdaskan ehidupan bangsa. Hambatan-hambatan dalam pendidikan harus dihilangkan termasuk yang berkaitan denga faktor alamiah yaitu latar belakang ekonomi keluarga maupun letak geografis.

Sebagai suatu sistem masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya yaitu harus mampu menciptakan keadilan agar tidak terjadinya pelanggaran yaitu secara tidak langsung mencabut hak setiap warga dalam mendapatkan pendidikan dalam teori keadilan Jhon Rawls mengatakan ada dua prinsip yang harus dilihat yaitu Equal Right dan Economic Equality yakni setiap masyarakat memiliki kedudukan yang sama artinya masyarakat harus memiliki akses pendidikan yang sama dan memiliki perekonomian yang sama sehingga mampu menghasilkan keseimbangan. Dengan upaya pemberian bantuan tersebut agar menciptakan keadilan bagi warga masyarakat.

Teori struktural fungsional juga mendukung tentang berjalannya fungsi aksesibilitas melalui program yang diberikan oleh pemerintah di kecamatan Nangapanda kabupaten Ende. Program yang diberikan tidak hanya untuk meningkatkan kesempatan melainkan juga menciptakan pola pikir yang baik dan terciptanya SDM yang berkualitas yang mempengaruhi pola hidup masyarakat dan menciptakan kesejahteraan masyarakat Nangapanda. Adapun program yang diberikan ini adalah program pembangunan sekolah, bantuan operasional sekolah (BOS), dan program keluarga harapan (PKH).

Program bantuan ini tergolong baik karena berdampak sangat baik untuk warga karena selain memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat dalam mengakses pendidikan dan transisi pendidikan berjalan trus dan tidak ada yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya pendidikan. Dan diharapka untuk kedepannya program ini terus berjalan dengan baik dan harus diawasi dengan baik oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan beberapa hal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa aksesibilitas sosial dalam transisi pendidikan berjalan dengan baik hanya dalam pelaksanaan diharapkan harus ada pengawasan yang tepat dari pemerintah daerah.

Keadaan seperti ini harus mampu dijaga dengan baik dalam struktural fungsional yaitu sebagai fungsi pemeliharaan agar bisa menjaga hubungan yang baik (Latency). Masyarakat kurang mampu merasakan keadilan dan itu sesuai dengan dua prinsip dari Jhon Rawls yaitu persamaan kedudukan dalam akses pendidikan sehingga tidak ada batasan antara yang mampu dan kurang mampu sehingga semuanya mendapatkan pendidikan yang layak.

87 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Program yang diberikan pemerintah berdampak pada peningktan minat dan kesempatan bagi masyarakat kurang mampu untuk mengakses pendidikan yang layak baginya. dengan adanya peningkatan layanan akses pendidikan juga meningkatkan angka partisipasi sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga masyarakat dapat merasakan adanya keadilan dengan kata lain pendidikan yang layak tidak hanya untuk mereka yang memiliki perekonomian baik. Deengan merubahnya pola pikir masyarakat, hal itu dapat berpengaruh

2. Memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan sangatlah perlu dalam masyarakat. Jumlah sekolah dan jarak berpengaruh pada kesempatan memperoleh pendidikan.dengan adanya program pembangunan sekolah bagi masyarakat dapat mningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak, selain itu program bantuan operasional sekolah (BOS) sangat bermanfaat dalam pemeliharaan fasilitas dan membangun fasilitas penunjang untuk sekolah agar dalam proses belajar mengajar. program PKH selain dalam menunjang di bagian pendidikan juga sangat memiliki peran dalam mendongkrak kehidupan ekonomi masyarakat.

pada kehidupan sosial masyarakat yakni dapat menyejahterakan kehidupan perekonomian rakyat.

B. Saran

Adapun saran - saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk masyarakat Nangapanda agar terus mengedepankan pendidikan sehingga merubah pola pikir menjadi lebih baik, dengan pola pokir yang baik sehingga mampu merubah pola hidup dan meningkatkan kesejahteraan.

2. Untuk sekolah agar dapat mengelola dengan baik bantuan yang diberikan oleh pemerintah sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

3. Untuk pemerintah daerah diharapkan program ini tetap berlanjut atau bisa membuatnya lebih baik dan program yang diberikan pemerintah harus diawasi dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan bantuan tersebut agar sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

4. Bagi peneliti, diharapkan untuk melakukan penelitian selanjutnya agar mampu menyelesaikan masalah pendidikan yang ada di kecamatan Nangapand

89

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Isbandi Rukminto. (2008). Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Andrew & Orodho. 2014. Socio-Economic Factors Influencing Pupils’ Access to Education in Informal Settlements: a Case of Kibera, Nairobi Country, Kenya. International Journal of Education and Research, 2(3), hlm. 1-16.

Arifin, Zaenal.2002. Kondisi Sosial Ekonomi Petani Tebu di Desa Negara Batin Sungkai Selatan. Unila : Bandar Lampung

Creswell, Jhon W (2016) Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Research Design Pendekatan kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.Yogyakarta.Pustaka Pelajar.

Dalyono. (2005). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta Damsar. (2015). Pengantar Sosiologi Pendidikan, Jakarta : Kencana

Departemen Pendidikan Nasional (2014). Kamus Besar Bahasa Indonesia Cetakan ke Delapan Belas Edisi IV.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama .

George, Ritzer (2011). Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda.

Jakarta: Rajawali Pers.

Ibrahim, O., Nakajo A., & Doreen, I. 2008. Socioeconomic Determinants of Primary School dropout: The Logistic Model Analysis.Uganda: Journal of Economic Policy Research Centre. Research Series, (54), hlm. 1-28.

Ihsan, Fuad. (2011). Dasar-dasar Kependidikan Komponen MKDK. Jakarta:

Rineka Cipta

Izzaty. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Sekolah Anak, Jenjang SMP dan SMA di Sumatera Barat.Tesis. Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok.

Kemdikbud. 2012. Analisis Kebijakan Tentang Akses Pendidikan Dasar Bermutu untuk Masyarakat Daerah yang Termarjinalkan. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan.

Lasfitri. 2013. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Sekolah di Propinsi Jambi. Tesis. Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,Depok.

Megan. 2002. The Effect of Family, Social and Background Factors on,Their Children’s Educational Attaintment. International Journal of Business and Commerce: Papper 8.

Moleong LJ. 2008. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung:Remadja Karya.

Mustamin, St.H. 2013. Faktor-faktor Pengaruh Tingkat Pendidikan Anak,

Piotr Sztompka.2010.Sosiologi Perubahan Sosial.Jakarta : Prenada Media Group Sajogyo. 2005. Sosiologi Pedesaan. Yogyakarta. Gadjah Mada Press.

Saripudin, I).2005. Mobilitas dan Perubahan Sosial. Bandung: Masagi Fundation.

Semiawan, Conny R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo Soekanto, Soerjono, 1992. Sosiologi Keluarga. Jakarta. Rineka Cipta.

2012. Sosiologi Suatu Pengatar. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.

Sogiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R& D. Bandung:

Alfabeta.

Spardley .P.James.1980. Participant Observasi. Florida: Holt, Rinehart and Winston

Sumardi, Mulyanto.2001. Kemiskinan Daerah Miskin.Jakarta : Rajawali

Sunardi, M. dan H.D. Evers. 1985. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta:

CV. Rajawali.

Titaley,M.E.E (2012). Faktor-Faktor Penyebab Siswa Putus Sekolah pada Sekolah Menengah Pertama SMPN dan SMPN Taman Siswa Jakarta Pusat.

( Tesis ). Sekolah Pascasarjana, Universitas Indonesia, Jakarta.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003.

Yuliati, Yayuk & Mangku Poernomo. 2003. Sosiologi Pedesaan. Jakarta : Lapera.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) Kabupaten Ende pada tahun 2018 https://portal.endekab.go.id/images/TRANSPARANSI/RKPD2018.pdf&ved (diakses pada 11 September)

Ruhani. 2018. https://www.brilio.net/creator/dengan-program-pemerintah-ini- anak-indonesia-bisa-sekolah-setinggi-tingginya-022490.html#( diakses 30 juli )

L A M

P

I

R

A

N

Tabel Identitas Informan

No Nama Informan

Jenis Kelamin &

Umur Pekerjaan Keterangan

1.

Stanislau Luka S.pd

Laki-laki 45 tahun

Kepala UPTD Dinas P&K

Informan Utama

2.

Jhon Kita

Laki-Laki 37 tahun

Orang Tua Siswa

Informan Utama

3.

Maria Angelena

Perempuan 35 tahun

Masyarakat Informan Tambahan

4.

Irwan Nua A.Md

Laki-laki 40 tahun

Sekertaris Camat

Informan Utama

5. Hawsa Perempuan

35 tahun

Masyarakat Informan Utama

6. Erwin Laki-Laki

17 tahun

Siswa Informan Kunci

7. Blasius Laki-Laki Masyarakat Informan

38 tahun

Kunci

8. Samsudin Laki-Laki

30 tahun

Guru Informan Tambahan

DOKUMENTASI PENELITIAN

RIWAYAT HIDUP

JUNEDIN DAENG, Lahir di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT), pada tanggal 26 Februari 1996. Anak ke 4 dari 5 bersaudara dan merupakan buah kasih dari pasangan Daeng Abdurahman Gili dan Siti Hawa. Penulis menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Numba 2 mulai tahun 2000 sampai 2006. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Al-

Dokumen terkait