• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri dan pastinya bergantung pada bantuan orang lain, untuk mendapatkan bantuan atau tujuan tertentu maka manusia menggunakan tindakan-tindakannya. Tindakan itu yaitu perbuatan, perilaku, maupun aksi yang dilakukan oleh manusia untuk mencapai tujuannya. Tindakan sosial menurut Max Weber (Basid, 2018:2) adalah suatu tindakan individu sepanjang tindakan itu mempunyai makna atau arti subjektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan oranglain. Tindakan sosial dapat berupa tindakan yang bersifat membatin atau bersifat subjektif yang mungkin terjadi karena pengaruh positif dari situasi tertentu atau merupakan tindakan perulangan dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu. Teori ini bisa digunakan untuk memahami tipe-tipe perilaku tindakan setiap individu maupun kelompok.

Memahami perilaku setiap individu maupun kelompok, sama halnya kita telah menghargai dan memahami alasan-alasan mereka dalam melakukan suatu tindakan.

Novel The Punk ini adalah salah satu novel karya Gideon Sams yang dikemas dalam kisah romantis sekaligus tragis dipenuhi adegan kekerasan, bahasa kasar, juga seks serta narkoba. Menggambarkan berbagai konflik atau masalah, semua itu dikemas dengan cerita yang sangat menarik oleh Gideon Sams , mengajak pembaca untuk merenung sejenak bahwa masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia itu bersifat dinamis bagaikan siklus yang terus mengalami rotasi. Tidak ada yang stagnan tanpa perubahan karena hakikat kehidupan ini

49

dibarengi dengan perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan suatu keniscayaan karena itu sudah merupakan kodrat kehidupan, bagian dari kehidupan manusia yang menjalani keseharian dan rutinitasnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan kehidupan.

Berbagai permasalahan-permasalahan yang timbul dalam cerita novel The Punk ini tidak terlepas dari seorang tokoh utama bernama Adolph Splitz. Seorang pemuda yang resah tanpa masa depan, gelisah dan bersikap pemberontak, kemudian menemukan caranya sendiri yaitu menjadi anak punk. Perjalanannya sebagai anak punk tentu saja mendapat hambatan dari keluarga, apalagi sebenarnya sang ayah menginginkan Adolph menjadi polisi guna membendung sikapnya sehingga bisa menjalani kehidupannya dengan lebih teratur, namun Adolph lebih memilih untuk menjalani kehidupan dengan bebas, memutuskan untuk angkat kaki dari rumah saat ia sudah mendapat pekerjaan yaitu sebagai asisten tukang potong ikan.

Tindakan-tindakannya semakin kelewatan apalagi saat ia bertemu dengan seorang gadis yang bernama Thelma dari pergaulan anak Ted, musuhnya sendiri sebagai anak punk. Mereka menjalin kasih, bercinta, mabuk-mabukan, hingga membunuh. Sebelum bertemu dengan Adolph, Thelma sempat menjalin kasih dengan Ned sesamanya dari kelompok Ted. Akibat dari hubungan antara Adolph dan Thelma, Ned tidak bisa menerimanya maka perseteruan antara Punk dan Ted semakin mencekam dari sebelumnya yang sejak lama kelompok ini tidak pernah akur.

50

1. Tindakan Rasional Instrumental

Tindakan rasional instrumental merupakan suatu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Misalnya, Seorang anak yang sedang mencari pekerjaan demi kelangsungan hidupnya, tetapi pekerjaan yang dia dapatkan tidak sesuai dengan keinginannya atau keahliannya namun gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka dengan besar hati anak itu rela mengerjakan pekerjaan yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Tindakan anak tersebut telah dipertimbangkan dengan matang agar ia mencapai tujuan tertentu. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 22 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional instrumental: “Pekerjaan terbaik apa yang bisa kau berikan sekarang? Anda bisa melabeli kaleng-kaleng buncis matang di tesco‟s.”

Bagi Adolph pekerjaan melabeli kaleng-kaleng buncis matang adalah tawaran pekerjaan yang bercanda, sebab bukan pekerjaan seperti itu yang diinginkannya, ditambah lagi uang yang didapatkan dari pekerjan itu menurutnya tidak cukup bagus. Berdasrkan pembahasan tesebut maka peneliti memilih teori Weber (Ghofur, 2017:4) sebagai penjelas yang mengatakan bahwa individu selalu memiliki tujuan yang beragam, maka individu dituntut untuk memilih. Syarat memenuhi tujuan itu individu harus memiliki alat yang mendukung. Tindakan rasional instrumental menggambarkan pada tujuan-tujuan yang lain dan alat-alat atau cara yang dianggap efisien dan efektif untuk mencapai tujuan. Tindakan ini

51

lebih mengedepankan sebuah tindakan yang memiliki manfaat setelah melakukan nilai-nilai tertentu, disamping tujuan dan manfaat tindakan rasional instrumental juga memerlukan cara sebagai aktualisasi dalam mencapai inti dari persoalan yang lebih spesifik dan terstruktur.

Selain pendapat dari Weber, peneliti juga memilih pendapat dari Karl Marx (Nursalam, 2016: 23) yang mengatakan bahwa spesies manusia dan sifat dasarnya terkait erat dengan kerja. Pertama, yang membedakan manusia dengan binatang adalah bahwa kerja manusia untuk mewujudkan suatu realitas yang sebelumnya hanya ada di dalam imajinasi. Kedua, kerja ini bersifat material.

Manusia bekerja dengan alam material untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan material manusia. Ketiga, kerja tidak hanya mengubah alam, tetapi juga mengubah manusia. Betapa pentingnya bekerja bagi seseorang, sama halnya dengan ibu Adolph yang berusaha merubah hidup Adolph dengan menyuruhnya bekerja namun Adolph sangat keras kepala. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 19 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional instrumental: “kenapa kau tidak pergi dan mengambil pekerjaan yang mereka tawarkan kepadamu di bursa tenaga kerja? Apa yang salah dengan bekerja membersihkan WC? “Aku tidak suka bersih-bersih, itu sebabnya,”seru Adolph.”

Peneliti dalam hal ini memilih teori dari Weber (Nursalam, 2016:61) sebagai cerminan dari tindakan Adolph yang membahas tentang rasionalitas praktis yaitu setiap cara hidup yang memandang dan menilai kegitan duniawi terkait dengan kepentingan-kepentingan individual pragmatis dan egoistis belaka.

Orang-orang yang mempraktikkan rasionalitas praktis menerima realitas yang

52

sudah ada dan hanya memikirkan cara-cara bijaksana untuk menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadirkannya, tipe rasionalitas ini muncul bersama terputusnya ikatan-ikatan magis primitif, rasionalitas praktis membawa orang untuk tidak mempercayai segenap nilai-nilai yang tidak praktis.

Menilai dan menentukan tujuan bisa saja dijadikan sebagai cara untuk mencapai tujuan yang lain. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 37 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional instrumental:

“Lima, untukmu bukan lima. Aku akan melemparmu jika kau tak perduli. Aku punya bukti kalau aku hanya bayar setengah, tidak kau lihatkah pasporku?” dalam tindakan rasional instrumental ditentukan oleh pengharapan-pengharapan yang berada di lingkungan dan tindakan-tindakan orang lain. Pengharapan yang dimaksud itu dimanfaatkan untuk keadaan tertentu sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu.

Tidak semua tujuan yang di rencanakan dari awal bisa tercapai dengan mudah, semua butuh proses dan kegagalan selalu saja menghantui dalam setiap usaha Adolph untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya serta gaji yang menurutnya cukup. Meningkatkan pendapatan tentu saja adalah komponen utama yang diperlukan untuk membentuk keuangan yang sehat, sementara sumber utama pendapatan kebanyakan orang adalah dari gajinya.

Seseorang yang memiliki kualitas lebih untuk suatu bidang tertentu biasanya lebih mudah untuk meraih pekerjaan yang telah dirancangnya.

53

Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 23 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional instrumental: ”Pekerjaan sebagai asisten di sebuah tempat pemotongan ikan, bayarannya 24 Pound seminggu.

“Yeah, aku kira begitu, beri aku alamatnya aku akan pergi dan melihat pekerjaannya”. Kemudian Adolph mendapat tawaran pekerjaan lagi yang justru lebih jauh dari keahliannya yaitu dalam bidang seni, namun kali ini adolph dibuat tertarik oleh bayaran yang akan didapatkannya dalam seminggu, tak ingin melewatkan kesempatan ini, Adolph bermaksud untuk meminta alamat pekerjaannya untuk melihatnya terlebih dahulu.

Berdasarkan pembahasan tersebut maka peneliti memilih pendapat dari Ritzer (Hasan, 2019:4) yang mengatakan bahwa tindakan ini ditentukan oleh pengharapan-pengharapan yang berada dilingkungan dan tindakan-tindakan orang lain. Pengharapan dan harapan yang dimaksud itu dimanfaatkan untuk keadaan tertentu sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu, tujuan itu dihitung dan dirasionalisasikan oleh tokoh-tokoh yang terlibat. Tindakan memanfaatkan harapan-harapan yang ada saat itu untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah dirasionalisasikan dengan kehidupannya yang akan datang adalah tujuan Adolph.

Adolph tidak peduli lagi dengan jenis pekerjaanya, sekalipun jauh dari keahliannya ataupun pekerjaan yang dia inginkan sebelumnya. Adolph memilih pekerjaan ini atas pertimbangan dan pilihan sadar. Biasanya perusahaan mencari orang yang berpengalaman agar lincah saat diterima tanpa perlu mengajari terlalu jauh. Namun Adolph begitu yakin memiliki kemampuan, keterampilan, dan keahlian cukup dalam mengerjakan pekerjaan sebagai asisten pemotong ikan

54

tersebut dengan membuat sang manejer yakin dengannya, meskipun manajer dari tempat pemotongan ikan itu mempermainkan Adolph dalam wawancaranya dengan berusaha menggambarkan pekerjaannya yang sangat mengerikan menantinya, Adolph tetap tidak peduli, uang lebih dari segalanya baginya. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 27 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional instrumental: “Apa? Konyol!! Berapa lama waktu untuk makan siang?. “Oh, setengah jam.”Adolph bimbang untuk bilang kepada sang manajer soal ketidakcocokannya dengan pekerjaan ini. Tapi dia melihat kedalam dirinya sendiri, lebih dari segalanya, dia butuh uangnya.

2. Tindakan Rasional Nilai

Tindakan rasional nilai memiliki sifat bahwa alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar, sementara tujuannya sudah ada di dalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolut.

Tindakan ini bertujuan memiliki maksud bahwa seseorang ketika bertindak secara rasional ia selalu berpegang kepada hal-hal tertentu yang dianutnya semacam keyakinan akan nilai yang dipercayainya. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 41 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional nilai: “Yeah, aku ke sini mau mengambil anggur, vodka dan susu sapi.”

Kemudian Weber (Ghofur, 2017:5) mengatakan bahwa tindakan rasional nilai didasarkan atas nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat, tindakan ini dilakukan dengan memperhitungkan manfaatnya namun tujuan dari tindakan tersebut tidak perlu dipertimbangkan. Tindakan sosial rasional nilai semata tidak untuk medapatkan kriteria baik dan benar dalam masyarakat. Tercapai atau

55

tidaknya tujuan bukan menjadi problem utama, yang penting adalah kesesuaian tindakan dengan nilai-nilai dasar yang berlaku dalam lingkungan masyarakat.

Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 14 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional nilai: “ketika Adolph berusaha mengubah namanya dari david, ayahnya berusaha mengusirnya.”

Perilaku seorang anak yang memilih minggat dari rumahnya dan meninggalkan orangtuanya yang sering bertentangan dengannya karena merasa bahwa dia bisa hidup sendiri dari hasil kerjanya. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 30 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional nilai: “Aku sudah mendapatkan pekerjaan, aku tidak akan bergantung dan menyembah ayah lagi”. Hal ini senada dengan pendapat Moore (Putra, 2020:

16) mengtakan bahwa perubahan sosial terjadi pada struktur-struktur sosial baik itu pada pola perilaku dan interaksi sosial. Perubahan tersebut bisa saja bersifat sistem sosial, bisa saja berkaitan dengan sesuatu yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dengan kata lain perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang di suatu masyarakat, sehingga memberikan pengaruh pada sistem sosial, mempengaruhi nilai-nilai, sikap dan perilaku terhadap individu yang ada pada masyarakat tersebut. Adolph sudah tidak tahan dengan sikap orangtuanya yang selalu menekannya. Tindakan- tindakan sosial tersebut tentu telah dipertimbangkan sebelumnya berdasarkan pertimbangan nlai-nilai sosial.

Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 30 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional nilai: “Ayah kok bisa menonton

56

kebohongan itu?”Ayahnya menatap dengan tajam, “atur bahasamu anak muda.

Kau masih berada di dalam rumah?” Aku tak harus mengatur bahasaku, ayah!

Tontonlah film dokumenter keparat itu.

Adolph dan ayahnya tidak pernah terlihat akur, selalu saja bertentangan.

Konflik anak dengan orang tua memang wajar terjadi. Orang tua selalu berpikir bahwa dialah yang memegang kendali di rumah, kemudian memaksakan kehendak kepada anak. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 31 yang dipilih peneliti sebagai tindakan rasional nilai: ”Semua itu sampah, sangat kotor. Aku tak akan membiarkannya berada di rumah ini. Aku membacanya dalam News of the World.“ Kenapa ayah percaya pada barang cetakan itu. Ayah pasti „sakit‟.” hingga akhirnya orang tua merasa kehilangan wibawa ketika anak mulai enggan mematuhi perintah darinya. Tidak pernah ingin mendengarkan apa yang dikehendaki anak. Seperti Adolph memilih untuk tidak tunduk pada siapapun, bahkan pada ayahnya sendiri. Adolph selalu mengabaikan kehendak ayahnya, sedangkan ayahnya adalah seorang anggota polisi yang ingin menjadikan Adolph sama seperti dirinya, namun Adolph mengabaikan itu semua sebab Adolph ingin menjadi manusia bebas yang tidak percaya pada produk kapitalisme yang selalu lantang diteriakkan olehnya.

Berdasarkan pembahasan terseburt maka peneliti memilih pendapat dari Soekanto (2014: 324) yang mengatakan bahwa masalah generasi muda pada umumnya ditandai oleh dua ciri yang berlawanan, yakni keinginan untuk melawan (misalnya dalam bentuk radikalisme, delinkuensi, dan sebagainya) dan sikap yang apatis (misalnya penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran

57

moral generasi tua). Sikap melawan mungkin disertai dengan suatu rasa takut bahwa masyarakat akan hancur karena perbuatan-perbuatan menyimpang.

Sementara itu sikap apatis biasanya disertai dengan rasa kecewa terhadap masyarakat. Generasi muda biasanya menghadapi masalah sosial dan biologis.

Apabila seseorang mencapai usia remaja, secara fisik dia telah matang, tetapi untuk dapat dikatakan dewasa dalam arti sosial masih diperlukan faktor-faktor lainnya. Dia perlu belajar banyak mengenai nilai dan norma-norma masyarakat.

3. Tindakan Afektif

Tindakan afektif lebih didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif sifatnya spontan, tidak rasional, dan merupakan ekspresi emosional dari individu. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 85 yang dipilih peneliti sebagai tindakan afektif: “Adolph memberikan tendangan akhir ke tubuh Adolph lalu mengangkat pisau dan menikamkannya ke tubuh Ned. Hal ini seperti pendapat dari Barry (Putra, 2020: 22) mengenai krisis ahlak yaitu masa gawat, suasana darurat, suatu keadaan yang merosot. Fenomena krisis ahlak hanya menerpa beberapa kecil elit politik dan birokrasi. Namun sekarang telah mulai menular kepada masyarakat luas, bahkan merambah kepada kalangan pelajar serta remaja.

Krisis ahlak yang terjadi pada masyarakat sekarang yaitu, pelecehan seksual, bersikap anarkis, main hakim sendiri, menyogok, merampas hak orang lain, dan lain sebagainya.

Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 43 yang dipilih peneliti sebagai tindakan afektif: “Kemudian Adolph menaiki tangga.

58

Dia memegang sebotol vodka di tangannya dan mulai merasakan efek cairannya”

Bentuk krisis ahlak yang mengkhawatirkan yaitu melibatkan remaja atau pelajar yang sering disaksikan saat ini seperti remaja terlibat tawuran, membolos, merokok di sekolah, pergaulan bebas, sering keluar malam, tidak menghargai guru, tidak menghargai orang tua dan masih banyak lagi. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 20 yang dipilih peneliti sebagai tindakan afektif: “kenapa ibu tidak bisa diam, lebih baik aku mendengar cerita- cerita pilu dengan bertanya kepada mereka. Adolph mendorong kursinya jauh- jauh dari meja, dia bangun dan mengamuk.

Adolph yang tidak mencerminkan sifat intelektual sebagaimana sifat ayahnya, dia tidak bisa lagi membedakan bagaimana cara bersikap di luar rumah ketika berada di lingkungan Punk dengan di dalam rumah ketika di lingkungan keluarganya sendiri, dia selalu menerima ajaran-ajaran dalam lingkungan anak Punk tapi tidak pernah menerima ajaran ibunya sendiri. Tindakan adolph tidak pernah berlaku sopan terhadap ibunya, dia selalu melukai perasaan ibunya. Setiap nasehat yang keluar dari mulut ibunya tidak pernah Adolph dengarkan. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 33 yang dipilih peneliti sebagai tindakan afektif: “kapan ibu bersikap baik kepadaku? Ibu selalu saja meninggalkanku sendirian. Sekarang aku berubah pikiran aku akan pergi dan meninggalkan ibu”. Tindakan seperti ini mencerminkan betapa kurangnya kasih sayang Adolph dan rasa terimakasi terhadap ibunya yang telah melahirkan dan membesarkannya hingga dia menjadi seperti sekarang ini. Meskipun sering kali Adolph membentak ibunya, namu ibu tetaplah ibu yang tidak akan pernah bisa

59

menyakiti anaknya sendiri, hanya bisa bersabar meskipun Adolph melihat air mata ibunya, Adolph tidak pernah peduli.

Demi orang yang paling kita cintai, kita bisa rela melakukan dan mengorbankan apapun. Walaupun harus nyawa yang jadi taruhannya, asal kita bisa punya kesempatan untuk hidup bersama orang yang kita cintai kita akan melakukannya. Seperti Adolph dan Thelma selama mereka sering bersama, permusuhan antara anak Ted dan Anak Punk semakin mencekam. Adolph dan Thelma memang belum terlalu lama saling kenal tapi keduanya saling jatuh cinta dan bertindak saling menjaga satu sama lainnya, bahkan sekalipun nyawa jadi taruhannya. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 91 yang dipilih peneliti sebagai tindakan afektif: “Anak Ted lalu menampar wajah Thelma, ia terjengkang. Adolph membalasnya dengan bertubi-tubi memukul mulut anak Ted itu. Tapi sebelum dia menghajar lagi, anak-anak Ted mengerubutinya, hingga akhirnya Adolph dan Thelma meninggal.”

Soekanto (2014: 326) mengatakan bahwa masa remaja sebagai suatu masa yang berbahaya karena pada periode itu, seseorang meninggalkan tahap kehidupan anak-anak, untuk menuju ke tahap selanjutnya, yaitu tahap kedewasaan. Masa ini dirasakan sebagai suatu krisis karena belum adanya pegangan, sedangkan kepribadiannya sedang mengalami pembentukan. Pada waktu itu dia memerlukan bimbingan, terutama dari kedua orang tuanya.

Hubungan kasih sayang antara dua remaja yang sedang jatuh cinta atau sedang dimabuk asmara. Mereka dapat saja melakukan tindakan yang melanggar norma yang berlaku, namun adanya dominasi emosi (afektif) yang lebih kuat

60

sehingga tanpa perencanaan sadar mereka melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 47 yang dipilih peneliti sebagai tindakan afektif: “Adolph lalu meraba- raba Thelma. Ia berusaha membuka baju seksinya. Ada gairah yang membuatnya benar-benar lupa di mana dia berada. Thelma berdiri dengan tidak sabar, membuka baju seksinya lalu melemparkannya ke atas tempat tidur. Ia berbalik ke arah Adolph dan dengan merajuk berkata, “gaulilah aku sayang.” Menurut Priyatna (2006:294) mengatakan bahwa proses sosial yang menciptakan, mengorganisir, dan mengekspresikan serta mengarahkan hasrat.

Manusia pada hakekatnya sudah memiliki gairah seksual yang tak terduga.

Kapanpun bisa muncul tanpa disadari karena penyebabnya memang banyak sekali. Bahkan mungkin tak terhitung jumlah dan bagaimana gairah seks iu muncul, yang sangat umum diketahui adalah hasrat seksual meningkat dengan sendirinya saat merasa tergoda atau melihat seseorang lawan jenis telanjang.

Menurut Amir (2017:110) mengatakan bahwa seks adalah aktifitas, tindakan dan hubungan yang tak hanya melibatkan dimensi fisik-biologis-kimiawi, akan tetapi juga psikis, sosial, kultural, dan spiritual. Seks adalah aktifitas multidimensi dengan relasi-relasi kompleks dan dinamis.

Mereka yang dalam pengaruh alkohol selalu membenarkan apapun tindakan yang mereka lakukan, mengabaikan norma yang berlaku. Tindakan yang dilakukan tanpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar dapat merugikan diri sendiri ataupun lingkungan sekitar. Adolph sebagai tokoh utama dalam novel The Punk memiliki kehidupan yang tidak pernah jauh dari alkohol, meskipun sudah

61

terbiasa dengan alkohol, Adolph masih sering mabuk. Berikut kutipan dalam novel The Punk yang terdapat pada halaman 46 yang dipilih peneliti sebagai tindakan afektif: “Hanya ada seperempat isi botol yang tersisa. Dia menghabiskannya dan mereka berdua seperti terpelanting ke ranjang yang mengambang di atas air.” Pengaruh alkohol membuat Adolph lupa diri dan bergairah melihat Thelma yang menggodanya malam itu. Saat dalam keadaan mabuk imajinasi Adolph akan bebas, luas dan tidak kenal kompromi.

4 Tindakan Tradisional

Tindakan tradisional dalam tindakan jenis ini, seseorang memperlihatkan tindakan sosial yang biasanya dilakukan atas dasar kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. Jadi apa yang dilakukan individu dalam tindakan ini atas dasar kepercayaan dan warisan-warisan orang terdahulu tanpa lagi melakukan perimbangan pemikiran. Emile Dukheim (Nursalam, 2016: 10) mengatakan bahwa tugas sosiologi adalah memahami fakta-fakta sosial yang terdapat dalam masyarakat. Fakta sosial adalah kekuatan-kekuatan dan struktur yang bersifat eksternal di luar dari individu namun di sisi lain juga bersifat memaksa individu berperilaku sesuai keinginan struktur sosial. Misalnya seorang anak yang menghina orang-orang yang bertolak belakang dengan pemikiran kelompoknya tentang kehidupan sosial tanpa mempertimbangkan perasaan orang-orang tersebut. Tindakan seorang anak tersebut hanya mempertahankan kebiasaan- kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang dalam kelompok tersebut. Seperti saat Adolph dan kawan-kawan tidak memperdulikan perasaan orang lain dalam berucap.

Dokumen terkait