• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

52 yang menjadikan rukun dalam jual beli. Sahnya akad salam, mengakibatkan penjual berhak memperoleh modal (ra‟sul mal) dan berkewajiban untuk mengirimkan barang kepada pembeli. Pembeli juga berhak memiliki barang yang dibeli sesuai spesifikasi yang disepakati antara penjual dan pembeli, serta berkewajiban untuk membayar penjual.

Salah satu bentuk jual beli salam adalah Shopee. Melalui aplikasi Shopee tersebut, fasilitas yang didapatkan adalah adanya sebuah layanan untuk transaksi penjualan berbagai produk, jaminan belanja aman dengan garansi shopee, pembelian berbagai produk, kemampuan berbisnis, kemampuan mencari rekomendasi produk dan berbagi kebahagiaan.

Fasilitas layanan Shopee yang menjual berbagai produk, maksudnya adalah pembeli dapat memilih barang sesuai kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan. Layanan Shopee juga mempermudah transaksi jual beli dengan cepat tanpa harus keluar rumah dan bertemu langsung dengan penjualnya. Adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli diharapkan tidak menghadirkan kecurangan.

Belanja di layanan Shopee dengan penerapannya akad salam, maka jaminan barang yang dibeli akan aman. Selain itu juga jaminan barang sampai kepada pembelinya asli. Keunggulan layanan shopee lainnya yaitu di Shopee dapat melacak sampai mana barang kalian dikirim. Maka tidak heran banyak yang menggunakan aplikasi ini sebagai transaksi jual beli.

53 Pada bagian ini peneliti akan memaparkan lebih jelas dari fokus dari penelitian yang di lakukan yaitu hasil analisis pemahaman dan implementasi dalam transaksi jual beli secara online khususnya pada mahasiswa program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Data ini di dapatkan dari penelitian dengan teknik wawancara terhadap informan /narasumber yang menjadi refresentatif sebagai objek penelitian.

Hasil penelitian ini juga akan di paparkan dengan metode penelitian kualitatif.

Metode penelitian kualitatif sendiri itu di lakukan bukan hanya dengan memaparkan, akan tetapi juga menjelaskan, menggambarkan dan menggali secara detail dalam informasi berdasarkan apa yang telah di dapatkan dari informan (narasumber) selama melakukan wawancara.

1. Deskriptif Karakteristik Informan Penelitian

Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang dari mahasiswa program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Yang terdiri dari sebagai berikut:

Tabel 4.1

IDENTITAS INFORMAN

No Nama Keterangan Coding

1. Nurazizah Ekonomi Islam NA

2. Jusna Eni Ekonomi Islam JE

3. Nurul Mutia Dewi Ekonomi Islam NMD

4. Dian Yuliana Syam Ekonomi Islam DYS

54

5. Asna Febriana Ekonomi Islam AF

6. Wahda Nia Ekonomi Islam WN

7. Nurhalisa Natasya Ekonomi Islam NN

8. Nurfaida Turi Ekonomi Islam NT

9. Nuramalia Putri Ekonomi Islam NP

10. Firna Figriyanti Ekonomi Islam FF

Sumber: Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam 2. Analisis purposive sampling

purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang di maksud yaitu orang yang di anggap akan mendapatkan informasi yang memenuhi karakteristik sebagai sampel dalam populasi dalam proses penelitian itu sendiri. Maka dari itu hasil dari informasi yang telah di dapatkan pada informan lebih relevan dan lebih jelas dengan objek masalah. Untuk lebih jelasnya penulis menyajikan interprestasi dari informan terkait dengan bagaimana transaksi jual beli secara online melalui aplikasi Shopee dan metode pembayaran yang di lakukan dalam transaksi jual beli secara online:

3. Transaksi Jual Beli Secara Online

Jual beli secara online semakin berkembang dengan pesat yang di mana kebanyakan masyarakat lebih memilih berbelanja secara online apa lagi selama muculnya Covid 19 yang di anjurkan untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Akan tetapi belanja secara online juga di anggap lebih mudah dan

55 praktis karena bias di lakukan dimana saja dan kapan saja sehingga banyak meminati hal tersebut salah satunya dalam transaksi jual beli secara online melalui aplikasi Shopee. Namun tentunya hal ini tidak dapat jauh dari etika jual beli pada umumnya yang memiliki etika dalam melakukan transaksi tersebut sehingga di dalamnya tidak ada yang akan di rugikan dan meningkatkan bagaimana keadilan dan kejujuran dalam transaksi apalagi secara online yang dimana transaksi di lakukan tanpa bertemu secara langsung yang hanya melakukan transaksi melalui teknologi seperti handphone ataupun computer.

Untuk lebih jelas berikut hasil wawancara penulis dengan beberapa mahasiswa Ekonomi Islam yang melakukan transaksi jual beli online melalui aplikasi Shopee.

Berdasarkan hasil penelitian dari informan tentang transaksi jual beli secara online 70 % orang mengatakan bahwasanya transaksi dari jual beli secara online melalui apliksi Shopee belum sesuai dengan perspektif Ekonomi Islam dengan alasan jika menggunakan shopee later (kredit) yang di anggap akan mengandung riba di dalamnya dan ada juga yang beranggapan tidak sesuai perspektif ekonomi islam karena di dalam aplikasi Shopee tidak terdapat ruang yang mencermikan ekonomi islam misalnya ruang sedekah. Sedangkan 30 % mengatakan jual beli online melalui aplikasi sesuai dengan perspektif ekonomi islam dengan alasan semua produk yang di tawarkan dalam aplikasi shopee cukup lengkap yaitu tertera gambar dan harga pada produk hanya kita perlu lebih teliti dalam hal itu dan mereka menganggap jual beli secara online itu hal yang di perbolehkan layaknya jual beli pda umumnya sesuai bagaimana syariat islam yang tidak ada di rugikan di dalamnya.

56 Dalam proses transaksi ada beberapa kendala yang di alami misalnya dari proses pengiriman yang di anggap tidak sesuai dengan jadwal pengiriman yang telah di tentukan yang membuat mereka menganggap sebagai kendala, adapun kendala lainnya seperti barang yang tidak sesuai dengan gambar dan ekspektasi misalnya dari kualitas bahan produk ataupun dari ukuran produk namun barang tersebut tidak dapat di kembalikan. Namun dari hasil informasi ada yang mengatakan bahwa tidak terdapat kendala selam melakukan transaksi jual beli online melalui aplikasi shopee karena itu di anggap sebagai salah proses dan risiko kekurang hati-hatian dalam melakukan transaksi jual beli online.

Beberapa kendala yang terdapat dalam transaksi jual beli online melalui aplikasi shopee tentunya ada cara yang mengatasi kendala tersebut untuk menurut informan mengatakan cara mengatasi masalah dalam transaksi lebih berhati-hati dan teliti dalam melihat produk yang akan di beli yaitu dengan cara melihat rating dan hasil riview di kolom komentar yang terdapat pada produk tersebut dari beberapa konsumen yang sebelumnya melakukan transaksi pada barang tersebut, namun apa bila hal yang tidak di inginkan hal yang bisa di lakukan itu dengan cara melakukan complain pada pada produk tersebut.

4. Metode pembayaran jual beli online melalui aplikasi shopee

Hasil penelitian yang di lakukan metode pembayaran yang di lakukan dalam transaksi jual beli online melalui aplikasi Shopee yaitu 70 % melakukan transaksi dengan metode COD (barang bayar di tempat), 20 % melakukan transaksi dengan metode pembayaran transfer, alfamart dan indomaret,

57 sedangkan 10 % melakukan metode pembayaran dengan menggunakan Shopee pay.

Keseluruhan dari metode pembayaran sudah dapat di lihat bahwa metode pembayaran COD adalah metode yang banyak di minati dengan angka 70 % karena di anggap lebih aman karena pembayaran bisa di lakukan pada saat barang sudah di tempat. Akan tetapi alasan dari 30% yang lebih memilih metode pembayaran dengan metode transfer dan shopee pay karena di anggap lebih mudah dan prakstis di lakukan dan barang bisa di ambil tanpa melakukan pembayaran secara cash.

Sebagai mahasiswa ekonomi islam tentunya harus bisa melihat dari metode pembayaran yang di lakukan apakah sesuai dengan perspektif ekonomi islam atau belum. Maka dari itu hasil penelitian 70 % mengatakan bahwasanya metode pembayaran dalam transaksi jual beli online melalui aplikasi shopee sesuai dengan perspektif ekonomi islam karena tidak ada yang mengandung riba di dalamnya di luar dari biaya admin dan biaya ongkos kirim. Akan tetapi 30% menganggap bahwa belum sesuai dengan perspektif ekonomi islam apabila menggunakan metode pembayaran yang menggunakan bank konvensional.

Sebagai mahasiswa program studi ekonomi islam memilih melakukan transaksi jual beli online melalui aplikasi shopee dengan alasan melakukan transaksi lebih mudah, praktis dan banyak produk yang di tawarkan dengan harga yang terjangkau dan di anggap sesuai dengan kantong mahasiswa.

Perbedaan antara jual beli secara online dan jual beli bertatap muka menurut tanggapan dari seluruh informan yang di simpulkan oleh penulis yaitu jual beli secara online lebilh praktis bisa di lakukan dimana dan kapan pun

58 dengan waktu yang sangat terjangkau kemudian barang yang tawarkan juga lengkap sesuai dengan kebutuhan masing-masing akan tetapi hal ini tidak bisa melakukan tawar menawar karena gambar dan harga sudah terdapat pada produk. sedangkan jual beli secara tatap muka di anggap juga lebih baik jika di anggap lebih mau melihat dan meraba kualitas produk secara langsung yang dan bisa melakukan sistem tawar menawar dengan penjual.

Hasil penelitian dari mahasiswa program studi ekonomi islam yang sebagai informan bahwasanya sebagai mahasiswa ekonomi islam tentunya harus mengetahui bagaiman hukum dan ketentuan dalam jual beli secara online.

100% mengatakan paham hukum dan ketentuan jual beli secara online dengan menggunakan aplikasi apapun termasuk aplikasi shopee karena jual beli secara online hukumnya sama denga jual beli pada umumnya yang membedakan hanya tempat transaksinya.

59 V. PENUTUP

A. Kesimpulan

1.Transaksi jual beli salam adalah Transaksi yang memulai pembayaran diawal ketika barang belum ada, hanya spesifikasi, jenis, ukuran, lokasi pengiriman, waktu pengiriman, dan hal-hal lain yang disebutkan pada saat kesepaatan dibuat. Transaksi dengan akad salam akan memberikan manfaat pada kedua belah pihak. Oleh karenanya, jual beli salam boleh sebagai kegiatan ekonomi berdasarkan landasan dalam Al-Quran dan Hadits.

2. Shopee adalah tempat bertemunya antara pembeli dengan penjual secara online. Pelayanan dalam shopee akan mudah mencari barang yang akan dibeli, karena sudah menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari. Sedangkan penjual dapat secara langsung menerima pesanan dan mengirimkan barang kepada alamat yang telah disepakati. Oleh sebab itu, akad jual beli salam diperbolehkan dalam syariat Islam, karena akan mendapatkan keuntungan kedua belah pihak dan mempunyai hikmah bagi kedua belah pihak untuk memenuhi aktivitas sehari-hari.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian pembahasan dan kesimpulan yang dijelaskan diatas maka peneliti menyampaikan saran-saran yang bertujuan memberikan manfaat bagi pihak lain yang atas hasil penelitian ini. Adapun saran- saran yang dapat disampaikan peneliti sebagai berikut:

60 1. Kepada manajer selaku orang bertanggung jawab terhadap aplikasi shopee

untuk lebih memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam setiap transaksi, khususnya dalam melihat produk yang akan di di tawarkan kepada masyarakat.

2. Kepada Pemerintah Daerah selaku penanggung jawab pada masyarakat untuk bisa ikut serta dalam memperhatikan jual beli yang di lakukan yang kalangan masyarakat untuk menghindari penipuan dan sesuatu yang tidak di harapkan.

3. kepada peneliti selanjutnya untuk lebih teliti dan baik dalam menyajikan data sehingga menghasilkan data yang sempurna dari peneliti sebelumnya.

61

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran dan terjemahannya. (Q.S An-Nisaa/4: 29, Q.S Al-Baqarah/2: 282, Q.S Al-Baqarah/2: 275)

As-Sunnah (HR. Ahmad 4: 141, Hasan Lighorihi)

Abdul Rahman Ghazaly, Fiqh Muamalat (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), 71.

Aisyah L dan Achiria. S. 2019 Bisnis E-Commerce In Islamic Economi Perspective Study On Bisnis @Lisdasasirangan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 03 No. 02

Al-Allamah Abdurrahman bin Muhammad Bin Khaldun. Mukaddimah Ibnu Khaldum. Diterjemahkan oleh Masturi Irham. (Jakarta: Pustaka Al- Kautsar.2016). Hlm.684.

Agung Neogroho, Teknologi Komunikasi, (Yogyakarta: GrahaIlmu, 2010) ,h.2.

Achnad Zurohman, Eka Rahayu, Januari 2019. Jual beli online dalam pespektif ekonomi islam. Iqtishodiyah, Vol.05 No.01

Aisyah, E.N. 2019 Bisnis Online di Era Revolusi Industri 4.0 (Tinjauan Fiqih Muamalah). Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Bisnis Syariah.

Vol.01 No.01

Arief Fajar Prayoga, Pengaruh Fitur Chatting Dan Tawar Pada Aplikasi Shopee

Terhadap Kepuasan Pelanggan, Dikutip dari

http://openlibrary.telkomuniversity.ac.id, Diakses pada hari senin, tanggal 01 Juli 2019, Pukul 02.00 WIB.

Astri Damayanti, Strategi Iklan Online (Studi Iklan Shopee Di Media Sosial), Dikutip dari http://etheses.iainponorogo.ac.id, Diakses pada hari Rabu, tanggal 03 Juli 2019, Pukul 17.00 WIB.

Chrismastianto, I.A.W 2017 Analisis SWOT Implementasi Teknologi Finansial Terhadap Kualitas Layanan Perbankan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol.20 No.01

62

Darmawansyah, T.T dan Aguspriyani, Y 2019. Implementation of fintech Syariah In PT Investree Revuewed Based On Fatwa DSN-MUI No.

117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layangan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.03 No.02

Desy Safira, at al, 2020. Bisnis jual beli online dalam perspektif ekonomi islam.

Al Yasini: Jurnal Hasil Kajian dan Penelitian Dalam Bidang Keislaman dan Pendidikan Terakreditasi Kemenrisdikti No.36/E/KPT/2019, ISSN:

2527-6603(e), 2527-3175(p) Vol. 05, No.01, Mei

Deery A. S. 2020. Jual beli online menurut Hukum islam. Al-Sharf jurnal ekonomi islam, vol.01, No.02

Elaman Johari, 2018. Jual beli Online Dalam perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Hukum Sehasen, Vol.02 No.01

E-Culture Tentang Marketplace di Indonesia

Fitria T.N 2017 Bisnis Jual Beli Online (Online Shop) Dalam Hukum Islam dan Hukum Negara. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam. Vol.03 No.21

Ibid, Hal. 98 Ibid, Hal. 130

iPrice 2021 Tentang Rata-rata Pengunjung Bulanan Shopee

Koentjaningrat. Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta: Gramedia 1994) Hal.130

Muhammad Ihsan, 2021. Transaksi Jual beli online dalam persfektif hukum islam. Jurnal Lex Justitia, Vol. 03 No.01

Mohammad Suyudi, 2021. Jual beli online dengan system dropship menurut hukum islam dan hukum positif Indonesia. Jurnal Indonesia social teknologi, Vol.02 No.03

63

Misbahul Ulum, 2020. Prinsip-prinsip jualbeli online dalam islam dan penerapannya pada E-Commerce Islam di Indonesia. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis, Vol.17 No.01

M.Ali Hasan, Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo,2004), hlm.101.

Pamujianto.2019. Analisis Fiqih Muamalah Kontemporer Terhadap Jual Beli Online Dengan Sistem Dropship (Kajian Hukum Islam). Al-Qadiri Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan. Vol.16 No.01

Palevy. R. M, At Al, 2020. Sistem transaksi dan pertanggungan risiko dalam jual beli dropshipping menurut perspektif ekonomi islam. Journal of Sharia Economics, Vol.01 No.02

Putra. D. M. 2019. Jual Beli Online Berbasis Media Sosial Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Journal Of Shariah Economic Research, Vol.03 No.01 Rozalinda, Fiqh Muamalah Dan Aplikasinya Pada Perbankan Syariah, hlm.42 Syaifullah, 2014. Etika Jual Beli dalam Islam Hunafa: Jurnal Studia Islamika

Vol.02 No.02

Shabiran, L.M. dan Herwanti, T. 2017. Etika Bisnis Pedagang Jual Beli Telepon Genggam Bekas di Tinjau Dari perspektif Ekonomi Islam. Maqdis: Jurnal Kajian Ekonomi Islam. Vol.02 No.01

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D (Bandung: Alfabeta 2018)

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2002) cet. Ke-12, hlm 183

Setya Yuwana Sadikan. Ragam Metode Pengumpulan Data (Jakarta:PT Raja Grafindo 2003) Hal.62

S. Nasution. Metode Penelitian. Hal.129

64

Wahibatul Maghfuroh. 2020. Jual beli secara online dalam tinjauan hukum islam. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS). Vol.02 No.01

Wahana. Komputer, Membangun Usaha Bisnis Dropshipping. (Jakart:

Gramedia,2013), h.2

Winarno Surakhmad. Pengantar Penelitian Ilmiah (Bandung: Taisito 1994) Hal.162

65

L A M P

I

R

A

N

TABEL PENELITIAN TERDAHULU

No Nama Peneliti

Nama Jurnal

Judul Penelitian

Metode Penelitian

Hasil Penelitian

1. Desy Safira, Alif Ilham Akbar Fatriansyah

Al Yasini. Vol.

05, No.01, Mei 2020

Bisnis jual beli online dalam perspektif ekonomi islam

Kualitatif Jual beli menurut islam pada hakikatnya tidak hanya bersifat

konsumtif dan hanya

mengandung unsur material untuk

memperoleh keuntungan hakiki di akhirat, tentu dengan memperhatikan prinsip jual beli

yang di

perbolehkan menurut syar‟i.

dalam era

globalisasi saat ini, bermunculan model-model bisnis dengan menggunakan kecanggihan teknologi modern.

2. Wahibatul Maghfuroh

Jurnal Ilmiah Ahwal

Syakhshiyyah (JAS). Vol.02, No.01, juni 2020

Jual beli secara online dalam tinjauan hukum islam

kualitatif Transaksi jual beli online merupakan muamalah, hukumnya boleh (mubah). Jual beli online tidak bertetangan dengan nash

dan ini

merupakan bentuk suatu kemaslahatan dan saling menguntungkan.

Kemudian kasus-kasus

seperti di qiyaskan

dengan jual beli transaksi online melewati FB, WhatsApp, Instragram, Shopee dan lain sebagainya, yang terpenting adalah saling merelakan antara keduanya atau di sebut anataradin, saling

keterbukaan dan kejujuran dalam melaksanakan kegiatan bertransaksi.

3. Muhammad Ihsan

Jurnal Lex Justitia, Vol.

03, No.01 Januari 2021

Transaksi Jual beli online dalam

persfektif

kualitatif Permasalahan hukum dari jual beli yang di lakukan secara

hukum islam online, dimana jual beli online

itu di

perbolehkan atau halal selam jual beli online terpenuhi rukun dan syarat dari jual beli itu sendri secara ajaran agama islam. Dan tidak ada hal-hal yang merubah hukum halal menjadi haram pada jual beli online tersebut.

4. Achnad Zurohman, Eka

Rahayu

Iqtishodiyah , Vol.05, No.01, Januari 2019

Jual beli online dalam

pespektif ekonomi islam

kualitatif Jual beli via internet adalah jual beli yang di lakukan melalui media

elektronik. Untuk melakukan

transaksi jual beli tidak harus bertemu secara langsung atau saling menatap muka secara langsung. Akan tetapi

melakukan transaksi secara

online di

perbolehkan dalam islam asalkan sesuai dengan rukun dan syarat yang

telah di

tentukan.

5. Deery Anzar Susanti

Al-Sharf jurnal ekonomi islam, vol.01, No.02 tahun November 2020

Jual beli online menurut

Hukum islam

Kualitatif Jual beli online merupakan system transaksi yang di lakukan oleh pembeli dan penjual melalui media

masa tanpa adanya

pertetemuan secara langsung.

Menurut hukum islam jual beli

online di

perbolehkan selagi tidak ada dalil yang melarangnya transaksi yang di larang dan tetap mengikuti syariat islam.

Prinsip kejujuran dan

kemaslahatan harus di pegang teguh kedua belah pihak agar senantiasa menciptakan transaksi jual

beli yang saling menguntungkan keduanya.

6. Mohammad Suyudi

Jurnal Indonesia social teknologi, Vol.02, No.03, Maret 2021

Jual beli online dengan

system dropship menurut

hukum islam dan hukum positif

Indonesia

kualitatif Konstruksi hukum jual beli online dengan system dropship menurut hukum

islam dan

hukum positif Indonesia bias di lakukan dengan

menggunakan model

akad/perjanjian yang sesuai mekanismenya.

Dimana hukum

yang di

dasarkan pada Al-Quran,

Hadits, dan sumber lainnya bias

menggunakan akad salam, parallel, akad samsarah dan akad wakalah.

Sedangkan dalam hukum positif yang di dadarkan pada KUH perdata

dan KUH

Dagang bias menggunakan system model pengangkatan makelar dan komisioner.

7. Muhammad Reza Palevy, Hafas Furqani, Nevi Hasnita

Journal of Sharia

Economics, Vol.01, No.02, tahun 2020

Sistem

transaksi dan pertanggungan risiko dalam jual beli dropshipping menurut perspektif

kualitatif Sistem transaksi jual beli dengan menggunakan sistem

dropshipping ,belum memenuhi kriteria akad

ekonomi islam pesanan dalam islam seperti akad salam, akad samsarah dan juga akad wakalah.

System

transaksi jual beli

dropshipping selama ini terjadi di identifikasikan mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) dari spesifikasi barang yang di

jual oleh

dropshipper.

Praktek system jual beli dropshipping yang di lakukan pihak

dropshipper adalah menjual barang yang bukan miliknya sehingga

aktivitas jual beli tersebut di larang.

8. Misbahul Ulum

Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis,

Vol.17, No.01, Maret 2020

Prinsip-prinsip jualbeli online dalam islam dan

penerapannya

pada E-

Commerce Islam di Indonesia

kualitatif Prinsip-prinsip jual beli islam secara spesifik terdiri atas prinsip kerelaan (ridhaiyyah), prinsip kemanfaatan atau

kemaslahatan prinsip keadilan, ketuhanan (tauhid), prinsip kejujuran,

prinsip kebebasan, prinsip etika

(akhlak), serta prinsip

kebenaran.

Pihak transaksi jual beli yang terjadi pada E- Commerce Hijup.com, telah menunjukkan adanya prinsip- prinsip jual beli dalam islam yang terfasilitasi melalui beragai kebijakan dan protocol

pembelian di situs Hijup.com.

9. Muhammad Deni Putra

Iltizam

Journal Of Shariah Economic Research, Vol.03, No.

01, tahun

Jual Beli Online

Berbasis Media Sosial Dalam

Perspektif Ekonomi Islam

kualitatif Penjualan online merupakan hal yang dapat di perkenankan sesuai dengan perkembangan dan kemajuan

2019 teknologi, mengingat banyaknya manfaat yang dapat di peroleh dari transaksi model penjualan seperti ini.

Namun yang perlu di ingat oleh penjual maupun pembeli adalah prinsip kehati-hatian untuk

meminimalisir kemungkinan terjadinya

penipuan baik dari sisi penjual maupun

pembeli.

10. Elaman Johari

Jurnal Hukum Sehasen, Vol.02,

Jual beli Online Dalam perspektif

Kualitatif Jual beli melalui media online adalah sah

No.01, April 2018

Ekonomi Islam menurut syara‟

(hukum islam) sepanjang memenuhi 4 kritria yaitu pertama al aqad (ijab Qabul), Kedua Mahallul Aqd (obyek perjanjian), ketiga Al Aqidain (pihak-pihak yang

melaksanakan perjanjian), ke empat

maudhu‟ul (tujuan kontrak dan akibatnya).

PEDOMAN WAWANCARA

NO Pertanyaan Coding

1. Apakah anda tahu apa itu jual beli online? NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 2. Apakah anda memiliki aplikasi Shopee? NA, JE, NMD, DYS, AF,

WN, NN, NT, NP, FF 3. Apakah jual beli online melalui aplikasi

Shopee sesuai dengan perspektif Ekonomi Islam?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 4. Metode pembayaran apa yang di lakukan

dalam transaksi jual beli online melalui aplikasi Shopee?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 5. Metode pembayaran apakah yang lebih

banyak di lakukan?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 6. Apakah metode pembayaran yang di lakukan

sesuai dengan perspektif Ekonomi Islam?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 7. Apa saja kendala dalam melakukan transaksi

jual beli secara online melalui aplikasi Shopee?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 8. Bagaimana cara mengatasi kendala dalam

transaksi melalui aplikasi Shopee?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 9. Sudah berapa lama dalam melakukan

transaksi mealui aplikasi Shopee?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 10. Apakah sebagai mahasiswa Ekonomi Islam

paham ketentuan yang di lakukan dalam transaksi jual beli secara online?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 11. Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam lebih

memilih transaksi melalui aplikasi Shopee?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 12. Apakah mahasiswa Ekonomi Islam sudah

mengetahui hukum dalam jual beli secara online?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 13. Apakah barang yang di beli melalui aplikasi

Shopee sesuai dengan syariat islam?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF 14. Menurut anda apa perbedaan antara jual beli

secara online dengan jual beli dengan bertatap muka secara langsung antara penjual dan pembeli?

NA, JE, NMD, DYS, AF, WN, NN, NT, NP, FF

Dokumen terkait