BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Hasil penelitian diatas merupakan proses penelitian lapangan yang telah dilakukan peneliti dengan pemenuhan persyaratan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif tentang bagaimana penerapan sistem antrian dalam meningkatkan kualitas pelayanan
1. Analisis Kinerja Sistem Antrian
Pada saat peneliti melakukan observasi di Puskesmas Kassi Kassi yang merupakan puskesmas percontohan bagi Puskesmas lain. Dimana penerapan sistem antrian yang di terapkan pada puskesmas Kassi Kassi ada dua yaitu sistem antrian jalur tunggal (single channel query sysem) dan jalur antrian berganda (Multiple Channel Query System).
Terdapat tiga loket pendaftaran pasien yaitu loket pertama loket pendaftaran lansia, penyandang cacat, anak usia 0-16 Tahun, loket kedua yaitu loket pendaftaran poli umum pasien kunjungan berulang usia 17- 54 Tahun, loket ketiga yaitu loket pendaftaran pasien baru.
Jenis sistem antrian yang diberlakukan pada Puskesmas Kassi Kassi adalah jenis sistem antrian jalur tunggal pada loket registrasi yang merupakan kedatangan pertama pasien sebelum berada dalam antrian ke poli yang akan dituju.
Pada proses pelayanan di beberapa poli diantaranya: poli umum, poli KIA, poli gigi , poli lansia dan penyandang cacat , serta apotek menggunakan sistem antrian jalur berganda dimana ada dua pelayanan yang dilakukan secara bersamaan sehingga menjadikan pelayanan yang dilakukan berjalan dengan baik dan efektif.
Namun peneliti menganalisis bagian loket registrasi kunjungan berulang pada poli umum dan poli gigi dimana sistem antrian yang di terapkan yaitu model anrian jalur tunggal yang masih memerlukan perbaikan atau peningkatan mutu pelayanan.
Upaya untuk mempertahankan tingkat produktivitas dan kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan maka di berlakukan nomor antrian pada setiap pasien, namun jika pasien yang datang yang harus mendapat penaganan secepat mungkin maka tidak diberlakukan nomor antrian dengan memberikan penjelasan kepada pasien yang lain. Waktu yang dibutuhkan oleh setiap petugas untuk melayani pasien yang satu dengan yang lainnya adalah bersifat first come served (FCFS ) di mana pasien yang datang pertama akan dilayani terlebih dahulu.
Berikut skema penerapan pelayanan sistem antrian dibagian registrasi pada Puskesmas Kassi Kassi yaitu:
SKEMA LOKET REGISTRASI PASIEN
Loket 1 Loket 2 Loket 3
Gambar 9 Skema Loket Registrasi Puskesmas Kassi Kassi Keterangan:
1 2 3
4
5 7 6
9 8
Ruang Tunggu
1 : Loket registrasi pasien baru
2 : Loket registrasi kunjungan berulang pada poli umum dan poli gigi.
3 : Loket registrasi lansia dan penyandang cacat.
4 : Apotek tempat pengambilan obat 5 : UGD Puskesmas Kassi Kassi 6 : Pelayanan Poli Umum I 7 : Pelayanan Poli Umum II 8 : Pelayanan Poli Gigi
9 : Pelayanan Poli Lansia dan Penyandang Cacat 2. Tingkat kedatangan dan tingkat pelayanan petugas registrasi
Tingkat kedatangan adalah banyaknya pasien yang datang untuk melakukan pengobatan yang harus melakukan registrasi terlebih dahulu dan mendapatkan pelayanan dari petugas regisrasi tersebut. Tingkat kedatangan dinyatakan dalam berapa banyak pasien dalam periode waktu tertentu. Tingkat kedatangan pasien diasumsikan mengikuti distribusi poisson. Distribusi poisson adalah kedatangan pasien lain tidak bergantung pada waktu kedatangan pasien lainnya(tidak terbatas).
Data kedatangan pasien diperoleh dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dan menghitung banyaknya jumlah pasien yang memasuki sistem antrian loket pendaftaran pasien yang menuju ke jalur poli umum dan poli gigi pada Puskesmas Kassi Kassi kecamatan Rappocini.
Dalam rangka melakukan analisis antrian maka peneliti dapat menghitung jumlah kedatangan pasien per jam, seperti yang disajikan pada tabel berikut :
Tabel 3 Data Kedatangan Pasien Rawat Jalan pada Poli Umum dan Poli Gigi Tabel 4 Data kedatangan Pasien Poli umum dan Poli Gigi
No. Hari Tanggal Periode waktu(per orang)
Kedatangan Pasien Poli Umum Poli
Gigi
1 Senin 06-Maret-17
08.00-09.00 23 2
09.00-10.00 41 5
10.00-11.00 55 4
11.00-12.00 19 2
2 Selasa 07- Maret -17
08.00-09.00 7 2
09.00-10.00 43 4
10.00-11.00 35 2
11.00-12.00 23 4
3 Rabu 08- Maret -17
08.00-09.00 12 3
09.00-10.00 45 2
10.00-11.00 24 4
11.00-12.00 13 3
4 Kamis 09- Maret -17
08.00-09.00 11 2
09.00-10.00 39 2
10.00-11.00 31 2
11.00-12.00 11 1
No. Hari Tanggal Kedatangan Pasien(orang) Poli umum Poli gigi
1 Senin 06/Maret/20117 138 13
2 Selasa 07/Maret/20117 108 12
3 Rabu 08/Maret/20117 94 12
4 Kamis 09/Maret/20117 92 7
5 Jumat
10/Maret/20117 96 5
6 Sabtu 11/Maret/20117 60 10
JUMLAH 588 59
5 Jumat 10- Maret -17
08.00-09.00 11 1
09.00-10.00 45 1
10.00-11.00 25 2
11.00-12.00 15 1
6 Sabtu 11- Maret -17
08.00-09.00 15 2
09.00-10.00 20 3
10.00-11.00 18 3
11.00-12.00 7 2
Berikut ini adalah rata-rata tingkat kedatangan pasien dan tingkat pelayanan petugas registrasi :
Tabel 5 Rata- rata tingkat kedatangan pada poli umum Periode
Waktu(jam) kedatangan pasien(orang)
08.00-09.00 13.2 13
09.00-10.00 38.83 39
10.00-11.00 29.6 30
11.00-12.00 14.6 15
Tabel 6 Rata- rata tingkat kedatangan pada poli Gigi Periode
Waktu(jam) kedatangan pasien(orang)
08.00-09.00 2 2
09.00-10.00 2.5 2
10.00-11.00 2.8 3
11.00-12.00 2.1 2
Tabel 7 Rata-rata tingkat pelayanan pada poli umum dan poli gigi
Periode waktu(jam)
Rata-rata waktu pelayanan per
orang Tingkat pelayanan(orang) 08.00-09.00
1,5 Menit 40 orang (diperoleh dari 60 menit/rata-rata waktu pelayanan
per orang) 09.00-10.00
10.00-11.00 11.00-12.00
C. Analisis Sistem Antrian
1. Analisis Sistem Antrian dengan jalur tunggal
Saat ini Puskesmas Kassi Kassi menerapkan model antrian jalur tunggal dimana hanya terdapat satu petugas untuk melayani pasien yang akan melakukan pendaftaran pada masing-masing loket pendaftaran pasien rawat jalan. Banyaknya pasien yang ingin melakukan pendaftaran seringkali menimbulkan antrian yang panjang dan membutuhkan waktu untuk mendapatkan pelayanan dari petugas registrasi, antrian ini terjadi karena hanya terdapat satu petugas pada masing-masing loket pendaftaran. Oleh karena itu peneliti terlebih dahulu akan menganalisis sistem antrian yang saat ini diterapkan oleh puskesmas kassi kassi yang akan disesuaikan dengan model yang ada yaitu jalur tunggal.
Analisis sistem antrian dengan model jalur tunggal yang dijelaskan pada BAB II adalah sebagai berikut:
λ = Jumlah kedatangan rata-rata persatuan waktu.
μ = Jumlah pasien dilayani persatuan waktu.
a. Analisis sistem antrian pada loket pendaftaran pasien rawat jalan bagian poli umum
1) Jam 08.00-09.00 dengan diketahui:λ =13,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 − P0= 1 − P0= 0,675
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem
Ls = Ls = Ls = 0,481
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=0,037 jam atau 2,22 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( )
Lq= 0,156
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,012 jam atau 0,72 menit
2) Jam 09.00-10.00 dengan diketahui:λ =39,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 −
P0= 1 − P0=0,025
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls =
Ls = Ls = 39
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=1 jam atau 60 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( )
Lq= 38,03
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,975 jam atau 58,5 menit
3) Jam 10.00-11.00 dengan diketahui:λ =30,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 − P0= 1 − P0=0,25
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls =
Ls = Ls = 3
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=0,1 jam atau 6 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( )
Lq= 2,25
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,075 jam atau 4,5 menit
4) Jam 11.00-12.00 dengan diketahui:λ =15,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 − P0= 1 − P0=0,625
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls =
Ls = Ls = 0,6
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=0,04 jam atau 2,4 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( )
Lq= 0,225
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,015 jam atau 0,9 menit
b. Analisis sistem antrian pada loket pendaftaran pasien rawat jalan bagian poli gigi
1) Jam 08.00-09.00 dengan diketahui:λ =2,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 − P0= 1 − P0=0,95
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls =
Ls = Ls = 0,052
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=0,026 jam atau 1,56 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( ) Lq= 0,003
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,001 jam atau 0,06 menit
2) Jam 09.00-10.00 dengan diketahui:λ =3,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 − P0= 1 − P0=0,95
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls =
Ls = Ls = 0,053
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=0,026 jam atau 1,56 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( ) Lq= 0,003
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,001 jam atau 0,06 menit
3) Jam 10.00-11.00 dengan diketahui:λ =3,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 − P0= 1 − P0=0,925
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls =
Ls =
Ls = 0,081
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=0,027 jam atau 1,62 menit
d) Jumlah orang atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( ) Lq= 0,006
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,002 jam atau 0,12 menit
4) Jam 11.00-12.00 dengan diketahui:λ =2,μ =40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0= 1 − P0= 1 − P0=0,95
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem
Ls = Ls = Ls = 0,052
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
Ws= Ws=
Ws=0,026 jam atau 1,56 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= ( )
Lq= ( ) Lq= 0,003
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= ( )
Wq= ( )
Wq=0,001 jam atau 0,06 menit
Berdasarkan perhitungan diatas, analisis antrian menggunakan model antrian yang saat ini diterapkan oleh Puskesmas Kassi Kassi yaitu model antrian jalur tunggal sebagai berikut:
Tabel 8 kinerja sistem antrian jalur tunggal
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan analisis sistem antrian yang disesuaikan dengan model antrian yang saat ini diterapkan pada puskesmas Kassi Kassi dapat disimpulkan bahwa kinerja sistem antrian pada bagian registrasi pasien poli umum dan poli gigi khususnya pada loket pendaftaran kunjungan berulang tidak terlalu baik karena dalam hal ini lamanya waktu tunggu pasien (Wq) dalam antrian yaitu 0,975 jam atau 58,5 menit yang terjadi pada jam 09.00-10.00 dan poli gigi yaitu 0,001 jam atau 0,06 menit. Rata-rata jumlah pasien dalam antrian terbanyak (Ls) Jam 09.00-10.00 pada loket kunjungan berulang yang ingin ke poli umum yaitu 39 orang dan pasien yang menuju poli gigi yaitu 0,053 orang.
2. Analisis Sistem Antrian dengan jalur berganda Periode
waktu(jam)
Kineja Sistem Antrian
P0 Ls Ws Lq Wq
Umum Gigi Umum Gigi Umum Gigi Umum Gigi Umum Gigi
08.00-09.00 0.675 0.95 0.481 0.052 0.037 0.026 0.156 0.003 0.012 0.001
09.00-10.00 0.025 0.95 39 0.053 1 0.026 38.025 0.003 0.975 0.001
10.00-11.00 0.25 0.925 3 0.081 0.1 0.027 2.25 0.006 0.075 0.002
11.00-12.00 0.625 0.95 0.6 0.052 0.04 0.026 0.225 0.003 0.015 0.001
Model jalur berganda merupakan model antrian dimana terdapat lebih dari satu pusat pelayanan yang tersedia untuk melayani pasien untuk mengoptimalkan pelayanan serta meningkatkan kepuasan pasien yang ingin berobat dan pasien tidak terlalu lama menunggu dalam antrian sehingga dapat segera mendapat pelayanan.
Berikut ini adalah analisisis sistem antrian dengan Model jalur berganda pada bagian registrasi pasien rawat jalan pada poli umum dan poli gigi menggunakan data yang telah diperoleh pada saat melakukan pengamatan selama masa penelitian:
M = jumlah jalur yang terbuka.
λ = jumlah kedatangan rata-rata persatuan waktu
μ = jumlahpasien dilayani persatuan waktu pada setiap jalur.
a. Analisis sistem antrian loket pendaftaran pasien poli umum 1) Jam 08.00-09.00 dengan diketahui: M = 2,λ= 13,μ= 40
a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 0,720
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( )!( ( )( )( ) ) 0,720 +
Ls= 0,334
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani(dalam sistem)
WS= WS= ,
WS= 0,026 jam atau 1,54 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 0,334 − Lq= 0,009
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq=
Wq= ,
Wq= 0,001 jam atau 0,06 menit
2) Jam 09.00-10.00 dengan diketahui: M = 2,λ= 39,μ= 40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ
P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 0,344
b) Jumlah rata-rata pasien dalam sistem Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( )!( ( )( )( ) ) 0,344 + Ls= 1,239
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
WS=
WS= .
WS= 0,032 jam atau 1,92 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 1,239 − Lq= 0,289
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= Wq= ,
Wq= 0,007 jam atau 0,42 menit
3) Jam 10.00-11.00 dengan diketahui: M = 2, λ= 30,μ= 40 a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem
P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 0,455
b) Jumlah pasien rata-rata dalam sistem Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( )!( ( )( )( ) ) 0,455 + Ls= 0,873
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
WS= WS= ,
WS= 0,029 jam atau 1,74 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 0,873 − Lq= 0,123
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= Wq= ,
Wq= 0,004 jam atau 0,24 menit
4) Jam 11.00-12.00 dengan diketahui: M = 2, λ= 15,μ= 40
a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem (tidak adanya pasien dalam sistem).
P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 0,684
b) Jumlah pasien rata-rata dalam sistem Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( )!( ( )( )( ) ) 0,684 + Ls= 0,389
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam sistem)
WS= WS= ,
WS= 0,026 jam atau 1,6 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 0,389 − Lq= 0,014
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq=
Wq= ,
Wq= 0,001 jam atau 0,06 menit
b. Analisis sistem antrian loket pendaftaran pasien poli gigi 1) Jam 08.00-09.00 dengan diketahui: M = 2,λ= 2,μ= 40
a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem (tidak adanya pasien dalam sistem).
P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 0,053
b) Jumlah pasien rata-rata dalam sistem Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( ( )( ))!( ( ) ) 0,053 +
Ls= 0,050
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian WS=
WS= ,
WS= 0,025 jam atau 1,5 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 0,050 − Lq= 0
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= Wq=
Wq= 0 atau (0 pasien yang menunggu dalam antrian) 2) Jam 09.00-10.00 dengan diketahui: M = 2,λ= 2,μ= 40
a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem (tidak adanya pasien dalam sistem).
P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 0,053
b) Jumlah pasien rata-rata dalam sistem
Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( ( )( ))!( ( ) ) 0,053 + Ls= 0,050
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pasien dalam antrian WS=
WS= ,
WS=0,025 jam atau 1,5 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 0,050 − Lq= 0
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= Wq=
Wq= 0 atau tidak pasien yang menunggu dalam antrian 3) Jam 10.00-11.00 dengan diketahui: M = 2, λ = 3, μ = 40
a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem (tidak adanya pasien dalam sistem).
P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ
P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 1,078
b) Jumlah pasien rata-rata dalam sistem Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( ( )( ))!( ( ) ) 1,078 + Ls= 0,075
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian WS=
WS= ,
WS= 0,025 jam atau 1,5 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 0,075 − Lq= 0
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq= Wq=
Wq= 0 atau 0 pasien dalam antrian
4) Jam 11.00-12.00 dengan diketahui: M = 2, λ= 2,μ= 40
a) Probabilitas terdapat 0 pasien dalam sistem (tidak adanya pasien dalam sistem).
P0=
∑ ! ] ( ! untuk Mμ>λ P0=
! ! ( ! ( )( )
P0= 0,053
b) Jumlah pasien rata-rata dalam sistem Ls=( )!(( ) ) +
Ls=( ( )( ))!( ( ) ) 0,053 + Ls= 0,050
c) Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian WS=
WS= ,
WS= 0,025 jam atau 1,5 menit
d) Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian Lq= −
Lq= 0,050 − Lq= 0
e) Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Wq=
Wq=
Wq= 0 atau 0 pasien dalam antrian
Berdasrkan hasil perhitungan diatas, analisis antrian menggunakan model antrian yang akan menjadi masukan untuk Puskesmas Kassi Kassi yaitu model antrian jalur berganda sebagai berikut:
Tabel 9 Kinerja Sistem Jalur Berganda
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan analisis sistem antrian jalur berganda pada Puskesmas Kassi Kassi dapat disimpulkan bahwa kinerja sistem antrian pada bagian registrasi pasien poli umum dan poli gigi khususnya pada loket pendaftaran kunjungan berulang akan menjadi baik, Sehingga perhitungan yang tertera pada tabel diatas yaitu rata-rata jumlah pasien dalam antrian terbanyak (Ls) Jam 09.00-10.00 pada loket kunjungan berulang yang ingin ke poli umum yaitu 1,249 orang dan pasien yang menuju poli gigi yaitu 0,075 orang. Lamanya waktu tunggu pasien (Wq) dalam antrian sudah berkurang menjadi 0,007 jam atau 0,42 menit yang terjadi pada jam 09.00-10.00 dan jam 10.00-11.00 dan pasien poli gigi tidak ada yang melakukan antrian karena telah dilayani.
Periode waktu(jam)
Kineja Sistem Antrian
P0 Ls Ws Lq Wq
Umum Gigi Umum Gigi Umum Gigi Umum Gigi Umum Gigi 08.00-09.00 0.720 0.053 0.334 0.050 0.026 0.025 0.009 0 0.001 0 09.00-10.00 0.344 1.078 1.249 0.075 0.032 0.025 0.289 0 0.007 0 10.00-11.00 0.455 1.078 0.873 0.075 0.029 0.025 0.123 0 0.004 0 11.00-12.00 0.684 0.053 0.389 0.050 0.026 0.025 0.014 0 0.001 0
Dari hasil perhitungan diatas maka peneliti dapat membandingkan kinerja sistem antrian sebagai berikut:
Tabel 10 Perbandingan Kinerja Sistem Antrian Jalur Tunggal dan Jalur Berganda
Waktu (Jam) Kinerja Sistem Antrian
Jalur Tunggal Jalur Berganda Poli
Umum
Poli Gigi
Poli Umum
Poli Gigi
08.00-09.00
P0 0.675 0.95 0.720 0.053
Ls 0.481 0.052 0.334 0.050
Ws 0.037 0.026 0.026 0.025
Lq 0.156 0.003 0.009 0
Wq 0.012 0.001 0.001 0
09.00-10.00
P0 0.025 0.95 0.344 0.053
Ls 39 0.052 1.239 0.050
Ws 1 0.026 0.032 0.025
Lq 38.025 0.003 0.289 0
Wq 0.975 0.001 0.007 0
10.00-11.00
P0 0.25 0.925 0.455 1.078
Ls 3 0.081 0.873 0.075
Ws 0.1 0.027 0.029 0.025
Lq 2.25 0.006 0.123 0
Wq 0.075 0.002 0.004 0
11.00-12.00
P0 0.625 0.95 0.684 0.053
Ls 0.6 0.052 0.389 0.050
Ws 0.04 0.026 0.026 0.025
Lq 0.225 0.003 0.014 0
Wq 0.015 0.001 0.001 0
Ket.
P0 = Probabilitas 0 Pasien dalam sistem (tidak adanya pasien dalam sistem) Ls = Jumlah pasien rata-rata dalam sistem
Ws = Waktu rata-rata yang dihabiskan pasien dalam antrian
Lq = Jumlah pasien atau unit rata-rata yang menunggu dalam antrian
Wq = Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian
Dengan adanya perbandingan hasil kinerja sistem antrian diatas, maka telah diketahui bahwa dengan menerapkan sistem antrian jalur berganda maka kinerja sistem antrian akan meningkat secara optimal.
Peningkatan kinerja sistem antrian ditandai dengan berkurangnya jumlah pasien dalam antrian pada jam sibuk yaitu jam 09.00-10.00 jumlah rata-rata pasien 39 pasien dan rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian yaitu dari 0.975 jam atau 58,5 menit menjadi 0,007 jam atau 0,42 menit untuk pasien poli umum.
Sedangkan antrian pasien poli gigi jam 10.00-11.00 jumlah rata-rata pasien sebanyak 3 orang dan rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pasien atau unit untuk menunggu dalam antrian yaitu dari 0,002 jam atau 0,12 menit menjadi 0 menit atau tidak adanya antrian untuk pasien poli gigi karena telah berada dalam sistem .
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas maka terdapat efesiensi waktu dan efektifitas antrian pelayanan yang menunjang kualitas pelayanan pasien. Hal tersebut sesuai dengan hasil Penelitian dari Rusdi (2014: 92) yang menyatakan bahwa dengan mengubah model sitem jalur tunggal menjadi model sistem jalur berganda maka dapat diperoleh kinerja antrian dengan hasil yang efektif. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa: “diduga bahwa penerapan sistem antrian dapat
menunjang kualitas pelayanan pasien pada Puskesmas Kassi Kassi Kecamatan Rappocini di Kota Makassar”dinyatakan dapat“diterima”.
79
Berdasarkan pembahasan maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
1. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis sistem antrian yang disesuaikan dengan model antrian jalur tunggal pada loket kedua kunjungan berulang pasien poli umum pada jam 09.00-10.00 yaitu jumlah rata-rata pasien 39 orang dan lamanya waktu tunggu pasien (Wq) dalam antrian yaitu sebanyak 0,975 jam atau 58,5 menit. Rata-rata kedatangan pasien poli gigi pada jam 10.00-11.00 sebanyak 3 orang dan lamanya waktu tunggu pasien yaitu 0,002 jam atau 0,012 menit.
2. Sedangkan hasil perhitungan dengan menggunakan analisis sistem antrian model jalur berganda yaitu rata-rata tingkat kedatangan pasien sebanyak 39 orang pada jam 09.00-10.00 sehingga lamanya waktu tunggu pasien (Wq) dalam antrian sudah berkurang menjadi 0,007 jam atau 0,42 menit. Sedangkan jam 10.00-11.00 rata-rata tingkat kedatangan pasien poli gigi sebanyak 3 orang tidak ada yang melakukan antrian karena telah dilayani.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan mengubah sistem antrian jalur tunggal menjadi sistem antrian jalur berganda pada loket kedua pasien poli umum dan poli gigi pada Puskesmas Kassi Kassi sebagaimana dijelaskan diatas maka dengan berkurangnya atau menurunnya jumlah antrian
diatas maka terjadi efesiensi dan efektifitas yang menunjang kualitas pelayanan.
B. Saran
Hasil penelitian penerapan sistem antrian dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien maka peneliti memberikan saran untuk melakukan perbaikan dalam proses registrasi kunjungan berulang pada pasien poli umum dan poli gigi sebagai berikut:
1. Menurut Heizer dan Render (2005 : 426) dengan penerapan model antrian Model Antrian Jalur Berganda (Multiple Channel Query System) dimana terdapat lebih dari satu pusat pelayanan yang tersedia untuk melayani pasien secara bersamaan. Dalam hal ini dengan melakukan penambahan petugas registrasi loket kedua kunjungan berulang pada pasien poli umum dan poli gigi maka pasien yang datang dapat dilayani secara bersamaan untuk menunjang kualitas pelayanan karena jumlah pasien yang datang sangat banyak yang menyebabkan antrian yang terlalu panjang.
2. Dalam proses pengambilan nomor antrian secara konvensional yang belum efektif maka perlu perbaikan pelayanan antrian secara elektronik, oleh karena itu perlunya pengadaan mesin antrian yang dapat menunjang kualitas pelayanan di Puskesmas kassi Kassi.
3. Untuk lebih menigkatkan kualitas pelayanan pada bagian Loket registrasi maka perlu pengadaan penerapan antrian berbasis online dimana pasien dapat mengambil nomor antrian dengan cara mengakses website yang
telah disediakan oleh pihak puskesmas kassi kassi sehingga mengurangi antrian yang terlalu padat pada bagian registrasi.
28 BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Kassi Kassi yang terletak di Jl. Tamalate I No. 43 Kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini telah dilaksanakan 2 bulan, yaitu dari bulan April sampai Mei 2017.
B. Informan Penelitian
Informan penelitian adalah orang yang dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Informan merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan diteliti. Dalam penelitian ini informan yang digunakan peneliti adalah sebanyak 5 orang informan yang bertanggung jawab masalah antrian yaitu pegawai sebanyak 5 orang pada Puskesmas Kassi Kassi Kecamatan Rappocini di Kota Makassar yang dimana dianggap representatif dan memahami permasalahan penelitian ini.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: