PENDAHULUAN
Rumusan masalah
Tujuan penelitian
Manfaat penelitian
Ada dua sistem antrian yang diterapkan di Puskesmas Kassi Kassi, yaitu sistem antrian saluran tunggal (single-channel information system) dan antrian ganda (multi-channel information system). Lq= ( ) Lq= 0,003 . e) Rata-rata waktu tunggu pasien atau unit dalam antrian. Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan penerapan sistem antrian yang diterapkan di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar.
Asni: “Ini penelitian saya bagaimana dan sejauh mana sistem yang diterapkan Puskesmas Kassi Kassi selanjutnya diterapkan. Asni: “Ini penelitian saya tentang bagaimana dan sejauh mana sistem antrian yang diterapkan di Puskesmas Kassi Kassi diterapkan. Judul Topik: Analisis Penerapan Sistem Antrian di Puskesmas Kassi Kassi Kecamatan Rappocini Kota Makassar.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Manajemen Operasional
Para ahli mengemukakan pendapatnya tentang pentingnya manajemen operasional dengan cara yang berbeda-beda, namun pengertiannya hampir sama, antara lain sebagai berikut; Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2005: 4) dalam Selvia, Meilani menyatakan bahwa: “manajemen operasi adalah serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai berupa barang dan jasa dengan mengubah masukan menjadi keluaran”. Manajemen produksi (operasi) adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap serangkaian kegiatan (serangkaian kegiatan) yang berbeda untuk menghasilkan barang (produk) yang berasal dari bahan baku dan bahan penolong lainnya.
Manajemen operasi dan produksi secara umum dapat diartikan sebagai mengarahkan dan mengendalikan berbagai aktivitas yang mengolah berbagai jenis sumber daya untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa manajemen operasi produksi merupakan suatu proses kegiatan pengolahan pada sektor manufaktur yang meliputi berbagai kegiatan seperti perencanaan, sumber daya energi.
Ruang Lingkup Operasional
Jasa
- Pengertian Jasa
- Karakteristik Jasa
Jasa adalah setiap tindakan atau aktivitas yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan atas sesuatu, dan produksinya mungkin melibatkan produk fisik atau tidak. Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada hakekatnya tidak terealisasi dan tidak menimbulkan kepemilikan. Jasa tidak terlihat dan tidak dapat dirasakan atau dinikmati sebelum pembelian dilakukan atau jasa diberikan.
Pelayanan
- Pengertian Pelayanan
- Karakteristik Pelayanan
- Kualitas Pelayanan
- Karakteristik Antrian
- Model-model Antrian
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa antrian adalah suatu antrean yang menunggu untuk dilayani karena objek pelayanan masih sibuk melayani pelanggan lainnya. Pelanggan yang sabar adalah mobil atau orang yang mengantri untuk dilayani dan tidak bergerak dalam antrean. Menurut Heizer dan Render, disiplin antrian adalah suatu aturan antrian yang mengacu pada aturan bagi pelanggan yang mengantri untuk menerima pelayanan yang terdiri dari.
Sistem Multi Channel – Multi Phase ini menunjukkan bahwa setiap sistem mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapannya sehingga dapat dilayani lebih dari satu pelanggan dalam waktu yang bersamaan. Dalam model ini, tersedia dua atau lebih jalur atau stasiun layanan untuk melayani pelanggan masuk. Asumsikan bahwa pelanggan yang menunggu layanan membentuk satu jalur yang akan dilayani di stasiun layanan pertama yang tersedia pada saat itu.
J : rata-rata jumlah unit yang tidak berada dalam antrian L : rata-rata jumlah unit yang menunggu pelayanan M : jumlah jalur pelayanan. U : waktu rata-rata antar unit yang memerlukan pelayanan W : rata-rata waktu tunggu suatu unit dalam antrian X : faktor pelayanan.
Penelitian Terdahulu
Perbandingan penelitian ini adalah menganalisis penerapan sistem antrian dan menggunakan variabel tunggal dengan menerapkan Model Query Multiple Channel Query System (M/M/S) pada bagian registrasi pasien RSUD Salewangang Maros dan analisis deskriptif digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Zulnizar (2015), dengan judul Analisis Penerapan Sistem Antrian Multiple Channel Inquiry System (M/M/S) Dalam Pembuatan Kartu Airport Pass Di Kantor Otoritas Bandara Regional V Makassar.
Kerangka Pikir
Pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor individu maupun faktor organisasi/instansi itu sendiri. Salah satu faktor individu yang dimaksud adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas dengan harapan akan efektifitas pelayanan yang dapat terlaksana dengan baik. Selain itu faktor penerapan sistem antrian juga sangat mempengaruhi kepuasan pasien, karena pasien yang mendapat perawatan intensif akan menunjang kualitas pelayanan.
Tingkat daftar tunggu di Puskesmas Kassi merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi tingkat pelayanan di Puskesmas Kassi Kassi sehingga menjadikan individu itu sendiri lebih efisien.
Hipotesis
Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan di Muhlis Amd, karyawan di Kassi Kassi Sundhedscenter mengenai peraturan mengemudi yang berlaku saat melayani pasien. Wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan yaitu Ny. Hasmiah, Koordinator Klinik Rawat Jalan Umum Puskesmas Kassi Kassi mengenai aturan berkendara yang berlaku dalam melayani pasien. Jenis sistem antrian yang diterapkan di Puskesmas Kassi Kassi adalah sistem antrian single line pada meja registrasi yang merupakan kedatangan pasien terlebih dahulu sebelum mengantri di klinik yang dituju.
4 : Apotek tempat pengambilan obat 5 : IGD Kassi Kassi Sundhedscenter 6 : Pelayanan Poli Umum I 7 : Pelayanan Poli Umum II 8 : Pelayanan Poli Gigi. Data kedatangan pasien diperoleh dengan melakukan observasi langsung dan menghitung jumlah pasien yang masuk pada sistem antrian di loket pendaftaran pasien menuju jalur poli umum dan klinik gigi di Puskesmas Kassi Kassi kecamatan Rappocini. Rata-rata jumlah pasien pada jam antrian (Ls) tertinggi di meja kunjungan balik yang ingin berobat ke klinik umum sebanyak 39 orang dan pasien yang berobat ke klinik gigi sebanyak 0,053 orang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan perubahan sistem antrian single line menjadi sistem antrian multi line pada jendela kedua pasien poli umum dan poli gigi di Puskesmas Kassi Kassi seperti yang telah dijelaskan diatas maka jumlah antrian akan berkurang atau berkurang.
METODE PENELITIAN
- Populasi dan Sampel
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan data
- Definisi Operasional Variabel
- Metode Analisis Data
Data primer diperoleh dari pegawai Puskesmas Kassi Kassi kota Makassar dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Data sekunder merupakan data berupa informasi dan dokumen serta data penting lainnya yang diperoleh dari pegawai Puskesmas Kassi-Kassi. Melakukan observasi langsung ke fasilitas penelitian pelayanan Puskesmas dalam hal ini pegawai Puskesmas Kassi-Kassi.
Penerapan sistem antrian adalah bagaimana dan sejauh mana model dan sistem tersebut digunakan oleh manajemen Puskesmas Kassi Kassi sebagai upaya mengatur dan mengelola antrian pasien dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan. Analisis Penerapan Sistem Antrian Multi Saluran (M/M/S) Pada Bagian Registrasi Pasien RSUD Salewanganag Maros. Analisis Penerapan Sistem Antrian Model Multiple Channel Query System (M/M/S) Pada Antrean Pembuatan Airport Pass Card Di Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar.
Asni: “Selanjutnya pak, jika ada keluhan atau saran yang diberikan kepada masyarakat atau pasien, apakah pihak puskesmas yang melakukan hal tersebut? Asni : “Selanjutnya jika ada keluhan atau saran yang disampaikan kepada masyarakat atau pasien maka pihak puskesmas akan mengadakan pertemuan bu. Asni: “Saya dari Unismuh sedang melakukan penelitian, kebetulan saya ditugaskan disini oleh Bu Ani untuk melakukannya.
Asni : “Biasanya karakter pasiennya beda-beda bu, bagaimana kalau pasien mengeluh masalah antrian?” Asni: “Selain itu, jika ada keluhan atau saran kepada masyarakat atau pasien, apakah Puskesmas setempat yang melakukannya? Bagaimana penerapan model antrian di poliklinik ibu dan anak di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar.
Bagaimana penerapan model antrian di Klinik Gigi dan Mulut Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Bagaimana Penerapan Model Antrian Pada Poliklinik Lansia/Penyandang Cacat Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Keadaan Geografi
Puskesmas Kassi Kassi terletak di Kelurahan Kassi Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar dengan wilayah kerja ± 5,2 Kha. Pemanfaatan potensi lahan dan alih fungsi lahan terjadi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak. Hal ini disebabkan tingginya urbanisasi yang akan berdampak pada pola perilaku, sanitasi kesehatan, status gizi, pola dan jenis penyakit serta kondisi lingkungan pemukiman yang sebagian besar wilayahnya terkena dampak banjir pada musim hujan.
Visi dan Misi
Struktur Organisasi
Susunan organisasi Puskesmas Kassi Kassi berdasarkan keputusan kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar nomor SK/IV/2010 tanggal 21 April 2010 terdiri dari.
Kegiatan Usaha
Namun peneliti menganalisa penerapan loket kunjungan berulang pada poliklinik umum dan klinik gigi yang menerapkan sistem antrian model antrian single line masih perlu dilakukan perbaikan atau peningkatan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, peneliti akan menganalisis terlebih dahulu sistem antrian yang diterapkan oleh Puskesmas Kassi Kassi dan akan menyesuaikannya dengan model yang sudah ada yaitu satu jalur. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan analisis sistem antrian multiline di Puskesmas Kassi Kassi dapat disimpulkan bahwa kinerja antrian di bagian registrasi pasien klinik umum dan gigi khususnya pada saat registrasi ulang loketnya akan bagus, jadi perhitungan pada tabel di atas rata-rata jumlah maksimum pasien dalam antrian (Ls) jam pada jendela kunjungan pulang yang ingin ke klinik umum adalah 1249 orang dan pasien yang berobat ke klinik gigi klinik sebanyak 0,075 orang.
Peningkatan kinerja sistem antrian ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah pasien dalam antrian pada jam sibuk yaitu rata-rata jumlah pasien sebanyak 39 pasien dan rata-rata waktu yang dihabiskan pasien atau unit menunggu dalam antrian adalah dari 0,975 jam atau 58,5 menit hingga 0,007 jam atau 0,42 menit untuk pasien poli reguler. Hasil perhitungan menggunakan analisis sistem antrian yang diadaptasi dengan model antrian single line pada loket kedua untuk kunjungan berulang pasien poli reguler per jam adalah rata-rata jumlah pasien sebanyak 39 orang dan lama waktu tunggu pasien (Wq) dalam antriannya 0,975 jam atau 58,5 menit.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan
P0 = Probabilitas 0 pasien dalam sistem (tidak ada pasien dalam sistem) Ls = Rata-rata jumlah pasien dalam sistem. Sedangkan hasil perhitungan dengan analisis sistem antrian model jalur berganda diperoleh rata-rata tingkat kedatangan pasien sebesar 39 orang per jam, sehingga lama waktu tunggu pasien (Wq) dalam antrian berkurang menjadi 0,007 jam atau 0,42 menit.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Pada proses pengambilan nomor antrian yang masih konvensional yang masih belum efektif, maka perlu dilakukan perbaikan terhadap layanan antrian secara elektronik, oleh karena itu perlu disediakannya mesin antrian yang dapat menunjang kualitas pelayanan di Puskesmas Kassi Kassi.