• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Ketika orang tua ingin anaknya mendapatkan bimbingan yag sesuai disebuah sekolah, sebaiknya sebelum memiliih untuk mendapatkan bimbingan perlu pemikiran maupun pertimbangan-pertimbangan yang sekiranya dapat membantu menyelesaikan masalah.Setiap masalah yang dialami oleh seorang murid hendakny dricari penyelesaiannya sebaik mungkin.

a. Peran Guru Melalui Pendekatan Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kenakalan Murid Di UPTD SD Negeri 34 Barru

Perkembangan ilmu dan teknologi dan disertai dengan perkembangan sosial budaya, menyebabkan peranan guru menjadi meningkat dari sebagai pengajar menjadi sebagai pembimbing. Kenakalan murid yang biasa terjadi di sekolah antara lain, membolos, datang terlambat kesekolah, bolos sekolah, berbohong pada orang lain, mengganggu teman, berbuat gaduh di kelas, dan masih banyak lagi. Peran wali kelas sangatlah dibutuhkan dalam menangani permasalahan yang dilakukan oleh murid.

Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan kepada guru kelas IV dan V UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru terkait dengan peran guru kelas melalui pendekatan bimbingan dan konseling yaitu : Pertama pendapat Bapak HS mengatakan ‘’Peran guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling secara umum adalah membantu murid dalam mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya, dan memberi bimbingan agar murid tidak salah dalam mengambil keputusan untuk mencapai tujuan yang ia inginkan.

Guru akan siap membantu murid dalam meyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi baik itu tentang masalahakademis ataupun penyimpangan perilaku yang ia lakukan.’’

36

Kedua pendapat dari Ibu HJS ‘’Peran guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling memanglah sangat penting dalam menentukan perkembangan potensi yang ada di dalam murid, serta membantu murid menyelesaikan masalah yang ia hadapi baik itu terkait permasalahan dalam mengikuti pelajaran di kelas ataupun perilaku-perilaku kenakalan yang ia lakukan baik itu di sekolah ataupun di rumahnya.’’

Berdasarkan pendapat dari guru kelas IV dan V UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru terkait dengan peran guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengubah perilaku nakal murid UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru, Peran Guru antara lain;

a. Membantu murid dalam mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Setiap murid memiliki potensi yang berbeda-beda yang perlu dikembangkan agar murid kedepannya dapat mandiri dan menjalani hidupnya dengan baik. Salah satu peran guru dalam melalui pendekatan bimbingan dan konseling adalah membantu murid dalam mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya, hal ini biasa dilakukan dengan cara memberikan materi bimbingan dan konseling di dalam kelas, dengan harapan guru akan Mengenali murid lebih dalam lagi, sehingga guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling bias mengetahui potensi dan bakat yang dimiliki murid.

b. Membantu murid alam menyusun rencana untuk mencapai tujuan tertentu.

Peran guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam membantu murid untuk menyusun suatu rencana sangatlah penting gar murid dapat mengarahan dengan tepat kemampuan yang ia miliki.

c. Membantu murid dalam menyelesaikan masalah yang ia hadapi.

Dalam membantu murid dalam menyelesaikan masalah, guru melalui bimbingan dan konseling perlu mengetahui karakter dan latar belakang murid melakukan kenakalan di sekolah, sehingga guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling akan mendapat menentukan cara paling tepat dalam membantu murid untuk menyelesaikan masalahnya.

b. Upaya Guru Melalui Pendekatan Bimbingan dan Konseling Dalam Mengubah Perilaku Murid Nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru

Menurut Havighurst, ahli psikologi perkembangan mendefinisikan tugas perkembangan sebagai tugas yang muncu pada periode perkembangan tertentu, yang keberhsilannya atau kegagalannya membawa dampak pada perkembangan anak lebih lanjut. Perkembangan anak usia sekolah dasar yaitu, belajar membentuk sikap yang sehat terhadap diri sendiri dengan makhluk biologis. Belajar bergaul dengan temn sebaya dan sebagainya. Sejatinya, eorang murid dalam usia dini hanya membutuhkan arahan yang tepat agar nantinya dapat dijadikan pegangan dalam menjalani hidup.

Berikut wawancara yang penulis lakukan degan guru, murid yang memiliki catatan kenakalan dan kepala sekolah UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru, terkait denga upaya guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengubah perilak murid nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru yaitu: Pertama, Bapak HS mengatakan ‘’Untuk mengatasi kenakalan murid biasanya ada teguran pertama dengan cara di panggil.

Teguran pertama ini dilakukan wali kelasuntuk dinasehati, Ketikamurid perilakunya tetap belum berubah maka kami menghadirkan wali kepala bidang kesiswaan untuk pemanggilan orangtua dan jika ketika pemanggilan orangtua tidak diindahkan oleh murid maka murid tersebut

38

kami pulangkan ke orang tua. Tetapi biasanya stelah hal tersebut dilakukan kebanyakan murid sudah berubah.’’ Kedua, MA sebagai murid yang memiliki catatan kenakalan di sekolah ‘’Ketika saya melakukan kenakalan biasanya saya di nasehati oleh guru kelas untuk tidak mengulangikenakalan tersebut’’ Ketiga, Bapak YM selaku kepala sekolah ‘’Salah satuupaya yang diterapkan guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru Adalah dengan cara menasehati dan memberikan sanksi kepada murid agar tidak mengulangi kenakalan yang ia lakukan. Tetapi sebelum itu dilakukan, biasanya guru di kelas yang melihat kenakalan yang dilakukan murid sudah tanggap dan langsung menegur perilaku nakal yang dilakukan murid di sekolah. Tetapi juga ada murid yang tidak jera dengan hukuman yang diberikan sehingga pihak sekolah harus menghadirkan orangtua untuk membantu dalam menangani masalah yang dilakukan murid tersebut.’’

Berdasarkan pendapat dari guru kelas, murid yang memiliki catatan kenakalan dan kepala sekolah UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru, terkait dengan upaya guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan murid di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru,, guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling mengatasi kenakalan sesuai dengan proedur berupa pemberian nasehat atau teguran dan hukuman bersifat mendidik. Adapun ketika murid yang bersangkutn tidak berubah maka akan dilakukan pemanggilan orangtua untuk bersama-sama memecahkan masalah kenakalan yang dilakukan murid yangbersangkutan.

Tetapi biasanya setelah dilakukan pemanggilan orangtua, murid yang melakukan kenakalan sudah jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

c. Sanksi atau Hukuman yang dilakukan dalam Mengubah Perilaku Murid di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru

Untuk menghasilkan lulusan terbaik yang bermutu salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat tata tertib atau peraturan sekolah yang mengikat murid dan akan mendapatkan sanksi apabila melanggar.

Setiap lembaga pendidikan (sekolah) tentu membuat peraturan dengan tujuan agar para murid memiliki kedisiplinan yang tinggi dan tata tertib yang berlaku di sekolah merupakan salah satu komponen yang penting demi kelancaran proses belajar mengajar serta murid merasa tidak terbebani dengan adanya tata tertib itu. Hanya saja ada beberapa murid yang melakukan kenakalan di lingkungan sekolah yang tentu saja menjadi persoalan yang perlu ditangani.

Berikut wawancara yang penulis lakukan dengan guru, murid yang memiliki catatan kenakalan, dan kepala sekolah UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru, terkait dengan sanksi atau hukuman yang di lakukan dalam mengubah perilaku murid nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru yaitu: Pertama, Bapak HS mengatakan, ‘’Di sekolah ini umumnya sesuah apapun masalahnya kenakalan yang dilakukan murid dalam konseling pribadi, murid yang bersangkutan sudah berubah, artinya kenakalan yang dilakukan murid masih dapat dikendalikan. Adapun sanksi yang diberikan kepada anak bersifat mendidik. Misalnya ketika anak murid telat masuk kelas karena bermain, kita berikan sanksi berupa membersihkan lingkungan sekolah, ada juga ketika tidak mengerjakan tugas kita berikan sanksi berupa mengerjakannya di depan kelas agar merasa jera dan tidak diulangi.Tetapi umumnya selesai dengan pemanggilan orangtua, dari pihak sekolahbelum sampai mengeluarkan murid.’’

40

Pendapat kedua, yaitu Bapak YM selaku kepala sekolah mengatakan

‘’Sanksi atau hukuman yang diberikan kepada murid yang melakukan kenakalan terutama di lingkungan sekolah ini umumnya bersifatmendidik, kalau saya perhatikan guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling memberikan hukuman kepada murid menyesuaikan dengan tindak kenakalannya, misalnya ketika ada murid yang berbuat gaduh di kelas diberikan sanksi berupa menghafal perkalian di depan kelas, kemudian baru memperbolehkan murid tersebut masuk ke kelasnya.’’

Berdasarkan pendapat dari guru, dan kepala sekolah UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru terkait dengan sanksi atau hukuman yang dilakukan dalam mengatasi kenakalan murid di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru yang penulis peroleh dari wawancara, ada beberapa kecocokan data. Dan sanksi yang diberikan kepada murid yang melakukan kenakalan berupa hukuman yang bersifat mendidik, adapun kenakalan yang dilakukan murid di UPTD SD 34 Barru Kab.Barru masih dapat dikendalikan.

d. Kendala atau Hambatan Guru Kelas Melalui pendekatan Bimbingan dan Konseling dalam Mengubah Perilaku Murid Nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru

Dalam mengatasi Kenakalan murid tentunya guru kelas melalui pendekatan bimbingan dan konseling mengalami beberapa kendala atau hambatan. Berdasarkan pendapat dari guru kelas dan kepala sekolah UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru terkait dengan kendala atau hambatan guru kelas dalam mengubah perilaku murid nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru.

Pendapat Pertama, Bapak HS ‘’Kendala yang kami alami ketika orangtua murid yang melakukan kenakalan di sekolah kurang tanggap, karena ada beberapa orangtu yang menganggap bahwa tugas orangtua

cukup untuk mencari nafkah, sehingga pendidikan karakter murid sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah dan mereka kurang peduli apa masalah yang sedang anaknya hadapi. Dalam mengatasi kendala atau hambatan seperti ini biasanya guru kelas melalui pendekata bimbingan dan konseling ketika mendapati murid yang melakukan kenakalan segera berkomunikasi dengan pihak orangtua, sehingga orangtua juga dalam hal ini mulai terlibat dan ikut membantu guru kelas dalam mengtasi kenakalanyang di lakukan murid tersebut.

Kedua, Bapak YM selaku kepala sekolah mengatakan ‘’Salah satu kendala yang sering kali dihaapi adalah ketika orangtua kurang menanggapi masalah yang di alami anaknya walaupun ia tahu bahwa anak tersebut memang melakukan pelanggaran di sekolah.’’

Berdasarkan tanggapan dari guru kelas dan kepala sekolah UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru terkait dengan kendala dan hambatan guru kelas dalam mengubah perilaku murid nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru, kerja sama antara guru kelas dan orangtua memang tidak dapat dipisahkan dalam mengubah perilaku murid nakal di sekolah, karena jika orangtua kurang peduli dan tanggap dengan masalah yang dihadapi anaknya, maka guru kelas pun dalam melalukan pendekatan bimbingan dan konseling terhadap anak tersebut tentunya akan kurang maksimal, sehingga perlu adanya kerja sama yang baik antara guru kelas dan orangtua.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dari hasil Penelitian mengenai mengubah perilaku murid nakal melalui pendekatan bimbingan dan konseling di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru, maka dapat ditarik kesimpulan berikut:

Pendekatan Bimbingan dan Konseling dalam mengubah perilaku murid nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru sudah maksimal. Langkah-langkah yang dilakukan guru kelas melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengubah perilaku murid nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru adalah guru kelas melalui pendekatan bimbingan dan konseling melakukan pendekatan kepada murid yang bermasalah, mengelompokkan murid dalam jenis-jenis kenakalannya. Dan kemudian guru juga melakukan layanan informasi. Jika sudah kelewatasan batas kewajaran guru kelas akan memanggil orangtua murid ke sekolah dan mengajak orangtua murid untuk ikut serta dalam memperhatikan dan mengawasi murid yang bersangkutan.

B. Saran

Sebagai akhir dari penelitin ini, peneliti ingin mengemukkan beberapa saran sebagai berikut:

1. Untuk peran guru sebaiknya ditingkatkan lagi supaya guru tidak hanya mentransfer ilmu saja, tetapi terus membimbing murid yang masih memiliki banyak sifat kurang pantas, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

2. Untuk terus berupaya mencari sebuah solusi dari factor-faktor kenakalan murid, supaya murid memiliki nilai tambah, tidak hanya memiliki ilmu tetapi memiliki akhlas yang baik.

42

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. 2007. Penataan Pendidikan Profesional Konselor. Naskah Akademik ABKIN

Budiarti, Melik . 2017. Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar, Cet.Ke-1, Magenta : AE Media Grafika

Dimyati & Mudjiono.2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Dewa, Ketut Sukardi & Desak, Nila Kusmawati. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Fudyartanta, Ki. 2005. Pengantar Psikodiagnostik. Yogyakarta : Penerbit Pustaka Pelajar.

Gunarsa, Singgih D. 2004. Psikologi Praktik Anak, Remaja dan Keluarga, Cetakan 7. Jakarta : PT. Gunung Mulia

Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Aksara.

Irham, Muhammad & Wiyani, Novan Ardy. 2014. Bimbingan dan Konseling Teori dan Aplikasi di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.

Kamaluddin, H. "Bimbingan dan konseling sekolah." Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 17.4 (2011):.

Kartini Kartono, Kenakalan Remaja, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1988 Menteri Pendidikan Nasional. 2006. Peraturan Menteri Nomor 22 tentang Standar

Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Dapartemen Pendidikan Nasional.

Moleong, Lexy J. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Muh. Surya. 1988. Dasar-Dasar Penyuluh dan Bimbingan Konseling. Jakarta:

Depdikbud

Prayitno. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, departemen Pendidikan Nasional, 2004.

Soetjipto & Kosasi, Raflis. 2009. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.

43

44

Suryani, A. N. (2018). Perbedaan Efektifitas Model Konseling Analisis Transaksional Teknik Analisis Struktural Dengan Model Konseling Behavioral Teknik Operant Conditioning Terhadap Peningkatan Self Order Dengan Kovariabel Locus Of Control Pada Siswa Kelas Vii Smplb C Di Slb Bn PtnJimbaran. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Indonesia, 2(1),

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah.Jakarta: PT Radja Grafindo Persada.

Uno, Hamzah B. 2007. Profesi Kependidikan: Problema, Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Willis, Sofyan S. 2004. Konseling Individual, Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta.

LAMPIRAN

Lampiran 1

Hasil Wawancara terkait Mengubah Perilaku Murid Nakal Melalui Pendekatan Bimbingan dan Konseling di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten barru

Informan 1 : GK (HS) N

o

Item Pertanya

an

Waktu I (Hari/Minggu

/Bulan)

Waktu II (Hari/Minggu

/Bulan)

Waktu III (Hari/Minggu

/Bulan)

Interpret asi

1 Bagaima na bentuk kenakala n murid di UPTD SD Negeri 34 Barru?

Secara umum perilaku nakal murid di UPTD SD Negeri 34 Barru masih dapat ditangani, kalau mengenai bentuk kenakalan murid seperti, tidak

mengerjakan tugas, mengganggu teman,

membolos,ber buat gaduh saat jam pelajaran.

(Selasa, 15 Maret 2022)

Setelah dilakukan pendekatan Bimbingan dan Konseling, kami berharap perilaku murid akan berubah.

Karena kami juga sudah bekerja sama dengan orangtua agar mereka turut memantau anaknya dirumah.

(Selasa, 22 Maret 2022)

Sejauh ini, terpantau perilaku nakal murid sudah berkurang, setelah dilakukan pendekatan dan bimbingan murid sudah mengerjakan tugas tepat waktu, sudah tidak

membolos, tidak berbuat gaduh lagi dan sudah tidak mengganggu temannya lagi.

(Selasa, 15 April)

Setelah melakuka n

pendekata bimbingan dan konseling perilaku nakal murid di UPTD SD Negeri 34 Barru sudah berkurang setiap minggu.

2 Faktor apa yang menjadi penyebab perilaku nakal pada murid ?

Faktor yang menjadi penyebab perilaku nakal pada murid di UPTD SD Negeri 34 Barru biasanya berasal dari lingkungan dirumahnya, contohnya kalau disini

Berasal dari lingkugan rumahnya, masalah keluarga seperti broken home, orang tua bercerai sehingga kurang mendapat perhatian dan pengawasan

Berasal dari lingkugan rumahnya, masalah keluarga seperti broken home, orang tua bercerai sehingga kurang mendapat perhatian dan pengawasan

Faktor penyebab perilaku nakal murid adalah berasal dari lingkunga n

rumahny, dan masalah

45

ada yang orang tua. orang tua. keluarga mengaji tetapi (Selasa, 22 (Selasa, 15 seperti setelah selesai Maret 2022) April 2022) broken

tidak langsung home.

pulang

kerumah tetapi malah tinggal bermain bersama temannya. Ada juga masalah lain seperti broken home, orang tua becerai

sehingga anak kekurangan perhatian dan pengawasan orang tua.

(Selasa, 15 Maret 2022

3 Bagaima Peran guru Peran guru Peran guru Peran nakah kelas secara kelas secara kelas secara guru kelas peran umum adalah umum adalah umum adalah adalah

guru untuk untuk untuk untuk

kelas membantu membantu membantu membantu

melalui murid dalam murid dalam murid dalam murid pendekat mengembangk mengembangk mengembangk mengema an an potensi an potensi an potensi ngkan bimbinga yang ada di yang ada di yang ada di porensi n dan dalam dirinya, dalam dirinya, dalam dirinya, yang ada konseling dan memberi dan memberi dan memberi di dalam dalam bimbingan bimbingan bimbingan dirinya, mengatas agar murid agar murid agar murid membantu i perilaku tidak salah tidak salah tidak salah murid

nakal dalam dalam dalam dalam

murid? mengambil mengambil mengambil menyelesa keputusan keputusan keputusan ikan

untuk untuk untuk masalah.

mencapai apa mencapai apa mencapai apa

yang ia yang ia yang ia

inginkan dan inginkan dan inginkan dan

membantu membantu membantu

murid dalam murid dalam murid dalam menyelesaikan menyelesaikan menyelesaikan masalah yang masalah yang masalah yang sedang ia sedang ia sedang ia

47

hadapi baik itu tentang

akademis ataupun penyimpangan perilaku yang ia lakukan.

(Selasa, 15 Maret 2022)

hadapi baik itu tentang

akademis ataupun penyimpangan perilaku yang ia lakukan.

(Selasa, 22 Maret 2022)

hadapi baik itu tentang

akademis ataupun penyimpangan perilaku yang ia lakukan.

(Selasa, 14 April 2022)

4 Upaya Untuk Karena teguran Pemanggilan Upaya apakah mengubah tidak dapat orang tua yang yang perilaku nakal mengubah adalah cara dilakukan anda murid biasanya perilaku yang terakhir, untuk lakukan ada teguran murid, maka di dan setelah itu mengubah untuk pertama adakan karena bekerja perilaku menguba dengan cara pemanggilan sama dengan murid

h dipanggil. orang tua. orangtua, nakal

perilaku Teguran ini (Selasa, 22 maka murid di adalah murid dilakukan guru Maret 2022) rumah akan berupa

nakal? kelas, diberikan teguran

kemudian jika perhatian dan oleh guru

belum berubah pengawasan kelas,

akan diberikan lebih sehingga hukuman

hukuman murid mendidik

mendidik, dan perlahan-lahan dan

cara yang berubah pemanggil

terakhir menjadi murid an

adalaah yang baik. orangtua.

pemanggilan (Selasa, 15

orangtua. April 2022)

(Selasa, 15 Maret 2022)

5 Sikap dan Cara yang Untuk anak melakukan Untuk perilaku dilakukan yang broken klasifikasi mengatasi murid dalam home kita secara umum karakter berbeda, mengatasi lakukan sesuai dengan murid bagaiman perilaku nakal pendekat lebih tingkat kelas yanag a cara murid tidak karena dan umur berbeda mengatas bisa disama dirumah murid ,Setelah tidak bias i karakter ratakan, mereka diberikan disama murid sehingga kita kekurangan perhatian lebih ratakan, yang melakukan perhatian dan murid yang sehingga berbeda klasifikasi bimbingan dari broken home dilkukan tersebut? secara umum orang tua perlahan-lahan kalsifikasi

sesuai dengan sehingga perilakunya secara tingkat kelas disekolah guru sudah mulai umum dan umur kelas lebih berubah karena seusia

murid serta beberapa murid memiliki keadaan keluarga broken home sehingga kita pisahkan.

(Selasa, 15 Maret 2022)

memperhatika nnya,

sedangkan untuk murid yang

kelurganya lengkap dilakukan kerjasama dengan orangtua.

(Selasa, 22 Maret 2022)

dilakukan pendekatan secara terus- menerus.

(Selasa, 15 April 2022)

tigkat kelas dan umur murid.

Informan II : Murid (MF) N

o

Item Pertany

aan

Waktu I (Hari/Minggu/

Bulan)

Waktu II (Hari/Minggu/

Bulan

Waktu III (Hari/Minggu/

Bulan)

Interpre tasi 1 Apakah

kamu pernah dipanggi l guru karena melakuk an perilaku nakal?

Pernah (Selasa, 15 Maret 2022)

Kadang- kadang.

(Selasa, 22 Maret 2022)

Tidak Pernah (Selasa, 15 April 2022)

Setiap minggu murid perlahan -lahan sudah tidak melakuk an perilaku nakal lagi 2 Perilaku

nakal apa yang kamu atau temanm u lakukan sehingga dipanggi l guru?

Tidak

mengerjakan tugas, mengganggu teman,

membolos, dan berbuat gaduh dikelas.

(Selasa, 15 Maret 2022)

Membolos, mengganggu teman.

(Selasa, 22 Maret 2022)

Tidak ada.

(Selasa, 15 April 2022)

Setiap minggu murid perlahan -lahan sudah tidak melakuk an perilaku nakal lagi 3 Hukuma

n apa yang biasa diberika

Menghafal perkalian didepan kelas, membuang sampah, dan

Menghafal perkalian dan membuang sampah.

(Selasa, 22

Sudah tidak pernah lagi diberikan hukuman.

(Selasa, 15

Setiap minggu murid perlahan -lahan

49

n guru ketika melakuk an perilaku nakal?

menyapu halaman.

(Selasa, 15 Maret 2022)

Maret 2022) April 2022) sudah tidak melakuk an perilaku nakal lagi

4 Apakah Sering. Sering Sering Guru

guru (Selasa, 15 (Selasa, 22 (Selasa, 15 kelas kelas Maret 2022) Maret 2022) April 2022) ataupun

atau guru lain

guru lain selalu

selalu memberi

memberi kan

kan nsehat

nasehat untuk

dan tidak

bimbing mengula

an untuk ngi

tidak perilaku

mengula nkal.

ngi perilak nakal yang dilakuka n?

5 Apa saja Guru kelas Guru kelas Guru kelas Upaya

upaya selalu memberikan mmanggil yang

guru memberikan hukuman orangtua. dilakuka

kelas teguran ketika mendidik. (Selasa, 15 n guru dalam ada murid yang (Selasa, 22 April 2022) sesuai

mengata nakal. Tapi Maret 2022) dengan

si biasanya kalau tingkat

perilaku perilaku perilaku

nakal nakalnnya nakal

murid? sudah parah murid.

dilakukan pemanggilaan orang tua.

sesuai dari perilaku nakal yang diperbuat.

(Selasa, 15 Maret 2022)

Dokumen terkait