• Tidak ada hasil yang ditemukan

mengubah perilaku murid nakal melalui pendekatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "mengubah perilaku murid nakal melalui pendekatan"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

  • Pengertian Bimbingan dan Konseling
  • Sejarah Bimbingan dan Konseling di Indonesia
  • Peran Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
  • Peran Bimbingan dan Konseling dalam Pembelajaran
  • Peran Guru dalam Bimbingan dan Konseling
  • Prinsip Bimbingan dan Konseling
  • Pengertian Konseeling
  • Asas-Asas Bimbingan dan Konseling
  • Murid Sekolah Dasar
  • Perilaku Nakal Peserta Didik…
  • Kegiatan Belajar dan Mengajar
  • Kajian Penelitian Yang Relevan

Perkembangan kebijakan dan penerapan praktis layanan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan telah berkembang pesat. Bimbingan dan konseling sebagai salah satu komponen pendidikan berperan besar dalam mewujudkan hak peserta didik atas layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (b) ayat Pasal 12). Dalam situasi demikian, bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan bimbingan belajar, bimbingan sosial, dan bimbingan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik.

Permasalahan yang diangkat dalam bimbingan dan konseling banyak yang berkaitan baik dari sisi fisik maupun psikis serta lingkungan yang menghambat perkembangan siswa. Program layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan sejalan dengan program pendidikan yang fleksibel, berkelanjutan dan program tersebut dapat dievaluasi (Budiarti, 2017: 13). Bimbingan dan nasihat diberikan kepada individu dengan tujuan mengubah perilaku individu menjadi lebih baik.

Tujuan dari pendekatan konseling adalah untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa dan selanjutnya tujuan bimbingan dan konseling adalah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dengan cara menanamkan nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku pada diri siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar, tujuan bimbingan dan konseling adalah mengubah pola dan perilaku siswa menjadi lebih baik. Dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya selalu berpegang pada prinsip-prinsip bimbingan dan konseling dan menggunakannya sesuai dengan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling.

Asas kesukarelaan yaitu asas bimbingan dan konseling yang memerlukan persetujuan dan kemauan klien untuk ikut atau menjalani pelayanan atau kegiatan yang diperlukannya, dalam hal ini guru pembimbing wajib memajukan dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Prinsip kegiatan adalah prinsip bimbingan dan konseling yang mengharuskan konseli yang menjadi sasaran layanan ikut aktif dalam pemberian layanan atau kegiatan bimbingan. Dalam hal ini, guru bimbingan hendaknya mendorong konselor untuk aktif dalam setiap layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang ditujukan padanya.

Asas kekinian yaitu asas bimbingan dan konseling yang mensyaratkan bahwa sasaran sasaran layanan bimbingan dan konseling adalah permasalahan. Asas keterpaduan, yaitu asas bimbingan dan nasehat yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan nasehat, baik yang dilaksanakan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, harus saling mendukung, serasi, dan terpadu. Asas keahlian, yaitu asas bimbingan dan nasehat yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan nasehat dilaksanakan berdasarkan prinsip profesional.

Tabel 2.1. Lembar Observasi Murid:
Tabel 2.1. Lembar Observasi Murid:

METODE PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Subjek Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Prosedur Penelitian

Peneliti melakukan kegiatan observasi terhadap guru kelas dalam memberikan pendekatan konseling dan observasi kepada siswa yaitu pada topik “Mengubah perilaku buruk siswa melalui pendekatan bimbingan dan konseling di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru”. Lalu tentang faktor penyebab terjadinya kenakalan yang dilakukan siswa di UPTD SD Negeri 34 Barru. Strategi dan cara mengubah perilaku siswa nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru yang mempunyai karakter berbeda-beda.

Berikut wawancara yang dilakukan penulis terhadap guru kelas dan kepala UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru yaitu: Pendapat Ibu HJS. Peran guru melalui bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di UPTD SD Negeri 34 Barru. Berdasarkan pendapat guru Kelas IV dan V UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru mengenai peran guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengubah perilaku nakal siswa UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru, peran guru termasuk;

Upaya guru melalui bimbingan dan konseling dalam mengubah perilaku siswa nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru. Sanksi atau hukuman diterapkan dalam mengubah perilaku siswa di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru. Hambatan atau hambatan guru kelas melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengubah perilaku siswa nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru.

Pendekatan bimbingan dan konseling untuk mengubah perilaku siswa nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru sudah maksimal. Langkah-langkah yang dilakukan guru kelas melalui pendekatan bimbingan dan konseling untuk mengubah perilaku siswa nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab. Hasil wawancara terkait perubahan perilaku siswa nakal melalui pendekatan bimbingan dan konseling di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru.

Secara umum kenakalan siswa di UPTD SD Negeri 34 Barru masih dapat diatasi apabila bentuk kenakalan siswa seperti no.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis terhadap guru kelas IV dan V di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru mengenai peran guru kelas melalui pendekatan bimbingan dan konseling, yaitu: Pertama, pendapat Bapak. HS mengatakan: “Peran guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling secara umum adalah membantu siswa untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dan memberikan bimbingan agar siswa tidak melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. untuk. Dipikir ulang oleh Bu pelajaran di kelas atau perilaku nakal yang terjadi dia lakukan baik di sekolah maupun di rumah.” Peran guru melalui pendekatan bimbingan dan nasehat untuk membantu siswa menyusun suatu rencana sangatlah penting agar siswa dapat mengarahkan secara tepat keterampilan yang dimilikinya.

Untuk membantu siswa memecahkan permasalahannya, guru melalui bimbingan dan konseling hendaknya mengetahui karakter dan latar belakang siswa yang berperilaku nakal di sekolah, sehingga guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling akan dapat menentukan cara yang paling tepat untuk membantu siswa memecahkan permasalahannya. . . Berikut wawancara yang penulis lakukan kepada guru, siswa dengan catatan kenakalan, dan kepala UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru mengenai upaya guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengubah perilaku siswa nakal di UPTD. SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru masing-masing : Pertama, Bpk. HS mengatakan, “Untuk mengatasi kelakuan buruk siswa, biasanya ada teguran terlebih dahulu. Namun biasanya setelah itu dilakukan, sebagian besar siswa sudah berubah.” Kedua, MA sebagai siswa yang mempunyai riwayat perilaku nakal di sekolah. Ketiga, Bapak YM sebagai kepala sekolah ''Salah satu upaya yang dilakukan guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru adalah menasihati dan memberikan sanksi kepada siswanya agar tidak mengulangi perbuatan buruk yang dilakukannya.

Berdasarkan pendapat guru kelas, siswa yang mempunyai data kenakalan dan kepala UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru mengenai upaya guru melalui pendekatan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru , guru menggunakan pendekatan, instruksi dan konseling untuk mengatasi kenakalan sesuai dengan prosedur berupa pemberian nasehat atau peringatan dan hukuman yang mendidik. Berdasarkan pendapat guru dan kepala UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru mengenai sanksi atau hukuman yang dilakukan dalam menangani kenakalan siswa di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru yang penulis peroleh dari wawancara, terdapat beberapa data. pertandingan. Dan sanksi yang diberikan kepada siswa yang berperilaku nakal berupa hukuman yang mendidik, sedangkan kenakalan yang dilakukan siswa di UPTD SD 34 Barru Kabupaten Barru masih dapat diperiksa.

Dalam menanggulangi kejahatan siswa, guru kelas tentu saja mengalami beberapa hambatan atau hambatan melalui pendekatan bimbingan dan konseling. Berdasarkan pernyataan guru kelas dan kepala UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru mengenai keterbatasan atau hambatan guru kelas dalam mengubah perilaku siswa nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru. Berdasarkan tanggapan guru kelas dan kepala UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru mengenai keterbatasan dan hambatan guru kelas dalam mengubah perilaku siswa nakal di UPTD SD Negeri 34 Barru Kabupaten Barru maka kerjasama antara guru kelas dan orang tua tidak dapat dipisahkan. dalam mengubah perilaku siswa nakal di sekolah, karena jika orang tua kurang peduli dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi anaknya, maka pendekatan bimbingan dan nasehat guru kelas kepada anak tentunya akan kurang maksimal, sehingga harus ada kerjasama yang baik antar anak. guru kelas dan orang tua.

Faktor penyebab perilaku nakal pada siswa UPTD SD Negeri 34 Barru biasanya berasal dari lingkungan di rumah, misalnya disini.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

  • Hasil wawancara terkait mengubah perilaku murid nakal
  • Daftar Data Informan
  • Lembar Observasi
  • Hasil Lembar Observasi Murid
  • Foto-Foto Pelaksanaan Tindakan Penelitian
  • Surat-surat Izin Penelitian
  • Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian
  • Sutar keterangan bebas plagiat
  • Riwayat Hidup

Selama ini perilaku buruk siswa terlihat berkurang, setelah dilakukan pendekatan dan orientasi siswa telah menyelesaikan tugasnya tepat waktu, namun tidak demikian. Bermula dari lingkungan rumah, permasalahan keluarga seperti Broken Home, perceraian orang tua sehingga kurang mendapat perhatian dan pengawasan. 3 Apa peran guru Peran guru Peran guru Peran guru di kelas di kelas di kelas Peran umum guru adalah umum adalah umum.

4 Upaya menegur dengan memanggil Upaya mengubah apa yang tidak dapat diubah oleh orang tua yang berperilaku nakal adalah cara yang dilakukan siswa, biasanya perilaku tersebut adalah yang terakhir, untuk melakukannya ada teguran untuk itu siswa, dan kemudian di ubah untuk yang terakhir. pertama kali karena perilaku perubahan melalui panggilan bekerja sama dengan siswa. 5 Sikap dan Cara Berperilaku Anak Untuk perilaku yang tidak baik, klasifikasi penanganan siswa di rumah kita pada umumnya berbeda karakternya, penanganannya dilakukan menurut siswa tersebut. Bagaimana perilaku nakal didekati pada tingkat yang lebih tinggi, apa salah satu cara siswa tidak melakukan hal tersebut karena berbeda usia dan lebih tinggi bisa sama di rumah siswa tersebut. Setelah tidak mempengaruhi tingkat karakter, diberikan kepada siswa yang sama, agar kita lebih kehilangan perhatian, dilakukanlah yang memperhatikan dan siswa yang berbeda klasifikasinya. Bimbingan dari Broken Home dilakukan. 5 Seperti yang saya inginkan, harap, harap, semua orang akan menjadi anak yang akan menjadi anak yang orang tuanya cerdas, patuh, bertakwa, cerdas, bertakwa, cerdas, ingin menjadi seolah-olah tidak nakal dan bisa dan bisa melakukannya .

Tuan. HS (Hasan) 60 tahun Guru Kelas IV Ibu HJS (Hj. Hasniah) 58 tahun Guru Kelas V MA (Muhammad Alif) 10 tahun Murid.

Gambar 1.1 : Foto Wawancara dengan Guru Kelas IV
Gambar 1.1 : Foto Wawancara dengan Guru Kelas IV

Gambar

Tabel 2.1. Lembar Observasi Murid:
Gambar 1.1 : Foto Wawancara dengan Guru Kelas IV
Gambar 3.1 Foto Wawancara dengan Murid Kelas IV yang Memiliki  Catatan Kenakalan di UPTD SD Negeri 34 Barru Kab.Barru
Gambar 2.1 Foto Wawancara dengan Kepala Sekolah  C.  Hasil Gambar Wawancara dengan Murid yang Memiliki Catatan
+3

Referensi

Dokumen terkait