• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen DAFTAR TABEL (Halaman 91-112)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Jumlah kunjungan ke perpustkaan sekolah meningkat 200%. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari sumbangsih dan pengaruh dari kegiatan Sentuh Pustaka.

Standar atau ukuran kebijakan yang dihasilkan dan didapatkan oleh pihak perpustakaan dalam mengimplementasikan program-programnya sudah dikatakan cukup baik. Dapat dilihat dari pencapain tujuan berdasarkan petunjuk teknis pelaksaan Sentuh Pustaka (Juknis) dan Peraturan terkait inovasi program Sentuh Pustaka, meningkatnya jumlah minat baca sekolah menjadi 200% dan meningkatnya perpustakaan sekolah terdaftar Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dan Standar nasional perpustakaan sekolah (SNP).

Dalam melaksanakan sebuah program membutuhkan Sumber Daya keuangan ataupun tenaga, Tenaga Pustakawan merupakan suatu komponen yang penting dalam peng-implementasian program kebijakan, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pembinaan siswa agar minat baca mereka meningkat, dan memberikan pelayanan teknis dalam bidang perpustakaan.

Program Sentuh Pustaka di berbagai sekolah perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah setempat agar pengimplementasiannya berjalan baik sesuai standarisasi nasional. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan sumber daya pustakawan dan sumber daya keuangan agar program Sentuh Pustaka berjalan dengan baik. Adapun sumber daya keuangan program Sentuh Pustaka ini berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana bos sekolah dan anggarannya tidak menentu, sedangkan dari sumber daya Manusianya berasal dari magang wajib

atau KOMAJIB (Komunikasi Magang Wajib) sehingga sangat membantu dalam sumber daya manusia yang di butuhkan untuk melaksanakan sebuah program.

Segala sesuatu berkaitan dengan aktivitas kerja diatur secara legal formal.

Setiap tindakan personil diformat oleh aturan organisasi, Personil dalam bertindak tidak bisa seenaknya atau menggunakan caranya sendiri, tatapi harus bertindak mengikuti peraturan organisasi. Sesuatu yang melekat di program Sentuh Pustaka yang menjadi karakteristik dari progam Sentuh Pustaka yaitu program ini di Khususkan untuk perpustakaan sekolah dan berkerjasama dengan elemen dan unsur dalam melakasanakan program tersebut.

Setiap departemen pada dinas perpustakaan adalah elemen struktur yang memiliki tugas pokok sesuai dengan kualifikasi bidangnya, dan hal itu diatur oleh peraturan organisasi. Dengan demikian dalam melakukan serangkaian kegiatan kerja, yang dimulai dari pemilihan/perencanaan program kerja yang akan ditangani, hingga pelaksanaannya, setiap unit harus berpatokan pada ketetapan peraturan yang ada. dalam merancang program Sentuh Pustaka ini pihaknya turun kelapangan dengan adanya asesmen lalu apa yang menjadi keputusan sebuah kelompok, dan melakukan rapat bersama sekolah. bahwa karakteristik organisasi/badan pelaksana dalam pengimplementasian program Sentuh Pustaka pihak dinas perpustakaan tidak terlalu memerlukan upaya lebih karena memang ini program bersama yang wajib dijalankan oleh beberapa elemen sekolah demi tercapainya minat baca yang sempurna.

Birokrasi merupakan organisasi yang modern yang secara baku memiliki seperangkat aturan yang memiliki pola jalan suatu kegiatan kerja. Segala sesuai yang berkaitan dengan aktivitas kerja diatur secara legal dan formal. Setiap tindakan personil diformat oleh aturan organisasi. Sesuai yang dikatakan oleh Van Meter dan Horn, sikap penerimaan atau penolakan dari para pelaksana akan sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu kerja dalam pengimplementasian kebijakan.

Pengimplementasian program Sentuh Pustaka pada dinas perpustakaan ditinjau dalam pelaskanaan structural birokrasi elemen struktur dan kinerja sesuai pada jobdesk yang terlampir. Persiapan dan menjalankan program tersebut perlu dalam sentuhan structural yang berjalan sesuai lampiran pekerjaan yang sudah disepakati. Hal ini pun, junjungan strandar operasional pun sangat perlu dijalankan sebagaimana mestinya. Dinas Perpustakaan mewadai penataan yang berjalan sesuai standar dengan menggunakan kebijakan tersebut. Sekolah yang disasarkan pun dalam penerapan kebijakan ini bila dilaksanakan sesuai standar dalam setiap kegiatan, output dari point ini pun tentu akan meningkatkan atau menumbuhkan minat baca. Pelaksanaan dan peracangangan tersebut akan ditindak lanjuti dengan pemahaman kebijakan kepada sasaran yang akan menerima kebijakan sebagai sasaran pengimplementasian dari kebijakan tersebut.

Melakukan perkenalan dalam internal dan eksternal maupun kegiatan perkenalan sekolah antar sekolah merupakan hal yang dilakukan untuk memperkenalkan dan bentuk perwujudkan pengimplementasian kebijakan tersebut. Hal yang juga

menjadi kunci utama dalam melakukan persiapan dalam implementasian kebijakan yang dicanangkan. Dengan melakukan hal terlampir, dapat dikatakan bahwa sasaran yang ditunjuk dalam proses implementasi kebijakan ini pun juga bisa dikatakan siap dalam segi penerimaan sebagai bentuk actor dalam pengimplementasian kebijakan dan juga kesalarasan SDM dalam pengimplementasian kebijakan turut menjadi kunci dalam hal pelaksanaannya.

Konsistensi komunikasi yang dibangun oleh aktor kebijakan dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut merupakan hal yang intens dan patut menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dalam pelaksanan ini pun dapat menghasilkan output yang sesuai dengan hal yang dicanangkan. Untuk mendapatkan output generasi dengan gemar membaca sebagaimana hal yang dicita-citakan bersama, maka peran stakeholder dan para aktor kebijakan sangat penting sebagai bentuk dasar dalam mewujudkan generasi gemar membaca.

Pelaksanaan program Sentuh Pustaka ada berupa kolaborasi dengan 4 unsur yakni dari tim Pembina perpustakaan sekolah, penerbit sebagai mitra kerja, kelompok pustakawan/penggerak literasi dan pihak sekolah sebagai pendukung sarana atau lokasi program. keselarasan kerjasama dan komunikasi antar kelompok dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Dari keselarasan tersebut membuat dampak inovasi ini pun menjadi meningkat. Peningkatan yang dialami juga didukung dengan beberapa nilai kebaruan yang menjadi suatu nilai baru dalam pelaksanaan implementasi ini. Pelaksanaaan ini juga menjujung komunikasi yang mandiri sebagaimana nilai yang dijunjung juga pun adalah

komunikasi yang mandiri. Penggunaan sumber daya yang dimanfaatkan tentu mengikuti alur komunikasi sesuai. Untuk mengimplementasikan program ini maka dibuatlah skema kerja dan juknis Sentuh Pustaka mulai dari sosialisasi hingga pembinaan berkelanjutan. Selain itu membentuk atau menetapkan nama- nama tim teknis baik dari internal yaitu tim pembina perpustakaan sekolah dari unsur dinas perpustakaan kota Makassar dibawah koordinasi kepala bidang pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca dan dari eksternal yakni tim kelompok kerja (pokja) pustakawan berprestasi sulawesi selatan dan tim pegiat literasi kota Makassar. penulis komunikasi dan kerjasama antara tim pembina perpustakaan dari Dinas Perpustakaan, penerbit atau mitra, pokja pustakawan atau penggiat literasi, instansi penerima program sudah jelas sesuai dan menjadikan program ini bisa berjalan ke pembinaan berkelanjutan di Perpustakaan Sekolah. Komunikasi antar organisasi pun menjadi suatu kunci dalam suksesnya pelaksanaan inovasi tersebut dalam mewujudkan generasi yang gemar membaca, dan memberikan kenyamanan berkunjung di perpustakaan umum maupun di perpustakaan sekolah, dalam pelaksanaannya pun segala elemen turut ikut serta dalam pelaksaaan kebijakan program Sentuh Pustaka.

84

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Implementasi Kebijakan Program Sentuh Pustaka Pada Dinas Perpustakaan Kota Makassar penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Standar dan sasaran kebijakan dalam inovasi Sentuh Pustaka sudah terlaksana dan sudah menargetkan kepada sasaran sudah cukup baik. Dapat dilihat dari pencapain tujuan berdasarkan petunjuk teknis pelaksaan Sentuh Pustaka (Juknis) dan Peraturan terkait inovasi program Sentuh Pustaka, meningkatnya jumlah minat baca sekolah menjadi 200% dan meningkatnya perpustakaan sekolah terdaftar Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dan Standar nasional perpustakaan sekolah (SNP).

2. Sumber daya, untuk tercapainya suatu inovasi pemberdayaan sumber daya juga menjadi kunci. Dalam hal ini, memberdayakan sumber daya dalam mewujudkan suatu inovasi juga sudah mencukupi. Penggunaan sumber daya sesama internal untuk menjadi bagian pembinaan kepada sasaran target juga menjadi bentuk pengelolaan sumber daya.

3. Karakteristik organisasi atau badan pelaksanaan untuk inovasi Sentuh Pustaka telah dibekali berupa petunjuk standar operasional prosedur dalam menjalankan wewenangnya.

4. Sikap kecenderungan para pelaksana dalam mewujudkan inovasi Sentuh Pustaka juga antusias dalam mengimplementasi inovasi Sentuh Pustaka.

Terlihat penyelarasan antar internal serta eksternal dalam pengembangan dan pelaksanaan inovasi Sentuh Pustaka.

5. Komunikasi antar organisasi dalam pelaksanaan inovasi Sentuh Pustaka dinilai selaras, hasil yang diberikan dari dampak inovasi tersebut juga menjadi suatu bagian dari bentuk komunikasi antar organisasi.

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas terkait Implementasi Kebijakan Program Sentuh Pustaka Pada Dinas Perpustakaan Kota Makassar penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Agar program tersebut semakin mendapat positif dalam pelaksanaannya diperlukan binaan yang intens antar Pembina dan pelaksana.

2. Perencanaan dalam keberlanjutan sistem dari inovasi juga disusun secara matang dari segi SOP, Pembinaan dan bentuk dukungan secara eksternal kepada pelaksana inovasi.

3. Dukungan dari intra sekolah sebagai penerima atau sasaran inovasi juga perlu kembali ditingkatkan demi mewujudkan suatu standar pustaka berskala nasional.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, Prastika Ririt, and Kata Kunci. 2019. “Implementasi Kebijakan Literasi Sekolah Guna Peningkatan Karakter Gemar Membaca Pages 132- 142 The Implementation of School Literacy Policy to Improve Reading

Character.” Ijsed 1(2): 132–42.

http://ijsed.ap3si.org/index.php/journal/article/view/12.

Auliya, A N, and L Arif. 2021. “Peran Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Dan Perdagangan Dalam Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 Pada Usaha Mikro Di Kabupaten Gresik.” Jurnal Reformasi Administrasi: Jurnal

Ilmiah untuk 8(1): 22–31.

http://ojs.stiami.ac.id/index.php/reformasi/article/view/1416.

Maulida, Habiba Nur. 2015. “Peran Perpustakaan Daerah Dalam Pengembangan Minat Baca Di Masyarakat.” Jurnal Iqra 09(02): 235–51.

https://media.neliti.com/media/publications/196940-ID-peran-perpustakaan- daerah-dalam-

pengemba.pdf%0Ahttp://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/iqra/article/view/120.

Meliyawati, M.Pd. 2016. “Pemahaman Dasar Membaca.” : 3–37.

https://books.google.co.id/books?id=TRBPDwAAQBAJ&printsec=frontcove r&dq=pengertian+membaca&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=pen gertian membaca&f=false.

Muadi, S., MH, I., & Sofwani, A. (2016). Konsep dan Kajian Teori Perumusan Kebijakan Publik. Jurnal Review Politik, volume 6(2), 195-224.

https://www.academia.edu/download/61045944/KONSEP_DAN_KAJIAN_

TEORI_PERUMUSAN_KEBIJAKAN_PUBLIK20191028-86185- 1hnq184.pdf

Nurtika, Lutfi. Strategi_Meningkatkan_Minat_Baca_Pada_Ma. Lutfi Gilang.

https://www.google.co.id/books/edition/Strategi_Meningkatkan_Minat_Baca _Pada_Ma/n801EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0.

Nurdin Usman, Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum,Grasindo, Jakarta, 2002.

Perpustakaan, D I Layanan, and D I Layanan Perpustakaan. 2016. “Minat Baca Dan Fasilitas Keamanan Di Layanan Perpustakaan.”

http://digilib.isi.ac.id/3345/1/Minat Baca.pdf.

Rahim, F. 2005. “Pelaksanaan Pengajaran Membaca Di Kelas IV SD 08 Padang.”

Jurnal Bahasa dan Seni: 249–69. http://sastra.um.ac.id/wp- content/uploads/2009/10/Pelaksanaan-Pengajaran-Membaca-di-Kelas-IV- SD-08-Padang-Farida-Rahim.pdf.

Santi Deliani Rahmawati, Halimatus Saidah. 2020. “Peranan Dinas Perpustakaan Kota Makassar Dalam Meningkatkan Budaya Kegemaran Membaca Melalui

Program Sentuh Pustaka.” 3(2017): 54–67.

http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf.

Siti Marwiyah, Anggun Shintha Bella, M.A yun Zaini 2021). 2021. “Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Terhadap Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19 (Study Kasus Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (Blt-Dd) Di Desa Dringu, Kecamatandringu, Kabupaten Probolinggo).” vol.1 no.7 https://www.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/801

Siti Nurjannah. 2014. “Efektivitas Pelaksanaan Program Pengembangan Kewirausahaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kota Pekanbaru.” 1(2).

Subarsono, Analisis kebiajakan public, Pustaka pelajar, Yogyakarta, 2009.

Sugiyono. 2016. “Memahami Penelitian Kualitatif.” Bandung: Alfabeta 2: 1–11.

Suwitri, S. (2008). Konsep dasar kebijakan publik. Semarang: Badan Penerbit

Universitas Diponegoro. volume 1.5.

https://www.academia.edu/download/57623163/PDFkebiajakan_publik.pdf Tarigan. 1987. Membaca_sebagai_suatu_keterampilan_berba. Angkasa.

https://www.google.co.id/books/edition/Membaca_sebagai_suatu_keterampil an_berba/p9_waaaacaaj?hl=id.

Trimo 2000. “Pembinaan Minat Baca.” : 3.

http://repository.ut.ac.id/4222/1/PUST4421-M1.pdf.

Undang Undang No 43 Tahun 2007 Pasal 48 Tentang Perpustakaan

Webster dalam Wahab 2004. 2018. “implementasi program bantuan pemerintah dalam upaya pengembangan wirausaha pemula di kementerian koperasi dan ukm (Studi Pada Kabupaten Lombok Tengah).” Profit 12(02): 31–37.

L A M

P

I

R

A

N

Wawancara bersama pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar Ibu Reskawati, S.E

Wawancara bersama Kepala Sekolah SD Negeri Sambung Jawa Ibu Fatmawati S.Pd

Wawancara bersama kepala Dinas Perpustakaan Umum Kota Makassar Ibu Tenri A. Palallo, S.Sos, M.Si

Wawancara bersama salah satu Penerbit sebagai mitra kerja Pak Ismail

Wawancara bersama Pak Saparuddin S.E selaku Pustakawan SMP negri 24

Kantor Dinas Perpustakaan Kota Makassar

Dokumentasi Program kebijakan Sentuh Pustaka

Sebelum di Sentuh Pustaka

Sesudah di Sentuh Pustaka

Dalam dokumen DAFTAR TABEL (Halaman 91-112)

Dokumen terkait