• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

35

e. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi strruktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman dan produktif (Ramli, 2007). Menurut Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kepmenkes (2007), manajemen K3 adalah suatu proses kegiatan yang dimulai dengan tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalianyang bertujuan untuk membudayakan K3 di. Adapun analisis dalam pelaksanaan penelitian ini mengacu pada 4 elemen pokok yang dimuat dalam dalam Kepmenkes (2007) yaitu Komitmen dan Kebijakan, Perencanaan, Pengorganisasian, dan Penyelenggaraaan.

pendanaan terkait K3 dan fasilitas seperti alat pelindung diri sudah lengkap. Sumber daya manusia yang menangani K3 pada yayasan AMCF belum memiliki keahlian khusus dibidang K3, sumber daya yang sudah ada perlu diikutkan dalam pelatihan K3 sehingga yayasan memiliki sumber daya yang berkompeten yang diwujudkan dalam bentuk wadah organisasi K3. Selain itu, yayasan AMCF mempunyai kebijakan bahwa semua pekerja harus mendapatkan penyuluhan mengenai K3.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa beberapa strategi yang sudah tersusun di yayasan AMCF yaitu sosialisasi program K3, terbentuknya organisasi K3 meskipun belum menjadi organisasi yang mandiri dan masih berada dalam bidang pelayanan medis, SDM di bidang K3 meskipun tidak mempuyai basic dari K3 akan tetapi mereka mendapatkan pelatihan yang memadai serta program kerja yang sudah tersusun meskipun belum sepenuhnya berjalan.

2. Perencanaan

Yayasan harus membuat perencanaan yang efektif agar tercapai keberhasilan penerapan sistem manajemen K3 dengan sasaran yang jelas dan dapat diukur. Perencanaan K3 dapat mengacu pada standar Sistem Manajemen K3 diantaranya self assesment akreditasi K3 dan SMK3.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pihak yayasan AMCF sudah mengidentifikasi potensi bahaya yang kemungkinan terjadi pada pekerja, antara lain tertular penyakit menular saat bersentuhan dengan pasien. Tindak lanjut dari pihak rumah sakit adalah pemasangan rambu- rambu keselamatan kerja, melakukan imunisasi pada pegawai yaitu Hepatitis B dan menyediakan alat pelindung diri. Selain itu, pekerja di

37

haruskan mengikut SOP setiap pekerjaan yang ada untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

3. Pengorganisasian

Bedasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa yayasan AMCF belum mempunyai organisasi K3 yang bertugas untuk menjalankan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja serta mengawasi pelaksanaan K3 oleh pekerja. Manajemen K3 yayasan AMCF berada satu tingkat di bawah direktur dan masih menjadi tanggung jawab dan kerja rangkap bidang pelayanan medis dimana anggotanya inti berasal dari Instalasi IPSRS dan Instalasi Kesling.

4. Penyelenggaraan K3

Dalam pelaksanaan K3, Pimpinan yayasan AMCF telah menyusun organisasi K3, sehingga pelaksanaan SMK3 dapat terlaksana sesuai perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelaksanaan SMK3 yang telah dilakukan di AMCF adalah mengadakan medical check up yaitu pemeriksaaan awal bagi pekerja serta imunisasi Hepatitis B dan memberikan jaminan kesehatan. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, AMCF melakukan pelatihan bagi karyawan, seperti penggunaan alat kerja, APD, membuat SOP, penggunaan bahan kimia berbahaya, serta melaksanakan sistem perlindungan bahaya kebakaran. Sebagian besar langkah-langkah penerapan SMK3 sudah berjalan dengan baik di yayasan AMCF dimana pihak AMCF sudah menyatakan komitmen, melakukan penyuluhan K3 kepada pekerja, pelaksanaan program K3 seperti penyediaan APD, pemeriksaan kesehatan, serta mengobati pekerja yang sakit dengan memberikan layanan BPJS. Meskipun pelaksanaan

pemantauan dan evaluasi belum berjalan, hal ini disebabkan program kerja yang belum terlaksana sepenuhnya karena organisasi K3 yang belum lama berdiri di yayasan AMCF. Selain itu, manajemen K3 yayasan AMCF saat ini berusaha untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam mengelola manajemen K3. Usaha tersebut dengan menata manajemen K3 dan meningkatkan rasa kepedulian sesama pekerja hal ini ditunjukkan dengan telah dilakukannya sosialisasi program K3 pada saat Briefing, dan

juga kebijakan K3 yang ada disusun sebaik mungkin dengan mematuhi peraturan perundang-undangan rumah sakit dan perundangan K3 lainnya.

39

40 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat menyimpulkan hasil dari analisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatankerja di Pada Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation adalah sebagai berikut:

1. Komitmen SMK3 di Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) sudah ada dalam bentuk lisan penyediaan dana, sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan K3 sudah terpenuhi. Sedangkan kebijakan K3 di rumah sakit ini yaitu ditunjuknya bidang pelayanan medis sebagai petugas yang mengawasi pelaksanaan K3 di Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) ini.

2. Perencanaan SMK3 di Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation sudah berjalan dengan baik mulai dari identifikasi risiko sampai dengan manajemen risiko. Selain itu pekerja juga di haruskan mengikuti SOP setiap melakukan pekerjaannya.

3. Organisasi K3 belum terbentuk di Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation). Pelaksanaan K3 sendiri termasuk ke dalam bidang pelayanan medis dimana anggotanya inti berasal dari Instalasi IPSRS dan Instalasi Kesling,

4. Sebagian besar langkah-langkah penerapan SMK3 sudah berjalan dengan baik di Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) dimana pihak yayasan sudah menyatakan

41

komitmen walaupun belum tertulis, organisasi K3 belum terbentuk, melakukan penyuluhan K3 kepada pekerja, pelaksanaan program K3 seperti penyediaan APD, pemeriksaan kesehatan, serta mengobati pekerja yang sakit dengan memberikan layanan BPJS. Meskipun pelaksanaan pemantauan dan evaluasi belum berjalan.

B. Saran

Diperlukan adanya komitmen secara tertulis untuk pelaksanaan K3 di Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) dan Segera dibentuknya organisasi K3 agar mempunyai tugas dan fungsi yang benar-benar bisa dijalankan dengan baik untuk mengurangi penyakit dan kecelakaan akibat kerja dan diharapkan menjadi acuan dalam penilaian sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dan dapat penelitian lanjutan untuk menganalisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Pusat Kemanusiaan Dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation).

DAFTAR PUSTAKA

AA. Anwar Prabu Mangkunegara, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung

Hasibuan, Melayu. 2014, Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Revisi) PT.

Bumi Aksara, Jakarta.

Istiqlal, Karunia Ratna, 2017, Evaluasi Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Berdasarkan Sistem Manajemen K3 (SMK 3) di Bengkel Elektro dan Informatika Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Skripsi tidak diterbitkan, Yogyakarta Universitas Negeri Yogyakarta.

https://eprints.uny.ac.id/48440/1/13501241053_Karunia%20Ratna_Skripsi.

pdf

Muliyadi, 2015, Manajemen Sumber Daya Manusia Penerbit, In Media Jakarta.

Nivanda, Selsanov, 2018, Penerapan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja, PT. Albisindo Timber, Skripsi Tidak di Terbitkan, Yogyakarta Universitas Islam Indonesia

Nopia wati, dkk. 2017. Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Rumah Sakit Umum Daerah Mukomuko Tahun 2017, Bengkulu.

https://www.neliti.com/id/publications/288231/analisis-sistem-manajemen- keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di-rumah-sakit-umum-da

Paramita, C C., & Jayanto, A. 2012. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. PLN (Persero) APJ Semarang Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 1. No.1, 1-11.

Ramli, Soehatman, 2013, Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta Dianrakyat.

Sayuti, Abdul Jamaluddin, 2013, Manajemen Kantor Praktis, Bandung Alfabeta.

Sholihah, Qomariyatus dan Kuncoro, Wahyudi. 2014, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konsep Perkembangan & Budaya Keselamatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Sucipto, Cecep Dani, 2014, Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yogyakarta Gosyen Publishing.

Syahida, Agung, Bayu, 2014, Perda Nomor 14 tahun 2009 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kota Tanjungpinang (Study Kasus Di Kelurahan Tanjung Unggat)

Taufik, Mhd dan Isril, 2013, Peraturan Daerah Badan Permusyawaratan Desa, Jurnal Kebijakan Publik. Volume 4, Nomor 2.

Widodo, Suoarno Eko, 2015, Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta Pustaka Pelajar.

Wirawan, 2015, Manajemen Sumber Daya Manusia Jakarta. Raja Grafindo Persada.

L A M P

I

R

A

N

Surat Penelitian Dokumentasi

PEDOMAN WAWANCARA

Dalam usulan penelitian ini peneliti hanya mengemukakan rencana wawancara secara garis besar yang akan dikembangkan secara lebih mendalam pada saat wawancara dilakukan terhadap informan sehingga diharapkan perolehan informasi yang lengkap, aktual dan akurat.

Adapun beberapa pedoman pertanyaan dalam wawancara itu adalah sebagai berikut :

No Pertanyaan Wawancara Topik

Pertanyaan Informan

1 Apakah di AMCF sudah mempunyai petugas yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerjanya?

SDM Administrator AMCF (Asia Muslim Charity Foundation)

2 Apakah di AMCF sudah mempunyai petugas yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerjanya?

SDM Kapten Kapal Kemanusian AMCF (Asia Muslim Charity Foundation)

3 Apa saja Peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di AMCF?

Peralatan Kapten Kapal Kemanusian AMCF (Asia Muslim Charity Foundation)

4 Bagaimana SOP yang ada di AMCF?

SOP Administrator AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) 5 Darimana sumber dana dalam

pelaksanaan K3 di AMCF?

Biaya Administrator AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) 6 Darimana sumber dana dalam

pelaksanaan K3 di AMCF?

Biaya Kapten Kapal Kemanusian AMCF (Asia Muslim Charity Foundation)

TRANSKIP WAWANCARA

ANALISIS PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PUSAT KEMANUSIAAN DAN KAPAL

KEMANUSIAAN

ASIA MUSLIM CHARITY FOUNDATION

Kode Informan : H dan BR

Nama : Haeruddun, S.Pd & Bahrun Ruddin

Jabatan : Administrator & Kapten Kapal Kemanusian Hari/Tanggal : Jum’at/13 November 2020

Jam : 10:00 WITA

Materi Wawancara

Peneliti 1. Apakah di AMCF sudah mempunyai petugas yang

bertanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerjanya?

Informan H “Yayasan kita sudah punya petugas yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan dan pengawasan K3 di AMCF (Asia Muslim Charity Foundation). Petugasnya memang tidak ada basic K3, tapi kita berdayakan mereka dengan pelaksanaan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan K3, ya misalnya kita kasih mereka pelatihan Identifikasi risiko sampai manajemennya, selain itu juga ada pelatihan dan penyuluhan mengenai penggunaan APD, jadi sebelum kita tugaskan, mereka kita latih dulu paling tidak ada 2 kali pelatihan”.

Informan BR “Untuk petugas dengan benar-benar Basic K3 kita belum punya, tapi selama ini pelaksanaan K3 kita tugaskan sama bidang pelayanan medis, mereka yang bertugas mengawasi pelaksanaan K3 nya.”

“kalau di AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) ini, penanggung jawab K3 masih menjadi tanggung jawab bagian medical. Kami yang melakukan pengawasan. Jadi nanti kita pastikan semua unit yang melakukan kegiatan benar-benar menjalankan K3, kita punya petugas yang bakal melakukan pengecekan. Selain itu juga setiap kegiatan sosial pekerja kita adakan Briefing. Jadi nanti kita himbau untuk pekerja selalu memperhatikan keselamatan kerja mereka”.

Peneliti Apa saja Peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di AMCF?

Informan BR “Setiap unit Kapal Kemanusiaan di AMCF ini kita udah beri perlengkapan K3 dan mereka juga wajib menggunakannya.

Alat-alatnya tergatung dari jenis pekerjaan dan jenis risiko bahaya yang mungkin mereka alami. Alat-alat kesalamatan baik untuk komunikasi secara audio via radio vhf, komunikasi darurat melalui signal rocket, asap dan juga tersedia alat-alat keselamatan seperti jaket pelampung, buoy kesalamatan, dan

Dalam dokumen analisis program keselamatan dan kesehatan (Halaman 49-54)

Dokumen terkait