Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Manajemen pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas. Analisis program lingkungan kerja (K3) pada Humanitarian Center dan Humanitarian Ship Asia Muslim Charity Foundation.
Latar Belakang
Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu cara untuk melindungi pekerja dari bahaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja selama bekerja. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di perusahaan penting dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mengurangi angka kecelakaan kerja.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Digunakan untuk memperluas wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan khususnya dalam lingkungan kerja (K3) dan umumnya dalam manajemen kepegawaian. Dengan adanya penelitian ini, penting bagi manajemen perusahaan untuk memperhatikan karyawan dalam kaitannya dengan pelaksanaan program lingkungan kerja agar tidak merugikan perusahaan di kemudian hari.
TINJAUAN PUSTAKA
- Sumber Daya Manusia
- Keselamatan Kerja
- Kesehatan Kerja
- Faktor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- Sosial
- Tinjauan Empiris
- Kerangka Konsep
Menurut Mangkunegara, banyak hal yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja. Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan antara lain: Penelitian ini mengkaji tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Q3) pada Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan Asia Muslim Charity Foundation. Data yang diperlukan untuk mengetahui keadaan keselamatan dan kesehatan kerja di Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) adalah data yang dikumpulkan melalui kajian pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi.
Kajian pustaka juga menjadi bagian penting dalam kegiatan penelitian karena dapat memberikan informasi mengenai Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation). Penggunaan metode wawancara dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap data pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada kapal kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) selalu membutuhkan peralatan yang menunjang segala aktivitas.
Penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di AMCF memerlukan dukungan semua kalangan atau semua pihak. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa Yayasan AMCF belum memiliki organisasi K3 yang bertugas melakukan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja serta mengawasi pelaksanaan K3 para pekerja. Analisis sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di RSUD Mukomuko Tahun 2017 Bengkulu.
1 Apakah AMCF mempunyai petugas yang bertanggung jawab melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja? 2 Apakah AMCF mempunyai petugas yang bertanggung jawab melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja?
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian deskriptif kualitatif adalah metode penelitian dalam ilmu-ilmu sosial yang mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata (lisan dan tulisan) dan tindakan manusia dan peneliti tidak berusaha menghitung atau mengukur data kualitatif yang diperoleh sehingga tidak menganalisis angka-angka. .
Lokasi dan Waktu Penelitian
Sumber Data
Yayasan kami telah memiliki petugas yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan K3 di AMCF (Asia Muslim Charity Foundation). Setiap unit Kapal Kemanusiaan di AMCF telah kami lengkapi dengan perlengkapan K3 dan mereka wajib menggunakannya. Kemudian peneliti menanyakan tentang sumber pendanaan penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di AMCF, berikut hasil wawancara dengan informan 2: “Kami mempunyai 2 sumber pendanaan, ada yang dari APBD, ada yang dari kami. pendapatan sendiri".
Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang mencakup struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang diperlukan untuk pengembangan, pelaksanaan, kinerja, penilaian dan pemeliharaan. Kebijakan K3 dalam rangka pengelolaan risiko terkait pekerjaan untuk menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan produktif (Ramli, 2007). Sedangkan kebijakan K3 di rumah sakit ini adalah bidang pelayanan medis ditunjuk sebagai petugas yang mengawasi pelaksanaan K3 di Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation). Sebagian besar langkah penerapan SMK3 telah berjalan baik di Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation), kata yayasan tersebut.
Perlu adanya komitmen tertulis untuk penerapan K3 di Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) dan segera dibentuknya organisasi K3 agar mempunyai tugas dan fungsi yang dapat dijalankan dengan baik untuk mengurangi pekerjaan. penyakit dan kecelakaan yang berkaitan dan diharapkan dapat menjadi rujukan dalam evaluasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, serta dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Center for Humanity and Ships Humanitarian AMCF (Asia Muslim Charity Yayasan). Informan H “Yayasan kami sudah memiliki petugas yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan pengawasan K3 di AMCF (Asia Muslim Charity Foundation). Informan BR “Setiap unit Kapal Kemanusiaan di AMCF sudah kami lengkapi dengan peralatan K3 dan mereka juga wajib menggunakannya. itu.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Sumber daya manusia dan alam melimpah di Indonesia, namun sayangnya masih banyak permasalahan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang mendera negeri ini. Asian Muslim Foundation (AMCF) aktif di Indonesia dan berperan aktif di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan sejak tahun 1995. Kapal Kemanusiaan merupakan program terbaru Asian Muslim Foundation (AMCF) yang dimulai di Papua Barat, Ternate, dan Pontianak pada tahun 2017.
Kapal Kemanusiaan 04 Sulawesi Selatan merupakan kapal ke-4 milik AMCF yang diresmikan pada tanggal 12 Februari 2018 oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan bersama Donor dan Ketua Dewan Pembina AMCF di Makassar. Tujuan dari kapal ini adalah sebagai alat transportasi yang akan digunakan untuk menjangkau pulau-pulau terpencil di wilayah Sulawesi Selatan yaitu Pangkajene dan Kepulauan, Kepulauan Selayar, Sinjai dan pulau-pulau lainnya yang membutuhkan bantuan sosial dan kemanusiaan. Kerjasama ini berkembang dengan baik dan pada tanggal 28 Juni 2002 dikukuhkan secara kelembagaan di Jakarta dengan nama Yayasan Asi Muslim atau disebut juga Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) atau Muassasah Muslimy Asia Al-Khairiyyah dalam bahasa Arab.
Asian Muslim Foundation juga bekerjasama dengan Muhammadiyah, Islamic Society, Al-Irsyad dan organisasi-organisasi penegak hukum lainnya dalam pengarahan kepada masyarakat umum. Asian Muslim Foundation juga telah mendapat rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Sosial RI, dan Kementerian Agama RI. Dengan rekomendasi tersebut, Asian Muslim Foundation (AMCF) telah diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu yayasan yang berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat luas secara berkelanjutan.
Hasil Penelitian
“Kami belum mempunyai petugas yang memiliki K3 yang benar-benar dasar, namun sampai saat ini kami menugaskan pelaksanaan K3 pada bidang pelayanan medis yang mempunyai tugas mengawasi pelaksanaan K3”. Jadi nanti kita pastikan semua unit yang melakukan kegiatan benar-benar melaksanakan K3, kita punya petugas yang akan melakukan pengecekan. AMCF telah menyediakan perlengkapan K3 kepada setiap unit Kapal Kemanusiaan yang ada di AMCF untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada saat beraktivitas.
Peralatan keselamatan baik untuk komunikasi audio melalui radio VHF, komunikasi darurat melalui flare, asap dan juga tersedia peralatan keselamatan seperti jaket pelampung, pelampung keselamatan, serta tersedia peralatan keselamatan, botol pemadam api portabel dan kotak P3K. Selain itu, manajemen juga mengidentifikasi sumber pendanaan penting yang diperlukan untuk keberhasilan penerapan SMK3, salah satu sumber tersebut adalah pendanaan. Biasanya yang menyiapkan biaya setiap kita melakukan kegiatan atau menambah peralatan biasanya adalah AMCF yang menyediakan dana.
Besaran dananya biasanya tidak sama setiap tahunnya, kita lihat dulu berapa banyak kegiatan yang bisa kita lakukan dan peralatan apa saja yang kita perlukan.” Hal ini sesuai dengan pernyataan Informan 1 setelah wawancara dengan kutipan: “biasanya yang membuat biaya persiapannya setiap kali kita melakukan suatu kegiatan atau menambah peralatan – sumber dayanya biasanya adalah AMCF yang menyediakan dana. Menurut Pedoman Pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), keputusan Menteri Kesehatan (2007), pengelolaan K3 merupakan suatu proses kegiatan yang dimulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang bertujuan untuk menciptakan budaya kerja. K3 untuk dibudidayakan.
Pembahasan
Para personel yang mengurus K3 di yayasan AMCF belum memiliki pengetahuan khusus di bidang K3, sehingga sumber daya yang ada harus diikutsertakan dalam pelatihan K3 agar yayasan mempunyai sumber daya yang kompeten, yang diwujudkan dalam bentuk wadah organisasi K3. . Dari hasil penelitian terlihat beberapa strategi yang dikembangkan di yayasan AMCF yaitu sosialisasi program K3, pembentukan organisasi K3, meskipun belum menjadi organisasi mandiri dan masih dalam tahap pengembangan. bidang pelayanan kesehatan, para personel bidang K3 walaupun belum memiliki dasar-dasar K3 namun tetap mendapatkan pelatihan yang memadai dan telah menyusun program kerja walaupun belum sepenuhnya beroperasi. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa AMCF Foundation telah mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin timbul bagi pekerja, termasuk penyakit menular yang bersentuhan dengan pasien.
Kepemimpinan K3 Yayasan AMCF berada satu tingkat di bawah Direktur dan masih mempunyai tanggung jawab ganda bekerja di bidang pelayanan kesehatan, dengan anggota inti berasal dari instalasi IPSRS dan instalasi Kesling. Dalam melaksanakan K3, pengurus Yayasan AMCF telah menyusun organisasi K3 agar pelaksanaan SMK3 dapat terlaksana sesuai rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Implementasi SMK3 yang telah dilaksanakan di AMCF adalah diadakannya medical check up yaitu pemeriksaan awal terhadap pekerja serta vaksinasi Hepatitis B dan pemberian jaminan kesehatan.
Langkah penerapan SMK3 sebagian besar telah berjalan dengan baik di yayasan AMCF dimana AMCF telah menyatakan komitmennya, yaitu memberikan pendidikan H3 kepada pekerja, melaksanakan program H3 seperti penyediaan APD, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan pekerja yang sakit dengan memberikan layanan K3. Selain itu, pengurus K3 yayasan AMCF saat ini sedang berupaya meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan pengelolaan K3. Komitmen terhadap SMK3 di Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) sudah ada dalam bentuk lisan berupa penyediaan dana, sarana dan prasarana yang mendukung penerapan K3.
PENUTUP
Kesimpulan
Perencanaan SMK3 di Pusat Kemanusiaan dan Kapal Kemanusiaan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) telah berjalan dengan baik, mulai dari identifikasi risiko hingga manajemen risiko. Penyelenggaraan K3 sendiri termasuk dalam bidang pelayanan kesehatan, dimana anggota intinya berasal dari Instalasi IPSRS dan Instalasi Kesling.
Saran
Istiqlal, Karunia Ratna, 2017, Evaluasi penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) berbasis sistem manajemen K3 (SMK 3) di bengkel kelistrikan dan komputer balai pelatihan pendidikan teknik (BLPT). Disertasi yang tidak diterbitkan, Universitas Negeri Yogyakarta Yogyakarta.