BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Berdasarkan tabel diatas, dari ketiga variabel independen yang dimasukkan kedalam model regresi. Dengan demikian untuk variabel Teknologi dapat dilihat bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, karena variabel Teknologi berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 berarti lebih kecil dari nilai signifikasinya 0,05, dan nilai t hitungnya sebesar 3,029 berarti lebih besar dari nilai t tabel 1,985 atau t hitung > t tabel. variabel modal dapat dilihat bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, karena variabel modal berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai signifikasinya 0,05, dan nilai hitungnya sebesar 4,076 berarti lebih besar dari nilai t tabel 1,985 atau t hitung > t tabel. Sedangkan untuk variabel untuk variabel pengalaman kerja dapat dilihat bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, karena variabel pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 berarti lebih kecil dari nilai signifikasinya 0,05, dan nilai t hitungnya sebesar 4,389 berarti lebih besar dari nilai t tabel 1,985 atau t hitung > t tabel.
dan X3 (pengalaman kerja) secara bersama-sama mempengaruhi variabel Y (kesejahteraan nelayan).
Selanjutnya dilakukan penjabaran atas faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Makassar. Adapun hasil analisis dimaksud beserta temuan dari penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut :
1. Pengaruh Teknologi Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Kota Makassar
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ternologi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan adalah positif dan signifikan. Dengan nilai untuk variabel teknologi diperoleh nilai sebesar 0,000 < 0,005 dan t hitung 4,413 > t tabel 1,985.
Sebagaimana yang terjadi di lapangan, nelayan menambah jam kerja untuk dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari biasanya sehingga kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka dapat terpenuhi. Dalam hal ini mayoritas nelayan mengaku bahwa pendapatan yang mereka terima sebagai nelayan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga pendapatannya merupakan sumber utama untuk biaya hidup rumah tangga dan menjadikan pekerjaan nelayan sebagai pekerjaan utamanya.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Agung Putra Pradana (2014) yang berjudul Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kesejahteraan Keluarga Nelayan Buruh di Desa Puger Wetan Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Yang
menyatakan bahwa jarak tempuh melaut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan nelayan.
2. Pengaruh Modal Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Kota Makassar
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa modal mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan. Dengan nilai untuk variabel modal diperoleh nilai sebesar 0.000 < 0,05 dan t hitung 7,493 > t tabel 1,985.
Sebagaimana yang terjadi dilapangan menunjukkan bahwa modal mempunyai pengaruh besar terhadap usaha yang dilakukan oleh nelayan. Setiap usaha nelayan didukung oleh modal. Modal yang dikeluarkan oleh nelayan kebanyakan modal sendiri atau borongan.
Modal atau biaya adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi setiap usaha, baik usaha kecil, menengah maupun besar.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Muhammad Iqbal Hanafri (2009) yang berjudul Hubungan Modal Sosial dengan Kemiskinan Nelayan di Desa Panimbang Jaya Pandegelang. Yang penyatakan bahwa modal mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan peningkatan perekonomian dan hubungan sosial nelayan di Desa Panimbang Jaya Pandegelang.
3. Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Kota Makassar
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pengalaman kerja terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat
nelayan di Kota Makassar adalah berpengaruh positif dan signifikan.
Dengan nilai untuk variabel pengalaman kerja diperoleh nilai sebesar 0,00 < 0,05 dan t hitung 9,103 > t tabel 1,985. Sebagaimana yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa pengalaman kerja mempunyai pengaruh besar terhadap usaha yang dilakukan oleh nelayan. Setiap usaha nelayan di dukung oleh pengalaman kerja.
Dalam hal ini setiap pekerjaan yang dilakukan oleh para nelayan harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman agar dapat membantu dalam melakukan setiap pekerjaan dan menentukan hasil yang mereka peroleh sebagai pekerjaan utamanya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Desi Astuti (2015) yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Kabupaten Langkat. Yang menyatakan bahwa bagi nelayan tradisional, tingkat pendidikan tidak terlalu penting bagi mereka untuk bekal kerja mencari ikan di laut karena pekerjaan sebagai nelayan merupakan pekerjaan kasar yang lebih banyak mengandalkan otot dan pengalaman kerja itu yang paling utama..
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Makassar dengan nilai untuk variabel teknologi diperoleh nilai sebesar 0,000 < 0,005 dan t hitung 4,413 > t tabel 1,985.
2. Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Makassar dengan nilai untuk variabel modal diperoleh nilai sebesar 0.000 < 0,05 dan t hitung 7,493 > t tabel 1,985.
3. Pengalaman Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Makassar dengan nilai untuk variabel pengalaman kerja diperoleh nilai sebesar 0,00 < 0,05 dan t hitung 9,103 > t tabel 1,985.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diambil, maka saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah:
1. Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan diharapkan kepada nelayan agar membentuk kelompok nelayan koperasi yang dapat membantu dalam hal memperoleh pinjaman modal dari pemerintah setempat maupun swasta memberikan bantuan dalam bentuk tambahan modal
62
kerja kepada nelayan karena modal sangat penting dalam peningkatan pendapatan nelayan untuk mencapai kesejahteraan para nelayan.
2. Perlunya program khusus bagi keluarga nelayan dalam rangka meningkatkan kesadaran nelayan tentang pentingnya armada perahu yang besar bagi nelayan, lebih luas yang berdampak pada peningkatan hasil tangkap dan keselamatan.
3. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian yang telah saya lakukan untuk melihat faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan.
DAFTAR PUSTAKA
Adhar. (2012). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Usaha Nelayan di Kabupaten Bone, Jurnal, Universitas Hasanuddin.
Arliman. Muhammad., (2013). Pengaruh Modal, Jam Kerja, Pengalaman Kerja dan Teknologi Terhadap Pendapatan Nelayan Tangkap di Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, Jurnal, Universitas Hasanuddin.
Asri.” Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi produktifitas perikanan Laut : Studi kasus kapal motor di kota padang”. Jurnal . Padang: Unand, 2000.
Alma, buchari. Dasar-Dasar Bisnis dan Pemasaran. Alfabeta. Bandung. 1997 Alfrida, B. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta : Ghalia Indonesia Badan Pusat Statistika. 2006. Pengertian Pendapatan.
Harahap, A.S. (2003). Analisis Masalah Kemiskinan dan Tingkat Pendapatan Nelayan Tradisional di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. Jurnal Program Pascasarjana. Universitas Sumatera Utara (tidak dipublikasikan).
https://makassarkota.bps.go.id
Ida Ayu Sukma Dewi dan Surya Dewi Rustariyuni 2014. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Buruh di Sepanjang Muara Sungai Ijo Gading Kabupaten Jembrana. Jurnal Ekonomi Pembangunan.
Jati, Prakoso. (2013). Peranan Tenaga Kerja, Modal dan Teknologi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat nelayan di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Jurnal. Universitas Negeri Semarang.
Makassar Dalam Angka. 2018-2019. Badan Pusat Statistik Kota Makassar.
Mulyadi. Ekonomi kelautan, Edisi:I (jakarta. Raja Grafindo persada, (2007).
Mulyadi, S. Ekonomi sumber daya manusia dalam perspektif pembangunan.
(Jakarta : rajawali pers). 2017
Manurung, Adler, Haymans, 2007. Modal untuk bisnis UKM, Jakarta : PT.
Kompas Media Nusantara.
Mushuri. (1995), pasar surut Usaha perikanan laut:Tinjauan sosial ekonomi kenelayaan jawa dan madura.
64
Nur Feriyanto. Ekonomi Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: UUP STIM YKPN).
2014
Payaman J Simanjutak. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2012
Raodah, ponggawa,-sari lembaga Ekonomi Nelayan Tradisional makassar (cet, I makassar: Dela macca, 2014).
Rahim, Abd., (2012). Model Ekonometrika Perikanan Tangkap. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Rahim, Abd., Supardi, Suprapti., DRD Hastuti. (2012). Model Analisis Ekonomika Pertanian. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Samuelson,Nordhaus, perekonomian indonesia, II (jakarta:Erlangga), 1993.
Sujarno. (2008). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Kabupaten Langkat. Jurnal. Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Syam, Sri Kartini., (2014). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Usaha Tangkap Tradisional Perahu Motor Tempel di Kecamatan Ujung Tanah Pelabuhan Paotere Kota Makassar, Jurnal, Universitas Negeri Makassar: tidak diterbitkan.
Suryadi Prawirosentono. Pengantar Bisnis Modern Studi Kasus Indonesia dan Analisis Kuantitatif. Jakarta : Bumi Aksara. 2013
L A M
P
I
R
A
N
LAMPIRAN 2 Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
2. Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardiz ed Coefficient
s
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta
Toleran ce VIF
1 (Constant) 1,432 ,448 3,198 ,002
Teknologi ,257 ,058 ,278 4,413 ,000 ,268 3,733
Modal ,283 ,038 ,318 7,493 ,000 ,591 1,693
pengalaman kerja
,353 ,039 ,497 9,103 ,000 ,358 2,796
a. Dependent Variable: kesejahteraan nelayan
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardiz ed Coefficient
s
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta
Toleran ce VIF
1 (Constant) 1,432 ,448 3,198 ,002
Teknologi ,257 ,058 ,278 4,413 ,000 ,268 3,733
Modal ,283 ,038 ,318 7,493 ,000 ,591 1,693
pengalaman kerja
,353 ,039 ,497 9,103 ,000 ,358 2,796
a. Dependent Variable: kesejahteraan nelayan
b. Uji Koefisien Determinansi (𝑅2)
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,949a ,900 ,897 ,434
a. Predictors: (Constant), pengalaman kerja, modal, teknologi b. Dependent Variable: kesejahteraan nelayan
c. Uji Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 159,289 3 53,096 281,325 ,000b
Residual 17,741 94 ,189
Total 177,031 97
a. Dependent Variable: kesejahteraan nelayan
b. Predictors: (Constant), pengalaman kerja, modal, teknologi sumber
d. Uji Signifikan Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2,605 ,844 3,088 ,003
x1 ,253 ,084 ,296 3,029 ,004
x2 ,303 ,074 ,330 4,076 ,000
x3 ,265 ,060 ,419 4,389 ,000
a. Dependent Variable: y
LAMPIRAN 3
Dokumentasi Penelitian