• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier berganda antara kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru diperoleh persamaan regresi yaitu Y = 11,186 + 0,427 X1 + 0,463 X2. Dari persamaan tersebut maka dapat diartikan bahwa satuan skor kinerja guru akan dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah sebesar 0,427 dan iklim sekolah sebesar 0,463 pada konstanta 11,186. Jika variabel kepemimpinan dan iklim sekolah tidak ada, maka pengaruh outonomous sebesar 11,186 poin terhadap kinerja guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai.

Hasil koefisien regresi untuk variabel kepemimpinan kepala sekolah sebesar 0,427. Harga koefisien regresi yang bertanda positif menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru ada pengaruh positif, yang artinya setiap terjadi kenaikan satu unit skor kepemimpinan kepala sekolah, maka akan diikuti dengan meningkatnya kinerja guru sebesar 0,427 pada konstanta 11,186.

Hasil koefisien regresi untuk variabel iklim sekolah sebesar 0,463.

Harga koefisien regresi yang bertanda positif menunjukkan bahwa pengaruh iklim sekolah terhadap kinerja guru ada pengaruh positif, yang artinya setiap terjadi kenaikan satu unit skor iklim sekolah,

117

maka akan diikuti dengan meningkatnya kinerja guru sebesar 0,463 pada konstanta 11,186.

Secara nyata berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru baik secara parsial yang dibuktikan dari hasil uji t yang memperoleh thitung yang memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,05 maupun secara simultan yang dibuktikan dari uji F yang memperoleh Fhitung yang memiliki signifikansi kurang dari 0,05. Berdasarkan persamaan regresi yang diperoleh dimana koefisien regresi bertanda positif maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh positif antara kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru dengan besarnya pengaruh secara simultan adalah 68,3%. Besarnya pengaruh secara parsial antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah 27,1% dan besarnya pengaruh antara iklim sekolah terhadap kinerja guru adalah 17,2%.

Diantara kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah, yang memberikan pengaruh lebih dominan terhadap kinerja guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai adalah kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini disebabkan kepala sekolah merupakan ketua atau pemimpin di sekolah. Sebagai seorang pemimpin kepala sekolah mempunyai tugas untuk menggerakkan segala sumber yang ada di sekolah sehingga dapat didayagunakan

118

secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Baik tidaknya kinerja guru di sekolah sangat bergantung pada bagaimana kemampuan kepala sekolah dalam mempengaruhi perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya sebab menurut Pidarta (1988: 177) dalam melaksanakan tugasnya guru cenderung tunduk pada kepala sekolah sehingga segala sesuatu yang dilaksanakan oleh guru harus mengacu pada kebijakan- kebijakan dari kepala sekolah.

Selain itu apabila terjadi penyimpangan- penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut kepala sekolah berhak untuk menegur maupun memberikan peringatan.

Kepemimpinan kepala sekolah yang baik ditunjukkan dari kemampuan kepala sekolah dalam menjelaskan tugasnya sebagai pengawas secara baik, selain itu kepala sekolah juga telah memiliki stabilitas emosi saat menghadapi setiap masalah yang timbul, memiliki kemampuan dalam mengambil setiap keputusan secara tegas, memiliki keterampilan komunikasi yang baik, dan memiliki keterampilan menjalin hubungan sosial dengan guru secara baik pula. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa selain berorientasi kepada tugas, kepala sekolah SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai dalam memimpin institusinya juga mengutamakan terjalinnya hubungan harmonis dengan bawahan dalam hal ini adalah guru. Hal tersebut dikuatkan oleh hasil analisis deskripsi persentase yang menunjukkan bahwa kepemimpinan

119

kepala sekolah SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai telah masuk dalam kategori baik, yaitu terlihat dari banyaknya responden yang menyatakan kepemimpinan kepala sekolah telah baik dengan bobot persentase 69,23%.

Perlunya kepemimpinan yang baik dalam suatu lembaga sekolah disebabkan keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Dalam hal ini peningkatan kinerja guru dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku guru di sekolah melalui aplikasi berbagai konsep dan teknik manajemen personalia modern. Peningkatan kualitas pendidikan dapat diperoleh di bawah kepemimpinan kepala sekolah profesional. Kepala sebagai pimpinan tertinggi sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah, oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki kemampuan administrasi, memiliki komitmen tinggi, dan luwes dalam melaksanakan tugasnya. Selain tiu kepala sekolah harus mempunyai kerpibadian atau sifat-sifat dan kemampuan serta keterampilan- keterampilan untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan serta dapat memperhatikan kebutuhan dan perasaan guru dalam bekerja sehingga kinerja guru selalu terjaga.

Selain kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah pun merupakan variabel yang ikut berpengaruh terhadap kinerja guru.

Walaupun tidak sebesar pengaruh yang diberikan oleh variabel

120

kepemimpinan kepala sekolah, namun iklim yang baik di SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai yang menyangkut hubungan antar personal sekolah, kesempatan pengembangan diri, kesempatan untuk ikut berperan dalam perubahan sistem serta kondisi lingkungan sekolah yang nyaman dapat memotivasi para guru untuk lebih giat dalam melaksanakan tugasnya yang akan berdampak pada peningkatan kinerja guru. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Sulistiyani dan Rosidah (2003: 77) yang menyatakan bahwa iklim organisasi mempengaruhi praktik- praktik dan kebijakan sumber daya manusia yang diterima oleh anggota organisasi. Pendapat lain yang mendukung temuan dari penelitian ini adalah dari Effendi (1997) dalam Arif Jauhari (2005: 4) yang mengemukakan bahwa iklim organisasi sekolah menyangkut struktur kerja sekolah, gaya kepemimpinan, manajemen, supervisi, dan faktor lingkungan sosial mempunyai dampak terhadap semangat kerja atau moral kerja para guru dan personil sekolah lainnya yang akhirnya akan mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar guru.

121

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut:

1. Ada pengaruh yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai.

2. Ada pengaruh yang signifikan iklim sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai sebesar.

3. Ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan iklm sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai sebesar 68,3%.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian di SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai yang penulis analisis ditemukan adanya indikasi kelemahan. Oleh karena itu perlu diberikan saran sebagai berikut:

122

1. Masih perlu adanya penyediaan tempat parkir sekolah karena masih terlihat dari adanya kendaraan yang diparkir di halaman sekolah.

2. Masih perlu penambahan toilet sekolah untuk guru karena toilet sekolah untuk guru baru tersedia 1 (satu) unit, sedangkan penggunaannya masih bersama- sama dengan staf sekolah.

123

DAFTAR PUSTAKA

Algazali, Mukhsin. 2013. Pengaruh Iklim Sekolah dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Produktivitas Kerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri di Kabupaten Polewali Mandar. Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar.

Ali, Mohammad. 1987. Metodologi Penelitian Pendidikan.

S u r ab a ya : SIS.\

Arikunto, Suharsimi. 1998. Posedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Bahri, Syaiful. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Bandung Sinar Baru

Burhanuddin, Muhtadi. 1990. Organisasi Perilaku Stuktur Proses, Binarupa Aksara, Jakarta Penerbit.

Canuddin. 2013. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Kerja Sekolah terhadap Kinerja Guru di SMK Negeri se- Kabupaten Inramayu. Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Daryanto. (2005). Dasar-dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Hadiyanto, Rahmat. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Jakarta: PT Bumi Angkasa

Handoko, T. Hani. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Jakarta; STIA LAN Press.

Hasibuan, Abdullah Amin. 2005. Interaksi dan Motivasi Mengajar.

Jakarta: PT Raja Grafindo

Helyantini, Soetopo dan Soeemanto. 1999. Kepemimpinan Kepala Sekolah,Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta:

Raja Grafindo.

124

Jauhari, Arif. 2005. Karakter Guru dan Karakter Peserta Didik.

Bandung: Alfabeta

Kartono, Kartini. 1992. Manajemen. Jakarta: Erlangga

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2004. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Guru. Jakarta: Bumi Aksara.

Manulang, M. 1999. Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Mulyasa, E. 2004. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Nawawi, H. Hadari. 1995. Esensi Kepemimpinan. Jakarta:

Spektrum.

Pidarta, Made. 1988. Kepemimpinan. J a k a r t a : Gramedia.

Pidarta, Made. 1995. Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan.

Cetakan I. Jakarta; Bumi Aksara.

Rosdakarya, Mulyasa E. 2005. Menjadi Kepala Sekolah Profesional.

Bandung: PT Remaja Bandung.

Rosidah, Sitti. 2003. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta:

Ardadizya Jaya.

Ruyani, Nur Ahmad. 2009. Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi terhadap Efektivitas Sekolah (Studi Deskriktif Analitik di SMP Negeri Kota Bandung). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Dr. Hamka.

Saerozi, Ahmad. 2005. Perencanaan Pendidikan. Semarang: PT.

Remaja.

Sardiman, A. M. 2005. Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit. Jakarta.

Siswanto, Freddy. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mepengaruhi. Jakarta: PT Reineka Cipta

Soetopo, Hendayat, dan Wasty Soemanto. 1984. Kepemimpinan c.m dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

125

Sulistiyani, Ambar Teguh, dan Rosidah. 2003. Manajemen Kinerja.

Jakarta; Gramedia

Thoha, Miftah. 2004. Kepemimpinan dalam Manajemen, Suatu Pendekatan Perilaku. FISIPOL. Universitas Gadjah Mada, Raja Grafindo Persada.

Wahjosumidjo. 2002. Kepemimpinan Kepala Sekolah; Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya. (Cet.III). Jakarta; Raja Grapindo Persada.

Westra, Pariata. 1997. Kepemimpinan, Manajer (Eksistensinya dalam Perilaku Organisasi). Jakarta: Rajawali Press.

INSTRUMEN ANGKET PENELITIAN TENTANG

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SD NEGERI 106 JERRUNG 1

KECAMATAN BULUPODDO KABUPATEN SINJAI

GURU SD NEGERI 106 JERRUNG 1

KECAMATAN BULUPODDO KABUPATEN SINJAI

IDENTITAS RESPONDEN

NAMA : ...

NIP : ...

BIDANG STUDI : ...

KISI-KISI DAN INSTRUMEN ANGKET PENELITIAN Kisi-kisi Angket

Variabel Indikator Kepemimpinan Kepala Sekolah No.

Skor

Kepemimpinan

1. Keteladanan 1, 2

2. Berkepentingan dengan situasi 3 3. Bekerja berlandaskan

hubunganKemanusiaan 4, 5

4. Memahami anggota dan masyarakat

sekitar 6, 7

5. Cerdas, sikap mental baik dan stamina

fisik prima 8, 9

6. Berkepentingan dengan staf dan sekolah 10 7. Melakukan kompromi untuk mencapai

kesempatan 11

8. Mempertahankan stabilitas 12

9. Mampu mengatasi stress 13, 14

10. Menciptakan struktur agar sesuatu bisa

terjadi 15, 16

11. Mentolerir adanya kesalahan 17 12. Tidak menciptakan konflik pribadi 18 13. Memimpin melalui pendekatan positif 19 14. Tidak menjauhi atau mendahului orang-

orang yang dipimpinnya 20, 21

15. Mudah dihubungi 22

Kisi-kisi Angket Iklim Sekolah

Variabel Indikator No. Soal

Iklim Sekolah

1. Hubungan yang baik antar warga sekolah

1, 2

2. Keterbukaan komunikasi 3, 4 3. Dukungan serta kerja sama yang aktif 5, 6, 7 4. Perhatian dan penghargaan kepada

karyawan yang kreatif

8, 9, 10

5. Kebebasan berpendapat dan menghindari

11,12,13

6. Adanya waktu untuk berfikir dan berdiskusi serta berbuat

14, 15 7. Gaya manajemen dan kepemimpinan

kendali longgar.

16,17,18

Kisi-Kisi Angket Kinerja Guru

Variabel Indikator No. Soal

Kinerja Guru

1. Sentivitas/kepekaan terhadap masalah 1, 2, 3 2. Kelancaran dan Kebebasan berpikir

dan bertindak

4, 5, 6

3. Fleksibilitas/keluwesan alternatif pemecahan masalah

7,8,9,10 4. Originalitas dan Kebaruan 11,12,13,14 5. Penyusunan dan pengembangan 15,16

6. Redefinisi 17, 18

Yth. Bpk / Ibu Guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo

di Sinjai

Dalam rangka menyelesaikan studi S2 (program magister), maka kami pengadakan penelitian dalam rangka penyusunan Tesis dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Sekolah terhadap Kinerja Guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai”. Sebagai bahan penelitian maka kami membutuhkan data dari lapangan yaitu dari Bapak/Ibu guru SD Negeri 106 Jerrung 1 Kecamatan Bulupoddo sebagai Responden.

Berkaitan dengan hal ini maka kami mohon Bapak/Ibu berkenan mengisi atau menjawab angket yang kami sediakan. Kejujuran dan ketelitian Bapak/Ibu dalam menjawab sangat kami harapkan demi menjaga validitas data agar bisa dipertanggung jawabkan. Apapun jawabannya tidak akan mempengaruhi nama baik Bapak/Ibu.

Harapan kami penelitian ini nantinya akan bermanfaat juga bagi Bapak/Ibu khususnya dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran. Terimakasih.

Sinjai, Mei 2016

Umar

INSTRUMEN ANGKET PENELITIAN A. Petunjuk Umum

1. Pernyataan atau pertanyaan angket ini dibagi dalam 3 (tiga) bagian.

a. Ingin mengetahui kepemimpinan Kepala Sekolah yang bertugas di tempat Bapak/Ibu sekarang,

b. Mengungkap iklim kerja tempat tugas Bapak/Ibu.

c. Ingin mengungkap kreativitas Bpk/Ibu selaku guru.

2. Jawaban disediakan disamping pernyataan, dengan memberi tanda X (silang) pada kolom yang sesuai.

3. Alternatif jawaban yang diberikan adalah dengan angka 1, 2, 3, 4 dan 5 dan ini bukan merupakan nilai atau skor jawaban, namun menunjukkan jenjang atau gradasi dari pernyataan yang ada yang bisa digambarkan sbb:

Penilaian / Jawaban

1 2 3 4 5

Sangat tidak Setuju

Tidak setuju Ragu-ragu Setuju Sangat setuju

Tidak ada yang Benar

Sebagian kecil Benar

Sebagian benar, sebagian tidak benar

Sebagian besar benar

Semua benar

Tidak pernah Jarang Kadang-kadang Sering Selalu Tidak ada yang

Sesuai

Sebagian kecil Sesuai

Sebagian sesuai sebagian tidak sesuai

Sebagian besar sesuai

Semua Sesuai

Contoh : Kepala Sekolah tampan/cantik …. ( penilaian 5 semua benar/sesuai ) Marah-marah jika

karyawan salah …( penilaian 5 berarti selalu )

Saya suka bekerja sendiri …(penilaian 5 berarti sangat benar/selalu)

ANGKET PENELITIAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

No. Pernyataan/ Pertanyaan

Penilaian 1 2 3 4 5 1 Para guru terkesan dengan penampilan Kepala

Sekolah

2 Kepala Sekolah hadir paling awal dan pulang paling akhir.

3 Aturan yang diterapkan tidak kaku (fleksibel)

4 Kepala Sekolah memikirkan kesejahteraan anggota.

5 Tugas yang diberikan, didasarkan pada kemampuan seseorang.

6 Para guru ditanya tentang kesulitannya dalam proses pembelejaran.

7 Kepala Sekolah menjalin silaturahim yang baik dengan masyarakat sekitar sekolah.

8 Permasalahan yang ditanyakan oleh guru, mampu dijelaskan dengan baik.

9 Kesehatannya tidak terganggu meskipun bekerja cukup keras.

10 Kepala Sekolah berdiskusi dengan staf dalam menentukan langkah yang akan dilakukan.

11 Mengutamakan musyawarah untuk mencapai kesepakatan.

12 Kepala Sekolah menciptakan suasana sehingga warga sekolah tidak resah.

13 Terlihat tenang, tidak gugup meskipun banyak tuntutan tugas yang harus selesai.

14 Kepala Sekolah termasuk bertipe pemarah.

15 Struktur organisasi memungkinkan semua bekerja sesuai tujuan sekolah.

16 Kepala Sekolah membuat aturan tertulis, yang dilaksanakan secara konsisten oleh warga sekolah.

17 Kepala Sekolah tetap memberi motivasi meskipun tugas yang diberikan kepada guru tidak berhasil.

18 Kepala Sekolah dalam menegur tidak menyakiti hati orang lain.

19 Pendekatan kekeluargaan dan keagamaan ditempuh ketika berdialog dengan para guru.

20 Kepala Sekolah dalam menentukan tujuan maupun

target sekolah membicarakan dengan warga sekolah.

21 Kepala Sekolah berkeliling ke ruang guru,

perpustakaan dan tempat lain untuk berdialog.

22 Selama ini tidak ada yang kesulitan menemui Kepala

Sekolah.

ANGKET PENELITIAN IKLIM SEKOLAH

No Pertanyaan / Pernyataan Penilaian

1 2 3 4 5 1 Hubungan guru dengan Kepala Sekolah baik.

2 Hubungan antar guru dan karyawan menyenangkan 3 Guru tahu program sekolah yang akan dilaksanakan.

4 Laporan dari panitia dalam pelaksanaan kegiatan, tidak hanya diketahui Kepala Sekolah tapi juga para guru.

5 Sekolah menanggapi positif masalah yang disampaikan para guru.

6 Sekolah antusias mendukung ide atau gagasan para guru.

7 Dalam melaksanakan kegiatan, tim bekerja kompak.

8 Sekolah menyediakan dana atau anggaran bagi guru untuk berkreasi dalam pembelajaran.

9 Sekolah memberi penghargaan pada guru yang memilki gagasan maupun karya kreatif.

10 Guru diberi kesempatan memaparkan penemuan baru dalam pembelajaran,sebagai bahan pengembangan dan tukar pengalaman.

11 Kami menyampaikan pendapat berbeda-beda pada saat pertemuan atau rapat.

12 Ide atau gagasan aneh, langsung dikritik teman lain.

13 Saya dan teman-teman di sekolah mengajar dengan berbagai metode baru.

14 Jam mengajar guru tidak penuh sehari 8 jam pelajaran.

15 Kami berdiskusi untuk kemajuan sekolah atau masalah pembelajaran di kelas.

16 Kami diingatkan agar tidak lupa tujuan setiap kegiatan.

17 Ada kebebasan guru dalam menentukan langkah kerja.

18 Kami terlibat aktif dalam menentukan tujuan sekolah.

ANGKET PENELITIAN KINERJA GURU

No Pertanyaan / Pernyataan Penilaian

1 2 3 4 5 1 Saya mudah tertarik untuk mengetahui penyebab

suatu permasalahan. 

2 Saya tidak mudah percaya pendapat orang lain.  3 Saya senang mengikuti perkembangan terbaru

tentang pembelajaran 

4 Diam itu lebih baik, dari pada berpendapat tapi

menimbulkan pertentangan 

5 Bekerja di laboratorium tidak boleh mencoba di

luar panduan yang sudah ada. 

6 Saya menyampaikan kritik saran atau gagasan pada

sekolah dalam setiap kesempatan. 

7 Saya akan fokus pada satu jawaban saja, jika ada

masalah. 

8 Sebagian besar pebelajaran merupakan ilmu pasti, maka tidak perlu alternatif jawaban lain dalam

pemecahan 

9 Saya menggunakan metode ceramah saja, jika materi

pelajaran belum bisa terselesaikan. 

10 Firasat maupun intuisi adalah petunjuk yang bisa

dijadikan pegangan dalam memecahkan 

11 Saya membuat alat praktek alternatif lain, karena

alat yang baku belum disediakan sekolah. 

12 Saya sudah mencoba metode mengajar karya sendiri.  13 Saya tidak akan mencoba sesuatu sekiranya akan

dianggap bodoh atau ditertawakan. 

14 Saya tidak ingin mengubah sesuatu yang sudah

mapan. 

15 Saya terinspirasi, untuk mengubah suatu produk menjadi lebih berguna sebagai sarana

pembelajaran. 

16 Saya senang jika menjelaskan sampai detil atau

rinci. 

17 Saya merenungkan kembali kemungkinan jawaban

masalah yang sedang saya tangani. 

18 Saya mengulang kembali untuk memastikan maksud

suatu pertanyaan 

LAMPIRAN

Dalam dokumen TESIS OLEH - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 138-143)

Dokumen terkait