• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen SKRIPSI - Repository Ekuitas (Halaman 94-99)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan

78 Dari tabel diatas, dilakukan pengujian dan regresi antara variabel X1 dan X2 terhadap Y dengan tingkat signifikansi sebesar 5%, Ftabel pada jumlah n = 63 dan jumlah variabel bebas (k) = 2, sehingga dapat diketahui jika penyebut = n-k (63-2) = 61 yaitu sebesar 3,15. Maka dapat dilihat dari tabel 4.23 nilai Fhitung 19,435 > Ftabel 3,15, artinya 𝐻0 ditolak. Selain itu, dapat dilihat dari tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap penyerapan anggaran.

79 kelemahan pada perencanaan anggaran satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I.

4.3.2 Pelaksanaan Anggaran pada Satuan Kerja di Wilayah Pembayaran KPPN Bandung I

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I dapat dikatakan secara keseluruhan perencanaan anggaran termasuk dalam kategori baik. Hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden pada tabel 4.9 mengenai pelaksanaan anggaran yang diukur dengan 4 indikator, meliputi 12 pernyataan dengan skor aktual sebesar 2.933 dan skor ideal sebesar 3.380 dengan nilai persentase yang diperoleh 78%. Berdasarkan persentase tersebut, maka perencanaan anggaran dapat dikatakan baik karena kriteria garis kontinum antara 61% - 80% termasuk kriteria baik.

Jika dilihat dari jawaban responden untuk beberapa pernyataan menunjukan masih adanya responden yang menjawab pada skala 3, 2, dan 1 atau menjawab rendah pada variabel pelaksanaan anggaran. Artinya, meskipun pelaksanaan anggaran dalam kategori baik, namun masih menunjukan adanya kelemahan pada pelaksanaan anggaran satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I.

4.3.3 Penyerapan Anggaran pada Satuan Kerja di Wilayah Pembayaran KPPN Bandung I

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I dapat dikatakan secara keseluruhan penyerapan anggaran termasuk dalam kategori sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari

80 tanggapan responden pada tabel 4.10 mengenai pelaksanaan anggaran yang diukur dengan 2 indikator, meliputi 6 pernyataan dengan skor aktual sebesar 1.566 dan skor ideal sebesar 1.890 dengan nilai persentase yang diperoleh 83%. Berdasarkan persentase yang diperoleh sebesar 83%, maka perencanaan anggaran dapat dikatakan sangat baik karena kriteria garis kontinum antara 81% - 100% termasuk kriteria sangat baik.

Jika dilihat dari jawaban responden untuk beberapa pernyataan menunjukan masih adanya responden yang menjawab rendah pada variabel penyerapan anggaran. Artinya, meskipun penyerapan anggaran dalam kategori sangat baik, namun masih menunjukan adanya kelemahan pada pelaksanaan anggaran satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I.

4.3.4 Pengaruh Perencanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran pada Satuan Kerja di Wilayah Pembayaran KPPN Bandung I

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I. Dengan demikian, jika perencanaan anggaran bagian keuangan pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I meningkat baik, maka penyerapan anggaran yang dihasilkan pun akan baik.

Sebagaimana hasil laporan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (2013) bahwa besar kecilnya tingkat penyerapan anggaran belanja dalam mendanai pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh proses perencanaan anggaran dan penetapan APBN. Perencanaan anggaran memberi kontribusi besar terhadap penyerapan anggaran sehingga semakin baik perencanaan anggaran akan semakin baik pula penyerapan anggaran.

81 Perencanaan yang baik, meliputi penyusunan kegiatan dan anggaran yang detail, tidak adanya anggaran yang diblokir, serta tidak adanya tambahan anggaran sangat menentukan penarikan dana tepat waktu. Sebaliknya, aspek perencanaan yang tidak matang dalam penentuan anggaran yang akan disajikan akan berdampak pada tidak akan berjalannya program kerja dengan baik dikarenakan tidak selarasnya antara perencanaan anggaran dan program kerja yang akan dilaksanakan yang berdampak pada penyerapan anggaran.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian Zarinah (2016) yang memberikan hasil bahwa perencanaan anggaran berpengaruh positif terhadap penyerapan anggaran. Demikian juga, penelitian Putri dkk (2017) menyatakan bahwa perencanaan anggaran berpengaruh terhadap perencanaan anggaran.

4.3.5 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran pada Satuan Kerja di Wilayah Pembayaran KPPN Bandung I

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, menunjukan bahwa pelaksanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I. Dengan demikian, jika pelaksanaan anggaran bagian keuangan pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I meningkat baik, maka penyerapan anggaran yang dihasilkan pun akan baik.

Pelaksanaan anggaran merupakan tahapan pengelolaan keuangan yang harus dilaksanakan setelah proses perencanaan anggaran selesai. Pelaksananan anggaran berkaitan dengan aktivitas atau usaha-usaha yang dilaksanakan untuk merealisasikan semua rencana dan kebijakan yang telah dirumuskan dan ditetapkan. Semakin baik usaha-usaha yang dilakukan oleh satuan kerja maka

82 semakin baik pula realisasi anggaran, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada tingkat penyerapan anggaran yang dihasilkan.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian Malahayati (2015) yang memberikan hasil bahwa pelaksanaan anggaran berpengaruh positif terhadap penyerapan anggaran. Demikian juga, penelitian Anisa (2019) menyatakan bahwa terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran terhadap penyerapan anggaran.

4.3.6 Pengaruh Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran pada Satuan Kerja di Wilayah Pembayaran KPPN Bandung I

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, menunjukan bahwa perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I.

Dengan demikian, jika perencanaan dan pelaksanaan anggaran bagian keuangan pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I meningkat baik, maka penyerapan anggaran yang dihasilkan pun akan baik.

83 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran, peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Perencanaan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I termasuk kategori baik.

2. Pelaksanaan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I termasuk kategori baik.

3. Penyerapan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I termasuk kategori sangat baik.

4. Perencanaan anggaran berpengaruh signifikan positif terhadap penyerapan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I.

5. Pelaksanaan anggaran berpengaruh signifikan positif terhadap penyerapan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I.

6. Perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap penyerapan anggaran pada satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti mencoba menyampaikan beberapa saran, diantaranya sebagai berikut:

84 1. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan anggaran terserap tidak optimal yaitu karena adanya tambahan pagu dan masa penyusunan yang dirasa kurang cukup. Dalam hal ini, sebaiknya perencanaan kegiatan memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif dan efisien mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan, anggaran yang dibutuhkan, serta jadwal pelaksanaannya sehingga pada saat pelaksanaan kegiatan tidak terkendala oleh anggaran yang belum tersedia atau harus menunggu anggaran yang perlu direvisi.

2. Pada tahap pelaksanaan anggaran, sebaiknya setiap satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Bandung I lebih menerapkan mekanisme reward dan punishment. Hal ini dirasa penting karena sebagai salah satu bentuk memotivasi para pegawai agar melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan sungguh-sungguh. Perlu dijadikan perhatian juga dalam hal penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa yang bernilai besar, harus terlebih dahulu memperoleh pendapat ahli hukum kontrak yang menguasai aturan teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat menyebabkan permasalahan hukum di kemudian hari.

3. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan menggunakan sampel yang lebih luas agar dapat memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, beberapa keterbatasan lain yang melekat pada penelitian ini berhubungan dengan pengukuran indikator variabel yang digunakan dalam penelitian. Penelitian selanjutnya, dapat menambahkan atau memperbaiki pengukuran atau indikator dalam penelitiannya.

85

DAFTAR PUSTAKA

Annisa, I. Z. (2019), Pengaruh Perencanaan Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pelaksanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran Pada Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten. Jurnal Riset Akuntansi Tirtayasa, (2)1, 84-101.

BPKP. (2011), Menyoal Penyerapan Anggaran. Yogyakarta: Paris Review.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2013), Perencanaan dan Penganggaran Daerah Kursus Keuangan Daerah. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Dwiyana, N. (2017), Fator-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kota Medan Dengan Monitoring dan Evaluasi Sebagai Variabel Moderating. Tesis Magister, Universitas Sumatera Utara.

Ghozali, I. (2016), Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Herriyanto. (2012), Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Penyerapan Anggaran Belanja pada Satuan Kerja Kementerian/Lembaga di Wilayah Jakarta. Doctoral dissertation, Tesis, Universitas Indonesia, Jakarta.

https://bppk.kemenkeu.go.id/content/artikel/balai-diklat-keuangan-malang-artikel- prinsipprinsip-pengadaan-barangjasa, diunduh tanggal 12 Desember 2019.

https://djpbn.kemenkeu.go.id/kppn/bandung1/id/data-publikasi/berita-

terbaru/2812-sosialisasi-monev-semester-i-2018-kppn-bandung-i.html, diunduh 18 Oktober 2019

https://junaidichaniago.wordpress.com/, diunduh 8 Februari 2020

https://m.tribunnews.com/amp/bisnis/2018/05/28/evaluasi-fitra-penyerapan-

anggaran-oleh-pemerintah-masih-rendah-terjadi-setiap-tahun, diunduh 15 November 2019

https://www.dosenpendidikan.co.id/kebijakan-fiskal/, diunduh 28 November 2019 Jauhari, N. (2017), Pengaruh Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran

Terhadap Serapan Anggaran Satuan Kerja Wilayah Pembayaran KPPN Bandunng I dan KPPN Bandung II. Doctoral dissertation, Unpas.

86 Kuncoro, E. D. (2013), Analisis Penyerapan Anggaran Pasca Penerapan Aplikasi SIPP pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Will. I Dinas Pu Prov.Kaltim. E.Journal Administrasi Bisnis, 1(4).

Malahayati, C., Islahuddin, & Basri, H. (2015), Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan Anggaran Terhadap Serapan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Pemerintah Kota Banda Aceh. Jurnal Administrasi Akuntansi: Program Pascasarjana Unsyiah, 4(1).

Mardiasmo. (2018), Akuntansi Sektor Publik - Edisi Terbaru. Yogyakarta: Andi Offset.

Nordiawan, D., & Hertianti, A. (2011), Akuntansi Sektor Publik (2ed). Jakarta:

Salemba Empat.

Noviwijaya, A., & Rohman, A. (2013), Pengaruh Keragaman Gender dan Usia Pejabat Perbendaharaan Terhadap Penyerapan Anggaran Satuan Kerja (Studi Empiris pada Satuan Kerja Lingkup Pembayaran KPPN Semarang I). Doctoral disertation, Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Nugroho, R., & Alfarisi, S. (2017), Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Melonjaknya Penyerapan Anggaran Quartal IV Instansi Pemerintah (Studi pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan). Jurnal BPPK Volume 10 (1).

Putri, K. M., Yuniarta, G. A., & Prayudi, M. A. (2018), Pengaruh Perencanaan Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia dan Komitmen Organisasi Terhadap Penyerapan Anggaran (Survei pada SKPD di Wilayah Pemerintah Daerah Provinsi Bali). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Undiksha, 8(2).

Ramdhani, D., & Anisa, I. Z. (2017), Pengaruh Perencanaan Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pelaksanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran pada Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten. Jurnal Riset Akuntansi Terpadu, 10(1).

Sedarmayanti & Hidayat. (2011), Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju Sekaran, U. (2017), Metode Penelitian Untuk Bisnis Pendekatan Pengembangan-

Keahlian. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. (2013), Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Dalam dokumen SKRIPSI - Repository Ekuitas (Halaman 94-99)

Dokumen terkait