• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

49

2. Rata-rata tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi Lavender.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti didapatakan hasil rata-rata tingkat nyeri dismenore remaja putri sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender (5.33), dan sesudah diberikan intervensi aromaterapi lavender (3.07). Ada penurunan yang signifikan terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu Tahun 2021.

Hal ini didukung oleh teori yang menyatakan adanya perubahan tingkat nyeri dismenore pada kelompok aromaterapi lavender karena kandungan linalyl asetat dan linalool dimana linalyl asetat berfungsi untuk mengendorkan dan melemaskan sistem kerja saraf dan otot yang mengalami ketegangan sedangkan linalool berperan sebagai relaksasi dan sedatif sehingga dapat menurunkan nyeri. (Pustikawaty, 2016)

3. Perbedaan penurunan nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lemon

Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa hasil penelitian responden kelompok aromaterapi lemon didapatkan nilai P-value = 0.000 (<0.05) artinya ada perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan intevensi aromaterapi lemon di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Rambi, Bajak dan Tumbale 2019 terdapat perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan

51

sesudah diberikan aromaterapi lemon dengan nilai P-value 0.000.

Aromaterapi lemon digunakan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan dengan menggunakan minyak essensial dari tanaman wangi untuk meringankan masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup secara umum. Ketika aromaterapi lemon terhirup sel-sel reseptor penciuman dirangsang dan impuls ditransmisikan ke pusat otak, atau sistem limbik. Aromaterapi dapat memberikan efek santai, menenangkan selain itu juga meningkatkan sirkulasi darah. (Maharani dkk, 2016).

Aromaterapi jeruk merupakan alternatif pengobatan yang dapat digunakan sebagai terapi nyeri haid, menggantikan obat analgesik, karena obat analgesik memiliki efek samping gangguan pada hati, ginjal dan jantung jika digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Octaviani, Dhita Aulia, Dkk 2019) Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratarata skor nyeri dismenore mengalami penurunan dari skor 6,63 menjadi skor 5,23 pada kelompok intervensi. Sedangkan rata-rata skor nyeri haid mengalami penurunan dari skor 6,63 menjadi skor 6,57 pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann Whitney didapatkan p-value : 0,001 (p<0,05). Pemberian aromaterapi jeruk efektif untuk menurunkan skor nyeri dismenore pada remaja dan dapat digunakan sebagai alternatif terapi nyeri dismenore.

4. Perbedaan penurunan nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender.

Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa hasil penelitian responden kelompok aromaterapi lavender didapatkan nilai P-value = 0.000 (<0.05) artinya ada perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan intevensi aromaterapi lavender di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu. Hasil penelitian (Maharani dkk, 2016) menyatakan bahwa ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri haid dismenore pada mahasiswi Stikes Madani Yogyakarta.

Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Widyawati, dkk 2017) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri dismenore pada siswi SMA N 5 Semarang, dan didapatkan hasil nilai p-value 0,001 hal ini berarti ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri dismenore

Aromaterapi lavender banyak digunakan di bidang klinis kebidanan dan ginekologi psikomatis. Aromaterapi lavender digunakan sebagai perawatan mengatasi nyeri, mengurangi rasa sakit pasca operasi caesar, mengurangi depresi dan kecemasan pada ibu post partum dan menurunkan dismenore (Maharani dkk, 2016).

5. Perbedaan penurunan nyeri dismenore pada kelompok aromaterapi lemon dan kelompok aromaterapi lavender

Hasil uji Mann-Whitney Test didapatkan nilai P-value 0.697 (p- value>0.005), dengan hasil Mean Rank kelompok lemon (14.973) dan

53

Mean Rank kelompok lavender (16.03). Hasil diatas dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan pemberian aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender untuk menurunkan tingkat nyeri dismenore.

Terjadinya nyeri haid (dismenore) dikarenakan peningkatan aktivitas rahim dan tingginya kadar prostaglandin terutama (PGF2a dan PGE2). Nyeri haid dapat diobati salah satunya dengan aromaterapi.

Aromaterapi lemon digunakan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan dengan menggunakan minyak essensial dari tanaman wangi untuk meringankan masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup secara umum. Ketika aromaterapi lemon terhirup sel-sel reseptor penciuman dirangsang dan impuls ditransmisikan ke pusat otak, atau sistem limbik. Aromaterapi dapat memberikan efek santai, menenangkan selain itu juga meningkatkan sirkulasi darah. (Maharani dkk, 2016).

Aromaterapi lavender terdapat kandungan utama linalyl asetat dan linalool yang berperan dalam relaksasi.(Nurhidayati dkk, 2019). Dari hasil penelitian menurut salah satu responden rasa nyeri berkurang setelah diberikan aromaterapi lavender. Teknik relaksasi dengan menggunakan aromaterapi lavender sangat membantu dalam mengurangi nyeri haid dismenore, karena sewaktu kita menarik nafas, molekul-molekul aromaterapi lavender meresap kedalam paru-paru tempat sebagian molekul yang diangkut melalui aliran darah menuju alveoli (tempat penampungan berisi sedikit udara dalam paru-paru). (Fithiriana, 2016).

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender sama-sama efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Azizah,Nurul dan Kusumawardani, Amelia Paramitha, 2020) yang menyatakan bahwa terjadi penurunan skor intensitas nyeri dismenore setelah dilakukan pemberian aromaterapi lavender dengan nilai P-value<0.002. dan juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Octaviani dkk, 2019) dengan hasil didaptakan nilai P-value 0,001 <(0.05) artinya pemberian aromaterapi lemon efektif untuk menurunkan skor nyeri pada remaja di semarang dan dapat digunakan sebagai alternatif terapi nyeri dismenore.

D. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti masih menemukan beberapa keterbatasan seperti peneliti tidak bisa melakukan penelitian kepada responden secara bersamaan karena tanggal menstruasi responden yang berbeda-beda, dan juga penelitian tidak bisa dilakukan di UKS sekolah secara langsung karena pandemi Covid-19 siswi sekolah belajar dari rumah, jadi peneliti melakukan penelitian ke rumah responden masing-masing sehingga memakan waktu, tenaga dan biaya yang cukup bertambah. Dan karena keterbatasan waktu peneliti tidak bisa melakukan penelitian kepada responden selama dua siklus Mentruasi.

55

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, N. and Kusumawardani, P. A. (2020) „Intensitas Nyeri Dismenorea Pada Remaja‟, pp. 39–41.

Bella Nur Hidayati, R. (2019) „Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Mahasiwa Kebidanan Universitas

Ngudi Waluyo‟. Available at:

http://repository2.unw.ac.id/475/1/ARTIKEL.pdf.

Dalimartha dkk. 2011. Khasiat Buah dan Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya Group Fithriana, D., Marvia, E. and Putra, A. A. (2016) „Perbandingan Pemberian Terapi Relaksasi Autogenik dan Aroma Terapi terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid (Dismenore) pada Siswi di MTs NW Samawa Sumbawa Besar‟, Prima, 2(2), pp. 1–10.

Han, E. S. and goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, A. (2019).‟Essensial Oil Lavender Sebagai Terapi Komplementer Dalam Penanganan Nyeri Menstruasi (Disminorea)‟, Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), pp. 1689–1699.

Handayani, F. W. et al. (2013) „Farmaka Farmaka‟, Farmaka, 4, pp. 1–15.

Hikmah, N., Amelia, C. R. and Ariani, D. (2018) „Pengaruh Pemberian Masase Effleurage Menggunakan Minyak Aromaterapi Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di SMK Negeri 2 Malang Jurusan Keperawatan‟, Journal Of Issues In Midwifery, 2(2), pp. 34–45.

Janiwarty, dkk. 2013. Pendidikan Psikologi untuk Bidan. Yogyakarta: Rapha Publishing.

Judha, M dkk. 2012. Teori Pengukuran Nyeri Dan Nyeri Persalinan. Yogyakarta:

Nuha Medika.

Kristianti, S. et al. (2018) „Kompres Hangat Aromaterapi Lavender Pada Remaja Putri Yang Mengalami Dismenorea Di Pondok Pesantren Al- Ma ‟ Ruf Kota Kediri‟, Ilmu Kesehatan, 6(2), pp. 125–132. Available at:

https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/165.

Kumalasari, Intan dan Iwan, A. 2012. Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Kusmiran, Eny. 2011. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta:

Salemba Medika

Lubis, Namora Lumonggo. 2013 . Psikologi Kespro Wanita dan Perkembangan Reproduksinya. Jakarta: Kencana Prenada Media Grop

Maharani, Y dkk. 2016. “Pengaruh Aromaterapi Bunga Lavender (Lavandula angustifolia) terhadap Intensitas Nyeri Haid (Dismenore) pada Mahasiswa Stikes Madani Yogyakarta.” Journal Kesehatan Madani Medika 7(1): 47-49

Manuaba. 2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC Mariati, dkk. 2019. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Bengkulu: Jurusan

Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Marika, A., Mu, N. and Widyawati, M. N. (2017) „Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 5 Semarang‟, Kebidanan.

Muaris, Hinda. 2013. Khasiat Lemon Untuk Kestabilan Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Nurrahmaton (2018) „JURNAL Midwifery Update ( MU )‟, JURNAL Midwifery Update, 8511(May 2017), pp. 37–46.

Murtie, Afin. 2015. Khasiat Sakti Tanaman Obat untuk Stroke. Jakarta: Dunia Sehat

Nugroho, Taufan dan Bobi, indra u. 2014. Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita: Yogyakarta: Nuha Medika

Perinnita, Marissa. 2017. Pengaruh Massage dan Aromaterapi Minyak Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Dysmenorrhea Pada siswi SMK 3 Kota Bengkulu : Bengkulu : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Rambi, C dkk. 2019.‟‟Pengaruh Aromaterapi Lemon ( Citrus ) Terhadap Penurunan Dismenore Pada Mahasiswi Keperawatan‟‟. Journal Ilmiah Sesebanoa, 3(1): 27–34

Ramadhan, M. R. and Zettira, O. Z. (2017) „Aromaterapi Bunga Lavender ( Lavandula angustifolia ) dalam Menurunkan Risiko Insomnia Lavender Flower ( Lavandula angustifolia ) Aromatherapy in Lowering the Risk of Insomnia‟, Medical Journal of Lampung University, 6, pp. 60–63. Available at:

http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/108 9/1736.

Risnawati, D. 2019. Perbedaan Terapi Guided Imagery dan Effleurage Terhadap Perubahan Nyeri Menatruasi Pada Remaja Putri di SMPN 3 Pringkuku Pacitan. Madiun: Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun

57

Riyanto,A. 2019. “Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan’’. Nuha Medika:

Yogyakarta.

Rustam. E. 2017. “Gambaran Pengetahuan Remaja Puteri Terhadap Nyeri Haid Dismenore dan Cara Penanggulangannya”. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1): 286–290

Saputri, A. 2019. Perbedaan Efektifitas Aromaterapi Lavender dan Pijat Akupuntur Terhadap Penurunan Dismenore Primer Pada Siswi Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul A’mal Metro. Metro:

Poltekkes Tanjung Karang

Sofiani, V., & Pratiwi, R. (2017). Riview Artikel :Pemanfaatan Minyak Atsiri Pada Tanaman Sebagai Aromaterapi Dalam Sediaan-Sediaan Farmasi.

Review Studi: Efek Samping Penggunaan Isotretionin Sebagai Obat Jerawat Terhadap Kehamilan.

Vitrianingsih, (2019). Essensial Oil Lavender Sebagai Terapi Komplementer dalam Penangan Nyeri Menstruasi (Disminorea). Depok : UNIRIYO

L A M

P

I

R

A

N

ORGANISASI PENELITIAN A. Pembimbing

Nama : Dra. Kosma Heryati, M.Kes.

NIP : 195612181979062001

Pekerjaaan : Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Jurusan Kebidanan Jabatan : Pembmbing I

Nama : Lusi Andriani, SST,M.Kes.

NIP : 198008192002122002

Pekerjaaan : Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Jurusan Kebidanan Jabatan : Pembmbing II

B. Peneliti

Nama : Helmia Meinika NIM : P05140317014

Pekerjaan : Mahasiswa Prodi D IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Alamat : Jln. Museum Tanah Patah, Kota Bengkulu.

JADWAL KEGIATAN

No Kegiatan Semester Pertama Semester Kedua I Pendahuluan Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei

Mengidentifikasi Maslaha

Pengambilan Judul

Pembuatan Proposal Ujian Proposal

Pengurusan Izin

II Pelaksanaan Penelitian Pengolahan Data Penyusunan Laporan Seminar Hasil

Perbaikan Hasil

MASTER TABEL

No Nama Responden Usia Hasil Pengukuran Keterangan Kelompok Selisih Penurunan Nyeri

Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah

1 Nn. C 16 Th 5 3 1 1 2

2 Nn.TAP 16 Th 5 3 1 1 2

3 Nn.TI 16 Th 5 3 1 1 2

4 Nn.AR 15 Th 5 3 1 1 2

5 Nn.CR 16 Th 6 4 1 1 2

6 Nn.SN 16 Th 6 3 1 1 3

7 Nn.VU 15 Th 5 3 1 1 2

8 Nn.LDL 18 Th 5 3 1 1 2

9 Nn.LM 17 Th 5 4 1 1 1

10 Nn.RA 17 Th 5 3 1 1 2

11 Nn.N 16 Th 5 3 1 1 2

12 Nn.BPC 17 Th 5 3 1 1 2

13 Nn.BTA 17 Th 5 3 1 1 2

14 Nn.SK 17 Th 5 2 1 1 3

15 Nn.CT 17 Th 6 5 1 1 1

16 Nn.HM 17 Th 6 3 2 2 3

17 Nn.FDH 16 Th 5 3 2 2 2

18 Nn.AD 17 Th 5 3 2 2 2

19 Nn.RP 16 Th 5 3 2 2 2

20 Nn.R 16 Th 5 3 2 2 2

21 Nn.RAP 16 Th 5 2 2 2 3

22 Nn.G 17 Th 5 3 2 2 2

23 Nn.AZ 16 Th 5 3 2 2 2

24 Nn.RS 16 Th 5 3 2 2 2

25 Nn.MP 16 Th 5 3 2 2 2

26 Nn.S 17 Th 6 3 2 2 3

27 Nn.UK 16 Th 5 3 2 2 2

28 Nn.ADP 15 Th 5 3 2 2 2

29 Nn.AY 15 Th 5 3 2 2 2

30 Nn.DKS 17 Th 6 4 2 2 2

Keterangan Kelompok : 1 1. Lemon

2. Lavender

HASIL ANALISIS 1. ANALISIS UNIVARIAT

a. UJI NORMALITAS Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Tingkat Nyeri

Dismenore Sebelum .488 30 .000 .492 30 .000

Tingkat Nyeri

Dismenore Sesudah .439 30 .000 .617 30 .000

a. Lilliefors Significance Correction

b. RATA-RATA TINGKAT NYERI DISMENORE SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI AROMATERAPI LEMON DAN AROMATERAPI LAVENDER

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation Tingkat Nyeri Dismenore

Sebelum Kelompok Lemon

15 5 6 5.20 .414

Tingkat Nyeri Dismenore Sesudah Kelompok Lemon

15 2 5 3.20 .676

Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender

15 5 6 5.20 .414

Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender

15 2 4 3.00 .378

Valid N (listwise) 15

a. KELOMPOK LEMON Descriptive Statistics

N Mean

Std.

Deviation Minimum Maximum

Tingkat Nyeri

Dismenore Sebelum Kelompok Lemon

15 5.20 .414 5 6

Tingkat Nyeri

Dismenore Sesudah Kelompok Lemon

15 3.20 .676 2 5

Ranks

N Mean Rank Sum of Ranks

Tingkat Nyeri

Dismenore Sesudah Kelompok Lemon -

Tingkat Nyeri

Dismenore Sebelum Kelompok Lemon

Negative Ranks 15a 8.00 120.00 Positive Ranks 0b .00 .00

Ties 0c

Total

15

a. Tingkat Nyeri Dismenore Sesudah Kelompok Lemon < Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lemon

b. Tingkat Nyeri Dismenore Sesudah Kelompok Lemon > Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lemon

c. Tingkat Nyeri Dismenore Sesudah Kelompok Lemon = Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lemon

Test Statisticsb

Tingkat Nyeri Dismenore Sesudah Kelompok Lemon - Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lemon

Z -3.571a

Asymp. Sig. (2-

tailed) .000

a. Based on positive ranks.

b. Wilcoxon Signed Ranks Test

b. KELOMPOK LAVENDER

Ranks

N Mean Rank

Sum of

Ranks Tingkat Nyeri Dismenore

Sebelum Kelompok Lavender - Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender

Negative Ranks 15a 8.00 120.00 Positive Ranks 0b .00 .00

Ties 0c

Total 15

a. Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender < Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender

b. Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender > Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender

c. Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender = Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender

Test Statisticsb

Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender - Tingkat Nyeri Dismenore Sebelum Kelompok Lavender

Z -3.626a

Asymp. Sig. (2-

tailed) .000

a. Based on positive ranks.

b. Wilcoxon Signed Ranks Test Descriptive Statistics

N Mean

Std.

Deviation Minimum Maximum Tingkat Nyeri Dismenore

Sebelum Kelompok

Lavender

15 5.20 .414 5 6

Tingkat Nyeri Dismenore

Sebelum Kelompok

Lavender

15 3.00 .378 2 4

N Mean

Std.

Deviation Minimum Maximum Tingkat Penurunan

Nyeri Dismenore 30 2.10 .481 1 3

Tingkat Penurunan

Nyeri Dismenore 30 1.50 .509 1 2

Ranks

Tingkat Penurunan

Nyeri Dismenore N Mean Rank

Sum of Ranks Tingkat Penurunan

Nyeri Dismenore

Kelompok Aromaterapi

Lemon 15 14.20 213.00

Kelompok Aromaterapi

Lavender 15 16.80 252.00

Total 30

Test Statisticsb

Tingkat Penurunan Nyeri Dismenore Mann-Whitney U 93.000

Wilcoxon W 213.000

Z -1.096

Asymp. Sig. (2-tailed) .273 Exact Sig. [2*(1-tailed

Sig.)] .436a

a. Not corrected for ties.

b. Grouping Variable: Tingkat Penurunan Nyeri Dismenore

Lembar Cheklist

Penurunan Nyeri Dismenore Pada Nn. “ ” Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu Hari/Tanggal :

Pukul :

Sebelum dilakukan Implementasi Aromaterapi Lemon dan Aromaterapi Lavender

Pukul :

No Pernyataan Jawaban

Ya Tidak

0 Tidak ada rasa nyeri No 1-3 : nyeri ringan

1 Nyeri hampir tidak terasa, sangat ringan seperti gigitan nyamuk

2 Nyeri ringan seperti cubitan ringan dikulit.

3 Nyeri sangat terasa, seperti suntikan oleh dokter tetapi masih bisa ditoleransi.

No 4-6: nyeri sedang

4 Mendesis, menyeringai seperti sakit gigi atau rasa sakit seperti tersengat lebah.

5 Nyeri sangat kuat, seperti tertusuk, seperti pergelangan terkilir.

6 Nyeri sangat kuat, seperti tertusuk, seperti

pergelangan terkilir dan mengganggu konsentrasi.

No 7-9: nyeri berat

7 Tidak dapat mengikuti perintah, tetapi masih merespon.

8 Dapat menunjukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikan.

9 Tidak dapat dialihkan dengan posisi nafas panjang dan distraksi.

No 10: nyeri paling berat

10 Tidak mampu lagi berkomunikasi, memukul.

Setelah dilakukan Implementasi Aromaterapi Lemon dan Aromaterapi Lavender Pukul :

No Pernyataan Jawaban

Ya Tidak

0 Tidak ada rasa nyeri No 1-3: nyeri ringan

1 Nyeri hampir tidak terasa, sangat ringan seperti gigitan nyamuk

2 Nyeri ringan seperti cubitan ringan dikulit.

3 Nyeri sangat terasa, seperti suntikan oleh dokter tetapi masih bisa ditoleransi.

No 4-6: nyeri sedang

4 Mendesis, menyeringai seperti sakit gigi atau rasa sakit seperti tersengat lebah.

5 Nyeri sangat kuat, seperti tertusuk, seperti pergelangan terkilir.

6 Nyeri sangat kuat, seperti tertusuk, seperti

pergelangan terkilir dan mengganggu konsentrasi.

No 7-9: nyeri berat

7 Tidak dapat mengikuti perintah, tetapi masih merespon.

8 Dapat menunjukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikan.

9 Tidak dapat dialihkan dengan posisi nafas panjang dan distraksi.

No 10: nyeri paling berat

10 Tidak mampu lagi berkomunikasi, memukul.

(Sumber: Judha dkk, 2012)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON

1. Pengertian Aromaterapi lemon merupakan salah satu terapi dengan aroma harum dimana aroma lemon ini mengandung limeone yang bermanfaat untuk menghambat sistem kerja prostagandin sehingga dapat menurunkan nyeri dismenore.

2. Tujuan a. Sebagai acuan pemberian aromaterapi lemon pada pasien nyeri dismenore

b. Mengurangi rasa sakit ketika haid

c. Menghasilkan perasaan tenang dan rileks 3. Kebijakan Bisa dilakukan dirumah dengan ruangan

berukuran kecil dan tertutup sesuai dengan tempat saat terjadinya nyeri dismenorhea 4. Persiapan Responden a. Remaja putri berusia 15-20 tahun

b. Remaja putri yang mengalami dismenore primer

c. Tidak mengkonsumsi obat analgesik saat menstruasi (sebelum diberi aromaterapi lemon)

5. Alat dan Bahan a. Aromaterapi Lemon

b. Air Matang

c. Humidifier

6. Penatalaksanaan a. Perkenalkan diri kepada pasien dan menjelaskan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan

b. Lakukan cuci tangan dan menggunakan sarung tangan

c. Atur posisi pasien senyaman mungkin d. Ukur skala nyeri pasien sebelum diberikan

aromaterapi lemon saat menstruasi e. Nyalakan Humidifier

f. Masukkan air matang ke humidifier

g. Teteskan 3-6 tetes aromaterapi lemon pada air matang di humidifier

h. Anjurkan pasien untuk menghirup aromaterapi lemon selama 15 menit ulangi 2 kali untuk menimbulkan relaksasi

i. Tunggu selama 30 menit j. Bereskan alat

k. Lakukan evaluasi skor skala nyeri pasien setelah diberikan aromaterapi lemon

Sumber: (Rambi dkk, 2019)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR AROMATERAPI LAVENDER

PENGERTIAN Pada aromaterapi lavender terdapat kandungan utamanya yaitu linalyl asetat dan linalool, dimana linalyl asetat berfungsi untuk mengendorkan dan melemaskan system kerja saraf dan otot yang mengalami ketegangan sedangkan linalool berperan sebagai relaksasi dan sedative sehingga dapat menurunkan nyeri.

PROSEDUR PERSIAPAN

a. Pasien/ Klien 1. Beritahu Klien 2. Atur posisi berbaring b. Alat

1. Humidifier Aromaterapi

2. Minyak Essesnsial Lavender

3. Air

4. Stopwatch 5. Lingkungan

Atur lingkungan senyaman dan setenang mungkin agar pasien mudah berkonsentrasi.

PENATALAKSANAAN 1. Atur Posisi Klien

2. Tuangkan air kedalam Humidifier secukupnya

3. Tuangkan essential oil kedalam air hangat didalam Humidifier sebanyak 3-6 tetes 4. Anjurkan klien untuk menghirup uap

essential oil pada mangkok selama 15 menit diulangi 2 kali.

5. Bersihkan alat, atur posisi klien senyaman mingkin.

6. Nilai skala nyeri klien INDIKATOR

PENCAPAIAN

a. Respon verbal

1. Klien mengatakan rileks

2. Klien mengatakan nyeri berkurang b. Respon non Verbal

1. Klien tampak tenang

2. Ekspresi wajah klien tidak tampak tegang Sumber: (Vitrianingsih, 2019)

LAMPIRAN

KELOMPOK AROMATERAPI LEMON

KELOMPOK AROMATERAPI LAVENDER

Dokumen terkait