BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan jawaban atas rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini. Adapun untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua, yaitu pengaruh pendidikan agama islam terhadap pembinan akhlak peserta ddik di SMK Negeri 2 M akassar yang telah dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Adapun untuk rumusan masalah yang ketiga, mengenai pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam terhadap akhlak peserta didik telah dianalisis menggunakan analisi inferensial.
1. Deskripsi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Peserta Didik di SMK Negeri 2 Makassar
Meskipun SMK Negeri 2 Makassar sebagai jenjang Pendidikan umum tetapi pembelajaran Pendidikan agama islam sanagt penting bagi peserta didik dalam menjalankan kehidupan agar dapat menjadi pribadi yang baik. Dalam pembelajaran
56
pendidikan agama islam tentunya dibutuhkan proses kerja sama antara guru dan peserta didik dalam memanfaatkan potensi dan sumber yang ada baik potensi yang terdapat dalam diri peserta didik seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada diluar peserta didik seperti lingkungan, saran, sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran pendidikan agama islam.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 13 Desember – 15 Desember 2021 dengan menggunakan instrumen angket yang diisi oleh responden sebanyak 28 peserta didik menggunakan link Google Form yang dibagikan linknya melalui grup Whattsapp, peneliti mampu mengumpulkan data pembelajaran pendidikan agama islam dengan jumlah pernyataan 14 butir kepada peseta didik.
Berdasarkan hasil intrumen angket peserta didik, maka terdapat terdapat 3 peserta didik pada kategori tinggi dengan persentase 11%, 20 peserta didik dengan kategori sedang dengan persentase 71%, dan 5 peserta didik kategori rendah dengan persentase 18%.
Diketahui bahwa masing-masing kategori tersebut yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam di SMK Negeri 2 Makassar termasuk pada kategori sedang dengan persentase 71%
Pembelajaran pendidikan agama islam di SMK Negeri 2 Makassar sudah cukup baik karena dari data di atas, diketahui bahwa peserta didik yang mengikuti pemblajaran pendidikan agama islam pada tingkat rendah hanya ada 5 orang. Masih lebih banyak peserta didik yang berada pada kategori tinggi dan sedang.
Dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan agama islam di lingkungan sekolah dapat dilakukan melalui pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga dan di lingkungan sekolah. Selanjutnya penenaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Penyesuan, yaitu menyesuaikan diri dengan
57
lingkungan baik fisik maupun sosial dan dapat mengubah lingkungan sesuai dengan ajaran islam. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan dan kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya.
Dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan agama islam menurut H.M.
Arifin bahwa pendidikan agama islam memiliki fungsi yaitu untuk membentuk manusia pembangun yang bertaqwa kepada Allah Swt. memiliki kemampuan mengembangakn diri (individualis) bermasyarakat (sosialis) serta kemampuan untuk bertingkah laku berdasarkan norma-norma susiala menurut agama islam.
2. Deskriptif Akhlak Peserta Didik di SMK Negeri 2 Makassar
Meskipun ada beberapa akhlak di sekolah yang perlu diperbaiki sehingga Akhlak yang menentukan batas antara baik dan buruk, terpuji atau tercela menyangut perilakunya manusia yang meliput perkataan, pikiran dan perbuatan manusia lahir dan batin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah membangun psikis atau jiwa seseorang dengan pendekatan agama islam, yang diharapkan nantinya seseorang dapat mengamalkan ajaran agama islam sehingga akan terbentuk perilaku yang lebih baik.
Berdasarkan pengumpulan data akhlak peserta didik dengan menggunakan instrument angket dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, sehingga dapat diketahui bahwa kategori akhlak terdapat 5 peserta didik kategori tinggi dengan persentase 18%, 17 peserta didik kategori sedang dengan persentase 61% dan 6 kategori rendah dengan persentase 21%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa akhlak peserta didik di SMK Negeri 2 Makassar termasuk dalam kategori sedang dengan skor sebesar 61%.
Dalam mengembangkan akhlak, ada dua hal yang perlu diperhatikan yang pertama akhlak terhadap Khaliq (Allah Swt) dan akhlak terhadap sesama manusia (Habluminannas). Akhlak terhadap Allah dinantikan sebagai sikap atau perbuatan yang
58
seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada tuhan sebagai khaliq.
Bentuknya adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan- Nya. Selanjutnya, akhlak antar sesama manusia atau habluminannas adalah hubungan antara sesama manusia. Sebagai umat beragama, seriap orang harus menjalin hubungan baik antar sesamanya setelah menjalin hubungan baik dengan Tuhannya. Dalam kenyataan sering kita saksikan dua hubungan ini tidak padu. Terkadang ada seseorang yang dapat menjalin hubungan baik dengan Tuhannya, tetapi dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Sebaliknya pula, ada orang yang dapat menjalin hubungan secara baik dengan sesamanya, tetapi ia mengabaikan hubungan dengan Tuhannya. Tentu daja kedua contoh ini tidak seharusnya dilakukan adalah sebagaimana dapat menjalin dua bentuk hubungan itu dengan bai, sehingga terjadi keharmonisan dalam dirinya.
3. Deskriptif Pengaruh Pengarruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Peserta Didik di SMK Negeri 2 Makassar
Berdasarkan hasil penelitian, untuk menjawab rumusan masalah ke tiga, yaitu ada tidaknya pengaruh antara pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam terhadap akhlak peserta didik, maka hasil penelitian dari 28 peserta didik telah diperoleh data dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan analisi data menggunakan SPSS versi 25 maka diperoleh persamaan regresi sederhananya yaitu Y = 28.811 + (0,408)X.
Pengaruh antara variabel x dan y dapat dilihat dari hasil analisis regresi sederhana telah diperoleh data bahwa nilai Thitung = 3,237 dan Ttabel 2,056. Sehingga diperoleh Thitung >
Ttabel 3,237 > 2,056 dan nilai sig. 0,003 < 0,005 maka H0 ditolakdan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam terhadap akhlak siswa peserta didik.
Tabel model summary menjelaskan besarnya nilai korelasi hubungan (R) yaitu sebesar 0,536 dari output tersebut diperole determinasi (R Square) yaitu sebesar 0,287.
Jadi, dari 0,287 diperoleh r2 (100%) = 0,08 (100%) = 8,2 kontribusi pembelajaran
59
pendidikan agama islam terhadap akhlak adalah 8,2% sedangkan sisanya 92,8% lainnya dipengaruhi oleh fakto-faktor lain seperti pengaruh lingkungan, perhatian dan keteladanan yang diberikan kepada orang tua dan lain-lain.
Adapun faktor internal dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan agama islam terhadap akhlak ialah harus mampu memahami dirinya sendiri karena setiap anak yang lahir ke dunia ini telah memiliki naluri keagamaan yang akan mempengaruhi dirinya seperti unsur-unsur yang ada dalam dirinya untuk membentuk akhlak dan moralnya, hal ini bisa dimulai dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang bernilai positif sehiingga mampu berubah menjadi lebih baik, memperketat lagi pengawasan yang diberikan oleh orang tua dan menambah pengetahuan tentang agama islam.
Adapun faktor eksternal adalah pertama, faktor lingkungan keluarga yang merupakan orang yang paling bertanggungjawab dalam meningkatkan pengetahuan tentang keagamaan serta membina akhalk menjadi lebih baik. Kedua, lingkungan sekolah yang merupakan tempat kedua bagi anak untuk belajar dan menjadikan segala sesuatu yang ada di sekolah akan ditiru oleh anak. Ketiga, lingkungan masyarakat yang dimana situasi atau kondisi interaksi sosial yang secara potensial menjadi berpengaruh terhadap perkembangan pengetahuan keagamaan peserta didik.
61 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan:
1. Untuk pembelajaran pendidikan agama islam, terdapat 3 peserta didik pada kategori tinggi dengan persentase 11%, 20 peserta didik dengan kategori sedang dengan persentase 71%, dan 5 peserta didik kategori rendah dengan persentase 18%. Maka, pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam di SMK Negeri 2 Makassar termasuk dalam kategori sedang.
2. Untuk akhlak peserta didik telah diperoleh hasil, terdapat 5 peserta didik kategori tinggi dengan persentase 18%, sebanyak 17 peserta didik kategori sedang dengan persentase 61% dan 6 kategori rendah dengan persentase 21%. Maka akhlak peserta didik termasuk dalam kategori sedang.
3. Nilai Thitung = 3,237dan nilai Ttabel yaitu 2,056 sehingga diperoleh hasil Thitung > Ttabel
yaitu 3,237 > 2,056 dan nilai sig. 0,003 < 0,005 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam terhadap akhlak peserta didik.di SMK Negeri 2 Makasar.
62
B. Implikasi
Dari penelitian yang dilakukan maka peneliti mengemukakan implikasi dari penelitian ini adalah:
1. Pembelajaran pendidikan agama islam pada peserta didik di SMK Negeri 2 Makassar menjadi salah satu faktor penting dalam Pendidikan agama islam terutama akhlak sehingga perilaku peserta didik tetap baik
2. Tenaga pendidik pendidikan agama islam, harus professional dalam proses pembelajaran bidang study pendidikan agama islam dengan menggunakan metode pendidikan agama islam seperti, membiasakan semua hal-hal yang baik meninggalkan yang dilarang Allah, sekaligus dirinya menjadi teladan bagi peserta didiknya.
3. Lembaga pendidikan atau sekolah perlu memberikan perhatian yang maksimal terhadap tingkah laku peserta didik dengan peraturan dan pengawasan yang baik, juga pihak sekolah juga harus memberi fasilitas (masjid) yang memadai dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Selain itu sekolah juga harus bermitra dengan orang tua murid untuk Bersama mengawasi perilaku secara penuh terhadap putra putrinya.
63
KEPUSTAKAAN
Abdul, Fuad, Muhammad, Lu’lu wal marjan, terj. Ahmad Fadhil, Muttafaqun
‘Alaih Shahih Bukhari Muslim: Himpunan Hadits Shahih yang Disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim. Cet. I; Jakarta: Beirut Publishing, 2015, h. 1094.
Abdurrahman, Mohammad. Akhlak. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015, h.
33.
Akhiruddin dkk, Belajar dan Pembelajaran. Makassar: CV. Cahaya Bintang Cemerlang, 2014, h.11..
Al-Qurthubi. Al- Jami’ Li Ahkaam al-Quran, terj. Ahmad Rijali Kadir, Tafsir Al Qurthubi jilid 6. Cet. I; Jakarta: Pustaka Azzam, 2008, h. 150-151.
Al-Rasyidin, Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, h.34.
Alfarizi, Aris. Akhlak Tercela . (Akhlakul Mazmumah). Jurnal Pendidikan Agama Islam. 2020, h. 8.
Alim, Muhammad, Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim, Cet.
II; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011, h.152.
Anwar, Rosihon. Akhlak Tasawuf, Bandung: CV Pustaka Setia, 2010, h. 87.
Moh. Ardani, Akhlak, Tasawuf Nilai-Nilai Akhlak, h.49.
AR, Zaharuddin. Pengantar Ilmu Akhlak. Cet. I; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004, h.1
Ardani, Moh, Akhlak-Tasawuf Nilai-nilai Akhlak/Budi Pekerti dalam Ibadat &
Tasawuf. Jakarta: CV Karya Mulia, 2005, h. 5-7
Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama Islam dilingkungan Sekolah dan Keluarga. Cet. II; Jakarta : Bulan Bintang. h.18
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Cet. XIII;
Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006, h. 120.
Dardjat, Zakiah, dkk, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008, h.
28.
Daulay, Putra, Haidir, Pendidikan Islam Dalam Perspektif Filsafat. Jakarta, Kencana, 2014, h. 11
Depdiknas, UU SISDIKNAS 003. Jakarta: Sinar Grafika, 2003, h.5
Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, Paradigma Pendidikan Islam. Cet. I; Yogya : Pustaka Pelajar, h.182
Fauzan Rozak, Abd, dan Nurdin, Ali. Kompilasi Undang-Undang & Peraturan Bidang Pendidikan. Jakarta: FITK Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 2010, h. 144.
Hasan, Nur, ‘Pola Kerjasama Sekolah Dan Keluarga Dalam Pembinaan Akhlak (Studi Multi Kasus Di MI Sunan Giri Dan MI Al-Fattah Malang)’, Al- Makrifat: Jurnal Kajian Islam, 3.01. 2018, h. 97–111.
Hayati, Sri. Belajar & Pembelajaran Berbasis Cooperative Learning. Magelang:
Graha Cendekia, 2017, h. 9.
64
Ilyas, Yunahar. Kuliah akhlak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, h. 5-6.
Kementerian Agama RI. al-Qur’an dan Terjemahan. Jakarta: Al-Huda, 2005, h.565.
Kementerian Agama RI. al-Qur’an dan Terjemahan. Jakarta: Al-Huda, 2005, h.408.
Majid, Abdul, dan Andayani, Dian, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Cet. I; Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004, h.134-135.
Marimba, D, Ahmad. Pengantar filsafat Pendidikan Islam. h.23.
May, Asmal. Melacak Peranan Tujuan Pendidikan Dalam Perspektif Islam.
Tsaqafah, 11.2. 2015, h. 209.
Nata, Abudin. Metodologi Studi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006, h.340.
Prof. Dr. H. Moh. Ardami, Akhlak Tasawuf. Cet. II; PT, Mitra Cahaya Utama, 2005, h. 49-57.
Purwanto, Ngalim, M. Ilmu Pendidikan Teori dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rusdakarya, 2007, h.123
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. Cet. IV; Jakarta: Kalam Mulis, 2004, h.2 RifaI, Moh, dkk, PAI INTERDISIPLINER (Layanan Khusus CIBI, Kenakalan
Remaja, Integrasi IMTAQ & IPTEK, Pendidikan Anti Kekerasan, dan Kurikulum Berbasis Karakter). Yogyakarta : Deepublish, 2016, h 29-30.
Rusman, Kurniawan, D., & Cepi, R. Pembelajaran Berbasis teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2013, h. 15
Rohman, Miftahur and Hairudin, Hairudin, Konsep Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Nilai-Nilai Sosial-Kultural, Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 9.1 (2018), 21.
Saat, Sulaiman dan Mania, Sitti, Pengantar Metodologi Panduan Bagi peneliti Pemul, h. 71.
Saefuddin, A. & Berdiati, I. Pembelajaran Efektif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014, h. 7.
Sani, Abdullah, Sani dab Kadir, Muhammad. Pendidikan Karakter (Mengembangkan Karakter Anak yang Islami). Cet.I; Jakarta: PT Bumi Aksara, 2016, h. 9.
Siregar, Syofian, Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif. Cet III; Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2015, h. 30.
Suardi. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish, 2018, h. 5.
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan. Cet XXII; Bandung : Alfabeta, 2015, h.
199.
Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R & D. Cet.
XIX; Bandung: Alfabeta, 2011, h. 70-71.
Sujarweni, Wiratna. Metodologi Penelitian Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipelajari. Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2014, h. 105.
Sukmadinata, Syaodih, Nana, Metode Penelitian Pendidikan. Cet. VII; Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2011, h. 219.
65
Susilana, R., & Riyana, C. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: Wacana Prima, 2009, h.13
Sutopo, Yeri, dan Slamet, Achmad. Statistik Inferensial. Cet. I; Yogyakarta:
Penerbit Andi, 2017, h. 2.
Syafei, Imam. Manusia, Ilmu dan Agama. Jakarta : Quantum Press, 2009, h. 140 Syafi’e, Imam. Tujuan Pendidikan Islam. 2015, h. 1–16.
Tim Reviewer MKD 2014, Pengantar Studi Islam. Cet. IV; Surabaya: UIN SA Pers, 2014, h. 31-32
Wibawanto, W. Desain dan Pemrograman Multimedia Pembelajaran Interaktif.
Jember: Penerbit Cerdas Ulet Kreatif, 2017, h. 19
Yunus, Muhammad, Kamus Arab Indonesia. Jakarta: PT Mahmud Yunus Wa Dzurriyah, 2010, h. 13
Zaharuddin, AR, dan Sinaga, Hasanuddin, Pengantar Studi Ahlak. Cet. I; Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada, 2004, h.93-100.
Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter, kompetensi dan aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group, 2013, hal.66.