BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
signifikan antara profesionalisme pegawai terhadapa kualitas pelayanan publik sehingga hipotesisi dapat diterima dan terbukti.
Tabel 4.27 Hasil Uji Koefisien determinan Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 0.961a 0,924 0,921 2,89647
Sumber: Hasil olah data SPSS 24
Berdasarkan hasil data model summary di atas diketahui nilai R = 0.961 atau dengan persentase 96,1% yang menunjukkan kedua varibel mempunyai hubungan yang kuat. Disamping itu, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel independent terhadap variabel dependent dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi R Square sebesar 0,924 atau 92,4%. Hal ini menunjukkan kualitas pelayanan pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sebesar 92,4% dipengaruhi oleh profesionalisme pegawai, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain
mengolah datat tersebut yang kemudian menunjukkan hasil pwnwlitian bahwa profesionalisme pegawai perpengaruh secara positif terhadapa kualitas pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone.
Pelayanan publik adalah perihal kemudahan yang diberikan kepada masyarakat sehubungan dengan barang dan jasa. Dalam prakteknya di pemerintahan, negara berkewajiban melayani dalam pengertian memberikan pelayanan publik kepada setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya.
Pelayanan publik ialah perihal kemudahan yang diberikan pada masyarakat sehubungan dengan barang dan jasa. dalam prakteknya pada pemerintahan, negara berkewajiban melayani pada pengertian memberikan pelayanan publik kepada setiap masyarakat negara serta penduduk buat memenuhi hak serta kebutuhan dasarnya. terdapat beberapa pengertian yang berkaitan dengan pelayanan serta pelayanan publik asal berbagai sumber dan pendapat beberapa pakar.
Menentukan persamaan regresi sederhana terlebih dahulu dengan uji validitas yang dimana semua angket atau kuesioner pernyataan dari indikator variabel X yaitu Profesionalisme pegawai dan variabel Y yaitu kualitas pelayanan publik dinyatakan valid setelah data yang diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan metode SPSS. Untuk meyakinkan item-item angket variabel X yaitu profesionalisme pegawai dan variabel Y yaitu kualitas pelayanan publik, terpercaya Kembali dilakukan uji realibilitas yang mana
terbukti bahwa item-item angket variabel X profesionalisme pegawai dan variabel Y yaitu kualitas pelayanan publik, dikatakan realibel karena nilai alpha lebih besar daru t tabel.
Hasil regresi sederhana yang diolah dan dianalisis menggunakan metode SPSS maka diperoleh persamaan Y = 3,917+1,530X dimana angka tersebut menunjukkan a = 3,917, angka tersebut menunjukan kualitas pelayanan publik akan meningkat jika profesionalisme pegawai meningkat. b = 1,530, artinya jika nilai profesionalisme pegawai mengalami peningkatan maka nilai kualitas pelayanan publik yang diberikan juga akan meningkatn. Sehingga dapat dijelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kualitas pelayanan publik.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil yang mendukung hipotesisi bahwa antara profesionalisme pegawai dengan kualitas pelayanan publik terdapat pengaruh yang positif dan signifikan (β= 1,530 dan sig = 0.000 (sig<0,05)). Hal ini berarti apabila pegawai memiliki Kreatifitas (Creativity) yang tinggi maka kualitas pelayanan publik akan meningkat.
Begitupula jika Inovasi (Innovation) yang tinggi maka kualitas pelayanan publik akan meningkat, dan apabila Responsifitas (Responsiveness) yang tinggi maka kualitas pelayanan publik akan meningkat pula. Adapun indikator yang paling dominan dalam variabel X yaitu kreatifitas dengan presentase 67,7%.
Penelitian serupa juga dilakukan oleh Yeyen Suci Handayani (2015) dengan judul penelitian “Pengaruh Profesionalisme Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik dengan hasil penelitian yang diperoleh bahwa
profesionalisme pegawai mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kualitas pelayanan pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari”.
Apabila profesionalisme pegawai meningkat maka kualitas pelayanan yang dihasilkan juga ikut meningkat.
Profesionalisme merupakan sikap dari seorang profesional. artinya sebuah term yang menjelaskan bahwa setiap pekerjaan hendaklah dikerjakan oleh seseorang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya atau profesinya. menurut Supriadi, penggunaan kata profesionalisme menunjuk di derajat penampilan seseorang sebagai profesional atau penampilan suatu pekerjaan sebagai suatu profesi, ada yang profesionalismenya tinggi, sedang dan rendah. Profesionalisme juga mengacu pada sikap serta komitmen anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi serta kode etik profesinya. (Hasibuan, 2017).
Profesionalisme pada Kantor Dinas Kependudkan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone diukur menggunakan 3 indikator/dimensi menurut menurut Siagian (2000:198) yang terdiri dari Kreatifitas (Creativity), Inovasi (Innovation), dan Responsifitas (Responsiveness) dengan hasil sebagai berikut :
1. Kreatifitas (Creativity)
Menurut siagian (2000:198) kreatifitas merupakan kemampuan aparatur untuk menghadapi hambatan dalam memberikan pelayanan kepada publik dengan melakukan inovasi . hal ini perlu diambil untuk mengakhiri penilaian miring masyarakat kepada birokrasi publik yang dianggap kaku dalam bekerja.
Terbentuknya aparatur yang kreatif hanya dapat terjadi apabila terdapat iklim yang kondusif yang mampu mendororong aparatur pemerintah untuk mencari
ide baru dan konsep baru serta menerapkannya secara inovatif; adanya kesediaan pemimpin untuk memberdayakan baahan antara lain melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut pekerjaan, mutu hasil pekerjaan, karir dan penyelesaian permasalahan tugas.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai kreatifitas (creatifity) dimana pegawai kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sudah baik dimana pegawai mampu mencari solusi jika terjadi kendala dalam pelayanan publik serta memiliki soft skill yang bisa mengembangkan pelayanan publik.
2. Inovasi (Innovation)
Menurut Siagian (2000:198), yaitu perwujudannya berupa hasrat dan tekat mencari, menemukan dan menggunakan cara baru, metode kerja baru, dalam pelaksanaan tugasnya hambata yang paling mendasar dari perilaku inovatif adalah rasa cepat puas terhadap hasil pekerjaan yang telah dicapai.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai inovasi (Innovation) pegawai kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sudah baik dimana pegawai mampu mengembangkan kemampuan dalam melakukan pleyanan dan mampu menginovasikan teknologi dalam pelayanan.
3. Responsifitas (Responsiveness)
Menurut Siagian (2000:198), respondifitas merupakan kemampuan aparatur dalam mengantisipasi dan menghadapi aspirasi baru, perkembangan
baru, tuntutan baru, dan pengetahuan baru, birokrasi harus merespon secara cepat agar tidak tertinggal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai redponsifitas (Responsiveness) pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sudah baik dimana pegawai sigap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, memberikan pelayanan dengan sikap sopan dan ramah.
Kualitas pelayanan publik merupakan salah satu fungsi aspek yang harus diperhatikan oleh penyelenggara pelayanan, kualitas pelayanan meliputi jumlah keistimewaan produk yang dapat memenuhi keinginan pelanggan menurut Gaspersz dalam (Erna 2014:146). Sedangan menurut Wyekof dalam (Erna 2014:146) mendefinisikan kualitas pelayanan yaitu “tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan”.
Kualitas pelayanan publik pada Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten bone dapat dilihat dengan menggunakan indikator dari Parasuraman (1990), menggunakan indikator Tangible (Nyata), Reliability (Kepercayaan), Responsiveness (tanggapan), Assurance (Jaminan/Kepastian), Empathy (Perhatian). Adapun indikator dalam variabel Y yang paling dominan adalah Assurance (Jaminan/kepastian) dengan presentase 72,2%.
1. Tangible (Nyata)
Menurut Parasuraman (1990), tangible (Nyata) yaitu kemampuan apparat dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak luar. Penampilan dan
kemampuan sarana dan prasarana fisik instansi dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata pelayanan yang debrikan oleh pemberi jasa yang meliputi fasilitas fisik (Gedung dan lain sebagainya), peralatan / perlengkapan yang digunakan pegawai (Teknologi) dan penampilan pegawai.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai tangible (nyata) pada Kantor Dinas Kependudukan dna Catatan Sipil Kabupaten Bone Sudah baik dimana terdapat ruangan kerja yang bersih serta diberikan fasilitas teknologi kerja yang memadai dalam pelayanan.
2. Realibility (Kepercayaan)
Menurut Parasuraman (1990), Realibility (Kepercayaan) yaitu kemampuan instansi untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang telah dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanngan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik dan dengan akurasi yang tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai Realibility (Kepercayaan) pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sudah baik, dimana pegawai handal dalam memberikan pelayanan serta menguasai bidang pekerjaan yang dijalani.
3. Responsiveness (daya tanggap)
Menurut Parasuraman (1990), Responsiveness (daya tanggap) yaitu suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat
(Responsive) dan tepat kepada pelanggan dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu tanpa adanya alasan yang jelas membuat presepsi yang negative dalam kualitas pelayanan.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai Responsiveness (daya tanggap) pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sudah baik, dimana pegawai meberikan pelayanan kepada pelanggan dengan cepat serta sigap melayani masyarakat yang ingin melakukan proses pelayanan.
4. Assurance (Jaminan/Kepastian)
Menurut Parasuraman (1990), Assurance (Jaminan/Kepastian) yaitu pengetahian, kesopansantunan dan kemampuan para pegawai untuk membuktikan rasa percaya kepada pelangan terhadap pemberi jasa layanan.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai Assurance (Jaminan/Kepastian) pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dna Catatan Sipil Kabupaten Bone sudah berjalan baik, dimana pegawai mampu menjamin dokumen dari para pelangan bisa diterbitkan dengan cepat serta pegawai menjamin memberikan pelayanan kepada masyarkat secara gratis.
5. Empathy (Perhatian).
Menurut Parasuraman (1990), Empathy (Perhatian) yaitu meberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu instansi pemberi jasa layanan diharapkan memiliki pengertian dan
pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoprasian yang nyaman bagi pelanggan.
Berdasarkan hasil penelitian dan tanggapan dari para responden mengenai Empathy (Perhatian) pegawai Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sudah baik, dimana pegawai mampu memberikan petunjuk/arahan bagi masyarakat yang kebingungan dalam melakukan pelayanan serta pegawai melakukan pelayanan sesuai dengan prosedur yang ada.
Dari dari uraian diatas maka dapat dikatakan bahwa profesionalisme pegawai berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik. Kemudian dapat juga dilihat dari hasil uji t yang dimana hasil tersebut sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui apakah profesionalisme pegawai bepengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan publi pada Kantor Dinas Pendidikan dan Catatan Sipil di Kabupaten Bone.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis dapat menyimpulkan bahwa variabel X yaitu Profesionalisme pegawai berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone dengan nilai t tabel 17,454 dan nilai signifikan 0,000<0.05. artinya semakin meningkat profesionalisme pegawai maka akan semakin naik tinggi pula kualitas pelayanan publlik yang diberikan.
Hasil penelitian juga menunjukan bahwa besar pengaruh yang diberikan variabel independent terhadap variabel dependent dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi R Square sebesar 0,924 atau 92,4%. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat Kreatifitas (Creativity), Inovasi (Innovation), dan Responsifitas (Responsiveness), maka semakin tinggi pula Tangible (Nyata), Reliability (Kepercayaan), Responsiveness (tanggapan), Assurance (Jaminan/Kepastian), Empathy (Perhatian).
B. Saran
Berdasarkan dari hasil dan kesimpulan diatas, maka saran yang dan dapat penulis sampaikan adalah profesionalisme pegawai memimiliki pengaruh yang cukup tinggi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.
Oleh karenanya, demi untuk meningkatkan profesionalisme pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone membutuhkan sarana dan prasarana kerja yang memadai.
Menempatkan pegawai sesuai dengan keahlian yang dimiliki sehingga serta melakukan pengawasan kepada seluruh pegawai sehingga mampu meningkatkan mutu pegawai dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
71
DAFTAR PUSTAKA
Erna. (2014). Implementasi Kebijakan dan Kaulitas Pelayanan Publik. CV.
Budi Utama.
Hasibuan, A. (2017). Etika Profesi Profesionalesme Kerja. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Mandasari, A. (2014). Pengaruh Profesionalisme Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Barat. EJournal Ilmu Administrasi Negara, 4(2), 1148–
1158.
Muhammad Fitri Rahmadana, A. T. M., Nurhayati Siagian, M. A. P., John Refelino, Moch. Yusuf Tojiri, V. S., Nur Arif Nugraha, Sardjana Orba Manullang, M. S., Devi Yendrianof, Anggri Puspita Sari, M. N. S., &
Marlynda Happy Nurmalita Sari, S. B. (2020). Pelayanan Publik.
Yayasan Kita Menulis.
Parasuraman, 1990. Delivery Quality Balancing Customer Perception And Expectation. USA : Free Pres Collier Macmillan Publisher.
Sedarmayanti. (1999). Restrukturisasi dan Pemberdayaan Organisasi Untuk Menghadapi Dinamika Perubahan Lingkungan. Mandar Maju.
Sinambela. (2006). Reformasi Pelayanan Publik. Bumi Aksara.
Suci Hardiyanti, Y. (2015). Pengaruh Profesionalisme Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Kendari.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D.
Alfabeta.
Suharman. (2019). Pengaruh Profesionalisme Kerja Pegawai Kejaksaan Negeri Mataram Terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus Data
Pelayanan Kasus Hukum). 3.
Tawaang, T. A., Lengkong, F. D. J., & Londa, V. Y. (2020). Pengaruh Profesionalisme Aparat Birokrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Satuan Polisi Pamong Praja Dan Kebakaran Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Administrasi Publik, 6(90), 1–10.
https:Koran.tempo.com/konten/2016/02/17/393714/pelayanan- dinaskependudukan-bone-dikritik-masyarakat.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokoko- Pokok kepegawaian Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian
73
LAMPIRAN KUESIONER PENELITIAN Kepada Yth.
Bapak/Ibu Di Tempat Dengan hormat,
Dalam menyelesaikan karya ilmiah (SKRIPSI) pada program studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, bersama ini saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjadi responden Penelitian saya yang berjudul “Pengaruh Profesionalisme Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bone”. Untuk itu mohon kesediaan Bapak/Ibu mengisi angket ini berdasarkan kondisi Bapak/Ibu masing- masing saat ini dan apa adanya. Semua informasi yang didapatkan akan menjadi bahan penelitian secara akademis dan semua jawaban akan dirahasiakan dan tidak akan mempengaruhi penilain organisasi terhadap kinerja Bapak/Ibu. Atas kesedian Bapak/Ibu meluangkan waktu mengisi angket ini, peneliti mengucapkan terimakasih
Hormat saya peneliti
Yusril Ihsan Salam
NIM: 105611109618
Petunjuk pengisian:
1. Daftar pertanyaan di bawah ini hanya semata – mata untuk data penelitian dalam rangka penyelesaian studi.
2. Jawablah pertanyaan dibawah ini sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu.
3. Berikan tanda centang () pada pertanyaan di bawah ini yang menurut pendapat bapak/ibi/saudara(i) paling sesuai dengan kondisi anda.
4. Jawaban terdiri dari sangat setuju (SS),setuju (S), kurang setuju (KR), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS).
Identitas Responden
Nama: ………
Jenis kelamin : ☐ Pria ☐ Wanita
Umur: ………
Pendidikan Terakhir : ………
Lama Bekerja: ………
Jabatan :………
Profesionalisme Pegawai (Variabel X)
No Daftar Peryataan SS S K
R
TS STS Kreativitas (creativity)
1. Saya mampu mencari solusi saat terjadi kendala dalam pelayanan publik
2. Saya memiliki soft skill yang bisa mengembangkan pelayanan publik
Inovasi (innovation)
3. Saya mampu mengembangkan kemampunan saya dalam melakukan pelayanan
4. Saya mampu menginovasikan teknologi dalam pelayanan Responsifitas (responsivess)
5. Saya sigap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
6. Saya memberikan pelayanan dengan sikap sopan dan ramah
Pelayanan publik (Variabel Y)
N0 Daftar Pernyataan SS S KR TS STS
Tangibles ( Bukti Fisik)
1. Saya memiliki ruangan kerja yang bersih 2. Saya diberikan fasilitas teknologi kerja yang
memadai dalam pelayanan Reliability (Kehandalan)
3. Saya handal dalam melakukan pelayanan 4. Saya menguasai bidang pekerjaan saya Responsiveness (Daya tanggap)
5. Saya melakukan pelayanan dengan cepat 6. Saya sigap menerima masyarakat yang ingin
melakukan proses pelayanan Assurance (Jaminan)
7. Saya bisa menjamin dokumen terbit dengan cepat
8. Memberikan pelayanan secara gratis Empaty (Empati)
9. Memberikan petunjuk bagi masyarakat yang kebingungan dengan prosedur pelayanan 10. Saya melakukan pelayanan sesuai dengan
prosedur yang ada
LAMPIRAN DOKUMENTASI