• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pada aspek emotive ini dapat ditarik kesimpulan bahwa capaian skor tertinggi adalah pada kategori rendah, yaitu dengan jumlah 34 atau 31%. Yang artinya para siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ceper kurang dalam aspek emotive ketika mengikuti proses pembelajaran.

kelebihan dan kekurangan dalam dirinya. Juga dapat disebabkan siswa-siswa pada kategori ini aspek-aspek kesadarannya ada yang kurang terpenuhi. Siswa diduga masih belum memahami pentingnya sebuah proses pembelajaran disekolah dan hanya bermain-main disekolah.

Berdasarakan pengamatan dan hasil wawancara dengan guru BK oleh peneliti di SMP Negeri 1 Ceper pada bulan Mei 2018, tampak perilaku siswa menunjukkan kesadaran diri yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran.

Kesadaran diri ini rendah disebabkan oleh ada beberapa aspek-aspek kesadaran diri yang masih kurang terpenuhi. Seperti yang sudah dijabarkan oleh (Solso, 2008) mengemukakan beberapa aspek kesadaran diri yang meliputi Attention, Wakefulness, Architecture, Activity of knowledge, dan Emotive. Aspek-aspek ini adalah sebuah upaya untuk lebih memahami kesadaran diri yang berdasarkan pengalaman individu. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditinjau dari aspek- aspek kesadaran diri peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa dari 5 (lima) aspek ada 3 (tiga) aspek yang menunjukkan kesadaran diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dalam kategori rendah. Jadi, dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kesadaran diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ceper dalam mengikuti proses pembelajaran masih sangat perlu untuk ditingkatkan. Karena, siswa-siswa belum menyadari akan tujuannya, belum menyadari kebutuhannya, belum menyadari kelebihan dan kekurangannya sehingga dikhawatirkan proses pembelajaran itu hanya akan sia-sia dan siswa tidak memperoleh pendidikan secara maksimal.

Kemudian apabila dilihat dari aspek-spek kesadaran diri, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ceper pada aspek attention capaian skor tertinggi adalah pada kategori sedang dengan jumlah 43 atau 39%. Artinya siswa-siswa dalam mengikuti proses pembelajaran masih belum sepenuhnya memiliki perhatian dalam kesadaran dirinya. Siswa masih belum mampu untuk fokus pada hal-hal yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya ketika berada disekolah. Pada aspek wakefulness capaian skor tertinggi adalah pada kategori sangat rendah, yaitu dengan jumlah 44 atau 40%. Pada aspek ini siswa-siswa masih sangat kurang siaga atau kurang siap dalam mengikuti proses pembelajaran. Seperti yang dipaparkan oleh guru BK SMP Negeri 1 Ceper bahwa banyak sekali siswa yang tidak membawa alat tulis yang lengkap, hanya membawa satu buku, dan tidak mempunyai buku pendamping. Pada aspek architecture capaian skor tertinggi adalah pada kategori rendah, yaitu dengan jumlah 54 atau 49%. Pada aspek ini siswa juga masih kurang dalam hal pengalaman. Siswa kurang bisa belajar dari peristiwa-peristiwa di sekitarnya yang harusnya dapat membantu mereka untuk lebih sadar dalam proses pembelajaran. Kemudian, pada aspek activity of knowledge capaian skor tertinggi adalah pada kategori tinggi, yaitu dengan jumlah 60 atau 54%. Aspek ini memiliki hasil yang paling tinggi dari aspek-aspek yang lain. Yang artinya bahwa siswa-siswa sudah mengenal dirinya, sudah memahami kekurangan dan kelebihan dirinya serta mampu memahami orang lain. Yang terakhir aspek emotive capaian skor tertinggi adalah pada kategori rendah, yaitu dengan jumlah 34 atau 31%. Siswa-siswa pada aspek ini juga masih kurang dalam mengelola emosi dengan baik. Siswa-siswa masih belum bisa mengungkapkan

emosi dengan baik, sehingga menyebabkan aspek ini memiliki hasil kategori yang rendah. Jadi, aspek-aspek kesadaran diri yang termasuk kategori cukup atau tinggi adalah attention dan activity of knowledge. Sedangkan aspek-aspek yang termasuk dalam kategori rendah adalah wakefulness, architecture, dan emotive.

52 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memaparkan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikesimpulan beberapa hal sebagai berikut:

1. Sebanyak (36%) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ceper memiliki kesadaran diri yang sangat tinggi dan tinggi, ada yang memiliki kesadaran diri sedang sebanyak (3%), serta sebagian besar (61%) siswa memiliki kesadaran diri yang rendah. Artinya sebagian besar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ceper memiliki kesadaran diri yang rendah. Siswa masih belum memahami kewajiban mereka sebagai seorang pelajar dan tidak memahami tentang pentingnya proses pembelajaran ketika disekolah.

2. Teridentifikasi kesadaran diri siswa kelas VIII ditinjau dari aspek-aspek kesadaran diri ada 3 aspek masuk dalam kategori rendah. Dari aspek attention kesadaran diri kebanyakan siswa masuk dalam kategori sedang sebanyak 39%, dari aspek wakefulness kesadaran diri kebanyakan siswa masuk dalam kategori rendah sebanyak 40%, dari aspek architecture kesadaran diri siswa kebanyakan masuk dalam kategori rendah sebanyak 49%, lalu pada aspek activity of knowledge kesadaran diri siswa kebanyakan masuk dalam kategori tinggi sebanyak 54%, kemudian pada aspek emotive kesadaran diri siswa kebanyakan masuk dalam kategori rendah sebanyak 31%. Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa dari 5 aspek kesadaran diri ada 2 aspek yang kesadaran diri yang tergolong tinggi dan sedang, serta ada 3 aspek kesadaran diri yang

tergolong rendah. Yang artinya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ceper masih sangat membutuhkan pengembangan kesadaran diri pada mereka khususnya pada aspek wakefulness, architecture, dan emotive.

B. Keterbatasan

Penelitian ini memiliki keterbatasan hanya mendiskripsikan tingkat kesadaran diri siswa secara umum dan ditinjau dari masing-masing aspek kesadaran diri.

Dan ada kemungkinan siswa mengisi kuisioner dengan melihat teman yang lain, sehingga siswa mengisi kuisioner dengan kurang percaya diri.

C. Saran

Berikut saran-saran bagi pihak yang terkait dengan kesadaran diri sesuai dengan hasil penelitian:

1. Guru Pembimbing/ Guru BK disekolah

Guru pembimbing/guru BK disekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam membantu menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri siswa. Maka dari itu disarankan agar guru pembimbing aktif dan kreatif dalam mengimplementasikan hasil penelitian tersebut. Sehingga guru pembimbing/guru BK dapat memberikan layanan bimbingan sesuai dengan kebutuhan siswa dan nantinya kesadaran diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran terus meningkat.

2. Peneliti lain

Hasil penelitian ini dapat membantu peneliti lain untuk melihat dan mengetahui tingkat kesadaran diri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1

Ceper. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti lain jika akan meneliti lebih lanjut pada kesadaran diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ceper.

3. Siswa

Kesadaran diri bagi siswa merupakan kunci penting dalam meningkatkan pemahaman diri, menentukan tujuan, dan memperoleh semangat untuk mengerti pentingnya mengikuti proses pembelajaran.

Maka diharapkan siswa terus dapat meningkatkan kesadaran dirinya.

DAFTAR PUSTAKA

A. Pribadi, Benny. (2009). Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta : PT.

Dian Rakyat.

Azwar, Saifuddin. (2009). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Dahar, Ratna Wilis. (1996). Teori-teori Belajar. Bandung : Erlangga.

Depdiknas. (2003). Undang-undang RI Nomor 20, Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Goleman, D. (2001). Working Whit Emotional Intelligence: Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta. PT Garamedia.

Hilapok, Maristela Oparekhe. (2017). Self Awareness dan Implikasinya Pada Usulan Topik Program Pengembangan Diri (Studi Deskriptif Pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma). Skripsi, tidak diterbitkan, USD, Yogyakarta.

Padmomartono, Sumardjono. (2014). Konseling Remaja. Yogyakarta: Ombak.

Rustaman, N. (2001). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung : PT. Imperial Bhakti Utama.

Rumini, Sridan Sundari, Siti. (2004).Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta:

PT. Asdi Mahasatya.

Siregar, Eveline dan Nara, Hartini. (2011). Teori Belajar dan Pembelajaran.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Solso, L.R., Maclin, H.O., & Maclin, K.M. (2008). Psikologi Kognitif. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D). Bandung : Alfabeta, CV.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta, CV.

Stein, Steven J. Dan Howard E. Book. (2003). Ledakan EQ, 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional dalam Meraih Sukses (terj.), Bandung: Kaifa, cet.

IV.

Wallace, Benjamin & E. Fisher, Leslie. (1987). Consciousness and Behaviour.

Boston, London, Sydney, Toronto : Allyn & Bacon

Warsita, Bambang. (2008). Teknologi Pembelajaran : Landasan & Aplikasinya.

Jakarta : Rineka.

W.B Werteim. (1999).Masyarakat Indonesia Dalam Transisi. Yogyakarta : PT.

Tiara Wacana Yogya.

Winkel. (1996). Psikologi Pengajaran.Jakarta : Grasindo

Yudrik, Jahja. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.

Yusuf, Syamsu. 2010. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Zulkifli. 2005.Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

LAMPIRAN

KUISIONER KESADARAN DIRI

Disusun oleh:

Ikhsan Pradita NIM: 141114038

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

2018

KUESIONER KESADARAN DIRI

Nama :

Kelas : Pengantar:

1. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui efikasi diri siswa.

2. Pengisian kuesioner ini tidak mempengaruhi nilai pada mata pelajaran apapun.

3. Isilah kuesioner dengan sejujur-jujurnya sesuai keadaanmu.

4. Periksa kembali sebelum kuesioner diserahkan.

Petunjuk Pengisian Kuesioner:

1. Isilah identitas terlebih dahulu.

2. Bacalah dengan cermat pernyataan yang telah tersedia.

3. Berilah tanda centang (√) pada salah satu dari empat jawaban yang tersedia.

4. Kriteria jawaban:

- Pilihan kata “sangat setuju” apabila selalu melakukan sesuai pernyataan.

- Pilihan kata “setuju” apabila sering melakukan penyataan dan kadang- kadang tidak melakukan.

- Pilihan kata “kurang setuju” apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.

- Pilihan kata “tidak setuju” apabila tidak melakukan.

No Pernyataan Jawaban

SS S KS TS 1. Saya sadar harus memperhatikan guru di kelas waktu pelajaran.

2. Saya dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar.

3. Saya hadir di sekolah 10 menit sebelum bel masuk.

4. Saya harus memahami dan menaati peraturan tata tertib sekolah.

5. Saat guru menerangkan saya mengobrol dengan teman.

6. Saya menjawab pertanyaan guru asal-asalan saja.

7. Saya sering datang ke sekolah ketika bel sudah berbunyi.

8. Saya sering melanggar peraturan tata tertib sekolah.

9. Saya belajar dengan tekun supaya mendapat nilai baik.

10. Saya harus hadir di kelas supaya tidak ketinggalan pelajaran 11. Saya harus sekolah dengan sungguh-sungguh supaya orang tua

saya bahagia.

12. Saya harus belajar dengan serius agar tercapai cita-cita saya.

13. Saya malas belajar dan tidak terlalu peduli dengan nilai.

14. Saya sering bolos pelajaran sehingga ketinggalan materi pelajaran.

15. Saya hanya bermain-main di sekolah dan tidak peduli kerja keras orang tua yang sudah menyekolahkan saya.

16. Saya tidak memiliki cita-cita.

17. Saya selalu membawa beberapa bolpoin.

18. Saya selalu sarapan sebelum ke sekolah, agar konsentrasi saya saat mengikuti pelajaran tidak terganggu.

19. Saya mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan dengan sungguh-sungguh.

20. Saya selalu mencatat apa yang diterangkan oleh guru.

21. Saya hanya membawa satu bolpoin.

22. Saya tidak pernah sarapan sebelum ke sekolah.

23. Saya belajar semalam sebelum ulangan harian besok pagi.

24. Saya tidak pernah mencatat apa yang diterangkan oleh guru.

25. Saya selalu belajar setiap hari agar jika ada ulangan dadakan, saya sudah siap.

26. Saya selalu tidur lebih awal agar tidak mengantuk ketika mengerjakan ujian atau ulangan.

27. Ketika mendapat banyak PR, saya langsung mengerjakannya.

28. Saya hanya belajar ketika akan ada ulangan harian.

29. Saya tetap begadang dan bermain meskipun besok ada ujian atau ulangan harian.

30. Saya mengerjakan PR di sekolah dan melihat pekerjaan teman.

31. Saat pelajaran, saya harus fokus kepada guru yang sedang mengajar agar tidak mendapat teguran.

32. Saya harus mengerjakan PR yang diberikan oleh guru, agar tidak mendapatkan hukuman.

33. Ketika guru menerangkan materi saya memperhatikan, sehingga saya mampu memahami pelajaran.

34. Saya bermain-main ketika guru sedang mengajar sehingga sering terkena teguran.

35. Saya tidak mengerjakan PR yang diberikan oleh guru, sehingga saya mendapat hukuman.

36. Saya mengerjakan tugas lain ketika guru menerangkan, sehingga saya tidak memahami pelajaran.

37. Saya merasa jengkel ketika pertanyaan saya tidak ditanggapi oleh guru.

38. Saya selalu bertanya kepada guru ketika saya tidak memahami materi.

39. Saya sadar apabila guru memandang saya ketika sedang asik mengobrol di kelas, itu artinya meminta saya untuk diam.

40. Ketika guru mengangkat tangan saat memberi pertanyaan, saya sadar siswa diminta untuk angkat tangan sebelum menjawab.

41. Saya hanya biasa saja ketika pertanyaan saya tidak ditanggapi oleh guru.

42. Saya hanya diam, saja walaupun saya sebenarnya tidak memahami materi.

43. Saya mengobrol sepanjang pelajaram dan saya tidak pedulikan guru yang minta kelas untuk tenang.

44. Ketika guru memberi pertanyaan dan mengangkat tangannya saya menunduk saja agar tidak diminta untuk menjawab.

45. Sebagai pelajar saya harus belajar dengan tekun.

46. Saya selalu semangat sekolah, karena sebagai pelajar saya memiliki tanggung jawab untuk belajar.

47. Sebagai pelajar saya harus mendengarkan nasihat-nasihat guru.

48. Saya adalah siswa SMP, sehingga saya harus semakin dewasa dan tidak bermain-main.

49. Saya jarang belajar meskipun saya tahu bahwa sebagai pelajar saya harus belajar.

50. Saya merasa malas untuk berangkat, meskipun orang tua menyuruh saya ke sekolah.

51. Saya sering melawan perkataan guru.

52. Saya masih suka bermain-main di dalam kelas.

53. Saya sulit untuk bangun pagi, sehingga saya memasang alarm.

54. Saya sering lupa untuk mengerjakan PR, dan catatan pada buku agar saya dapat mengingat PR.

55. Saya sering membantu menjelaskan pada teman tentang pelajaran yang mereka kurang pahami.

56. Saya sulit memahami maksud dalam buku sehingga saya catat dan menanyakannya pada guru.

57. Saya sering terlambat bangun karena tidak memasang alarm.

58. Saya tidak pernah menandai PR yang diberikan guru, sehingga saya sering lupa mengerjakan PR.

59. Saya lumayan pandai memahami pelajaran, tetapi saya diam saja ketika ada teman yang tidak memahami pelajaran.

60. Saya sulit memahami maksud dalam buku tetapi saya tidak bertanya pada guru.

61. Saya mengajak teman-teman kelompok untuk mengerjakan tugas bersama-sama.

62. Saya membantu guru menenangkan keadaan kelas ketika kelas sangat ramai.

63. Ketika pelajaran selesai saya membersihkan papan tulis, agar dapat digunakan pada pelajaran selanjutnya.

64. Saya selalu memperhatikan dan tidak bermain handphone ketika

di kelas.

65. Ketika mendapat tugas kelompok saya malah sibuk sendiri.

66. Saya tetap asyik mengobrol ketika guru minta kelas untuk tenang.

67. Saya membiarkan papan tulis tetap kotor.

68. Saya sangat suka bermain handphone di kelas di sepanjang pelajaran.

69. Saya merasa bersalah ketika guru menegur saya ketika menyontek.

70. Saat melihat teman berkelahi, maka saya harus melerainya.

71. Ketika teman tidur di kelas, saya harus membangunkan dan menegurnya.

72. Saya tidak merasa bersalah ketika guru menegur saya untuk tidak menyontek.

73. Saat melihat teman berkelahi, tetapi tidak berusaha melerainya.

74. Saya pura-pura tidak tahu ketika mengetahui ada teman yang tidur di kelas.

75. Saya merasa sangat bahagia mendapat nilai ulangan yang baik.

76. Ketika saya merasa suka dengan semua pelajaran di sekolah, itu membuat saya semakin semangat mengikuti pelajaran.

77. Saya kesal ketika nilai saya jelek, tetapi hal ini menjadi motivasi saya agar selalu belajar untuk mendapat nilai yang lebih baik.

78. Saya merasa jengkel ketika ada teman yang nilainya lebih baik dari saya.

79. Saya tidak peduli ketika mendapat nilai baik dan kembali bermalas-malasan.

80. Ada beberapa pelajaran yang kurang saya sukai, dan membuat saya malas mempelajarinya.

81. Saya kesal ketika nilai saya jelek, tetapi saya tidak mau berusaha mendapatkan nilai yang lebih baik.

82. Saya hanya diam saja ketika ada teman yang nilainya lebih baik dari saya.

83. Saya merasa jengkel ketika teman saya mengajak ngobrol saat saya sedang memperhatikan guru menerangkan.

84. Saya merasa sangat senang ketika ruang kelas tertata rapi dan bersih.

85. Saya merasa sangat bahagia ketika suasana kelas sangat tenang.

86. Saya senang dengan guru yang ramah dan dekat dengan siswa, sehingga saya senang juga dengan pelajarannya.

87. Saya senang mengobrol dengan teman ketika pelajaran berlangsung.

88. Saya hanya diam saja ketika ruang kelas sangat berantakan.

89. Saya malah mengantuk ketika suasana kelas sangat tenang.

90. Saya tidak peduli dengan sikap guru terhadap siswa, dan tetap bisa mengikuti pelajaran.

91. Saya akan sangat bahagia ketika melihat orang tua saya bangga dengan prestasi belajar saya yang baik di sekolah.

92. Saya mengungkapkan rasa marah pada teman karena berisik di kelas dan mengganggu konsentrasi belajar.

93. Saya mengungkapkan kebahagiaan saya kepada teman-teman kelompok ketika tugas kelompok kita mendapat nilai baik.

94. Saya tidak memahami perasaan orang tua saya ketika melihat prestasi belajar saya baik atau buruk.

95. Saya hanya bisa diam saja ketika teman berisik di kelas dan mengganggu konsentrasi belajar.

96. Saya bersikap biasa saja terhadap kelompok ketika tugas kelompok kita mendapat nilai baik.

Reabilitas Instrumen Kesadaran diri Sebelum Analisis

Case Processing Summary

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

,972 96

N %

Cases Valid 111 100,0

Excludeda 0 ,0

Total 111 100,0

Reabilitas Instrumen Kesadaran diri Setelah Analisis

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 111 100,0

Excludeda 0 ,0

Total 111 100,0

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

,981 76

RINCIAN ITEM VALID DAN TIDAK VALID

No. Item

Parameter

Uji Hasil Keterangan

VAR00001 Pearson

Correlation ,343**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00002 Pearson

Correlation ,295**

Valid Sig. (2-tailed) ,002

N 111

VAR00003 Pearson

Correlation ,482**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00004 Pearson

Correlation ,661**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00005 Pearson

Correlation ,110

tidak valid Sig. (2-tailed) ,250

N 111

VAR00006 Pearson

Correlation ,213*

tidak valid Sig. (2-tailed) ,024

N 111

VAR00007 Pearson

Correlation ,058

tidak valid Sig. (2-tailed) ,543

N 111

VAR00008 Pearson

Correlation ,033

tidak valid Sig. (2-tailed) ,729

N 111

VAR00009 Pearson

Correlation ,666**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00010 Pearson

Correlation ,703**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00011 Pearson

Correlation ,725**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00012 Pearson

Correlation ,706**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00013 Pearson

Correlation ,468**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00014 Pearson

Correlation ,541**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00015 Pearson

Correlation ,557**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00016 Pearson

Correlation ,681**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00017 Pearson

Correlation ,833**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00018 Pearson

Correlation ,771**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00019 Pearson

Correlation ,832**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00020 Pearson

Correlation ,778**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00021 Pearson

Correlation ,510**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00022 Pearson

Correlation ,445**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00023 Pearson

Correlation -,594**

Tidak valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00024 Pearson

Correlation ,454**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00025 Pearson

Correlation ,850**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00026 Pearson

Correlation ,807**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00027 Pearson

Correlation ,851**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00028 Pearson

Correlation ,660**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00029 Pearson

Correlation ,729**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00030 Pearson

Correlation ,615**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00031 Pearson

Correlation ,708**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00032 Pearson

Correlation ,786**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00033 Pearson

Correlation ,743**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00034 Pearson

Correlation ,711**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00035 Pearson

Correlation ,750**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00036 Pearson

Correlation ,699**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00037 Pearson

Correlation ,264**

Valid Sig. (2-tailed) ,005

N 111

VAR00038 Pearson

Correlation ,768**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00039 Pearson

Correlation ,824**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00040 Pearson

Correlation ,758**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00041 Pearson

Correlation ,153

tidak valid Sig. (2-tailed) ,110

N 111

VAR00042 Pearson

Correlation ,117

tidak valid Sig. (2-tailed) ,222

N 111

VAR00043 Pearson

Correlation ,333**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00044 Pearson

Correlation -,152

tidak valid Sig. (2-tailed) ,111

N 111

VAR00045 Pearson

Correlation ,753**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00046 Pearson

Correlation ,762**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00047 Pearson

Correlation ,764**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00048 Pearson

Correlation ,662**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00049 Pearson

Correlation ,569**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00050 Pearson

Correlation ,766**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00051 Pearson

Correlation ,807**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00052 Pearson

Correlation ,729**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00053 Pearson

Correlation ,381**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00054 Pearson

Correlation ,020

tidak valid Sig. (2-tailed) ,838

N 111

VAR00055 Pearson

Correlation ,614**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00056 Pearson

Correlation ,718**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00057 Pearson

Correlation ,106

tidak valid Sig. (2-tailed) ,268

N 111

VAR00058 Pearson

Correlation ,220*

tidak valid Sig. (2-tailed) ,020

N 111

VAR00059 Pearson

Correlation ,083

tidak valid Sig. (2-tailed) ,388

N 111

VAR00060 Pearson

Correlation ,076

tidak valid Sig. (2-tailed) ,430

N 111

VAR00061 Pearson

Correlation ,654**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00062 Pearson

Correlation ,579**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00063 Pearson

Correlation ,624**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00064 Pearson

Correlation ,487**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00065 Pearson

Correlation ,411**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00066 Pearson

Correlation ,554**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00067 Pearson

Correlation ,424**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00068 Pearson

Correlation ,628**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00069 Pearson

Correlation ,553**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00070 Pearson

Correlation ,634**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00071 Pearson

Correlation ,672**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00072 Pearson

Correlation ,622**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00073 Pearson

Correlation ,696**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00074 Pearson

Correlation ,700**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00075 Pearson

Correlation ,815**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00076 Pearson

Correlation ,781**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00077 Pearson

Correlation ,746**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00078 Pearson

Correlation ,576**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00079 Pearson

Correlation ,316**

Valid Sig. (2-tailed) ,001

N 111

VAR00080 Pearson

Correlation -,060

tidak valid Sig. (2-tailed) ,533

N 111

VAR00081 Pearson

Correlation ,048

tidak valid Sig. (2-tailed) ,614

N 111

VAR00082 Pearson

Correlation -,148

tidak valid Sig. (2-tailed) ,121

N 111

VAR00083 Pearson

Correlation ,757**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00084 Pearson

Correlation ,724**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00085 Pearson

Correlation ,732**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00086 Pearson

Correlation ,837**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00087 Pearson

Correlation ,605**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00088 Pearson

Correlation ,529**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00089 Pearson

Correlation ,309**

Valid Sig. (2-tailed) ,001

N 111

VAR00090 Pearson

Correlation ,159

tidak valid Sig. (2-tailed) ,095

N 111

VAR00091 Pearson

Correlation ,370**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00092 Pearson

Correlation ,082

tidak valid Sig. (2-tailed) ,393

N 111

VAR00093 Pearson

Correlation -,003

tidak valid Sig. (2-tailed) ,976

N 111

VAR00094 Pearson

Correlation ,120

tidak valid Sig. (2-tailed) ,209

N 111

VAR00095 Pearson

Correlation ,333**

Valid Sig. (2-tailed) ,000

N 111

VAR00096 Pearson

Correlation ,320**

Valid Sig. (2-tailed) ,001

N 111

Dokumen terkait