• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. PEMBAHASAN

71

Setelah menghitung presentase aktivitas siswa dapat diberikan penilaian sebagai berikut:

4 = 76%-100% sangat baik 3 = 60%-75% baik

2 = 26%-51% cukup 1 = 0%-25% kurang

Dari deskripsi di atas menunjukkan bahwa skor aktivitas siswa siklus II sebesar 90,7% dengan karegori sangat baik. Penjelasan di atas bahwa siswa meningkat guru dan peneliti melaksanakan pembelajaran sesauai dengan RPPH yang dibuat dan skor sehingga hasil belajar siswa rata-rata mengalami peningkatan sehingga penelitian tindakan dihentikan pada siklus II.

72

dan tidak membahayakan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh andang ismail, 2009 alat permainan edukatif adalah alat bermain yang dapat meningkatkan fungsi menghibur dan fungsi mendidik. Seperti dalam penelitian pembelajaran ini yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak dibutuhkan metode dan media yang tepat yaitu melalui permainan dengan media balok angka.

Penggunaan media balok angka untuk meningkatkan kemampuan berhitung di PAUD kasih ibu desa pandan indah dilakukan dalam dua silus yaitu siklus I dan siklus II. Peningkatan kemampuan anak tersebut diperoleh dari indikator-indikator yang diperoleh dari hasil penelitian yang sudah ditetapkan, yaitu melalui permainan dengan media balok angka. Dalam pembelajaran berhitung sebelum diberikan Tindakan atau pada kondisi awal kemampuan anak dalam konsep pemahaman bilangan rata-rata ada 40% atau sekitar 5-6 anak yang sudah berkembang baik, pada siklus I kemampuan anak meningkat menjadi 60% atau sekitar 6-7 anak. Pada siklus II kemampuan anak dalam hal berhitung sudah biasa atau ada perkembangan 80% atau sekitar 12-13 anak.

Dengan menggunakan APE (alat permainan edukatif) balok angka pada anak dalam mengenalkan kegiatan berhitung, kemampuan anak dapat meningkat lebih baik dari sebelum menggunakan media balok angka. Balok-balok angka sebagai media konkrit yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak. Sesuai dengan teori yang di kemukakan oleh Piaget46 bahwa anak usia dini berada pada masa praoperasional konkrit. Cara berfikit anak berpijak pada pengalaman-pengalam konkrit bukan berdasar pada konsep abstrak47. Sebagaiman yang dikemukakan oleh Ruslani bahwa angka merupakan lambing abstrak. Maka sebelum mulai belajar menghitung angka anak akan belajar memahami korespondensi satu- satu menyebutkan bilangan

46Tedjasaputra, Mayke S, Bermain, Mainan Dan Permainan. (Jakarta: Gramedia Widiasarana, 2007), hlm. 25

47Kaseriningsih, peningkatan pengenalan konsep bilangan melaui bermain menjaring ikan bagi anak usia dini kelompok B TK dewi kota Surabaya, (skripsi, FIP UNESA, Surabaya, 2012). hlm. 14

73

secara berulang-ulang kemudian mengenal dan menghitung angka. Oleh karena itu, penggunaan media balok angka dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak di PAUD Kasih Ibu desa pandan indah.

Untuk dapat terwujud secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang diperoleh melalui penelitian sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar anak didk.

Untuk anak didk yang belum berkembang atau mulai berkmbang dalam kegiatan pembelajaran disebabkan kondisi anak didik tersebut yaitu belum tumbuh/termotivasi dan perkembangan anak yang berbeda antara anak satu dengan yang lain. Anak dapat menggunakan media balok angka sesuai urutan angka yang terkecil atau sebaliknya bahkan ada anak yang menyusun balok angka berdasarkan warna favorit masing- masing. Sesuai dengan pendapat Bredekamp dan Coople anak usia 5-6 tahun rentan memilih balok angka sesuai warna, bentuk dan ukuran yang disukai, contohnya anak perempuan lebih menonjol memilih warna pink, kuning dan hijau tetapi berbeda dengan anak laki-laki yang lebih menyukai warna hitam dan putih. Perubahan ini dapat dilihat dari sikap anak-anak yang bergembira ketika peneliti memperkenalkan media yang akan digunakan sebgai bahan pembelajaran sungguh tidak ada yang bahagia yang lebih indah terlihat kecuali senyum dari anak-anak yang polos karena bahagia.

Peningkatan kemampuan berhitung anak harus dilakukan pada usia dini karena pada masa ini otak anak mengalami perkembangan yang pesat sejalan dengan pendapat Osborn48 bahwa perkembangan intelektual anak berkembang sangat pesat pada kurun usia 0- usia prasekolah (4-6 Tahun). Ketika kepekaan anak terhadap angka baik dan anak mampu menghitung angka maka pembelajaran matematika pada tahap selanjutnya akan lebih mudah dipelajari anak.

48Depdiknas, Pedoman Pembelajaran Permainan Berhitung Permulaan Di Taman Kanak-Kanak, (Jakarta: Depdiknas, 2007), hlm. 5

74 BAB V PENUTUP A.Kesimpulan

Penelitian tindakan kelas tentang peningkatan kemampuan berhitung anak melalui permainan balok angka PAUD Kasih Ibu Desa Pandan Indahmenghasilkan dua siklus telah menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

Dalam hal berhitung dengan menggunakan media balok angka telah

memberikan hasil yang memuaskan. Hal tersebut terbukti dari hasil rekapitulasi pada siklusI dan siklus II.

Pada siklus I dalam hal memahami konsep bilangan anak didik yang

berkembang sangat baik mencapai 60%, jadi kemampuan anak didik dari studi awal ke siklus I bertambah 30%. Aspek perbandingan kemampuan anak didik dalam pemahaman konsep perbandingan permainan balok angka mencapai 66%, dan dalam memahami konsep analisis probabilitas pada siklus I meningkat menjadi 60% dari 30%.

Pada siklus II kemampuan berhitung anak menggunakan media balok angka pada PAUD Kasih Ibu Desa Pandan Indah mengalami peningkatan sangat baik menjadi 94,24% dari 66% pada siklus I, berarti terjadi peningkatan sebesar 28% pada sikus II. Hal ini dikarenakan berhitung menggunakan media balok angka serta di lakukan dengan permainan yang tidak membebani otak anak, sehingga anak merasa senang.

Berdasarkan pengamatan pada siklus I dan II dapat diambil kesimpulan bahwa permainan dengan menggunakan balok angka dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun di PAUD Kasih Ibu Desa Pandan Indah.

75 B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat ditemukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi anak didik di harapkan dapat menggunakan media balok angka untuk kegiatan belajar mengajar setiap hari.

2. Bagi guru PAUD

a. Sebagai pendidik harus mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi, ketiga hal tersebut sangat penting dan erat hubungannya. Merencakan pembelajaran juga sangat penting sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar untk mensukseskan suatu pembelajaran. Evaluasi sangat penting untuk mengetahui hasil belajar siswa serta untuk menentukan pembelajaran berikutnya.

b. Membimbing atau memotivasi anak individual atau kelompok dengan penuh kesabaran.

c. Kreativitas atau keinopatifan guru juga harus ditingkatkan setiap waktu.

76

DAFTAR PUSTAKA

Andari, A. 2008 Upaya Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Taman Kanak-Kanak Melalui Permainan Media Balok Angka Cuisenaire. Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia.

Andari, A 2008. Upaya Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Taman Kanak-Kanak Mmelalui Permainan Media Balok Angka Cuisenaire. Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia.

Anggraeni, Reni Siti Rachmi. 2011. Pengaruh Media Manipulatif Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak Usia Dini. Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia.

Arifah Ananda. Pengaruh Permainan Edukatif Terhadap Perkmbangan Motorik Halus Anak Di Kelompok B3 TK Aisyiyah V Palu, Jurnal Untad, Vol. 4 Nomor 3 Tahun 2017.

Ekawati, Muhammad Ali Halida. “ Peningkatan Kekuatan Kognitif Dalam Mengklasifikasi Akat Permainan Berwarna Primer Melalui Media Flip Chart”, Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 2014, hlm 3

Elfiadi. 2016. Bermain Dan Permainan Bagi Anak Usia Dini Dalam “Itqan”, vol. VII, no. 1, januari-juni 2016.

Hildayani, R dkk, (2014), Psikologi Perkembangan Anak, Tangerang Selatan, Universitas Terbuka.

Kawuryan F. & Raharjo T. (2002), Peningkatan Kemampuan Berhitung Melalui Permainan Balok Angka Pada Anak Journal: psikologi jokjakarta press.

Latiana lita. 2009. Media Pembelajaran. Semarang Tidak diterbitkan Meggit, C. 2013. Memahami Perkembangan Anak. Jakarta: Indeks.

Niaci Sartika, “ Metode Bermain Dengan Menggunakan Baloka Ngka Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Matematika Anak Kelompok A TK Sriwidari Desa Kepongpongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon”, (Skripsi, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon, Cirebon 2020), hlm. 21

Noveradila, S., & Larasati D., (2014), Alat Permainan Balok Angkat Untuk Meningkatkan Kecerdasan Logika-Matematika Anak Usia Dini, Jurnal-s1. Fsrd.itb.ac.id

Nur Qholisya. “ Pengaruh Permainan Balok Angka Terhadap Kemampuang Berhitung Pada Anak TK B Bustannur (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Medan Area, Medan 2019), hlm. 3

Patmonodewo, S. 2000. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta ; Rineka Cipta.

Sigit Purnama M. Pd, Yuli Salis Hijriyani M.Pd, Heldanita M.Pd, “Pengembangan Alat Permainan Edukatif Anak Usia Dini”, (Bandung, Penerbit PT REMAJA ROSDAKARYA, 2019), hlm. 115

Soesanto, A. 2012. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.

Sukiman, 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta : Pedagogia.

77

Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D”, (Bandung, Penerbit ALFABETA, 2019), hlm. 204

Tesjasaputra, Mayke S. 2001. Bermain, Mainan Dan Permainan Untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: PT. Gramedia.

Vitri purwanti, “ Peningkatan Kemampuan Berhitung Melalui Permainan Balok Angka Pada Kelompok B Di TK Universal Ananda Kecamatan Patebon Kendal”,(Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Semarang 2013). hlm.1

Yulianti, D. 2010. Bermain Sambil Belajar Sains. Jakarta: Indeks.

Yuliatiningsih, Khoirul Asyifak, Yorita Febry Lismanda, “ Penerapan Permainan Balok Angka Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Kelompok B Di TA Al- Kautsar Kota Malang” Junal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol, 1 Nomor 2, 2019, hlm. 128.

Zaini, Hisyam dkk. 2009. Strategi Pembelajaran Aktif. Yokyakarta: Pustaka Insan Mandiri.

Zaman, Badru dkk. 2009. Media Dan Sumber Belajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

78 Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN Area : Area Berhitung (Bermain Balok angka) Semester / Minggu ke :

Tema : Kebutuhanku

Kelompok Usia : B / 5-6 Tahun

Hari / Tanggal :

Kompetensi Dasar

1) NAM 3.1 Menyebut Tempat ibadah

2) FM 4.3 berlari, melompat dan berlenggak lenggok.

3) SOSEM 2.8 mengeluarkan pendapat.

4) KOGNITIF 4.6 Menunjukan angka yang sejenis.

5) BAHASA 3.11-4.11 Memahami bahasa orang lain serta mampu bercerita dengan baik.

6) SENI 4.15 Menggambar bebas dengan berbagai media, kapur tulis, pensil warna, crayon dll.

1. Tujuan Pembelajaran

a) Anak mampu menyebutkan tempat-tempat ibadah sesuai dengan agama yang di anut masing-masing anak. Ketika guru bercakap-cakap dengan anak.

b) Anak mampu berlari, melompat dan berjalan lenggak lenggok tujuannya melatih fisik motorik anak. dilakukan ketika sebelum melakukan kegiatan pembelajaran.

c) Anak mampu mengeluarkan pendapat dengan cara mengankat tangan lalu berpendapat sesuai isi hatinya.

d) Anak mampu mengikuti pembelajaran dengan baik dan teratur.

79

e) Anak mampu aktif dalam menyimak dan bertanya serta ada timbal balik ketika guru sedang melangsungkan bermain balok angka didepan siswa.

f) Anak mampu menggambar sesuai dengan Sub Tema yaitu menggambar angka maupun huruf.

2. Materi dalam Kegiatan

a) Berbaris, Bernyanyi agar anak lebih riang dan gembira ketika masuk kelas b) Doa sebelum belajar

c) Menyebutkan tempat ibadah

d) bernyanyi sesuai dengan tema (berhitung angka 1 seperti lidi)

e) mulai kegiatan inti (menulis angka dari 1-20 lalu membedakan warna masing- masing angka.)

f) Lagu “angka 1 seperti lidi”

g) Doa sesudah belajar, berbaris pulang, bernyanyi “gelang sepatu gelang” dan salam.

3. Media dan Sumber Belajar Alat dan Bahan a) Media Pembelajaran : Boneka Jari

b) Sumber Belajar : Buku cerita tema binatang A. Persiapan

Sebelum melaksanakan kegiatan peneliti terlebih dahulu menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), alat observasi yang telah disusun sebelumnya serta menata alat atau bahan yang akan digunakan daam kegiatan pembelajaran yaitu permainan balok angka.

Dokumen terkait