• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen skripsi - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 67-75)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

dapat menempatkan diri dengan baik, mempunyai rasa aman saat beradaptasi dan berinterksi tanpa ada rasa ancaman, rasa cinta dan kasih sayang dimiliki, rasa dihargai dan mengembangkan aktulisasi diri dengan baik sehingga memliki kemampuan penerimaan di pasca berhadapan dengan hukum. Untuk membimbing anak bermasalah hukum yang ada di BAPAS Kota Bengkulu layanan bimbingan pribadi sangatlah di butuhkan oleh ABH yang sedang dilanda krisis kepercayaan diri dan membutuhkan perhatian serta kasih sayang.

Bimbingan pribadi diarahkan untuk membantu ABH berinteraksi dengan masyarakat kembali pasca melakukan pelanggaran hukum. Tujuannya agar ABH bisa lebih mandiri, bertanggungjawab, dan yang paling penting adalah pribadi baru yang bisa diterima di lingkungan masyarakatnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak pada pasal 1 dijelaskan bahwa anak adalah orang yang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin. Kemudian yang dimaksud Anak Nakal adalah anak yang melakukan tindak pidana atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, ada beberapa kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang terjadi BAPAS Kota Bengkulu diantaranya yaitu narkoba, asusila, pencurian dan penususkan. Faktor penyebab anak melakukan pelanggaran hukum diantaranya adalah faktor internal dan faktor

eksternal. Faktor internal diantaranya karakter anak yang buruk mendorong anak melakukan tindakan pelanggaran hukum. Faktor ekstrnal meliputi keadaan kondisi keluarga seperti pendidikan agama yang kurang dari keluarga, keluarga yang kurang harmonis, dan kondisi ekonomi keluarga.

Tahapan dalam bimbingan di BAPAS Kota Bengkulu meliputi tahap awal, melakukan assessment kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini baik dari jasmani dan rohani serta membuat target tujuan yang hendak dicapai dalam bimbingan. Tahap lanjut, PK memberikan bimbingan kepada klien dalam bentuk nasehat, motivasi serta saran dalam menghadapi masalah yang dialami klien. dan tahap akhir, membuat surat pengakhiran serta melakukan contoling perkembangan klien di masyarakat untuk memastikann anak benar sudah berubah. Menurut hasil penelitian mengenai proses bimbingan secara keseluruhan sudah mencapai tujuan, yakni anak tidak mengulangi tindak pelanggaran hukum dan mampu bertanggungjawab serta mandiri di lingkungan masyarakat tempat tinggalnya dan memiliki kemampuan penerimaan diri serta kepercayaan diri setelah berhadapan dengan hukum. Sebagaimana dijelaskan oleh Johnson David ciri-ciri orang yang menerima dirinya adalah sebagi berikut:

1. Menerima diri sendiri apa adanya

Memahami diri ditandai dengan perasaan tulus, nyata, dan jujur menilai diri sendiri. Kemampuan seseorang untuk memahami dirinya tergantung pada kapasitas intelektualnya dan kesempatan menemukan dirinya. Individu tidak hanya mengenal dirinya tapi juga menyadari

kenyataan dirinya. Pemahaman diri dan penerimaan diri tersebut berjalan beriringan, semakin menerima dirinya. Jika seorang individu mau menerima dirinya apa adanya, maka individu tersebut bisa akan lebih menghargai dirinya sendiri, dan memberitahu orang lain bahwa mereka seharusnya mau menerima dan menghormati dirinya apa adanya. Individu tersebut juga mampu untuk menerima orang lain dan tidak menuntut bahwa mereka harus mencoba untuk menyamai dirinya. Menerima diri sendiri berarti merasa senang terhadap apa dan siapa dirinya sesungguhnya.13

2. Tidak menolak dirinya sendiri, apabila memiliki kelemahan dan kekurangan Sikap atau respon dari lingkungan membentuk sikap terhadap diri seseorang. Individu yang mendapat sikap yang sesuai dan menyenangkan dari lingkungannya, cenderung akan menerima dirinya. Tidak menolak diri adalah suatu sikap menerima kenyataan diri sendiri, tidak menyesali diri sendiri, siapakah kita dulu maupun sekarang, tidak membenci diri sendiri, dan jujur pada diri sendiri, Dr Paul Gunadi mengatakan bahwa kelebihan adalah suatu kemampuan karakteristik atau ciri tentang diri kita yang kita anggap lebih baik dari pada kemampuan-kemampuan atau aspek- aspek lain dalam diri kita. Jadi salah satu penyebab kenapa kita sulit menerima kelebihan kita, kadang kala karena memang kita menginginkan bisa mendapatkan lebih dalam hal itu, maunya lebih dalam hal yang lain.

Kekurangan adalah kemampuan yang sebenarnya kita harapkan untuk lebih baik dari kondisi sesungguhnya namun ternyata tidak. Jadi yang kita anggap

13Matthews D. Wayne. Acceptance of Self And Others. (North Carolina Cooperative Extension Service, 1993), h. 26

kurang, biasanya adalah hal yang kita inginkan lebih baik. Kekurangan ini biasanya melahirkan rasa malu dan rasa minder.

3. Memiliki keyakinan bahwa untuk mencintai diri sendiri, maka seseorang tidak harus dicintai oleh orang lain dan dihargai oleh orang lain.14

14Supratiknya, A. Komunikasi antar pribadi: Tinjauan psikologi. (Yogyakarta: Kanisius, 2007), h. 77

BAB V PENUTUP

B. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerimaan diri pasca Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) di Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kota Bengkulu secara umum dapat dikatakan bahwa secara psikologis mereka telah mampu memahami kesalahan diri, menerima diri sendiri apa adanya dan memiliki keyakinan kepada diri sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan salah yang sama di masa yang akan datang. Mereka menyadari bahwa perbuatan tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama dan memliki kesadaran untuk tidak mengulangi serta berusaha untuk menjalankan perintah agama. Hal ini merupakan hasil pelaksanaan bimbingan individu dan kelompok oleh Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kota Bengkulu pada anak yang bermasalah hukum tindak pidana asusila, narkoba, pencurian dan penusukan ini telah mampu memberikan konsep penerimaan diri pada anak sehingga memiliki keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dan tidak mengulangi perbuatannya dimasa yang akan datang.

C. Saran

1. Praktik bimbingan sosial di Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kota Bengkulu hendaknya menggunakan berbagai media penyampaian pesan sehingga klien tidak merasa bosan.

61

2. Bagi subjek Anak Berhadapan hukum (ABH) hendaknya semakin meningkatkan rasa percaya dalam diri untuk menjadi lebih baik dan menjadikan kesalahan dimasa lalu sebagai pengalaman untuk masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

AnasSalahudin, 2010. Bimbingan dan Konseling, Bandung: CV PustakaSetia Aunur Rahman Faqih, 2004. Bimbingan Konseling dalam Islam, Yogyakarta: UII

Press

Anselm Strauss & Juliet Corbin, 2009.Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif, Yogyakarta :PustakaPelajar

Bastaman. H. D. 2007. Logoterapi, Psikologi Untuk MenemukanMakna Hidup Dan Meraih Hidup Bermakna. Jakarta. Raja Grafindo Persada

BurhanBungin, 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: GrafindoPersada Brooks dan Emmart (1976). Diri Positif Dan Diri

Negatif. http:// www. Dunia psikologi. com/konsep-diri-positif-dan- konsep-diri-negatif/.Akses:24Oktober2018.

Chaplin,J.P.2005. KamusLengkap Psikologi. Jakarta: RajaGrafindoPersada David Geldard, 2011. Konseling Keluarga, Yogyakarta, Pustaka Pelajar

Dariyo Agoes. 2007. Psikologi perkembangan anak usia tiga tahun pertama, Jakarta; PT Refika Aditama

Desmita.2009. Psikologi Perkembangan. Bandung: RemajaRosdakarya

Elisabeth B. Hurlock, 1980. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang rentang Kehidupan, (alih bahasa, Istiwidayanti, Soerjarwo, Jakarta: Erlangga

Fatimah Enung. 2006. Psikologi perkembangan”perkembangan peserta didik”.Jakarta; CV Pustaka Setia

HarisHerdiansyah, 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Salemba Humanika

Hurlock.E.1979. Adolescent Development,(4thed.),Internal Student Edition

Kartini Kartono, 2006. Patologi Sosial II: Kenakalan Remaja Ed. 1-7, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Lexy J. Moleong, 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT.

RemajaRosdakarya

Dalam dokumen skripsi - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 67-75)

Dokumen terkait