BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah ditetapkan dengan tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang terdiri dari dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 dan 27 maret 2017 dan siklus II pada tanggal 3 dan 10 April 2017dengan waktu 2x40 menit sekali pertemuan pada setiap siklus.
Setiap siklus diawali dengan perencanaan yakni membuat skenario pembelajaran, menyiapkan lembar observasi untuk kegiatan guru dan aktivitas belajar siswa serta alat evaluasi sampai refleksi yang telah dipaparkan pada hasil penelitian diatas.
Berdasarkan hasil analisis data tiap siklus, terlihat bahwa hasil dari siklus ke siklus mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan pencapaian hasil aktivitas belajar siswa 39% terkategori kurang aktif dan aktivitas guru 60% terkategori cukup baik pada siklus I berarti aktivitas siswa masih belum meningkat karena ada beberapa kegiatan pembelajaran yang kurang maksimal yaitu siswa kurang konsentrasi, siswa belum termotivasi dalam belajar, siswa belum memahami dengan benar tentang proses pelaksanaan pembelajaran karena mereka baru mendengar dan diterapkan di kelasnya, pada saat diskusi kelompok sebagian siswa masih banyak yang main-main, kurang semangat dalam bekerja sama, kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapat, dan mengajukan pertanyaan,
Siswa tidak terlihat membagi tugas dengan temannya dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan yang diberikan kepada mereka, Siswa tidak terlihat melakukan refleksi terkait materi yang dipelajarinya.
Hal itu juga dipicu oleh aktivitas guru yang kurang maksimal dalam mengaplikasikan perencanaan yang telah dibuat yaitu guru kurang memberikan motivasi sehingga siswa kurang antusias dalam belajar dan kurang kreatif dalam memecahkan masalah, guru kurang menjelaskan tujuan pembelajaran dan melakukan apersepsi, guru kurang menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dilakukan,pemanfaatan waktu yang kurang efektif, sehingga apa yang telah direncanakan dalam pelaksanaan pembelajaran kurang maksimal.Guru tidak terlihat mengajak siswa untuk melakukan refleksi, pengelolaan kelas yang masih kurang, sehingga hasil observasipun menandakan aktivitas belajar siswa kurang aktif dan aktivitas guru cukup baik dan hasil evaluasipun masih dibawah target yang telah ditentukan.
Proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek psikofisis peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga akselerasi perubahan perilakunya dapat terjadi secara cepat, tepat, mudah, dan benar, baik berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Proses pembelajaran akan lebih kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan jika dimulai dengan apersepsi. Apersepsi merupakan kumpulan hasil pengalaman belajar masa lalu peserta didik yang dikaitkan
dengan pengalaman baru dalam belajar yang akan ditempuh peserta didik.63
Tidak hanya hal tersebut diatas pemberian motivasi juga sangat penting dilakukan oleh seorang guru apalagi zaman sekarang sudah banyak buku terkait media yang digunakan untuk menarik perhatian siswa terhadap apa yang dipelajari.
Pada siklus II aktivitas yang belum maksimal pada siklus I akan diperbaiki. Setelah peneliti melakukan refleksi dengan guru bidang studi fikih terkait kekurangan-kekurangan pada siklus I yang belum mencapai target, maka perlu dicarikan solusi sebagai rencana tindakan perbaikan untuk siklus II yaitu guru harus menjelaskan tujuan pembelajaran melakukan apersepsi memotivasi semua siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran dengan memberikan bintang pada setiap namanya untuk siswa yang aktif bertanya, menanggapi, dan menambah jawaban temannya sebagai tambahan nilai, membimbing siswa dalam memecahkan masalah, tegas dalam mengelola kelas tidak membiarkan siswa main-main dalam belajar, tegas dalam membimbing siswa belajar dengan memanfaatkan buku yang diberikan, guru harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam pelaksanaan pembelajaran. Sehingga langkah-langkah dalam RPP dapat diaplikasikan dengan maksimal.Setelah mengaplikasikan rencana tersebut, dan melakukan evaluasi di akhir siklus.Maka dapatlah diperoleh hasil refleksi untuk siklus II. Hasil refleksi siklus II adalah aktivitas belajar
63Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran, ( Bandung : PT Refika Aditama, 2012), h. 23-25.
siswa dan aktivitas guru pada siklus II meningkat yang ditunjukkan dengan pencapaian hasil aktivitas belajar siswa yaitu 71% terkategori aktif dan aktivitas guru 79% terkategori baik. Hal ini berarti bahwa pada siklus II mengalami peningkatan aktivitas belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan strategi active learning tipe class concern.
Adapun analisis hasil evaluasi pada siklus I pencapaian nilai rata- rata 69,54 dan persentase ketuntasan klasikal 54, 54%. Dari nilai rata-rata dan persentase ketuntasan klasikal tersebut masih rendah belum mencapai target yang ditentukan. Siswa dinyatakan tuntas apabila nilainya mencapai 75 atau lebih dari 75 sesuai dengan KKM yang sudah ditentukan.Siswa yang belum dinyatakan tuntas apabila nilainya kurang dari 75 ini berarti hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan secara klasikal.Kemudian pada siklus II yaitu hasil evaluasi yang diperoleh meningkat dengan pencapaian nilai rata-rata 76,53 dan persentase ketuntasan klasikal 85%.
Terjadinya peningkatan ini karena aktivitas guru yang mau melakukan perubahan cara mengajar dengan menjalankan perbaikan- perbaikan yang telah ditetapkan. Disamping itu juga semangat dan keinginan siswa untuk mau belajar dan mendengarkan nasehat dari guru hal tersebut terlihat dari aktivitas mereka yang mau mengerjakan persoalan dengan temannya dengan cara diskusi, bertanya kepada guru dan memanfaatkan sumber yang ada seperti buku yang sudah di bagikan ke masing-masing siswa, sudah terlihat keberanian dalam mengemukakan
pendapatnya dan tidak terlepas pula dari usaha perbaikan yang dilakukan pada setiap siklusnya.
Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi active learning tipe class concern dapat meingkatkan aktivitas belajar siswa tidak hanya lihat dari itu, akan tetapi hasil belajar siswa juga meningkat. Oleh karena itu penelitian ini dicukupkan karena sudah mencapai target penelitian yaitu aktivitas belajar siswa meningkat dan ketuntasan klasikal mencapai target yakni 85%. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus II yang telah mengalami peningkatan melalui strategi active learning tipe class concern dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII Di MTs Ittihadil Ummah Karang Anyar Pagesangan Timur Mataram Tahun Pelajaran 2016/2017.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN