• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen KATA PENGANTAR (Halaman 165-175)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Adapun data dari hasil penelitian yang diperoleh peneliti dalam penelitian pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba berupa deskriptif asosiatif dan survey yang merupakan hasil olahan kuesioner dan hasil wawancara peneliti dengan informan sebagai sumber utama penelitian. Data hasil kuesioner diperoleh dengan menyebar angket kepada responden untuk diisi dengan menggunakan jawaban yang diberi tanda checklist (√). Adapun hasil wawancara direkam menggunakan alat perekam suara (handphone). Selain itu, peneliti juga memperoleh data melalui observasi dan dokumentasi di lokasi penelitian.

Penelitian ini menggunakan Mix Method, yakni menggabungkan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Oleh karena itu pada proses pengumpulan data, peneliti juga melakukan proses analisis data yang terdiri dari 4 poin yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan regresi linear sederhana

Pertama, reduksi data yaitu peneliti melakukan pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara kepada informan dengan menggunakan pertanyaan yang sama agar diperoleh jawaban yang sesuai, untuk kemudian dilakukan penyeleksian dari jawaban agar tidak keluar dari fokus penelitian.

Kedua penyajian data yaitu peneliti melakukan pengumpulan data dalam bentuk gambar, catatan, dan hasil wawancara yang dirancang untuk menggabungkan informasi-informasi yang telah disusun dalam suatu bentuk padu yang gampang ditemukan. Selanjutnya dijelaskan berupa teks secara

150

deskriptif yang telah disusun secara sistematis sehingga membantu pembaca dalam memahami hasil penelitian tersebut.

Ketiga penarikan kesimpulan yaitu dengan menarik kesimpulan terhadap data-data dan informasi yang telah didapatkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian.

Keempat uji regresi linear sederhana yaitu peneliti melakukan pengumpulan data yang diperoleh dari kuesioner yang disebar kepada responden kemudian melakukan uji regresi dengan menggunakan bantuan software SPSS version 22.0.

1. Lingkungan kerja

Lingkungan kerja merupakan kehidupan sosial, fisik, dan psikologi pada suatu instansi yang dapat memengaruhi kinerja pegawai, dimana lingkungan kerja menjadi bagian pokok yang mampu meningkatkan kualitas produktivitas kerja. Lingkungan kerja yang ada di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik, hanya saja tentunya masih ada beberapa yang perlu dibenahi seperti halnya pada ukuran ruang kerja yang sempit sehingga dapat menganggu kenyamanan pegawai dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Pengaruh lingkungan kerja pada kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba telah diukur dengan berbagai kriteria atau indikator dari teori yang dikemukakan oleh Sedarmayanti (2011), sebagai berikut:

a. Penerangan

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerangan yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian persentase sebesar 83,63% yang dilihat dari kelengkapan fasilitas dalam penunjang penerangan dalam bekerja. Dengan kondisi penerangan yang baik, para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena jika menurut Sedarmayanti (2011) yang mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan akan lambat jika cahaya dalam ruangan kurang jelas sehingga menyebabkan penglihatan kurang jelas, mengalami kesalahan, dan akhirnya berdampak pada kurang efisiennya pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan tujuan instansi sulit tercapai.

b. Suhu Udara

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa suhu udara yang ada di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian persentase sebesar 70,90% yang dilihat dengan kondisi suhu udara yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin dalam suatu ruangan. Dengan kondisi suhu udara yang baik, maka dapat memenuhi standar dalam mendukung pegawai untuk semangat melakukan aktivitas setiap harinya, sehingga para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena menurut

152

Sedarmayanti (2011) bahwa suhu udara yang tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin di ruangan kerja pegawai maka akan menjadi tempat menyenangkan untuk bekerja.

c. Suara Bising

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa suara yang ada di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba bising dengan capaian persentase sebesar 70,83%, hal itu ditimbulkan dari beberapa pegawai yang sedang berbincang-bincang dalam suatu ruangan sehingga juga berpotensi mengganggu konsentrasi pegawai yang lain dalam bekerja. Hal tersebut juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sedarmayanti (2011), yang mengatakan bahwa suara bising merupakan tingkat kepekaan pegawai yang dapat memengaruhi aktivitasnya dalam bekerja.

d. Penggunaan Warna

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan warna yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dilihat dengan capaian persentase sebesar 74,83% yang dilihat dari warna yang digunakan pada setiap ruangan cerah tetapi tidak mencolok sehingga pegawai dapat bekerja dengan suasana hati yang tenang dan sejuk. Dengan kondisi penggunaan warna yang baik, para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa

demikian, karena menurut Sedarmayanti (2011), penggunaan warna merupakan pemilihan tata warna dalam suatu ruangan yang akan digunakan untuk bekerja sehingga warna ruangan memiliki pengaruh terhadap gairah kerja dan semangat para pegawai.

e. Ruang Gerak Yang Diperlukan

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ruang gerak yang diperlukan pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba berada pada kategori kurang baik dengan capaian persentase sebesar 81,6% yang dilihat dari masih ada beberapa ruangan sempit sehingga berpotensi dapat menganggu kenyaman pegawai dalam bekerja.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sedarmayanti (2011), yang mengatakan bahwa ruang gerak merupakan posisi kerja antara satu pegawai dengan yang lainya termasuk juga alat bantu dalam bekerja seperti meja, kursi, lemari, dan lain-lain harus memenuhi standar.

f. Kemampuan Bekerja

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kemampuan bekerja yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian persentase sebesar 82,69% yang dilihat dari dengan penempatan pegawai yang sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing yang dapat menciptakan rasa

154

aman dan tenang para pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggug jawabnya. Dengan kondisi kempauan kerja yang baik, para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena menurut Sedarmayanti (2011), kemampuan bekerja merupakan suatu kondisi yang dapat menciptakan rasa aman dan tenang dalam melakukan pekerjaan.

g. Hubungan Antar Pegawai

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hubungan antar pegawai yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba Bulukumba terjalin dengan baik dengan capaian persentase sebesar 80,94% yang dilihat dari kekompakan dan keharmonisan yang terjalin antar sesama pegawai dikantor dalam kondisi yang baik. Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sedarmayanti (2011), yang mengatakan bahwa hubungan antar pegawai merupakan kondisi satu pegawai dengan pegawai lain yang harus harmonis untuk mencapai suatu tujuan instansi dengan adanya kebersamaan dalam melaksanakan tugas–tugas yang diamanahkan.

2. Kinerja Pegawai

Kinerja pegawai merupakan suatu kombinasi dari kesempatan, kemampuan, dan usaha yang dinilai dari hasil kerja dan juga merupakan hasil atau tingkat keberhasilan seseorang selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas jika dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti halnya standar hasil kerja, target dan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya yang telah disepakati bersama. Berdasarkan hasil penelitian Kinerja pegawai yang ada di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dapat dikatakan dalam kondisi baik dan tentunya perlu dilakukan suatu pengembangan agar lebih baik. Kinerja pegawai pada kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba telah diukur dengan berbagai kriteria atau indikator dari teori yang dikemukakan oleh Fadel (2009), sebagai berikut:

a. Pemahaman Atas Tupoksi

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemahaman atas tupoksi yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian presentase sebesar 85,67% yang dilihat dilihat dari kemampuan pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan apa yang telah menjadi tanggung jawab pegawai pada bidangnya masing-masing. Dengan kondisi pemahaman atas tupoksi yang baik, sehingga para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena menurut Fadel

156

(2009), menjelaskan pemahaman atas tupoksi sebagai pemahaman mengenai tujuan pokok dan fungsi, serta mengerjakan tugas sesuai dengan apa yang telah menjadi tanggung jawab masing-masing pegawai.

b. Inovasi

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa inovasi pegawai yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian presentase sebesar 82,98 % yang dilihat dari kemmpuan pegawai memberikan gagasan dan ide-ide baru yang bernilsi positif dalam menyelesaikan tugas dengan lebih efektif dan produktif. Dengan kondisi inovasi yang baik, sehingga para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena menurut Fadel (2009), mengatakan bahwa pegawai diharapkan memiliki inovasi yang positif sehingga dapat disampaikan pada atasan dan mendiskusikannya pada rekan kerja

c. Kecepatan Kerja

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kecepatan kerja pegawai yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian presentase sebesar 80% yang dilihat dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari waktu yang ditargetkan karena tidak terlepas dari skill dan kemampuan pegawai dalam bekerja dikantor tersebut. Dengan

kondisi kecepatan kerja yang baik, sehingga para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena menurut Fadel (2009), mengatakan bahwa dalam mengerjakan tugas, kecepatan kerja menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dengan mengikuti metode kerja yang ada.

d. Keakuratan Kerja

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa keakuratan kerja pegawai yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian presentase sebesar 83,63% yang dilihat dari kemampuan pegawai dalam mengerjakan tugas yang diberikan dengan cermat dan teliti karena telah menjadi kewajiban pegawai untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dikantor tersebut serta dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan. Dengan kondisi keakuratan kerja yang baik, sehingga para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena menurut Fadel (2009), mengatakan bahwa dalam menyelasaikan tugas, pegawai perlu disiplin dan teliti dalam bekerja serta melakukan pengecekan ulang terhadap pekerjaan yang dikerjakan.

158

e. Kerjasama

Berdasarkan hasil penelitian dari semua informan dan angket serta observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kerjasama pegawai yang ada pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian presentase sebesar 85,81% yang dilihat dari kemampuan pegawai selalu mengutamakan kerjasama dengan rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan karena dianggap sebagai suatu hal yang sangat penting, selain itu pegawai sering melakukan koordiansi dengan rekan kerja dalam menyelesaikan tugas bersama jika diperlukan agar yang dikerjakan bisa terselesaikan dengan baik dan benar. Dengan kondisi kerjasama yang baik, sehingga para pegawai dapat bekerja secara optimal. Mengapa demikian, karena menurut Fadel (2009), mengatakan bahwa kemampuan bekerja sama dengan rekan kerja yang lain merupakan hal yang sangat penting, misalnya dengan mampu menghargai pendapat orang lain.

159

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, maka dapat disimpulkan bahwa :

a. Lingkungan kerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan capaian persentase 77,97%.

Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi seperti ukuran ruang kerja yang sempit sehingga dapat menganggu kenyamanan para pegawai dalam melakukan suatu pekerjaan, serta masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas penyejuk ruangan (AC).

b. Kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dalam kondisi baik dengan persentase 83,62 dilihat dari beberapa capaian indikator kinerja seperti halnya pemahaman atas tupoksi, inovasi, kecepatan kerja, keakuratan kerja , serta kerja sama antar pegawai telah terlaksana dengan baik.

c. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba dengan persentase sebesar 0,536 atau 53,6%. Kemudian ada 46,4% yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan kerja akan tetapi disebabkan oleh faktor-faktor yang lain.

Dalam dokumen KATA PENGANTAR (Halaman 165-175)

Dokumen terkait