BAB IV HASIL PEELITIAN
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Hubungan bersifat positif artinya terjadi hubungan searah antara variable X dan Y, bila perilaku sosial semakin baik, maka akan hasil belajar siswa akan meningkat.
b) Menghitung berapa besar (kontibusi) variable X terhadap variabel Y.
Sumbangan kontibusi variabel X terhadap variabel Y, sebagai berikut:
KP = r2 X 100% = (0,64)2 X 100% = 40.96 %
Artinya pengaruh variabel X (perilaku sosial) terhadap Y (hasil belajar) sebesar 40,96%.
beradaptasi di lingkungan sekitar.78 Perilaku peserta didik dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket, dimana perilaku sosial peserta didik yaitu 60,90 % termasuk kedalam katagori sedang. Hal ini dapat dikatakan bahwa perilaku sosial peserta didik tergolong baik hal ini dilihat pada hasil angket peserta didik.
Hasil belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yakni “hasil”
dan “belajar”. Belajar secara umum dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku akibat adanya interaksi individu dengan lingkungannya.79 Hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPS dengan nilai rata-rata yaitu 80,67 dengan persentase 61,00 % tergolong dalam kriteria baik. Hal ini dapat dikatakan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pelajaran IPS tergolong baik. Hal ini dapat dikatakan peserta didik mampu menyerap dan memahamai pelajaran IPS yang diberikan oleh peserta didik.
Menurut Tafsir, hasil belajar atau bentuk perubahan tingkah laku ynag diharapkan itu merupakan suatu targer atau tujuan pembelajaran.80 Menurut Sudjana, hasil belajar adalah tingkat pencapaian usaha belajar yakni perbaikan dan perubahan dalam individu yang dimanifestasikan dalam perilaku skill yang di lihat melalui hasil belajar yang dicapai dari sekolah.
Hubungan perilaku sosial dengan hasil belajar adalah Individu memiiki prilaku yang berbeda antara individu yang satu dengan yang lain. Begitu pula mengenai tertanamnya perilaku disiplin pada individu. Melalui proses belajar seseorang akan dapat beradaptasi dan menyesuaian tingkah laku mereka dalam
78Dimiyanti, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rinea Cipta, 2017), h. 21.
79Hartiny Rosama, Model Penelitian Kelas (Yogyakarta: Sukses Offset, 2010), h. 31.
80Dimayanti dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran (Bandung: Alfabeta,2006), h. 206.
kehidupan secara progresif. Sedangkan salah satu usaha seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat diperoleh melalui adanya interaksi sosial. Pada dasarnya belajar dalah tahap perubahan perilaku siswa relative positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. 81 Hasil belajar juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman subjek belajar dengan dunia fisik dan lingkungannya.82
Adapun hubungan perilaku sosial dengan hasil belajar IPS siswa SD Negeri 124 Bengkulu Utara dengan tingkat korelasi 0,64 yang berada pada interval 0,60- 0,799 memiliki tingkat hubungan yang kuat. Setelah dilakukan perhitungan uji hipotesis menggunakan korelasi pearson product moment didapatakan hasil rhitung
= 0,64. Kemudian, nilai rtabel dapat dicari menggunakan tabel distribusi product moment. Maka di dapatkan rtabel 62, karna pada tabel distribusi product moment tidak terdapat db 62 maka peneliti mengambil nilai tengah (60 dan 65 yaitu 0,254 + 0,244 = 0,498:2 =0,249). Karna di dapatkan rtabel 62 pada taraf signifikan 5% = 0,249 Berdasarkan penjelasan di atas didapatkan rhitung = 0,64 rtabel = 0,49 jadi dapat dikatakan rhitung = 0,64 > rtabel =0,49 maka dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan perilaku sosial dengan hasil belajar siswa SD Negeri 124 Bengkulu Utara. Hubungan bersifat positif artinya terjadi hubungan searah antara variable X dan Y, bila perilaku sosial semakin baik, maka akan hasil belajar siswa akan meningkat. Artinya pengaruh variable X (perilaku sosial) terhadap Y (hasil belajar) sebesar 40,96%.
81Asep Jihat. Hairs Abdul, Evaluasi Pembelajaran (Yogyakarta: Multi Pressindo, 2012), h. 1.
82Sadirman A.M. Intraksi dan Motifasi Belajar Mengajar (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), h. 8.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dari hasil penelitian tentang hubungan perilaku sosial dengan hasil belajar IPS siswa, maka penulis dapat memberikan kesimpulan dengan tingkat korelasi 0,64 yang berada pada interval 0,60-0,799 memiliki tingkat hubungan yang kuat. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis menggunakan korelasi pearson product moment didaptakan hasil rhitung = 0,64. Kemudian, nilai rtabel dapat dicari menggunakan tabel distribusi product moment. Maka di dapatkan rtabel 0,49, karna pada tabel distribusi product moment tidak terdapat db 62 maka peneliti mengambil nilai tengah (60 dan 65 yaitu 0,254 + 0,244 = 0,498:2 =0,249).
Karna di dapatkan rtabel 0,49 pada taraf signifikan 5% = 0,249 Berdasarkan penjelasan di atas didapatkan rhitung = 0,64 rtabel = 0,49 jadi dapat dikatakan rhitung = 0,64 > rtabel =0,49 maka dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan perilaku sosial dengan hasil belajar siswa SD Negeri 124 Bengkulu Utara.
Hubungan bersifat positif artinya terjadi hubungan searah antara variable X dan Y, bila perilaku sosial semakin baik, maka hasil belajar siswa akan meningkat.
Artinya pengaruh variable X (perilaku sosial) terhadap Y (hasil belajar) sebesar 40,96%.
B. Saran
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut.
1. Bagi kepala sekolah
Dengan adanya hubungan perilaku sosial dengan hasil belajar IPS siswa lebih berpengaruh, maka diharapkan kepada kepala sekolah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan khususnya pelajaran Pendidikan Ilmu Sosial.
2. Bagi Guru
Bagi guru Pendidikan Ilmu Sosial SD atau MI sederajat khususnya untuk SD Negeri 124 Bengkulu Uatara dalam mengajar materi dapat lebih mengaitkan kedalam perilaku sosial sehingga siswa dapat lebih membentuk karakter yang lebih baik dan berpengaruh terhadap hasil belajar yang maksimal.
3. Bagi siswa
Dengan adanya hungan perilaku sosial dengan hasil belajar IPS diharapkan siswa lebih sopan santun, mentaati peraturan, kreatif, aktif dan semngat untuk memecahkan berbagai persoalan dalam pelajaran IPS.
4. Bagi Peneliti Lain
Bagi peneliti lain yang berminat terhadap penelitian ini disarankan menggadakan penelitian lanjutan dengan rancangan peneliti yang lebih kondusif, sehingga penelitian tersebut lebih memantapkan hubungan perilaku sosial dengan hasil belajar IPS.
DAFTAR PUSTAKA
Abiding, Syamssuddin makmum, 2013. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya Remaja.
Ahmad, Susanto. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Amin, Alfauzan, dkk. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Aqidah Berbasis Metapora dalam Pemahaman Konsep Abstarak Siswa Sekolah Menengah Pertama, vol 7.2.
Bahri Djamarah, Syaiful & Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:
PT, Rineka Ciptah.
Dimiyanti. 2017. Belajar dan Pembeajaran. Jakarta: Rinea Cipta.
Gania, Gina, 2011, Perilaku Siswa, Jakarta: PT Penerbit Erlangga Nana.
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belaja Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, Hartiny, Rosma. 2010. Model Penelitian Tindakan Kelas Yogyakarta: Sukses
offset.
Herimanto, 2010, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Jakarta: BumiAksara.
Hidayat, Komarudin, dkk. 2016. Psikologi Sosial. Jakarta, Gelora Aksara Pratama.
Jalaluddin, Rakhmat. 2008. Psikologi Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Jihat, Asep harisabdul. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Karim, abdul. 2013. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Yogyakarta: CV Surya GrafikaPati.
Murti, Astaria. 2018. Perilaku Sosial Siswa dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Kelas Rendah. Vol.4. no. 3.
Nana, Sudjana. 2004. Penilaian Hasil Proses Hasil Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nisrima, Siti, dkk. 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Unsiyah.
Nupiksani, Sri. 2015. Meningkata Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Materi Pembelajaran Group Investigation pada Siswa Kelas VI SD.
Nurfirdaus, Nunu, 2019. Studi Tentang Pembentukan Kebiasasan dan Perilaku Sosial Siswa. Jurnal Lensa Pedas. vol.4. no.1.
Nurul dan Hari. 2017. Inovasi Model Pembelajaran Demokratis Berperspektif Gender. Malang: UMM Press.
Punaji, Setyosari. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan, Jakarta: Kencana Peranan media Grup
Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: PT. Kharisma Putra Utama
Sadirman A. M. 2012. Interaksidan Mottivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Saleh,, Akh Muwafik, 2012. Membangun Karakter dengan Hati Nurani, Jakarta:
Erlangga.
Sarnanu. 2017. Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Statistika. Surabaya: Air Langga Universitas Perss.
Satria, Irwan. 2015. Konsep Dasar Dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Bogor: PT percetakan IPB Press
Sudaryono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana.