BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Banyak faktor yang menyebabkan kesulitan belajar, namun secara umum penyebab utamanya adalah faktor internal berhubungan langsung dengan kondisi psikis, mental dan fisik individu seperti bahan-bahan belajar, lingkungan belajar, guru dan sebagainya. Kesulitan belajar matematika merupakan salah satu jenis kesulitan belajar yang spesifik dengan persyaratan rata-rata normal atau sedikit dibawah rata-rata, tidak ada gangguan penglihatan atau pendengaran, tidak ada gangguan emosional primer, atau lingkungan yang kurang menunjang. Masalah yang dihadapi yaitu sulit melakukan penambahan, pengurangan, bahkan pembagian. Anak berkesulitan belajar matematika bukan tidak mampu belajar, tetapi mengalami kesulitan tertentu yang menjadikannya tidak siap belajar.
61
Matematika sering menjadi pelajaran yang paling ditakuti disekolah. Anak dengan gangguan diskalkulia disebabkan oleh ketidak mampuan mereka dalam membaca, imajinasi, mengintegrasikan pengetahuan dan pengalaman terutama dalam memahami soal-soal cerita. Anak-anak diskalkulia tidak bisa mencerna fenomena yang masih abstrak. Biasanya sesuatu yang abstrak itu harus divisualisasikan atau dibuat konkret, barulah mereka bisa mencerna.
Selain itu, anak berkesulitan belajar matematika dikarenakan pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar siswa, metode pembelajaran yang cenderung menggunakan cara konvesional, ceramah dan tugas.
Banyak orang yang mengakui bahwa belajar matematika tidak seperti belajar bidang studi lainnya, diakui pula bahwa pelajaran matematika relatif agak sulit dipahami dibandingkan dengan pelajaran yang lain. Seperti misalnya pada pokok bahasan bangun ruang, meski persoalan sehari-hari tetapi banyak siswa yang mengalami kesulitan terutama pada saat menggambar bentuk-bentuk bangun ruang.
Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan bahwa sebagian siswa memiliki kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal bangun ruang dikarenakan siswa tidak memahami secara keseluruhan dari materi bangun ruang yang disampaikan oleh guru dan siswa kurang memahami bahan materi yang disampaikan, sehingga mereka menganggap bahwa materi bangun ruang adalah materi yang sangat rumit.
Hasil dari wawancara guru kelas IV SDN No. 138 Basokeng Kabupaten Bulukumba, menyatakan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi dimana sering kali terjadi kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal yang
62
diberikan guru . Hal ini dapat dilihat pada saat mengerjakan soal-soal yang diberikan pada saat jam pelajaran yang berlangsung terdapat kesalahan siswa dalam memahami bagian-bagian dari suatu bangun ruang dan kemampuan sebagian siswa dalam menguasai soal-soal sangatlah minim.
Berdasarkan data yang diperoleh ditemukan beberapa kesulitan yang dialami siswa. Berikut ini contoh kesulitan yang dialami oleh siswa, yaitu: 1) Siswa mengalami kesulitan dalam menuliskan sifat-sifat dari bangun ruang yang diberikan, 2) Siswa mengalami kesulitan dalam menggambarkan jaring-jaring bangun ruang yang diberikan, 3) Siswa belum bisa membedakan antara kubus dengan balok. Oleh sebab itu, guru diharapkan harus jeli dan cekatan melihat setiap kondisi siswanya sehingga guru mampu menanggulangi setiap kesulitan yang dialami siswanya. Peran guru disini bukan hanya sebagai pemberi ilmu untuk siswanya tetapi bisa menjadi orang tua kedua tempat siswa mencurahkan perasaan jika siswa ini sedang mengalami masalah atau kesulitan, sehingga pada akhirnya tercipta komunikasi yang baik diantara siswa dan guru. Jadi diharapkan kerjasama orang tua dan guru dalam menanggulangi faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesulitan belajar.
Sebagaimana kita ketahui orang tua merupakan orang atau tokoh penting dalam kehidupan seorang anak dilingkungan keluarga. Sehingga tidak mengherankan jika yang lebih banyak berpengaruh didalam kehidupannya terutama aktivitas dan kegiatan belajarnya adalah orang tua. Perhatian orang tua terhadap anaknya dapat diperhatikan dengan banyak cara seperti pemenuhan kebutuhan hidupnya, biaya pendidikan, penghargaan, kasih sayang, dan
63
sebagainya.
Dimana hal ini dapat mendorong anak tersebut untuk meningkatkan prestasinya. Dengan adanya perhatian dari orang tua seorang anak dapat mempunyai kesadaran sendiri bahwa belajar adalah hal yang amat penting baginya. Jadi disinilah guru harus aktif berkomunikasi dengan orang tua siswa agar guru mengetahui apa dan bagaimana seharusnya siswa itu.
Dalam penelitian ini penulis mengacu pada penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang dilaksanakan penulis. Berikut ini beberapa hasil penelitian yang relevan yang dijadikan bahan telaah bagi peneliti yaitu:
Unais Mabruroh (2020), analisis kesulitan belajar muatan matematika kelas IV SD Tahfidzul Qur’an Darul Abror. Hasil penelitiannya adalah jenis kesulitan belajar matematika materi bangun persegi dan persegi panjang yang dialami oleh peserta didik kelas IV yaitu: a) peserta didik belum memahami sifat- sifat bangun datar persegi dan persegi panjang, b) kesulitan menentukan rumus untuk menyelesaikan suatu masalah, c) kelemahan dalam menghitung, d) kesulitan membaca. Faktor kesulitan belajar terdiri dari factor internal dan factor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri peserta didik, meliputi kesehatan fisik dan sikap peserta didik. Faktor eksternal adalah factor yang berasal dari luar diri peserta didik meliputi sikap guru dan alat pembelajaran.
Eka Khairani Hasibuan, (2018). Analisis kesulitan belajar matematika siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar di SMP Negeri 12 Bandung.
Hasil penelitiannya adalah kesulitan-kesulitan belajar matematika siswa pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar adalah siswa tidak memahami secara benar
64
bagaimana menentukan luas permukaan kubus, balok, prisma, limas. Siswa juga mengalami kesulitan menyelesaikan soal yang terkait dengan volume limas.
Bebrapa siswa juga mengalami kesulitan membedakan diagonal ruang dan bidang diagonal padakubus dan balok.
Berdasarkan penelitian relevan diatas terdapat beberapa persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Adapun perbedaannya adalah yaitu, objek penelitiannya berbeda, jumlah murid dan sekolahnya berbeda, karakter muridnya berbeda, dan guru yang mengajar berbeda. Adapun persaamaan penelitian relevan diatas dengan penelitian ini yaitu, menggunakan penelitian kualitatif dan mengkaji tentang kesulitan belajar matematika, dan materi yang dikaji bangun ruang.
BAB V
65
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kesulitan yang dialami siswa kelas IV SDN No. 138 Basokeng Kabupaten Bulukumba, pada materi bangun ruang yaitu sulit menggambarkan sketsa bangun ruang kubus dan balok. Dimana dari 5 subjek yang diteliti hampir semua subjek masih keliru dalam menggambarkan sketsa bangun ruang kubus dan balok dengan benar.
2. Kesulitan yang dialami siswa kelas IV SDN No. 138 Basokeng Kabupaten Bulukumba, pada materi bangun ruang yaitu sulit menuliskan bagian-bagian bangun ruang kubus dan balok. Dimana dari 5 subjek yang diteliti terdapat 4 subjek yang dapat menuliskan bagian-bagian bangun ruang kubus dan balok secara benar.
3. Kesulitan yang dialami siswa kelas IV SDN No. 138 Basokeng Kabupaten Bulukumba, pada materi bangun ruang yaitu sulit menggambarkan jaring- jaring bangun ruang kubus. Dimana dari 5 subjek yang diteliti terdapat 4 subjek yang dapat menggambarkan jaring-jaring bangun ruang secara benar.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan maka penulis menyarankan beberapa hal guna meminimalkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal- soal bangun ruang adalah sebagai berikut:
65
66
1. Bagi guru, disarankan agar dapat memberikan soal-soal latihan yang bervariasi kepada siswa baik waktu proses belajar mengajar yang berlangsung, pemberian tugas, maupun dalam ulangan, dengan harapan siswa mendapat pengalaman dalam menyelesaikan soal-soal sehingga meminimalkan kesulitan. Kesalahan- kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas IV SDN No. 138 Basokeng Kabupaten Bulukumba ini hendak dijadikan input bagi guru untuk menjadikan perbaikan pengajara, dan membiasakan siswa menjawab suatu soal dengan memperhatikan langkah-langkah penyelesaiannya.
2. Bagi peneliti, diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam dan dengan sumber yang lebih luas, baik pada materi yang lain maupun pada mata pelajaran yang lain.
67
44
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi dan Widodo Supryono. (2013). Pisikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ali, Takbir. 2011. Exploring Students` Learning Difficulties in Secondary Mathematics Classroom in Gilgit Baltistan and Teachers` Effort to Help Students Overcome These Diffculties. Bulletin of Education and Research. Vol.33, No. 1.
Djatmiko Hidajat, Diah Arum Pratiwi, Afif Afghohani. (2018). Analisis Kesulitan Dalam Penyelesaian Permasalahan Ruang Dimensi Dua. IAIN Kudus, Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2018) ISSN 2615-3939.
http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/jmtk. On line di https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/article/view/4452/2877
Eka Khairani Hasibuan (2018). Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar di SMP Negeri 12 Bandung. Jurnal AXIOM:
Vol. VII, No. 1, Januari – Juni 2018, P- ISSN : 2087 – 8249, E-ISSN: 2580 – 0450.
On line di http://jurnal.uinsu.ac.id/
Fathurrohman, Pupuh dan Sobry Sutikno. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung. PT.
Refika Aditama.
Ghufron, Nur dan Rini Rismawati. (2014). Gaya belajar. Cet III;Yogyakarta:Pustaka pelajar.
Haryono Simbolon, Sofiyan, dan Dini Ramadhani, (2019). Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Bangun Datar SD Negeri 7 Langsa. Journal of Basic Education Studies / Vol 2 No 1 (Januari-juni 2019). e-ISSN : 2656-6702. Vol 2 No 1. On line di http://jurnal.umus.ac.id/
Hamalik, Oemar. (2016) Proarses Belajar Mengajar. Cet.XVI; Jakarta: Bumi Aksara.
Hidajat, D., Pratiwi, D. A., & Afghohani A. (2018). Analisis kesulitan dalam penyelesaian Permasalahan Ruang Dimensi Dua. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 1-16. Retrieved from http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/jmtk
Https://blog.teman-belajar.com/bangun-ruang-sisi-datar/
Hasanah, N. (2016). Upaya Guru dalam Mengatasi sisa Berkesulitan Belajar Matematika di Kelas IV SDIT Ukhuwah Banjarmasin. Jurnal PTK & pendidikan, Vol. 2 No. 2, Juli-Desember 2016, p-ISSN: 2549-2535 e-ISSN: 2460-1780.
Irham, Muhammad dan Wiyani, Novan Ardy. (2013). Psikologi pendidikan: teori dan aplikasi dalam proses pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Jamaris, M. (2014). Kesulitan belajar. Bogor, Indoensia: Ghalia Indonesia.
Jong, Willem De. (2017). Pendekatan pedagogik & Didaktik Pada Siswa dengan Masalah Gangguan Perilaku. Depok: Prenada
68
68 J. Tombokan Runtukahu dan Selpius Kandou. (2014). Pembelajaran Matematika Dasar Bagi
Anak Berkesulitan Belajar. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Kamarullah. (2017). “Pendidikan Matematika” Al-Kwarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika. Vol 1. No 1.
Kurniawan, Deni. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, praktik dan penilaian).
Bandung: Alfabeta
Matodi, Paul. (2014). Exploring Mathematiscs Anxiety: Mathematics Students` Experiences.
Maditerranean Journal of Social Sciences. MCSER Publishing. Vol 5 No 1. E – ISSN 2039-2117. ISSN 2039-9340.
Mike Ollerton. (2010). Panduan Guru Mengajar Matematika. Jakarta: Erlangga.
Mundia, Lawrence. (2012). The Assessment of Math Learning Difficulties in a Primary Grade-4 Child with High Supprot Need: Mixed Methodf Approach. IEJEE. ISSN:
1307-9298.
Moleong. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Rifa`I, A dan Anni, Catharina T. (2012). Psikologi pendidikan. Semarang : UNNES Press.
Sagala, Syaiful. (2011). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Satori dan Komariah. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Septiati, E. (2012). Keefektifan pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan koneksimatematis mahasiswa pada mata kuliah analisis real I. PROSIDING:
Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY. ISBN : 978-979-16353-8-7. On line di https://eprints.uny.ac.id/7568/
Sholihah & Afriansyah (2017). Analisis Kesulitan Siswa dalam Proses Pemecahan Masalah Geometri Berdasarkan Tahapan Berpikir Van Hiele (Penelitian Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 6 Garut). Jurnal “Mosharafa”, Volume 6, Nomor 2, Mei 2017. p-ISSN: 2086-4280; e-ISSN: 2527-8827. On line di http://e-mosharafa.org/
Subini, N. (2011). Mengatasi kesulitan belajar pada anak. Jakarta, Indoensia: Javalitera.
Sugihartono, et. all. (2012). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press
Sugiyono. (2013). Merode Pelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta Sumantri, Mohammad Syarif. (2015). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers Suprijono, Agus. (2012). Cooperative Learning. Surabaya: Pustaka Belajar.
Susanto, Ahmad (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana.
69 Unais Mabruroh, Diah Sunarsih, dan Atikah Mumpuni (2020). Analisis Kesulitan Belajar
Muatan Matematika Kelas IV SD Tahfidzul Qur’an Darul Abror. Jurnal Ilmiah Kontekstual Volume 2, No. 01, Agustus 2020, p. 58-68. ISSN: 2715-3142 (media online). On line di http://jurnal.umus.ac.id/index.php/kontekstual
Untari, E. (2013). Diagnosis Kesulitan Belajar Pokok Bahasan Pecahan Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Media Prestasi, 12(2), 1 – 8. Retrieved from http://jurnal.stkipngawi.ac.id/index.php/mp/article/view/28/0
Van Nes, F. (2009). Young Children’s Spatial Structuring Ability and Emerging Number Sense. Unpublished Dissertation of Freudenthal Institute for Science and Mathematics Education, Faculty of Science. The Netherlands: Utrecht University.
70
71
KISI-KISI KEMAMPUAN Mata Pelajaran : Matematika
Kelas IV
Pokok Bahasan : Bangun Ruang Jumlah Soal : 5 (Lima)
Waktu : 2 x 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami dan Mengenal bentuk-bentuk bangun ruang balok dan Kubus
No Kompetensi dasar
Pokok
Bahasan Indikator soal
Nomor soal
Jumlah Soal 1 Menentukan
sifat dan unsur bangun ruang
menggunakan dalam
pemecahan soal
Bangun ruang
1. siswa dapat menuliskan sifat- sifat bangun ruang, balok, dan kubus
2. siswa dapat menuliskan dan menggambar sesuai sifat-sifat bangun ruang yang diberikan 3. siswa dapat
menggambarkan dan membuat jaring-jaring kubus balok 4. Siswa dapat
menentukan luas permukaan dan volume kubus dan balok
2
1
3
4 dan 5
1
1
1
2
72
TES KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA Nama : . . .
NIS : . . . Kelas : . . . Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Gambarlah bangun ruang kubus dan balok!
2. Berapakah titik sudut, rusuk, dan sisi pada kubus dan balok?
3. Gambarlah 2 contoh jaring-jaring kubus!
4. Hitunglah luas permukaan dan volume kubus jika diketahui panjang rusuknya 8 cm !
5. Sebuah balok berukuran panjang 18 cm, lebar 12 cm, dan tinggi 8 cm. Hitunglah luas permukaan dan volume balok !
73 KUNCI JAWABAN TES KEMAMPUAN
No Jawaban Skor
1.
Kubus Balok
4
2.
4
Titik sudut Rusuk Sisi
Kubus 8 12 6
Balok 8 12 6
3. contoh aring-jaring kubus, yaitu:
4
74
4. Dik. Panjang Rusuk= 8 cm
Dit. Hitunglah Luas permukaan dan volume kubus?
penyelesaian:
Luas permukaan kubus = 6s 2
= 6 x 8 2
= 6 x 64
= 384 cm 2 Volume kubus = s3
= 63
= 6 x 6 x 6
= 216 cm 3
4
5
Dik .P = 18 cm L = 12 cm T = 8 cm
Dit . hitunglah luas permukaan dan volume balok?
Penyelesaian:
Luas permukaan balok = 2 (pl + pt + lt)
= 2 (18 x12 +18 x 8 + 12 x 8)
= 2(216 + 144 + 96 )
= 2 x 456
= 912
Jadi luas permukaan balok adalah 912 cm 2 Volume balok = ... ?
V =
p x l x t V =
18 x 12 x 8 V = 1728 cm 34
75
Keterangan Bobot Skor Penilaian
No.soal keterangan skor
Soal 1 Siswa tidak dapat menggambarkan sketsa kubus dan
balok 0
Siswa menggambarkan sketsa kubus dan balok dengan tidak tepat
1 Siswa hanya menggambarkan 1 sketsa bangun ruang
dengan tepat
2 Siswa menggambarkan sketsa kubus dan balok dengan
tepat dan benar
4 Soal 2 Siswa tidak dapat menuliskan jumlah titik sudut, rusuk,
dan sisi pada kubus dan balok
0 Siswa menuliskan jumlah titik sudut, rusuk, dan sisi
pada kubus dan balok dengan tidak tepat
1 Siswa hanya menuliskan jumlah titik susdut, rusuk,
dan sisi dari salah satu bangun ruang kubusdan balok 2 Siswa menuliskan jumlah titik sudut, rusuk, dan sisi
pada kubus dan balok dengan tepat dan benar 4 Soal 3 Siswa tidak dapat menggambarkan jaring-jaring kubus 0
Siswa menggambarkan jaring-jaring kubus dengan tidak tepat
1 Siswa hanya menggambarkan 1 jaring-jaring kubus
dengan tepat
2 Siswa menggambarkan jarring-jaring kubus dengan
tepat dan benar
4 Soal 4
dan 5
Siswa tidak membuat model matematika dari soal yang
diberikan 0
Siswa mampu membuat model matematika dari soal
yang diberikan tetapi belum tepat 1
Siswa mampu membuat model matematika dari soal yang diberikan dengan tepat tanpa memberikan penjelasan
2
Siswa mampu membuat model matematika dari soal yang diberikan dengan tepat tetapi ada kesalahan dalam penjelasan
3
Siswa mampu membuat model matematika dari soal yang diberikan dengan tepat dan memberi penjelasan yang benar
4
76 ANGKET SISWA
Nama : ………
Kelas : ………
NIS : ………
PETUNJUK PENGISIAN SKALA
Dibawah ini terdapat sejumlah pernyataan yang berkaitan dengan diri ada sehari-hari.
Anda diminta untuk memberikan pendapat mengenai pernyataan yang ada, dengan cara memilih salah satu dari empat alternatif jawaban yang tersedia.
Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling sesuai dengan diri anda, dengan cara memberikan tanda ( X ) pada kotak yang tersedia. Adapun pilihannya sebagai berikut:
SS : Jika anda sangat setuju dengan pernyataan S : Jika anda setuju dengan pernyataan
TS : Jika anda tidak setuju dengan pernyataan
STS : Jika anda sangat tidak setuju dengan pernyataan.
Jawablah semua pernyataan yang ada, jangan sampai ada yang terlewatkan.Semua jawaban anda adalah benar.Jawaban yang salah adalah apabila anda menjawab tidak jujur/membohongi diri anda sendiri.
SEMANGAT..!!
No Pernyataan SS S TS STS
1 Guru melakukan pesiapan sebelum memulai pelajaran matematika 2 Guru memberikan kalimat pengantar terkait dengan materi
sebelum menyampaikan materi
3 Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari sebelum memulai pelajaran matematika
4 Saya menganggap matematika itu menyenangkan
5 Tiap belajar matematika saya merasa tidak pernah bosan 6 Saya tidak sulit memahami materi bangun ruang
7 Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar materi bangun ruang
8
Guru membagi saya dalam kelompok untuk belajar bersama sehingga tidak ada yang mengalami kesulitan dalam memahami materi bangun ruang
9 Guru memberikan remedial, jika ada siswa yang mengalami kesulitan belajar materi bangun ruang
77
10 Guru memberikan kegiatan pengulangan bahan materi bangun ruang (pengayaan) bagi siswa yang kesulitan
11
Guru memberikan motivasi belajar, mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik agar tidak mengalami kesulitan belajar materi bangun ruang
12 Saya dibiasakan oleh guru saling membantu teman jika ada teman yang menemukan kesulitan dalam belajar kelompok
13
Guru saya memberikan contoh soal yang mudah dipahami sehingga saya tidak mengalami kesulitan belajar materi bangun ruang
14 Suasana kelas yang bagus membuat saya semangat dan tidak mengalami kesulitan dalam belajar
15 Guru selalu memberi tugas individu dan kelompok yang tidak sulit untuk diselesaikan
78
Dokumentasi
1. Adelia Ramadani Asnur
79
2. Iftita Warafa’ni
80
3. Arham Al-Hafis
81
4. A. Riski Jahari
82
5. rista cahaya fitri
83
FOTO PELAKSANAAN PENELITIAN
Peneliti mewawancarai guru kelas IV SDN No 138 Basokeng Kabupaten Bulukumba
Peneliti membagikan instrumen kepada siswa untuk dikerjakan
84
85
86
Peneliti mewawancarai Siswa kelas IV SDN No 138 Basokeng Kabupaten Bulukumba
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98