• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Tabel 4.7

Uji Signifikansi Secara Simultan

F Sig. Keterangan

Regression 6,440 0,003 Signifikan

(Sumber : Data Output SPSS)

Berdasarkan tabel 4.7 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003 yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel independen yang digunakan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.

dengan kondisi perusahaan. KAP big four diyakini mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang lebih baik dalam memutuskan pemberian opini sehubungan dengan kelangsungan hidup suatu perusahaan, karena KAP yang berafiliasi dengan big four kualitas auditnya sudah terjamin oleh pengalamannya dalam mengaudit yang sudah mendunia. Auditor yang bekerja pada afiliasi KAP big four memiliki pertimbangan yang lebih baik. KAP non big four atau KAP kecil kualitasnya tetap sama baiknya dengan KAP big four, yang menjadi perbedaan adalah jumlah auditor KAP big four yang lebih banyak, pengalaman audit yang sudah mendunia dan pengakuan internasional.

Dalam hal ini audit dikatakan berkualitas apabila dapat memberikan pernyataan audit sesuai dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya dan banyak perusahaan yang menggunakan jasa auditor tersebut. Opini audit going concern dikeluarkan karena auditor menemukan suatu keraguan atas kelangsungan hidup perusahaan, jadi ada hubungan antara kualitas audit dengan opini audit going concern,.

Auditor akan mengeluarkan pendapat audit dengan melihat dari KAP yang digunakan apakah masuk dalam big four atau tidak, dan juga sesuai dengan penemuan audit yang telah dilakukan dan standar yang telah ditetapkan.

Auditor yang memiliki reputasi baik akan cenderung untuk mempertahankan kualitas auditnya agar reputasinya terjaga dan tidak kehilangan klien. Auditor yang memiliki banyak klien dalam industri yang sama akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang risiko audit khususnya yang mewakili industri tersebut. KAP yang besar

menyediakan mutu audit yang lebih tinggi dibanding KAP kecil yang belum mempunyai reputasi. Okeh karena itu, KAP besar akan lebih berani mengeluarkan opini audit going concern jika memang ditemukan masalah pada perusahaan yang diaudit. Auditor skala besar lebih cenderung untuk mengungkapkan masalah-masalah yang ada, karena mereka lebih mampu menghadapi proses pengadilan, yang berarti auditor skala besar memiliki dorongan lebih untuk mendeteksi dan melaporkan masalah going concern kliennya. Semakin tinggi reputasi seorang auditor maka akan semakin besar pula kemungkinan auditor tersebut untuk menerbitkan opini audit going concern.

Dalam artian semakin besar KAP, maka auditor semakin berpengalaman karena jumlah klien yang lebih banyak. Jika auditor lebih berpengalaman dalam mengaudit perusahaan, auditor akan lebih berhati-hati dalam melakukan proses audit, sehingga auditor akan lebih mampu mengetahui apabila kelangsungan hidup perusahaan tersebut menghawatirkan dan tidak akan ragu untuk memberikan opini audit going concern.

Hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lydia Minerva dkk (2020) dan Syamsuri Rahim (2016) yang menunjukkan bahwa kualitas audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap opini audit going concern. Sejalan dengan teori agensi, dimana perusahaan sebagai prinsipal akan mengharapkan hasil opini audit yang terbaik dari auditor (agen). Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Turnip (2018), Lumbantoruan (2018) dan Ginting dkk (2020) yang menemukan bahwa

kualitas audit berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap opini audit going concern.

2. Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern

Berdasarkan hasil dari analisis regresi linear berganda, dapat dilihat bahwa kondisi keuangan perusahaan menunjukkan nilai koefisien negatif sebesar 0,034 dengan tingkat signifikan (Sig.) sebesar 0,526 yang berarti lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka kondisi keuangan perusahaan tidak berpengaruh dan hipotesis kedua (H2) tidak didukung atau ditolak. Dalam artian kondisi keuangan perusahaan yang diukur dengan Revised Altman tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.

Kondisi keuangan merupakan hasil dari kinerja suatu perusahaan. Kondisi keuangan ini menunjukkan bagaimana keadaan perusahaan yang sesungguhnya, apabila manajemen menghadapi masalah keuangan ataupun ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Dalam menghadapi masalah tersebut manajemen seringkali mencoba menyembunyikan informasi kondisi keuangan yang sebenarnya, sehingga akan menyebabkan munculnya kemungkinan pihak agen untuk melakukan kecurangan atau manipulasi atas informasi laporan keuangan yang akan disampaikan kepada principal.

Tidak berpengaruhnya kondisi keuangan perusahaan terhadap opini audit going concern dikarenakan kondisi keuangan perusahaan tidak dapat dijadikan satu-satunya pertimbangan oleh seorang auditor

untuk mengeluarkan opini audit going concern, karena perusahaan besar belum tentu tidak mendapatkan opini going concern dari auditor dan juga perusahaan yang besar belum tentu dapat menyelesaikan masalah dalam kesulitan keuangannya. Kondisi keuangan tidak meningkatkan kemungkinan perusahaan dalam menerima opini audit going concern.

Penelitian ini memberikan tambahan bukti empiris bahwa tidak ditemukannya fakta mengenai kondisi keuangan perusahaan yang digunakan oleh auditor sebagai satu pertimbangan untuk memberikan opini going concern. Hal ini terjadi karena pertumbuhan aktiva perusahaan tidak diikuti dengan kemampuan auditee untuk meningkatkan saldo laba nya. Penelitian ini menggunakan Altman Z- score yang dianggap dapat mewakili kondisi keuangan perusahaan karena dapat mendeskripsikan kemampuan perusahaan baik dalam menyelesaikan kewajibannya maupun kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan aktiva yang dimiliki.

Hasil pengujian regresi linear berganda menolak H2 karena tidak terbukti secara signifikan sehingga dapat dinyatakan bahwa kondisi keuangan perusahaan tidak meningkatkan kemungkinan perusahaan menerima opini audit going concern. Kondisi ini terjadi ketika auditor mempertimbangkan faktor lain, seperti kondisi ekonomi atau pertumbuhan perusahaan.

Hasil dari penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Akrimi (2018) dan Jalil (2019) yang menemukan bahwa

kondisi keuangan perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap opini audit going concern.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh kualitas audit dan kondisi keuangan perusahaan terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019 maka dapat disimpulkan bahwa kualitas audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2017-2019. KAP skala besar atau KAP big four lebih mampu mengungkapkan tingkat kelangsungan hidup perusahaan dibandingkan dengan KAP yang berskala kecil karena tingkat independensi KAP big four lebih tinggi dibandingkan dengan KAP yang berskala kecil.

Kondisi keuangan perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2017-2019.

Tidak berpengaruhnya kondisi keuangan perusahaan dikarenakan kondisi keuangan perusahaan tidak dapat dijadikan satu-satunya pertimbangan oleh seorang auditor untuk mengeluarkan opini audit going concern, karena perusahaan belum tentu tidak mendapatkan opini going concern dari auditor dan juga perusahaan yang besar belum tentu dapat menyelesaikan masalah dalam kesulitan keuangannya.

80

Kualitas audit dan kondisi keuangan perusahaan berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2017-2019.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk mengembangkan penelitian ini agar menjadi lebih baik lagi, bagi peneliti dimasa yang akan datang, terdapat beberapa saran dari peneliti adalah sebagai berikut :

1. Bagi perusahaan terutama yang mengalami kondisi financial distress, apabila perusahaan telah diprediksi bangkrut, maka diharapkan dapat memberi dorongan dan stimulasi bagi perusahaan agar dapat melakukan tindakan-tindakan perbaikan sesuai rencana manajemen yang telah ditetapkan, agar perusahaan dapat keluar dari kondisi financial distress.

2. Bagi stakeholder agar lebih dini mengenali tanda-tanda going concern dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan sehingga dapat mengambil kebijakan sedini mungkin serta memperhatikan lagi faktor- faktor lain diluar model penelitian dalam setiap pengambilan keputusan strategis demi meminimalisir potensi kebangkrutan perusahaan.

3. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menambah atau mempertimbangkan kembali variabel-variabel lainnya yang diperkirakan dapat mempengaruhi opini audit going concern, menambah jumlah tahun pengamatan, dan menambah objek penelitian guna untuk

meningkatkan pengetahuan mengenai opini audit going concern di Indonesia.

C. Keterbatasan Penelitian

Setelah melakukan analisis data dan interpretasi hasil data, masih terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, antara lain :

1. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya mencakup perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia di BEI saja sehingga belum bisa melihat kemungkinan terjadinya opini audit going concern dalam lingkup yang lebih luas.

2. Periode pengamatan yang terbatas hanya tiga tahun yaitu 2017 sampai dengan 2019, sehingga periode waktu yang terbatas tentunya mempengaruhi hasil penelitian ini.

3. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini hanya dua variabel yang dijadikan sebagai prediksi dapat mempengaruhi opini audit going concern yakni kualitas audit dan kondisi keuangan perusahaan.

Variabel-variabel lain yang mungkin berpengaruh juga terhadap opini audit going concern tidak diuji dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Adhityan, Okky. 2018. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas, dan Solvabilitas Terhadap Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016”. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta

Aiisiah, Nurul. 2012. “Pengaruh Kualitas Audit, Kondisi Keuangan Perusahaan, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Pertumbuhan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kecenderungan Penerimaan Opini Audit Going Concern”. Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang

Akbar, Rivaldi, dan Ridwan. 2019. “Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, dan Reputasi KAP Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern pada Perushaan Pertanbangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), Vol. 4(2), 286-303

Akrimi, M Sayyid. 2019. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perushaan, Kondisi Keuangan Perusahaan, dan Opini Audit Tahun Sebelumnya Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI 2016-2018)”.

Skripsi, Universitas Negeri Sultan Sayrif Kasim Riau, Riau

Alichia, Yashinta Putri. 2013. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan dan Opini Audit Tahun Sebelumnya Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Skripsi, Universitas Padang, Padang

Anita, Widya F. 2017. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. JRKA. Vol. 3

Dura, Justita dan M Nuryatno. 2015. “Pengaruh Debt Default, Kualitas Audit, Opini Audit Tahun Sebelumnya, dan Audit Lag Terhadap Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti (e-Journal), Vol. 2(2), 145-160

Fitria, Nada, dan Sari Atmini. 2020. “Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Masa Perikatan Audit, dan Reputasi Auditor Terhadap Opini Audit Going Concern

Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Edisi 9. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

83

Ginting, Wenny Anggeresia, dkk. 2020. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018”. JEMMA (Jurnal of Economic, Management, and Accounting), Vol. 3(2), 96-102

Jalil, Muhammad. 2019. “Pengaruh Kondisi Keuangan dan Solvabilitas Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI). Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 8(1), 52-62

Khotimah, Oktaviani Rizqi Khusnul. 2015. “Pengaruh Kualitas Audit, Kondisi Keungan Perusahaan, Opini Audit Tahun Sebelumnya dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011-2013). Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta

Kurniawan, Angga P. 2019. “Pengaruh Kualitas Audit, Profitabilitas, Opini Audit Tahun Sebelumnya, dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI 2014-2018)”. Skripsi.

Universitas Muhammadiyah Magelang, Magelang

Maretta, Anis L, Rispantyo, dan Djoko K. 2020. “Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Kasus pada Perusahaan Pertambangan Subsektor Industri Batu Bara di Bursa Efek Indonesia Tahun Indonesia 2015- 2018).

Minerva, Lydia, dkk. 2020. “Pengaruh Kualitas Audit, Debt Ratio, Ukuran Perushaan dan Audit Lag Terhadap Opini Audit Going Concern”.

Riset & Jurnal Akuntansi, Vol. 4(1), 254-266

Munir, Misbakhul. 2015. “Pengaruh Kualitas Audit, Kondisi Keuangan, Opini Audit Tahun Sebelumnya, dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Pengungkapan Opini Audit Going Concern”. Skripsi, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Kediri

Oktaviani, Eni. 2019. ”Pengaruh Kompetensi, Time Budget Pressure, dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada 10 Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung”. Skripsi. Universitas Komputer Indonesia, Bandung

Rani & Nayang H. 2020. Pengaruh Kualitas Audit, Pertumbuhan Perusahaan, dan Opinion Shopping Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan dan Sub Sektor Transportasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018). Jurnal Eksplorasi Akuntansi. Vol. 2, no. 4

Sari, Anna Indrakila. 2012. “Pengaruh Kualitas Audit, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Ukuran perusahaan, dan Kepemilikan Perusahaan

Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern”. Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang

Sopian, Dani & Nida R.R. 2016. Pengaruh Kualitas Audit, Opinion Shopping, Kondisi Keuangan Perusahaan Terhadap Penerimaan Audit Going Concern. Forum Keuangan dan Bisnis V

Subarkah, Johny, dan M Hasan Ma’ruf. 2020. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Auditor Dalam Memberikan Opini Going Concern BEI Tahun 2014-2017”. Edunomika, Vol. 4 (1), 20-30

Surbakti, Meliyanti Yosephine. 2011. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Perushaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)”. Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang

Susanti, Ferlita W. 2020. “Pengaruh Kualitas Audit, Pertumbuhan Perusahaan, Debt Default, Opini Audit Tahun Sebelumnya dan Return On Asset Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern (Studi pada Perusahaan Sub Sektor Industri dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2016 sampai 2018)”.

Skripsi. Universitas Pancasakti Tegal, Tegal

Tandiontong, M. 2016. Kualitas Audit dan Pengukurannya. Cetakan Kesatu.

Bandung: Alfabeta

Turnip, Ditha Roselyni. 2018. “Pengaruh Kualitas Audit, Kondisi Keuangan Perusahaan, Opini Audit Tahun Sebelumnya, dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013- 2016”. Skripsi, Universitas Sumatera Utara, Medan

Tyas, K.S. 2018. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2015. Simki-Economic. Vol. 2, No. 3

Yulianto, Bambang Tutuko, dan Meita Larasati. 2020. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Auditor Dalam Memberikan Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Tambang dan Agriculture yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018”. Jurnal Ekonomi Akuntansi, Vol, 5(2), 29-40.

Yusriwarti & Mariyani. 2019. Pengaruh Kondisi dan Kualitas Audit Terhadap Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

Vol. 8, No. 2 https://www.sahamok.net www.idx.co.id

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

Sample Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

No. Kode Perusahaan Nama Perusahaan

1. INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 2. SMBR PT Semen Baturaja (Persero) Tbk 3. WSBP PT Waskita Beton Precast Tbk.

4. WTON Wijaya Karya Beton

5. ARNA Arwana Citramulia Tbk

6. ALKA Alakasa Industrindo Tbk

7. BTON Betonjaya Manunggal Tbk

8. LION Lion Metal Works Tbk

9. PICO Pelangi Indah Canindo Tbk

10. AGII PT Aneka Gas Industri Tbk 11. BUDI PT Budi Starch & Sweetener Tbk 12. EKAD Ekadharma International Tbk 13. INCI Intanwijaya Internasional Tbk

14. SRSN Indo Acidatama Tbk

15. AKPI Argha Karya Prima Ind. Tbk 16. IGAR Champion Pacific Indonesia Tbk

17. MAIN Malindo Feedmill Tbk

18. ALDO Alkindo Naratama Tbk

19. FASW Fajar Surya Wisesa Tbk

20. KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk

21. SPMA Suparma Tbk

LAMPIRAN 2 Data Sampel Penelitian

No. Nama

Perusahaan Tahun KA KKP OAGC

1 INTP 2017 1 3.920198713 0

2018 1 4.598164507 0

2019 1 4.674846383 0

2 SMBR 2017 0 2.933096431 1

2018 0 3.393601036 1

2019 0 3.444373105 1

3 WSBP 2017 1 2.358883761 0

2018 0 2.835694793 0

2019 0 3.113270544 0

4 WTON 2017 0 3.299022561 1

2018 0 3.349736097 1

2019 0 3.45510347 1

5 ARNA 2017 1 2.6850216 1

2018 1 2.97236061 1

2019 1 3.030088524 1

6 ALKA 2017 1 5.778439144 0

2018 1 5.837674504 0

2019 1 5.925277217 0

7 BTON 2017 1 3.98971144 1

2018 1 4.303314736 1

2019 1 4.282181024 1

8 LION 2017 0 2.24048233 0

2018 0 2.466841453 0

2019 0 2.33659566 0

9 PICO 2017 0 2.539746409 0

2018 0 1.435539786 0

2019 0 1.115460465 0

10 AGII 2017 0 2.87428725 0

2018 0 2.805384049 0

2019 0 2.797265717 0

11 BUDI 2017 1 2.282589368 1

2018 1 2.349898411 1

2019 1 2.492321545 1

12 EKAD 2017 1 3.882470164 1

2018 1 4.258216594 1

2019 1 4.874505491 1

13 INCI 2017 0 3.752450222 0

2018 0 3.425129209 0

2019 0 3.711716048 0

14 SRSN 2017 0 1.907715551 0

2018 0 2.384291569 0

2019 0 2.284718679 0

15 AKPI 2017 1 1.173589899 1

2018 1 1.23862334 1

2019 1 1.370225997 1

16 IGAR 2017 1 4.391821905 1

2018 1 4.756267407 1

2019 1 5.226163848 1

17 MAIN 2017 1 1.8982441 0

2018 1 2.407556178 0

2019 1 2.296793056 0

18 ALDO 2017 0 2.246355756 0

2018 0 2.556695458 0

2019 0 2.345634174 0

19 FASW 2017 1 3.363517495 0

2018 1 3.754675136 0

2019 1 3.629101287 0

20 KDSI 2017 0 2.359707898 0

2018 0 2.416877256 0

2019 0 2.707710764 0

21 SPMA 2017 1 1.713755978 1

2018 1 2.0241569 1

2019 1 2.105570675 1

LAMPIRAN 3

Output Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Kualitas Audit 63 0 1 .54 .502

Kondisi Keuangan Perusahaan 63 1.12 5.93 3.0854 1.14585

Opini Audit Going Concern 63 0 1 .43 .499

Valid N (listwise) 63

LAMPIRAN 4 Output Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta

Toleranc

e VIF

1 (Constant) .300 .168 1.779 .080

Kualitas Audit .435 .122 .438 3.557 .001 .906 1.104

Kondisi Keuangan Perusahaan

-.034 .054 -.079 -.638 .526 .906 1.104

a. Dependent Variable: Opini Audit Going Concern

LAMPIRAN 5 Output Uji Hipotesis 1. Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) .300 .168 1.779 .080

Kualitas Audit .435 .122 .438 3.557 .001

Kondisi Keuangan Perusahaan

-.034 .054 -.079 -.638 .526

a. Dependent Variable: Opini Audit Going Concern

2. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Square)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .420a .177 .149 .460

a. Predictors: (Constant), Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Audit

3. Uji t (Uji Parsial)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) .300 .168 1.779 .080

Kualitas Audit .435 .122 .438 3.557 .001

Kondisi Keuangan Perusahaan

-.034 .054 -.079 -.638 .526

a. Dependent Variable: Opini Audit Going Concern

4. Uji F (Simultan)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2.727 2 1.363 6.440 .003b

Residual 12.702 60 .212

Total 15.429 62

a. Dependent Variable: Opini Audit Going Concern

b. Predictors: (Constant), Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Audit

LAMPIRAN 6

SURAT BALASAN PENELITIAN

LAMPIRAN 7

SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIAT

LAMPIRAN 8 BIOGRAFI PENULIS

Nurwahida, panggilan Wahida lahir di Segeri pada tanggal 25 Mei 1999 dari pasangan suami istri Bapak Haris dan Ibu Haedar. Peneliti adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Peneliti sekarang bertempat tinggal di Jalan Sultan Alauddin 2 Lr. 2 No. 21, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pendidikan yang ditempuh oleh peneliti yaitu SD Negeri 2 Serui lulus pada tahun 2011, MTs DDI Segeri lulus tahun 2014, SMA Negeri 2 Pangkep lulus tahun 2017 dan mulai tahun 2017 mengikuti Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan sekarang. Sampai dengan penulis skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa Program S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dokumen terkait