PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penelitian Kurniawan AP (2019) dan Turnip DR (2018) menyatakan bahwa kualitas audit tidak berpengaruh terhadap pernyataan kelangsungan usaha. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Subarkah J, dkk (2020) menyatakan bahwa kondisi keuangan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit going concern. Sedangkan penelitian Jalil M (2019) menunjukkan bahwa kondisi keuangan berpengaruh terhadap penerimaan audit kontinuitas.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan teori di Indonesia khususnya mengenai permasalahan audit going concern. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman yang nantinya dapat dijadikan referensi bagi pembaca mengenai permasalahan terkait laporan audit going concern. Sedangkan bagi perguruan tinggi, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa dan sebagai bahan referensi untuk penelitian serupa di masa yang akan datang mengenai kelangsungan hidup yang telah diteliti dalam penelitian ini.
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Teori Agensi (Agency Theory)
- Auditing
- Opini Audit
- Going Concern
- Opini Audit Going Concern
- Kualitas Audit
- Kondisi Keuangan Perusahaan
Menurut Argiyanti (2019), opini audit merupakan opini dari hasil analisis bukti audit tentang kewajaran informasi dalam laporan keuangan yang telah diaudit. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa opini audit merupakan pernyataan auditor dari hasil analisis bukti audit tentang kewajaran laporan keuangan yang telah diaudit. Berdasarkan definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kualitas audit adalah suatu proses yang berkaitan dengan kemampuan auditor dalam melakukan inspeksi, mendeteksi, mengidentifikasi dan melaporkan pelanggaran yang dilakukan klien, serta menyatakan pendapat atas kewajaran laporan akuntansi yang disusun oleh manajemen.
Penelitian Terdahulu
Sedangkan rasio hutang dan audit delay tidak berpengaruh terhadap pernyataan audit going concern perusahaan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa likuiditas, kualitas audit, dan laporan auditor tahun lalu tidak membuahkan hasil. Kualitas audit, gagal bayar utang, dan pertumbuhan perusahaan tidak berdampak signifikan terhadap penerimaan perusahaan terhadap pernyataan kelangsungan usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kondisi keuangan, pertumbuhan perusahaan dan default utang tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern. kualitas audit, kondisi keuangan, pertumbuhan perusahaan, gagal bayar hutang dan opini audit tahun sebelumnya. signifikan untuk opini audit kelangsungan usaha.
Kerangka Konseptual
Hipotesis
Hasil penelitian Sari (2018) dan Minerva et al (2020) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI menunjukkan bahwa kualitas audit berpengaruh terhadap kesimpulan audit terhadap kelangsungan usaha. Dan penelitian Elly (2018) menunjukkan bahwa kualitas audit berpengaruh positif terhadap kesimpulan audit going concern. Tingkat kesehatan suatu perusahaan dapat dilihat dari kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu. Jika kondisi keuangan baik, auditor tidak akan menerbitkan laporan audit going concern.
Perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan adalah perusahaan yang sedang mengalami kondisi keuangan yang buruk atau memburuk. Ketika suatu perusahaan mengalami kondisi keuangan yang buruk, kemungkinan besar perusahaan tersebut akan menerima opini audit berkelanjutan karena terdapat tanda-tanda kesulitan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya. Kaitannya dengan teori keagenan yang menjelaskan bahwa salah satu tanda yang akan diperhatikan oleh seorang auditor ketika memberikan opini audit going concern.
Salah satu hal yang dilakukan prinsipal untuk mengevaluasi kinerja agennya adalah audit oleh auditor yang profesional dan independen. Penelitian yang dilakukan oleh Akrimi (2018), Jalil (2019) dan Maretta dkk (2020) menunjukkan bahwa kondisi keuangan berpengaruh terhadap opini audit terhadap kelangsungan usaha.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
- Variabel Dependen
- Variabel Independen
- Populasi dan Sampel
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Metode Pengumpulan Data
- Metode Analisis Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Pengujian Hipotesis
Dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Kualitas Audit dan Kondisi Keuangan Perusahaan Terhadap Opini Audit Kontinuitas pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Indonesia. Dalam artian kondisi keuangan perusahaan yang diukur dengan Altman revisi tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit kedepannya. Kondisi keuangan perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap opini audit berjalan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2017-2019.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Korporasi Berkelanjutan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi opini audit perusahaan yang sedang berjalan pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018.” Pengaruh kondisi keuangan dan solvabilitas terhadap opini audit perusahaan yang sedang berjalan (studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI).
Pengaruh kualitas audit, pertumbuhan perusahaan dan opinion shopping terhadap penerimaan opini audit going concern (studi empiris pada perusahaan pertambangan dan sub sektor sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2014-2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Terhadap Going Concern (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia). Faktor-faktor yang mempengaruhi opini audit perusahaan yang sedang berlangsung pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2013-2015.
Pengaruh kondisi audit dan kualitas opini audit dalam menjalankan operasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Perusahaan ini didirikan pada tanggal 16 Januari 1985 yang merupakan hasil penggabungan 6 perusahaan yang menghasilkan sebuah perusahaan semen dengan 8 pabrik sejak tahun 1975. Pelangi Indah Canindo (IDX : PICO) didirikan pada tanggal 26 September 1983 dan pada tahun 1984 dengan operasi komersial dimulai. PT Aneka Gas Industri (IDX: AGII) didirikan pada tanggal 21 September 1971 dan mulai beroperasi secara komersial segera setelah didirikan.
Ekadharma International (IDX : EKAD) dahulunya Ekadharma Tape Industries didirikan pada tanggal 20 November 1981 dengan nama PT Eka Dharma Widya Grophika dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1981. Intanwijaya Internasional (IDX : INCI) yang dahulu bernama Intan Wijaya Chemical Industry didirikan pada tanggal 14 November 1981 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1987. Champion Pacific Indonesia (IDX : IGAR) yang dahulu bernama PT Kageo Igar Jaya didirikan pada tanggal 30 Oktober 1975 dengan nama PT Igar Jaya dan memulai kegiatan usaha komersialnya. pada tahun 1977.
Alkindo Naratama (IDX: ALDO) didirikan pada tanggal 31 Januari 1989 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989. Fajar Surya Wisesa (IDX : FASW) didirikan pada tanggal 13 Juni 1987 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989. Kedawung Setia Industrial (IDX : KSDI ) didirikan pada tanggal 9 Januari 1973 dengan nama PT Kedaung Setia industrial Ltd.
Suparma (IDX: SPMA) didirikan pada tanggal 25 Agustus 1976 dengan nama PT Supar Inpama dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan April 1978.
Hasil Analisis Data
- Analisis Statistik Deskiptif
Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji multikolinearitas, dimana pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam model regresi. Berdasarkan tabel diatas, hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh variabel independen mempunyai nilai toleransi sebesar 0, sedangkan nilai VIF berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan nilai VIF sebesar 0. Uji koefisien determinasi digunakan untuk menjelaskan seberapa besar variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen.
Jika koefisien determinasi (R2) mendekati 1 berarti variabel independen dapat memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Berdasarkan tabel 4.5 terlihat nilai koefisien determinasi yang terlihat dari nilai adjust R square sebesar 0,149 yang berarti kemampuan variabel independen yaitu kualitas audit dan kondisi keuangan perusahaan dalam menjelaskan variabel dependen yaitu opini audit saat ini. Uji t dilakukan dengan tujuan untuk menguji secara parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel independen.
Jika nilai probabilitas (Sig.) < 0,05 maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen secara bersamaan. Idealnya jika nilai probabilitas (Sig.) > 0,05 maka variabel independen sekaligus tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil pengujian pengaruh variabel independen terhadap variabel independen secara simultan dapat dilihat pada tabel berikut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang digunakan secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap opini audit pada perusahaan operasional.
Pembahasan Hasil Penelitian
Variabel lain yang mungkin juga mempengaruhi pernyataan audit going concern tidak diuji dalam penelitian ini. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas Dan Solvabilitas Terhadap Opini Audit Pada Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016”. Pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, kondisi keuangan perusahaan dan opini audit tahun-tahun sebelumnya terhadap opini audit perusahaan yang sedang berjalan (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
Pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya terhadap opini audit going concern (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia). “Pengaruh Debt Default, Kualitas Audit, Opini Audit Tahun Sebelumnya, dan Audit Backlog Terhadap Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. Pengaruh kondisi keuangan perusahaan, ukuran perusahaan, jangka waktu perikatan audit dan reputasi auditor terhadap opini audit operasional perusahaan.
Pengaruh kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya dan pertumbuhan perusahaan terhadap opini audit yang sedang berjalan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013). “Pengaruh Kualitas Audit, Debt Ratio, Ukuran Perusahaan, dan Audit Delay Terhadap Opini Audit Berkelanjutan”. Pengaruh kualitas audit, kondisi keuangan, opini audit tahun sebelumnya, dan pertumbuhan perusahaan terhadap pengungkapan opini audit berkelanjutan.”
Pengaruh kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya dan pertumbuhan perusahaan terhadap opini audit pada operasional perusahaan pertambangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh kualitas audit dan kondisi keuangan perusahaan terhadap opini audit yang sedang berjalan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 Periode -2019 dapat disimpulkan bahwa kualitas audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap opini audit berkelanjutan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2017-2019. KAP skala besar atau PAN big four lebih mampu mengungkap tingkat kelangsungan hidup perusahaan dibandingkan dengan PAN skala kecil karena derajat independensi PAN big four lebih tinggi dibandingkan dengan PD skala kecil. Hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan karena kondisi keuangan perusahaan tidak dapat menjadi satu-satunya pertimbangan seorang auditor dalam memberikan opini audit going concern karena belum tentu perusahaan dapat memperoleh opini going concern dari auditor dan juga perusahaan. perusahaan besar. belum tentu dapat menyelesaikan permasalahan dalam kesulitan keuangannya. .
Kualitas audit dan kondisi keuangan perusahaan secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi opini audit berjalan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2017-2019.
Saran
Keterbatasan Penelitian
“Pengaruh kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit pada tahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap kecenderungan menerima opini audit going concern”. Pengaruh kondisi keuangan perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan reputasi KAP terhadap penerimaan opini audit perusahaan operasional pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Indonesia pada tahun 2015-2017. Pengaruh kualitas audit, profitabilitas, opini audit tahun sebelumnya dan pertumbuhan perusahaan terhadap penerimaan opini audit going concern (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Kasus Pada Perusahaan Pertambangan Subsektor Industri Batubara Di Bursa Efek Indonesia Di Indonesia. Pengaruh Kualitas Audit, Pertumbuhan Perusahaan, Debt Default, Opini opini audit (Studi pada perusahaan subsektor industri dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan tahun 2018) dan Perusahaan Pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018" .