BAB V HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
56
اَم َّلَِا َّنُہَتَنۡیِز َنۡیِدۡبُی َلَ َو َّنُہَج ۡوُرُف َنۡظَف ۡحَی َو َّنِہِراَصۡبَا ۡنِم َن ۡضُض ۡغَی ِتٰنِم ۡؤُمۡلِّل ۡلُق َو ۡضَیۡل َو اَہۡنِم َرَہَظ
َنۡبِر
ِتَل ۡوُعُبِل َّلَِا َّنُہَتَنۡیِز َنۡیِدۡبُی َلَ َو ۪ َّنِہِب ۡوُیُج یٰلَع َّنِہِرُمُخِب َا َّنِہِئٓاَنۡبَا ۡوَا َّنِہِتَل ۡوُعُب ِءٓاَبٰا ۡوَا َّنِہِئٓاَبٰا ۡوَا َّنِہ
ِءٓاَنۡبَا ۡو
َکَلَم اَم ۡوَا َّنِہِئٓاَسِن ۡوَا َّنِہِت ٰوَخَا ۡۤۡیِنَب ۡوَا َّنِہِناَو ۡخِا ۡۤۡیِنَب ۡوَا َّنِہِناَو ۡخِا ۡوَا َّنِہِتَل ۡوُعُب َغ َنۡیِعِبٰ تلا ِوَا َّنُہُناَمۡیَا ۡت
یِلوُا ِرۡی
ُج ۡرَاِب َنۡبِر ۡضَی َلَ َو ۪ ِءٓاَسِّنلا ِت ٰر ۡوَع یٰلَع ا ۡوُرَہۡظَی ۡمَل َنۡیِذَّلا ِلۡفِّطلا ِوَا ِلاَجِّرلا َنِم ِۃَب ۡرِ ۡلَا ِف ۡخُی اَم َمَل ۡعُیِل َّنِہِل
ۡنِم َنۡی
َن ۡوُنِم ۡؤُمۡلا َہُّیَا اًعۡیِمَج ِ ٰ اللّ یَلِا ا ۡۤۡوُب ۡوُت َو ؕ َّنِہِتَنۡیِز ن ۡوُحِلۡفُت ۡمُکَّلَعَل
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung” (QS An Nur : 31).
Dimana Surat tersebut menjelaskan bahwa adanya pernyataan tegas kewajiban seorang perempuan muslimah menutupi semua perhiasannya. Dilarang untuk menampakkan aurat sedikitpun atau perhiasan di hadapan laki-laki yang bukan mahram, kecuali yang tampak tanpa kesengajaan. Apabila mereka
58
bersegera menutupnya tatkala menyadarinya, maka tak ada dosa diatas mereka (Al- albania : 2013).
Jilbab merupakan anjuran agama Islam untuk menutup aurat yang harus dilakukan oleh semua perempuan Muslim di dunia baik yang baik perilakunya maupun yang buruk perilakunya, baik yang kaya maupun yang tidak kaya, baik yang sakit maupun yang sehat ketika ia telah dewasa atau balig. Jilbab adalah pakaian yang berfungsi menutupi perhiasan perempuan dan auratnya, diantaranya adalah rambut, leher, dada dan bentuk tubuh. Dalilnya adalah Aisyah, ia mengatakan bahwa asma binti abu bakar masuk menemui Rasulullah S.A.W.
Sementara ia menggunakan pakaian yang tipis, Nabi berpaling darinya seraya berkata:
“Wahai asma, sesungguhnya apabila seorang perempuan sudah mencapai masa haid (balig) maka tidak boleh terlihat darinya kecuali ini (Wajah dan telapak tangan).” (HR. Abu Daud dan disahihkan al-Albany). (Hastina:
2017).
Adapun tujuan dari adanya perintah menggunakan hijab atau jilbab adalah untuk menutupi perhiasan perempuan. Maka tidaklah mungkin bila pakaian itu sendiri bisa menjadi perhiasan. Dengan demikian, sangat jelas bahwa jilbab merupakan sebuah anjuran yang sifatnya wajib untuk dilakukan oleh perempuan Muslim.
Di era modernisasi seperti sekarang ini, dunia fashion telah banyak mempengaruhi pola fikir, Gaya hidup dan perilaku, termasuk pada perempuan
berjilbab. Sebagian besar pola perilaku dan berfikir serta berpenampilan perempuan dipengaruhi hanya dengan melalui media Massa.
Perubahan Zaman yang ditandai dengan modernisasi ini adalah sebuah arus yang tidak mudah dibendung. Menurut “Wilbert E Moore” proses modernisasi diartikan sebagai transformasi total koeksistensi tradisional atau pra modérn dalam hal teknologi dan organisasi sosial terhadap pola ekonomi dan politik yang menjadi ciri Negara-negara Barat yang stabil. Adanya perubahan gaya hidup memiliki pengaruh yang penting bagi manusia. Gaya hidup modern berarti bukan lagi Gaya hidup seperti masa lampau namun menjadi Gaya hidup yang baru atau modern mengikuti perkembangan Zaman sekarang. Modernisasi yang merupakan salah satu faktor eksternal di tengah masyarakat, dan hal itu juga dirasakan oleh sebagian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Salah satu cirinya yaitu, adanya beragam Cara mahasiswa dalam menggunakan jilbab.
Jilbab biasa atau modern merupakan jilbab yang digunakan oleh kaum Muslim hanya sekedar menutupi yang sesuai dengan pengertian jilbab menurut alquran yang merupakan penutup secara umum. Jilbab panjang merupakan jilbab yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh tanpa memperlihatkan lekuk tubuh dan menutup dada dan terbuat dari bahan yang tebal.
Jilbab digunakan bukan hanya karena kewajiban umat Muslim melainkan sebagai fashion dan simbol saja. AU adalah salah satu informan yang menggunakan jilbab karena adanya dorongan dari dirinya sendiri dan mengikuti trend jilbab sebagai Gaya hidup di era modern. Dengan adanya fashion maka NL merasa semakin merasa percaya diri dalam menggunakan jilbab bergaya modern
60
karena banyak variasi. Dengan demikian jilbab digunakan di gunakan bukan karena anjuran agama melainkan adanya dorongan dan fashion.
Tidak sedikit juga mahasiswa yang menggunakan jilbab sesuai dengan anjuran agama islam yaitu menutup semua aurat tanpa memperlihatkan lekuk tubuh seperti yang dikatakan oleh informan NM, MA dan HI yang menggunakan jilbab sesuai anjuran islam yaitu jilbab syar ‘i. Jilbab syar ‘i yang dimaksud adalah menggunakan jilbab dan pakaian panjang yang menutupi semua lekuk tubuh, menutup kepala dan juga dada. Namun pada saat ini jilbab tidak hanya digunakan sebagai kewajiban dan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT tetapi jilbab yang digunakan mahasiswa sebagian karena tidak ingin ketinggalan Zaman dan tetap eksis di era modern.
2. Dampak positif dan negatif dari penggunaan jilbab sebagai gaya hidup perempuan modern pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar
Gaya hidup bagian dari kehidupan sosial sehari-hari yang telah menjadi trend yang semakin berubah ke arah suatu keniscayaan ketika di dalamnya media Massa juga turut berperan dan menjadi hal penting dalam membentuk pola budaya konsumtif. Gaya hidup konsumtif meliputi seluruh kelompok masyarakat termasuk mahasiswa. Mahasiswa merupakan sekelompok pemuda yang seharusnya mengisi waktunya dengan menambah pengetahuan, keterampilan dan keahlian serta mengisi kegiatan mereka dengan berbagai macam kegiatan positif.
Akan tetapi pergaulan dan fashion telah membentuk Gaya hidup mahasiswa.
Sebelum menjadi globalisasi dan modernisasi masih banyak mahasiswa yang
berorientasi ke masa depan dan jarang melakukan hal yang aneh. Berbeda dengan sekarang, mahasiswa berubah dalam hal berpakaian dan berpenampilan.
Modernisasi yang dilakukan mahasiswa masa kini cenderung mengikuti Gaya ke arah kebarat-baratan atau westernisasi. Dari penggunaan jilbab yang mengikut Gaya modern tersebut memberikan dampak yang nyata dan jelas pada mahasiswa itu sendiri.
Berbicara tentang dampak positif, selalu berdampingan dengan dampak negatif. Dan dalam penggunaan jilbab mengikut Gaya modern tersebut memilki dampak positif antara lain lebih modis dan mengikuti trend berpenampilan masa kini, dapat bersaing di era modern seperti sekarang dan semakin banyak yang menggunakan jilbab. Selain itu sangat menguntungkan bagi pengusaha pembuat jilbab dan pedagang jilbab itu sendiri. Namun disamping dampak positif terdapat dampak negatif yang sangat jelas sekali, yakni mahasiswa yang memakai jilbab tidak sesuai dengan anjuran agama, yang artinya tidak menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT, tidak menutupi aurat seperti yang diperintahkan, memperlihatkan dada, dan kadang leher pun bisa terlihat, membentuk lekukan tubuh , membuat yang bukan muhrim bisa memandangnya. Dan yang demikian itulah dilarang di dalam ajaran agama Islam, apalagi kampus Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan kampus bernuansa Islam.
Ada juga sebagian mahasiswa berjilbab yang bergaya modern di Universitas Muhammadiyah Makassar, sementara sebagian lagi mahasiswa yang sudah mengenakan jilbab panjang atau jilbab syar ‘i. Jilbab yang menutup dari kepala sampai kaki. Ada yang memakai jilbab karena kesadaran diri sendiri, ada
62
yang termotivasi dari lingkungan sekitar, ada yang berjilbab besar karena telah penempuh pengaderan Muhammadiyah yaitu DAD (Darul Arqam Dasar) jadi pemahaman dan kesadaran akan menutup aurat itu lebih bertambah. Adapun dampak positif dari penggunaan jilbab itu sendiri ialah menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT, dilindungi dari azab Allah SWT, terlindungi dari pelecehan, terhindar dari pandangan yang bukan muhrim, terhindar dari panas matahari dan kanker kulit. Adapun dampak negatifnya sendiri ialah bagi sebagian orang yang beranggapan bahwa yang mengenakan jilbab besar itu adalah bagian dari teroris yang suka membunuh dan menghancurkan. Namun pada kenyataannya teroris yang dimaksud demikian bukanlah dari golongan orang-orang Islam yang mencari keridaan Allah SWT. Itulah dampak positif dan negatif dari penggunaan jilbab, baik jilbab dengan Gaya modern maupun dengan mengikuti anjuran agama Islam.
Namun dampak positifnya lebih banyak ke jilbab syar ‘i daripada jilbab modern.
Melihat dari kondisi di lapangan, peneliti memilih menggunakan teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh Robert H. Lauer (Perspektif tentang perubahan sosial: 1993) mengatakan perubahan sosial adalah perubahan dalam segi fenomena sosial diberbagai tingkat kehidupan manusia mulai dari tingkat individual hingga tingkat dunia. Perubahan sosial merupakan fenomena yang dapat menembus ke berbagai tingkat kehidupan sosial. Hal ini terjadi karena keseluruhan aspek kehidupan terus berubah-ubah. Perubahan pada masyarakat di dunia ini merupakan gejala yang normal, yang pengaruhnya tentu menjalar dengan cepat ke bagian-bagian lain dari dunia, antara lain berkat adanya komunikasi modern.
Penemuan-penemuan baru diberbagai bidang, baik teknologi bahkan fashion menjadi revolusi modernisasi dan seterusnya yang terjadi di suatu tempat dengan mudah diketahui oleh masyarakat lain yang jaraknya jauh dari tempat tersebut.
Teori ini dianggap relevan dalam penelitian tentang penggunaan jilbab sebagai Gaya hidup perempuan modern (studi kasus mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar). Kaitan dengan teori ini yakni adanya perubahan Cara berjilbab dan berpakaian mahasiswa di UNISMUH Makassar dari waktu ke waktu mengikuti Gaya modern agar terlihat modis dan mengikuti trend. Dan ini terjadi karena dipengaruhi oleh Gaya berjilbab yang modern hingga ditingkat dunia.
Melalui lingkungan pergaulan hingga sosial media.
Selain teori perubahan sosial, peneliti juga mengambil teori modernisasi karena dianggap relevan di dalam penelitiannya tentang penggunaan jilbab sebagai Gaya hidup perempuan modern (studi kasus di Universitas Muhammadiyah Makassar). Dalam penelitian ini mengambil teori modernisasi oleh Koentjaraningrat dimana modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan perkembangan Zaman dan keadaan dunia sekarang (M. Fadil: 2015).
Menurut Karl Marx Modernisasi adalah kemajuan yang telah di alami oleh masyarakat tradisional menuju masyarakat modern kapitalis (Nursalam dkk, 2016). Melihat yang terjadi di lapangan bahwa sebagian mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) sebagian besar mahasiswa yang berjilbab mengikuti perkembangan dunia di Zaman sekarang yaitu mengikuti cara berjilbab modern karena ingin terlihat lebih gaul dan fashionable mengikuti perkembangan Zaman. Sehingga sebagian mahasiswa memilih menggunakan jilbab segitiga dan
64
pashmina, memakai jilbab dan baju yang mengikuti Zaman sekarang yang telah mendunia. Selain itu mahasiswa menganggap bahwa jilbab pashmina lebih modern daripada jilbab besar yang modalnya sudah sejak Zaman dulu.
Teori yang selanjutnya yaitu teori Gaya hidup oleh Philip Kotler dimana Gaya hidup merupakan menggambarkan keseluruhan diri pada seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup merupakan istilah yang populer di tengah masyarakat, dimana Gaya hidup masyarakat sekarang telah mengalami perubahan seiring perkembangan Zaman. Gaya hidup menurut Kotler (2002, 192 ) adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat dan opini nya (D.Kresdianto.2014). Dari teori diatas berdasarkan penelitian, peneliti melihat yang terjadi di lapangan bahwa di Universitas Muhammadiyah Makassar perilaku yang ditunjukkan dimana mahasiswa melakukan aktivitas, minat dan opini sebagai citra diri untuk merefleksikan status sosialnya.
Mahasiswa yang ber opini lebih percaya diri dan nyaman dan fashionable dengan penggunaan jilbab mengikuti Gaya modern, melakukan aktivitas yang menurut mereka menyenangkan dengan mengikuti Gaya berbusana dan berjilbab modern agar tetap eksis. Hal ini tentu membuat mahasiswa semakin berlomba-lomba dalam mengikuti Gaya berjilbab menjadi gaya hidup modern, ditambah lagi perkembangan ilmu teknologi yang semakin canggih hingga bisa mendokumentasikan penampilan mahasiswa dengan kamera handphone dan aplikasi-aplikasi yang membuat foto terlihat lebih keren dan cantik.
65 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN