• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen MOTTO DAN PERSEMBAHAN (Halaman 33-44)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu sangat penting sebagai acuan dasar dalam penelitian ini, karena untuk mengetahui hasil dari penelitian terdahulu terkait dengan konsistensi penggunaan jilbab sebagai gaya hidup wanita modern (studi kasus di kalangan mahasiswa universitas Muhammadiyah Makassar) yaitu;

1. Yasinta Fauziah Novitasari (2014) melakukan penelitian dengan judul Jilbab sebagai gaya hidup. Hasil dari penelitiannya menyimpulkan bahwa mereka bergabung dengan komunitas karena haus akan ilmu agama, ingin aktif di kegiatan religi, menambah amal dan juga fashion. Adapun keterkaitan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama- sama membahas jilbab sebagai gaya hidup modern, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah membahas tentang alasan jilbab sebagai gaya hidup bagi sebuah komunitas hijab di Solo, sedangkan penelitian saya membahas tentang penggunaan jilbab sebagai gaya hidup perempuan modern dan dampak positif serta negatif dari penggunaan jilbab modern dan jilbab syar ‘i sebagai gaya hidup modern.

2. Qowim Mustofa (2017) dengan judul jilbab sebagai identitas organisasi islam di perguruan tinggi. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa jilbab

18

merupakan proses pencarian jati diri dan persoalan eksistensi-identitas yang dipengaruhi perkembangan intelektual, pengalaman yang terakumulasi dan dipengaruhi oleh psiko-sosial dari masing-masing individu. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah membahas jilbab sebagai identitas dan alasan mahasiswa menggunakan jilbab. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian ini membahas tentang fungsi jilbab bagi mahasiswa di perguruan tinggi yang berada di Yogyakarta, sedangkan penelitian saya membahas tentang penggunaan jilbab sebagai gaya hidup perempuan modern dan dampak positif serta negatif dari penggunaan jilbab sebagai gaya hidup modern.

3. Besse Risnayanti (2011) dengan judul jilbab sebagai simbol komunikasi di kalangan mahasiswa Universitas Hasanuddin. Hasilnya menunjukkan bahwa para mahasiswa yang memakai jilbab memiliki makna ideologi, penyesuian balig dilarang memperlihatkan bagian tubuh yang bersifat pribadi kecuali muka dan tangan. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama membahas alasan mahasiswa memakai jilbab, dengan mahasiswa sebagai objek. Perbedaan antara penelitian sekarang dengan yang terdahulu yaitu, pada penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa Universitas Hasanuddin memakai jilbab dari aspek komunikasi non – verbal, sedangkan penelitian saya membahas tentang penggunaan jilbab sebagai gaya hidup

perempuan modern dan dampak positif serta negatif dari penggunaan jilbab sebagai gaya hidup modern.

4. Meitia Rosalina Yunita Sari (2016) dengan judul jilbab sebagai gaya hidup wanita modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi jilbab di kalangan mahasiswa sebagai syariat dan kesadaran diri, budaya serta identitas. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama membahas jilbab sebagai gaya hidup modern.

Perbedaan dari penelitian sekarang dan penelitian terdahulu yaitu, penelitian ini membahas tentang peran jilbab menjadi gaya hidup wanita modern modern di kalangan mahasiswi Fakultas tarbiah Dirasa Islamiah Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, sedangkan penelitian saya membahas tentang penggunaan jilbab sebagai gaya hidup perempuan modern dan dampak positif serta negatif dari penggunaan jilbab sebagai gaya hidup modern.

20 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Metode kualitatif yaitu metode yang mengutamakan bahan yang sukar diukur dengan angka-angka atau karena ukuran-ukuran lain yang walaupun bahan-bahan tersebut secara nyata ada dalam masyarakat. Afrizal (2014:3) menjelaskan bahwa metode “penelitian kualitatif didefinisikan sebagai metode penelitian ilmu-ilmu sosial yang mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata (lisan maupun tulisan) dan perbuatan-perbuatan manusia serta peneliti tidak berusaha menghitung atau mengkuantifikasikan data kualitatif yang telah diperoleh”.

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus sebagai bagian dari penelitian kualitatif. Studi kasus mengkhususkan penelitian pada spesifikasi kasus dalam suatu kejadian baik itu mencakup individu, kelompok, budaya ataupun suatu potret kehidupan. Creswell (2010: 20) Mengatakan bahwa studi kasus merupakan sebuah strategi penelitian dimana peneliti menyelidiki secara cermat program, peristiwa, aktivitas, proses atau sekelompok individu. Alasan menggunakan pendekatan studi kasus karena studi kasus merupakan salah satu metode penelitian ilmu-ilmu sosial.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian yang terkait dengan pelaksanaan “Penggunaan Jilbab sebagai Gaya Hidup Perempuan Modern (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar). Dengan menggali permasalahan dan menyelidiki

terkait dalam menggunakan jilbab sebagai gaya hidup di samping sebagai kewajiban serta dampak dari penggunaan jilbab tersebut bagi mahasiswa. Adapun waktu penelitian selama dua bulan yakni dari bulan September hingga November di lokasi Universitas Muhammadiyah Makassar.

Untuk melakukan suatu penelitian dibutuhkan pula lokasi dan waktu penelitian ini akan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Pemilihan lokasi penelitian oleh karena lokasi ini merupakan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar mayoritas menggunakan jilbab yang wajib bagi mahasiswa.

C. Fokus Penelitian

Sangat penting adanya fokus penelitian, fokus penelitian ini, memberikan batasan dalam pengumpulan data sehingga dalam pembatasannya akan lebih terarah dan fokus terhadap masalah yang akan diteliti. Miles dan Hubermas (1999:30) berpendapat memfokuskan dan membatasi pengumpulan data dipandang kemanfaatan nya sebagai reduksi data yang telah diantisipasi dan merupakan bentuk yang analisis mengesampingkan variabel-variabel yang tidak berkaitan serta menghindari pengumpulan data yang berlimpah.

1. Fokus Penelitian

Fokus penelitian dari judul penelitian penggunaan jilbab sebagai gaya hidup perempuan modern studi fenomenologi mahasiswa universitas Muhammadiyah Makassar yang disesuaikan dengan rumusan masalah yaitu:

a. Penggunaan jilbab modern bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.

22

b. Dampak positif serta dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya penggunaan jilbab modern dan jilbab syairi sebagai gaya hidup modern di Universitas Muhammadiyah Makassar

D. Informan Penelitian

Informan adalah subjek penelitian yang memiliki informasi tentang permasalahan atau fenomena yang diangkat peneliti. Pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Purposive sampling juga disebut judgmental sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan penilaian mengenai siapa-siapa saja yang pantas untuk dijadikan sampel. Informan penelitian ada tiga yaitu, kunci, utama dan pendukung.

1. Informan Kunci

Adalah orang yang memiliki informasi secara menyeluruh tentang masalah yang diangkat peneliti. Dalam penelitian ini informan kunci adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah itu sendiri. Jumlah Informan kunci ada 2 orang dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, 2 orang dari fakultas ekonomi dan 2 orang dari fakultas agama islam. Alasan peneliti mengambil mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai informan kunci adalah sebagian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar memakai jilbab mengikuti gaya modern tidak mengikuti syariat islam dan sebagian mahasiswa sudah memakai jilbab mengikuti syariat islam.

2. Informan Utama

Adalah orang yang mengetahui secara teknis dan detail. Dalam penelitian ini informan utama adalah dosen Universitas Muhammadiyah Makassar. Jumlah informan utama 1 orang dari dosen Universitas Muhammadiyah Makassar. Alasan peneliti mengambil dosen sebagai informan utama adalah peneliti menganggap dosen memahami tentang cara berpakaian yang benar menurut syariat islam dan interaksi antara dosen dengan mahasiswa memungkinkan lebih mengetahui cara berpakaian mahasiswa.

3. Informan Pendukung

Adalah orang yang dapat memberikan informasi tambahan sebagai pelengkap. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah masyarakat atau orang-orang sekitar yang menyaksikan fenomena. Jumlah informan 1 orang dari pedagang yang berjualan di sekitar Universitas Muhammadiyah Makassar. Alasan peneliti mengambil masyarakat sekitar Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai informan pendukung adalah peneliti menganggap masyarakat sebagai orang yang melihat dan memperhatikan mahasiswa di sekitar Universitas Muhammadiyah Makassar.

E. Jenis dan Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian bersumber dari data primer maupun data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui hasil wawancara atau pengamatan, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui pihak kedua dengan menggunakan studi dokumentasi atau literatur.

24

1. Data Primer

Sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu maupun hasil observasi dari suatu obyek. Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara menjawab pertanyaan riset (metode survei).

Kelebihan dari data primer adalah data lebih mencerminkan kebenaran berdasarkan dengan apa yang dilihat dan didengar langsung oleh peneliti.

2. Data Sekunder

Sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara berkunjung ke perpustakaan, pusat arsip atau membaca banyak buku yang berhubungan dengan penelitiannya.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk keperluan dalam penelitian guna membantu peneliti dalam mengambil dan mengumpulkan data sehingga data yang diberikan memiliki kualitas yang baik. Adapun instrument yang digunakan adalah:

1. Pedoman adalah panduan, petunjuk atau acuan. Sedangkan wawancara adalah percakapan yang berupa tanya jawab yang dilakukan oleh narasumber dan pewawancara yang terdiri dari dua orang bahkan lebih dalam waktu yang telah ditentukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

pedoman wawancara yakni panduan dalam melakukan kegiatan wawancara yang terstruktur dan telah ditetapkan oleh pewawancara dalam mengumpulkan data-data penelitian baik itu tugas akhir, skripsi, dan lainnya.

2. Alat perekam atau recording: alat ini digunakan untuk memudahkan peneliti dalam mengulas hasil wawancara dengan mendengarkan hasil rekaman dari informan peneliti dan juga sebagai alat untuk membantu menjelaskan hasil dari lembar observasi.

3. Buku tulis dan pulpen sebagai alat untuk mencatat hal-hal yang disampaikan oleh informan.

4. Kamera atau alat pengambil gambar sejenis yang bertujuan untuk pembuktian data secara visual, dengan adanya kamera tersebut.

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:

1. Wawancara

Proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses pengumpulan data untuk suatu penelitian. Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur yaitu pertanyaan yang telah direncanakan sebelumnya.

26

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah proses pengumpulan data-data seperti dokumen biasanya berbentuk surat-surat, catatan harian, gambar atau foto dan sebagainya.

Dokumentasi pelengkap dari wawancara dan observasi, karena dokumentasi digunakan pada saat melakukan observasi dan wawancara terhadap informan penelitian yang berlangsung di lapangan dengan pengambilan gambar dan video informan yang diteliti.

H. Teknik Analisis Data

Data yang di peroleh akan di analisis secara kualitatif yang mana di paparkan secara deskriptif. Dengan menggambarkan masalah secara jelas dan mendalam. Karakteristiknya penelitian kualitatif menurut Lexi Moleong (2007) adalah deskripsi yaitu data yang di kumpulkan berupa kata-kata gambaran bukan berupa angka-angka. Sugiono (2014:338) data yang di peroleh di lapangan kemudian di olah secara kualitatif dengan melalui tiga tahap redupsi data, yaitu:

1. Reduksi Data

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal- hal yang penting, di cari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah di reduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data, dan mencarinya bila di perlukan.

2. Penyajian Data

Setelah data di reduksi maka langkah selanjutnya adalah penyajian data.

Melalui penyajian data maka data terorganisasi kan, tersusun dalam pola

hubungan, sehingga akan semakin mudah di pahami. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data biasa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowcharts atau sejenisnya.

3. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan ini di lakukan secara konduksi, kesimpulan yang di ambil kemudian di verifikasi dengan jalan meninjau ulang catatan lapangan dan mendiskusikan nya guna mendapatkan kesepakatan inter subjektif, hingga dapat diperoleh kesimpulan yang kokoh.

I. Teknik Keabsahan Data

Teknik keabsahan data adalah proses mengtriangulasikan tiga data yang terdiri dari data observasi, wawancara, dan dokumen. Adapun alat yang digunakan untuk menguji keabsahan data yaitu:

1. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

Untuk menguji kredibilitas data tentang “Penggunaan Jilbab Sebagai Gaya Hidup Perempuan Modern” (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar)” maka pengumpulan dan pengujian data dilakukan kepada mahasiswa jilbab modern dan jilbab syar ‘i, dosen Universitas Muhammadiyah Makassar dan masyarakat di sekitar Universitas Muhammadiyah Makassar. Data dari ketiga sumber tersebut dideskripsikan mana pandangan yang sama dan berbeda dan mana yang spesifik dari tiga sumber.

28 BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Deskripsi Umum Objek Penelitian

1. Letak Geografis Universitas Muhammadiyah Makassar

Gambar 4.1 Lokasi Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar atau biasa disebut Unismuh Makassar adalah salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah dalam mengembangkan dan meningkatkan pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendirian Universitas Muhammadiyah Makassar adalah hasil rapat dengan 21 organisasi Muhammadiyah di Sulsel dan Sulteng. Unismuh sendiri telah mampu bersaing dan menjadi salah satu kampus swasta terbaik di Sulawesi Selatan dengan daya tarik tersendiri di mata masyarakat. Selain bergerak dalam mengembangkan pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar juga menanamkan pendidikan keagamaan Al Islam Muhammadiyah bagi mahasiswanya. Itu terbukti dengan

banyaknya peminat yang mendaftarkan dirinya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar, baik dari Sulawesi selatan maupun daerah lain khususnya kawasan Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur. Universitas Muhammadiyah Makassar juga terkenal memiliki mahasiswa terbanyak di Sulawesi selatan.

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) adalah perguruan tinggi swasta yang berdiri pada tanggal 19 juni 1963. Universitas Muhammadiyah Makassar ini memiliki 3 kampus. Kampus I terletak di jln. Sultan Alauddin No 259 Makassar 90221. Fax (0411)860. Kampus II masih terletak di Ibukota Sulawesi selatan tepatnya di jln. Letjen A. Mappaodang II No. 17 Makassar 90221. Telp. 0411- 851914 dan Fax 0411-865588. Sedangkan kampus III terletak di jln. Ranggong Dg.romo No.21 Makassar 90112. Telp (0411)318791 yang sekarang sudah disatukan secara keseluruhan di jln. Sultan Alauddin. Adapun fakultas yang telah disediakan oleh pihak Universitas Muhammadiyah Makassar adalah:

a. Fakultas FKIP b. Fakultas Teknik

c. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan d. Fakultas Agama Islam

e. Fakultas Ekonomi dan Bisnis f. Fakultas Pertanian

g. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik h. Program Pascasarjana

30

2. Sejarah Berdirinya Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar yang dikenal dengan sebutan (Unismuh Makassar) didirikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara sebagai hasil karya Panitia Pendiri yang dibentuk pada Musyawarah Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara ke 24 di Kebupaten Watang Soppeng , dengan Fakultas Ilmu Penelitian . Pada tanggal 19 juni 1963 melalui surat pendirian dengan nomor. E-6/098/1968 tertanggal 22 Jumadi akhir 1394H/12 juni 1963. Setelah beberapa tahun berdiri, akhirnya Universitas Muhammadiyah Makassar dipindahkan pusatnya ke Makassar. Di bawah naungan organisasi Muhammadiyah , Unismuh bergerak dibidang pendidikan pengajaran dakwah amar makruf Nabi mungkar, dan melalui akte pendirian yang dibuat oleh notaris R. Sinojo Wonsowidjojon pada tangga 17 sampai 19 juni 1963 akhirnya Universitas Muhammadiyah Makassar resmi berdiri. Sebelumnya Universitas Muhammadiyah Makassar adalah cabang dari Universitas Jakarta dan resmi dinyatakan sebagai kampus swasta pada tanggal 1 Oktober 1965.

Di awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Makassar memilik dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan yang menggunakan kurikulum sama dengan IKIP yang sekarang menjadi UNM Makassar , dan Fakultas Tarbiyah dengan kurikulum yang sama IAIN dan sekarang telah menjadi UIN Makassar. Dalam perkembangannya, fakultas keguruan ini telah membuka cabang di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi selatan diantaranya kabupaten

bone, Enrekang, Sidrap, pare-pare dan Bulukumba. Sedangkan di fakultas tarbiah membuka cabang di kabupaten Jeneponto, Maros, Pangkep, dan Sinjai.

Seiring perkembangan Zaman, sekarang di Universitas Muhammadiyah Makassar telah memiliki 7 fakultas , 1 program pascasarjana, dan 29 program studi. Dalam eksistensinya Universitas Muhammadiyah Makassar mengemban tugas dan amanah besar bagi agama, bangsa dan negara. Unismuh mendorong tumbuhnya dana abadi dan aksi yang luas dalam lingkup PTM se-indonesia maupun akses jaringan kerjasama internal antar instansi pendidikan birokrasi, ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Selain itu Unismuh Makassar menjadi pembina bagi seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Sulawesi selatan terdiri dari universitas, 7 akademik dan 10 sekolah tinggi.

Menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan timur Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar terus berbenah diri memberikan kualitas akademik yang lebih baik bagi masyarakat. Letak yang strategis di bagian selatan Kota Makassar membuat Unismuh Makassar mudah dicapai dari berbagai arah dan sarana transportasi. Ketersediaan sarana dan prasarana yang cukup memadai sebagai penunjang keberhasilan dari seluruh proses akademik dan usaha yang serius untuk mencapai visi dan misinya. Didukung adanya tekad ang kuat untuk mengembangkan Unismuh Makassar ke depan sebagai kampus bernuansa Islami menyebabkan Universitas Muhammadiyah Makassar semakin disenangi dan diminati oleh banyak kalangan.

32

3. Visi, Misi dan Tujuan Universitas Muhammadiyah Makassar

4.2 Gambar visi, misi dan tujuan Universitas Muhammadiyah Makassar

a. Visi

Menjadi perguruan tinggi islam terkemuka, unggul, terpercaya dan mandiri pada tahun 2024.

b. Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, Universitas Muhammadiyah Makassar menetapkan misi sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan proses pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

2. Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan.

3. Menumbuh kembangkan dan menyebarluaskan penelitian yang inovatif, unggul dan berdaya asing.

4. Menumbuh kembangkan kewirausahaan berbasis kemitraan dan ukhuwah

5. Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan civitas akademik, alumni dan masyarakat.

Adapun hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan misi tersebut adalah mengadakan penelitian bagi mahasiswa yang sudah memprogram semester VII sampai semester VIII yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat dan mengaplikasikan hal-hal yang didapat dibangku kuliah ditanah masyarakat, mengadakan program akademik seperti pesantren mahasiswa baru. Sebelum perkuliahan mahasiswa baru, terlebih dahulu peserta mahasiswa baru melewati berbagai rangkaian pengaderan yang dilahirkan dari organisasi Muhammadiyah dengan tujuan menambah wawasan mahasiswa tentang penyembahan kepada Allah SWT sesuai dengan tindakan dan anjuran Nabi Muhammad SAW.

c. Tujuan

Adapun tujuan dari Universitas Muhammadiyah Makassar:

1. Menciptakan suasana kondusif, mewujudkan UNISMUH Makassar sebagai kampus Islam.

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (dosen & karyawan).

3. Meningkatkan peran lembaga dalam upaya peningkatan kualitas lulusan.

34

4. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan dan pemanfaatan sarana- prasarana.

5. Meningkatkan pembinaan dan penegakan disiplin kerja dosen dan karyawan.

4. Prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Makassar

Gambar 4.3 Jalur tes prosedur penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar

Penerimaan mahasiswa baru terselesaikan dalam pelayanan sehari yakni penerimaan mahasiswa baru tahun 2019-2020. Penerimaan mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Makassar menerapkan sistem “one day service”.

Adapun tujuan dari penerapan sistem ini adalah untuk mendapatkan mahasiswa baru yang berkualitas juga untuk meningkatkan kualitas lulusan lebih detail penerapan sistem “ODS” juga menghindari praktik perjokian serta efisiensi dan efektifitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Pelayanan penerimaan mahasiswa baru didapatkan di Kantor UPT-PPMB dengan sistem pelayanan sehari. Adapun proses pendaftaran mahasiswa baru dengan sistem ODS jalur tes adalah calon mahasiswa baru mendaftarkan dirinya lewat online, kemudian membayar uang pendaftaran di bank mitra universitas Muhammadiyah, memperlihatkan bukti pembayaran dan hasil cetak pendaftaran.

Setelah itu peserta akan mendapatkan kartu tes setelah difoto dengan syarat bagi calon mahasiswa baru khusus program studi kedokteran mengikuti tes kesehatan di Bapel kes Universitas Muhammadiyah dan MMPI di Fakultas Kedokteran, bagi yang sudah mengikuti tes kesehatan diperbolehkan mengikuti tes akademik dan diperbolehkan mengikuti tes sebanyak tiga kali. Peserta bisa langsung masuk ke ruang tes dan yang lulus langsung registrasi tanda kelulusan , bagi yang belum lulus pada pilihan 1 dan 2 dapat memilih diantara satu dari tiga pilihan alternatif yang tertera pada hasil tes.

Peserta kemudian melakukan registrasi ulang, peserta dipersilahkan membayar uang pembangunan dan pembayaran semester pertama di bank mitra.

Ketika melakukan registrasi maka calon mahasiswa baru wajib memperlihatkan sertifikat kelulusan, slip pembayaran, KTP, Kartu Keluarga, serta ijazah terakhir.

Selain pendaftaran jalur tes, Adapula pendaftaran calon mahasiswa baru dengan jalur non tes. Diantaranya ada jalur non tes program bibit unggul persyarikatan, program prestasi akademik, program prestasi non akademik serta program kerjasama Pemda/pemkot/Pemprov konversi guru dengan syarat yang berbeda- beda sesuai dengan jalur apa yang diikuti calon mahasiswa baru.

36

5. Sumber Daya Universitas Muhammadiyah Makassar

Untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat serta mewujudkan keter capaian visi dan misi, maka Universitas Muhammadiyah Makassar senantiasa berupaya mengembangkan kepribadian dan keterampilan seluruh mahasiswa agar memiliki keunggulan akademik serta keunggulan teknologi dan bernuansa keislaman yang sejati. Untuk mewujudkan tujuannya, Universitas Muhammadiyah Makassar benar-benar memperhatikan keprofesionalan dan kualitas sumber daya manusianya.

Universitas Muhammadiyah Makassar juga memanfaatkan tenaga edukatif yang berkualifikasi guru besar, doctor, dan magister. Demikian juga dengan pelayanan administrasinya, baik untuk mahasiswa maupun untuk keperluan lain.

Universitas Muhammadiyah Makassar mengangkat dan menempatkan karyawan- karyawan yang profesional, berdedikasi tinggi pada unit-unit pelayanan yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan layanan.

6. Fasilitas Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar atau biasa disebut Universitas Muhammadiyah Makassar adalah salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah dalam mengembangkan dan meningkatkan pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Universitas Muhammadiyah Makassar telah mampu bersaing dan menjadi salah satu kampus swasta terbaik di Sulawesi Selatan dengan daya tarik tersendiri di mata masyarakat. Selain bergerak dalam mengembangkan pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar juga menanamkan pendidikan keagamaan Al Islam

Dalam dokumen MOTTO DAN PERSEMBAHAN (Halaman 33-44)

Dokumen terkait