BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Pembahasan
realistic untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang siginifikan pada pembelajaran matematika diantara kelas kontrol dan kelas eksprimen..
Pre test merupakan data sebagai tes awal untuk mengetahui apakah peserta didik di kelas eksperimen dan di kelas kontrol memiliki pengetahuan awal yang tidak jauh beda atau sebaliknya. Hasil daripre testini diperoleh nilai rata-rata ( ) kelas eksperimen yaitu 56,6 dan pada kelas kontrol 58,25.
Berdasarkan hasil rata-rata dari kedua kelas tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol tidak memiliki perbedaan yang signifikan atau bisa dikatakan seimbang. Selain nilai rata-rata hampir sama data tersebut juga dikatakan homogen atau tidak memiiki perbedaan karena sudah dilakukan uji homogenitas.
Untuk data hasil post test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada pelajaran matematika digunakan pada materi konsep bilangan pecahan.
Adapun hasil dari post test ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen menggunakan pembelajaran matematika realistik dalam proses pembelajaran lebih baik daripada kelas kontrol yang menggunakan pembelajarankonvensional (tanya jawab, penugasan, cermah).
Hasil dari analisis post testini diperoleh nilai rata-rata ( ) peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran matematika realistik dalam proses pembelajaran yaitu sebesar 83,2 dan peserta didik kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional yaitu sebesar 63,25.
Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang menggunakan
pembelajaran matematika realistik dalam pembelajaran lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Berdasarkan uji-t dua sampel yang telah dihitung sebelumnya diproleh bahwa nilai ( 7,363 2,021 ) hal ini berarti bahwa pembelajaran matematika realistik mempengaruhi hasil belajar siswa.
Adapun pembelajaran matematika realistik diterapkan melalui peristiwa nyata dalam kehidupan yang dekat dengan pengalaman siswa dan relevan dengan masyarakat sehingga dapat dibayangkan oleh siswa.71
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Delsi Jusmiati menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikanpada hasil belajar siswa, antara siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran ekspositori. Dimana nilai (5,581 2,021) (menggunakan taraf signifikan 5%), maka Ha diterima.72 Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran matematika realistik terhadap hasil belajar peserta didik dengan yang menggunakan pembelajaran yang konvensional.
Sehubungan dengan itu, alternatif penelitian yang dipandang sesuai diterapkan dalam mengatasi masalah tersebut adalah pembelajaran matematika realistik (PMR). Dalam pendekatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk menemukn ide-ide maupun konsep, dimana dalam konsep
71 Isrok’atun dan Amelia Rosmala, Model-Model Pembelajaran Matematika (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2018), h.71.
72Delsi Jusmiati, “Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif pada Pokok Bahasan Lingkaran kelas VIII MTs Al-Ittihadiyah Kec. Medan Area.”, (Skripsi, FTK UIN Sumatera Utara, Sumatera Utara, 2017)
tersebut diawali dengan masalah yang realistik.Suatu masalah realistik tidak selalu berupa masalah yang ada dalam dunia nyata dan bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari siswa, namun suatu masalah disebut realistik jika masalah tersebut dapat dibayangkan oleh siswa. Permasalahan realistik digunakan sebagai pondasi dalam membangun konsep matematika, kemudian definisi akhir, sifat dan fenomena dapat ditemukan.73
Pendekatan matematika realistik memberikan peluang yang cukup besar untuk mengembangkan kreativitas siswa, dengan alasan bahwa siswa akan berminat pada sesuatu bila sesuatu itu ada manfaatnya dan dekat dengan lingkungan siswa, serta siswa diberikan kebebasan untuk menyampaikan ide-idenya. Atas dasar ini, pendekatan pembelajaran matematika realistik dipakai sebagai acuan guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar bilangan pecahan.74
Dengan demikian pembelajaran matematika realistik secara tepat dapat mempengaruhi hasil siswa baik itu dalam aspek kognitif, afektif, maupun aspek psikomotorik.
73 I Gusti Ayu Arista Widari, I Gusti Ngurah Nila Putra, I Ketut Suwija, Penerapan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bangun Ruang pada Siswa kelas IVA SDN 9 Sesetan Tahun Pelajaran 2011/2012, Vol. 3, Nomor 2, Juli 2013.
74 Nyoman Dantes, I Made Candiasa, Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dasar Pecahan pada Siswa Tuna Rungu Wicara Kelas IV SLB/B Negeri Tabanan, Vol. 3, Tahun 2013.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan hasil penelitian ini adalah ada pengaruh pembelajaran matematika realistik terhadap hasil belajar siswa pada konsep bilangan pecahan di kelas IV MI NW Karang Bata. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t yang menunjukkan bahwa nilai
Hasil ini juga didukung dengan adanya perbedaan nilai rata-rata pre test dan post test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Nilai rata-rata pre test dan post test kelas eksperimen adalah 56,6 dan 83,2, sedangkan nilai rata-rata pre test dan post test kelas kontrol adalah 58,25 dan 63,25.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Diharapkan pada guru-guru khususnya guru matematika MI NW Karang Bata dapat menggunakan pembelajaran matematika realistik sebagai pendekatan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
2. Pembelajaran matematika realistik dapat dijadikan sebagai alternatif meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika.
3. Bagi peneliti lain yang ingin meneliti lebih lanjut diharapkan mencoba menerapkannya pada kelas lain untuk materi dan mata pelajaran yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Alfira Mulya Astuti, Modul Statistika Penelitian Mataram : IAIN Mataram, 2015.
Astuti Mulya, Statistika Penelitian, Mataram: Insan Madani Publishing Mataram, 2016.
Dania Rizky Septianti, “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Pecahan Dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada kelas III MI Al Huda Munggangsari Kec. Kaliangkrik Kab. Magelang”, Skripsi, FTIK IAIN Salatiga, Salatiga, 2016.
Delsi Jusmiati, “Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif pada Pokok Bahasan Lingkaran kelas VIII MTs Al-Ittihadiyah Kec. Medan Area”. Skripsi, FTK UIN Sumatera Utara, Sumatera Utara, 2017.
Hamzah B Uno, Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2012.
Irzani, Pembelajaran Matematika Pedoman Praktis untuk SD & MI, Yogyakarta:
Mandiri Grafindo Pres, 2010
Irzani dan Alkausari, Pengembangan Program Pembelajaran Matematika.
Mataram: Yazidopress, 2013.
Isrok’atun dan Amelia Rosmala, Model-model Pembelajaran Matematika.
Jakarta: PT Bumi Aksara, 2018.
Lisnawati Simanjuntak dkk, Metode Menagajar Matematika, Jakarta: Rineka Cipta, 1993.
M. Subana dan Sudrajat, Dasar-dasar Penelitian Ilmiah, Bandung: Pustaka Setia, 2015.
Martono Nanang, Metode Penelitian Kuantitatif; Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2010.
Muchtar A. Karim, Pendidikan Matematika, Jakarta: Universitas Terbuka, 2007.
Nasution Sudjana, Berbagai pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara, 2004.
Riduwan, Skala Pengukuran Variable-variabel Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2003.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempenagruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Sopiah & Etta Mamang Sangadji. Metodelogi Penelitian Pendekatan praktis dalam Penelitian, Yogyakarta: Andi Offse.
Sudjana Nana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensido, 2011.
Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Bandung:Alfabeta, 2018.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, Bandung: Al- fabeta, 2019.
Sutarto dan Syarifuddin, Desain Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Penerbit Samudra Biru, 2013.
Tim Laboratorium Matematika, Desain Pembelajaran Matematika, Mataram:
IAIN Mataram, 2016.
Undang-undang RI No. 20 Thn. 2003, Tentang SISDIKNAS Bandung:
Fokusmedia, 2006.
Yosep Dwi Kristatnto, Modul Pecahan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, 2016.
Zainal Arifin, “ Penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Bilangan Pecahan di Kelas IV MI Ghidaul Athfal Kota Sukabumi, Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2013.
Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, Bandung: Remaja Rodaskarya, 2017.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
Lembar Soal Aspek Kognitif Nama Sekolah :
Mata Pelajaran : Pokok Bahasan : Kelas/Semester : Hari/Tanggal :
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang tepat!
1. Perhatikan gambar berikut!
Daerah yang diarsir pada gambar di atas menunjukkan pecahan…
a.
b.
c.
d.
2. ,…., ,
. Pecahan yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas agar menjadi urutan yang tepat adalah…
a.
b.
c.
d.
3. 4 Ubahlah pecahan tersebut ke dalam bentuk pecahan biasa.
a.
b.
c.
d.
4. Bentuk desimal dari pecahan adalah…
a. 0,25 b. 0,50 c. 0,75 d. 0,5
5. Bentuk persen dari adalah…
a. 20%
b. 40%
c. 60%
d. 80%
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawan ini dengan benar!
1. Ubahlah bentuk pecahan tersebut ke bentuk desimal!
2. Bentuk pecahan biasa dari 25% adalah….
3. Lisa membelah semangka menjadi 9 bagian. Lisa kemudian memakan tiga bagian semangka. Maka nilai semangka yang dimakan Lisa ditulis dalam bentuk pecahan…
4. Tentukan pecahan senilai dari =…
5. 6
Ubahlah bentuk pecahan tersebut kedalam bentuk pecahan biasa
Lampiran 2
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN
Kunci jawaban Skor
A. Pilihan Ganda 1. a.
10
2. b. 10
3. c. 10
4. c. =
=
= 0,75 10 5. b. =
=
= 40% 10 B. Essay
1. = =
=
= 0,25
10 (5+5) 2.
10 (5+5)
3. 10 (5+5)
4. =
10 (5+5) 5.
10 (5+5)
Pedoman Penskoran:
Nilai = x 100
Lampiran 3
KISI-KISI SOAL PECAHAN Nama Sekolah :
Mata Pelajaran : Pokok Bahasan : Kelas/Semester :
N o
Kompetensi Dasar
Materi Indikator Jumla h Soal (10)
Bentuk Soal
Nomo r Soal P
G
Essa y 1 3.1
Menjelaska n pecahan- pecahan senilai dengan gambar dan model konkret.
Pecaha n Senilai
3.1.1
Menyebutkan unsur-unsur pecahan.
3.1.2 menjelaskan pecahan senilai dengan gambar yang konkret
4 2 1,2
2 3,4
2 3.2
Menjelaska n berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) dan hubungan di antaranya.
Bentuk- bentuk pecahan
3.2.1.Menjelaska n hubungan pecahan biasa dengan pecahan campuran 3.2.2
Menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dan pecahan desimal.
3.2.3
Menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dengan persen.
6 1
1
3 5 1
1 1
1
4 1
5 2
Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Kelas Eksperimen
Satuan Pendidikan : MI NW Karang Bata Kelas / Semester : IV (Empat) / II Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Pecahan Senilai Alokasi Waktu : 2x35 menit Hari / Tgl Pelaksanaan :
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR
No Kompetensi Dasar No Indikator 3.1 Menjelaskan pecahan-pecahan
senilai dengan gambar dan model konkret.
3.1.1 3.1.2
Menyebutkan unsur-unsur pecahan.
Menjelaskan pecahan senilai dengan dambar dan model yang konkret
4.1 Mengindetifikasi pecahan- pecahan senilai dengan gambar dan model konkret.
4.1.1
4.1.2
Menunjukkan bentuk pecahan dari suatu gambar atau model konkret.
Mengidentifikasi pecahan senilai dengan gambar dan model yang konkret.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampumenyebutkan unsur-unsur pecahan.
Siswa mampu menjelaskan pecahan senilai dengan gambar dan model yang konkret
Siswa mampu menunjukkan bentuk pecahan dari suatu gambar atau model konkret.
Siswa mampu mengidentifikasi pecahan senilai dengan gambar dan model yang konkret.
D. MATERI PEMBELAJARAN
Mengenal Pecahan
Menentukan pecahan senilai E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan: Pembelajaran Matematika Realistik
Model: Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Buku teks pelajaran Matematika SD/MI Kelas IV tahun 2018
Kamus Matematika yang relevan
Ensiklopedia Matematika yang relevan
Benda-benda yang ada di sekitar sekolah seperti benda yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian sama besar seperti kertas, buah- buahan, pita, tali, dan lain sebagainnya.
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan Guru mengajak peserta didik untuk
berdoa sebelum dan setelah pelajaran.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik
Guru memberi peserta didik contoh dalam kehidupan yang berkaitan dengan pecahan.
Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan kegiatan pembelajaran tentang Mengenal Pecahan.
10 menit
Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik untuk membuat kelompok dengan 3 atau 4 teman kelasnya.
Guru mengarahkan setiap kelompok untuk menemukan masalah yang berkaitan dengan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu guru membimbing setiap kelompok untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengalaman kelompok itu sendiri
Guru membimbing setiap kelompok untuk memecahkan masalah kontekstual ke bentuk matematika formal
Guru juga memanfaatkan benda sekitar sebagai alat penunjang pembelajaran pecahan
Guru memberikan masalah untuk
50 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu diselesaikan oleh setiap kelompok.
Seperti guru membagiakan LKS ke setiap kelompok untuk dikerjakan bersama-sama
Lalu guru memberikan waktu kepada setiap kelompok mencari sendiri permasalahan yang diberikan. Guru menanyakan soal yang belum dipahami oleh siswa.
Guru dan siswa membahas LKS secara bersama-sama. Dan guru meminta perwakilan dari setiap kelompok untuk mempersentasikan jawaban LKS di papan tulis.
Guru menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa
Guru melakukan evaluasi tentang Mengenal pecahan dan menetukan pecahan senilai,
Penutup Guru menyimpulkan materi yang belum dipahami oleh siswa
Setelah itu guru menanyakan kaitan pecahan senilai dengan pembelajaran diluar matematika.
Guru menugaskan peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya.
Guru menutup pembelajaran dengan berdo’a bersama-sama.
10 menit
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 1. Penilaian pengetahuan
Tes tertulis Soal
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar 1. Pecahan dibaca…
2. Perhatikan gambar berikut!
Bagian yang diberi warna kuning tersebut bernilai…
3. Bagas membelah semangka menjadi 8 bagian. Bagas kemudian memakan 2 bagian semangka. Maka nilai semangka yang dimakan Bagas jika ditulis dalam bentuk pecahan adalah….
4. Pecahan senilai dari adalah…
5. Pecahan senilai dari adalah…
Jawaban
1. Satu per delapan 2.
3.
4. = = =
5. =
Penskoran
Nilai = x 100
Lampiran 5
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Kelas Eksperimen
Satuan Pendidikan : MI NW Karang Bata Kelas / Semester : IV (Empat) / II Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Bentuk-bentuk Pecahan Alokasi Waktu : 2x35 menit
Hari / Tgl Pelaksanaan :
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR
No Kompetensi Dasar No Indikator 3.2 Menjelaskan berbagai bentuk
pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) dan hubungan di antaranya.
3.2.1
3.2.2
3.2.3
Menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dan pecahan campuran.
Menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dan pecahan desimal.
Menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dengan persen.
4.2 Mengindetifikasi berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) dan hubungan di antaranya.
4.2.1
4.2.2 4.2.3
Mengidentifikasi pecahan campuran dalam suatu permasalahan.
Mengidentifikasi bentuk desimal dalam suatu permasalahan.
Mengidentifikasi pecahan persen dalam bentuk permasalahan
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dan pecahan campuran.
Siswa mampu menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dan pecahan desimal.
Siswa mampu menjelaskan hubungan antara pecahan biasa dengan persen.
Siswa mampu mengidentifikasi pecahan campuran dalam suatu permasalahan.
Siswa mampu mengidentifikasi bentuk desimal dalam suatu permasalahan.
Siswa mampu mengidentifikasi pecahan persen dalam bentuk permasalahan
D. MATERI PEMBELAJARAN
Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran
Mengubah Pecahan Biasa ke Bentuk Desimal
Mengubah pecahan biasa ke bentuk persen E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan: Pembelajaran Matematika Realistik
Model: Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Buku teks pelajaran Matematika SD/MI Kelas IV tahun 2016
Kamus Matematika yang relevan
Ensiklopedia Matematika yang relevan
Benda-benda yang ada di sekitar sekolah seperti benda yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian sama besar seperti kertas, buah- buahan, pita, tali, dan lain sebagainnya.
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan Guru mengajak peserta didik untuk
berdoa sebelum dan setelah pelajaran.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik
Guru memberi peserta didik contoh dalam kehidupan yang berkaitan dengan bentuk-bentuk pecahan.
Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan kegiatan pembelajaran tentang Bentuk- bentuk Pecahan.
10 menit
Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik untuk membuat kelompok dengan 3 atau 4
50 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu teman kelasnya.
Guru mengarahkan setiap kelompok untuk menemukan masalah yang berkaitan dengan bentuk-bentuk pecahan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu guru membimbing setiap kelompok untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengalaman kelompok itu sendiri
Guru membimbing setiap kelompok untuk memecahkan masalah kontekstual ke bentuk matematika formal
Guru juga memanfaatkan benda sekitar sebagai alat penunjang pembelajaran bentuk-bentuk pecahan
Guru memberikan masalah untuk diselesaikan oleh setiap kelompok.
Seperti guru membagiakan LKS ke setiap kelompok untuk dikerjakan bersama-sama
Lalu guru memberikan waktu kepada setiap kelompok mencari sendiri permasalahan yang diberikan. Guru menanyakan soal yang belum dipahami oleh siswa.
Guru dan siswa membahas LKS secara bersama-sama. Dan guru meminta perwakilan dari setiap kelompok untuk mempersentasikan jawaban LKS di papan tulis.
Guru menanyakan hal-hal yang belum dipahami oleh siswa
Guru melakukan evaluasi tentang bentuk-bentuk Pecahan
Penutup Guru menyimpulkan materi yang belum 10 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu dipahami oleh siswa
Setelah itu guru menanyakan kaitan bentuk-bentuk pecahan dengan pembelajaran diluar matematika.
Guru menugaskan peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya.
Guru menutup pembelajaran dengan berdo’a bersama-sama.
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 2. Penilaian pengetahuan
Tes tertulis Soal
1. Bona mendapatkan nilai ulangan matematika 90,25. Bentuk pecahan campuran dari 90, 25 adalah…
2. Jika 90 diubah ke bentuk pecahan biasa, maka nilainya adalah….
3. Bentuk desimal dari 30% adalah…
4. Bentuk persen 0,05 adalah…
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar Penskoran
Nilai = x 100
Lampiran 6
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Kelas Kontrol
Satuan Pendidikan : MI NW Karang Bata Kelas / Semester : IV (Empat) / II Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Pecahan Senilai Alokasi Waktu : 2x35 menit Hari / Tgl Pelaksanaan :
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR
No Kompetensi Dasar No Indikator 3.1 Menjelaskan pecahan-pecahan
senilai
3.1.1 3.1.2
Menyebutkan unsur-unsur pecahan.
Menjelaskan pecahan senilai
4.1 Mengindetifikasi pecahan- pecahan senilai
4.1.1 4.1.2
Menunjukkan bentuk pecahan Mengidentifikasi pecahan senilai
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampumenyebutkan unsur-unsur pecahan.
Siswa mampu menjelaskan pecahan senilai Siswa mampu menunjukkan bentuk pecahan Siswa mampu mengidentifikasi pecahan senilai D. MATERI PEMBELAJARAN
Mengenal Pecahan
Menentukan pecahan senilai E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan: Pembelajaran Konvensional Model: Tanya jawab, penugasan dan ceramah F. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Buku teks pelajaran Matematika SD/MI Kelas IV tahun 2018
Kamus Matematika yang relevan
Ensiklopedia Matematika yang relevan G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan Guru mengajak peserta didik untuk
berdoa sebelum dan setelah pelajaran.
10 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik
Guru memberi stimulus mengenai pecahan.
Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan kegiatan pembelajaran tentang Mengenal Pecahan.
Kegiatan Inti Guru menggali pengetahuan siswa terkait dengan materi yang akan dipelajari seperti arti pecahan, pembilang dan penyebut pada pecahan dari gambar.
Guru memberikan materi yang diajarkan dengan menggunakan konvensional
Guru membrikan beberapa contoh soal.
Guru membagi gambar mengenai pecahan.
Guru mengarahkan siswa apabila siswa kesulitan menjawab pertanyaan.
Guru bersaama siswa mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
50 menit
Penutup Guru menyimpulkan materi yang yang telah dipelajari
Guru menyturuh siswa untuk mengulang pelajaran dirumah untuk persiapan tes akhir.
Guru menutup pembelajaran dengan berdo’a bersama-sama.
10 menit
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 3. Penilaian pengetahuan
Tes tertulis
Soal
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar 6. Pecahan dibaca…
7. Perhatikan gambar berikut!
Bagian yang diberi warna kuning tersebut bernilai…
8. Bagas membelah semangka menjadi 8 bagian. Bagas kemudian memakan 2 bagian semangka. Maka nilai semangka yang dimakan Bagas jika ditulis dalam bentuk pecahan adalah….
9. Pecahan senilai dari adalah…
10.Pecahan senilai dari adalah…
Jawaban
1. Satu per delapan 2.
3.
4. = = =
5. =
Penskoran
x 100
Lampiran 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Kelas Kontrol
Satuan Pendidikan : MI NW Karang Bata Kelas / Semester : IV (Empat) / II Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Bentuk-bentuk Pecahan Alokasi Waktu : 2x35 menit
Hari / Tgl Pelaksanaan :
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.