• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

B. Pembahasan

1. Dinamika interaksi sosial (Studi Kasus Mahasiswa Berasal dari Bima Di Universitas Muhammadiyah Makassar)

Dinamika adalah sesuatu hal yang mempunyai tenaga/kekuatan, slalu bergerak, berkembang serta bisa menyesuaikan diri terhadap keadaan tertentu.

Interaksi terjadi ketika manusia mengalami kontak budaya dengan orang lain yang mempunyai latar budaya yang berbeda yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan baik psikis maupun fisik karena kontak tersebut, maka keadaan ini disebut gegar budaya atau culture shock didefinisikan sebagai kegelisahan yang mengendap yang muncul kehilangan tanda-tanda atau petunjuk-petunjuk dan lambang-lambang familiar dalam hubungan sosial. Pola interaksi Sebagai makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan hubungan dengan manusia yang lain. Hubungan tersebut menjadi manusia tidak bisa lepas dari manusia lainnya dan tidak bisa melakukan seorang diri. Kecenderungan manusia berhubungan tersebut melahirkan komunikasi dengan manusia yang lainnya dan komunikasi terjadi dikarnakan saling membutuhkan melalui sebuah interaksi.

Sementara itu, sebagaiaman teori interaksi simbolik yang dibangun oleh George Heber meead Sedangkan teori yang kedua peneliti memilih teori adaptasi interaksi yang dikemukakan oleh Jude Burgon dalam teorinya menjelaskan dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikator memiliki semacam interaksi yaitu pola saling bergantian yang terkordinasi alasan

62

peneliti mengambil teori ini dikarnakan judul penenliti sangat mengarah ke adaptasi interaksi.

sosial (social) pada ilmu-ilmu sosial mempunyai arti yang berbeda dengan misalnya istilah “sosial” pada ilmu-ilmu sosial menunjuk pada objeknya, yaitu masyarakat, sosialisme merupakan suatu ideologi yang berpokok pada prinsip pemilikan umum (atas alat-alat produksi dan jasa-jasa dalam bidang ekonomi). Sementara itu, istilah sosial pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. Artinya kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dalam bidang kesejahteraan, seperti misalnya tuna karya, tuna susila, orang jompo, yatim piatu dan lain sebagainya, yang ruang lingkupnya adalah pekerjaan ataupun kesejahteraan social. Soekanto (2013:12)

Interaksi sosial merupakan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis, hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara induvidu yang satu dengan induvidu yang lain, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, maupun antara kelompok dengan induvidu. Dalam bukunya Anwar (2013: 194)

Namun pola komunikasi mahasiswa bima dan daerah lain itu cukup baik walaupun ada beberapa kata yang sulit untuk dimengerti sehingga komunikasi tidak berjalan lancar dan mahasiswa bima sangat berbaur begitupun mahasiswa daerah lain sangat berbaur terhadap mereka.

2. Faktor pendukung dan penghambat dinamika interaksi sosial (studi kasus mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar)

Komunikasi pada dasarnya suatu pertukaran gagasan atau ide secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai proses penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari suatu pihak-kepihak lain dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas pesan yang dipertukarkan tersebut. Keberhasilan banyak ditentukan oleh kemampuan komunikasi memberi makna pada pesan yang diterimannya, semakin besar pula kemungkinan komunikan memahami pesan tersebut karena kurang mampu menafsirkan pesan tersebut.

Di dalam pola komunikasi terdapat suatu faktor yang menyebabkan suatu permasalahan dalam berkomunikasi Yaitu :

a. Faktor pendukung

Proses komunikasi yang terjadi antara dua budaya yang berbeda agar pola komunikasi berjalan dengan lancar.

1. Bahasa

Bahasa merupakan sarana utama dalam komunikasi. Gagasan, pikiran, dan perasaan dapat diketahui maksudnya ketika disampaikan lewat bahasa

2. Menghormati perbedaan budaya

Memahami budaya masyarakat lain merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam membangun komunikasi yang efektif

64

3. Sikap kekeluargaan

Bagi mahasiswa Bima dan mahasiswa daerah lain sikap kekeluargaan harus membaur dengan antara sesama manusia itu perlu dalam berkomunikasi.

b. Faktor Penghambat

Faktor penghambat dalam berkomunikasi antara dua budaya yang berbeda dalam komunikasi antara budaya yang terjadi antara mahasiswa Bima dan mahasiswa daerah lain terdapat faktor penghambat dalam komunikasi tersebut yaitu :

1. Perbedaan bahasa

Perbedaan bahasa yang terjadi dalam proses komunikasi tersebut tidak sampai menimbulkan konflik diantara dua daerah ini , hanya saja terkadang salah dalam memahami maksud pesan yang di sampaikan.

2. Pesan sulit dipahami

Di dalam berkomunikasi pasti ada yang namanya miss communication terhadap mahasiswa yang beda budaya sehingga disitu menyalami kesulitan dalam komunikasi.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditetapkan teoei yang berkaitan sebagai berikut :

a. Interaksi Simbolik

Melihat dari kondisi dilapangan peneliti memilih untuk menggunakan Teori interaksi simbolik yang dibangun oleh

George Heber Meead. Teori ini dianggap relavan dalam penelitian ini tentang dinamika interaksi sosial (studi kasus pada mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar ). Dikarnakan teori ini menfokuskan perhatiannya pada cara-cara yang digunakan manusia untuk membantu makna dan struktur masyarakat melalui percakapan Interaksi simbolik pada awalnya merupakan suatu gerakan dan karyanya kemudian menjadi inti dari aliran pemikiran yang dinamakan Chicago School.

b. Teori Adaptasi Interaksi

Teori adaptasi interaksi dikemukakan Jude Burgon dalam teorinya yang menjelaskan dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikator memiliki semacam “sinkronis interaksi” (interaction synchrony) yaitu pola saling bergantian yang terkoordinasi. teori ini mulai memperhatikan bahwa perilaku anda mempengaruhi dan dipengaruhi perilaku orang lain yang menghasilkan pola-pola tertentu yang teratur, perilaku awal dalam interaksi terdiri atas kombinasi dari perilaku verbal dan nonverbal yang mencerminkan dari posisi anda dan faktor lingkungan dimana interaksi terjadi tingkat keahlian anda miliki. peneliti melihat dari kondisi dilapangan bahwa bukan mahasiswa bima saja yang mengalami kesulitan berkomunikasi namun mahasiswa daerah lain juga mengalami kesulitan dalam

66

berkomunikasi dikarnakan ketika mereka bertemu dengan sesama daerahnya mereka menggunakan bahasa masing-masing. C. Nilai Kebaharuan.

Penelitian Sri Astuti (2020) Dengan judul “Dinamika Interaksi Sosial (Studi Kasus Mahasiswa Berasal Dari Bima Di Universitas Muhammadiyah Makassar)” Hasil penelitian menunjukkan bahawa dinamika komunikasi interaksi sosial studi kasus mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar interaksi sosial terhadap budaya yang berbeda itu cukup baik karena mereka mereka masih menerima dan ramah terhadap mahasiswa pendatang tapi terkadang mahasiswa bima mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dikarnakan beberapa kata yang sulit dipahami oleh mahasiswa itu sendiri.

67

BAB VI

PENUTUP

Dokumen terkait