• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen PENGARUH MODEL PEMBELA JARAN (Halaman 88-93)

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Pembahasan

T = 9,5

75,175

20 67,648

20

T = 9,5

√3,75 3,38

T = 9,5

√7,13

T = 9,5

2,67 = 3,55

Sebelum dikonsultasikan dengan ttabel dtentukan dahulu nilai df.

Sementara untuk mengetahui nilai, dapat digunakan rumus sebagai berikut:

df = (N1 + N2) – 2 = (20+20) – 2 = 38.

Berdasarkan perhitungan tersebut apabila dikonsultasikan pada tabel df 46 pada taraf signifikansi 5% yaitu 2,021. Dengan demikian thitung > ttabel (3,55> 2,021) yang berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran team games tournament dalam peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 27 Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah.

berupa model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) dan siswa kelas IV B sebagai objek yang diberi perlakuan tanpa model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT).

Sebelum dilakukan perlakuan diadakan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa akan materi yang diujikan. Dalam mengerjakan pretest ini, siswa pada umumnya hanya mengerjakan soal yang telah disediakan sesuai dengan pengetahuan dasar dan kemampuan seadanya sebelum dilakukan proses pembelajaran oleh guru pendidikan agama Islam.

Adapun perolehan dari pelaksanaan pretest ini berupa nilai rata-rata kelas IV A 62,25 yakni dan kelas IV B dengan nilai rata-rata 58 lalu ditentukan kategori atas, tengah, dan bawah untuk menentukan kondisi kelas model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) dengan kelas tanpa penerapan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT). Bila dilihat dari nilai rata-rata hasil pretest, kedua kelas tidak memiliki perbedaan yang terlalu signifikan. Untuk membuktikan apakah prestasi pretest kedua kelompok bersifat homogen atau tidak, maka dilakukan uji varians (homogenitas). Dari uji homogenitas (uji F) diperoleh hasil Fhitung lebih kecil dari Ftabel 1,37 ≤ 2,16). Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kedua kelompok varian data homogen sehingga dapat dijadikan sampel penelitian.

Setelah hasil pretest dilakukan uji normalitas. Perhitungan uji normalitas dengan cara membandingkan nilai Xhitung dengan Xtabel pada taraf signifikansi (dk) dengan derajat 5%. Berdasarkan uji normalitas data X diperoleh hasil

hitung X2 = 8,748. Sedangkan untuk uji normalitas data Y diperoleh hasil hitung = 6,158. Dari hasil tersebut, ternyata hasil hitung variabel X dan Y memiliki X2hitung lebih kecil dari X2tabel. Maka data hasil pretest bersifat normal. Setelah kemampuan pretest diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) di kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B tanpa menggunakan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) sebagai kelas kontrol.

Setelah pembelajaran dilakukan, langkah selanjutnya adalah memberikan soal posttest, yakni soal yang sama pada soal pretest. Sehingga diperoleh hasil belajar dari post test pada kelas IV A sebagai kelas eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yaitu 74,75. Frekuensi hasil belajar siswa dikelas eksperimen adalah 3 siswa dikelompok atas/tinggi (15%), 15 siswa dikelompok tengah/ sedang (75%), dan 2 siswa dikelompok bawah/rendah (10%). Sedangkan hasil belajar dari post test pada kelas IV B sebagai kelas kontrol tanpa menggunakan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) dengan rata-rata hasil belajar siswa yaitu 65,25. Frekuensi hasil belajar siswa dikelas eksperimen adalah 3 siswa dikelompok atas/tinggi (15%), 14 siswa dikelompok tengah/ sedang (70%), dan 2 siswa dikelompok bawah/rendah (15%).

Untuk lebih membuktikan perbandingan tersebut dilakukan uji “t”. Pada hasil pengujian uji “t” diperolehlah nilai thitung = 3,55. Sebelum

dikonsultasikan dengan ttabel dtentukan dahulu nilai df. Sementara untuk mengetahui nilai df, dapat digunakan rumus sebagai berikut: df = (N1 + N2) – 2 = (20+20) – 2 = 38. Berdasarkan perhitungan tersebut apabila dikonsultasikan pada tabel df 46 pada taraf signifikansi 5% yaitu 2,021.

Dengan demikian thitung > ttabel (2,021 > 3,55) yang berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran team games tournament dalam peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SDN 27 Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah. Hasil ini didukung oleh beberapa teori diantaranya : penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat mendorong tumbuhnya rasa senang siswa terhadap pembelajaran, meningkatkan semangat dan motivasi dalam membuat tugas yang diberikan dan membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik.26

Sedangkan hipotesis nihil (h0) dalam penelitian ini ditolak yaitu tidak terdapat pengaruh model pembelajaran teams game tournament dalam peningkatan hasil belajar siswa pada SDN 27 Bengkulu Tengah hasil ini didukung oleh teori yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah model penyajian materi yang menyenangkan, tidak membosankan, menarik dan mudah dimengerti oleh para siswa yang kemudian berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.27

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN 27 Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah dapat dijelaskan bahwa model pembelajaran

26Zakiyah darajat , Metodik Khusus PAI, (Jakarta ,bumi aksara , 2011) h.289

27Agus Suprijono, cooperative learning, (Yogyakarta, PT Pustaka Pelajar, 2011) h.30

team games tournament (TGT) dapat merangsang daya saing dan kekompakan anak dalam saling membantu memahami materi pembelajaran. Suasana kelas terasa lebih aktif dan peserta didik terlihat lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh pendidik.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran team games tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa di SDN 27 Taba Lagan kabupaten Bengkulu tengah. Hal ini dapat dilihat dari thitung yang diperoleh adalah 3,55 sedangkan ttabel memiliki nilai 2,021. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat diketahui jika thitung lebih besar daripada ttabel pada taraf signifikan 5%. Dengan demekian hipotesis kerja dapat diterima.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis memiliki beberapa saran sebagai berikut :

1. Bagi guru hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih kreatif dan variatif sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung secara aktif dan peserta didik mudah memahami materi yang diajarkan secara maksimal dalam pembelajaran pendidikan agama Islam maupun mata pelajaran lainnya.

2. Bagi peserta didik hendaknya selalu memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan seksama dan meningkatkan motivasi belajarnya agar hasil yang diperoleh menjadi lebih baik.

3. Bagi peneliti agar bisa melakukan penelitian dengan metode lainnya dan hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian sejenis pada masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Afita, Musrifoh. 2015. Penerapan Model Pembelajaran TGT Untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran IPS Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Siswa Kelas Vb Mi Muhammadiyah Purbalingga Tahun 2014/2015 Skripsi S1. Fakultas Tarbiyah Iain Purwokerto Dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Altabrany, Trianto Ibnu Badar. 2018. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif.

Progresif. Dan Kontekstual. Jakarta: Kencana.

Amin, Alfauzan. 2015. Metode dan Model Pembelajaran Agama Islam.

Bengkulu: IAIN Bengkulu press

Anitah, Sri. 2008. Materi Pokok Strategi Pembelajaran SD. Jakarta:

Universitas Terbuka.

Aryawidani, Novan. 2012. Pendidikan Karakter dan Kepramukaan.

Yogyakarta: PT Citra Aji Parama.

Azwar, Saifuddin. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bambang Prasetyo, Lina Miftahul Jannah. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif.

Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Departemen Agama Republik Indonesia. 2010. Al-Qur‟an dan Terjemahannya.

Bandung : Diponegoro.

Husamah dkk. 2018. Belajar dan Pembelajaran. Malang: Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.

Jhon W, Creswell.. 2008. Research Design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kunandar. 2007. Guru Profesional implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

M.Arifin. 2016. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Mahfud Dkk. 2015. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiteknik. Yogyakarta: Depublish.

Perundangan tentang kurikulum sistem pendidikan nasional 2013. 2013.

Yogyakarta: Penerbit Pustaka Yustisia.

Prastowo, Andi. 2012. Memahami Metode-Metode Penelitian. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.

Ramayulis. 2014. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Riduwan. 2018. Dasar- Dasar Statistika. Bandung: Alvabeta cv.

Dalam dokumen PENGARUH MODEL PEMBELA JARAN (Halaman 88-93)

Dokumen terkait