BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan Hasil Pengujian Marshall
5%;6%; dan 7%. Sehingga hasil sampel yang didapat memenuhi spesifikasi dan juga hasil sampel yang tidak memenuhi spesifikasi. Dari data tabel 4.17 semua kadar aspal dan filler serbuka batu bata merah tidak memenuhi karakteristik marshall dan tidak sesuai spesifikasi makan kadar aspal dan filler serbuka batu bata merah tidak bisa dikatatakan layak dipakai dan tidak bisa digunakan. Namun tidak keluar dari kata pengujian dan ekperimen yang telah dilakukan oleh peneliti mungkin ada kesalahan dalam penelitan ini sehingga data yang didapat tidak valid.
Kadar aspal %
Kadar filler %
Spesifikasi Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama
sampel 6
7 4A 2256.43 4B 2248.34 4C 2223.48 >800 (Sumber: Hasil penelitian dan analisis tahun 2023)
Dari data pada tabel 4.18 diatas mendapatkan hasil rata-rata yaitu bahwa nilai stabilitas tertinggi yaitu 2436,49 kg dengan kadar aspal 6% filler 3,5% dan nilai stabilitas terendah yaitu 2223,48 dengan kadar aspal 7% filler 6%. Dan rata-rata nilai stabilitas tiap sampel yang telah di uji mendapatkan nilai diatas >800 kg yang mana nilai tersebut sudah memenuhi spesifikas Bina Marga 2018 revisi 2 divisi 6 tentang perkerasan aspal.
Gambar 4. 1 Grafik Hubungan Stabilitas dengan Kadar Aspal
keterkaitan antara komposis kadar aspal dengan nilai stabilitas, dilihat pada gambar 4.1. dengan analisis sebagai berikut:
1. Nilai stabilitas pada kadar aspal 4,5%; 5%; 6% dengan filler 3,5% mengalami kenaikan tetapi mengalami penurunan pada kadar aspal 7% filler 3,5%, dengan nilai stabilitas optimum 2436.48 kg, selanjutnya mengalami penurunan nilai stabilitas pada kadar aspal 7% filler 3,5% dengan nilai stabilitas 2256,43 kg.
2. Nilai stailitas pada kadar aspal 4,5%, sampai kadar aspal 6% dengan filler 5%
mengalami kenaikan dengan nilai sabilitas optimum 2359,40 kg, selanjutnya
4.5 5 6 7
3,5% 2357.470549 2384.502236 2436.486273 2256.432575 5% 2288.547588 2315.752831 2359.407783 2248.335796 6% 2318.360112 2358.577407 2394.172032 2223.478593 2000
2100 2200 2300 2400 2500 2600
Stabilitas (Kg)
Kadar Aspal (%)
mengalami penurunan stabilitas di kadar asapal 7% dengan filler 6% nilai stabilitas 2248,33 kg.
3. Nilai stabilitas pada kadar aspal 4,5% sampai kadar aspal 6% dengan filler 6%
mengalami kenaikan dengan nilai stabilitas optimum 2393,17 kg, selanjutnya mengalami penurunan stabilitas di kadar aspal 7% dengan filler 6% nilai stabilitas 2223,48 kg.
Peningkatan nilai stabilitas di sebabkan oleh peningkatan kadar aspal lapisan agregat, sehingga kohesi campuran meningkat, kepadatan campuran meningkat, yang meningkatkan bidang kontak antara agregat dan meningkatkan kohesi antara agregat. agregat; sehingga meningkatkan nilai stabilitas campuran.
Penurunan nilai durabilitas disebabkan karena aspal yang semula berfungsi sebagai pengikat agregat menjadi pelumas setelah mencapai nilai optimum yang dipersyaratkan sehingga terjadi penurunan daya lekat dan gesekan antar agregat.
Pada grafik diatas kadar filler 3,5% serbuk batu bata merah juga tidak terlalu berpengaruh dalam campuran nilai stabilitas, dimana pada campuran aspal kadar filler hanya sebagai bahan tambah dalam campuran filler. Namum nilai stabilitas maksimum terdapat pada kadar aspal 6% dengan filler 6%. Dan nilai stabilitas minimum terdapat pada kadar aspal 7% dengan filler 6%.
4.4.2 Flow
Flow adalah besar suatu deformasi yang terjadi pada awal pembebanan sampai penurunan stabilitas hingga menunjukkan besar deformasi dari campuran perkerasan yang diakibatkan oleh beban. Nilai flow campuran terpengaruh oleh komposisi aspal dan bahan pengikat, jumlah agregat dan serta temperatur di titik pemadatan.
Tabel 4. 19 Data Nilai Rata-rata Flow Kadar
aspal
%
Kadar filler % Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama sampel 6
4,5 1A 4.61 1B 3.79 1C 3.48
5 2A 3.60 2B 2.87 2C 3.68
6 3A 4.88 3B 3.86 3C 4.27
7 4A 2.71 4B 4.05 4C 5.13
(Sumber: Hasil dan penelitian data 2023)
Dari data pada tabel 4.17 diatas mendapatkan hasil rata-rata yaitu bahwa nilai stabilitas tertinggi yaitu 5,13 mm dengna kadar aspal 7% filler 6% dan nilai stabilitas terendah yaitu 2,71 mm dengna kadar aspal 7% filler 3,5%. Namun data diatas yang sudah memenuhi spesifikasi 2-4 mm yaitu 2,71 kadar aspal 7% 4A, 3,60, 3,68 kadar aspal 5% 2A 2B, 3,48 kadar aspal 4,5% 1C, beberapa sampel sudah memenuhi spesifikas Bina Marga 2018 revisi 2 divisi 6 tentang perkerasan aspal.
4.4.3 Marshall Quetient
Marshall Quetient adalah nilai pendekatan yang hampir menunjukka nilai kekakuan suatu campuran beraspal dlaam menerima beban. Nilai MQ diperoleh dari perbandingan antara nilai stabilitas terhadap nilai kelelehan (flow). Semakin besar nilai MQ maka campuran semakin kaku dan sebaliknya semakin kecil MQ makan perkerasannya semakin lentur. Nilai MQ campuran laston menggunakan kasar aspal 4,5%; 5%; 6%, dan 7% dapat dilihat pada Tabel 4.20.
Tabel 4. 20 Data Hasil Rata-rata Marshall Quetient Kadar
aspal
%
Kadar filler %
Spesifikasi Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama
sampel 6
4,5 1A 533.84 1B 595.54 1C 672.22 >250
5 2A 641.32 2B 859.38 2C 638.54 >250
6 3A 460.74 3B 637.03 3C 576.31 >250
7 4A 827.12 4B 583.74 4C 450.65 >250
(Sumber: Hasil penelitian dan analisis tahun 2023)
Nilai MQ yang terkecil yaitu kadar aspal 6% dengan kadar filler 3,5% dan yang tertinggi kadar aspal 7% dengan kadar filler 3,5%. Dari data di atas menunjukkan bahwa kadar aspal 4,5%, 5%, 6%, 7% dan filler 3,5%, 5%, 6% telah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2 dengan nilai minimum 250 kg.
4.4.4 Rongga Dalam Agregat (VMA)
Rongga udara dan kandungan aspal, atau rongga yang terisi aspal untuk memperkecil rongga benda uji, keduanya dinyatakan dengan nilai VMA dalam campuran aspal padat antar butiran agregat. Nilai VMA Laston yang dicampur aspal mentah 4,5%; 5% 6% dan 7% di tunjukkan pada Tabel 4.21.
Tabel 4. 21 Data Hasil Rata-rata VMA Kadar
aspal %
Kadar filler %
Sesifikasi Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama
sampel 6
4,5 1A 19.80 1B 22.06 1C 18.91 >15
5 2A 22.15 2B 21.85 2C 21.75 >15
6 3A 21.35 3B 22.83 3C 22.41 >15
7 4A 22.45 4B 22.77 4C 23.59 >15
(Sumber: Hasil penelitian dan analisis tahun 2023)
Dari tabel Rata-rata perhitungan VMA didapatkan hasil dari penggunaan kadar aspal dan kadar filler dengan nilai rata-rata tertinggi VMA yaitu 23,59 dengan kadar aspal 7% dan kadar filler 6%.
4.4.5 Rongga Dalam Aspal (VFA)
Nilai VFA merepresentasikan fraksi kosong yang terisi dengan persentase efektif aspal. VFA campuran AC-WC Laston dengan aspal 4,5%, 5%, 6% dan 7%
ditunjukkan pada Tabel 4.22.
Tabel 4. 22 Data Hasil Rata-Rata VFA Kadar
aspal %
Kadar filler %
Sesifikasi Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama
sampel 6
4,5 1A 43.90 1B 40.89 1C 42.17 >65
5 2A 43.29 2B 44.11 2C 45.82 >65
6 3A 50.83 3B 52.65 3C 51.03 >65
7 4A 56.90 4B 57.29 4C 58.98 >65
(Sumber: Hasil penelitian dan analisis tahun 2023)
Pada hasil perhitungan VFA dari data di atas menunjukkan bahwa nilai VFA tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2 dengan batas minimum 65%.
4.4.6 Rongga Dalam Campuran (VIM)
Nilai VIM menunjukkan celah pada campuran dengan nilai besar yang menghasilkan skor besar, sehingga persyaratan tersebut dipenuhi oleh proses. VIM campuran AC-WC Laston dengan aspal 4,5%; 5%; 6% dan 7% ditunjukkan pada Tabel 4.23.
Tabel 4. 23 Data Hasil Rata-rata VIM Kadar
aspal %
Kadar filler %
Sesifikasi Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama
sampel 6
4,5 1A 11.11 1B 13.62 1C 10.13 >3-5
5 2A 12.73 2B 12.40 2C 12.28 >3-5
6 3A 11.83 3B 11.50 3C 11.02 >3-5
Kadar aspal %
Kadar filler %
Sesifikasi Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama
sampel 6
7 4A 11.07 4B 11.44 4C 10.36 >3-5
(Sumber: Hasil penelitian dan analisis tahun 2023)
Pada perhitungan VIM menunjukkan nilai yang didapat tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2 dengan batas 3-5%.
4.4.7 Density
Density adalah kepadatan yang dihasilkan dari berat kering, berat jenuh (SSD), berat dalam air, dan berat jenis total contoh uji. Campuran tersebut menunjukkan nilai densitas yang tinggi ketika menggunakan batuan dengan porositas rendah dan dicampur dengan intergranular void (VMA). Secara umum, semakin tinggi jumlah aspal, semakin tinggi pula nilai densitas campurannya. Nilai kepadatan campuran AC-WC Laston didasarkan pada aspal 4,5%; 5%; 6%; dan 7% ditunjukkan pada tabel 4.24.
Tabel 4. 24 Data Hasil Rata-rata Density Kadar
aspal %
Kadar filler %
Sesifikasi Nama
sampel 3,5 Nama
sampel 5 Nama
sampel 6
4,5 1A 2.06 1B 2.00 1C 2.08 >2
5 2A 2.01 2B 2.02 2C 2.02 >2
6 3A 2.03 3B 2.01 3C 2.02 >2
7 4A 2.02 4B 2.02 4C 2.02 >2
(Sumber: Hasil penelitian dan analisis tahun 2023)