Kelas VII MTs Negeri Purwantoro
E. Pembahasan
1. Pengaruh antara minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII di MTs Negeri Purwantoro Tahun pelajarn 2015/2016
Berdasarkan dari hasil pengkategorian diketahui bahwa yang menyatakan minat belajar siswa kelas VII MTs Negeri Purwantoro dalam kategori baik dengan frekuensi sebanyak 14 responden (10%), dalam kategori cukup dengan frekuensi sebanyak 110 responden (77%), dan dalam kategori kurang dengan frekuensi sebanyak 18 responden (13%). Yaitu diperoleh dari nilai rata-rata (Mean) angket minat belajar siswa adalah 48,59155 dan nilai standar deviasi adalah 5,423157. Kemudian yang termasuk dalam skor kategori baik itu nilai dari mean ditambah nilai standar deviasi yaitu skor yang lebih dari 54 yang
berjumlah 14 orang. Dan yang termasuk skor kategori kurang yaitu nilai dari mean dikurangi nilai standar deviasi yaitu skor kurang dari 43 yang berjumlah 18 orang. Sedangkan yang termasuk dalam kategori cukup yaitu skor antara kategori rendah dan tinggi yaitu dengan skor 43-54 dengan jumlah 110 orang.
Dari hasil angket minat belajar dengan jumlah responden 142 dan nilai skor 1-3 (selalu, kadang-kadang, dan tidak pernah) diketahui bahwa nilai tengah (Me) pada minat belajar adalah 49,5. Dan nilai yang sering muncul (Mo) untuk minat belajar adalah 50 yang berjumlah 15 siswa.109 Dari data diatas, dapat dilihat bahwa yang paling banyak muncul adalah skor 50. Munculnya sebanyak 15 kali, jadi dapat dijelaskan bahwa pilihan siswa mengenai angket minat belajar siswa sebagian besar dengan skor 50.
Untuk nilai tertinggi dari 20 soal angket minat belajar tersebut yaitu pada soal nomer 1 dengan soal pernyataan “Saya senang belajar materi Fiqih”. Jadi berdasarkan data yang telah diperoleh, tingkat frekuensi selalu siswa (responden) terhadap saya senang belajar materi Fiqih adalah 92,96% dari yang diharapkan (100%). Dan nilai tengahnya adalah pada soal no 18 yaitu dengan tingkat frekuensi selalu siswa (responden) terhadap saya mendapatkan banyak pengalaman tentang pemecahan masalah dari belajar kelompok adalah 82,86%
dari yang diharapkan (100%). Sedangkan untuk nilai terendah dari 20 soal
109 Lampiran 16.
angket minat belajar tersebut yaitu pada soal no 6 dengan soal pernyataan “Saya mengulang materi Fiqih di rumah”. Berdasarkan data yang telah diperoleh, tingkat frekuensi selalu siswa (responden) terhadap saya mengulang materi Fiqih di rumah adalah 68,31% dari yang diharapkan (100%).110
Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagaimana perhitungan regresi linier sederhana didapatkan Fhitung > Fhtabel yaitu 24,058794 > 3,91 yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih sebesar 14,66474 % dan sisanya 85,33526 % sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak masuk dalam model.
2. Pengaruh antara budaya sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII di MTs Negeri Purwantoro Tahun pelajarn 2015/2016
Berdasarkan hasil pengkategorian diketahui bahwa yang menyatakan budaya sekolah MTs Negeri Purwantoro dalam kategori baik dengan frekuensi sebanyak 19 responden (13%), dalam kategori cukup dengan frekuensi sebanyak 99 responden (70%), dan dalam kategori kurang dengan frekuensi sebanyak 24 responden (17%). Yaitu diperoleh dari nilai rata-rata (Mean) angket budaya sekolah adalah 50,39437 dan nilai standar deviasi adalah 5,390338. Kemudian yang termasuk dalam skor kategori baik itu nilai dari mean ditambah nilai standar deviasi yaitu skor yang lebih dari 56 yang berjumlah 19 orang. Dan yang termasuk skor kategori kurang yaitu nilai dari
110 Lampiran 18.
mean dikurangi nilai standar deviasi yaitu skor kurang dari 45 yang berjumlah 24 orang. Sedangkan yang termasuk dalam kategori cukup yaitu skor antara kategori rendah dan tinggi yaitu dengan skor 45-56 dengan jumlah 99 orang.
Dari hasil angket budaya sekolah dengan jumlah responden 142 dan nilai skor 1-3 (selalu, kadang-kadang, dan tidak pernah) diketahui bahwa nilai tengah (Me) pada budaya sekolah adalah 51. Dan nilai yang sering muncul (Mo) untuk budaya sekolah adalah 51 yang berjumlah 12 siswa.111 Dari data diatas, dapat dilihat bahwa yang paling banyak muncul adalah skor 51. Munculnya sebanyak 12 kali, jadi dapat dijelaskan bahwa pilihan siswa mengenai angket budaya sekolah sebagian besar dengan skor 51.
Untuk nilai tertinggi dari 20 soal angket budaya sekolah tersebut yaitu pada soal no 20 dengan soal pernyataan “Saya menyukai lingkungan Madrasah yang bersih”. Jadi berdasarkan data yang telah diperoleh, tingkat frekuensi selalu siswa (responden) terhadap saya menyukai lingkungan Madrasah yang bersih adalah 98,83% dari yang diharapkan (100%). Dan nilai tengahnya adalah pada soal no 9 yaitu dengan tingkat frekuensi selalu siswa (responden) terhadap saya menghargai pendapat teman adalah 88,97% dari yang diharapkan (100%).
Sedangkan untuk nilai terendah dari 20 soal angket minat belajar tersebut yaitu pada soal nomer 3 dengan soal pernyataan “Saya berpuasa sunnah”. Jadi berdasarkan data yang telah diperoleh, tingkat frekuensi selalu siswa
111 Lampiran 17.
(responden) terhadap saya berpuasa sunnah adalah 59,15% dari yang diharapkan (100%).112
Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagaimana perhitungan regresi linier sederhana didapatkan Fhitung > Fhtabel yaitu 22,229793 > 3,91 yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih sebesar 13,70266 % dan sisanya 86,29734 % sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak masuk dalam model.
3. Pengaruh antara minat belajar dan budaya sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII di MTs Negeri Purwantoro Tahun pelajarn 2015/2016
Berdasarkan dari hasil analisis data di atas dengan penghitungan statistik dikemukakan bahwa Fhitung lebih besar daripada Ftabel dengan hasil Fhitung = 20,586254 dan dibandingkan dengan Ftabel dengan taraf signifikansi 5% yaitu 3,06. Yang dikatakan signifikan yaitu apabila nilai statistik yang diperoleh (empirik) sama atau lebih besar dibanding nilai di dalam tabel signifikansi (nilai teoritik).113 Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yakni Ha yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa dan budaya sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs Negeri Purwantoro Tahun Pelajaran 2015/2016.
112 Lampiran 19.
113 Tulus Winarsunu, Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan (Malang: UMM Press, 2004), 19.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagaimana perhitungan analisis regresi berganda menunjukkan angka 22,852 % yang terkait antara minat belajar siswa dan budaya sekolah terhadap hasil belajar yang menunjukkan signifikan. Sehingga ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa dan budaya sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs Negeri Purwantoro Tahun Pelajaran 2015/2016 sebesar 22,852 %.
BAB V
PENUTUP