BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Penelitian
57
Dari hasil wawancara yang telah di lakukan dengan informan berkaitan dengan peningkatan soff skill para siswa dimana informan tersebut berpendapat bahwa dalam meningkatkan maka para pemerintah selalu mengelurkan kebijkan tentang pengadaan pertandingan kepada siswa tentang publik spaking atau berbicara di depan umum seperti berceramah dan hal ini sangat di perhatikan karna sangat di butuhkan oleh masyarakat maka dari itu pemerintah dalam program tersebut berinisiatif agar para siswa termotivasi untuk mengembangkan bakat mereka tenatng berbicara di depan umum
58
peluang untuk mendapatkan ijazah sehingga dapat melanjutkan pendidikan baik secara formal maupun informal maupun mencari pekerjaan. Sedangkan dari hasil penelitian yang dilakukan pihak dinas pendidikan adalah dengan menyediakan program kesetaraan yaitu sekolah paket A untuk tingkatan sekolah dasar, Paket B untuk tingkatan sekolah menengah pertama, dan Paket C untuk tingkatan sekolah dasar. Program ini sangat membantu masyarakat yang putus sekolah pada tingkat tertentu agar dapat melanjutkan pendidikan pada masa belajar yang singkat yaitu selama kurang lebih 3 bulan dan hal tersebut menunjukan kebijakan dari dinas sudah sangat baik karena berusaha semaksimal mungkin mengurang angka anak putus sekolah yang terjadi
b. Implementasi alokasi sumber daya
implementasi sangat dibutuhkan dalam pencapaian kebijakan untuk mencapai tujuan sumber daya fisik, teknologi dan sumber daya manusia. Dari sumber daya manusia sudah memiliki kemampuan yang memadai untuk menjalankan kebijakan namun implementasi kebijakan pemerintah dalam pembinaan anak putus sekolah di dinas pendidikan kabupaten Enrekang Masih sangat kurang Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sumber daya manusia di dinas pendidikan khususnya yang mengatasi anak putus sekolah masih sangat kurang sehingga ini menjadi kendala dalam pembinaan anak putus sekolah di Kabupaten Enrekang karena ada 450 anak yang putus sekolah yang membutuhkan pembinaan namun yang menangani anak putus sekolah di dinas pendidikan hanya sebanyak 7 orang sehingga kebijakan dalam hal alokasi sumber daya yang dilakukan oleh pemerintah masih sangat kurang
c. Mengembangkan visi-misi
59
Dinas Pendidikan merupakan Lembaga pemerintah memiliki tujuan dalam mengembangkan visi-misi yang tergolong dalam beberapa instansi maupun lembaga kemasyarakatan yang terlibat langsung dalam menangani terjadinya anak putus sekolah di Kabupaten Enrekang. untuk mengukur sejauh mana perkembangan pendidikan di kabupaten itu sendiri. Salah satunya adalah program wajib belajar 9 tahun kemudian dikembangkan menjadi 12 tahun dikarenakan dinas pendidikan merasa bahwa tidak cukup apabila anak hanya menempuh pendidikan hanya 9 tahun atau bisa dikatakan sampai tingkat SMP saja sehingga dinas pendidikan mengembankan menjadi 12 tahun agar anak bisa menempuh pendidikan sampai tingkat SMA Sedangkan dari hasil penelitian yang dilakukan dinas pendidikan juga telah menjalankan program wajib belajar selama 12 tahun sebagai langkah untuk masyarakat mudah mendapatkan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak dalam hal kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah sangat baik dalam hal mengemban visi misi yaitu untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah
2. Pelatihan Soft Skill
Pelatihan Soft Skill adalah Pelatihan atau pengembangan yang dilakukan untuk memperlihatkan kembali kemampuan atau minat sesseorang yang berasal dari dirinya lebih tepatnya disebut dengan bakat yang dimiliki oleh seseorang dalam hal ini pemerintah kabupaten enrekang mengeluarkan beberapa kebijakan dalam rangka untuk meningkatkan Soft Skill para pemudah dan dari beberapa apa yang telah di temukan di lapangan secara langsung oleh peneliti berkaitan dengan soft skill dimana terdapat cara dalam meningkatkan soff skill para siswa yang di perdakan oleh pemerintah di antaranya :
1. Meningkatkan Komunikasi Para siswa
60
Komunikasi merupakan pemindahan dan pertukaran pesan di mana pesan ini dapat berbetuk fakta, gagasan, perasaaan data atau informasi dari seseorang ke orang lain. Degan bertujuan untuk mempengaruhi orang lain.
2. Mengembangkan cara berfikir kritis para siswa
Komunikasi merupakan pemindahan dan pertukaran pesan di mana pesan ini dapat berbetuk fakta, gagasan, perasaaan data atau informasi dari seseorang ke orang lain. Degan bertujuan untuk mempengaruhi orang lain.
3. Meningkatkan Publik Speaking skill
Merupakan keterampilan percakapan serta tindakan instrumental diman suatu percakapan pembicaraan yang berdampak kepada pendengar untuk melaporkan melalui kata-kata yang yang di ucapkan degan kemampuan berbicara.
para siswa dan hal ini paling sering di paradakan karna hal ini sangat dilingkungan masayrakat
61 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN
Dari uraian diatas yang telah dijelaskan peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut:
Dari hasil penelitian Implementasi kebijakan yang dilakukan oleh pihak dinas pendidikan adalah kebijakan diarahkan pada pencapaian tujuan sudah sangat jelas dan sangat membantu anak yang putus sekolah dengan menyediakan pendidikan kesetaraan sehingga anak yang putus sekolah mendapatkan peluang untuk mendapatkan ijazah sehingga dapat melanjutkan pendidikan baik secara formal maupun informal maupun mencari pekerjaan dan hal tersebut menunjukan kebijakan dari dinas sudah sangat baik karena berusaha semaksimal mungkin mengurang angka anak putus sekolah yang terjadi kemudian hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sumber daya manusia di dinas pendidikan khususnya yang mengatasi anak putus sekolah masih sangat kurang sehingga ini menjadi kendala dalam pembinaan anak putus sekolah di Kabupaten Enrekang karena ada 450 anak yang putus sekolah yang membutuhkan pembinaan namun yang menangani anak putus sekolah di dinas pendidikan hanya sebanyak 7 orang sehingga kebijakan dalam hal alokasi sumber daya yang dilakukan oleh pemerintah masih sangat kurang dan Salah satu kebijakan pemerintah dalam mengemban visi misi adalah program wajib belajar 9 tahun kemudian dikembangkan menjadi 12 tahun di karena dinas pendidikan merasa bahwa tidak cukup apabila anak hanya menempuh pendidikan hanya 9 tahun atau bisa dikatakan sampai tingkat SMP saja sehingga dinas pendidikan mengembankan menjadi 12 tahun agar anak bisa menempuh pendidikan sampai tingkat SMA Sedangkan dari hasil penelitian yang dilakukan dinas pendidikan juga telah menjalankan program wajib belajar selama 12 tahun sebagai
62
langkah untuk masyarakat mudah mendapatkan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak dalam hal kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah sangat baik dalam hal mengemban visi misi yaitu untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah dan pemerintah juga melakukan beberapa hal dalam meningkatkan kemampuan para siswa atau soft skill para siswa di antaranya : Meningkatkan Komunikasi Para siswa, Mengembangkan cara berfikir kritis para siswa dan meningkatkan Pubilik spaking
B. Saran
Adapun beberapa sasaran dari peneliti yang diberikan oleh dinas pendidikan, masyarakat, dan anak putus sekolah sebagai berikut:
1. Dinas Pendidikan
Untuk mengurangi angka anak putus sekolah, sebaiknya pihak dinas pendidikan melakukan pendataan di setiap sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA di kabupaten Enrekang Sehingga dengan mudah untuk mengetahui kebijakan apa yang harus dilakukan dinas pendidikan dalam pembinaan anak putus sekolah.
2. Masyarakat
Bagi masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak usia masa sekolah sebaiknya terus mendorong anaknya untuk terus melanjutkan pendidikan paling rendah sampai pada tingkat SMA karena pemerintah telah memberikan sekolah gratis di seluruh Indonesia sampai pada tingkat SM
3. Anak Putus Sekolah
Jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar dan tetap berpikir bahwa pendidikan itu penting. Tetap bersemangat untuk terus berkarya dan tetap mengikuti pembinaan pendidikan yang dilakukan baik secara formal maupun non formal oleh dinas pendidikan atau pemerintah setempat.
63
DAFTAR PUSTAKA
Abu, A. dan Uhbiyati, N. 2001. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Agustinus Pati, Morin Benjamin, Dan Frans Sinkoh.2019. Kebijakan Dinas Pendidikan Dalam Meminimalisir Anak Putus Sekolah Di Kota Bitung. Jurnal Penelitian
Ahmad, N, S. 2011. Pendidikan Dan Masyarakat. Yogyakarta: Sabda Media.
Arifin, I. 2010. Birokrasi Pemerintahan dan Perubahan Sosial Politik di Kota Bitung.
Makassar: Pustaka Refleksi.
Arsyad, A. 2003. Manajemen Pengetahuan Praktis Bagi Pimpinan Eksekutif, Manajemen Kebijakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Benjamin, M., & Pati, A. (1967). Kebijakan Dinas Pendidikan Dalam Meminimalisir Anak Putus Sekolah Di Kota Bitung. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., April.
Dr. Yusuf Hadijaya, S.Pd., M. (2014). Menyusun Kebijakan Berbuah Kinerja Pendidik Efektif. In Paper Knowledge . Toward A Media History Of Documents.
Gadjong, A, A. 2007. Pemerintahan Daerah. Bogor: Ghalia Indonesia.
Gunawan, A, H. 2010. Sosiologi Pendidikan: Suatu Analisis Sosiologi Tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hasbullah. 2010. Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Harvey, D, F. 1982. Business Policy And Kebijakan Management. Ohio: Merrill Publishing Co.
Hakim, A. (2020). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah. Jurnal Pendidikan, 21(2), 122–132. Https://Doi.Org/10.33830/Jp.V21i2.907.2020
Hr, A. P. (2017). Evaluasi Program Pembinaan Anak Terlantar Putus Sekolah Di Ppsbr Makkareso Kabupaten Maros.
Khaironi, M. (2017). Pendidikan Moral Pada Anak Usia Dini. 01(1), 1–14.
Mahyuni. (2020). Peran Kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten Lombok Barat Dalam Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Di Era Otonomi Daerah.
Mustamin, A. A. (2016). Rekonstruksi Konsep Kebijakan Dan Perencanaan Dalam Pembelajaran. At-Ta‟lim, 15(2), 372–387.
64
Nur Khasanah. (2019). Kebijakan Pengentasan Anak Putus Sekolah Smk Di Kota Semarang.
Rohman, F. (2018). Peran Pendidik Dalam Pembinaan Disiplin Siswa Di Sekolah / Madrasah. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 4(1), 72–94.
Sukardi, M. I., & Suryanti, N. M. N. (2014). Model Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Keterampilan Lokal Bagi Anak Putus Sekolah Pada Masyarakat Marginal. Cakrawala Pendidikan, 402–412.
Tampubolon, E. Lambeau. (2017). Efektivitas Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (Lpka) Pekanbaru. Fisip, 4(1), 1–14.
Widiansyah, A. (2018). Peranan Sumber Daya Pendidikan Sebagai Faktor Penentu Dalam Manajemen Sistem Pendidikan. Manajemen Sistem Pendidikan.
Cakrawala,18(2),229–234.
Http://Ejournal.Bsi.Ac.Id/Ejurnal/Index.Php/Cakrawala
Wijaya, H. (2012). Peranan Teori Pendidikan Dalam Mengatasi Anak Putus Sekolah Di Indonesia. Al-‟Ulum, Vol. 1(January).
Y, Y. D. 2020. (2020). Peran Dinas Sosial Dalam Pembinaan Anak Putus Sekolah Di Kabupaten Enrekang.
65
L A M
P
I
R
A
N
66
KABID PEMBINAAN PAUD DAN PEND. NF
M.gunawan, S.ag 197605072008011010
KASI KURIKULUM
Fitriyanti sulaiman, S.pd.m.pd 198606082010012038
KASI PESERTA DIDIK
Astuti, SH 1944022112007012005
KASI KELEMBAGAAN
Hasnah s.pd 197012311990032016
KABID PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
Ady Purnama, ST 1975052320010011009
KASI KURIKULUM
Syamsinar, s.pd.M.Ap 196911091997032008
KASI PESERTA DIDIK
Altriana, s.si 198207252009012001
KASI KELEMBAGAAN
Yusri haspan, s.pd 197808112005021002
KABID PEMBINAAN KETENAGAAN
Sulfiana S.pd 19810903200901106
KASI PTK SMP
Saipul, SE 198209082009041001
KASI PTK PAUD
Nirmalayanti, S.kom, M.Ap 198005212011012008
KASI PTK SD SEKOLAH DASAR
ABD. Halis, S.Ag 197410232009011006
KABID KEBUDAYAAN
M.Arfah Asmara,ST 198409112010011013
KASI SEJARAH
Marsiam, S.Pd 196712311990032044
KASI KESENIAN
Edy juniadi, S.Pd 19650821986021005
KASI CAGAR BUDAYA
Anton, S.Pd 197110152006041003
Hamka, S.Pd., MM 197112311993071003
SEKERTARIS Drs. H. Haidar, MM
19621231990031123 KEPALA DINAS
Rahmat Hidayat, S.Pd 198307172006041012
KASUBAG PERENCANAAN
Apriyati, SE.,M.AP 197404012000032005
KASUBAG KEUANGAN
Marlina, S.Ksi, M.AP 197906132009042001
KASUBAGUMUM DAN KEPEGAWAIAN
UPT
JABATAN FUNGSIONAL
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
DOKUMENTASI
Gambar 1 Wawancara Degan Kepala Pembinaan Dan Pendidikan Dasar
Gambar 2 Wawancara Dan Pengambilan Data Dengan Bapak Sekretaris Hamka, S.Pd.,MM
Gambar 3 Wawancara Dengan Anak Putus Sekolah
82
Gambar 4 Wawancara Dengan Pegawai dinas Pendidikan
Gambar 5 Wawancara Dengan Pegawai dinas Pendidikan
83
Gambar 6 Wawancara Dengan Pegawai dinas Pendidikan
Gambar 7 Wawancara Dengan Anak Putus Sekolah
Gambar Wawancara Dengan oran
**