• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERIMAAN TIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERIMAAN TIM "

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Penelitian Terdahulu
  • Kebijakan Pemerintah
  • Pembinaan Anak Putus Sekolah
  • Kerangka pikir
  • Fokus Penelitian

Mengelompokkan anak-anak putus sekolah dasar di provinsi Sulawesi Selatan Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dapat disimpulkan bahwa: Penting untuk menentukan tingkat prioritas bantuan anak-anak putus sekolah dasar berdasarkan besarnya risiko yang mereka hadapi. ketika mereka putus sekolah. di luar sekolah. Penelitian tersebut adalah Program One Day One Book, Kebijakan Literasi Pendidikan pada Anak Putus Sekolah di Desa Lemahbang. Penggunaan metode deskriptif kualitatif menekankan bahwa: Memberikan bimbingan kepada anak di luar sekolah seperti bimbingan berupa bimbingan mental, penanaman nilai-nilai agama, kedisiplinan, kemandirian dan.

Penelitian ini fokus pada kebijakan Kemendikbud dalam mendorong anak putus sekolah di kabupaten Enrekang yang mempengaruhi konsep: anak putus sekolah, pembinaan, faktor penyebab anak putus sekolah.

Gambar 2. 1   Kerangka Pikir
Gambar 2. 1 Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Tempat Dan Lokasi Penelitian
  • Jenis Dan Tipe Penelitian
  • Sumber Data
  • Informan Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Pengabsahan Data

Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Enrekang, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang. Tugas : Menangani pelayanan teknis dan administrasi serta mengkoordinasikan penanganan tugas di lingkungan departemen pendidikan dan kebudayaan. Oleh karena itu, sangat disayangkan anak-anak putus sekolah di Enrekang masih membutuhkan pembinaan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan.

Dinas Pendidikan juga berupaya menekan dan menurunkan jumlah anak putus sekolah sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.” Jumlah pegawai pada Dinas Pendidikan sebanyak 110 orang dan jumlah pegawai yang menangani out- jumlah anak sekolah sebanyak 7 orang. Staf sudah mempunyai kapasitas yang cukup untuk melaksanakan kebijakan, namun dalam implementasi kebijakan pemerintah untuk mengentaskan anak putus sekolah di Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang masih terdapat kekurangan staf yang besar, karena Dari ratusan pegawai, hanya tujuh pegawai yang menangani anak putus sekolah.

Dari hasil Pak. Dinas Pendidikan merupakan suatu instansi pemerintah yang bertujuan untuk menyusun visi dan misi beberapa instansi dan lembaga masyarakat yang terlibat langsung dalam mengatasi fenomena putus sekolah di Kabupaten Enrekang. Untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah, alangkah baiknya jika dinas pendidikan melakukan pendataan di setiap sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Enrekang agar mudah mengetahui kebijakan apa saja yang harus diambil dalam bidang pendidikan. kantor. menerapkan dalam pembinaan anak putus sekolah.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum lokasi Penelitian

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang mempunyai tugas membantu Kabupaten Enrekang dalam menyusun rencana, mengkoordinasikan, mengarahkan dan mengevaluasi kegiatan serta menetapkan teknis kegiatan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai petunjuk kerja. Melaksanakan perencanaan operasional program, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal serta budaya sesuai dengan perencanaan kebijakan Kabupaten Enrekang. Tugas: Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal.

Tugas : Menangani penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pada jenjang pendidikan pra dasar, sekolah dasar, sekolah menengah, dan tenaga kependidikan dan kebudayaan nonformal. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, susunan dan susunan organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang. Tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan diatur dalam Peraturan Daerah Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2008 tentang Upaya Pemerintah Kabupaten Enrekang yaitu membantu Bupati Enrekang dalam menyusun rencana, mengkoordinasikan, mengarahkan dan mengevaluasi kegiatan serta sebagai penetapan kegiatan teknis pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kinerja.

Sejalan dengan upaya intensif pemerintah dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka hal yang masih memerlukan perhatian khusus dalam kaitannya dengan dunia pendidikan adalah kondisi anak putus sekolah di Kabupaten Enrekang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Enrekang tahun 2019 menunjukkan, jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Enrekang meliputi: 450 siswa. Jumlah anak putus sekolah sekitar 2,60% atau sebanyak 450 siswa di Kabupaten Enrekang pada semua tingkatan.

Hasil Penelitian

Meskipun dinas pendidikan telah membuat kebijakan mengenai pendidikan, namun masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang baik, bahkan ada yang putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah sama sekali. Dari hasil wawancara dengan salah satu informan, diperoleh pendapat bahwa hasil persentase yang menunjukkan anak putus sekolah di kabupaten Enrekang memiliki persentase yang sangat rendah, hal ini membuktikan bahwa hasil kinerja dinas pendidikan sangat baik karena adanya jumlah siswa, persentase rata-rata tidak hadir pada siswa yang putus sekolah. Dari hasil Pak. Pernyataan GN peneliti menyimpulkan bahwa dinas pendidikan telah melaksanakan alokasi sumber daya manusia, dana dan kemampuan organisasi.

Untuk melaksanakan alokasi sumber daya di dinas pendidikan, menurut saya, dilakukan semaksimal mungkin, meskipun hasilnya dilaksanakan sepenuhnya. Visi dan misi suatu lembaga sangatlah penting dan harus jelas, karena dengan adanya visi dan misi yang jelas maka suatu lembaga dapat mengukur sejauh mana perkembangan suatu lembaga dengan mencapai visi dan misi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang dapatkah kita mengetahui apa yang harus dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya. Dari hasil wawancara di atas disimpulkan bahwa sebagai bagian dari perencanaan kebijakan, tujuan yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan merupakan upaya untuk mendukung tercapainya pembangunan dunia pendidikan, sehingga setiap lima tahun terakhir tahun Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang terus mengembangkan visi dan misinya untuk mengukur sejauh mana perkembangan pendidikan di kabupaten itu sendiri.

Apa yang menjadi kendala angka putus sekolah anak di kabupaten Enrekang tergantung pada kesadaran orang tua dan anak, karena dinas pendidikan telah berupaya berbagai cara untuk membina anak, namun tidak mampu meredam peningkatan jumlah anak putus sekolah, namun dinas dinas pendidikan terus berupaya. menyusun visi dan misi setiap lima tahun sekali agar dinas pendidikan dapat mengukur ruang lingkupnya. Dari hasil keterangan Pak AP, penulis menyimpulkan bahwa setiap lima tahun pemerintahan, visi dan misi terus dikembangkan, sehingga kita bisa mengukur sejauh mana perkembangan kita di setiap lima tahun terakhir dan dengan demikian visi dan misi , biro pendidikan mampu menghilangkan kendala-kendala dalam dunia pendidikan khususnya bagi anak-anak. Dari hasil pernyataan berbagai informan, peneliti menyimpulkan bahwa visi dan misi tujuan layanan pendidikan sudah sangat jelas dan mempunyai manfaat bagi dunia pendidikan khususnya dalam pengembangan karakter anak, karena yang terpenting adalah pengembangan karakter, agar anak dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak, sehingga tidak terjadi lubang pada kepribadian anak.

Pembahasan Penelitian

Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada para informan mengenai peningkatan soft skill mahasiswa, para informan berpendapat bahwa untuk perbaikan tersebut pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan mengenai diadakannya kompetisi bagi mahasiswa yang berkaitan dengan public speaking atau berbicara di depan umum misalnya. kuliah dan ini. Karena masyarakat sangat membutuhkannya, maka pemerintah mengambil inisiatif dalam program ini agar para pelajar termotivasi untuk mengembangkan bakatnya dalam berbicara di depan umum. Sedangkan dari hasil penelitian yang dilakukan Dinas Pendidikan, mereka memperkirakan adanya program pemerataan yaitu sekolah paket A untuk tingkat SD, Paket B untuk tingkat sekolah menengah, dan Paket C untuk tingkat sekolah dasar. Program ini sangat membantu masyarakat yang telah putus sekolah pada jenjang tertentu untuk dapat melanjutkan pendidikannya dalam waktu studi yang singkat kurang lebih 3 bulan dan hal ini menunjukkan bahwa kebijakan dari pihak jurusan sangat baik karena mereka berusaha sekuat tenaga untuk dapat mencapainya. untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah.

Sumber daya manusia sudah mempunyai kapasitas yang cukup dalam melaksanakan kebijakan, namun implementasi kebijakan pemerintah dalam pembinaan anak putus sekolah di Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang masih sangat kurang. layanan pendidikan. , khususnya yang menangani anak-anak putus sekolah, masih sangat miskin. hilang sehingga hal ini menjadi kendala dalam pembinaan anak putus sekolah di Kabupaten Enrekang karena ada 450 anak putus sekolah yang membutuhkan pembinaan namun yang menangani anak putus sekolah di dinas pendidikan hanya 7 orang sehingga kebijakan dalam hal alokasi sumber daya yang dilakukan pemerintah masih sangat cacat. Salah satunya adalah program wajib belajar 9 tahun yang kemudian diperpanjang menjadi 12 tahun karena dinas pendidikan merasa tidak cukup jika anak hanya belajar 9 tahun atau bisa dikatakan hanya sampai jenjang SMP sehingga dinas pendidikan diperluas. hingga 12 tahun agar anak-anak bisa belajar hingga jenjang SMA. Sementara itu, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dinas pendidikan, dinas pendidikan juga menerapkan program wajib belajar 12 tahun sebagai langkah agar masyarakat dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah dan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak ditinjau dari kebijakan yang diambil pemerintah sangat baik dalam menjalankan visi dan misi yaitu mengurangi jumlah anak putus sekolah. Pelatihan soft skill adalah pelatihan atau pengembangan yang dilakukan untuk menunjukkan kemampuan atau minat seseorang yang bersumber dari dirinya, lebih tepatnya disebut bakat yang dimiliki seseorang, dalam hal ini pemerintah kabupaten enrekang mengeluarkan beberapa kebijakan dalam rangka soft skill. generasi muda dan dari beberapa hal yang ditemukan langsung di lapangan oleh peneliti adalah terkait dengan soft skill dimana ada cara untuk meningkatkan soft skill mahasiswa yang diatur oleh pemerintah antara lain.

Dari hasil penelitian, implementasi kebijakan yang dilakukan oleh dinas pendidikan merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang sangat jelas dan sangat membantu anak putus sekolah dengan memberikan pemerataan pendidikan sehingga anak putus sekolah mempunyai kesempatan untuk mendapatkan gelar sehingga dapat memperoleh gelar. melanjutkan pendidikan baik formal maupun informal atau dengan mencari pekerjaan dan hal ini menunjukkan bahwa kebijakan dinas sangat baik karena berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah. apa yang terjadi kemudian hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti sumber daya manusia di dinas pendidikan khususnya yang berkaitan dengan anak putus sekolah masih sangat kurang sehingga hal ini menjadi kendala dalam pembinaan anak putus sekolah di Kabupaten Enrekang karena jumlahnya ada 450 orang. -anak putus sekolah yang membutuhkan pelatihan, namun hanya 7 orang yang menangani anak putus sekolah di dinas pendidikan, sehingga kebijakan dalam hal alokasi sumber daya yang dilakukan pemerintah masih sangat kurang dan salah satu kebijakan pemerintah dalam menjalankan visi dan misi tersebut, program wajib belajar 9 tahun kemudian diperpanjang menjadi 12 tahun karena dinas pendidikan merasa tidak cukup jika anak hanya belajar selama 9 tahun atau bisa dikatakan hanya sampai setingkat sekolah menengah, sehingga Dinas Pendidikan memperpanjangnya menjadi 12 tahun agar anak bisa belajar sampai jenjang sekolah menengah, sedangkan dari hasil penelitian yang dilakukan Dinas Pendidikan juga telah menerapkan program wajib belajar seperti 12 tahun. Tetap semangat untuk terus berkarya dan terus mengikuti pembelajaran pendidikan yang dilaksanakan baik secara formal maupun informal oleh dinas pendidikan atau pemerintah daerah setempat. Peran Kebijakan Dinas Pendidikan dan Olahraga Pemuda Kabupaten Lombok Barat dalam penuntasan wajib belajar sembilan tahun di era otonomi daerah.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 2. 1 Kerangka Pikir ..........................................................................................
Tabel 2. 1   Penelitian Terdahulu
Gambar 2. 1   Kerangka Pikir
Gambar 2 Wawancara Dan Pengambilan Data Dengan Bapak Sekretaris   Hamka, S.Pd.,MM
+5

Referensi

Dokumen terkait

Dar ihasi lwawancar a diat as i nf or man mengemukakan bahwa gej al a- gej al ast r essyangdi al amiol ehper awatI GD PuskesmasTeppo yai t uper awatI GD yang per t amakal imember i

Faculty of Mechanical and Aerospace Engineering No Code Course Credit Lecture Reguler