BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Penelitian
78
79
prosedur. Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen kearsipan berada pada kategori sedang dengan frekuensi 53 dan persentase 63,9%.
Seperti yang dijelaskan bahwa manajemen kearsipan adalah suatu bidang manajemen yang menitikberatkan pada pengurusan dokumen-dokumen atau arsip dengan sedemikian rupa sehingga dokumen yang dikelola oleh staf kearsipan memang benar-benar dapat membantu dan mempermudah serta menunjang kegiatan administrasi sekolah secara menyeluruh. Sarwendah mengemukakan bahwa dalam administrasi, manajemen kearsipan merupakan suatu bentuk kegiatan tata usaha yang meliputi penyusunan dokumen-dokumen secara sistematis yang jika diperlukan dokumen tersebut dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.98
Berdasarkan hasil ini menunjukkan bahwa manajemen kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang berada pada kategori sedang dengan persentase 63,9%.
Sehingga kita dapat mengukur bahwa manajemen kearsipan berada dalam taraf sedang, yang artinya pelaksanaan manajemen kearsipan perlu ditingkatkan, tenaga administrasi perlu mengikuti pelatihan-pelatihan terkait pengelolaan kearsipan untuk mengembangkan keterampilan tenaga administrasi dalam mengelola kearsipan madrasah agar lebih efektif dan efisien guna mencapai standar yang diinginkan dengan menunjukkan hasil yang berkategori tinggi.
2. Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang
Berdasarkan hasil analisis kategori mutu layanan administrasi menunjukkan bahwa 17 sampel berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 20,4%, dikatakan rendah karena terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam proses
98 Rr. Sarwendah Pancaningsih, “Manajemen Kearsipan”, Jurnal: ORBITH, vol. 12 no. 3 (November 2016), h. 120. https://jurnal.polines.ac.id/index.php/orbith/article/view/935/758 (Diakses 10 Februari 2022).
80
pelayanan diantaranya tenaga administrasi memberikan solusi terhadap ketidaklengkapan persyaratan persuratan pelanggan/pengunjung, selalu siap memberikan pelayanan kepada pengunjung/pelanggan yang membutuhkan layanan, tanggap dalam melayani masalah/keluhan pengunjung/pelanggan dengan cepat, serta tepat waktu dalam pelayanan dan menyelesaikan pekerjaan. 43 sampel berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 51,9%, dikatakan kategori sedang karena layanan administrasi yang dilakukan oleh tenaga administrasi sudah baik tetapi masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan seperti membantu pengunjung/pelanggan yang yang tidak mengerti ketika melaksanakan pelayanan, memiliki pengetahuan terkait jenis pelayanan yang diberikan kepada pengunjung/pelanggan, memberikan informasi mengenai persyaratan jenis pelayanan secara jelas, menghindari bertumpuknya pekerjaan, memahami kepentingan/kesulitan pengunjung, serta menghormati pengunjung/pelanggan yang dilayani, dan 23 sampel berada pada kategori tinggi dengan persentase 27,8%, dikatakan tinggi berarti tenaga administrasi sudah sangat baik dalam melaksanakan pekerjaannya seperti menjamin ketersediaan arsip-arsip yang ada, menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti ketika melayani pengunjung/pelanggan, menghormati pengunjung yang dilayani, dan memiliki sifat yang amanah dalam melayani pengunjung/pelanggan.
Jadi disimpulkan bahwa mutu layanan administrasi berada pada kategori sedang dengan frekuensi 43 dan persentase 51,9%.
Seperti yang dijelaskan bahwa mutu layanan administrasi taraf baik buruknya suatu layanan yang dilakukan oleh tenaga administrasi dalam memberikan kepuasan layanan kepada pelanggan atau konsumen. Pelayanan administrasi merupakan suatu tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh tenaga administrasi dengan tujuan untuk
81
memberikan pelayanan terhadap peserta didik, tenaga pendidik, orang tua peserta didik, dan yang lainnya secara efektif dan efisien guna untuk mencapai tujuan pendidikan.99
Hasil penelitian pada MTs Negeri Gowa Balang-Balang menunjukkan bahwa mutu layanan administrasi berada pada kategori sedang, sehingga kita dapat mengukur bahwa mutu layanan administrasi masih dalam taraf sedang, artinya bahwa masih perlu diadakan evaluasi yang dilakukan oleh kepala madrasah untuk mengetahui bagaimana mutu layanan administrasi di madrasah tersebut, apa saja kendala atau hambatan dalam pengelolaan administrasi sehingga kedepannya madrasah dapat meningkatkan mutu layanan administrasinya untuk mencapai standar yang diinginkan dengan menunjukkan hasil kategori yang tinggi.
3. Pengaruh Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang
Berdasarkan hasil uji statistik inferensial pengujian pada hipotesis menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Maka terdapat pengaruh antara Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang. Maka manajemen kearsipan yang baik pada madrasah maka akan menentukan kualitas dan kecepatan dalam layanan yang diberikan. Manajemen kearsipan yang baik akan mendukung pelaksanaan administrasi yang membutuhkan dokumen atau arsip karena dengan manajemen kearsipan yang baik maka akan mempermudah pelayanan yang dilakukan oleh tenaga administrasi dalam melayani konsumen pendidikan. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas atau mutu layanan
99 Hayatul Wardah, “Manajemen Kearsipan dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Administrasi di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar”, Skripsi (Banda Aceh: Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, 2020), h. 22
82
administrasi pada madrasah tersebut. Sehingga dari semua hal tersebut berpengaruh terhadap mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang.
Oleh karena itu, manajemen kearsipan di madrasah tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus sebagai upaya untuk meningkatkan mutu layanan administrasi di madrasah. Seperti yang dijelaskan bahwa manajemen kearsipan merupakan kegiatan atau bentuk pekerjaan oleh seorang tenaga administrasi berupa penyimpanan, penyusunan, penjagaan, pemeliharaan, dan pengelolaan arsip atau dokumen penting yang jika diperlukan arsip tersebut dapat ditemukan dengan cepat dan tepat. Maka madrasah perlu melaksanakan pelatihan-pelatihan terkait pengelolaan kearsipan untuk mengembangkan keterampilan pegawai/staf dalam mengelola kearsipan madrasah agar lebih efektif dan efisien guna mencapai suatu tujuan individu maupun lembaga/organisasi.
Maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kearsipan berpengaruh secara signifikan terhadap mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang.
Kualitas layanan mempunyai hubungan terhadap kepuasan pelanggan/pengunjung yang baik dengan melihat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh tenaga administrasi dalam melayani pengunjung/pelanggan dengan cepat dan tepat, tenaga administrasi menjamin dokumen-dokumen atau arsip yang tersedia, memiliki sifat jujur kepada pengunjung misalnya tenaga administrasi jujur apabila arsip yang dibutuhkan tersedia atau tidak tersedia, pelayanan yang diberikan oleh tenaga administrasi dilakukan dengan baik serta ruang pelayanan yang bersih dan nyaman sehingga pelanggan/pengunjung puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu faktor pendukung efektif dan efisiennya suatu proses layanan adminisrasi adalah manajemen kearsipan yang baik.
83
Semakin baik manajemen kearsipan pada suatu lembaga maka akan mempermudah tenaga administrasi dalam melakukan pelayanan administrasi yang membutuhkan dokumen atau arsip. Hal tersebut sangat penting dalam mendukung kelancaran dan kesuksesan pegawai administrasi dalam melakukan pelayanan.
84 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis mengenai Pengaruh Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang, maka penulis menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut:
1. Berdasarkan analisis kategori Manajemen Kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang menunjukkan bahwa 13 responden menilai manajemen kearsipan berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 15,7%, selanjutnya 53 responden menilai manajemen kearsipan berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 63,9%, dan 17 responden menilai manajemen kearsipan berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 20,4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang berada pada kategori sedang dengan persentase 63,9%.
2. Berdasarkan analisis kategori Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang menunjukkan bahwa 17 responden menilai Mutu Layanan Administrasi berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 20,4%, selanjutnya 43 responden menilai Mutu Layanan Administrasi berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 51,9%, dan 23 responden menilai Mutu Layanan Administrasi berada pada kategori tinggi dengan persentase 27,8%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu layanan administrasi berada pada kategori sedang dengan persentase 51,9%.
85
3. Berdasarkan hasil uji statistik inferensial yang diperoleh penulis, maka diperoleh hasil thitung = 8,459 dan ttabel = 1,663 dengan db = 81 pada tingkat kesalahan ɑ = 0,025. Jadi dapat diketahui bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel = 8,459 > 1,663). Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak san Ha diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang. Selain itu, berdasarkan hasil uji korelasi determinasi diperoleh sebesar 0,473 atau 47%. Artinya manajemen kearsipan (x) memiliki pengaruh kontribusi sebesar 47% terhadap mutu layanan administrasi (y) dan selebihnya sebesar 53% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
B. Implikasi Penelitian
Dari hasil penelitian dan olah data yang didapatkan penulis, dapat diketahui bahwa manajemen kearsipan memiliki fungsi dan peran penting dalam meningkatkan mutu layanan administrasi di madrasah tersebut. Dapat diketahui bahwa dalam menunjang kelancaran dan kesuksesan suatu layanan administrasi yang dilakukan oleh tenaga administrasi memerlukan manajemen kearsipan yang baik.
Hal ini didasarkan bahwa mutu layanan administrasi yang baik mempunyai hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan, layanan yang berkualitas memberikan dorongan pada pelanggan untuk menjalin kerjasama yang baik dan dapat memberikan dampak positif dengan tujuan akan menghasilkan nilai yang memuaskan bagi pengguna pelayanan tersebut.
Jadi disimpulkan bahwa implikasi dalam hasil penelitian ini memiliki hubungan yang positif antara manajemen kearsipan terhadap mutu layanan
86
administrasi yang menunjukkan adanya peran penting manajemen kearsipan dalam meningkatkan mutu layanan administrasi dan pelaksanaan manajemen kearsipan yang efektif dan efisien perlu mendapatkan perhatian khusus sebagai upaya untuk meningkatkan mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang.
Adapun saran yang dapat meningkatkan dan mengembangkan pengelolaan kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang di antaranya:
1. Memperluas ruang penyimpanan arsip
Dengan bertambah luasnya ruang simpan arsip maka kegiatan penyimpanan arsip dapat dilakukan dengan maksimal sehingga semua arsip dapat tersimpan dan tertata dengan rapi.
2. Menambah sarana
Pengelolaan arsip akan berjalan dengan baik jika didukung dengan ketersediaan sarana untuk mendukung seperti rak arsip dan lain-lain.
3. Meningkatkan kesadaran staf tentang arsip
Meningkatkan kesadaran staf terhadap arsip perlu dilakukan agar pengelolaan dapat berjalan dengan lancar. Jika kesadaran terhadap arsip tinggi maka arsip akan dikelola dengan baik mengingat arsip memiliki nilai guna yang tinggi bagi instansi. Peningkatan kesadaran ini dapat dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada para staf administrasi dan juga dapat dilakukan pelatihan atau pengetahuan tentang kearsipan.
4. Menambah jumlah SDM
Dengan bertambahnya jumlah SDM seperti arsiparis di MTs Negeri Gowa Balang-Balang diharapkan dapat memberikan pelayanan informasi secara efetif dan efisien. Staf arsiparis yang mengelola arsip di ruang warkat
87
tidak cukup jika hanya satu orang, mengingat arsip yang dikelola sangat banyak.
88
DAFTAR PUSTAKA
Afrilia, Cece. “Pengaruh Manajemen Tata Usaha terhadap Peningkatan Layanan Administrasi di SMP Negeri 15 Makassar”. Skripsi. Makassar: Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar (2021).
Agus dan Teguh Wahyono. Manajemen Kearsipan Elektronik. Yogyakarta: Gava Media, 2014.
Amsyah, Zulkifli. Manajemen Kearsipan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Anbiya, Fatya Permata. dkk., Kamus Lengkap Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris.
Jakarta: Trans Media, 2014.
Ardiana, Sri, dan Bambang Suratman, “Pengelolaan Arsip Dalam Mendukung Pelayanan Informasi Pada Bagian Tata Usaha di Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo”. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), vol. 9, no. 2 (2021).
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta, Cet. XVII, 2002.
Aswar, Saifuddin. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet. II, 2012.
Atiyah, Sa’adatul. “Mana jemen Kearsipan untuk Meningkatkan Mutu Layanan Administrasi di MAN 4 Jombang”. Skripsi. Tulungagung: Fak. Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, 2021.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: Marwah, 2009.
Firandhi, Vikram Yuda Octa. “Pengaruh Administrasi Pelaporan dan Kearsipan terhadap Mutu Layanan di MIS Bustanul Muta’alimin Kesamben Blitar”.
Thesis. Mojokerto: Fak. Tarbiyah Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto, 2020.
Ghozali. Analisis Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006.
Gunawan, Imam. Pengantar Statistika Inferensial. Cet. II; Jakarta: PT Raja Grafindo, 2017.
Gustina, Lestari, dan Asep Taufik Hidayat. “Manajemen Kearsipan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Layanan Administrasi di SMA Majalaya Putra Kabupaten Bandung”. Jurnal Pendidikan Indonesia (JPI), vol 1 no. 1 (2021).
Habi, Imanuddin. Administrasi Pendidikan Tinjauan Konsep dan Praktik. Bandung:
Grup CV. Widina Media Utama, 2021.
Hayat, Manajemen Pelayanan Publik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2017.
Hendrawan, M. Rosyihan dan M. Chazienul Ulum. Pengantar Kearsipan: Dari Isu Kebijakan ke Manajemen. Malang: UB Press, 2017.
89
Hidayah, Nurul. “Pengaruh Kinerja Pegawai Tata Usaha Terhadap Layanan Administrasi di SMAN 9 Bulukumba”. Skripsi. Makassar: Fak. Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2022.
Hidayat, Aziz Alimul. Model Self Assessment Mutu Pendidikan Keperawatan;
Strategi Kinerja Organisasi Excellence. Surabaya: Healt Book Publishing, 2021.
Ibrahim, Andi. Pengantar Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan. Jakarta: Gunawarma Ilmu, 2014.
Ikhsani, Ary Fidayatul dan Muhsin. “Pengaruh Komunikasi Non Formal, Disiplin Kerja, Kompetensi Pegawai dan Empati Pegawai Tata Usaha terhadap Pelayanan Siswa SMK Palebon Semarang. Economic Education Analysis Journal, vol 6 no. 1 (2017).
Indrawan, Irjus. Manajemen Personalia dan Kearsipan Sekolah. Klaten: Lakeisha, 2020.
Irmawati, Sri. “Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Sangurara Kecamatan Tatanga Kota Palu”. Jurnal Katalogis, vol. 5 no. 1 (2017).
Julianto, Febi. “Pengaruh Sistem Kearsipan terhadap Efisiensi Kerja Pada Kantor Camat Air Hangat Kabupaten Kerinci”. Jurnal Administrasi Nusantara, vol. 1 no. 2 (2018)
Kadir, Statistika Terapan. Jakarta: Rajawali Pers, Cet. 1, 2015.
Khaerudin, “Kontribusi Manajemen Kearsipan terhadap Kualitas Layanan Tenaga Pendidik di MTsN Kota dan Kabupaten Serang”. Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan vol. 4 no. 2 (2018).
Khon, Abdul Majid. Ulumul Hadis. Jakarta: Amzah, 2011.
Laili, Maksurotul. “Pengelolaan Arsip Dinamis pada Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Semarang”. Economic Education Analysis Journal, vol. 3 no. 3 (2014)
Muhidin, Sambas Ali, dan Hendri Winata, Manajemen Kearsipan untuk Organisasi Publik, Bisnis, Sosial, Politik, dan Kemasyarakatan. Bandung: CV Pustaka Setia, 2020.
Muhidin, Sambas Ali. Teori dan Praktik Sistem Kearsipan. Bandung: CV Pustaka Setia, 2019.
Munawaroh, Faridatul. Pengawasan Kepala Sekolah terhadap Pengelolaan Arsip Sekolah. Jurnal Ilmu Keislaman dan Peradaban, vol. 6 no. 1 (2018).
Mutmainnah, Sri. Manajemen Arsip Perguruan Tinggi. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2020.
Naisaburi an-, Muslim Ibn al-Hajjaj, al-Jami’ ash-Shahih. Jilid 4. Beirut: Dar al-Fikr, 2001.
Niamah, Alfi. “Implementasi Manajemen Kearsipan dalam Meningkatkan Adminisrasi Sekolah Bidang Tata Usaha di SMK PGRI 2 Ponorogo”. Skripsi.
90
Ponorogo: Fak. Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2020.
Nugroho, Irham Fauzi. “Pengaruh Efektivitas Tata Kelola Kearsipan terhadap Peningkatan Mutu Layanan Administrasi di Balai Desa Krandegan”. Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 5 no. 3 (2021) .
Nulyani, Maulida. “Manajemen Kearsipan dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Administrasi di SMAN 1 Carenang”. Thesis. Banten: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sultan Maulana Hasanuddin (2021)
Pancaningsih, Rr. Sarwendah. “Manajemen Kearsipan”. Jurnal: ORBITH, vol. 12 no.
3 (2016).
Prakoso, Albrian Fiki. “Reability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangible: Still Can Satisfy Customer?”. International Journal of Business and Management Invention vol. 6 no. 3 (2017).
Qomusuddin, Ivan Fanani. Statistik Pendidikan. Yogyakarta: Deepublish publisher, 2019.
Rahmaningtyas, Wisudani, dan Rizki Meylitasari. “Pengaruh Pelatihan, Fasilitas dan Kompetensi Petugas Arsip terhadap Pengelolaan Kearsipan”. Economic Education Analysis Journal, vol. 8 no. 1 (2019).
Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya”. Jakarta: Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 2010.
Republik Indonesia, “Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 0134/1977 tentang Perincian Tugas Satuan Organisasi, Pengawas dan Penilik”. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1977.
Republik Indonesia, “Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan”.
Jakarta: Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, 2018.
Sattar, Manajemen Kearsipan. Yogyakarta: Deepublish, 2019.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah. Jilid I. Jakarta: Lentera Hati, 2000.
Siregar, Syofian. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2017.
Sudaryono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Mix Method Depok:
Rajawali Pers, Cet. III, 2019.
Sudaryono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method. Depok:
PT Raja Grafindo Persada, Cet. III, 2019.
Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi Metode R&D. Bandung:
Alfabeta, Cet. XXIV, 2017.
. Metode Penelitian dan Pengembangan Research and Development/R&D.
Bandung: Alfabeta, Cet. II, 2016.
. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana, 2012.
91
. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, Cet. XXVIII, 2018.
. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta, Cet. XXII, 2015.
. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta, Cet. XXV, 2017.
Sukarna. Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Mandar Maju, 2011.
Sunaengsih, Cucu. Buku Ajar Pengelolaan Pendidikan. Sumedang: UPI Sumedang Press, 2017.
Sutirman. Administrasi Kearsipan di Era Teknologi Informasi. Yogyakarta: UNY Press, 2019.
Switri, Endang. Administrasi Pendidikan. Pasuruan: Qiara Media, 2020.
Wardah, Hayatul. “Manajemen Kearsipan dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Administrasi di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar”. Skripsi. Banda Aceh:
Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, (2020).
Wardah, Mutiawatul. “Pengelolaan Arsip Dinamis”. Jurnal Libria, vol. 8 no. 1 (2017).
Yunita, Siti Sarah. “Pengaruh Sistem Kearsipan terhadap Kualitas Pelayanan Pegawai di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis”. Skripsi. Bandung: Fak. Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, 2019.
Yuspiani, Wahyuddin dan Muhammad Shabir U. “Transformasi Arsip di Era Big Data”. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, vol. 5 no. 3 (2021).
Zeithaml, Valarie. dkk. “Servqual: A Multiple-Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality”. Journal of Retailling, vol. 64 no. 1 (1988).
92
L A M
P I R A N
LAMPIRAN-LAMPIRAN
110
D O K U M
E N T A S
I
DOKUMENTASI
111
Gambar 1 Struktur Organisasi Madrasah
Gambar 2 Struktur Organisasi Tenaga Administrasi
112
Gambar 3 Visi dan Misi MTs Negeri Gowa Balang-Balang
Gambar 4 Visi dan Misi Tata Usaha MTs Negeri Gowa Balang-Balang
113
Gambar 5 Lingkungan Madrasah
114
Gambar 6 Ruang Tata Usaha
Gambar 7 Lemari Penyimpanan Arsip
115
Gambar 8 Ruang PTSP
Gambar 9 Ruang Kepala Madrasah
116
Gambar 10 Ruang Perpustakaan
Gambar 11 Piagam Penghargaan
117
Gambar 12 Dokumentasi Bersama Kepala Madrasah dan Staf TU