BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data
Apabila data yang dibutuhkan telah berhasil dikumpulkan, maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam menganalisis data yaitu:
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan statistik yang meliputi kegiatan pengolahan, pengumpulan, penyajian dan penyimpulan data untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagai mana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. 18 Data yang terkumpul melalui skala dianalisis berdasarkan teknik deskriptif dengan presentase gambaran variabel yaitu kinerja manajemen kearsipan dan layanan administrasi dalam hal ini penulis menggunakan rumus:
a. Menghitung rentang kelas interval dengan rumus:
Keterangan:
R = Xt – Xr
17 Nunnally dan Bernstein,“The Assessment of Reliability. Psychometric Theory”, dalam Ghozali, Analisis Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006), h. 42.
18 Ivan Fanani Qomusuddin, Statistik Pendidikan (Yogyakarta: Deepublish publisher, 2019), h. 6.
51
R : Rentang
Xt : Data terbesar dalam kelompok Xr : Data Terkecil dalam kelompok b. Menghitung jumlah kelas interval
Menghitung banyak kelas (K) dengan rumus yaitu:
Keterangan:
i = 1 + (3,3) Log n
I : Jumlah kelas interval n : Jumlah data observasi Log : Logaritma
c. Menghitung panjang jelas interval
Panjang kelas interval dapat dihitung dengan rumus:
Keterangan:
P : Panjang kelas R : Rentang kelas K : Banyaknya kelas
d. Menghitung rata-rata variabel
Rata-rata variabel dapat dihitung dengan rumus:
̅ Keterangan:
̅ : Rata-rata (mean)
∑fi xi : Produk perkalian antara fi dengan xi
52
∑fi : Jumlah data/sampel e. Menghitung presentasi frekuensi
Presentasi frekuensi dapat dihitung dengan rumus:
Keterangan:
P : Presentasi F : Frekuensi
n : Banyak responden f. Menghitung standar deviasi
Standar deviasi dapat dihitung dengan rumus:
√( ( ̅ ) Keterangan:
SD: Standar Deviasi
∑fi: Jumlah frekuensi ̅ : Rata-rata (mean) n : Jumlah responden19
19 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cet. XXII; Bandung: Alfabeta, 2015), h. 207.
53
g. Interpretasi skor responden dengan menggunakan 3 kategori diagnosis sebagai berikut:
Tabel 3.5 Interpretasi Skor Responden Keterangan Kategorisasi x < (µ - 1,0 σ) Rendah (µ - 1,0 σ) < x < (µ + 1,0 σ) Sedang (µ + 1,0 σ) < x Tinggi (Sumber: Saifuddin Aswar, Skala Psikologi)20
2. Analisis Statistik Inferensial
Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. 21 Analisis inferensial digunakan untuk melihat ada atau tidaknya efektifitas antara variabel manajemen kearsipan dengan layanan administrasi sekolah. adapun langkah-langkah sebagai berikut:
a. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan uji data yang digunakan untuk mengetahui apakah ada data penelitian memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut, guna menjawab hipotesis penelitian.22 Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi:
1) Uji Normalitas
20 Saifuddin Aswar, Penyusunan Skala Psikologi (Cet. II, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), h. 149.
21 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cet. XXII; Bandung: Alfabeta, 2015), h. 209.
22 Imam Gunawan, Pengantar Statistika Inferensial (Cet. II; Jakarta: PT Raja Grafindo, 2017), h. 92.
54
Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data penelitian yang diperoleh berdistribusi normal atau mendekati normal, karena data yang baij adalah data yang mempunyai distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan uji nilai Kolmogorov Smirnov dapat menggunakan analisis statistik IBM SPPS.23 Dasar pengambilan keputusan:
a) Jika nilai signifikansi > 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal.
b) Jika nilai signifikansi < 0,05, maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal.
2) Uji Linieritas
Uji linieritas digunakan untuk mengetahui linear tidaknya hubungan antara masing-masing variabel penelitian. Adapun untuk menguji linieritas tersebut dapat menggunakan bantuan program analisis statistik IBM SPSS.24
Dasar pengambilan keputusan:
a) Jika nilai Sig. deviation from linearty > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.
b) Jika nilai Sig. deviation from linearty < 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.
b. Analisis regresi sederhana Persamaan regresi sederhana:
Y = a + bx Keterangan:
23 Imam Gunawan, Pengantar Statistika Inferensial (Cet. II; Jakarta: PT Raja Grafindo, 2017), h. 93.
24 Imam Gunawan, Pengantar Statistika Inferensial (Cet. II; Jakarta: PT Raja Grafindo, 2017), h. 98.
55
Y : Variabel terikat a : Koefisien regresi x b : koefisien regresi y
1) Mencari nilai koefisien regresi a dan b
Adapun untuk menghitung regresi nilai a dan b dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
( )( ) ( )( ) ( ) ( )( )
( ) Keterangan:
n : Jumlah populasi
X : Nilai variabel independen Y : Nilai variabel dependen25 2) Menghitung nilai korelasi
Adapun untuk menghitung nilai korelasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
( ) ( )
√ ( ) ( ( )
Tabel 3.6 Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan No Nilai Korelasi (r) Tingkat Hubungan
1 0,000 - 0,199 Sangat lemah
2 0,200 - 0,399 Lemah
3 0,400 - 0,599 Cukup
25 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS (Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2017), h. 284-285.
56
4 0,600 - 0,799 Kuat
5 0,800 - 0,1000 Sangat kuat26 3) Koefisien determinasi
Koefisien determinasi merupakan ukuran yang menunjukkan tingkat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) dalam bentuk persen (%). Adapun rumus untuk menentukan atau menetapkan nilai koefisien determinasi yaitu:
27 Keterangan:
r = nilai korelasi c. Uji signifikan (Uji t)
Uji t ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh manajemen kearsipan terhadap mutu layanan administrasi
1) Membuat hipotesis dalam uraian kalimat
H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan dari Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan dari Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi.
2) Membuat hipotesis dalam bentuk model statisik H0 :
H0 :
3) Menentukan taraf signifikan (ɑ)
26 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS (Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2017), h. 251-252.
27 Kadir, Statistika Terapan, (Cet. I; Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 182.
57
4) Kaidah pengujian
Jika ttabel thitung, ttabel, maka H0 diterima, Ha ditolak.
Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak, Ha diterima.
5) Menghitung thitung dan ttabel
Menghitung nilai thitung
Rumus:
thitung = √
√ ( )
Menentukan nilai ttabel, nilai ttabel dapat dicari dengan menggunakan tabel t- student.
Rumus:
ttabel = tα(n-2)
6) Membandingkan nilai ttabel dan thitung
Tujuan membandingkan antara ttabel dan thitung adalah untuk mengetahui, apakah Ha ditolak atau diterima berdasarkan kaidah pengujian.
7) Mengambil keputusan Menerima atau menolak Ha.28
28 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS (Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2017), h. 286-287.
58 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum MTs Negeri Gowa Balang-Balang a. Sejarah Singkat MTs Negeri Gowa Balang-Balang
Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa dulunya dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah GUPPI Balang-Balang yang dirintis + 33 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1974 kemudian resmi berdiri pada tahun 1975. Perjalanan yang cukup panjang yang telah dilalui madrasah ini hingga akhirnya dinegerikan. Guru-guru yang mengajar dan membina serta pengurus lainnya tidak kenal lelah demi membangun sekolah ini.
Madrasah ini berjalan dengan cukup ulet, yang melewati tangga demi tangga yakni diawali dengan status terdaftar, diakui, disamakan sampai mencapai status negeri. Pada tahun 2004 lalu, Madrasah Tsanawiyah ini resmi dinegerikan. Baik sebelum maupun setelah dinegerikan, sekolah ini diwarnai dengan banyaknya peserta didik yang tercatat mengukir prestasi dan berbagai lomba mulai dari yang umum terlebih lagi dibidang keagamaan.95
b. Profil MTs Negeri Gowa Balang-Balang
Nama Sekolah : MTs Negeri Gowa Balang-Balang Status Sekolah : Negeri
Nama Kepala Sekolah : Mansur Pattiroi, SE., MM.
Alamat : Jl. Poros Malino Balang-Balang. Km. 7
95 MTs Negeri Gowa, “Portal MTs Negeri Gowa”, http://mtsngowa.sch.id/web/ (Diakses 2 Maret 2023).
59
Kelurahan : Bontomanai
Kecamatan : Bontomarannu
Kabupaten : Gowa
Provinsi : Sulawesi Selatan
Kode Pos : 92172
No. Telepon/Fax : (0411) 8984147
Akreditasi : A
Tahun Berdiri : 1975 Tahun Penegerian : 2004
Status Tanah : Sertifikat HGB Organisasi Penyelenggara: Pemerintah.96 c. Visi, Misi MTs Negeri Gowa Balang-Balang
1) Visi Madrasah
“Terwujudnya madrasah rujukan dan insan yang taqwa dalam iman, unggul dalam prestasi, kreatif dalam inovasi, ramah anak berwawasan lingkungan.”
2) Misi Madrasah
a) Melaksanakan proses pembelajaran digital yang efektif dan menyenangkan;
b) Mengefektifkan kegiatan MGMP dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik;
c) Melaksanakan proses pembinaan secara berkesinambungan pada bidang MIPA, Bahasa, Seni, Olah Raga, MTQ dan IT;
96 MTs Negeri Gowa, “Portal MTs Negeri Gowa”, http://mtsngowa.sch.id/web/ (Diakses 2 Maret 2023).
60
d) Melaksanakan shalat di Madrasah secara berjamaah;
e) Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang ramah anak, ramah lingkungan, dan representatif;
f) Meningkatkan pengelolaan keuangan yang realistik, transparan, dan akuntabel;
g) Memaksimalkan peran komite dan pihak terkait dalam pembangunan madrasah yang unggul;
h) Membudayakan salam, sapa, dan senyum dalam memberikan pelayanan PTSP di madrasah.97
2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas a. Hasil Uji Validitas
Untuk mengetahui valid atau tidak validnya suatu item pernyataan didasarkan pada perbandingan antara rhitung dan rtabel. Apabila rhitung lebih besar dari rtabel, maka item tersebut memiliki validitas yang memadai. Adapun pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS Statistik 25 for Windows terhadap 83 responden. Untuk menentukan rtabel didasarkan pada derajat kebebasan, yaitu:dk = n – 2, n = 83, jadi diperoleh dk = 83 – 2 = 81, dan tingkat signifikan 5% sehingga rtabel
sebesar 0,215. Berikut hasil uji validitas kuesioner dengan menggunakan 83 responden berdasarkan hasil program SPSS 25, selanjutnya dirangkum dalam tabel sebagai berikut:
97 MTs Negeri Gowa, “Portal MTs Negeri Gowa”, http://mtsngowa.sch.id/web/ (Diakses 2 Maret 2023).
61
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Variabel Manajemen Kearsipan No. Item r hitung r table Keterangan
1 0.432 0.215 Valid
2 0.454 0.215 Valid
3 0.543 0.215 Valid
4 0.226 0.215 Valid
5 0.294 0.215 Valid
6 0.330 0.215 Valid
7 0.394 0.215 Valid
8 0.595 0.215 Valid
9 0.477 0.215 Valid
10 0.710 0.215 Valid
11 0.458 0.215 Valid
12 0.487 0.215 Valid
13 0.454 0.215 Valid
14 0.394 0.215 Valid
15 0.539 0.215 Valid
Sumber data: output SPSS 25
Output lengkap dapat dilihat pada halaman 114
Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel 4.1 di atas yang terdiri dari 15 item pernyataan digunakan untuk mengukur manajemen kearsipan memiliki nilai koefisien korelasi lebih besar dari 0,215 (rtabel). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan yang digunakan dalam kuesioner tersebut telah memenuhi syarat valid.
Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Variabel Mutu Layanan Administrasi No. Item r hitung r tabel Keterangan
1 0.376 0.215 Valid
2 0.558 0.215 Valid
3 0.595 0.215 Valid
4 0.607 0.215 Valid
5 0.674 0.215 Valid
62
6 0.277 0.215 Valid
7 0.587 0.215 Valid
8 0.643 0.215 Valid
9 0.606 0.215 Valid
10 0.271 0.215 Valid
11 0.296 0.215 Valid
12 0.689 0.215 Valid
13 0.403 0.215 Valid
14 0.400 0.215 Valid
15 0.488 0.215 Valid
Sumber data: output SPSS 25
Output lengkap dapat dilihat pada halaman 114
Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel 4.2 di atas yang terdiri dari 15 item pernyataan digunakan untuk mengukur mutu layanan administrasi memiliki nilai koefisien korelasi lebih besar dari 0,215 (rtabel). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan yang digunakan dalam kuesioner dinyatakan telah memenuhi syarat valid.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Instrumen kuesioner harus andal (reliable). Andal berarti instrumen tersebut memiliki ukuran yang konsisten apabila digunakan untuk mengukur beberapa kali dalam kurung waktu yang berbeda untuk mengukur subjek atau objek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama. Instrumen kuesioner dikatakan andal apabila memiliki nilai Alpha Cronbach > 0,6. Berikut rangkuman hasil uji reliabilitas yang dimuat dalam tabel di bawah ini.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
0.832 15
Manajemen Kearsipan (X)
63
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
0.859 15
Mutu Layanan Administrasi (Y) Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel
No Variabel Koefisien Alpha Keterangan
1 Manajemen Kearsipan 0,832 Reliabel
2 Mutu Layanan Administrasi 0,859 Reliabel
Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang dirangkum dalam tabel 4.3 di atas, kedua variabel tersebut memiliki nilai koefisien Alpha Cronbach lebih besar dari 0,6 yaitu variabel manajemen kearsipan memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,833 dan variabel mutu layanan administrasi sebesar 0,859. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel telah reliabel dan berada pada interpretasi tinggi/kuat.
3. Hasil Pengelolaan Data Manajemen Kearsipan dan Mutu Layanan Administrasi
a. Analisis Deskriptif Manajemen Kearsipan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap manajemen kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang, maka diperoleh data dengan skor tertinggi sebesar 59 dan skor terendah sebesar 39 dari jumlah sampel (n) yaitu 83.
1) Menghitung besar rentang kelas interval (R) R = Xt – Xr
= 59 – 39
= 20
64
2) Menghitung banyaknya banyaknya kelas interval K = 1 + 3,3 (log n)
= 1 + 3,3 (log 83)
= 1 + 3,3 (1,920)
= 1 + 6,336
= 7,336
= 7 (dibulatkan)
3) Menghitung panjang kelas interval P =
=
= 2,858
= 3 (dibulatkan) 4) Tabel distribusi frekuensi
Tabel 4.4 Tabulasi Data Manajemen Kearsipan
Interval Fi Xi fi.xi
39 – 41 5 40 200
42 – 44 10 43 430
45 – 47 17 46 782
48 – 50 8 49 392
51 – 53 26 52 1352
54 – 56 14 55 770
57 – 59 3 58 174
Jumlah 83 343 4100
5) Menghitung rata-rata (Mean) ̅
65
=
49,4=
49 (dibulatkan)6) Menghitung presentase frekuensi
Tabel 4.5 Data Persentase Frekuensi
Interval Fi Persentase
39 – 41 5 6%
42 – 44 10 12%
45 – 47 17 20,5%
48 – 50 8 9,7%
51 – 53 26 31,3%
54 – 56 14 16,9%
57 – 59 3 3,7%
Jumlah 83 100%
7) Menghitung standar deviasi
Tabel 4.6 Standar Deviasi
Interval Fi Xi fi.xi ̅ ( ̅ )2 Fi ( ̅ )2
39 – 41 5 40 200 -9,51 90,4401 452,2005
42 – 44 10 43 430 -6,51 42,3801 423,801
45 – 47 17 46 782 -3,51 12,3201 209,4417
48 – 50 8 49 392 -0,51 0,2601 2,0808
51 – 53 26 52 1352 2,49 6,2001 161,2026
54 – 56 14 55 770 5,49 30,1401 421,9614
57 – 59 3 58 174 8,49 72,0801 216,2403
Jumlah 83 343 4100 -3,57 253,8207 1886,9283
√( ( ̅ ) √
66
√ √
= 5 (dibulatkan)
8) Kategorisasi skor responden manajemen kearsipan
Untuk mengetahui gambaran manajemen kearsipan, peneliti menggunakan konversi data ke dalam 3 kategori yaitu dimulai dari kategori rendah, sedang, dan tinggi. Berikut ini tabel kategori skor responden:
Tabel 4.7 Kategori Skor Responden Manajemen Kearsipan
No Keterangan Interval Frekuensi Persentase Kategorisasi
1 x < (µ - 1,0 σ) x < 44 13 15,7% Rendah
2 (µ - 1,0 σ) < x < (µ + 1,0 σ) 44 < x < 54 53 63,9% Sedang
3 (µ + 1,0 σ) < x 54 < x 17 20,4% Tinggi
Total 83 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.7 diperoleh manajemen kearsipan ke dalam beberapa kategori yaitu Rendah, Sedang dan Tinggi. Dikatakan rendah karena tenaga administrasi belum melaksanakan manajemen kearsipan dengan baik diantaranya tidak melakukan pencatatan atau inventarisasi terhadap arsip, pendistribusian arsip tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedur, tenaga administrasi mengalami kesulitan dalam menemukan kembali arsip jika dibutuhkan, pemeliharaan dan perawatan arsip tidak dilakukan secara berkala. Dikatakan sedang karena manajemen kearsipan yang dilakukan oleh tenaga administrasi sudah baik, seperti pembuatan atau penciptaan arsip disesuaikan dengan nilai gunanya, arsip yang tersimpan tertata baik di lemari penyimpanan arsip, arsip disimpan sesuai dengan kelompok arsip, melakukan
67
pengaturan suhu dan pencahayaan pada ruang penyimpanan arsip, tenaga administrasi membuat daftar jenis arsip yang akan dimusnahkan. Dikatakan tinggi berarti penciptaan atau pembuatan arsip, pendistribusian arsip, penyimpanan dan penataan arsip, pemeliharaan dan perawatan arsip serta penyusutan dan pemusnahan arsip di madrasah tersebut sudah sangat baik seperti arsip yang diterima atau dibuat sesuai dengan fungsinya, pendistribusian arsip dilakukan dengan tepat, penyimpanan arsip baik dan penataan arsip disesuaikan dengan kelompok arsip, fasilitas untuk penyimpanan arsip telah memadai serta dilakukan pemusnahan arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna sesuai dengan prosedur. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum manajemen kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang berada pada kategori sedang dengan persentase 63,9%.
b. Analisis Deskriptif Mutu Layanan Administrasi
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang, maka diperoleh data dengan skor tertinggi sebesar 59 dan skor terendah sebesar 40 dari jumlah sampel (n) yaitu 83.
1) Menghitung besar rentang kelas interval (R) R = Xt – Xr
= 59 – 40
= 19
2) Menghitung banyaknya banyaknya kelas interval K = 1 + 3,3 (log n)
= 1 + 3,3 (log 83)
= 1 + 3,3 (1,919)
= 1 + 6,336
68
= 7,336
= 7 (dibulatkan)
3) Menghitung panjang kelas interval P =
=
= 2,714
= 3 (dibulatkan) 4) Tabel distribusi frekuensi
Tabel 4.8 Tabulasi Data Mutu Layanan Administrasi
Interval Fi Xi fi.xi
40 – 42 2 41 82
43 – 45 8 44 352
46 -48 13 47 611
49 -51 11 50 550
52 – 54 19 53 1007
55 – 57 24 56 1344
58 – 60 6 59 354
Jumlah 83 350 4300
5) Menghitung rata-rata (Mean) ̅
=
51,9
=
52 (dibulatkan)6) Menghitung presentase frekuensi
69
Tabel 4.9 Data Persentase Frekuensi
Interval Fi Persentase
40 – 42 2 2,4%
43 – 45 8 9,7%
46 -48 13 15.70%
49 -51 11 13,2%
52 – 54 19 22,9%
55 – 57 24 28,9%
58 – 60 6 7,2%
Jumlah 83 100%
7) Menghitung standar deviasi
Tabel 4.10 Standar Deviasi
Interval Fi Xi fi.xi ̅ ( ̅ )2 fi ( ̅ )2
40 – 42 2 41 82 -10,8 116,64 233,28
43 – 45 8 44 352 -7,8 60,84 486,72
46 – 48 13 47 611 -4,8 23,04 299,52
49 – 51 11 50 550 -1,8 3,24 35,64
52 – 54 19 53 1007 1,2 1,44 27,36
55 – 57 24 56 1344 4,2 17,64 423,36
58 – 60 6 59 354 7,2 51,84 311,04
Jumlah 83 350 4300 -12,6 274,68 1816,92
√( ( ̅ )
√
√ √
70
(dibulatkan)
8) Kategorisasi skor responden mutu layanan administrasi
Untuk mengetahui gambaran manajemen kearsipan, peneliti menggunakan konversi data ke dalam 3 kategori yaitu dimulai dari kategori rendah, sedang, dan tinggi. Berikut ini tabel kategori skor responden:
Tabel 4.11 Kategori Skor Mutu Layanan Administrasi
No Keterangan Interval Frekuensi Persentase Kategorisasi
1 x < (µ - 1,0 σ) x < 47 17 20,4% Rendah
2 (µ - 1,0 σ) < x < (µ + 1,0 σ) 47 < x < 57 43 51,9% Sedang
3 (µ + 1,0 σ) < x 57 < x 23 27,8% Tinggi
Total 83 100%
Berdasarkan pada tabel 4.11 diperoleh mutu layanan administrasi ke dalam beberapa kategori Rendah, Sedang dan Tinggi. Dikatakan Rendah karena tenaga administrasi tidak dapat memberikan pelayanan yang tepat kepada pengunjung, tidak memahami kepentingan/kesulitan pengunjung, dan tidak cepat tanggap dalam melayani pengunjung. Dikatakan Sedang karena layanan administrasi yang dilakukan oleh tanaga administrasi sudah baik hanya terdapat beberapa yang perlu ditingkatkan seperti kemampuan tenaga administrasi dalam memberikan solusi terhadap kepentingan/kesulitan pengunjung, memiliki ilmu pengetahuan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan, menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti.
Dikatakan tinggi karena layanan administrasi yang dilakukan oleh tenaga administrasi sudah sangat baik yang dilihat dari kepuasan pelanggan atau pengunjung yang dilayani. Jadi disimpulkan bahwa secara umum mutu layanan administrasi berada pada kategori sedang dengan persentase 51,9%.
71
c. Analisis Pengaruh Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang
1) Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan pengujian One Sampel Kolmogrov Smirnov menggunakan aplikasi SPSS 25 for Windows. Uji normalitas dilakukan pada data hasil angket manajemen kearsipan dan mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang. Taraf signifikansi yang digunakan pada data tersebut adalah ɑ
= 0,05. Berikut hasil uji normalitas pada data hasil angket manajemen kearsipan dan mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang.
Tabel 4.12 Uji Normalitas Manajemen Kearsipan dan Mutu Layanan Administrasi
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 83
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 3.43954121
Most Extreme Differences Absolute .091
Positive .060
Negative -.091
Test Statistic .091
Asymp. Sig. (2-tailed) .090c
Exact Sig. (2-tailed) .477
Point Probability .000
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber: Output SPSS 25
72
Berdasarkan output SPSS for Windows di atas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,477 yang berarti nilai signifikan lebih besar dari nilai ɑ (0,477 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data manajemen kearsipan dan mutu layanan administrasi berdistribusi normal.
b) Uji Linearitas
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan secara linear antara variabel bebas terhadap variabel terikat atau tidak, maka dilakukan uji linearitas menggunakan aplikasi SPSS 25 for Windows. Berikut hasil uji linearitas pada data hasil angket manajemen kearsipan dan mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang- Balang:
Tabel 4.13 Uji Linearitas Manajemen Kearsipan dan Mutu Layanan Administrasi
ANOVA Table
Sum of
Squares Df Mean
Square F Sig.
Mutu Layanan Administrasi * Manajemen Kearsipan
Between Groups
(Combined) 1406.971 17 82.763 9.892 0.000 Linearity 980.699 1 980.699 117.217 0.000 Deviation
from Linearity
426.273 16 26.642 3.184 0.000
Within Groups 543.824 65 8.367
Total 1950.795 82
Sumber: Output SPSS 25
Berdasarkan ouput SPSS 25 for Windows di atas, maka diperoleh Fhitung sebesar 3,184 dan Ftabel sebesar 3,96 yang berarti nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel (3,184 < 3,96). Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai Fhitung < Ftabel yang berarti terdapat hubungan yang linear antara manajemen kearsipan dan mutu layanan
73
administrasi. Linear dalam hal ini berarti berbanding lurus, dimana jika manajemen kearsipan baik maka mutu layanan administrasi juga akan semakin baik.
2) Uji Regresi Linear Sederhana
Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini, serta hipotesis yang diujikan dalam penelitian ini yaitu Pengaruh Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang. Maka digunakan statistika inferensial dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Mencari nilai a dan b
Menentukan nilai b dengan rumus:
( )( ) ( )
( ) ( )( ) ( ) ( )
Jadi, dari hasil perhitungan di atas diperoleh 0,733 untuk nilai (b) koefisien regresi y.
Menentukan nilai a dengan rumus:
a = ( )
= ( )
=
74
= = 15,62
Dari hasil perhitungan koefisien regresi x di atas diperoleh nilai yakni sebesar 15,62.
Jadi dari hasil perhitungan di atas diperoleh persamaan regresi linear sederhananya adalah sebagai berikut:
Y = a + bx
= 15,62 + 0,733x
Dari perhitungan koefisien regresi sederhana di atas menunjukkan jika variabel manajemen kearsipan meningkat sebesar 1%, maka variabel mutu layanan administrasi akan mengalami peningkatan sebesar 0,733 pada konstanta 15,62. Oleh karena itu semakin baik manajemen kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang maka mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang juga akan semakin baik.
3) Uji Koefisien Korelasi
( ) ( )
√ ( ) ( ( )
( ) ( )
√ ( ) ( ( )
√
√
√
75
(dibulatkan)
Dari hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa hubungan antara manajemen kearsipan dan mutu layanan administrasi sebesar 0,688 berada pada kategori tingkat hubungan kuat.
4) Uji t (Parsial)
a) Mencari nilai dengan rumus:
( ) Keterangan:
: epsilon (jumlah) simpangan baku ΣY2 : jumlah total semua deviasi y kuadrat b2 : koefisien b yang dikuadratkan ΣX2 : jumlah total semua deviasi x kuadrat Sehingga:
= 225344 – (0,733)2 (204999) = 225344 – (0,53729) (204999) = 225344 – 110143,91
= 115200,1
b) Mencari nilai dengan rumus:
76
Keterangan:
: varians sampel
: epsilon (jumlah) simpangan baku n : jumlah sampel
c) Menentukan nilai Sb dengan rumus:
Sb
= √
= √
=
√=
0,083292 d) Menguji hipotesisFormula hipotesis:
H0 : β = 0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara manajemen kearsipan terhadap mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang.
H0 : β ≠ 0 : Ada pengaruh yang signifikan antara manajemen kearsipan terhadap mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang.
Menentukan taraf nyata (ɑ) dengan nilai:
ɑ = 5% = 0,05 → ɑ/2 = 0,025 db = n – 2 = 83 -2 = 81
ttabel = t0,025 (81) = 1,663 Menghitung statistik uji thitung: thitung =
=
( )
77
=
= 8,459 Kriteria pengujian:
Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jika thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Berdasarkan hasil analisis data di atas, thitung = 8,459 dan ttabel = 1,663 dengan db = 81 pada taraf signifikan 5% (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel
sehingga ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh antara manajemen kearsipan terhadap mutu layanan administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang.
5) Menghitung nilai koefisien determinan (KD)
Untuk dapat mengetahui Pengaruh Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang, dapat ditentukan dengan menggunakan rumus koefisien determinan sebagai berikut:
KD = r2 x 100%
= (0,688)2 x 100%
= 0,473 x 100%
= 0,473 → 47%
Berdasarkan hasil perhitungan di atas bahwa pengaruh Manajemen Kearsipan terhadap Mutu Layanan Administrasi di MTs Negeri Gowa Balang-Balang sebesar 0,473 atau 47%. Artinya manajemen kearsipan (x) memiliki pengaruh kontribusi sebesar 47% terhadap mutu layanan administrasi (y) dan selebihnya sebesar 53%
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
78
B. Pembahasan Penelitian
1. Manajemen Kearsipan di MTs Negeri Gowa Balang-Balang
Berdasarkan hasil analisis kategori manajemen kearsipan menunjukkan bahwa 13 sampel yang berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 15,7%, dikatakan rendah karena tenaga administrasi belum melaksanakan manajemen kearsipan dengan baik diantaranya tidak melakukan pencatatan atau inventarisasi terhadap arsip, pendistribusian arsip tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedur, tenaga administrasi mengalami kesulitan dalam menemukan kembali arsip jika dibutuhkan, pemeliharaan dan perawatan arsip tidak dilakukan secara berkala. 53 sampel berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 63,9%, dikatakan sedang karena manajemen kearsipan yang dilakukan oleh tenaga administrasi sudah baik, seperti pembuatan atau penciptaan arsip disesuaikan dengan nilai gunanya, arsip yang tersimpan tertata baik di lemari penyimpanan arsip, arsip disimpan sesuai dengan kelompok arsip, melakukan pengaturan suhu dan pencahayaan pada ruang penyimpanan arsip, tenaga administrasi membuat daftar jenis arsip yang akan dimusnahkan, dan 17 sampel berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 20,4%, dikatakan tinggi berarti penciptaan atau pembuatan arsip, pendistribusian arsip, penyimpanan dan penataan arsip, pemeliharaan dan perawatan arsip serta penyusutan dan pemusnahan arsip di madrasah tersebut sudah sangat baik seperti arsip yang diterima atau dibuat sesuai dengan fungsinya, pendistribusian arsip dilakukan dengan tepat, penyimpanan arsip baik dan penataan arsip disesuaikan dengan kelompok arsip, fasilitas untuk penyimpanan arsip telah memadai serta dilakukan pemusnahan arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna sesuai dengan