• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada

Dalam dokumen KAS PADA KANTOR PENGADILAN AGAMA BANTAENG (Halaman 69-78)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada

dalam rangka menghindari terjadinya kolusi, kecurangan dan korupsi. Fungsi kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran sedangkan fungsi akuntansinya melibatkan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen sebagai penanggungjawab pengeluaran anggaran, Penandatangan dan Penerbit SPM dan Penguji Tagihan sebagai verifikator pengeluaran anggaran serta Tim Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran sebagai penatausahaan dan pelaporan pengeluaran anggaran.

Meja (1) satu, pada pokoknya meja (1) satu ini bertugas untuk:

a. Menerima gugatan dan permohonan, termasuk permohonan banding, kasasi, PK, maupun eksekusi, dengan catatan bahwa permohonan verzet tegen verstek tidak didaftar sebagai perkara baru, tetapi derden verzet didaftar sebagai perkara baru.

b. Menaksir beaya yang dituangkan dalam SKUM.

c. Menyerahkan surat gugat/ permohonan, permohonan banding, kasasi PK, maupun eksekusi, yang telah dilengkapi dengan SKUM kepada yang bersangkutan agar membayar biaya panjar perkara kepada pemegang Kas.

Pemegang Kas (Kasir) adalah bagian dari meja pertama yang bertugas:

1. Menerima dan membukukan uang panjar biaya perkara yang tercantum pada SKUM ke dalam jurnal keuangan yang bersangkutan (nomor jurnal sama dengan nomor perkara).

2. Mengeluarkan dan membukukan/mencatat uang biaya administrasi dan biaya proses perkara

3. Seminggu sekali pemegang kas harus menyerahkan uang hak-hak kepaniteraan kepada bendahara penerima untuk disetorkan ke Kas Negara, yang dicatat pada kolom 13 KI-PA8.

4. Pencatatan masuk keluarnya uang perkara dalam buku induk keuangan dilakukan oleh Panitera atau staf yang ditunjuk.

Meja (2) dua, pada pokoknya meja (2) dua ini bertugas untuk:

a. Mendaftarkan perkara yang masuk ke dalam buku register induk perkara perdata sesuai dengan nomor perkara yang tercantum pada SKUM/surat gugatan/permohonan.

b. Pendaftaran perkara baru dapat dilaksanakan setelah panjar biaya perkara lunas dibayar pada Pemegang Kas.

c. Mengisi kolom-kolom buku register dengan tertib, rapi, teliti dan cermat, seperti misalnya tentang PHS, penundaan sidang, sebab penundaan sidang, amar putusan , PBT dsb.

d. Menyerahkan berkas perkara yang diterima yang telah dilengkapi formulir Penetapan Majelis Hakim (PMH) kepada Wakil Panitera untuk diteruskan kepada Ketua Pengadilan Agama (KPA).

e. Menyerahkan berkas perkara yang telah ditentukan majelis hakimnya kepada Ketua Majelis Hakim yang ditunjuk disertai formulir Penetapan Hari Sidang (PHS).

Meja (3) tiga, secara garis besar bertugas:

a. Menyiapkan dan menyerahkan salinan putusan apabila ada permintaan dari para pihak.

b. Menerima dan memberikan tanda terima atas: memori/lontramemori banding, memori/ kontra memori kasasi, jawaban/tanggapan atas alasan PK.

c. Menyusun /menjahit/ mempersiapkan berkas (tugas pembundelan berkas).

d. Mengatur giliran tugas jurusita pengganti yang ditunjuk oleh Panitera.

Adapun pencatatan perkara yang diterima dilakukan dalam buku register perkara yang terdiri dari :

a. Register induk perkara gugatan.

b. Register induk perkara permohonan.

c. Register permohonan banding.

d. Register permohonan kasasi.

e. Register permohonan peninjauan kembali (PK).

f. Register surat kuasa khusus.

g. Register penyitaan barang tidak bergerak.

h. Register penyitaan barang bergerak.

i. Register eksekusi.

j. Register akta cerai.

k. Register permohonan pembagian harta peninggalan di luar sengketa.

Laporan tentang keadaan perkara, keuangan perkara, dan kegiatan hakim, dituangkan dalam bentuk-betuk laoran, sebagai berikut:

a. LI- PA1: Laporan Keadaan Perkara.

b. LI- PA2: Laporan Perkara yang dimohonkan banding.

c. LI- PA3: Laporan Perkara yang dimohonkan kasasi.

d. LI- PA4: Laporan Perkara yang dimohonkan peninjauankembali.

e. LI- PA5: Laporan Perkara yang dimohonkanm eksekusi.

f. LI- PA6: Laporan tentang kegiatan Hakim.

g. LI- PA7: Laporan Keuangan Perkara.

h. LI- PA8: Laporan Jenis Perkara.

2. Pengeluaran Kas Kantor Pengadilan Agama Bantaeng

Menilai seberapa besar kesesuaian antara prosedur pengeluaran kas yang diterapkan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dengan konsep sistem akuntansi menurut teori yang digunakan dalam penelitian ini, maka sistem akuntansi yang diterapkan akan dibandingkan dengan beberapa indikator yang merupakan elemen-elemen sistem pengeluaran kas. Berikut evaluasi sistem pengeluaran kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dengan indikator sistem pengeluaran kas. Adapun sistem dan prosedur pencatatan, sebagai berikut:

a. Pengeluaran kas harus mendapat otorisasi dari pejabat yang berwenang.

Dalam penerapannya, pengeluaran kas dilakukan dengan otorisasi pejabat yang berwenang. Hal ini sesuai dengan indikator yang digunakan pengeluaran kas disetujui dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dengan membubuhkan tanda tangan persetujuan. Untuk pengeluaran uang kas dari bank, otorisasi dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. Hal ini sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 Tentang Mekasnisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Kelemahannya pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng otorisasi sepenuhnya dilaksanakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan tidak ada pendelegasian wewenang pada pejabat lain atau Pejabat Pembuat Komitmen, sehingga sewaktu- waktu KPA tidak berada di tempat seluruh transaksi pengeluaran kas, pembukaan dan penutupan rekening harus menunggu sampai KPA berada ditempat.

b. Pembukaan dan penutupan rekening bank harus mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.

Pembukaan dan penutupan rekening bank dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran atas pengetahuan dan persetujuan dari Panitera/Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Hal ini menggambarkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembukaan dan penutupan rekening yang terjadi telah sesuai dengan indikator yang digunakan. Kelemahannya pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng otorisasi sepenuhnya dilaksanakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan tidak ada pendelegasian wewenang pada pejabat lain oleh karena Kuasa Pengguna Anggaran juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, dikarenakan tidak ada pejabat lain yang bersertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa sehingga sewaktu- waktu KPA tidak berada di tempat seluruh transaksi pengeluaran kas, pembukaan dan penutupan rekening harus menunggu sampai KPA berada ditempat.

c. Dokumen dan formulir-formulir yang memadai dan dapat menunjukkan adanya tanggung jawab.

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi kas cukup memadai dan menunjukkan adanya tanggung jawab. Hal ini dapat dilihat dari format dokumen yang berisi antara lain :

1) Dinyatakan dengan jelas pihak yang melakukan pembayaran dan menerima pembayaran.

2) Jumlah uang yang dibayarkan dinyatakan dengan huruf dan angka.

3) Bukti pengeluaran disahkan oleh pejabat yang berwenang.

4) Uraian singkat tentang transaksi yang dilakukan.

5) Tanggal, bulan dan tahun pembuatan dokumen yang menunjukkan saat terjadinya transaksi pengeluaran kas.

d. Pengeluaran kas didasarkan atas anggaran kas yang telah ditetapkan dalam DIPA.

Nota/kwitansi pengeluaran kas diklasifikasikan oleh Bendahara Pengeluaran dengan melihat mata anggaran yang diklasifikasikan dalam DIPA, kemudian dibuat SPM sesuai klasifikasi anggaran. Hal ini kemudian diperiksa kembali oleh KPA dan Pejabat Penguji Tagihan. Setelah penerbitan SPM dari satuan kerja, verifikasi atas pembebanan anggaran juga dilakukan oleh KPPN sehingga untuk pembebanan anggaran yang telah melebihi PAGU DIPA tidak akan diterbitkan SP2D-nya oleh KPPN. Dengan demikian, praktek yang terjadi telah sesuai indikator yang digunakan.

e. Pencatatan pada buku register atas dokumen-dokumen yang diterima dan dikeluarkan sebagai alat untuk mengecek dan membandingkan data dalam buku tersebut dengan data dari catatan lain yang berhubungan.

Pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng memiliki Buku Register Pengendali Dokumen Pencairan yaitu buku pengendali SPM dan SP2D. Hal ini telah sesuai dengan indikator yang ada.

f. Pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas (BKU dan buku pembantu lainnya) harus didasarkan pada bukti kas keluar yang telah mendapat otorisasi dari pejabat yang berwenang dan dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap.

Indikator ini telah sesuai dengan praktek yang terjadi dimana semua pencatatan dan pengeluaran kas pada BKU dan Buku Pembantu Lainnya dicatat berdasarkan nota/kwitansi yang digunakan untuk pembayaran. Nota/kwitansi harus dibubuhi tanda tangan KPA sebagai otorisasi pembayaran. Pengarsipan dokumen-dokumen tersebut dilakukan sekaligus per-SP2D yang terbit sehingga satu transaksi SP2D terdiri atas dokumen-dokumen pendukung lainnya dalam pengeluaran anggaran berupa SPM, SPP, Surat Pernyataan, Daftar Uang Pesediaan, dan BAR untuk transaksi pengajuan UP dan untuk transaksi GUP, SP2D disertai dengan dokumen-dokumen berupa SPM, SPP, SPTB, BAR dan nota/kwitansi pengeluaran.

g. Penyusunan rekonsiliasi dengan lembaga terkait, dalam hal ini Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara mengenai pengeluaran anggaran secara periodik.

Secara periodik, Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran melakukan rekonsiliasi dengan KPPN terkait dengan kesesuaian pencatatan pendapatan, belanja dan neraca yang dibuat oleh satuan kerja dengan yang dibuat oleh Kuasa BUN. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat maka rekonsiliasi tersebut dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja bulan berjalan atas transaksi yang dilakukan bulan sebelumnya. Hal ini menggambarkan kesesuaian antara praktek yang terjadi dengan indikator yang ditetapkan.

h. Penyusunan Laporan Keuangan, berupa Laporan Realisasi Belanja secara periodik dan tepat waktu.

Penyusunan laporan keuangan yang dimaksud dilakukan oleh Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran setiap awal bulan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Laporan tersebut dilaporkan kepada Pengguna Anggaran setelah semua data yang direkonsiliasikan dengan KPPN telah sesuai. Kesesuaian transaksi antara satuan kerja dan KPPN ditandai dengan ditandatanganinya Berita Acara Rekonsiliasi oleh kedua belah pihak. Selain itu, Bendahara Pengeluaran juga wajib membuat laporan pertanggungjawaban secara bulanan atas uang yang dikelolanya. Pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng Bendahara Pengeluaran membuat laporan pertanggungjawaban setiap 3 (tiga) bulan dan melakukan pemeriksaan kas setiap 3 (tiga) bulan bersama dengan Kepala Sub Bagian Keuangan selaku pejabat yang ditunjuk KPA. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunan Laporan Keuangan telah memadai dan sesuai dengan indikator.

Berdasarkan pembahasan tersebut, jadi dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan mengenai sistem penerimaan dan pengeluaran kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dapat diterima karena sistem informasi akuntansi yang diterapkan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng sudah memadai dan efektif sehingga dapat mengoptimal tingkat penerimaan dan pengeluaran kas serta membantu Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dalam mengelola kas dan menghindari terjadinya kecurangan dalam penerimaan dan pengeluaran kas.

67 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa : Sistem Penerimaan dan pengeluaran kas yang diterapkan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng secara umum telah sesuai dengan konsep sistem penerimaan dan pengeluaran kas serta prosedur berdasarkan sistem informasi akuntansi.

B. Saran

Sebagai hasil dari pembahasan ini peneliti ingin memberikan sambungan pikiran berupa saran sebagai bahan masukan bagi pihak yang berkepentingan yaitu Kantor Pengadilan Agama Bantaeng meliputi :

1. Kepala Kantor Pengadilan Agama Bantaeng sebaiknya memberikan pendelegasian wewenang kepada para pejabat lain untuk mengelola transaksi pengeluaran kas, pencairan anggaran, pembukaan dan penutupan buku agar proses pengelolaan pengeluaran kas berjalan dengan baik tanpa menunggu KPA yang dalam hal ini merangkap sebagai PPK jika sewaktu-waktu KPA tidak berada ditempat.

2. Pemeriksaan kas dan penutupan buku pada Bendahara Pengeluaran dilakukan setiap 3 (tiga) bulan dianggap kurang efektif dan sebaiknya dilakukan setiap bulan agar pengawasan pengelolaan anggaran menjadi efektif dan terkontrol.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi. 2013.Dasar-dasar EvaluasiPendidikan ( Edisi 2).

Jakarta: BumiAksara.

Diana, Anastasia &LilisSetiawati. 2011. SistemInformasiAkuntans. Yogyakarta:

Andi.

FakultasEkonomidanBisniUniversitasMuhammadiyyah Makassar. 2010.

PedomanPraPenulisanSkripsi.Makassar, (Online), (diaksesJanuari 2016).

Harahap, SofyanSyafri. 2010. AnalisisKritisAtasLaporanKeuangan, PT. Raja GrafindoPersada, Jakarta.

IkatanAkuntanPublik Indonesia.(2011). StandarProfesionalAkuntanPublik.

Jakarta: Salemba 4.

Mulyadi.2010. SistemAkuntansi. Jakarta: SalembaEmpat.

Sukardi.2012. EvaluasiPendidikan (Prinsip&Operasionalnya).Jakarta: Bumi Aksara.

Sudijono,Anas.2014. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiono.2011. MetodePenelitianPendidikan: PendekatanKuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Lampiran I:

Penerimaan Kas Bagian Perkara Pada Pengadilan Agama Bantaeng

No. Uraian Pendapatan Keterangan

I

II A

Panjar Biaya Perkara Tingkat Pertama

1. Pendaftaran

Gugatan/Permohonan 2. Biaya Administrasi

3. Panggilan Penggugat/ Pemohon (1X*)

4. Panggilan Tergugat/Termohon (3X*)

5. Redaksi 6. Materai

Jumlah

Untuk cerai talak ditambah biaya panggilan ikrar pemohon dan termohon

Jumlah Catatan:

1. Radius I Rp.50.000,- Radius II Rp.75.000,- Radius sulit dijangkau 2. Apabila sisa panjar lebih

dikembalikan, jika kurang ditambah

3. Sisa panjar tidak diambil dari 6 (enam bulan), disetor kekas negara.

Panjar Biaya Permohonan Banding

Biaya Permohonan Banding Pada Pengadilan Agama terdiri dari:

1. Pendaftaran Permohonan Banding

2. Pemberitahuan adanya permohonan banding*

Rp. 30.000,- Rp. 50.000,- Rp.150.000,- Rp.200.000,- Rp. 5.000,- Rp. 6.000,- Rp.441.000,- Rp.100.000,-

Rp.541.000,-

Rp.150.000,-

Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 50.000,-

*Biaya panggilan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan

B

III A

B

3. Pemberitahuan memo banding*

4. Pemberitahuan kontra memori banding*

5. Pemberitahuan inzage penggugat/ pemohon dan tergugat/termohon*

6. Pemberitahuan isi putusan banding kepada

tergugat/termohon*

7. Fotocopy/penjilidan dan

pengiriman berkas permohonan perkara banding ke Pengadilan Tinggi Banding

Biaya Administrai Penyelesaian perkara di tingkat Banding**

Jumlah Panjar Biaya Permohonan Kasasi

Biaya Permohonan Kasasi pada Pengadilan Agama terdiri dari:

1. Pendaftaran Permohonan Kasasi 2. Pemberitahuan adanya

permohonan kasasi*

3. Pemberitahuan memori kasasi*

4. Pemberitahuan kontra memori kasasi*

5. Pemberitahuan inzage pemohon dan tergugat*

6. Pemberitahuan isi putusan kasasi kepada pemohon dan termohon*

7. Fotocopy/penjilidan dan pengiriman berkas perkara dan pengiriman biaya kasasi ke MARI

Biaya Administrasi Penyelesaian Perkara di Tingkat Kasasi**

Jumlah

Rp. 50.000,- Rp. 100.000,-

Rp. 100.000,-

Rp. 125.000,-

Rp. 150.000,- Rp. 675.000,-

Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 100.000,- Rp. 100.000,-

Rp. 150.000,-

Rp. 500.000,- Rp.1.050.000,-

dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

**Dikirim ke PTA

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

**Dikirim ke MARI

IV A

B

V

VI

Panjar Biaya Permohonan Peninjauan Kembali

Biaya Permohonan PK pada Pengadilan Agama terdiri dari:

1. Pendaftaran permohonan PK 2. Pemberitahuan adanya

permohonan PK*

3. Panggilan siding insedentil pemohon PK*

4. Pemberitahuan jawaban PK terhadap pemohon PK*

5. Pemberitahuan isi putusan PK kepada pemohon dan

termohon*

6. Fotocopy/penjilidan dan pengiriman berkas perkara dan pengiriman biaya PK ke MARI*

Biaya Administrasi Penyelesaian Perkara PK**

Jumlah

Panjar Pemeriksaan Setempat 1. Pemberitahuan pelaksanaan

kepada pemohon/penggugat dan termohon/tergugat*

2. Pemberitahuan pelaksanaan kepada desa/lurah*

3. Petugas desa/lurah 2 orang 4. Transportasi**

Jumlah Panjar Biaya Peletakan/

Pengangkatan Sita Jaminan 1. Pencatatan Sita*

2. Pemberitahuan pelaksanaan sita kepada pemohon/termohon dan kepala desa/lurah

3. Juru sita 4. Saksi 2 orang

5. Petugas kelurahan 2 orang

Rp. 200.000,- Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp.50.000,- Rp. 100.000,-

Rp. 150.000,-

Rp.2.500.000,- Rp.3.100.000,-

Rp. 100.000,-

Rp. 50.000,- Rp. 200.000,-

Rp. 350.000,-

Rp. 25.000,- Rp.150.000,-

Rp. 200.000,- Rp. 200.000,- Rp.200.000,- Rp. 200.000,-

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

**Dikirim ke MARI

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

**Sesui kondisi daerah

*Disetor ke kas Negara

**Biaya pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak

VII

VIII

6. Penyampaian salinan berita acara sita kepada pemohon, termohon, desa/lurah dan BPN***

7. Pencatatan sita di BPN/

pengangkatan***

8. Transportasi****

Jumlah

Panjar Biaya Sita Eksekusi 1. Pencatatan sita*

2. Pemberitahuan pelaksanaan sita eksekusi kepada pemohon, termohon dan kepala desa/lurah**

3. Juru sita 4. Saksi 2 orang

5. Petugas kelurahan 2 orang 6. Penyampaian salinan berita

acara eksekusi kepada

pemohon, termohon, desa/lurah dan BPN***

7. Pencatatan sita eksekusi di BPN/pengangkatan****

8. Transportasi***

Jumlah Panjar Biaya Eksekusi

1. Panggilan anmaning termohon*

2. Pemberitahuan pelaksanaab eksekusi kepada pemohon, termohon,kepala desa/lurah dan kepolisian*

3. Juru sita 4. Saksi 3 orang

5. Petugas kelurahan 2 orang 6. Transportasi**

7. Penyampaian salinan berita acara eksekusi kepada

pemohon, termohon, desa/lurah dan BPN*

Rp. 975.000,- Rp. 25.000,- Rp.150.000,-

Rp. 200.000,- Rp. 200.000,- Rp.200.000,- Rp. 200.000,-

Rp. 975.000,- Rp. 50.000,- Rp. 200.000,-

Rp.200.000,- Rp. 300.000,- Rp. 200.000,- Rp. 200.000,-

***Sesuai kebutuhan yang

ditetapkan oleh BPN

****Sesuai kondisi daerah

*Disetor ke kas Negara

**Biaya pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak

***Sesuai kebutuhan yang

ditetapkan oleh BPN

****Sesuai kondisi daerah

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak

**Sesuai kondisi daerah

***Sesuai kebutuhan yang

ditetapkan oleh BPN

IX

8. Pencatatan berita acara eksekusi di BPN***

Jumlah Panjar Biaya Lelang

1. Disesuaikan dengan peraturan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang di daerah setempat.

Rp.1.150.000,-

Sumber: Pengadilan Agama Bantaeng

Catatan:

Biaya pemeriksaan setempat, sita jaminan, sita eksekusi dan eksekusi tersebut tiap 1 (satu) lokasi.

Lampiran II:

Pengeluaran Kas Bagian Perkara Pada Pengadilan Agama Bantaeng

No. Uraian Biaya Keterangan

I

II

Panjar Biaya Perkara Tingkat Pertama

1. Panggilan Penggugat/ Pemohon (1X*)

2. Panggilan Tergugat/Termohon (3X*)

3. Redaksi 4. Materai

Jumlah

Untuk cerai talak ditambah biaya panggilan ikrar pemohon dan termohon

Jumlah Catatan:

4. Radius I Rp.50.000,- Radius II Rp.75.000,- Radius sulit dijangkau 5. Apabila sisa panjar lebih

dikembalikan, jika kurang ditambah

6. Sisa panjar tidak diambil dari 6 (enam bulan), disetor kekas negara.

Panjar Biaya Permohonan Banding

Biaya Permohonan Banding Pada Pengadilan Agama terdiri dari:

1. Pemberitahuan adanya permohonan banding*

2. Pemberitahuan memo banding*

3. Pemberitahuan kontra memori banding*

4. Pemberitahuan inzage penggugat/ pemohon dan tergugat/termohon*

Rp.150.000,- Rp.200.000,- Rp. 5.000,- Rp. 6.000,- Rp.361.000,- Rp.100.000,-

Rp.461.000,-

Rp.150.000,-

Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 100.000,-

*Biaya panggilan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

III

IV

5. Pemberitahuan isi putusan banding kepada

tergugat/termohon*

6. Fotocopy/penjilidan dan

pengiriman berkas permohonan perkara banding ke Pengadilan Tinggi Banding

Jumlah

Panjar Biaya Permohonan Kasasi Biaya Permohonan Kasasi pada Pengadilan Agama terdiri dari:

1. Pemberitahuan adanya permohonan kasasi*

2. Pemberitahuan memori kasasi*

3. Pemberitahuan kontra memori kasasi*

4. Pemberitahuan inzage pemohon dan tergugat*

5. Pemberitahuan isi putusan kasasi kepada pemohon dan termohon*

6. Fotocopy/penjilidan dan pengiriman berkas perkara dan pengiriman biaya kasasi ke MARI

Jumlah Panjar Biaya Permohonan Peninjauan Kembali

Biaya Permohonan PK pada Pengadilan Agama terdiri dari:

1. Pemberitahuan adanya permohonan PK*

2. Panggilan siding insedentil pemohon PK*

3. Pemberitahuan jawaban PK terhadap pemohon PK*

4. Pemberitahuan isi putusan PK kepada pemohon dan termohon*

Rp. 100.000,-

Rp. 125.000,-

Rp. 475.000,-

Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp. 100.000,- Rp. 100.000,-

Rp. 150.000,-

Rp.500.000,-

Rp. 50.000,- Rp. 50.000,- Rp.50.000,- Rp. 100.000,-

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

V

VI

VII

5. Fotocopy/penjilidan dan pengiriman berkas perkara dan pengiriman biaya PK ke MARI*

Jumlah

Panjar Pemeriksaan Setempat 1. Pemberitahuan pelaksanaan

kepada pemohon/penggugat dan termohon/tergugat*

2. Pemberitahuan pelaksanaan kepada desa/lurah*

3. Petugas desa/lurah 2 orang 4. Transportasi**

Jumlah Panjar Biaya Peletakan/

Pengangkatan Sita Jaminan 1. Pemberitahuan pelaksanaan sita

kepada pemohon/termohon dan kepala desa/lurah

2. Juru sita 3. Saksi 2 orang

4. Petugas kelurahan 2 orang 5. Penyampaian salinan berita

acara sita kepada pemohon, termohon, desa/lurah dan BPN***

6. Pencatatan sita di BPN/

pengangkatan***

7. Transportasi****

Jumlah Panjar Biaya Sita Eksekusi 1. Pemberitahuan pelaksanaan sita

eksekusi kepada pemohon, termohon dan kepala desa/lurah**

2. Juru sita 3. Saksi 2 orang

4. Petugas kelurahan 2 orang 5. Penyampaian salinan berita

acara eksekusi kepada pemohon, termohon, desa/lurah dan

Rp. 150.000,- Rp. 400.000,-

Rp. 100.000,-

Rp. 50.000,- Rp. 200.000,- Rp. 350.000,-

Rp.150.000,-

Rp. 200.000,- Rp. 200.000,- Rp.200.000,- Rp. 200.000,-

Rp. 950.000,- Rp.150.000,-

Rp. 200.000,- Rp. 200.000,- Rp.200.000,- Rp. 200.000,-

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak.

**Sesui kondisi daerah

**Biaya pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak

***Sesuai kebutuhan yang ditetapkan oleh BPN

****Sesuai kondisi daerah

**Biaya pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak

***Sesuai kebutuhan yang ditetapkan oleh BPN

VIII

IX

BPN***

6. Pencatatan sita eksekusi di BPN/pengangkatan****

7. Transportasi***

Jumlah Panjar Biaya Eksekusi

1. Panggilan anmaning termohon*

2. Pemberitahuan pelaksanaan eksekusi kepada pemohon, termohon,kepala desa/lurah dan kepolisian*

3. Juru sita 4. Saksi 3 orang

5. Petugas kelurahan 2 orang 6. Transportasi**

7. Penyampaian salinan berita acara eksekusi kepada pemohon, termohon, desa/lurah dan BPN*

8. Pencatatan berita acara eksekusi di BPN***

Jumlah Panjar Biaya Lelang

1. Disesuaikan dengan peraturan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang di daerah setempat.

Rp. 950.000,- Rp. 50.000,- Rp. 200.000,-

Rp.200.000,- Rp. 300.000,- Rp. 200.000,- Rp. 200.000,-

Rp.1.150.000,-

****Sesuai kondisi daerah

*Biaya

pemberitahuan disesuaikan dengan radius dan jumlah pihak-pihak

**Sesuai kondisi daerah

***Sesuai kebutuhan yang ditetapkan oleh BPN

Sumber: Pengadilan Agama Bantaeng

Catatan:

Biaya pemeriksaan setempat, sita jaminan, sita eksekusi dan eksekusi tersebut tiap 1 (satu) lokasi.

Lampiran III:

Prosedur dan Proses Perkara di Pengadilan Agama Bantaeng

Sumber: Pengadilan Agama Bantaeng

Lampiran IV:

DAFTAR NAMA INFORMAN

No. Nama Informn Umur Jabatan Kode

1. Dra. Hj. Nawiyah 50 Wakil Panitera NAW

2. Bungatang,S.HI. 32 Pejabat Fungsional

Panitera Pengganti BGT

3. Haripuddin,S.H 48

Kasubag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana

HUN

4. Mulyani,S.E 29 Kasubag Umum dan

Keuangan MLA

5. Saufa Jamila, S.H 30 Staf Kepaniteraan SJM

PEDOMAN PERTANYAAN WAWANCARA

No. Pedoman Wawancara

I. SUMBER PENDAPATAN 1.

2.

Sumber pendapatan Kantor Pengadilan Agama Bantaeng apakah hanya berasal dari 80ariff penerimaan saja ?

Apakah ada pendapatan lain-lain yang bisa menambah penerimaan kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng ?

II. PROSEDUR DAN PROSES 1.

2.

3.

Bagaimana prosedur dan proses bagian perkara di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng ?

Bagaimana prosedur atas siklus pendapatan dan biaya dari penerimaan dan pengeluaran kas di laporan keuangan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng ?

Apakah prosedur dan proses pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada ?

III. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1.

2.

Bagaimana sistem informasi akuntansi yang digunakan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng terhadap penerimaan kas ?

Bagaimanakah evaluasi sistem informasi akuntansinya terhadap pengeluaran kas yang diterapkan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng ?

IV. STRUKTUR ORGANISASI 1.

2.

Bagaimanakah sehingga terbentuknya struktur organisasi pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng ?

Apakah tugas-tugas yang dibebamkan kepada setiap unit kerja organisasi sudah jelas dan terawasi ?

Dalam dokumen KAS PADA KANTOR PENGADILAN AGAMA BANTAENG (Halaman 69-78)

Dokumen terkait