• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAS PADA KANTOR PENGADILAN AGAMA BANTAENG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KAS PADA KANTOR PENGADILAN AGAMA BANTAENG "

Copied!
100
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Penerimaan Kas
  • Pengeluaran Kas
  • Kerangka Pikir
  • Hipotesis

Penerimaan kas suatu perusahaan berasal dari dua sumber utama: penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang. Penerimaan kas dari penjualan tunai, terdiri dari penerimaan kas dari penjualan bebas, penjualan cash on delivery, dan penjualan kartu kredit. Perlucutan senjata adalah penerimaan uang klaim melalui penagih utang, kantor pos, dan penagihan.

Pada transaksi penerimaan kas hasil penjualan tunai, fungsi ini bertugas menerima uang tunai dari pembeli. Pada transaksi penerimaan kas hasil penjualan tunai, fungsi ini bertugas menyiapkan barang pesanan. Pada transaksi penagihan tunai dari penjualan tunai, fungsi ini bertanggung jawab untuk mengemas barang dan menyerahkan barang yang harganya telah dibayarkan kepada pembeli.

Untuk transaksi penerimaan penjualan tunai, posisi ini bertugas mencatat transaksi penjualan dan penerimaan serta membuat laporan penjualan. Dokumen ini merupakan bukti penerimaan kas yang dikeluarkan oleh fungsi kas dan merupakan dokumen pendukung faktur penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan. Berikut ini adalah diagram alir dokumen sistem penerimaan penjualan over the counter yang dapat dilihat sebagai berikut:

GAMBAR 1.3  Kerangka Pikir
GAMBAR 1.3 Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Sejarah Singkat Perusahaan

Visi dan Misi Kantor Pengadilan Agama Bantaeng

Struktur Organisasi Perusahaan

Job Description

Yang terjadi di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng, pencairan kas dilakukan dengan dana kas kecil dengan sistem imrest. Berikut evaluasi sistem penerimaan kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dengan indikator sistem pengeluaran kas. Berikut evaluasi sistem pencairan kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dengan indikator sistem pencairan kas.

Adakah penghasilan lain yang bisa menambah penerimaan kas di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng? Bagaimana tata cara siklus pendapatan dan biaya penerimaan dan pengeluaran kas pada laporan keuangan di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng. Apakah prosedur dan proses di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng sudah berjalan sesuai prosedur yang ada?

Bagaimana evaluasi sistem informasi akuntansi pengeluaran kas di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng? Pendapatan lain-lain di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng berupa biaya pendaftaran, biaya administrasi, biaya materai, biaya banding, dan lain-lain. Tata cara dan proses persidangan perkara di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh pusat.

Prosedur dan proses ini terdiri dari 4 langkah yang ditentukan secara terpusat di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng. Adanya prosedur dan proses di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dapat membantu masyarakat yang datang. Bagian Kepegawaian Panitera sedang mengevaluasi sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas yang digunakan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng.

Laporan penerimaan dan pengeluaran kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dianggarkan dengan biaya sebenarnya yang dikeluarkan. Pada laporan penerimaan dan pengeluaran kas dapat dilihat dari tingkat kinerja bagian keuangan pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penerimaan Kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng

Penerimaan kas di Pengadilan Agama Bantaeng berasal dari perkara perceraian, pembatalan perkawinan, penetapan ahli waris, dan penghasilan lainnya. Biaya banding ini terdiri dari biaya banding pada pengadilan agama dan biaya administrasi penanganan perkara di tingkat banding. Tarif permohonan kasasi ini sudah termasuk biaya permohonan kasasi ke pengadilan agama dan biaya administrasi penyelesaian perkara di tingkat kasasi.

Biaya pencairan permohonan peninjauan kembali berupa biaya permohonan kembali di pengadilan agama serta biaya administrasi penyelesaian perkara peninjauan kembali. Biaya pelaksanaan penyitaan ini berupa pendaftaran penyitaan, juru sita, pengangkutan dan biaya-biaya lainnya. Fungsi-fungsi yang berkaitan dengan sistem akuntansi penerimaan kas suatu perkara baik perceraian, pembatalan perkawinan maupun penetapan ahli waris di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng adalah sebagai berikut:.

Dalam transaksi penagihan kas melalui bagian perkara, fungsi ini bertanggung jawab terhadap pengelolaan berkas perkara, penetapan, putusan, akta, daftar perkara, biaya perkara, titipan pihak ketiga, surat berharga, kesaksian dan dokumen-dokumen lain yang tersimpan di kantor panitera mencatat seluruh kas. kuitansi. transaksi dan mengumpulkan/mengumpulkan data kasus untuk laporan, termasuk laporan bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan. Dokumen ini digunakan sebagai bukti penerimaan yang dihitung oleh bagian urusan, dibuat rangkap 3 (tiga) yang diserahkan kepada pemohon, bagian urusan dan diarsipkan. Jurnal Penerimaan Kas digunakan oleh Bagian Kasir untuk mencatat transaksi penerimaan kas yang telah dilakukan sebelumnya.

Hal ini digunakan oleh bagian perkara untuk mencatat segala jenis perkara yang timbul di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng sehingga menghasilkan laporan pendapatan yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan laporan tersebut. Dalam prosedur ini, pemohon mendaftarkan permohonan cerai ke pengadilan agama dan membayar biaya perkara yang dibebankan pemohon. Dalam proses ini, pemohon mengajukan permohonan banding, yang harus diajukan secara tertulis atau lisan kepada Pengadilan Agama, dan dikenakan biaya untuk menutup biaya banding tersebut.

Dalam prosedur ini, pemohon mengajukan permohonan kasasi secara tertulis atau lisan melalui pengadilan agama dan kemudian membayar biaya kasasi. D. Dalam prosedur ini, pemohon mengajukan permohonan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung secara tertulis atau lisan melalui pengadilan agama dan membayar biaya perkara peninjauan kembali.

Pengeluaran Kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng

Sistem pencairan kas Kantor Pengadilan Agama Bantaeng melalui tata cara menggunakan dana kas kecil setelah pencairan cek yaitu sistem kas. Biasanya perusahaan menggunakan pencairan kas kecil untuk pembiayaan yang relatif kecil yang tidak mungkin dilakukan jika sistem pencairan kas menggunakan cek. Dokumen ini merupakan perintah pencairan uang tunai dari departemen keuangan ke departemen urusan sebesar yang tertera dalam dokumen.

Dokumen ini digunakan oleh setiap departemen kas kecil untuk meminta dana dari departemen keuangan untuk mengisi kembali saldo kas kecil. Dokumen ini dibuat oleh pemegang dana kas kecil untuk memperhitungkan penggunaan dana kas kecil yang dikeluarkan oleh pemegang dana kas kecil. Dokumen ini dibuat oleh pemegang dana kas kecil untuk meminta bagian utang memberikan bukti adanya arus kas keluar untuk mengisi kembali dana kas kecil.

Catatan akuntansi jurnal pengeluaran kas ini digunakan untuk mencatat pengeluaran kas pada pembentukan dana kas kecil dan pengisian kembali dana kas kecil. Bagian perkara bertanggung jawab atas biaya perkara, barang bukti dan dokumen lain yang disimpan di Kepaniteraan, pencatatan seluruh transaksi pengeluaran kas kecil dan pengumpulan/penyusunan data perkara untuk laporan, baik laporan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. Departemen umum mencatat pengeluaran kas kecil yang menyangkut biaya pencairan dana kas kecil dan mencatat dana kas kecil dalam jurnal pengeluaran kas kecil.

Departemen ini bertanggung jawab atas pengelolaan perbendaharaan dan pencairan perbendaharaan sesuai dengan kewenangan pejabat tertentu dan permintaan pengisian kembali perbendaharaan. Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan perhitungan berkala atas sumber daya kas dan menghubungkan hasil perhitungan tersebut dengan mesin kasir.

Pembahasan Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada

Fungsi kas pada Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dilaksanakan oleh Bendahara Pengeluaran, sedangkan fungsi akuntansi melibatkan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen sebagai penanggung jawab pengeluaran anggaran, Penandatangan dan Penerbit SPM serta Pemeriksa RUU sebagai verifikator pengeluaran anggaran dan Tim Sistem Akuntansi, Kuasa Pengguna Anggaran sebagai penyelenggara dan pelaporan pengeluaran. Untuk mengetahui seberapa besar kesesuaian antara prosedur pengeluaran kas yang diterapkan di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dengan konsep sistem akuntansi menurut teori yang digunakan dalam penelitian ini, maka sistem akuntansi yang diterapkan akan dibandingkan dengan berbagai indikator yang menjadi unsur pengeluaran kas. sistem. Kelemahannya, otorisasi sepenuhnya dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dan tidak ada pendelegasian wewenang kepada pejabat lain atau pejabat pembuat komitmen, sehingga KPA tidak ada di tempat sewaktu-waktu, semua tunai. transaksi pencairan, pembukaan dan penutupan rekening harus menunggu sampai CPA ada. .

Kekurangannya, di kantor Pengadilan Agama Bantaeng, kewenangan sepenuhnya dilakukan oleh kewenangan pengguna anggaran dan tidak ada pendelegasian wewenang kepada pejabat lain, karena kewenangan pengguna anggaran juga berperan sebagai petugas. menerima kewajiban, karena tidak ada pejabat lain yang bersertifikat dalam pengadaan barang dan jasa, sehingga KPA tidak dapat dibentuk sewaktu-waktu, semua transaksi penarikan tunai, pembukaan dan penutupan rekening harus menunggu sampai KPA terbentuk. Kantor Pengadilan Agama Bantaeng memiliki buku register dokumen pencairan yaitu buku kendali SPM dan SP2D. Di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng, Bendahara Pengeluaran membuat laporan pertanggungjawaban setiap 3 (tiga) bulan sekali dan melakukan peninjauan kas setiap 3 (tiga) bulan bersama dengan Kepala Suku Dinas Keuangan sebagai petugas yang ditunjuk oleh KPA.

Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan mengenai sistem penerimaan dan pengeluaran kas di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dapat diterima karena sistem informasi akuntansi yang diterapkan di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng sudah memadai dan efektif sehingga dapat mengoptimalkan tingkat penerimaan dan pengeluaran kas serta membantu Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dalam pengelolaan kas dan menghindari kecurangan dalam penerimaan dan pengeluaran kas. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa: Sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang diterapkan di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng secara umum sudah sesuai dengan konsep sistem penerimaan dan pengeluaran kas, serta tata cara yang berdasarkan pada sistem penerimaan dan pengeluaran kas. sistem informasi akuntansi. . Dari hasil pembahasan ini, peneliti ingin memberikan kaitan pemikiran berupa saran sebagai masukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan yaitu Kantor Pengadilan Agama Bantaeng termasuk.

Sebaiknya Ketua Pengadilan Agama Bantaeng melimpahkan kewenangannya kepada pejabat lain untuk mengurus transaksi pengeluaran kas, pencairan anggaran, pembukaan dan penutupan buku, agar proses pengelolaan pengeluaran kas berjalan lancar tanpa menunggu KPA yang dalam hal ini juga berperan sebagai PPK jika KPA tidak berlaku sewaktu-waktu. Sumber pendapatan lain di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng bersifat umum dan tarif yang dikenakan ditentukan oleh pusat. Proses persidangan di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng terdiri dari proses penyelesaian perkara perceraian, proses banding, penyelesaian perkara kasasi, dan proses peninjauan kembali.

Tugas-tugas yang diberikan pada masing-masing satuan kerja organisasi dikelompokkan dengan jelas sehingga pelaksanaannya di Kantor Pengadilan Agama Bantaeng dapat diawasi. Laporan penerimaan dan pengeluaran kas di kantor Pengadilan Agama Bantaeng memuat informasi pendapatan dan biaya perceraian, pembatalan perkawinan, ahli waris, biaya administrasi, transportasi, dll.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Gambar

Gambar 1.2: Bagan Arus Dokumen Pengeluaran Kas ……………………...  22  Gambar 1.3: Kerangka Pikir ……………………………………………….
GAMBAR 1.3  Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

• in rip-tag model of islet cell tumor progression, Angiogenic switch involves heterotypic interactions among 3 distinct cell types: – The release of still-unidentified signals

Last Name First Name NAME OF JUNIOR HIGH SCHOOL SHS STRAND MACARIOLA MIGUEL ANDREI Notre Dame of Marbel University - Integrated Basic Education Department SCIENCE, TECHNOLOGY,